Jabal Arfah, Entang Adhy Muhtar, D. Saefullah, Didin Muhafidin
{"title":"STRATEGI IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENGEMBANGAN KEPARIWISATAAN DI KABUPATEN KONAWE SULAWESI TENGGARA","authors":"Jabal Arfah, Entang Adhy Muhtar, D. Saefullah, Didin Muhafidin","doi":"10.24042/tps.v15i2.5109","DOIUrl":"https://doi.org/10.24042/tps.v15i2.5109","url":null,"abstract":"ABSTRACTThe topic of this research is the Implementation of the Study of Tourism Development Policy in Toronipa Beach Tourism Konawe Regency, Southeast Sulawesi. The formulation of the problem in this research is, why is there no strategy in the implementation of tourism development policies that have been raised by local governments. The analytical method used is descriptive qualitative with aspects that are explored including communication, implementing attitudes, bureaucratic structures and resources. The results of the study are communication aspects, namely the absence of intensive communication between the tourism object management with the regional government (district) and the local DPRD which is indicated by the absence of supporting facilities provided for many years of the existence of the tourism object, except for some assistance from the regional government tourism agency ). From the aspect of resources in this case human resources, namely the availability of managers who are ready to carry out their duties but are not supported in non-human resources / facilities in tourism development efforts to further increase the number of visitors, because this is one of the tourism development strategies that must be carried out by the government regions (districts), in addition to being able to improve the welfare of local communities in the tourist area, will also be able to obtain added value of Local Original Revenue from the tourism sector. While the aspect of the attitude of the executor is the executors / managers in the area of tourism have carried out several tasks and functions well but they still feel the lack of attention of the local government each year, in the effort to develop regional tourism strategies. This is indicated by the local policy regarding tariffs deemed by the implementer to have an impact on the reduction in the number of visitors who come, so the implementers carry out tactical discretion / policies so that there is no decrease in visitor interest to travel because of the incompatible between existing (expected) public government facilities and services. And finally, the bureaucratic structure, in terms of human resources, especially in the youth, sports, culture and tourism offices, has shown a better condition due to ski competence and the field of tourism. Therefore the conclusion is seen from the aspect of the attitude of the executor (disposition), resources, communication, has not shown or illustrated the strategy of developing a good regional tourism policy. But aspects of the bureaucratic structure have shown better conditions.Keywords: Policy Implementation and Tourism Development. ABSTRAKTopik penelitian ini adalah Implementasi Kebijakan Pengembangan Kepariwisataan Studi pada Wisata Pantai Toronipa Kabupaten Konawe Sulawesi Tenggara. Perumusan masalah dalam penelitian ini yaitu, mengapa belum ada strategi dalam implementasi kebijakan pengembangan kepariwisataan yang dimunculkan oleh pemerintah daerah.","PeriodicalId":163847,"journal":{"name":"Jurnal Tapis: Jurnal Teropong Aspirasi Politik Islam","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-03-03","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"115605474","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Populisme Islam: Tantangan atau Ancaman bagi Indonesia?","authors":"A. Putra","doi":"10.24042/tps.v15i2.4236","DOIUrl":"https://doi.org/10.24042/tps.v15i2.4236","url":null,"abstract":"Abstrak Kebangkitan Islam di Indonesia tidak hanya ditandai dengan peningkatan jumlah pemeluk Islam di Indonesia, melainkan diperlihatkan dengan suatu ekspresi politik yang menonjol, seperti yang terjadi akhir-akhir ini di lapangan Monas Jakarta di mana ratusan ribu umat Islam menyatakan aksi Bela Islam. Gejala ini oleh para sarjana politik disebut sebagai kebangkitan gerakan populisme Islam Indonesia. Gerakan ini kian menguat seiring dengan pemilihan presiden dan wakil presiden 17 April 2019 lalu di mana kedua calon sama-sama memperebutkan massa Islam. Populisme Islam sebetulnya sama dengan gerakan populis pada umumnya, di dalamnya ada berbagai kepentingan kelas yang bisa jadi antagonistik dan