{"title":"Analisis Teks Da’i Program Radio “Semeru Nyantri”","authors":"Assurotun Hijriyah","doi":"10.54471/nusantara.v2i2.21","DOIUrl":"https://doi.org/10.54471/nusantara.v2i2.21","url":null,"abstract":"Tujuan dakwah secara umum adalah terwujudnya kebahagiaan dan kesejahteraan hidup manusia di dunia maupun di akhirat yang di ridhai oleh Allah SWT. Secara khusus dakwah yaitu perumusan dan penjabaran dari tujuan utama dakwah. Tujuan ini dimaksudkan agar dalam pelaksanaan seluruh aktivitas dakwah dapat jelas dan diketahui kemana alurnya, atau jelas kegiatan yang dikehendaki. Adapun fokus masalah yang diteliti dalam penelitian ini adalah: Bagaimana Dakwah Bermuatan Nilai Pancasila Pada Program Acara Semeru Nyantri di Radio Semeru FM Lumajang? Adapun tujuan penelitian ini adalah: Untuk mengetahui Dai Untuk Mengetahui Dakwah Bermuatan Nilai Pancasila Pada Program Acara Semeru Nyantri di Radio Semeru FM Lumajang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskripstif ,dengan pendekatan analisis tekstual (tekstual analys). Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumetasi. Adapun anaslisa data menggunakan metode analisa deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan, isi ceramah yang dilakukan oleh Ustadz Ahmad Said Alkatiri memiliki keselarasan dengan nilai pancasila. ","PeriodicalId":125556,"journal":{"name":"Nusantara: Indonesian Journal of Islamic Studies","volume":"9 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-06-07","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"131811180","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Terapi Realitas Di Pondok Pesantren","authors":"Fawaid Zainal Arifin","doi":"10.54471/nusantara.v2i2.20","DOIUrl":"https://doi.org/10.54471/nusantara.v2i2.20","url":null,"abstract":"Setiap ajaran baru pengurus Pondok Pesantren Syarifuddin Lumajang selalu menemukan problem santri tidak kerasan nyantri karena dipaksa nyantri oleh orang tuanya dari 150 santri baru sekitar 50 santri yang nyantri dipaksa oleh orang tuanya, Jadi ini salah satu alasan pentingnya problem ini diangkat oleh peneliti. Peneliti ingin mengetahui strategi para ustadz dan pengurus ponpes kyai syarifuddin yang dilakukan kepada santri baru nyantri karena paksaan orang tua. Melihat permasalahan tersebut peneliti berencana akan melakukan konseling dengan menggunakan terapi realitas. Fokus penelitian adalah 1. Bagaimana penerapan terapi realitas dalam program Wajib Nyantri di Pesantren Syarifuddin? 2. Bagaimana kondisi sebelum dan sesudah terapi realitas pada santri di program Wajib Nyantri di Pesantren Syarifuddin? Tujuan dari peneliti ini adalah sebagai berikut Untuk mengetahui proses Terapi Realitas di Pondok Pesantren (Studi Fenomenologi Santri yang Kurang Percaya Diri di Pesantren Syarifuddin). Penelitian ini menggunakan kualitatif dengan menggunakan metodologi fenomenologi. Penelitian semacam ini terfokus pada cara bagaimana kita mempersepsi realitas yang tampak melalui pengalaman atau kesadaran. Hasil pelaksanaan bimbingan konseling dengan terapi realitas dalam meningkatkan rasa percaya diri pada anak yang dipaksa mondok dikatagorikan cukup berhasil. Dalam hal ini dapat dilihat pada perubahan yang terjadi pada konseli yaitu konseli pulang dari pondok karena tidak kerasan saat ini konseli sudah kembali ke pondok setelah dilakukan proses konseling.","PeriodicalId":125556,"journal":{"name":"Nusantara: Indonesian Journal of Islamic Studies","volume":"2014 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-06-05","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"127443017","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Bencana Alam: Studi Komparasi Perspektif Max Weber Dan Kitab-Kitab Kuning Pesantren","authors":"Abdul Ghofur, Zainil Ghulam, Bambang