{"title":"PENGARUH ASUPAN PROTEIN DAN ASUPAN GARAM TERHADAP KEJADIAN HIPERTENSI PADA WANITA USIA SUBUR DENGAN OBESITAS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PATUMBAK TAHUN 2017","authors":"Wira Maria Ginting, Etti Sudaryati, S. Sarumpaet","doi":"10.24912/JMSTKIK.V2I2.1024","DOIUrl":"https://doi.org/10.24912/JMSTKIK.V2I2.1024","url":null,"abstract":"Hipertensi bisa disebabkan oleh tubuh orang yang gemuk, jantungnya bekerja lebih keras untuk memompa darah. Kondisi ini bisa disingkat naiknya tekanan darah. Obesitas dan hipertensi adalah masalah kesehatan yang ada di Indonesia bahkan di kalangan wanita usia produktif. Salah satu faktor risiko yang dapat menyebabkan hipertensi pada obesitas adalah diet dan aktivitas fisik. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh diet dan aktivitas fisik pada kejadian obesitas dengan hipertensi pada WUS. Penelitian ini menggunakan desain case control. Sampel dalam penelitian ini adalah 104 WUS obesitas (52 kasus dan 52 kontrol). Pengambilan data menggunakan penimbangan, tinggi badan, dan tekanan darah. Analisis bariariat (regresi logistik sederhana) asupan protein (0,003) dan asupan garam (0,000). Multivariat (regresi logistik berganda) terdapat pengaruh yang signifikan antara asupan protein (p = 0,009, OR = 27,66, CI 95% = 0,762-73,65), dan asupan garam (p = 0,000, OR = 977, CI 95 % = 41,58-22965). Disarankan bagi WUS untuk mengontrol berat badan dan memeriksa tekanan darah secara teratur juga mengikuti edukasi tentang diet. ","PeriodicalId":202016,"journal":{"name":"Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan","volume":"22 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-03-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"115767463","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Mario Mailiando, Nurahma Tresani, Nasiruddin Mahmud
{"title":"FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN MBR MEMBELI RUSUNAMI DI KOTA BEKASI (STUDI KASUS: SENTRALAND & VIDA BEKASI)","authors":"Mario Mailiando, Nurahma Tresani, Nasiruddin Mahmud","doi":"10.24912/JMSTKIK.V2I2.2734","DOIUrl":"https://doi.org/10.24912/JMSTKIK.V2I2.2734","url":null,"abstract":"Rumah Susun Sederhana Milik atau Rusunami adalah salah satu upaya Pemerintah menyediakan rumah tinggal yang layak khususnya untuk kelompok masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan untuk mengatasi masalah backlog kepemilikan rumah. Peningkatan jumlah penduduk yang bertambah sekitar 4% setiap tahunnya ditambah ketersediaan lahan kosonguntuk perumahan yang semakin terbatas, membuat pengadaan rusunami menjadi sangat penting di kota Bekasi. Saat ini kota Bekasi telah memiliki sekitar 5 rusunami dan beberapa diantaranya adalah Sentraland Bekasi yang dikembangkan oleh Perumnas dan Teras Alun-Alun, Bekasi yang dikembangkan oleh Gunasland. Seratus persen penjualan tahap 1 Sentraland Bekasi terserap habis oleh kelompok MBR, namun Teras Alun-Alun hanya terserap sekitar 58,5%. Selain itu, mayoritas pembeli Teras Alun-Alun merupakan kalangan kelas menengah ke atas dan investor. Penelitian ini akan meneliti mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan membeli di Sentraland Bekasi dan faktor-faktor yang mempengaruhi lost customer tidak membeli di Teras Alun-Alun. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang kemudian akan dijelaskan secara deskriptif. Penelitian ini menemukan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan membeli di Sentraland Bekasi adalah harga jualnya yang terjangkau yaitu di bawah Rp 200 juta/unit, kredibilitas Perumnas sebagai developer yang terpercaya, dan konsep Sentraland Bekasi yang terintegrasi dengan mall dan perkantoran. Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi lost customer tidak membeli di Teras Alun-Alun adalah harga jualnya yang mahal yaitu di atas Rp 300 juta/unit, lokasinya yang tidak strategis, dan masih terdapat banyak pilihan hunian tapak dalam radius 15 km dengan harga jual yang lebih murah dibandingkan dengan Teras Alun-Alun. Kata kunci: rusunami, keputusan membeli, MBR, Bekasi ","PeriodicalId":202016,"journal":{"name":"Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan","volume":"14 3 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-03-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"116430749","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"PERENCANAAN BERBASIS-KOMUNITAS DALAM REKONSTRUKSI ACEH PASCA-BENCANA: SEBUAH REFLEKSI TEORETIK","authors":"Erwin Fahmi","doi":"10.24912/JMSTKIK.V2I2.1557","DOIUrl":"https://doi.org/10.24912/JMSTKIK.V2I2.1557","url":null,"abstract":"Dominant spatial planning theory and practice in the last half a century in Indonesia has been the rational comprehensive. This could be seen, among other, in the formal spatial planning works of the government and private sectors, and their underlying spatial planning laws, i.e. law 24/1992 and law 26/2007. This theory is based on the assumptions that the role of the state is central in the process of plan formulation and implementation; and, at the technical level, the availability of two main conditions to enable plan to be made, i.e.: necessary maps and statistical data, and relevant experts who interprete those data to meet the need of analysis. These assumptions, unfortunately, were not fully met in the specific case of post-conflict and post-disaster reconstruction of Aceh, especially during the first two years, 2005-2006. New approach, therefore, needed to be formulated, accepted by all reconstruction players and implemented to satisfy the immediate needs of the disaster’ victims. Keywords: planning theory, perencanaan partisipatif, rekonstruksi Aceh","PeriodicalId":202016,"journal":{"name":"Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan","volume":"64 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-03-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"130379885","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"POLA PERJALANAN BERANGKAT BEKERJA MENGGUNAKAN LAYANAN TRANSJAKARTA (STUDI KASUS: PERUMAHAN SUNTER HIJAU VIII- SUNTER JAYA, DAN PERUMAHAN TAMAN BUARAN INDAH IV, PENGGILINGAN, PENGGILINGAN)","authors":"Yudi Susandi, Danang Priatmodjo","doi":"10.24912/JMSTKIK.V2I2.2211","DOIUrl":"https://doi.org/10.24912/JMSTKIK.V2I2.2211","url":null,"abstract":"Meningkatnya mobilitas di perkotaan disebabkan oleh berbagai macam faktor, diketahui salah satunya adalah semakin meningkatnya tingkat urbanisasi dari tahun ke tahun yang disebabkan oleh lebih menariknya perkotaan dibandingkan daerah rural di mata kalangan penduduk usia produktif. Kota Jakarta pun mengalami hal yang serupa, tercatat dari tahun 2013–2016 jumlah urbanisannya selalu meningkat 1-1,5% tiap tahunnya, dengan total penduduk pada tahun 2016 sebesar 10,2 juta jiwa. Seiring dengan terus bertambahnya jumlah penduduk tersebut tentu lahan-lahan yg diperuntukan untuk pemukiman juga diharuskan bertambah, lahan pusat kota sudah banyak terisi oleh perkantoran dan pusat–pusat perdagangan menyebabkan harga lahan untuk pemukiman menjadi sulit untuk dijangkau. Hal ini mengakibatkan para penduduk memilih hunian yang agak di pinggir kota ataupun benar–benar keluar dari batasan administrasi pusat kota itu sendiri, dan dalam kesehariaannya setiap individu melakukan perjalanan dalam memenuhi aktivitas kegiatan masing–masing, berbagai aktivitas kegiatan tersebut menimbulkan sebuah mobilitas). Untuk kota DKI Jakarta yg memiliki 14,5 Juta Jiwa pada siang hari hal ini tentu menjadi sebuah tantangan permasalahan mobilitas yang sangat besar, usaha Pemprov DKI Jakarta untuk mengatasi permasalahan mobilitas warga kota DKI Jakarta salah satunya adalah pada tahun 2004 Pemprov DKI Jakarta mencetuskan layanan transportasi BRT Transjakarta. Seperti yang kita ketahui agar suatu sistim tertentu dapat memenuhi kebutuhan