{"title":"Pengaruh Pembiasaan Membaca Juz ‘Amma Terhadap Karakter Religius Siswa","authors":"Mohammad Darwis, F. Ikrom","doi":"10.54471/nusantara.v3i1.40","DOIUrl":"https://doi.org/10.54471/nusantara.v3i1.40","url":null,"abstract":"Penelitian ini dilatarbelakangi dengan keringnya karakter religius pada kalangan remaja yang disebabkan oleh pesatnya perkembangan teknologi seperti sekarang ini yang berdampak kepada kalangan remaja yang lebih senang bermain gadget, yang mana hali ini mengakbatkan mereka kurang terampil dalam membaca Al-Qur’an, bahkan ada minoritas dari peserta didik yang belum bisa membaca Al-Qur’an secara lancar. Sebagai upaya dalam menyikapi hal ini maka dibentuklah kegiatan pembiasaan membaca Juz ‘Amma Sebagai bentuk usaha yang dilakukan MA Al-Kholafiyah Tekung Lumajang dalam meminimalisir permasalahan yang muncul tersebut dan untuk membentuk karakter religius peserta didik. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk meneliti seberapa besar pengaruh pembiasaaan membaca Juz ‘Amma terhadap karakter religius siswa di MA Al-Kholafiyah Tekung Lumajang. Adapun fokus masalah yang diteliti dalam penelitian ini yaitu 1) Adakah pengaruh pembiasaaan membaca juz ‘amma terhadap karakter religius siswa di MA Al-Kholafiyah Tekung Lumajangm?. 2) Seberapa besar pengaruh pembiasaaan membaca juz ‘amma terhadap karakter religius siswa di MA Al-Kholafiyah Tekung Lumajang ?.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif, yang mana penelitian ini menghasilkan penemuan-penemuan yang dapat dicapai dengan menggunakan prosedur statistik. Dengan menggunakan beberapa langkah dalam tehnik analisa data, sebagai uji instrument peneliti menggunakan Uji validitas dan Uji Reliabilitas. Dalam Uji asumsi peneliti menggunakan Uji Normalitas dan Uji Linearitas, Sedangkan dalam uji hipotesis peneliti menggunakan Uji Regresi Linear Sederhana. Adapun variabel bebas (X) dalam penelitian ini adalah pembiasaan membaca juz ‘amma, sedangkan variabel terikatnya (Y) adalah karakter religius siswa. Hasil dari peneliitian ini dapat dilihat pada output uji regresi linier sederhana bahwasanya nilai F hitung = 15.065 dengan tingkat signifikansi sebesar 0.000 < 0.05 artinya H1 Diterima yakni ada pengaruh antara variabel X pembiasaan membaca juz ‘amma terhadap varibel Y karakter religius siswa. Dari tabel Model Summary Uji Regresi Linear Sederhana juga dapat dikatahui korelasi atau hubungan (R) yaitu sebesar 0.426 dari output tersebut dapat diperoleh koefisien determinasi R Square (R2) sebesar 0.181 yang berarti bahwa pengaruh variabel bebas Pembiasaan membaca Juz ‘Amma terhadap varibel terikat karakter religius peserta didik adalah sebesar 18.1 %.","PeriodicalId":125556,"journal":{"name":"Nusantara: Indonesian Journal of Islamic Studies","volume":"46 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-03-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"133797291","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Penanaman Nilai-Nilai Religius Pada Anak Di Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Huda Kedungrejo Kecamatan Bantaran Kabupaten Probolinggo","authors":"Ali Sobri","doi":"10.54471/nusantara.v3i1.36","DOIUrl":"https://doi.org/10.54471/nusantara.v3i1.36","url":null,"abstract":"Tekhnologi yang canggih saat ini seperti handphone, televisi dan juga pergaulan yang tidak sehat, sangat berpengaruh besar dalam pendidikan anak, sehingga menyebabkan anak terjerumus ke dalam pergaulan bebas, narkoba dan lain sebagainya. Hal ini justru akan sangat merusak masa depan anak-anak. Lembaga pendidikan berperan penting dalam upaya penanaman nilai-nilai religius terhadap anak. Salah satunya Madarasah Ibtidaiyah Miftahul Huda, ikut serta dalam menanamkan nilai-nilai religius pada anak, demi membentengi anak dari pengaruh budaya globalisasi melalui kegiatan-kegiatan yang mengikut sertakan anak, seperti praktek sholat dan wudhu’ kegiatan dibaiyah, membaca Al-Quran dan doa harian di madrasah, yang dilakukan oleh