{"title":"Kata Pengantar Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 2 No 2","authors":"Dppm Untar","doi":"10.24912/jmstkik.v2i2.3349","DOIUrl":"https://doi.org/10.24912/jmstkik.v2i2.3349","url":null,"abstract":"Kata Pengantar Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 2 No 2","PeriodicalId":202016,"journal":{"name":"Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan","volume":"31 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-03-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"126865226","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"HUBUNGAN PERUBAHAN SOSIAL EKONOMI PENGHUNI DENGAN PERUBAHAN LOKASI DAN KARAKTERISTIK HUNIAN (STUDI KASUS RUSUNAWA PULOGEBANG)","authors":"Sutikno Diharjo","doi":"10.24912/JMSTKIK.V2I2.1041","DOIUrl":"https://doi.org/10.24912/JMSTKIK.V2I2.1041","url":null,"abstract":"Rusunawa Pulo Gebang yang diresmikan pada 2013 menjadi wadah relokasi bagi MBR dari berbagai lokasi di Jakarta. Pada kenyataannya, pasca relokasi terjadi perubahan kondisi sosial ekonomi penghuni, seperti hilangnya pekerjaan, rendahnya peluang kerja atau jauhnya pekerjaan lama yang berdampak pada penurunan penghasilan atau peningkatan pengeluaran, serta perubahan interaksi dan kekerabatan sosial karena merupakan komunitas baru. Secara teoritis, beberapa penelitian memperlihatkan bahwa relokasi mengakibatkan terjadinya perubahan lokasi dan karakteristik hunian. Dalam beberapa penelitian lain juga memperlihatkan relokasi mengakibatkan terjadinya perubahan sosial ekonomi penghuni. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan sosial ekonomi penghuni pasca relokasi ke Rusunawa Pulo Gebang serta hubungannya dengan perubahan lokasi dan karakteristik hunian. Hasil analisis komparatif memperlihatkan bahwa terdapat perubahan signifikan pada variabel sosial ekonomi penghuni, dimana dari 14 variabel terbukti 7 variabel mengalami penurunan sedangkan 2 variabel mengalami peningkatan. Selain itu, terdapat perubahan signifikan lokasi dan karakteristik hunian, dimana dari 18 variabel terbukti 7 variabel mengalami penurunan sedangkan 6 variabel mengalami peningkatan. Hasil analisis korelasi memperlihatkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara perubahan lokasi dan karakteristik hunian dengan perubahan sosial ekonomi, dimana 6 variabel berhubungan dengan perubahan partisipasi penghuni dalam kelompok komunitas, 2 variabel berhubungan dengan perubahan penghasilan keluarga dan 2 variabel berhubungan dengan perubahan pengeluaran keluarga.Kata kunci: perubahan, sosial ekonomi, lokasi, karakteristik hunian, relokasi.","PeriodicalId":202016,"journal":{"name":"Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan","volume":"33 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-03-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"133751737","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"OPTIMASI PERENCANAAN KEBUTUHAN LIFT PENUMPANG MENGGUNAKAN TRAFFIC VISION SYSTEM PADA BANGUNAN PERKANTORAN DI JAKARTA","authors":"Eilsa Adelia, Johny Johan","doi":"10.24912/JMSTKIK.V2I2.2774","DOIUrl":"https://doi.org/10.24912/JMSTKIK.V2I2.2774","url":null,"abstract":"Industri lift, escalator dan moving walk merupakan bagian yang sulit dilepaskan dari industri konstruksi. Industri ini telah menciptakan alat transportasi yang dibutuhkan manusia untuk melakukan perjalanan di dalam suatu bangunan. Perencanaan kebutuhan lift yang baik perlu dilakukan sejak awal perencanaan suatu bangunan. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi antrian yang panjang dalam suatu gedung. