A. Jaenudin, Tadjudin Surawinata, Maryuliyanna Maryuliyanna
{"title":"Pengaruh Kombinasi Kompos dan NPK (16:16:16) terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bunga Matahari (Hellianthus annuus L.)","authors":"A. Jaenudin, Tadjudin Surawinata, Maryuliyanna Maryuliyanna","doi":"10.33603/AGROSWAGATI.V4I2.1852","DOIUrl":"https://doi.org/10.33603/AGROSWAGATI.V4I2.1852","url":null,"abstract":"Lahan tambang merupakan lahan yang tergolong sulit untuk direhabilitasi, dan seringkali menimbulkan pengaruh negatif yang tidak kecil (Liang et al, 2009 dalam Suharno dan Sancayaningsih, 2013). Agar tanaman bunga matahari dapat tumbuh baik pada lahan bekas tambang, maka perlu diupayakan perbaikan kondisi fisik, kimia dan biologi tanahnya. Tahap awal dari upaya perbaikan kondisi fisik, kimia dan biologi tanah adalah konservasi top soil, pengelolaan sedimen, penataan lahan, penanaman tanaman perintis, (Zulkifli, 2014). Konservasi top soil dapat dilakukan dengan penambahan bahan organik. Kemudian . Penggunaan pupuk an-organik untuk kegiatan usahatani telah dianggap suatu keharusan. Hal ini berkaitan dengan penggunaan vareiatas unggul yang berpotensi hasil tinggi yang memerlukan hara tanah yang cukup (Abdulrachman et. al., 2008). Maka dipandang perlu untuk dilakukan percobaan mengenai peningkatan produksi tanaman bunga matahari di lahan bekas tambang dengan pengaturan takaran pupuk NPK dan penambahan kompos yang berbeda. Hal ini diharapkan dapat memperbaiki sifat tanah bekas tambang semen serta meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman bunga matahari (Helianthus annuus L.).Tujuan dari penelitian ini yaitu: 1) untuk mengetahui adanya pengaruh interaksi antara perlakuan pemberian kompos dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bunga matahari (Helianthus annuus L.) dan 2) untuk mengetahui takaran kompos dan pupuk NPK yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bunga matahari (Helianthus annuus L.).Hasil dari penelitian adalah: (1) terdapat pengaruh interaksi antara perlakuan pemberian kompos dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan tanaman bunga matahari (Helianthus annuus L.) yaitu pada pengamatan volume akar dan tinggi tanaman umur 35 HST; da (2) pada takaran 30 ton/ha kompos dan 400 kg/ha pupuk NPK memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bunga matahari (Helianthus annuus L.).","PeriodicalId":101830,"journal":{"name":"Agroswagati Jurnal Agronomi","volume":"8 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2016-09-10","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"128576191","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Pengaruh Konsentrasi Pupuk Organik Cair Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Buncis (Phaseolus vulgaris L.) Kultivar Pasira Dan Lebat-3","authors":"A. Harijanto, Dudung Abd, Ipan Kurniawan","doi":"10.33603/agroswagati.v4i2.1856","DOIUrl":"https://doi.org/10.33603/agroswagati.v4i2.1856","url":null,"abstract":"Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan konsentrasi pupuk organik cair terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman buncis (Phaseolus vulgaris L.) Kultivar Pasira dan Lebat-3. Percobaan dilaksanakan di lahan sawah UPT BP3K Jalaksana, Desa Manislor, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan. Lokasi penelitian memiliki Jenis tanah lempung berliat, pH 5,88 (agak masam), suhu 220C – 260C, ketinggian 600 m dpl (di atas permukaan laut), kelembaban udara 60 % dan curah hujan 2030 mm/tahun. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2013 sampai dengan Agustus 2013. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor perlakuan adalah konsentrasi pupuk organik cair yang terdiri dari 5 taraf terhadap dua kultivar tanaman buncis, yaitu : 0 ml/l, 1 ml/l, 2 ml/l, 3 ml/l, dan 4 ml/l.Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah daun per rumpun, jumlah polong per rumpun, panjang polong, bobot polong per rumpun dan bobot polong per petak. Hasil penelitian menunjukan bahwa kombinasi perlakuan pupuk organik cair dan kultivar buncis berpengaruh terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun per rumpun (30 HST, 35 HST dan 45 HST), jumlah polong, bobot polong per rumpun dan bobot polong per petak.Pada kultivar Pasira, pemberian pupuk organik cair dengan konsentrasi 2 ml/l menghasilkan tinggi tanaman tertinggi yaitu 214,2 cm pada umur 35 HST, 236,33 cm pada umur 40 HST, dan 237,27 cm pada umur 45 HST, serta bobot polong per petak 3,22 kg/petak yang setara dengan 8,59 ton/ha. Sedangkan pada kultivar Lebat-3, pemberian pupuk organik cair dengan konsentrasi 2 ml/l menghasilkan tinggi tanaman tertinggi yaitu 225,73 cm pada umur 35 HST, 253,93 cm pada umur 40 HST dan 254,53 cm pada umur 45 HST, serta bobot polong per petak 3,94 kg/petak yang setara dengan 10,51 ton/ha.Terdapat korelasi antara tinggi tanaman umur 35 HST, dengan bobot polong buncis per petak dan tidak terdapat korelasi antara jumlah daun dengan bobot polong buncis per petak pada Kultivar Pasira. Sedangkan pada Kultivar Lebat-3, terdapat korelasi antara tinggi tanaman umur 35 HST, 40 HST, dan 45 HST dengan bobot polong buncis per petak dan terdapat korelasi antara jumlah daun umur 35 HST dengan bobot polong buncis per petak.","PeriodicalId":101830,"journal":{"name":"Agroswagati Jurnal Agronomi","volume":"48 5","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2016-09-10","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"132535936","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Rochanda Wiradinata, Iman Sungkawa, Irhamudin Irhamudin
{"title":"Pengaruh Inokulasi Rhizobium Dan Pupuk Fosfat Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Kedelai (Glycine max (L) Merrill) Kultivar Argomulyo","authors":"Rochanda Wiradinata, Iman Sungkawa, Irhamudin Irhamudin","doi":"10.33603/AGROSWAGATI.V4I2.1855","DOIUrl":"https://doi.org/10.33603/AGROSWAGATI.V4I2.1855","url":null,"abstract":"Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Inokulasi Rhizobium dan Pupuk Fosfat Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kedelai (Glycine max L Merrill) Kultivar Argomulyo Percobaan dilaksanakan di lahan sawah Desa Panongan kecamatan Palimanan Kabupaten Cirebon. Lokasi penelitian memiliki jenis tanah lempung berliat, suhu udara berkisar antara 250C - 300C, kelembapan 80%, ketinggian 25 m dpl dan memiliki derajat kemasaman tanah (pH) 5,73 (agak masam). Curah hujan 2221,4 mm/tahun dan lama penyinaran matahari 12 jam/hari. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Februari 2014 sampai Mei 2014. Metode penelitian yang digunakan adalah metode percobaan dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial. Penelitian ini terdiri dari dua faktor. Faktor Inokulasi Rhizobium (R) terdiri dari 3 taraf yaitu : 0 g/kg benih, 5 g/kg benih, 10 g/kg benih dan Faktor takaran Pupuk Fosfat (P) terdiri dari 3 taraf yaitu : 75 kg/ha, 150 kg/ha, 225 kg/ha. Kombinasi perlakuan sebanyak 9 perlakuan yang diulang 3 kali, sehingga terdapat 27 satuan percobaan. Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah daun trifoliat per rumpun, jumlah bintil akar, volume akar, jumlah polong per rumpun, jumlah polong bernas per rumpun dan jumalah polong hampa per rumpun, bobot polong bernas, bobot polong hampa per rumpun, bobot biji kering per petak, bobot 100 butir biji kering. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perlakuan Pemberian Inokulasi Rhizobium 10 g/kg benih dan Pupuk Fosfat 150 kg/ha. menunjukkan pengaruh terbaik pada bobot biji kering per petak yang menghasilkan produksi 0,44 kg/petak setara dengan 1,10 ton/ha. Perlakuan pemberian Inokulasi Rhizobium dan Pupuk Fosfat mampu meningkatkan produksi tanaman kedelai (Glycine max L. Merrill). Kultivar Argomulyo.","PeriodicalId":101830,"journal":{"name":"Agroswagati Jurnal Agronomi","volume":"8 Suppl 1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2016-09-10","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"116934152","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Pengaruh Pengaturan Jarak Tanam Dan Umur Bibit Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Padi (Oryza sativa L.) Kultivar Mekongga","authors":"Alfandi Alfandi, Dukat Dukat, Elon Hermawan","doi":"10.33603/agroswagati.v4i2.1853","DOIUrl":"https://doi.org/10.33603/agroswagati.v4i2.1853","url":null,"abstract":"Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Jarak Tanam Dan Umur Bibit terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi ( Oryza sativa L. ) kultivar Mekongga. Percobaan dilaksanakan di Desa Padamatang Kecamatan Pasawahan Kabupaten Kuningan - Jawa Barat. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Mei sampai dengan bulan September 2013. Lokasi tersebut terletak pada ketinggian 293 m diatas permukaan laut (mdpl), jenis tanah asosiasi Latosol dan Regosol, termasuk tipe hujan C (agak basah).Metode percobaan yang digunakan yaitu menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial, perlakuan terdiri dari dua faktor yang diulang dua kali. Faktor yang pertama merupakan jarak tanam yang terdiri dari empat taraf yaitu legowo 2:1 sisipan, legowo 2:1 tanpa sisipan, tegel 25cm x 25cm, tegel 30cm x 30cm. Sedangkan faktor yang kedua adalah umur bibit yang terdiri dari empat taraf yaitu 10 HSS, 14 HSS, 18 HSS dan 22 HSS.Hasil Percobaan menunjukan kombinasi jarak tanam dan umur bibit berpengaruh terhadap jumlah anakan perrumpun dan jumlah malai perumpun, hasil terbaik diperoleh pada perlakuan jarak tanam legowo murni dan umur bibit 10, 14, 22 HSS, 25c x 25cm dan umur bibit 10 HSS, tegel 30cm x 30cm dan umur bibit 10, 14, 18, 22 HSS berpengaruh nyata terhadap jumlah anakan umur 35HST, 45HST dan jumlah malai perumpun. Tinggi tanaman, jumlah bulir permalai, panjang malai, bobot 1000 butir, bobot GKP dan bobot GKG tidak berbeda nyata pada perlakuan tersebut. Terdapat korelasi positif antara tinggi tanaman umur 25 HST, 35 HST dan 45 HST dengan bobot gabah kering panen. Rata – rata hasil 8,0 ton/ha gabah kering giling (GKG).","PeriodicalId":101830,"journal":{"name":"Agroswagati Jurnal Agronomi","volume":"24 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2016-09-10","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"124676046","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"PENGARUH INOKULASI CENDAWAN MIKORIZA ARBUSKULA DAN PEMBERIAN ROCK PHOSPHATE TERHADAP SERAPAN P, PERTUMBUHAN, DAN HASIL PADI (Oryza sativa L.) VARIETAS INPARI 19","authors":"Alfandi, A. Jaenudin, Y. Suryana","doi":"10.33603/AGROSWAGATI.V4I1.807","DOIUrl":"https://doi.org/10.33603/AGROSWAGATI.V4I1.807","url":null,"abstract":"This study aimed to determine: (1) the effect of interaction between Arbuscular Mycorrhizal Fungi inoculation and Rock Phosphate to P Uptake, growth, and yield rice plants (Oryza sativa L.) Varieties Inpari 19, (2) at a dose of Arbuscular Mycorrhizal Fungi and Rock Phosphate uptake P how much produce, growth, and yield the highest rice plants (Oryza sativa L.) Varieties Inpari 19, and (3) the correlation between growth and uptake variables P with rice plants (Oryza sativa L.) Varieties Inpari 19. The experiment was conducted in lowland Ciputih Block Manislor Villages Jalaksana District Kuningan Regency, from March through the month of July 2015. The method used in this study is the experimental method. The experimental design used was a randomized block design (RBD), factorial. The study consisted of two treatment factors, namely Arbuscular Mycorrhizal Fungi and Rock Phosphate were repeated 3 times. The first factor is Arbuscular Mycorrhizal Fungi (C) consists of three levels, namely: C1 (15 kg mycorrhizae), C2 (25 kg mycorrhizae), and C3 (35 kg mycorrhizae). The second factor is Rock Phosphate (R) consists of three levels, namely: R1 (210 kg of rock phosphate fertilizer), R2 (350 kg of rock phosphate fertilizer), and R3 (490 kg of rock phosphate fertilizer). The results showed that: (1) there in a interaction between Arbuscular Mycorrhizal Fungi inoculation and administration of Phosphate Rock to the number of tillers per hill 30 days after planting (DAP), P nutrient uptake, root volume, number of productive tillers, filled grain per panicle, and dry milled grain weight per plot, (2) 25 kg treatment Arbuscular Mycorrhizal Fungi and 350 kg of Rock Phosphate fertilizer showed the best effect on weight of dry milled grain per plot which 6.95 kg/plot or the equivalent of 9.27 tonnes/ha, and (3) there is a significant correlation between the volume of the roots with dry milled grain weight per