Subahri","doi":"10.54471/nusantara.v2i2.19","DOIUrl":"https://doi.org/10.54471/nusantara.v2i2.19","url":null,"abstract":"Bencana alam kejadian yang tidak diinginkan manusia, namun banyak manusia yang ada pada kehidupan nyata tidak sesuai dengan keinginannya yang tulus itu. Mereka banyak bermaksiat kepada Allah dengan tidak bersyukur kepadaNya, serta tidak mengkhormati nikmatNya bahkan merusak alam yang telah tertata rapi, merekalah yang menciptakan sebab terjadinya bebcana alam atau erupsi semeru lumajang Jawa Timur di tahun 2021. Dalam perspektif Max Weber dan kitab-kitab Kuning yang biasa dipelajari di pesantren.","PeriodicalId":125556,"journal":{"name":"Nusantara: Indonesian Journal of Islamic Studies","volume":"37 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-06-05","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"134177100","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Media Massa, Industri, dan Dakwah Islam","authors":"M. Husni","doi":"10.54471/nusantara.v2i1.17","DOIUrl":"https://doi.org/10.54471/nusantara.v2i1.17","url":null,"abstract":"Artikel ini membahas hubungan antara media massa di era kekinian, industri, dan dakwah Islam. Teori yang digunakan adalah determinasi teknologi, di mana media massa selalu berupaya mengoptimalkan teknologi demi bisa menyentuh masyarakat. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Hasil dari kajian ini menjelaskan, media punya peran penting pada era kekinian. Media massa sebenarnya menjadi pertimbangan dalam berbagai keputusan bangsa dan bernegara. Bahkan media massa mampu membuat opini-opini publik dalam kehidupan masyarakat dan dikonsumsi oleh masyarakat luas. Media massa bias berperan sebagai industri. Di sisi lain, dalam perspektif ajaran Islam, ia juga dapat menjadi media dakwah Islam. Dalam struktur sosial yang didasarkan pada sistem politik dan ekonomi tertentu terdapat hubungan antar sistem yang sangat dipengaruhi oleh sistem media yang dikembangkan. Sebaliknya, sistem media juga dipengaruhi atau dibentuk oleh struktur sosial. Di lain sisi, media massa menjadi media yang sangat mudah digunakan untuk menyebarkan berbagai informasi, dan dapat dilakukan oleh siapa saja dan kapan saja. Sehingga media ini sarat digunakan oleh berbagai kepentingan. Institusi media bisa menjadikan dirinya sarana dakwah Islam. Pasalnya, media massa punya kemampuan menyentuh jantung masyarakat. Terlebih di era kekinian, masyarakat makin dekat dengan media massa berkat adanya jejaring internet. Di sisi lain, media massa berbasis internet mesti dimanfaatkan oleh semua pendakwah Islam untuk menyampaikan pesan-pesan keislaman.","PeriodicalId":125556,"journal":{"name":"Nusantara: Indonesian Journal of Islamic Studies","volume":"21 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-01-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"117149870","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Konflik Muslim Madura Vs Dayak Di Sampit Serta Diskursus Kaharingan Sebagai Klaim Agama","authors":"M. Sholeh","doi":"10.54471/nusantara.v2i1.14","DOIUrl":"https://doi.org/10.54471/nusantara.v2i1.14","url":null,"abstract":"Tulisan ini bertujuan menjelaskan dinamika konflik muslim Madura dengan orang Dayak di Sampit serta menjelaskan klaim Kaharingan sebagai agama. Orang Madura yang mayoritas beragama Islam serta orang Dayak yang menganut system kepercayaan Kaharingan menjadi poros perhatian dalam tulisan ini. Dalam perjalanannya, Kaharingan sebagai system kepercayaan orang Dayak telah mendarah daging kemudian muncul tuntutan penglegalan Kaharingan sebagai agama resmi yang di akui Negara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan kajian literatur. Hasil kajian menunjukkan bahwa, Pertama: konflik Muslim Madura vs Dayak disebabkan banyak faktor. Diantara nya adalah