berbeda tingkat artikulasinya. Ciri khas dari populisme Islam Indonesia adalah, bahasa politiknya dari agama Islam. Populisme Islam merupakan sebuah kritik yang wajar di sebuah negara demokrasi seperti yang dianut oleh Indonesia. Ia merupakan counter yang sehat dan bahkan bagian yang sah dan legal dalam negara yang menganut prinsip-prinsip hukum dan keadilan. Ini justru menjadi tantangan tersendiri bagi Indonesia. Menganggap populisme Islam Indonesia sebagai makar dan ancaman, adalah anggapan berlebihan dan kurang ditopang oleh kenyataan sejarah dan realitas politik hari ini.Kata kunci: populisme Islam, tantangan atau ancam,an bagi Indonesia ","PeriodicalId":163847,"journal":{"name":"Jurnal Tapis: Jurnal Teropong Aspirasi Politik Islam","volume":"19 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-03-03","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"129996105","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Rahasia Surat At Tiin: Kajian Sejarah Analisa Geopolitik Menguasai Kota Al Quds","authors":"Nandang Cahya","doi":"10.24042/TPS.V15I2.5360","DOIUrl":"https://doi.org/10.24042/TPS.V15I2.5360","url":null,"abstract":" AbstractAl Quds or “Jerusalem” is a small town, it is only around 1 km square, this old city knew in the history as laden and bloodshed city, there was many several great empires and strength that overwhelm this city, like Babylon, Peria, Roman, and before 14 century Muslims came and open this city. Nowadys, this city “Al Quds” is under Israeli occubation. The invaders from Zionist movement wanted to establish Israile Kingdom stretching from the Nile in Egypt to the river of Euphrate in Iraq. Certainly “Al Quds” for Muslims is not only a Holy City, it is a political capital, and libarate Al Quds from the hands of Israel is a duty. This liberation project is not easy; Muslims must understand the geopolitical map. This paper is a historical study about the strategy of Omar bin Khattab and Saladin Ayyubi to libarate Al Quds. Research method used the geopolitics with geographical analysis to study Al Quds sitaution as referd in Surat At-Tiin. With this full understanding, Umar Ibn Al-Khattab and Saladin Ayyubi make the same strategi to open the cities around Al-Quds buffer, Especially Egypt and Syria (the Sham). Up to the present these two areas (Syria and Egypt) have significance to Al Quds and Palestine, so if these areas opened, the way to liberation of Holy City will be easy. So the secret key to libarate Al Quds is in Egypt and Syria, Also God said in the first of Surat At-Tiin with his swear, “Wattiini wazzaitun, watuurisina” (By the Fig and the Olive, And the Mount of Sinai). Al-Muffaseron (explainers) said that Tiini refers to Al-Sham and Olive Refers to Al-Quds and the hill of Sinai refers to Egypt.Keywords: Al Quds, Geopolitical, Surat At Tiin Abstrak Al Quds atau Yerusalem adalah kota kecil yang luasnya hanya kurang lebih 1 km persegi, sejarah mengenalnya sebagai kota tua yang sarat dengan pertumpahan darah, berbagai kekuatan imperium besar silih berganti menguasai kota ini, Babilonia, Peria, Romawi, dan dan 14 abad yang lalu Islam hadir sebagai pembebas kota ini. Hingga kini kota Al Quds berada dibawah kekuasaan bangsa penjajah Israel yang dengan gerakan zionismenya ingin mendirikan Negara Israel Raya yang terbentang dari sungai Nil di Mesir sampai sungai Euprat di Irak. Tentu bagi kaum muslimin Al Quds bukan sekedar kota suci, namun sebagai ibukota politik, maka membebaskan Al Quds dari tangan Israel adalah keharusan. Proyek pembebasan ini tidaklah mudah, kaum muslimin harus memahami peta geopilitik sebagai prasaratnya. Artikel ini merupakan kajian penelitian sejarah bagaimana strategi Umar bin Khattab dan Shalahuddin Al Ayyubi dalam membebaskan Al Quds. Metode penelitian ini menggunakan kajian strategi geopolitik dengan analisa letak geografis Al Quds yang diisyaratkan dalam surat At Tiin. Dengan memahami ini, strategi yang pertama kali dilakukan oleh Umar bin Khattab dan Shalahuddin Al Ayyubi adalah melakukan penakl","PeriodicalId":163847,"journal":{"name":"Jurnal Tapis: Jurnal Teropong Aspirasi Politik Islam","volume":"32 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-03-03","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"122831278","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"MODAL KANDIDAT PEREMPUAN DALAM PILKADA TAHUN 2017 (STUDI KASUS: TJHAI CHUI MIE SEBAGAI WALIKOTA TERPILIH DI KOTA SINGKAWANG)","authors":"Ika Kartika","doi":"10.24042/TPS.V15I1.4297","DOIUrl":"https://doi.org/10.24042/TPS.V15I1.4297","url":null,"abstract":"Abstract : This study is only trying to see the use of capital in relation to the victory of Tjhai Chui Mie in 2017 in Pilwako Singkawang. Tjhai Chui Mie managed to become the first mayor of ethnic Chinese women in Singkawang even in Indonesia. This study uses qualitative methods using data collection through in-depth interviews and document studies during the period April-June 2018. The results of this study Tjhai Chui Mie have social capital, economic capital, cultural capital and symbolic capital which can then be at stake to dominate by means of preserve or maintain its capital. Having a dominating position from the party and community organizations, the political experience he has built from being a member of the Singkawang City DPRD for 3 periods, and the full support of the ethnic Chinese to him from the Hakka tribe in Singkawang and ethnic Chinese businessmen in Jakarta and other cities makes Tjhai Chui Noodle is easy to build relationships and trust with the people who choose it. Abstrak: Penelitian ini hanya mencoba melihat pemanfaatan modal dalam kaitannya dengan kemenangan Tjhai Chui Mie pada Pilwako Singkawang Tahun 2017. Tjhai Chui Mie berhasil menjadi walikota perempuan etnis Tionghoa pertama di Singkawang bahkan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan studi dokumen dalam kurun waktu April-Juni 2018. Hasil penelitian ini Tjhai Chui Mie memiliki modal sosial, modal ekonomi, modal budaya dan modal simbolik yang kemudian dapat saling dipertaruhkan untuk mendominasi dengan cara melestarikan atau mempertahankan modal yang dimilikinya. Memiliki kedudukan yang mendominasi dari partai maupun organisasi masyarakat, pengalaman politik yang sudah dibangunnya dari menjadi anggota DPRD Kota Singkawang selama 3 periode, dan dukungan penuh dari etnis Tionghoa kepadanya baik dari suku Hakka di Singkawang maupun pengusaha etnis Tionghoa di Jakarta maupun kota lainnya membuat Tjhai Chui Mie mudah membangun relasi dan kepercayaan dengan masyarakat yang memilihnya.","PeriodicalId":163847,"journal":{"name":"Jurnal Tapis: Jurnal Teropong Aspirasi Politik Islam","volume":"123 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-06-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"121917538","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"DINAMIKA DAN KETERLIBATAN ORGANISASI MASYARAKAT DALAM PROSES SELEKSI ANGGOTA KOMISI PEMILIHAN UMUM PADA TINGKAT LOKAL (Studi Kasus di Provinsi Jawa Tengah Periode 2013-2018)","authors":"Yudho Wahyanto, Yusa Djuyandi","doi":"10.24042/TPS.V15I1.4301","DOIUrl":"https://doi.org/10.24042/TPS.V15I1.4301","url":null,"abstract":"Abstract This study intends to analyze the dynamics of the selection process of members of the Provincial and Regency / City General Election Commission (KPU) in Central Java in 2013-2018 with the phenomenon of the existence of KPU members from the background of Community Organizations (Ormas). The existence of CSOs competes with each other to place their cadres as part of the Election organizers in Central Java. The KPU member candidates place the Ormas like a network that provides provisions for the contestants in undergoing selection, with mastery of both cultural, social and economic capital. The problem arises is how the intended CSOs compete in placing their cadres in the selection arena until they succeed in sitting as KPU with the experience of the CSOs. By using a qualitative approach method, which is analyzed based on the Bourdieu concept where the ability to compete in an arena is inseparable from the formation of habitus and mastery of capital. As for the findings in the field, cadres who have CSO backgrounds that control capital and habitus will indirectly have a high chance of becoming members of the KPU. At the end of the study by looking at the dynamics and complexity of the elections, in the future the involvement of CSOs is still very much needed. This is necessary considering that KPU institutions have social characteristics inherent in the community. The character is expected to be careless when providing and giving recommendations to cadres to enter and become KPU at the local level. Abstrak Studi ini bermaksud menganalisa dinamika proses seleksi anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota di Jawa Tengah tahun 2013-2018 dengan fenomena keberadaan anggota KPU yang berlatar belakang Organisasi Masyarakat (Ormas). Keberadaan Ormas saling berkompetisi untuk menempatkan kadernya sebagai bagian dari penyelennggara Pemilu di Jawa Tengah.Para calon