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan melakukani koordinasi dengan beberapa pihak yang ahli dibidangnya seperti supplier lift, untuk mendapatkan hasil perencanaan yang sesuai standar SNI 03-6573-2001. Optimasi perencanaan spesifikasi lift yang dilakukan menggunakan Traffic Vision System telah mempertimbangkan faktor-faktor yang paling berpengaruh terhadap traffic pada suatu bangunan seperti luas bangunan, faktor kekosongan, populasi atau kapasitas penghuni gedung, fungsi gedung, fungsi lift dan beberapa faktor lainnya. Berdasarkan hasil optimasi yang dilakukan terhadap 10 data perencanaan lift penumpang pada bangunan perkantoran di Jakarta, optimasi ini berpengaruh terhadap kuantitas, kapasitas, dan kecepatan lift pada saat melaksanakan perencanaan lift. Penghematan rata-rata yang didapatkan sebesar 5,01% terhadap nilai kontrak suatu proyek dan juga memiliki pengaruh rata-rata 0,37% lebih besar dari perencanaan awal terhadap nilai kontrak suatu proyek. Hal ini menunjukkan bahwa perencanaan awal ke 10 data lift penumpang yang diselidiki termasuk kedalam kategori over specification.Kata kunci: Perencanaan kebutuhan lift, Traffic Vision System, penghematan","PeriodicalId":202016,"journal":{"name":"Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan","volume":"8 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-03-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"115380223","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"MENGENAL JENIS-JENIS RUMAH INSTAN DI INDONESIA DAN KENDALA YANG DIHADAPI DALAM MEMASARKANNYA","authors":"A. Wibowo","doi":"10.24912/JMSTKIK.V2I2.1613","DOIUrl":"https://doi.org/10.24912/JMSTKIK.V2I2.1613","url":null,"abstract":"Rumah adalah bangunan yang berfungsi sebagai tempat tinggal atau hunian dan sarana binaan keluarga. Pembangunan rumah tidak terlepas dari kebutuhan material / bahan bangunan. Penentuan material yang digunakan pada suatu proyek sangat mempengaruhi besarnya anggaran yang dikeluarkan. Perlu adanya inovasi yang membuat proses pembanguan rumah menjadi lebih efisien baik secara waktu dan biaya. Saat ini telah banyak dikembangkan sistem pembangunan rumah dengn metode non-konvensional. Perbandingan antara penggunaan material konvensional dengan material cetak dapat dikatakan rumah cetak memiliki kinerja dan efektivitas yang lebih baik dibandingkan dengan material konvensional karena terjadi penghematan waktu dan biaya pelaksanaan namun mutu dan kualitas yang diperoleh sesuai dengan standar yang ditetapkan. RISHA (Rumah Instan Sederhana Sehat) yang merupakan salah satu dari penggagas konsep umah modular pre-fabrikassi di Indonesia diharapkan dapat menjawab permasalahan di atas sebagai salah metode pembangunan rumah non-konvensional. Namun, kurangnya informasi dan sosialisasi mengakibatkan banyak masyarakat yang kurang paham akan konsep dan implementasi bangunan jenis ini. Kurangnya aplikator menjadi salah satu faktor lain yang menyebabkan perkembangan dan penerapan bangunan rumah instan ini tidak berjalan dengan pesat. Rumah instan dengan segala kelebihannya mempunyai nilai ekonomis yang baik apabila diproduksi secara massal, seperti pembangunan rumah pasca bencana. Namun kondisi ini justru menjadi bumerang bagi pandangan masyarakat yang menganggap bahwa rumah instan untuk golongan tidak mampu atau terkena dampak bencana. Faktor sosial menjadi problem tersendiri dalam memasyarakatkan produk ini. Kata kunci: RISHA, rumah instan, non-konvensional, modular","PeriodicalId":202016,"journal":{"name":"Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan","volume":"49 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-03-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"124968964","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"STUDI NUMERIK PERILAKU PENGARUH TEGANGAN SISA PADA KOLOM BAJA KASTELA YANG DIBEBANI TEKAN AKSIAL","authors":"Novianty Novianty","doi":"10.24912/JMSTKIK.V2I2.2419","DOIUrl":"https://doi.org/10.24912/JMSTKIK.V2I2.2419","url":null,"abstract":"Dalam bidang konstruksi, pengembangan ilmu khususnya untuk mempelajari sifat -sifat dan perilaku komponen baja sangat diperlukan untuk mempermudah dalam perencanaan struktur baja. Perilaku komponen baja yang akan diteliti adalah pengaruh tegangan sisa pada kolom baja kastela yang dibebani tekan aksial. Gaya tekan kritis tekuk lentur pada sumbu lemah diteliti dengan finite element method (FEM) untuk mempertimbangkan pengaruh pola tegangan sisa dan geometri komponen kastela. Sebanyak tiga benda uji dianalisis dengan berbagai panjang dan profil yang digunakan adalah profil kastela heksagonal. Pemodelan struktur dikondisikan sedemikian rupa sehingga sama dengan kondisi aslinya. Analisis dilakukan dengan perangkat lunak metode elemen hingga Ansys v.18 dan hasil FEM menunjukkan bahwa semakin besar rasio kelangsingan maka pengaruh tegangan sisa semakin kecil. Kata kunci: profil kastela heksagonal, tekuk lentur sumbu lemah, tegangan sisa, metode elemen hingga Ansys","PeriodicalId":202016,"journal":{"name":"Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan","volume":"37 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-03-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"123178283","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"ANALISIS PERANCANGAN STRUKTUR ORGANISASI PENYELENGGARAAN PROYEK PEMBANGUNAN PELABUHAN PATIMBAN","authors":"Wilda Wati, Wahyu Indra Sakti","doi":"10.24912/JMSTKIK.V2I2.1458","DOIUrl":"https://doi.org/10.24912/JMSTKIK.V2I2.1458","url":null,"abstract":"Kebutuhan pengembangan pembangunan pelabuhan baru di Indonesia dewasa ini, mendorong pemerintah RI untuk merencanakan Proyek Startegis Nasional yaitu pembangunan dan pengembangan Pelabuhan Patimban sebagai Pelabuhan Internasioanl yang berlokasi di Kabupaten Subang, Jawa Barat. Tujuannya yaitu sebagai penyangga Pelabuhan Tanjung Priok yang saat ini telah dinilai jenuh dan juga diharapkan dapat menekan biaya logistik Nasional. Dalam penyelenggaraan proyek tersebut, dibutuhkan manajemen sumber daya manusia yang baik, terutama dalam hal perancangan struktur organisasi proyek. Sehingga, tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi bentuk struktur organisasi proyek, mengidentifikasi peranan serta hubungan masing – masing stakeholders yang ditunjukkan dalam struktur organisasi proyek pembangunan Pelabuhan Patimban pada tahap 1-1. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan studi literatur, dokumentasi, observasi terlibat, penjaringan data dan wawancara mendalam. Hasil perancangan menunjukkan bahwa bentuk struktur organisasi proyek Pelabuhan Patimban berbentuk lini yaitu hubungan penyedia pekerjaan dengan pelaksana pekerjaan masih bersifat satu garis wewenang. Stakeholders yang teridentifikasi dalam struktur organisasi proyek yaitu Presiden RI, Perdana Menteri Jepang, Kementerian Perhubungan RI, Kementerian Perhubungan Jepang, Kementerian RI terkait lainnya, Satuan Kerja Pelabuhan Patimban, konsultan perencana, tim pengadaan tanah, tim pelelangan, kontraktor jembatan, kontraktor terminal pelabuhan dan kontraktor breakwater dan konsultan pengawas. Setiap stakeholders memiliki peranan penting serta hubungan satu dengan lainnya dalam penyelenggaraan proyek pembangunan Pelabuhan Patimban.Kata Kunci: Pelabuhan, Pelabuhan Patimban, Manajemen Sumber Daya Manusia, Struktur Organisasi Proyek","PeriodicalId":202016,"journal":{"name":"Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan","volume":"718 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-03-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"133115151","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"ANALISIS MENGENAI KEBERADAAN RUANG PUBLIK TERPADU RAMAH ANAK DI LOKASI KOMPLEKS PERUMAHAN OBJEK STUDI: RPTRA NUSA INDAH, JAKARTA BARAT","authors":"Agnatasya Listianti Mustaram","doi":"10.24912/JMSTKIK.V2I2.2725","DOIUrl":"https://doi.org/10.24912/JMSTKIK.V2I2.2725","url":null,"abstract":"Semenjak