{"title":"FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN REMAJA PUTRI MENGKONSUMSI TABLET FE DI DESA JANEGARA KECAMATAN JATIBARANG TAHUN 2021","authors":"Ziyadatul Chusna Almabruroh Yuni Alfi","doi":"10.36973/jkih.v11i1.479","DOIUrl":"https://doi.org/10.36973/jkih.v11i1.479","url":null,"abstract":"Background: The high incidence of anaemia is closely related to the adherence of adolescent girls in taking Fe tablets, where 8.3 million out of 12.1 million adolescent girls do not take Fe tablets which puts them at risk of anaemia. Anaemia in adolescent girls who experience pregnancy is associated with an increased risk of premature birth, low birth weight babies, maternal and newborn deaths. This study aims to determine the factors that influence the adherence of adolescent girls to consume Fe tablets, Methods: descriptive analytic, with a cross sectional approach, Results: Based on analytical tests, the results showed that there was no significant relationship between education (p value: 0.118) with adherence to taking Fe tablets, there was a significant relationship between knowledge (p value: 0.000) with adherence to taking Fe tablets, there was no significant relationship between attitude education (p value: 0.35) with adherence to taking Fe tablets and there was a significant relationship between support (p value: 0.000) with adherence to taking Fe tablets. Conclusion: Knowledge and support of Fe tablets are closely related to adherence in taking Fe tablets. Adherence by adolescent girls in taking Fe tablets regularly will reduce the risk of anaemia in adolescents. Keywords: factors, Adolescent Girls, Adherence","PeriodicalId":221371,"journal":{"name":"JURNAL KESEHATAN INDRA HUSADA","volume":"4 3 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-07-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139353935","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"PENGARUH INTENSITAS KEBISINGAN DAN LAMA PAPARAN PERHARI DENGAN KEJADIAN NOISE INDUCED HEARING LOSS (NIHL)","authors":"B. Priyatna","doi":"10.36973/jkih.v11i1.440","DOIUrl":"https://doi.org/10.36973/jkih.v11i1.440","url":null,"abstract":"WHO (2007) mengungkapkan bahwa prevalensi ketulian di Indonesia mencapai 4,2%. Negara-negara di dunia telah menetapkan bahwa Noise Induced Hearing Loss (NIHL) merupakan penyakit kerja yang terbesar diderita. Ruang lingkup penelitian ini adalah gangguan pendengaran akibat bising (NIHL) pada pekerja di unit Utilities PT. PERTAMINA (Persero) RU VI Balongan, dan bertujuan untuk mengetahui pengaruh kebisingan dan lama paparan perhari dengan kejadian Noise Induced Hearing Loss (NIHL). Rancangan penelitian adalah studi cross sectional, dan pengumpulan data dilakukan dengan pembagian kuesioner, pengukuran dan pemeriksaan. Pupolasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh pekerja di unit Utilities yaitu sebanyak 83 orang. Penelitian ini menggunakan uji chi-square unutk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi NIHL. Hasil penelitian menunjukan pengaruh intensitas kebisingan >85 dBA (74,7%), pengaruh paparan perhari ≥6-8 jam (4,8%). Setelah dilakukan uji chi-square, mendapatkan hasil yaitu ada pengaruh intensitas dengan NIHL (p=0,035), ada pengaruh lama paparan perhari dengan NIHL (p=0,001). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada pengaruh antara faktor-faktor dengan potensi NIHL. Untuk meminimalisir potensi terjadinya NIHL perlu dilaksanakan pemeriksaan audiometri secara berkala yaitu 6 bulan sekali, meningkatkan pengawasan penggunan alat pelindung telinga dan menyelenggarakan penyuluhan khusus mengenai NIHL.","PeriodicalId":221371,"journal":{"name":"JURNAL KESEHATAN INDRA HUSADA","volume":"81 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-07-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139353974","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"HUBUNGAN USIA, GRAVIDA, DAN PEKERJAAN DENGAN KEJADIAN ABORTUS","authors":"Anjelina Puspita Sari, Romlah