siswa dan guru, melaksanakan sholat dhuha dan sholat dhuhur berjamaah, membaca asmaul husna yang dilakukan oleh guru dan anak-anak di Madrasah Ibtidaiyah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk menggambarkan informasi terdiri dari : Kepala Madrasah, Guru Madrasah, ,murid ,wali murid. Sedangkan pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Keabsahan data dicapai menggunakan pengamatan secara tekun. Hasil penelitian Penanaman nilai-nilai religius pada Anak di MI Miftahul Huda Kedungrejo Bantaran Probolinggo, meliputi temuan-temuan : (Penanaman Aspek Akidah pada Anak di MI Miftahul Huda), a.Praktek sholat, b.Praktek wudhu, c. Kegiatan dibaiyah (Penanaman Aspek Ibadah dalam menumbuhkan Nilai-nilai Religius pada Anak di MI Miftahul Huda), a.Sholat dhuha,dan dhuhur berjamaah, b.Membaca Al Quran dan Doa Harian (Penerapan Aspek Akidah dan Aspek Ibadah dalam penamaman Nilai-nilai Religius pada Anak di MI Miftahul Huda) , a. Pembiasaan mengikuti kegiatan Ekstrakurikuler","PeriodicalId":125556,"journal":{"name":"Nusantara: Indonesian Journal of Islamic Studies","volume":"23 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-03-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"130284490","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Eksistensi Dakwah Pondok Pesantren Asyahimi Dalam Mengajarkan Pemahaman Islam Moderat Di Desa Sumberkledung Tegalsiwalan Probolinggo","authors":"M. Fathoni, Abdur Rofik Maulana","doi":"10.54471/nusantara.v3i1.35","DOIUrl":"https://doi.org/10.54471/nusantara.v3i1.35","url":null,"abstract":"Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan dekwah Pondok Pesantren Assyahimi Desa Tegalsiwalan Kabupaten Probolinggo, yang bergerak melakukan dakwah secara masih di lingkungan sekitar pesantren. Hal ini dirasakan keberadaannya oleh warga atau masyarakat sekitar, memberikan dampak baik dan positif bagi penanaman pemahan Islam. Spesifik dakwah Pondok Pesantren Assyahimi ini adalah mengajarkan pemahaman Islam moderat. Menerapkan model-model dakwah yang sesuai kultur wilayah Desa Sumberkledung. Bentuk dari pada dakwah Pondok Pesantren ini beragam, serta strateginya yang cukup baik untuk dijadikan rujukan atau refrensi dan pengampu kebijakan. Pasalnya ada beberapa warga dan tokoh masyarakat Desa Sumberkledung yang salah jalan. Terlalu fanatik dengan kelompok Islam tertentu yang mengarah kepada Radikalisasi. Tentunya ini harus menjadi perhatian secara serius oleh banyak pihak. Khususnya para tokoh agama dan lembaga pendidikan Islam. Penilitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk menggambarkan informasi terdiri dari : Kepala Pondok, Pengurus pondok, ustad/ustdzah,santri,tokoh masyarakat. Sedangkan pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Keabsahan data dicapai menggunakan pengamatan secara tekun. Hasil penelitian Eksistensi dakwah Pondok Pesantren Assyahimi dalam mengajarkan pemahaman Islam moderat di Desa Sumberkledung Tegalsiwalan Probolinggo, meliputi temuan-temuan : (Eksistensi Dakwah pondok pesantren Assyahimi), a. Kegiatan Majelis Dzikir dan Sholawat Lahar Mania, b. Kegiatan Yasinan dan kajian kitab, c. Kegiatan Alumni. (Model pendidikan pondok pesantren Assyahimi), a.Tradisional atau salaf, b.Modern atau Halafiyah. (Bentuk-bentuk dakwah pondok pesantren Assyahimi), a. Majelis Dzikir dan Sholawat Lahar Mania b. Kajian kitab kuning. (Trategi dakwah ondok pesantren Assyahimi), a. Sorogan, b.Bandongan, c.Watonan, d. Ceramah. Dengan demikian hasil temuan dan penelitian ini, dapat dijadikan sebagai acuan dan pertimbangan untuk dakwah pondok pesantren lain dimasyarakat. Serta sebagai tolak ukur dan dasar untuk penelitian dakwah pondokpesantren dikemudian hari. Tentunya dengan pembahasan yang lebih detail dan mendalam mengenai dakwah pondok pesantren dan Islam moderat.","PeriodicalId":125556,"journal":{"name":"Nusantara: Indonesian Journal of Islamic