diresmikan tanggal 10 Oktober 2017, Taman Nusa Indah yang terletak di dalam kawasan Kompleks Perumahan BPPT resmi berganti menjadi RPTRA Nusa Indah. Sebelumnya Taman Nusa Indah hanyalah sebuah Ruang Terbuka Hijau (RTH) biasa yang berlokasi di dalam kompleks perumahan, namun kini telah mengalami banyak pembaruan dan tambahan fasilitas. Perubahan inilah yang mengundang warga di luar kompleks perumahan datang berkunjung, akibatnya pada waktu-waktu tertentu RPTRA Nusa Indah menjadi sangat ramai. Warga kompleks perumahan yang berbatasan langsung dengan kawasan RPTRA merupakan pihak yang mengalami perubahan signifikan semenjak Taman Nusa Indah berubah menjadi RPTRA. Efek yang terjadi akibat keberadaan RPTRA di dalam kompleks perumahan inilah yang akan dibahas dalam penelitian ini. Tulisan ini dibuat berdasarkan metode penelitian kualitatif, yaitu dengan observasi ke lapangan sekaligus mengadakan wawancara langsung. Hasil dari penulisan makalah ini adalah berupa usulan pengadaan ruang tambahan di dalam wilayah RPTRA Nusa Indah untuk mengatasi berbagai dampak dari munculnya RPTRA dalam wilayah kompleks perumahan, dalam hal ini Kompleks BPPT. Kata kunci: perumahan, ramah anak, RPTRA , ruang publik terbuka ","PeriodicalId":202016,"journal":{"name":"Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan","volume":"60 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-03-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"116883959","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"PEMETAAN BUDAYA DI KAWASAN PEDESAAN: STUDI KASUS DESA GIRITENGAH, BOROBUDUR","authors":"Titin Fatimah, Nafi'ah Solikhah, Theresia Budi Jayanti, Klara Puspa Indrawati","doi":"10.24912/JMSTKIK.V2I2.3008","DOIUrl":"https://doi.org/10.24912/JMSTKIK.V2I2.3008","url":null,"abstract":"Keanekaragaman budaya yang dimiliki Indonesia merupakan potensi luar biasa yang perlu dijaga dan dilestarikan. Pemetaan budaya merupakan salah satu upaya untuk mendokumentasikan potensi budaya yang ada di suatu tempat/kawasan baik perkotaan maupun pedesaan. Penelitian ini fokus pada proses pemetaan di kawasan pedesaan di Kawasan Borobudur, salah satu dari 10 destinasi wisata prioritas yang ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata. Tren wisata yang berkembang di Borobudur saat ini adalah tidak hanya fokus ke candinya, tapi mulai merambah ke desa-desa sekitarnya, sehingga menuntut kesiapan setiap desa untuk pengembangan pariwisata pedesaan yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan metode pemetaan budaya yang cocok dengan kondisi pedesaan, dengan mengambil studi kasus di salah satu desa di Kawasan Borobudur yakni Desa Giritengah, mengidentifikasi dan memetakan potensi budaya yang dimiliki desa tersebut, sehingga bisa dijadikan dasar untuk penyusunan perancanaan pariwisata yang berkelanjutan (sustainable village tourism planning). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan partisipatif. Perolehan data dilakukan melalui observasi lapangan, interview terhadap tokoh masyarakat dan warga setempat, studi literatur, dan Focus Group Discussion. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemetaan budaya di kawasan pedesaan tetap mengikuti langkah-langkah prosedur baku pemetaan budaya, namun dalam pelaksanaan di lapangan menyesuaikan dengan kondisi masyarakat setempat, terutama budaya dan kearifan lokalnya.","PeriodicalId":202016,"journal":{"name":"Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan","volume":"124 2 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-03-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"121076456","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Mekar Sari Suteja, Dewi Ratnaningrum, Diah Anggraini