penggunanya maka diharuskan dirancang agar sesuai untuk keperluan para penggunanya. Tujuan penelitian ini untuk mengeksplorasi pola-pola perjalanan berangkat bekerja dengan menggunakan layanan Transjakarta pada penghuni perumahan di Kota Jakarta, penelitian ini menggunakan metode Collective Case Study dengan pendekatan kualitatif deskriptif, banyaknya partisipan dari penelitian ini berjumlah 13 (tiga belas) partisipan yang kesehariannya menggunakan layanan transportasi Transjakarta untuk berangkat bekerja. Temuan hasil penelitian ini antara lain: jarak tempuh perjalanan dalam jarak relative jauh yang disebabkan oleh pemisahan zonasi yang terlalu jauh antara residential-komersial, ketidakhandalan transportasi umum diluar BRT Transjakarta memberikan beban lebih pada pelayanan mobilitas masyarakat, waktu tempuh dan kecepatan jelajah rata-rata masih rendah, penggunaa layanan BRT Transjakarta memberikan kontribusi positif pada penggunaan sepeda motor yang digunakan dalam radius <5 Km, dan masih banyaknya aspek yang perlu dibenahi agar layanan BRT Transjakarta menjadi layanan yang handal dan dapat memenuhi kebutuhan penggunanya. Rekomendasi hasil penelitian ini ditujukan untuk perancang kota dan perancang transportasi perkotaan yang sangat berhubungan erat dengan kesuksesan kota dalam perancangan kota yang lebih layak huni. PT. Transportasi Transjakarta untuk layanan transportasi BRT Transjakarta yang lebih handal, reliable dalam waktu dan biaya operasional, se","PeriodicalId":202016,"journal":{"name":"Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan","volume":"19 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-03-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"124053479","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Dewi Linggasari, Arianti Sutandi, Widodo Kushartomo
{"title":"PENGARUH TEPUNG MARMER TERHADAP SIFAT MEKANIK REACTIVE POWDER CONCRETE","authors":"Dewi Linggasari, Arianti Sutandi, Widodo Kushartomo","doi":"10.24912/JMSTKIK.V2I2.3013","DOIUrl":"https://doi.org/10.24912/JMSTKIK.V2I2.3013","url":null,"abstract":"Penelitian ini berkaitan dengan sifat mekanik reactive powder concrete akibat penggunaan tepung marmer sebagai salah satu komponen material pembentuknya. Sifat mekanik beton dipengaruhi oleh banyak faktor. Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap sifat mekanik tersebut adalah jenis dan komposisi bahan pembentuk beton. Sifat-sifat fisika dan kimia material berupa ukuran butiran dan komposisi kimia setiap memiliki dampak cukup besar pada sifat mekanik beton. Penggunaan tepung marmer dalam penelitian ini juga didasarkan pada ukuran butiran dan komposisi kimia yang dimiliki tepung marmer. Jumlah tepung marmer yang digunakan sebagai komponen pembentuk reactive powder concrete berkisar antara 0% - 30% terhadap berat semen. Perawatan benda uji dilakukan dengan metode perendaman penguapan pada temperatur 90oC - 95oC selama 8 jam. Pengujian mekanik dilakukan pada umur 7 hari pada benda uji berbentuk silinder dan balok, berupa kuat tekan, kuat tarik belah dan kuat lentur. Kata kunci: mekanik, tepung, marmer, ukuran, komposisi","PeriodicalId":202016,"journal":{"name":"Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan","volume":"55 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-03-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"115040267","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"STUDI TRANSFORMASI-ADAPTASI RUANG KOTA DI KAWASAN PUSAT BISNIS KARET KUNINGAN, JAKARTA","authors":"Irene Syona Darmady","doi":"10.24912/JMSTKIK.V2I2.1640","DOIUrl":"https://doi.org/10.24912/JMSTKIK.V2I2.1640","url":null,"abstract":"Kawasan Karet Kuningan merupakan salah satu area yang keberadaannya didominasi oleh berbagai pusat bisnis dan komersial. Karakter pengembangan di kawasan Karet Kuningan adalah berskala besar dengan rata-rata intensitas bangunan melebihi 100.000 m2, penguasaan lahan