{"title":"PENGARUH PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL PADA TIGA KULTIVAR KUBIS BUNGA (Brassica oleraceae L) DATARAN RENDAH","authors":"Trio Ahdiyanto, A. Jaenudin, A. Faqih","doi":"10.33603/agroswagati.v6i2.1974","DOIUrl":"https://doi.org/10.33603/agroswagati.v6i2.1974","url":null,"abstract":"Penelitian dilaksanakan di Desa Bakunglor Blok Sigludug Kecamatan Jamblang Kabupaten Cirebon pada bulan Mei sampai dengan Juli 2017. Metode penelitian yang digunakan adalah metode percobaan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari: faktor pertama konsentrasi pupuk organik cair yang terdiri dari empat taraf yaitu: K0 = 0 ml/l air, K1 = 5 ml/l air, K2 = 10 ml/l air, dan K3 = 15 ml/l air. Faktor kedua macam kultivar Kubis Bunga yang terdiri dari tiga taraf yaitu: V1 = Kultivar Snow White, V2 = Kultivar White Shot, dan V3 = Kultivar Best 50 Hibrida F1. Percobaan yang dilakukan terdapat kombinasi perlakuan sebanyak 12 dan masing-masing perlakuan diulang 3 kali, sehingga terdapat 36 satuan percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Kombinasi perlakuan konsentrasi pupuk organik cair terhadap tiga kultivar Kubis Bunga berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil Kubis Bunga. Hasil terbaik kombinasi perlakuan pupuk organik cair konsentrasi 15 ml/l air pada kultivar Best 50 Hibrida F1 menghasilkan kombinasi terbaik pada tinggi tanaman Kubis Bunga yaitu 51,53 cm dan jumlah daun sebanyak 22 helai. Sedangkan kombinasi perlakuan pupuk organik cair konsentrasi 15 ml/l air pada kultivar White Shot menghasilkan kombinasi terbaik pada diameter Kubis Bunga yaitu 25,33 cm dan bobot segar Kubis Bunga seberat 677,21 g. (2) Konsentrasi pupuk organik cair 15 ml/l air pada berbagai kultivar dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil Kubis Bunga, (3) Kultivar Best 50 Hibrida F1 memberikan respon yang baik pada tinggi dan jumlah daun kembang kol, sedangkan kultivar White Shot memberikan respon yang baik pada diameter dan bobot segar tanaman Kubis Bunga.","PeriodicalId":101830,"journal":{"name":"Agroswagati Jurnal Agronomi","volume":"99 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-02-19","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"133822393","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"PENGARUH PERENDAMAN PADA BERBAGAI KONSENTRASI LARUTAN GIBERELIN (GA3) TERHADAP PERKECAMBAHAN BENIH PALEM MERAH (Cyrtostachys renda)","authors":"Rani Fujianti, Wijaya Wijaya, Siti Wahyuni","doi":"10.33603/AGROSWAGATI.V6I2.1975","DOIUrl":"https://doi.org/10.33603/AGROSWAGATI.V6I2.1975","url":null,"abstract":"Percobaan dilaksanakan di Desa Klayan, Kabupaten Cirebon pada Bulan Juli sampai dengan Agustus 2014. Metode percobaan yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Percobaan terdiri dari 9 taraf perlakuan konsentrasi giberelin (GA3), yakni: 0 ppm, 25 ppm, 50 ppm, 75 ppm, 100 ppm, 125 ppm, 150 ppm, 175 ppm, dan 200 ppm. Masing-masing perlakuan diulang 3 kali. Hasil percobaan menunjukan, bahwa pemberian giberelin (GA3) memberikan pengaruh yang nyata terhadap persentase perkecambahan, keserempakan benih berkecambah, panjang plumula, panjang akar, dan bobot akar. Pemberian giberelin (GA3) dengan konsentrasi 150 ppm menghasilkan persentase perkecambahan hingga 21,33 % dan panjang plumula sebesar 0,97 cm. GA3 konsentrasi 125 ppm, menghasilkan keserempakan berkecambah sebesar 17,33 % pada umur 30 HSS. Panjang akar tertinggi dihasilkan oleh perlakuan tanpa GA3, yakni sepanjang 0,81 cm dengan bobot akar sebesar 0,13 gram.","PeriodicalId":101830,"journal":{"name":"Agroswagati Jurnal Agronomi","volume":"4 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-02-19","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"130037834","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KOMPOS