Studies","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-03-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"129098044","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Analisis Pola Asuh Orang Tua Dalam Membentuk Karakter Dan Relevansinya Dengan Pendidikan Islam (Studi Pada Film Dangal Dan Room)","authors":"Faylashufah Zahroh","doi":"10.54471/nusantara.v3i1.34","DOIUrl":"https://doi.org/10.54471/nusantara.v3i1.34","url":null,"abstract":"Pola asuh adalah gaya atau pola asuh orang tua dalam mendidik, mengasuh dan merawat anak-anaknya. Orang tua adalah pendidikan utama dan pertama anak-anak. Dari pola asuh orang tua yang diterapkan tersebut akan menentukan sikap, karakter dan kepribadian anak. Dalam pembelajaran Islam akan tampak jelas karakter seorang yang dapat membuatnya menjadi “insan kamil” yakni manusia yang utuh rohani serta jasmani, bisa hidup serta tumbuh dan normal serta wajar. Seperti dalam Film Dangal dan Room yang menampilkan pola asuh orang tua kepada anaknya dan bagaimana dampaknya pada pembentukan karakter anak. Metode yang digunakan library research dengan menghimpun, mengkaji dan menganalisis sumber-sumber sekunder yang autentic. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, ditemukan bahwa pola asuh yang diterapkan dalam Film Dangal dan Film Room ialah pola asuh otoriter yang membentuk karakter anak menjadi anak yang patuh, namun bermuka dua dan memberontak, pola asuh otoritatif yang membentuk anak menjadi anak yang bahagia, percaya diri, mandiri dan mau mengeksplor diri, pola asuh permisif yang membentuk anak menjadi anak yang egosentris, dan pola asuh acuh tak acuh yang membentuk anak menjadi pribadi yang tidak patuh, dan menuntut. Nilai-nilai religius dalam film Dangal dan Room dalam membentuk karakter terlihat pada hubungan antara manusia dengan Tuhan yaitu menerima ketentuan Tuhan, berharap dan meminta kepada Tuhan, berserah diri. Pada hubungan anara manusia dengan manusia yaitu aspek menolong orang lain, menjaga tali silaturahmi, mendidik generasi yang sejahtera, mendidik generasi yang kuat, mematuhi perintah orang tua, aspek perilaku jujur dan kreatif. Pada hubungan manusia dengan lingkungan yaitu mencintai Negara, bersikap baik dengan lingkungan sekitar dan menggunakan waktu dengan sebaik mungkin.","PeriodicalId":125556,"journal":{"name":"Nusantara: Indonesian Journal of Islamic Studies","volume":"71 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-03-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"130895253","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Program Majelis Taklim Rotibul Haddad Dalam Mengubah Perilaku Keagamaan Pemuda","authors":"M. Hafid, Aries Munandar","doi":"10.54471/nusantara.v3i1.37","DOIUrl":"https://doi.org/10.54471/nusantara.v3i1.37","url":null,"abstract":"Penelitian ini dilatarbelakangi oleh buruknya sebagian akhlak pemuda di lingkungan yang religius, yaitu di Desa Jorongan Kecamatan Leces Kabupaten Probolinggo. Desa Jorongan merupakan salah satu dari sepuluh desa yang tersebar di wilayah Kecamatan Leces Kabupaten Probolinggo. Desa Jorongan terkenal dengan desa industri meubel, dan tempat ini juga terkenal dengan banyaknya Lembaga Pendidikan Islam, seperti TPQ, Madrasah Diniyah, dan Pondok Pesantren. Pengajaran Non formal seperti majelis taklim juga banyak dijumpai dilingkungan masyarakat Jorongan. Namun banyaknya lembaga dan kegiatan keagamaan di Desa Jorongan tidak sejalan dengan kondisi akhlak pemudanya, terbukti banyak dijumpai anak-anak remaja (pemuda) yang mabuk-mabukan, melawan orang tua, serta ada yang terlibat pengedar bahkan pemakai obat-obatan terlarang (narkoba). Penilitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk menggambarkan informasi terdiri dari : Ketua Majelis taklim Rotibul Haddad, Pengurus majelis taklim Rotibul Haddad, jamaah, tokoh masyarakat, dan pemuda Desa Jorongan. Sedangkan pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Keabsahan data dicapai menggunakan pengamatan secara tekun. Hasil penelitian Program Majelis Taklim Rotibul Haddad dalam mengubah perilaku