diatas 20.000 m2, dan biaya investasi triliunan rupiah. Apabila ditinjau dari aktivitas pemanfaatan ruang kota, maka pemanfaatan lahan yang terjadi di kawasan Karet Kuningan adalah sebuah transformasi fisik ruang kota yang lahir oleh karena adanya dorongan faktor eksternal (kebijakan pemerintah dan sektor swasta—real estat). Dominasi pengembangan skala besar pada kawasan Karet Kuningan nyatanya menimbulkan adanya dinamika perubahan fungsi serta fisik pada area permukiman disekitarnya untuk beradaptasi. Salah satu bentuk upaya adaptasi yang dapat diamati adalah timbulnya berbagai model pengembangan skala “mikro” seperti penyediaan rumah/ kamar kos di Kampung Karet Kuningan sebagai salah satu area permukiman di kawasan pusat bisnis Karet Kuningan. Studi ini dilakukan dengan tujuan untuk mendapat gambaran keterkaitan tentang bagaimana dinamika hubungan perubahan tersebut terjadi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif. Pemetaan terkait pemanfaatan lahan, intensitas bangunan komersial di kawasan Karet Kuningan, serta survey pertumbuhan kamar kos digunakan sebagai salah satu tahapan untuk mendapat gambaran hubungan/ pola transformasi dan adaptasi secara spasial. Hasilnya, didapat gambaran bahwa perkembangan komersial yang terjadi secara masif dan mentransformasi fisik kawasan Karet Kuningan turut diikuti oleh pertumbuhan usaha kamar kos secara progresif pada area permukiman disekitarnya.Kata kunci: Adaptasi, Transformasi, Komersial, Kampung, Rumah Kos.","PeriodicalId":202016,"journal":{"name":"Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan","volume":"64 3","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-03-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"121010427","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"IDENTIFIKASI FAKTOR PRIORITAS MOTIVASI DAN PRESTASI TENAGA KERJA KONSTRUKSI DALAM MENGOPTIMALKAN PENGGUNAAN TENAGA KERJA LOKAL DI TIMOR LESTE","authors":"Tonizio Amaral lopes Da Cruz, Wahyu Indra Sakti","doi":"10.24912/JMSTKIK.V2I2.1433","DOIUrl":"https://doi.org/10.24912/JMSTKIK.V2I2.1433","url":null,"abstract":"Sumber daya manusia (SDM) merupakan salah satu faktor penting dalam proses pelaksanaan proyek konstruksi. Dalam suatu proyek konstruksi terdapat beberapa tingkatan sumber daya manusia, mulai dari manajer proyek sampai dengan tingkat paling bawah yaitu tenaga kerja. Karaktristik SDM itu sendiri harus direncanakan dengan manajemen SDM yang baik dan benar. Negara Timor Leste merupakan salah satu negara berkembang di Asia Tenggara yang terbilang masih sangat membutuhkan peran SDM yang berkualitas. Tenaga kerja konstruksi yang digunakan sampai saat ini masih sangat bergantung kepada negara tetangga. Ketergantungan ini diakibatkan oleh kurangnya motivasi kerja tenaga konstruksi dan prestasi kerja yang pernah dicapai tenaga kerja lokal sebelumnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor motivasi dan prestasi kerja tenaga konstruksi, serta solusi untuk meningkatkan motivasi dan prestasi kerja tenaga konstruksi dan untuk memperbanyak penggunaan tenaga kerja lokal di Negara Timor Leste. Pengumpulan data dilakukan melalui survei kuesioner terhadap responden dari staf-staf perusahaan perekrutan tenaga asing atau perusahaan yang pernah mendatangkan tenaga kerja konstruksi asing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 5 faktor dari masing-masing motivasi kerja dan prestasi kerja tenaga konstruksi. Faktor prestasi kerja yaitu kemampuan teknis, pengalaman kerja, kualitas kerja, kuantitas kerja, kerajinan, sedangkan faktor motivasi kerja yaitu sistem imbalan yang diterima, kebutuhan (biologis maupun psikologis), minat, harapan-harapan akan masa depan dan dikendalikan dengan adanya hukuman.Kata Kunci: Motivasi Kerja, Prestasi Kerja, Manajemen Sumber Daya Manusia. ","PeriodicalId":202016,"journal":{"name":"Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan","volume":"80 