Romlah","doi":"10.36973/jkih.v11i1.462","DOIUrl":"https://doi.org/10.36973/jkih.v11i1.462","url":null,"abstract":"Latar Belakang: Angka Kematian Ibu di Indonesia masih tinggi, salah satu penyebabnya adalah abortus dengan prevalensi 5%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan usia, gravida, dan pekerjaan dengan kejadian abortus. Metode: Jenis penelitian menggunakan obsevasional analitik dengan menggunakan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel total sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 46 responden. Data diambil dengan observasi data retrospektif catatan medis responden. Teknik analisa menggunakan uji Chi-Square.Hasil: Hasil uji statistik ada hubungan yang signifikan antara usia dengan kejadian abortus (pv=0.035), tidak ada hubungan yang signifikan antara gravida dengan kejadian abortus (pv=0.071), ada hubungan yang signifikan antara pekerjaan dengan kejadian abortus (pv=0.017) Kesimpulan: Faktor maternal yang melekat pada ibu seperti status umur dan pekerjaan perlu di monitoring, pemantauan ini dapat dilakukan pada saat ibu melakukan kunjungan ANC, karena disarankan ibu yang berada pada usia resiko tinggi, dan memiliki pekerjaan diluar rumah untuk rajin ANC terutama ketika usia kehamilan < 20 minggu.","PeriodicalId":221371,"journal":{"name":"JURNAL KESEHATAN INDRA HUSADA","volume":"1 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139366269","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"EVALUASI PROGRAM PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN TUBERKULOSIS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TERISI KABUPATEN INDRAMAYU","authors":"Setyo Dwi Widyastuti","doi":"10.36973/jkih.v11i1.435","DOIUrl":"https://doi.org/10.36973/jkih.v11i1.435","url":null,"abstract":"Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tubercolusis. Penemuan kasus tuberkulosis di Kabupaten Indramayu dari tahun 2019 sampai 2021 menunjukan trend menurun selama tiga tahun pengamatan, tetapi angka kesembuhan TB tahun 2019 sebanyak 91,9% menurun bila dibandingkan dengan tahun 2020 yang terlaporkan tercatat sebanyak 70,8%. Pada tahun 2021 jumlah kasus TB di Kabupaten Indramayu ditemukan sebanyak 1.647 kasus. Pelaksanaan program P2TB terdapat beberapa kendala diantaranya yaitu pemegang program TB yang merangkap tugas, pelaporan dari Puskesmas ke Dinas Kesehatan yang belum optimal, penyuluhan dari pihak Puskesmas terkait program TB kurang maksimal dilakukan, dan Pengawas Minum Obat (PMO) yang belum berfungsi secara optimal. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan penelitian ini berjumlah 8 informan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan Promosi kesehatan masih belum optimal. Sumber daya manusia sudah sesuai standar, ketersedian logistik dan dana sudah mencukupi. Pencatatan dan pelaporan masih terhambat oleh jaringan dan penguasaan petugas kesehatan terhadap sistem informasi. Peran serta masyarakat belum dilakukan secara optimal. Pada proses pelaksanaan program P2TB menunjukan bahwa Perencanaan program di Puskesmas sudah baik. Pelaksanaan Program P2TB dilakukan dengan kunjungan kontak serumah penderita TB dan Kunjungan praktik mandiri, dan Pengawasan yang dilakukan sudah optimal. Hasil capaian menunjukan bahwa penemuan penderita belum mencapai target yang ditetapkan.","PeriodicalId":221371,"journal":{"name":"JURNAL KESEHATAN INDRA HUSADA","volume":"64 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139366968","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"GAMBARAN PELAYANAN ANC DI PUSKESMAS KOTA SUKABUMI","authors":"Fenny Novita Dwi Solaiman","doi":"10.36973/jkih.v11i1.489","DOIUrl":"https://doi.org/10.36973/jkih.v11i1.489","url":null,"abstract":"Tingginya AKI di suatu negara menunjukkan bahwa negara tersebut belum berhasil dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Upaya perlindungan serta meminimalisir peningkatan AKI dan menjamin perlindungan untuk ibu hamil dan janin melalui kunjungan ANC sesuai dengan standar waktu dan komponen yang mencakup 10T. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pelayanan ANC Puskesmas Kota Sukabumi. Rancangan penelitian ini menggunakan metode deskriptif cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang mendapat pelayanan ANC secara lengkap di Kota Sukabumi dengan sampel dalam PWS-KIA Dinas Kesehatan Kota Sukabumi sebanyak 362 responden menggunakan teknik pengambilan sampel simple random sampling. Instrumen pada penelitian ini diadopsi dan dimodifikasi dari penelitian sebelumnya. Hasil analisis univariat didapatkan variabel pelayanan antenatal care dengan kategori lengkap sebanyak 227 responden (62,7%), sebagian besar ibu hamil berusia 20 sampai 35 tahun sebanyak 315 orang (87%), memiliki paritas £ 2 anak sebanyak 353 (97,5%), berstatus tidak bekerja sebanyak 282 orang (77,9%), memandang kualitas petugas Kesehatan dengan kategori baik sebanyak 236 orang (65,19%), dan memiliki pengetahuan tentang ANC yaitu baik sebanyak 211 orang. Untuk dapat meningkatkan pelayanan ANC dengan cara mengembangkan keterampilan dan penegtahuan melalui berbagai pelatihan dan pengembangan pendidikan secara formal","PeriodicalId":221371,"journal":{"name":"JURNAL KESEHATAN INDRA HUSADA","volume":"42 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139367417","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"HUBUNGAN STATUS KEPESERTAAN, DAN PROVINSI DENGAN PEMANFAATAN PELAYANAN PROMOTIF DAN PREVENTIF BPJS KESEHATAN DI INDONESIA","authors":"Rudiansyah Rudiansyah, Depi Yulyanti, Siti Nurhalimah","doi":"10.36973/jkih.v11i1.455","DOIUrl":"https://doi.org/10.36973/jkih.v11i1.455","url":null,"abstract":"ABSTRAK JKN merupakan salah satu program dari pemerintahan yang diselenggarakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosisal Kesehatan untuk menyelenggarakan sistem pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui kesehatan yang diberikan kepada peserta untuk memperoleh manfaat pemeliharaan kesehatan dan perlindungan dalam memenuhi kebutuhan dasar kesehatan. Tujuan dalam penelitian ini untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi pemanfaatan pelayanan promotif dan preventif dari BPJS Kesehatan di Indonesia pada Tahun 2015-2018. Metode penelitian ini menggunakan metode Analitik kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini merupakan peserta BPJS Kesehatan Indonesia tahun 2015-2018 yang berjumlah 200.259.147 jiwa, dan menggunakan sampel dari website BPJS Kesetan tahun 2015-2018 sebanyak 4.317.826 peserta. Uji hipotesis pada penelitian ini menggunakan uji Chi-Square karena data yang digunakan adalah data kategorik. Variabel independen antara lain status kepesertaan dan provinsi sedangkan variabel dependen adalah Aksesibilitas pelayanan promotif dan preventif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada hubungan antara status Ekonomi dengan aksesibilitas pelayanan promotif dan preventif dengan p-value 0.000 ≤ 0.05, dan, ada hubungan pula antara letak Geografis dengan aksesibilitas pelayanan promotif dan preventif dengan p-value 0.000 ≤ 0.05. Simpulan penelitian ini adalah faktor status kepersertaan dan provinsi berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan promotif dan preventif oleh peserta BPJS Kesehatan di Indonesia. FKTP Perlu memperbanyak sosialisasi dan promosi kesehatan terhadap pelayanan program BPJS Kesehatan kepada seluruh masyarakat program BPJS Kesehatan dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh masyarakat. Kata Kunci : Akesesibilitas, BPJS Kesehatan, Promotif dan Preventif","PeriodicalId":221371,"journal":{"name":"JURNAL KESEHATAN INDRA HUSADA","volume":"44 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139366402","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG ANEMIA DENGAN KEPATUHAN MENGKONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH DI DESA CITAMIANG WILAYAH KERJA PUSKESMAS KADUDAMPIT KABUPATEN SUKABUMI","authors":"S. Susilawati","doi":"10.36973/jkih.v11i1.496","DOIUrl":"https://doi.org/10.36973/jkih.v11i1.496","url":null,"abstract":"Anemia