pemuda di Desa Jorongan Kecamatan Leces Kabupaten Probolinggo, meliputi temuan-temuan : (Program majelis taklim), a. Melaksanakan Syiar Islam melalui dzikir sholawat Rotib, b. Melaksanakan pengajaran melalui kajian-kajian kitab, c.Mengamalkan Akidah Ahlussunnah Waljamaa’ah, d. Menanamkan Akhlakul karimah, e. Menanamkan budaya sosial yang baik, (Penerapan program majelis taklim), a.Membuat perencanaan program, b.Membuat kerangka program , c.Mengatur dan membagi tugas kerja pengurus, d.Implementasi program kerja dengan kajian-kajian kitab, e.Evaluasi program kerja, (Hasil penerapan majelis taklim), a. Hasil positif, Menjadi wadah pemersatu ummat, meningkatkan keimanan, melunakkan hati yang keras, menumbuhkan rasa cinta kepada baginda Nabi Muhammad Saw, dan menanamkan Akhlak yang mulia. b. Kendala, Terbatasnya waktu kajian, terbatasnya komunikasi dengan jamaah, penyaji terkadang tidak hadir,faktor cuaca, dan jamaah terkadang telat dan tidak memahami topik bahasan.","PeriodicalId":125556,"journal":{"name":"Nusantara: Indonesian Journal of Islamic Studies","volume":"550 ","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-03-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"120972611","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Tradisi Silaturrahmi di Kalangan Nahdiyyin Dalam Persepektif Al-quran dan Al-hadist","authors":"Mohamad Thohir, Abdul Ghofur","doi":"10.54471/nusantara.v3i1.33","DOIUrl":"https://doi.org/10.54471/nusantara.v3i1.33","url":null,"abstract":"NU As an organization that is the embodiment of traditional values that have developed in society, in the historical process the Nahdliyin have succeeded in forming their own knowledge system, which is an accumulation of knowledge systems that have developed in the archipelago. Therefore the NU tradition is the Nusantara tradition and NU Islam is Nusantara Islam, both of which are an inseparable unit, starting from tradition, custom, with all its heresies and superstitions. The scientific tradition of the Archipelago has been eroded in such a way by the Western knowledge system that came with the presence of colonialism, which from the beginning was persistent in studying tradition to master the spirit of that tradition, and then used it as a weapon to conquer the holders of the tradition. Various prodonances and systems were applied to wrap up the freedom of this nation, not only in the political and economic fields, but also shackled from the point of view of thought and science. They have defined language politics, spelling politics and transliteration politics are also implemented. One form of this tradition is silaturrahmi. There is a culture of friendship with relatives, both far and close, both those who are closely related to those who are far away, we visit, we visit their homes, they will connect with their feelings so that. As well as fostering feelings that touch each other. In the word of Allah subhanahu wa ta'ala, we have guests, we must respect our guests so that we are among those who believe in the Last Day, those who believe in the Last Day, of course, will do good to anyone because that is a threat. To maintain brotherhood. People who believe in the Last Day will collect and organize social actions with relatives and neighbors of guests that we need to respect when their children are guests of Allah that we need to respect and we should maintain the values of the religious teachings that we carry out during silaturrahim. Even in history Rasulullah saw when he had you Musailamah Al kadzab Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam accompanied the group to his vehicle which was at a place some distance from Rasulullah's House. As well as giving memories or souvenirs to them. With the Messenger of Allah escorting his guests to their place to part with his guests as well as Rasulullah giving souvenirs to the guests who were present at the Prophet's house. We, as the people of the Prophet Muhammad