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-03-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"133651688","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"STUDI PERBANDINGAN PERENCANAAN BANGUNAN BAJA SISTEM SPECIAL MOMENT FRAMES DAN SPECIAL PLATE SHEAR WALLS","authors":"Deny Anarista Sitorus, Wiryanto Dewobroto","doi":"10.24912/JMSTKIK.V2I2.1490","DOIUrl":"https://doi.org/10.24912/JMSTKIK.V2I2.1490","url":null,"abstract":"Indonesia merupakan wilayah rawan gempa, sehingga konstruksi bangunan memakai sistem penahan gaya seismik dianggap penting. Umumnya, struktur bangunan adalah beton bertulang, adapun baja penggunaan sistem special moment frames (SMF) lebih banyak dijumpai sebagai sistem penahan gaya seismik. Padahal menurut peraturan ASCE/SEI 7-10 terdapat pilihan sistem penahan gaya seismik untuk bangunan baja seperti special plate shear walls (SPSW), special truss moment frames (STMF) dan sistem khususnya lainnya. Studi ini akan memperlihatkan perbandingan perencanaan bangunan sistem SMF dan SPSW dalam mempelajari potensi penggunaan kedua sistem ini di Indonesia. Konfigurasi bentang antar kolom dipilih agar menghasilkan variasi desain bangunan sistem SMF sehingga menghasilkan struktur yang ekonomis. Dari hasil studi perbandingan perencanaan, diketahui jika konfigurasi struktur bangunan dengan panjang bentang antar kolom yang pendek, maka sistem SMF lebih ekonomis bila dibandingkan terhadap sistem SPSW. Akan tetapi, untuk panjang bentang antar kolom yang besar penggunaan sistem SPSW dapat menjadi alternatif. Indonesia is located in earthquake risk area, thus the construction of seismic resisting structures is important. In general, reinforcement concrete is used for the structural of buildings, while the use of steel material, special moment frames (SMF) is more commonly used as a seismic force-resistant frame system. According to the standard provision of ASCE/SEI 7-10, the seismic resisting systems for steel buildings are special plate shear walls (SPSW), special truss moment frames (STMF) and other specialized systems. This paper will present analytical models of SMF and SPSW, which is studied further to determine the potential use in Indonesia. To overcome this, parametric study is used to develop design variations with the SMF system cases on different column distance designed to find the most economical structure. The results of comparative design study shown that the SMF system is suitable to be applied for the columns distance with short span and verified to be more economical. However, for long span of columns distance the use of SPSW system can be an alternative.","PeriodicalId":202016,"journal":{"name":"Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan","volume":"66 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-03-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"129497109","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"STUDI PERUBAHAN PROFIL EKONOMI PENGHUNI TERKAIT LOKASI RUMAH SUSUN STUDI KASUS: BANDAR KEMAYORAN, KEBAGUSAN CITY DAN SENTRA TIMUR RESIDENCE","authors":"Freddy Kurniawan, Nurahma Tresani, Suryono Herlambang","doi":"10.24912/JMSTKIK.V2I2.1606","DOIUrl":"https://doi.org/10.24912/JMSTKIK.V2I2.1606","url":null,"abstract":"Rumah susun (rusun) sebagai perumahan vertikal adalah salah satu pilihan perumahan di daerah perkotaan yang dianggap strategi untuk mengatasi masalah keterbatasan kemampuan daya beli masyarakat untuk rumah tapak karena tingginya harga tanah di perkotaan. Berbagai rusun yang tersebar di Jakarta dan sekitarnya saat ini masing-masing memiliki daya tarik atau faktor-faktor tersendiri untuk para penghuni baik dari dekat dengan pusat kota atau tempat kerja, kedekatan dengan fasilitas pendukung dan keberagaman lingkungan sekitar rusun menjadi tolak ukur penghuni dalam menentukan lokasi rusun mereka. Sehingga terjadinya penghunian pada suatu rusun dalam hal ini