faktor ekonomi, etnis, sosial, dan agama. Kedua, Pengaruh signifikan konflik Sampit terhadap tuntutan penglegalan Kaharingan sebagai agama.","PeriodicalId":125556,"journal":{"name":"Nusantara: Indonesian Journal of Islamic Studies","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-01-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"130544893","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Dakwah Tiktok Da’i Milenial","authors":"Qamariyah Ulfa, Rio Febriannur Rachman","doi":"10.54471/nusantara.v2i2.13","DOIUrl":"https://doi.org/10.54471/nusantara.v2i2.13","url":null,"abstract":"Tiktok merupakan salah satu media sosial yang dimanfaatkan untuk menyampaikan pesan dakwah secara virtual karena di tengah perkembangan zaman yang semakin canggih Islam harus mampu mengikuti perkembangan zaman, perekembangan umat dan serta budaya (etnografi) yang ada dalam dunia virtual harus dikemas dengan menarik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif etnografi virtual. Tujuannya, mendeskripsikan level-level analisis media siber pada akun tiktok @basyasman00, mulai dari dokumen media, objek media, pengalaman. Dalam penerapannya, pendekatan kualitatif deskriptif menggunakanPenekanan etnografi adalah pada studi keseluruhan budaya. Teknik pengumpulan data yang diambil meliputi penelitian di lapangan dengan analisis kualitatif. Untuk memperoleh data dan informasi yang akurat dalam penelitian lapangan, penulis melakukan teknik sebagai berikut: dokumentasi, wawancara, studi kepustakaan. Analisis data dijalankan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Adapun hasil dalam penelitian ini sebagai berikut: Dalam ruang media, Medium ini merupakan lokasi atau tempat budaya terjadi dan komunitas berinteraksi. Pada akun @basyasman00 medium yang digunakan adalah Tiktok. yang mempublikasikan video-video dakwah. Prosedur untuk membuat akun tiktok ada dua cara, melalui smartphone atau komputer. Dalam Level dokumen media digunakan untuk melihat bagaimana isi sebagai sebuah teks dan makna yang terkandung di dalamnya diproduksi dan disebarkan melalui internet. Pada akun @basyasman00 yang menjadi dokumen medianya adalah video. video dakwah yang disebarkan melalui akun tiktok @basyasman00 bersifat lebih mudah dipahami, dan lebih mudah diterima jika melihat pada situasi seperti sekarang ini dimana masyarakat sudah memasuki yang namanya masyarakat digital. Pada level ini objek media level ini data penelitian bisa berasal dari teks yang ada di media siber maupun konteks yang berada di sekitar teks tersebut. Dari beberapa gambar kolom komentar Followers akun akun tiktok @basyasman00 dapat dilihat bahwa banyak yang terpengaruh dan merasa sependapat dengan postingan akun tiktok @basyasman00 tersebut. Level pengalaman level ini peneliti bisa menghubungkan realitas yang terjadi di dunia virtual (online) dengan realitas yang ada di dunia nyata.","PeriodicalId":125556,"journal":{"name":"Nusantara: Indonesian Journal of Islamic Studies","volume":"23 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-01-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"114182307","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Digitalisasi Madrasah: Langkah Kalangan Muslim di Era Media Baru","authors":"Arini Indah Nihayaty, Dimas Rifky Fanani","doi":"10.54471/nusantara.v2i1.11","DOIUrl":"https://doi.org/10.54471/nusantara.v2i1.11","url":null,"abstract":"Pandemi Covid-19 telah menghadirkan paradigma baru dalam pratik pendidikan yang sifatnya berbeda dengan transformasi Revolusi Industri 4.0. Sementara transformasi dunia pendidikan akibat kemajuan teknologi digital telah intensif dibahas dan diproyeksikan sekurang-kurangnya sejak Alvin Toffler nenerbitkan bukunya dengan judul “The Third Wave” tahun 1980, disrupsi pendidikan akibat