Alaihissalam, we also respect guests the same as our uswah. The will to respect guests as well as the example of the Prophet sallallaahu alaihi wasallam, even the bad people and the Messenger of Allah are respected even though from the side of those who do not believe in the teachings of Islam and even distort the teachings of Islam, the Prophet still respects and builds social well.","PeriodicalId":125556,"journal":{"name":"Nusantara: Indonesian Journal of Islamic Studies","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-02-17","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"129683170","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"تعليم مهارة الكلام الممتعة لترقية المصطلحات التكنولوجية في معهد بينا القرآن لوماجانج","authors":"Utari Dwi Mayasari, Uril Bahruddin, Muhyiddin Sholeh","doi":"10.54471/nusantara.v3i1.32","DOIUrl":"https://doi.org/10.54471/nusantara.v3i1.32","url":null,"abstract":" \u0000مستخلص البحث \u0000ينطلق هذا البحث من صعوبة استيلاء المصطلحات التكنولوجية في اللغة العربية لدى طلبة معهد بينا القرآن. والهدف له فهم تعليم المصطلحات التكنولوجية العربية في معهد بينا القرآن. ويستخدم هذا البحث المدخل المظهري تنظر الباحثة من خلاله المظاهر التي يعانقها الطلبة في المعهد. النتيجة من هذا البحث تطوير همة الطلبة في تعلم اللغة العربية مع ترقية مهارة الكلام ويحصلوا كذلك المعارف والمراجع في اللغة الإنجليزية على شكل اللغة العربية. من ذلك تريد الباحث أن تبحث عن تعليم مهارة الكلام الممتعة لترقية المفردات التكنولوجية في معهد بينا القرآن لوماجانج. يتكون هذا البحث من سؤالي البحث وهما (1) كيف تعليم مهارة الكلام الممتعة في معهد بينا القرآن ؟ (2)كيف تعليم مهارة الكلام لترقية المفردات التكنولوجية في معهد بينا القرآن لوماجانج ؟ استخدم هذا البحث العلمي منهج البحث الكيفي. وفي مدار التعليم الفعال تستخدم الطرق المناسبة مع الإستيراتيجيات من نحو إستيراتيجية المناقشة والمحاضرة والأسئلة والأجوبة والقراءة والحوار. يتوقع منهذا البحث أن يكون مرجعا لمتعلمي اللغة العربية وباحثي اللغة العربية. \u0000الكلمة المفتاحية : مهارة الكلام، التعليم الممتع","PeriodicalId":125556,"journal":{"name":"Nusantara: Indonesian Journal of Islamic Studies","volume":"2 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-02-17","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"128782982","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Film Sebagai Media Peningkatan Percaya Diri Santri","authors":"Nurngaeni Sulistiyowati","doi":"10.54471/nusantara.v2i2.23","DOIUrl":"https://doi.org/10.54471/nusantara.v2i2.23","url":null,"abstract":"Film tidak lepas dari kerangka berfikir dari para pembuatnya untuk mengajukan pemikiran ide yang tersurat maupun tersirat. Film merupakan cerita singkat yang ditampilkan dalam bentuk gambaran atau suara yang dikemas melalui sedemikian rupa dengan permainan kamera, teknik, editing, dan sekenario yang ada. Tiap film memiliki pesan moral. Sementara di Indonesia, ada banyak film religi yang bermuatan nilai-nilai keislaman. Dari film-film itu, ada banyak hal yang bisa dipetik, termasuk di aspek pengasahan rasa kepercayaan diri. Dalam konteks pondok pesantren, pengasahan rasa percaya diri itu dibutuhkan oleh para santri. Baik dalam proses pembelajaran di pondok pesantren, maupun dalam kehidupan sehari-harinya kelak saat sudah meninggalkan pondok pesantren. Artikel ini membahas tentang hubungan film, santri, dan pengasahan rasa percaya diri tersebut. Dengan metode kajian kepustakaan, menggunakan teori-teori yang berkenaan dengan kepercayaan diri dan konsep diri. Kepercayaan diri merupakan atribut yang sangat berharga pada diri seseorang dalam kehidupan bermasyarakat, tanpa adanya kepercayaan diri akan menimbulkan banyak masalah pada diri seseorang. Hal tersebut dikarenakan dengan kepercayaan diri, seseorang mampu untuk mengaktualisasikan segala potensinya. Oleh karena itu, kepercayaan diri selalu menjadi hal yang penting bagi semua orang, termasuk bagi para santri di pondok pesantren. Demi mewujudkan kualitas individu yang makin baik.","PeriodicalId":125556,"journal":{"name":"Nusantara: Indonesian Journal