anggota KPU menempatkan Ormas ibarat sebuah jaringan yang menjadi bekal bagi para kontestan dalam mejalani seleksi, dengan penguasaan modal baik kultural, sosial dan ekonomi. Permasalahan muncul adalah bagaimana cara Ormas dimaksud berkompetisi dalam menenempatkan kadernya dalam arena pertarungan seleksi hingga berhasil duduk sebagai KPU dengan bermodalkan pengalaman di Ormas. Dengan menggunakan metode pendekatan kualitatif, yang dianalisis berdasarkan konsep Bourdieu dimana kemampuan pratik berkompetisi dalam sebuah arena tidak terlepas dari terbentuknya habitus dan penguasaan modal. Adapun yang menjadi temuan di lapangan, bahwa kader memiliki latar belakang Ormas yang menguasai modal dan habitus secara tidak langsung akan mempunyai peluang besar menjadi angota KPU. Pada akhir penelitian dengan melihat dinamika serta kompleksitas Pemilu, kedepannya keterlibatan Ormas tersebut masih sangat dibutuhkan.Hal ini diperlukan mengingat lembaga KPU, memiliki karakter sosial yang melekat pada masyarakat.Dengan karakter tersbut diharapkan tidak asal-asalan ketika membe","PeriodicalId":163847,"journal":{"name":"Jurnal Tapis: Jurnal Teropong Aspirasi Politik Islam","volume":"22 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-06-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"122151342","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"PARTAI KEADILAN SEJAHTERA (PKS) DALAM SOROTAN MEDIA DI INDONESIA","authors":"M. Habibi","doi":"10.24042/TPS.V15I1.4302","DOIUrl":"https://doi.org/10.24042/TPS.V15I1.4302","url":null,"abstract":"Abstrak Kehadiran Partai Keadilan Sejahtera dikancah perpolitikkan Indonesia menjadi fenomena baru. Penampilannya yang mengedepankan moral dan kesantunan menjadikan partai berasaskan Islam ini mendapat sambutan yang luar biasa dengan peningkatan suara yang signifikan. Partai ini kerap mendapat sorotan dari media massa dan pengamat. Artikel ini menghadirkan sejumlah pemberitaan media tentang PKS, dan sejauh mana keakuratannya. Apakah berimplikasi pada pemilu. Kata Kunci: PKS, Media, Akurat, Pemilu.","PeriodicalId":163847,"journal":{"name":"Jurnal Tapis: Jurnal Teropong Aspirasi Politik Islam","volume":"29 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-06-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"129479629","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"STUDI KOMPARASI TERHADAP FILM DOKUMENTER SEBAGAI MEDIUM PROPAGANDA TERKAIT INSIDEN KAPAL “PUEBLO” YANG DILAKUKAN KOREA UTARA DAN AMERIKA SERIKAT","authors":"Dinda Rizkimawati, I. Kusumawardhana","doi":"10.24042/TPS.V15I1.4298","DOIUrl":"https://doi.org/10.24042/TPS.V15I1.4298","url":null,"abstract":"Abstract : The framing of the North Korea's documentary capture of the \"Pueblo\" vessel by North Korea on January 23, 1968, the North Korean documentary tried to show a form of legitimacy while the United States documentary film showed a form of delegitimation aimed at instilling a message in the minds of the wider community through opinions to gain recognition . Abstrak : Pembingkaian film dokumenter penangkapan kapal \"Pueblo\" milik Amerika Serikat oleh Korea Utara pada 23 Januari 1968, film dokumenter Korea Utara berusaha menunjukan bentuk legitimasi sedangkan film dokumenter milik Amerika serikat menampilkan bentuk delegitimasi hal ini bertujuan untuk menanamkan pesan dibenak masyarakat luas melalui opini untuk mendapatkan pengakuan.","PeriodicalId":163847,"journal":{"name":"Jurnal Tapis: Jurnal Teropong Aspirasi Politik Islam","volume":"8 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-06-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"122658084","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"KONSEP NATION-STATE DALAM PEMIKIRAN IDEOLOGI POLITIK MELAYU ISLAM PADA ABAD KE-19 M (Studi Pemikiran Abdullah bin Abdul Kadir Munsyi (1787-1854))","authors":"Andi Chandra Jaya","doi":"10.24042/TPS.V15I1.3684","DOIUrl":"https://doi.org/10.24042/TPS.V15I1.3684","url":null,"abstract":"Penelitian ini berupaya untuk menggali dan menelusuri konsep pemikiran ideologi politik Abdullah bin Abdul Kadir Munsyi pada abad ke-19 M. Pada abad ini kondisi sosial-politik dan sosio-religius masyarakat Melayu sedang mengalami tranformasi intelektual yang melibatkan sebuah jaringan intelektual dan Abdullah Munsyi yang hidup di abad ini, tentunya masuk dalam pusaran tradisi intelektual di masa itu. Kemudian yang tak kalah menarik adalah adanya penetrasi bangsa Eropa (Belanda dan Inggris) yang sedang mengadakan penjajahan di Melayu. Karena itu, fokus penelitian ini untuk menjawab