{"title":"EVALUASI RUANG PUBLIK SEBAGAI RUANG SOSIAL YANG RAMAH ANAK PADA PEREMAJAAN RUSUNAWA TAMBORA","authors":"Mekar Sari Suteja, Dewi Ratnaningrum, Diah Anggraini","doi":"10.24912/JMSTKIK.V2I2.1738","DOIUrl":"https://doi.org/10.24912/JMSTKIK.V2I2.1738","url":null,"abstract":"Kebijakan mengenai pelaksanaan pembangunan dan pemeliharaan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) pada awal tahun 2015 merupakan usaha Pemprov DKI dalam meningkatkan interaksi sosial antar warga yang tinggal di hunian berkepadatan tinggi agar sifat kegotong-royongan mereka dapat terjalin. Percepatan pembangunan Rumah Susun dan peremajaannya yang sebagian besar dikhususkan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah di DKI Jakarta dan menuntut efisiensi penggunaan lahan, seringkali tidak ramah anak dan mengabaikan kebutuhan interaksi sosial warga dengan alasan untuk dapat mendapatkan ruang terbuka publik yang besar. Penelitian ini dilakukan pada Rusunawa Tambora Baru yang merupakan hasil peremajaan dari rusun lama yang sudah tidak layak huni baik secara fisik dan masalah sosial penghuni (Ratnaningrum & Suteja, 2012). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pasca huni pemanfaatan ruang publik ramah anak yang terjadi di ruang-ruang bersama pada Rusunawa Tambora Baru , yang dianggap sebagai salah satu dari 3 Rusunawa percontohan di DKI Jakarta. Metode yang dilakukan bersifat diskripsi kualitatif dan mengacu pada metode evaluasi pasca huni. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi partisipatif, wawancara mendalam dan Focus Group Discussion (FGD), serta melalui survey dengan kuisioner, pembuatan foto dan pemetaan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi perancangan dan penyediaan ruang publik sebagai ruang interaksi sosial yang ramah anak pada pembangunan atau peremajaan rusunawa-rusunawa berlantai tinggi di Jakarta. Kata kunci: evaluasi, ruang publik, ruang sosial dan ramah anak ","PeriodicalId":202016,"journal":{"name":"Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan","volume":"11 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-03-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"132047863","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"FAKTOR FISIOLOGI TERUKUR YANG MEMPENGARUHI PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA KONSTRUKSI","authors":"Felix Hartanto, Basuki Anondho, M. Y. Suparman","doi":"10.24912/JMSTKIK.V2I2.1578","DOIUrl":"https://doi.org/10.24912/JMSTKIK.V2I2.1578","url":null,"abstract":"Produktivitas merupakan bagian mendasar dari informasi untuk memperkirakan dan menjadwalkan proyek konstruksi. Salah satu faktor yang mempengaruhi produktivitas adalah kinerja tenaga kerja konstruksi. Mengukur kinerja tenaga kerja konstruksi diperlukan alat ukur dengan pertimbangan variabel terukur sebagai masukan. Beberapa penelitian terdahulu menunjukan adanya beberapa faktor fisiologi yang berpengaruh. Penelitian ini mencoba mengidentifikasi faktor-faktor fisiologis dominan yang mempengaruhi tenaga kerja konstruksi dan memperoleh faktor fisiologis terukur yang dapat digunakan sebagai dasar perhitungan produktivitas tenaga kerja konstruksi. Metode pembahasan dimulai dari tahap mencari faktor pengaruh melalui studi literatur. Tahap selanjutnya adalah merumuskannya menjadi kuesioner dan mendistribusikan kepada tenaga kerja konstruksi. Tahap terakhir yaitu pengolahan data menggunakan analisis faktor. Hasil penelitian didapat 4 variabel laten baru dengan 7 indikator fisiologi sebagai faktor yang mempengaruhi produktivitas tenaga kerja.Kata kunci: Kinerja, Faktor Dominan, Fisiologi, Tenaga Kerja Konstruksi, Produktivitas","PeriodicalId":202016,"journal":{"name":"Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan","volume":"18 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-03-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"132331870","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}