of Islamic Studies","volume":"647 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-06-10","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"131955020","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Komunikasi Marketing Pesantren Di Media Sosial","authors":"Muhammad Isnaini","doi":"10.54471/nusantara.v2i2.24","DOIUrl":"https://doi.org/10.54471/nusantara.v2i2.24","url":null,"abstract":"Perkembangan zaman yang terus berubah-ubah, ditandai dengan semakin canggihnya teknologi tidak dapat dipungkiri. Adanya teknologi yang semakin canggih, dapat mempermudah segala kegiatan salah satunya dapat dimanfaatkan sebagai alat untuk kegiatan pemasaran. Komunikasi marketing atau komunikasi pemasaran berbasis teknologi sudah merambah banyak institusi, tidak terkecuali, pondok pesantren. Artikel ini membahas tentang komunikasi marketing di media sosial yang dilakukan oleh pondok pesantren. Khususnya, tentang manfaat komunikasi marketing tentang pondok pesantren di media sosial. Apapun platformnya, facebook, Instagram, YouTube, twitter, TikTok dan lain sebagainya, makin akrab dengan masyarakat Indonesia. Oleh sebab itu, membahas mengenai ini selalu menarik, terlebih, masyarakat Indonesia mayoritas beragama Islam. Sementara Pondok Pesantren merupakan institusi pendidikan berbasis Islam di Indonesia.","PeriodicalId":125556,"journal":{"name":"Nusantara: Indonesian Journal of Islamic Studies","volume":"26 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-06-10","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"115210682","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Islamic Parenting Dalam Kitab-Kitab Tafsir Yang Dipelajari Di Pesantren","authors":"Muhammad Nashih","doi":"10.54471/nusantara.v2i2.22","DOIUrl":"https://doi.org/10.54471/nusantara.v2i2.22","url":null,"abstract":"Al - Qur’an telah membahas tentang Islamic parenting yang salah satunya melalui kisah orang - orang terdahulu yang memaparkan tentang pendidikan, agama, dan akhlak terhadap seorang anak yang salah satunya adalah surat Luqman. Dalam surat Luqman sudah menjelaskan tentang bagaimana mendidik anak dengan baik seperti Luqman yang menasihati anaknya yang konon katanya bermula kafir sampai masuk islam. Tepat pada ayat 12 disebutkan bahwa Luqman telah diberi nikmat dan pengetahuan oleh Allah SWT. Oleh sebab itu, ia bersyukur atas apa yang telah dianugrahkan oleh-Nya. Dan pada ayat 13 sampai ayat 19 itu berisi tentang nasihat - nasihat Luqman kepada anaknya, yaitu agar setiap orang tua mengajarkan agama dan akhlak kepada anaknya dengan baik dan benar. Artikel ini membahas tafsir mengenai ayat-ayat Islamic Parenting dalam surah Luqman (12-19). Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan melakukan komparasi terhadap kitab-kitab tafsir yang biasa dipakai di pesantren. Sedangkan pendekatan yang digunakan adalah analisis teks. Analisis teks merupakan salah satu cabang dari semiotika teks yang digunakan khusus untuk mengkaji teks. Parenting merupakan pola pendidikan dan pola asuh yang didapatkan anak sejak lahir, sehingga anak dapat menjadi pribadi yang dewasa, bukan hanya secara fisik namun juga dewasa secara mental. Parenting meliputi proses interaksi berkelanjutan antara orang tua dan anak, yang terdiri dari aktifitas memberi makan (nourishing), memberi petunjuk (guiding), dan melindungi (protecting) anak dalam proses tumbuh dan berkembang. Indikator pada Islamic Parenting merupakan untuk menjadi suri tauladan yang baik, memberi perhatian dan control, komunikasi yang baik, pembiasaan kesadaran emosional atas diri sendiri, konsekuensi kasih sayang pada diri sendiri. Tingkat religiusitas ialah internalisasi berbagai nilai agama pada individu.","PeriodicalId":125556,"journal":{"name":"Nusantara: Indonesian Journal of Islamic Studies","volume":"128 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-06-09","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"130349318","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}