pokok permasalahan bagaimana konsep nation-state menurut Abdullah Munsyi dalam konstelasi ideologi politik Melayu Islam di abad ke-19 M dan bagaimana relevansinya konsep negara bangsa Indonesia saat ini?. Sesuai dengan permasalahan, maka tujuan penelitian ini mendapatkan eksplanasi sejarah untuk mengungkapkan konsep nation-state menurut Abdullah Munsyi dalam konstelasi ideologi politik Melayu Islam di abad ke-19 M dan mendeskripsikan relevansinya konsep negara bangsa Indonesia saat ini.Penelitian menggunakan teori conscience morale Ernest Renan dan teori kontrak sosial (social contract) yang digagas oleh J. J. Roussae. Penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian kepustakaan (library research) dan menggunakan pendekatan historis dan filsafat politik. Data primer dalam penelitian ini adalah buku Hikayat Abdullah karya Abdullah Musnyi terbitan Yayasan Karyawan, Kuala Lumpur, Malaysia tahun 2007 dan data sekunder, berupa buku, artikel jurnal, makalah, dan lainya yang berhubungan dengan masalah penelitian. Sebagai penelitian sejarah yang pada dasarnya bertumpu pada sumber-sumber sejarah sebagai implementasi dari tahapan kegiatan yang tercakup dalam metode sejarah, yaitu heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi.Temuan hasil penelitian adalah: 1). Sesuai dengan teori conscience morale Ernest Renan dan teori kontrak sosial (social contract) yang digagas oleh J. J. Roussae, Abdullah bin Abdul Kadir Munsyi penggagas paham kebangsaan. Melalui karya terpentingnya, Hikayat Abdullah, ia mengedepankan rumusan identitas Melayu dalam rumusan bangsa yang dipahami sebagai suku atau ras Melayu yang memiliki hak untuk terlibat menentukan format politik Melayu bukan sebagai komunitas yang berada di bawah sistem politik yang berbasis pada ideologi kerajaan yang cenderung otoriter. 2). Kedekatannya dengan pihak kolonial Inggris, sehingga membentuk pemikiran liberal yang diperolehnya dari Raffles dan kawan-kawannya. Ia tidak hanya membongkar manipulasi ideologi kerajaan, tetapi sekaligus mengedepankan pandangan baru tentang eksistensi individu yang humanis. 3). Paham kebangsaannya memiliki nilai egalitarian yang sangat relevan dengan konteks Indonesia saat ini, khususnya nilai-nilai kesetaraan (egalitarianisme) di tengah munculnya konflik berbagai konflik saat ini. Demikian juga konsep nation-state terkait erat dengan nasionalisme dan good governance di mana pengelolaan pemerin","PeriodicalId":163847,"journal":{"name":"Jurnal Tapis: Jurnal Teropong Aspirasi Politik Islam","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-06-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"129652258","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"PERSEPSI TOKOH MASYARAKAT TERHADAP ASPEK POLITIK EKSISTENSI PEKERJA SEKS KOMERSIAL (PSK) DI EKS LOKALISASI RAWA LAUT PANJANG SELATAN BANDAR LAMPUNG","authors":"Sidi Ritaudin","doi":"10.24042/TPS.V15I1.4303","DOIUrl":"https://doi.org/10.24042/TPS.V15I1.4303","url":null,"abstract":"Abstract: This study aims to reveal perceptions of community leaders on the political aspects of the existence of commercial sex workers (PSK) in the former South Long Sea Swamp Localization. Bandar Lampung. Social insecurity caused by discriminatory government policies and lack of partiality towards people who are marginalized in social life has until now become a kind of destiny of life. Power is always always, will get challenges, rejection and lack of trust. The choice for power certainly carries a number of risks. One mandate in carrying out power is to favor the interests of the community and the public interest above personal or group interests. This was revealed in a preliminary study in an interview with the head of RT 13 Environment 1 Kelurahan Panjang Selatan that social inequality was due to inequality in policy making by the government. The political aspect of the existence of commercial sex workers (CSWs) in the former south long localization questioned the background that caused the powerlessness of the government in dealing with this problem.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap persepsi tokoh masyarakat terhadap aspek politik eksistensi pekerja seks komersial (psk) di eks Lokalisasi Rawa Laut Panjang Selatan. Bandar Lampung. Kerawanan sosial yang disebabkan oleh kebijakan pemerintah yang diskriminatatif dan sepi dari keberpihakan terhadap orang-orang yang termarginalisasi pada kehidupan sosial, hingga kini telah menjadi semacam takdir kehidupan. Kekuasaan selalu saja, akan mendapatkan tantangan, penolakan sekaligus kekurangpercayaan. Pilihan untuk berkuasa tentu saja membawa sejumlah resiko. Salah satu amanah dalam mengemban kekuasaan adalah memihak kepentingan masayarakat dan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi atau golongan.