pandemi nyaris luput dari perhitungan para futurolog, ahli-ahli kebijakan publik, maupun para praktisi pendidikan. Oleh karena itu keterkaitan pandemi COVID-19 dengan proyeksi Revolusi Industri 4.0 sangat relevan untk dieksplorasi un Tuntutan untuk akselerasi dan pemerataan agar semua madrasah baik di kota maupun kabupaten agar dapat mengimplementasikan digitalisasi secara baik dan sesuai kebutuhan menjadi sebuah hal yang harus diutamakan di era digital ini. Artikel ini ingin mengetahui bagaimana program digitalisasi madrasah di Jawa Timur kuhususnya di wilayah kerja Surabaya dan wilayah kerja Bojonegoro dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan di madrasah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan survey dilakukan di wilayah kerja Surabaya yang meliputi Kota Surabaya, Kota Mojokerto, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Gresik sedangkan wilayah kerja Bojonegoro meliputi Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Tuban. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam webinar yang dilaksanakan di 9 kota/kabupaten telah dihadiri oleh 2.701 madrasah, terdapat 1.716 madrasah yang berminat menggunakan layanan digitalisasi data pendukung EMIS. Di antaranya 541 madrasah yang berkomitmen dan terlibat aktif di dalamnya dengan persentase 20%. Hasil Score Digitalisasi Madrasah Saat ini rata-rata di tiap kota/kabupaten masih sangat kecil, dimana rata-rata hanya di kisaran 2 s/d 5, padahal score maksimal dari survey digitalisasi adalah 63. Hal ini menjadi tantangan dan motivasi untuk madrasah di Jawa Timur senantiasa mengembangkan digitalisasi madrasahnya. \u0000Keywords: Digitalisasi, Madrasah, Muslim, Pendidikan","PeriodicalId":125556,"journal":{"name":"Nusantara: Indonesian Journal of Islamic Studies","volume":"20 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-01-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"132406631","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Strategi Penyaluran Zakat Produktif Terhadap Pemberdayaan Mustahiq","authors":"Sri Almar’atus Sholihah, Zainil Ghulam","doi":"10.54471/nusantara.v2i1.16","DOIUrl":"https://doi.org/10.54471/nusantara.v2i1.16","url":null,"abstract":"Penyaluran zakat untuk usaha produktif dalam rangka penanganan fakir miskin dan peningkatan kualitas umat. Seiring dengan perintah Allah kepada umat Islam untuk membayarkan zakat, zakat merupakan salah satu rukun Islam yang tidak hanya berdimensi vertikal saja, tetapi sekaligus horizontal atau ibadah sosial. Zakat merupakan ibadah yang penting didalam mengantisipasi kesenjangan sosial yang ada dalam pelaksanaannya itu sebagian besar masih bersifat tradisional dan kurang memperhatikan kesejahteraan umat, pada kenyataannya perkembangan umat Islam merupakan penduduk mayoritas dari Bangsa ini dan hal itu mempunyai potensi yang sangat besar untuk dijadikan sumber dana dari zakat. Adapun fokus masalah yang diteliti dalam penelitian ini adalah: 1). Bagaimana Strategi Penyaluran Zakat Produktif Pada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lumajang? 2). Bagaimana Pemberdayaan Mustahik Pada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lumajang? Ada pun tujuan penelitian ini adalah: 1). Untuk Mengetahui Strategi Penyaluran Zakat Produktif Pada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lumajang. 