dalam kehamilan adalah kondisi kadar hemoglobin <11gr/dl. Kepatuhan Ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet tambah darah selama kehamilan dapat mencegah anemia. Faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya kepatuhan adalah pengetahuan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan Ibu hamil tentang anemia dengan kepatuhan mengkonsumsi tablet tambah darah di Desa Citamiang Wilayah Kerja Puskesmas Kadudampit Kabupaten Sukabumi. Pengetahuan merupakan hasil tahu setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu objek. Kepatuhan merupakan tahap pasien melaksanakan cara pengobatan serta perilaku yang disarankan oleh petugas kesehatan. Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasional. Populasi adalah sekumpulan orang ditetapkan peneliti untuk ditarik kesimpulannya dengan sampel sebanyak 46 responden. Cara pengambilan sampel menggunakan total sampling. Analisis hipotesis menggunakan Korelasi Somer’s d. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar memiliki pengetahuan yang kurang dan Sebagian besar memiliki kepatuhan sedang. Hasil uji korelasi didapatkan P-value 0.004 yang berarti H0 ditolak, nilai korelasi somer’s d 0.415. Penelitian ini dapat disimpulkan ada hubungan pengetahuan tentang anemia dengan kepatuhan mengkonsumsi tablet tambah darah. Diharapkan Puskesmas Kadudampit melakukan pembinaan kepada kader untuk meningkatkan motivasi Ibu hamil agar selalu memeriksakan kehamilannya.","PeriodicalId":221371,"journal":{"name":"JURNAL KESEHATAN INDRA HUSADA","volume":"10 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139366254","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Eleni Kenanga Purbasary, Kitri Hikmawati, J. Jumaroh
{"title":"HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DAN PENGETAHUAN IBU DENGAN PERKEMBANGAN BAYI USIA 3-12 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEDUNGWUNGU","authors":"Eleni Kenanga Purbasary, Kitri Hikmawati, J. Jumaroh","doi":"10.36973/jkih.v11i1.478","DOIUrl":"https://doi.org/10.36973/jkih.v11i1.478","url":null,"abstract":"Pendahuluan: Masa perkembangan anak pada tahun pertama kehidupan adalah masa penting untuk pembentukan dasar kepribadian seorang anak. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi perkembangan anak, salah satunya peran seorang ibu meliputi pengetahuan dan pendidikan yang berkontribusi untuk mencapai perkembangan optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan dan pengetahuan ibu dengan perkembangan bayi usia 3-12 bulan. Metode penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang mempunyai bayi usia 3-12 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Kedungwungu. Teknik pengambilan sampel Purposive Sampling dengan 84 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan ekulsi. Pengumpulan data untuk pendidikan dan pengetahuan diambil dengan kuesioner. Tes perkembangan dilakukan menggunakan kuesioner pra skrining perkembangan (KPSP). Aspek perkembangan yang dinilai meliputi motorik kasar, motorik halus, bahasa, bicara, sosial dan kemandirian. Hasil penelitian ibu yang memiliki pendidikan dasar sebanyak 41 (85,4%) perkembangan bayi nya normal dan ibu yang memiliki pengetahuan cukup sebanyak 37 (90.2%) perkembangan bayi nya normal. Hasil analisa bivariat di dapatkan p value 0,537 (≥ 0,5) menunjukan bahwa tidak ada hubungan antara tingkat pendidikan ibu dengan perkembangan bayi dan untuk pengetahuan didapatkan nilai p value 0, 110 (≥0,05) menunjukan bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan ibu dengan perkembangan bayi. Kesimpulan dan Saran: Hubungan pengetahuan terhadap perkembangan anak sangat penting sebab ibu yang mempunyai cukup pengetahuan dan pendidikan yang tinggi akan lebih memperhatikan perkembangan anaknya. Orangtua diharapkan selalu memantau perkembangan anak seperti motorik kasar, motorik halus, bahasa dan sosial.","PeriodicalId":221371,"journal":{"name":"JURNAL KESEHATAN INDRA HUSADA","volume":"27 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139366523","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Dedeh Husnaniyah, K. Kamsari, R. Riyanto, Jihan Apriyanti