sampel penelitian yang diambil adalah Bandar Kemayoran, Kebagusan City dan Sentra Timur Residence dapat dilihat dengan teori lokasi untuk pemilihan tempat tinggal serta dampak perubahan yang terjadi dari segi profil ekonomi yang berubah pada saat sebelum dan sesudah tinggal di rusun. Metode penelitian yang digunakan adalah metode 2 sampel tes untuk mengetahui keadaan penghuni sebelum dan sesudah pindah ke rumah susun. Hasil penelitian ini menunjukkan jika masing-masing lokasi memiliki peranan tersendiri dalam perubahan profil ekonomi penghuni yang terjadi, seperti seberapa besar perubahan dari segi bidang pekerjaan dan penghasilan penghuni yang setiap lokasi mempunyai perbedaan persentase perubahan yang terjadi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menunjukkan adanya relasi antara perpindahan tempat tinggal penghuni menuju rumah susun terhadap perubahan profil ekonomi (bidang pekerjaan dan penghasilan). Kata kunci: rumah susun, lokasi rumah susun, perubahan profil ekonomi penghuni","PeriodicalId":202016,"journal":{"name":"Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan","volume":"9 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-03-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"122261725","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"HUBUNGAN ANTARA PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN PERKEMBANGAN ANAK BERDASARKAN KUISIONER PRA-SKRINING PERKEMBANGAN (KPSP) DI RUMAH SAKIT TARAKAN JAKARTA","authors":"Melani Rakhmi Mantu, Andre Setiawan, N. Handayani","doi":"10.24912/JMSTKIK.V2I2.1650","DOIUrl":"https://doi.org/10.24912/JMSTKIK.V2I2.1650","url":null,"abstract":"Menyusui eksklusif selama 6 bulan atau lebih telah direkomendasikan oleh banyak organisasi kesehatan dunia. Menyusui eksklusif adalah fondasi bagi perkembangan dan kesehatan anak yang berkelanjutan karena diyakini bahwa ASI dapat menghasilkan perkembangan fisik, kognitif, dan emosional yang maksimal. Tujuan Untuk menilai korelasi pemberian ASI eksklusif dengan perkembangan anak berdasarkan KPSP dan menilai faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan pemberian ASI eksklusif pada pasien rawat jalan di Rumah Sakit Tarakan. Metode: Penelitian cross-sectional yang melibatkan 107 pasien rawat jalan di Rumah Sakit Tarakan yang berusia 0-60 bulan yang diperoleh dengan menggunakan consecutive sampling. Data dikumpulkan dengan wawancara menggunakan kuesioner yang valid dan KPSP berdasarkan usia anak dari Februari hingga April, 2017. Analisis data yang digunakan adalah uji-t tidak berpasangan, chi square dan Mann-Whitney dengan signifikansi 5% menggunakan SPSS v23. Dari 107 anak, 43 (40,2%) menerapkan pemberian ASI eksklusif dan 88 (82,2%) normal pada penyaringan. Ada perbedaan yang signifikan antara pendidikan ibu (p = .043), etnis ibu (p = .004), metode pengiriman (p = .020), lokasi perawatan natal ante (ANC) lokasi (p = .040), inisiasi awal dari menyusui (p = 0,017) dibandingkan dengan pelaksanaan pemberian ASI eksklusif dengan uji-T tidak berpasangan. Juga dapat disimpulkan bahwa usia anak dalam pemberian ASI eksklusif secara statistik tidak lebih tinggi secara signifikan daripada kelompok pemberian susu formula (p = 0,420). Tidak ada hubungan yang signifikan antara pemberian ASI eksklusif dan perkembangan anak berdasarkan KPSP (p = 0,481) Kesimpulan Tidak ada hubungan antara pemberian ASI eksklusif dan perkembangan anak berdasarkan KPSP dan pemberian ASI eksklusif dipengaruhi oleh pendidikan ibu dan etnis, metode pengiriman, lokasi ANC , inisiasi dini setelah lahir. Kata Kunci : Menyusui, perkembangan anak, KPSP, pra-skrining.","PeriodicalId":202016,"journal":{"name":"Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan","volume":"113 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-03-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"132173445","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}