2). Untuk Mengetahui Pemberdayaan Mustahik Pada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lumajang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif. Teknik pengumpulan data yang menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi, kemudian data tersebut dianalisis dengan deskriptif berupa gambaran dilapangan.","PeriodicalId":125556,"journal":{"name":"Nusantara: Indonesian Journal of Islamic Studies","volume":"50 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-01-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"128901408","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Konseling Abangan Perspektif Psikoterapi Islam","authors":"Fiqoini Istiqomah, Bambang Subahri","doi":"10.54471/nusantara.v2i1.18","DOIUrl":"https://doi.org/10.54471/nusantara.v2i1.18","url":null,"abstract":"Clifford Geertz dikenal dengan teori trikotominya, yakni abangan, santri, dan priyayi dalam masyarakat Jawa. Salah satu budaya Jawa dalam buku Agama Jawa karya Geertz adalah praktik pengobatan, praktik ini dilakukan oleh praktisi khusus yang dikenal sebagai dukun, yang identik dengan masyarakat Jawa varian abangan. Dalam praktiknya, dukun menerapkan asas-asas dan fungsi bimbingan dan konseling, praktik ini kemudian disebut sebagai konseling abangan. Pengobatan ini tidak hanya mengobati penyakit fisik yang nampak saja, melainkan juga mengobati penyakit psikis yang tidak nampak. Praktik ini perlu ditinjau menggunakan kacamata psikoterapi Islam. Ada pun teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah psikoterapi Islam milik Abu Zaid al-Balkhi tentang kesehatan jiwa Islam. Berbeda dengan teori psikoterapi Islam milik ilmuwan lain seperti ar-Razi, al-Ghazali, dan Ibnu Sina yang lebih fokus kepada penggolongan jiwa manusia dan tingkatannya, konsentrasi bahasan al-Balkhi adalah kontruksi manusia yang terdiri dari jasmani dan rohani. Dimana hal ini sangat relevan dengan praktik konseling abangan. Penelitian ini berfokus pada bagaimana praktik konseling abangan dalam buku Agama Jawa, serta bagaimana pandangan psikoterapi Islam terhadapnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, karena menekankan pada penafsiran data yang ditunjukkan dalam bentuk deskripsi. Sementara jenis penelitan ini termasuk kepada studi pustaka, karena data yang dianalisis berupa sumber tertulis, yakni buku Agama Jawa karya Clifford Geertz.","PeriodicalId":125556,"journal":{"name":"Nusantara: Indonesian Journal of Islamic Studies","volume":"73 3 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-01-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"122998135","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Forming the Sakinah Household In the Perspectives of KH. M. Hasyim Asy'ari","authors":"M. Rosyidin","doi":"10.54471/nusantara.v2i1.10","DOIUrl":"https://doi.org/10.54471/nusantara.v2i1.10","url":null,"abstract":"Abstract \u0000This research to explain the ideas of KH. M. Hasyim Asy'ari regarding marriage in Islam, to explain the thoughts of KH. M. Hasyim Asy'ari regarding the sakinah household, explained the relevance of KH. M. Hasyim Asy'ari concerning marriage and sakinah families with Law Number 1 of 1974 concerning marriage and the Compilation of Islamic Law (KHI). The Author uses a type of library research, which is descriptive-analytical in nature. While this research approach is a qualitative approach using deductive analysis. \u0000The results of his research, that the concept of household according to KH. M. Hasyim Asy'ari relevant to the Act. No. 1 of 1974 concerning Marriage and the Compilation of Islamic Law. The point of relevance lies in the principles and rules of marriage law, the validity of marriage, the rights and obligations of husband and wife, as well as the pillars and conditions of a valid marriage. The four are indicators of a sakinah household \u0000Keywords: KH. M. Hasyim Asy'ari, Sakinah Household, Marriage Law, Compilation of Islamic Law.","PeriodicalId":125556,"journal":{"name":"Nusantara: Indonesian Journal of Islamic Studies","volume":"76 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-01-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"127556316","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}