{"title":"HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUKRA KABUPATEN INDRAMAYU","authors":"Dedeh Husnaniyah, K. Kamsari, R. Riyanto, Jihan Apriyanti","doi":"10.36973/jkih.v11i1.483","DOIUrl":"https://doi.org/10.36973/jkih.v11i1.483","url":null,"abstract":"Penyakit hipertensi pada saat ini terdapat 600 juta penderita hipertensi di seluruh dunia, Adapun di seluruh Indonesia sebanyak 713.783 kasus. Banyaknya pasien yang mengalami kekambuhan dan menjalani perawatan di rumah sakit menunjukan bahwa masih kurangnya kepatuhan terhadap pengobatan, kepatuhan pengobatan adalah sangat penting dalam perawatan untuk mencapai tekanan darah yang terkontrol. Progresivitas hipertensi dapat diturunkan dengan beberapa faktor salah satunya dukungan keluarga yang berpengaruh positif dalam pengendalian penyakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada penderita hipertensi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dengan metode deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Sukra Kabupaten Indramayu. Sampel penelitian ini sebanyak 91 responden yang diambil dengan menggunakan teknik random sampling. Instrument ini menggunakan lembar kuesioner. Analisa yang digunakan adalah univariat dan bivariat. Hasil penelitian didapatkan bahwa 51 (56%) responden mendapat dukungan keluarga dan sebanyak 39 (56.0%) responden patuh dalam minum obat. Hasil uji bivariate didapatkan nilai P-value = 1.000 (α = 0,01). Hasil : Tidak terdapat hubungan bermakna antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat di wilayah kerja Puskesmas Sukra Kabupaten Indramayu. Saran untuk peneliti selanjutnya agar meneliti tentang faktor-faktor lain yang mempengaruhi kepatuhan minum obat.","PeriodicalId":221371,"journal":{"name":"JURNAL KESEHATAN INDRA HUSADA","volume":"15 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139367285","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"YOGA PRENATAL DALAM MENGURANGI EMESIS GRAVIDARUM","authors":"Restu Handa Tri","doi":"10.36973/jkih.v11i1.461","DOIUrl":"https://doi.org/10.36973/jkih.v11i1.461","url":null,"abstract":"Morning sickness atau Emesis gravidarum (mual muntah) merupakan ketidaknyamanan yang terjadi pada kehamilan trimester I yang disebabkan karena peningkatan kadar hormon estrogen, progesterone dan HCG (Hormon Chorionic Gonadotropin). Peningkatan hormon tersebut memicu rasa tidak nyaman dan kecemasan. Ibu hamil yang terus menerus mengalami emesis gravidarum akan merasakan kekhawatiran akan ketidakcukupan nutrisi janin yang sedang dikandung. Hal ini secara tidak langsung akan berdampak pada kesehatan psikis ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh yoga prenatal dalam mengurangi emesis gravidarum. Jenis penelitian quasy eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil dengan usia kehamilan ≤ 12 minggu. Sampel adalah semua ibu hamil usia kehamilan ≤ 12 minggu dengan emesis gravidarum. Teknik sampling yang digunakan yaitu purposive sampling. Instrument pengumpulan data yaitu kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji homogenitas dan paired sample t test. Hasil : Uji homogenitas terhadap karakteristik masing-masing kelompok yang meliputi usia, paritas, pekerjaan dan pendapatan, menunjukkan nilai p > 0.05. Hasil uji non parametrik Wilcoxon test diperoleh nilai p 0.003 (p< 0.05). Terdapat perbedaan skala mual muntah sebelum dan setelah pelaksanaan yoga prenatal. Saran: Ibu hamil sebaiknya aktif dalam mengikuti kegiatan yoga prenatal yang disediakan faskes terdekat guna untuk meningkatkan kebugaran tubuh dan kesehatan psikis khususnya dalam mengurangi kecemasan akibat emesis gravidarum.","PeriodicalId":221371,"journal":{"name":"JURNAL KESEHATAN INDRA HUSADA","volume":"3 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139367145","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}