PADA TIGA VARIETAS KEDELAI (Glycine max L. Merril) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN","authors":"E. Tadjudin, Umi Trisnaningsih, J. Subagja","doi":"10.33603/agroswagati.v6i2.1973","DOIUrl":"https://doi.org/10.33603/agroswagati.v6i2.1973","url":null,"abstract":"Penelitian bertujuan untuk mengetahui : (1) pengaruh pemberian pupuk kompos pada beberapa varietas kedelai terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai, (2) takaran pupuk kompos dan varietas kedelai yang berpengaruh baik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai, dan (3) Korelasi antara komponen pertumbuhan dengan hasil tanaman kedelai. Penelitian dilaksanakan di UPTD Balai Pengembangan Benih Palawija Desa Plumbon, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon, dari bulan April sampai dengan bulan Juli 2017. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen, dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Kombinasi perlakuan yang diuji di lapangan adalah : A (6.000 kg kompos/ha, varietas Grobogan), B (7.500 kg kompos/ha, varietas Grobogan), C (9.000 kg kompos/ha, varietas Grobogan), D (6.000 kg kompos, varietas Anjasmoro), E (7.500 kg kompos, varietas Anjasmoro), F (9.000 kg kompos, varietas Anjasmoro), G (6.000 kg kompos, varietas Devon 1), H (7.500 kg kompos, varietas Devon 1), dan I (9.000 kg kompos, varietas Devon 1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) terdapat pengaruh yang nyata antara kombinasi takaran pupuk kompos dan tiga varietas kedelai, (2) kombinasi pupuk kompos takaran 7.500 kg/ha memberikan bobot biji kering per petak tertinggi pada tanaman kedelai varietas Grobogan dan Anjasmoro yaitu 3,22 kg/petak atau setara dengan 2,15 ton/ha dan 3,25 kg/petak atau setara dengan 2,17 ton/ha, dan (3) terdapat korelasi yang nyata antara tinggi tanaman umur 21 HST dan volume akar umur 21 HST dengan bobot biji kering per petak.","PeriodicalId":101830,"journal":{"name":"Agroswagati Jurnal Agronomi","volume":"27 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-02-19","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"116655007","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"PENGARUH KOMBINASI TAKARAN DAN JENIS PUPUK KANDANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAYAM (Amaranthus tricolor L.)","authors":"N. Septiyanti","doi":"10.33603/agroswagati.v6i2.1976","DOIUrl":"https://doi.org/10.33603/agroswagati.v6i2.1976","url":null,"abstract":"Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi takaran dan jenis pupuk kandang terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bayam (Amaranthus tricolor L.) dan juga untuk mengetahui pada kombinasi takaran dan jenis pupuk kandang yang dapat memberikan pertumbuhan dan hasil yang tinggi bagi tanaman bayam (Amaranthus tricolor L.). Percobaan dilaksanakan di SMK Negeri 5 Kuningan, Desa Ciawilor, Kecamatan Ciawi Gebang, Kabupaten Kuningan, ketinggian tempat 450 m di atas permukaan laut (dpl) dengan suhu 20°C – 30°C, dan pH tanah 6,7. Metode penelitian yang digunakan adalah metode percobaan dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 9 kombinasi perlakuan. Perlakuan takaran pupuk kandang terdiri dari 3 taraf, yaitu 5 ton/ha, 10 ton/ha dan 15 ton/ha. Pupuk kandang yang digunakan adalah pupuk kandang ayam, pupuk kandang kambing dan pupuk kandang sapi. Masing-masing perlakuan diulang 3 kali, sehingga terdapat 27 petak percobaan. Kombinasi takaran dan jenis pupuk kandang memberikan pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bayam. Pada pertumbuhan memberikan pengaruh yang nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun pada umur 14, 