[1] Hal ini terungkap dalam studi pendahuluan pada wawancara dengan ketua RT 13 Lingkungan 1 Kelurahan Panjang Selatan bahwa ketimpangan sosial terjadi karena ketimpangan pengambilan kebijakan oleh pemerintah. Aspek politik eksistensi pekerja seks komersial (PSK) di eks lokalisasi panjang selatan mempertanyakan latarbelakang yang menyebabkan ketidakberdayaan pemerintah dalam menangani masalah ini [1] “Baca, ”Kritik dan Tirani Kekuasaan”, dalam Moh. Mahfud, dkk (ed.), Kritik Sosial dalam Wacana Pembangunan, Yogyakarta : Pusat Penerbitan UII Press, 1997), h. xii.,” .","PeriodicalId":163847,"journal":{"name":"Jurnal Tapis: Jurnal Teropong Aspirasi Politik Islam","volume":"27 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-06-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"125547977","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"CAPACITY BUILDING ORGANISASI (STUDI PADA KELURAHAN IMOPURO KECAMATAN METRO PUSAT KOTA METRO)","authors":"M. Mirnawati","doi":"10.24042/TPS.V15I1.4300","DOIUrl":"https://doi.org/10.24042/TPS.V15I1.4300","url":null,"abstract":"Abstract The struggle to achieve the creation of good governance is the hard effort of the existence of the current government in overcoming all problems. The government organization of Imopuro urban village of metro Pusat. subdistrict of Metro city in the effort to overcome the problems such as eliminating the predicate of slum and densest populations also in order to make the people prosperous, capacity building efforts through individual/human resources development, organizational/institutional development and management system development. The purpose of this research is to know how capacity building organization in Imopuro, Imopuro subdistrict, Metro city focused on individual/human resources level, organization level and management system level. The method used with qualitative approach descriptive type to see the development before and after research. Data collection techniques were conducted through interviews, observation and documentation. The results of this research can be seen that in general the capasity of the organization is focused on the level of individual/human resources, the level of organization/institution and the level of the system in the Imopuro, metro, Yosomulyo, Hadimulyo West, Hadimulyo East, capasity building of the organization especially at the level of individual that is increase of knowledge, ability and effort to change attitude of employee or mainset in work through training or supplementary education, in organizational stay that is repair and completeness of supporting facilities and infrastructure and addition fund operational budget, the main tasks and functions of the work unit should be in accordance with the quality and educational background and fill the vacancy of employees in every field. Abstrak Perjuangan untuk mencapai penciptaan pemerintahan yang baik adalah upaya keras dari keberadaan pemerintah saat ini dalam mengatasi semua masalah. Organisasi pemerintah desa perkotaan Imopuro metro Pusat. Kecamatan kota Metro dalam upaya mengatasi masalah seperti menghilangkan predikat kumuh dan populasi terpadat juga dalam rangka menjadikan masyarakat sejahtera, upaya peningkatan kapasitas melalui pengembangan individu / sumber daya manusia, pengembangan organisasi/kelembagaan dan pengembangan sistem manajemen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana organisasi pengembangan kapasitas di Imopuro, Kecamatan Imopuro, Kota Metro difokuskan pada level individu/sumber daya manusia, level organisasi dan level sistem manajemen. Metode yang digunakan dengan pendekatan kualitatif tipe deskriptif untuk melihat perkembangan sebelum dan sesudah penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini dapat dilihat bahwa secara umum kapasitas organisasi difokuskan pada tingkat individu/sumber daya manusia, tingkat organisasi/lembaga dan tingkat sistem di Imopuro, metro, Yosomulyo, Hadimulyo Barat, Hadimulyo Timur, pengembangan kapasitas organisasi ","PeriodicalId":163847,"journal":{"name":"Jurnal Tapis: Jurnal Teropong Aspirasi Politik Islam","volume":"134 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-06-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"114669625","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}