21 dan 28 HST serta diameter batang pada umur 21 dan 28 HST. Pada hasil tanaman bayam memberikan pengaruh yang nyata terhadap bobot segar per tanaman dan bobot segar per petak. Bobot segar per petak yang paling baik diperoleh pada perlakuan pupuk kandang ayam dan pupuk kandang sapi dengan takaran 10 ton/ha dan 15 ton/ha. Pada perlakuan 15 ton/ha pupuk kandang ayam menghasilkan bobot segar per petak 3,91 kg atau setara dengan 19,55 ton/ha.","PeriodicalId":101830,"journal":{"name":"Agroswagati Jurnal Agronomi","volume":"8 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-02-19","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"132999843","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"PENGARUHKONSENTRASI MIKROORGANISME EFEKTIF (EM4) DAN TAKARAN KOMPOS TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT MAHONI ( Swietenia macrophylla )","authors":"R. Eviyati, R. Dede","doi":"10.33603/agroswagati.v6i2.1978","DOIUrl":"https://doi.org/10.33603/agroswagati.v6i2.1978","url":null,"abstract":"Percobaan dilaksanakan di persemaian kelompok tani penghijauan Mulia Jaya Desa Sukadana, kecamatan Pabuaran Kabupaten Cirebon. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh interaksi antara konsentrasi mikroorganisme efektif (EM4) dan takaran kompos terhadap pertumbuhan bibit mahoni. Percobaan ini menggunakan rancangan Acak Kelompok Pola faktorial terdiri dari dua faktor perlakuan yaitu faktor Mikroorganisme Efektif (EM4) dan kompos dan diulang tiga kali. Faktor pertama konsentrasi EM4 (M) terdiri tiga taraf yaitu m1 (20 ml EM4/l air), m2 (30 ml EM4/l air), dan m3 (40 ml EM4/ l air), faktor kedua yaitu takaran kompos (K) terdiri dari tiga traf yaitu k1 (200 gram/polibag), k2 (300 gram/polibag) dan k3 (400 gram/polibag). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara konsentrasi EM4 dan takaran kompos terhadap bobot segar bibit mahoni. Secara mandiri konsentrasi EM4 dan takaran kompos berpengaruh terhadap tinggi bibit, jumlah daun dan diameter batang bibit mahoni. Konsentrasi EM4 30 ml/ l air dengan takaran kompos 300 gram/polibag memberikan pengaruh terbaik terhadap bobot segar bibit mahoni yaitu 1.10 kg.","PeriodicalId":101830,"journal":{"name":"Agroswagati Jurnal Agronomi","volume":"44 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-02-19","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"121868277","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"PENGARUH KONSENTRASI GIBERELIN DAN WAKTU PERENDAMAN BENIH TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG HIJAU (Vigna radiata L.)","authors":"Lilih Salmah","doi":"10.33603/agroswagati.v6i1.1947","DOIUrl":"https://doi.org/10.33603/agroswagati.v6i1.1947","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) pengaruh interaksi konsentrasi giberelin dan waktu perendaman benih terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau (Vigna radiata), (2) perlakuan konsentrasi giberelin dan waktu perendaman benih mana yang mempunyai pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau (Vigna radiata), dan (3) korelasi antara komponen pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau (Vigna radiata). Penelitian dilaksanakan di di lahan SMKN 1 Susukan Desa Kedongdong Kecamatan Susukan Kabupaten Cirebon, dari bulan April sampai dengan bulan Juli 2016. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK), pola faktorial. Penelitian terdiri dari dua faktor perlakuan, yaitu konsentrasi giberelin dan waktu perendaman benih yang diulang 3 kali. Faktor pertama yaitu waktu perendaman benih (G) terdiri dari tiga taraf yaitu : G1 (2 jam), G2 (4 jam), dan G3 (6 jam). Faktor kedua yaitu konsentrasi giberelin (R) terdiri dari empat taraf yaitu : R1 (0 ppm), R2 (5 ppm), R3 (10 ppm), dan R4 (15 ppm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) terdapat pengaruh interaksi antara konsentrasi giberelin dan waktu perendaman benih terhadap daya kecambah umur 3 dan 5 HST, jumlah polong total per tanaman, jumlah biji per tanaman, bobot biji kering per tanaman dan petak, dan bobot 100 butir biji kering, (2) perlakuan giberelin dengan konsentrasi 10 ppm dan 4 jam perendaman benih menunjukkan pengaruh terbaik terhadap bobot biji kering per petak yang menghasilkan 1,54 kg/petak atau setara dengan 2,05 ton/ha, dan (3) terdapat korelasi yang nyata antara jumlah cabang per tanaman umur 35 HST dan jumlah daun per tanaman umur 35 HST dengan bobot biji kering per petak.","PeriodicalId":101830,"journal":{"name":"Agroswagati Jurnal Agronomi","volume":"10 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-02-11","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"124959995","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"PENGARUH PEMANGKASAN PUCUK DAN PUPUK NITROGEN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI (Glicyne Max. L., Merril) VARIETAS ANJASMORO","authors":"Sumiyanah Sumiyanah, Iman Sunkawa","doi":"10.33603/agroswagati.v6i1.1950","DOIUrl":"https://doi.org/10.33603/agroswagati.v6i1.1950","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pengaruh pemangkasan pucuk dan pupuk nitrogen terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai (Glycine Max. L., Merril.) Varietas Anjasmoro, (2) panjang pemangkasan pucuk dan dosis pupuk nitrogen yang paling baik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai (Glycine Max. L., Merril.) Varietas Anjasmoro dan (3) korelasi antara komponen pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai (Glycine Max. L., Merril.) Varietas Anjasmoro. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Balai Pengembangan Benih Palawija Desa Plumbon Kecamatan Plumbon Kabupaten Cirebon, dari bulan April sampai dengan bulan Juli 2017. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Rancangan percobaan yang digunakan adalah RAK. Penelitian terdiri dari dua faktor perlakuan, yaitu panjang pemangkasan pucuk dan dosis pupuk nitrogen yang diulang 3 kali. Faktor pertama yaitu panjang pemangkasan pucuk (P) terdiri dari tiga taraf yaitu: P1 (tanpa pemangkasan), P2 (pemangkasan satu ruas dari atas), dan P3 (pemangkasan 2 ruas dari atas). Faktor kedua yaitu dosis pupuk nitrogen (N) yang terdiri dari tiga taraf yaitu: N1 (Urea 50 kg/ha), N2 (Urea 100 kg/ha), dan N3 (Urea 150 kg/ha). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terdapat interaksi antara pemangkasan pucuk dan pupuk nitrogen pada parameter bobot bintil akar umur 35 HST dan bobot biji kering per petak. Perlakuan pemangkasan pucuk berpengaruh nyata secara mandiri terhadap tinggi tanaman umur 30, 37, dan 44 HST, jumlah daun trifoleat umur 30, 37, dan 44 HST, jumlah cabang umur 35, 42, dan 49 HST, jumlah cabang produktif, jumlah bunga umur 37 HST, bobot polong per rumpun dan bobot polong per petak. Sedangkan perlakuan pupuk nitrogen secara mandiri berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman umur 30, 37, dan 44 HST, jumlah daun trifoleat umur 37, dan 44 HST, volume akar umur 35 HST, (2) Perlakuan pemangkasan pucuk dan pupuk nitrogen menunjukkan interaksi yang nyata terhadap bobot biji kering per petak. Interaksi pertama ditunjukkan oleh perlakuan tanpa pemangkasan (P1) dan pemberian dosis pupuk nitrogen 100 kg urea/ha (N2) dengan produksi 2.074,59 gram atau setara dengan 2,77 ton/ha, interaksi kedua ditunjukkan oleh perlakuan pemangkasan pucuk satu ruas dari atas (P2) dan pemberian dosis pupuk nitrogen 150 kg urea/ha (N3) dengan produksi 2.020,29 gram atau setara dengan 2,69 ton/ha, dan interaksi ketiga yang merupakan interaksi tertinggi ditunjukkan oleh perlakuan pemangkasan pucuk dua ruas dari atas (P3) dan pemberian dosis pupuk nitrogen 100 kg urea/ha (N2) dengan produksi 2.116,04 gram atau setara dengan 2,82 ton/ha. Konversi ke tonase dengan asumsi luas lahan produksi efektif 80%, dan (3) Tidak terdapat korelasi secara nyata antara tinggi tanaman, jumlah daun trifoleat, jumlah cabang, jumlah cabang produktif, jumlah bunga, volume akar, bobot bintil akar, dan jumlah bintil akar dengan bobot biji kering per petak.","PeriodicalId":101830,"journal":{"name":"Agroswagati Jurnal Agronomi","volume":"37 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-02-11","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"124269378","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"PENGARUH JARAK TANAM DAN PEMOTONGAN UMBI BIBIT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH (Allium Ascalonicum L.) VARIETAS BIMA BREBES","authors":"Tanti Palupi, Alfandi Alfandi","doi":"10.33603/AGROSWAGATI.V6I1.1949","DOIUrl":"https://doi.org/10.33603/AGROSWAGATI.V6I1.1949","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pengaruh jarak tanam dan pemotongan umbi biji terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah (Allium ascalonicum L.) varietas Bima Brebes, (2) pada jarak tanam dan pemotongan umbi biji berapa banyak bawang merah pertumbuhan dan hasil panen diperoleh varietas merah (Allium ascalonicum L.) Bima Brebes tertinggi (3) korelasi antara komponen pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L.) varietas Bima Brebes. Percobaan dilakukan dari Maret hingga Juni 2017 di Desa Kersana, Kecamatan Kersana, Kabupaten Brebes, yang terletak di ketinggian 11 mdpl, tipe tanah aluvial dengan pH 6,7 dan tekstur tanah liat berpasir.Eksperimen ini menggunakan pola Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial, yang terdiri dari 9 kombinasi jarak dan pemotongan umbi benih, masing-masing diulang tiga kali, sehingga terdapat 27 plot percobaan. Kombinasi perlakuan yang diuji adalah: A (10 cm x 20 cm, tanpa memotong umbi benih), B (10 cm x 20 cm, ¼ bagian), C (10 cm x 20 cm, ⅓ bagian), D (15 cm x 20 cm, tanpa memotong), E (15 cm x 20 cm, ¼ bagian), F (15 cm x 20 cm, ⅓ bagian), G (20 cm x 20 cm, tanpa memotong), H (20 cm x 20 cm , ¼ bagian), I (20 cm x 20 cm, ⅓ bagian).Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Ada pengaruh perlakuan yang signifikan terhadap kombinasi jarak dan pemotongan umbi bibit terhadap jumlah daun berumur 15 dan 25 HST, jumlah anakan per rumpun umur 15 HST dan berat umbi kering per merencanakan. (2) Perlakuan C (jarak tanam 10 cm x 20 cm dan pemotongan umbi benih)) memberikan hasil 3,98 kg atau setara dengan 13,27 ton / ha. Perlakuan E (jarak tanam 15 cm x 20 cm dan pemotongan tub bagian biji) memberikan hasil terbaik dengan bobot umbi kering tertinggi per plot, yaitu 4,04 kg atau setara dengan 13,47 ton / ha. (3) Ada korelasi yang signifikan antara jumlah daun per rumpun dengan berat umbi kering per plot berusia 25 HST dan 35 HST, LPT (Laju Pertumbuhan Tanaman) untuk usia 15 hingga 25 HST dengan berat umbi kering per plot.","PeriodicalId":101830,"journal":{"name":"Agroswagati Jurnal Agronomi","volume":"290 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-02-11","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"115907184","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"PENGARUH KOMPOSISI DEDAK BEKATUL DAN KONSENTRASI AIR KELAPA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAMUR TIRAM PUTIH (Pleurotus ostreatus)","authors":"Minhatul Maula, Wijaya Wijaya, Subandi Nur","doi":"10.33603/AGROSWAGATI.V6I1.1946","DOIUrl":"https://doi.org/10.33603/AGROSWAGATI.V6I1.1946","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi dedak bekatul dan konsentrasi air kelapa terhadap pertumbuhan dan hasil Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus). Percobaan dilaksanakan di Desa Karangwangi Kecamatan Depok Cirebon – Jawa Barat dari bulan Mei sampai Juli 2013.Metode percobaan yang digunakan adalah metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari kombinasi perlakuan komposisi dedak bekatul dan konsentrasi air kelapa yang diulang tiga kali. Kombinasi perlakuan tersebut adalah sebagai berikut : A (5% dedak bekatul dan 0% air kelapa), B (5% dedak bekatul dan 10% air kelapa), C (5% dedak bekatul dan 20% air kelapa), D (5% dedak bekatul dan 30% air kelapa), E (10% dedak bekatul dan 0% air kelapa), F (10% dedak bekatul dan 10% air kelapa), G (10% dedak bekatul dan 20% air kelapa), H (10% dedak bekatul dan 30% air kelapa), I (15% dedak bekatul dan 0% air kelapa), J (15% dedak bekatul dan 10% air kelapa), K (15% dedak bekatul dan 20% air kelapa), dan L (15% dedak bekatul dan 30% air kelapa).Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh nyata antara komposisi dedak bekatul dan konsentrasi air kelapa terhadap kedalaman miselium umur 7 dan 21 HSI, diameter tudung, jumlah badan buah per baglog dan bobot jamur tiram putih per baglog. Namun tidak berpengaruh nyata pada pengamatan kedalaman miselium 14 HSI dan waktu muncul pin head. Hasil terbaik ditunjukkan dari perlakuan L yaitu takaran 15% dedak bekatul dan konsentrasi 30% air kelapa.","PeriodicalId":101830,"journal":{"name":"Agroswagati Jurnal Agronomi","volume":"100 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-02-11","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"132264198","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"PENGARUH PUPUK KANDANG DAN CENDAWAN MIKORIZA ARBUSKULAR TERHADAP PERTUMBUHAN, SERAPAN N DAN HASIL TANAMAN KUBIS BUNGA (Brassica oleracea var. botrytis L.)","authors":"A. Jaenudin, Nosa Sugesa","doi":"10.33603/AGROSWAGATI.V6I1.1948","DOIUrl":"https://doi.org/10.33603/AGROSWAGATI.V6I1.1948","url":null,"abstract":"Penelitian telah dilakukan untuk mengetahui pengaruh pupuk kandang dan jamur mikoriza arbuskular terhadap pertumbuhan, serapan N, dan hasil tanaman kembang kol (Brassica oleracea var. Botrytis L.). Penelitian dilaksanakan dari bulan Oktober hingga Desember 2016 di Desa Cisantana, Cigugur, Kuningan. Metode penelitian ini digunakan untuk metode eksperimen dengan menggunakan pola faktorial Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktor yaitu diulang tiga kali ulangan. Faktor pertama adalah pupuk kandang yang terdiri dari tiga dosis masing-masing 5.000, 10.000 dan 15.000 kg / ha. Faktor kedua adalah aplikasi jamur mikoriza arbuskular yang terdiri dari tiga taraf yaitu 0, 125 dan 250 kg / ha setara dengan 0, 5 dan 10 g / tanaman. Hasil penelitian menunjukkan interaksi antara pupuk kandang dan jamur mikoriza arbuskular terhadap pertumbuhan laju 15-30 HST periode tanaman, volume akar, serapan N dan hasil (berat kasar baru) tanaman kembang kol. Perlakuan pupuk kandang sebanyak 10.000 kg / ha dan 10 g / tanaman arbuskula mikoriza yang paling signifikan dan berpengaruh paling nyata terhadap pertumbuhan, serapan N, dan hasil tanaman kembang kol. Ada korelasi positif antara tinggi tanaman periode 30-40 HST, laju pertumbuhan tanaman, volume akar, serapan N dan diameter crud dengan hasil (berat crud segar) tanaman kembang kol (Brassica oleracea var. Botrytis L.).","PeriodicalId":101830,"journal":{"name":"Agroswagati Jurnal Agronomi","volume":"34 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-02-11","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"129400854","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}