plot.","PeriodicalId":101830,"journal":{"name":"Agroswagati Jurnal Agronomi","volume":"70 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2016-03-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"122312482","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"PENGARUH KOMBINASI JARAK TANAM, PUPUK TUNGGAL, SERTA PUPUK MAJEMUK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PADI (Oryza sativa L. ) VARIETAS INPARI 30","authors":"E. Tadjudin, Alfandi, Warti","doi":"10.33603/agroswagati.v4i1.808","DOIUrl":"https://doi.org/10.33603/agroswagati.v4i1.808","url":null,"abstract":"This study aimed to determine: (1) the effect of the combination of plant spacing, single fertilizer, and compound fertilizer on growth and yield of rice plants (Oryza sativa L.) Varieties Inpari 30, (2) at a spacing, single fertilizer, and compound fertilizer which one gives the best effect on the growth and yield of rice plants (Oryza sativa L.) Varieties Inpari 30, and (3) the correlation between growth and yield components of rice plants (Oryza sativa L.) Varieties Inpari 30. The experiment was conducted in Mekarsari Village Tukdana District Indramayu District, from March through the month of July 2015. The method used in this study is the experimental method. The experimental design used was a randomized block design (RBD). This experiment consisted of 9 combined treatment plant spacing, single fertilizer, and compound fertilizer, each repeated three times, so there are 27 experimental plots. The combination treatment was tested in the field are: A (spacing 25 cm x 25 cm, 100 kg Urea, SP-36 50 kg, NPK Phosnka 100 kg, and 250 kg of organic fertilizer), B (spacing 25 cm x 25 cm, 200 kg Urea, SP-36 100 kg, NPK Phosnka 200 kg, and 500 kg of organic fertilizer), C (spacing 25 cm x 25 cm, 300 kg Urea, SP-36 150 kg, NPK Phosnka 300 kg, and 750 kg of organic fertilizer), D (legowo spacing of 2:1, 100 kg Urea, SP-36 50 kg, NPK Phosnka 100 kg, and 250 kg of organic fertilizer), E (legowo spacing of 2:1, 200 kg Urea, SP-36 100 kg, NPK Phosnka 200 kg, and 500 kg of organic fertilizer), F (legowo spacing of 2:1, 300 kg Urea, SP-36 150 kg, NPK Phosnka 300 kg, and 750 kg of organic fertilizer), G (spacing 40 cm x 40 cm, 100 kg Urea, SP-36 50 kg, NPK Phosnka 100 kg, and 250 kg of organic fertilizer), H (spacing 40 cm x 40 cm, 200 kg Urea, SP-36 100 kg, NPK Phosnka 200 kg, and 500 kg of organic fertilizer), and I (spacing 40 cm x 40 cm, 300 kg Urea, SP-36 150 kg, NPK Phosnka 300 kg, and 750 kg of organic fertilizer).The results showed that: (1) there are real influence among combinations of plant spacing, single fertilizer, an d compound fertilizer on parameters of high average plants age of 52 days after planting (DAP), number of tillers per hill age of 38, 45, and 52 DAP, root volume age of 38 and 52 DAP, Leaf Area Index, the Rate of Plant Growth aged 38-45 DAP, the number of panicles per unit area, the number of filled grain per panicle, grain weight per panicle and dry harvested per plot, and the weight of dry milled grain per plot, (2) dry milled grain weight per plot the best there is on the teratment combination sapcing 40 cm x 40 cm, 200 kg urea. SP-36 100 kg, NPK Phonska 200 kg, and 500 kg of organic fertilizer which produces 7.76 kg/plot or the equivalent 4.14 tonnes/ha. In addition to the weight of dry milled grain per plot also contained on the best treatment combination spacing 40 cm x 40 cm, 300 kg Urea, SP-36 150 kg, NPK Phosnka 300 kg, and 750 kg of organic fertilizer which produces 7.90 kg/plot or the equivalent 4.21 tonnes/ha, and (3) a sig","PeriodicalId":101830,"journal":{"name":"Agroswagati Jurnal Agronomi","volume":"48 4 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2016-03-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"124389184","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"PENGARUH KOMBINASI JARAK TANAM DAN JENIS PUPUK KANDANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) KULTUVAR BISMA","authors":"E. Tadjudin, A. Jaenudin, Heni Juniyanti","doi":"10.33603/agroswagati.v4i1.805","DOIUrl":"https://doi.org/10.33603/agroswagati.v4i1.805","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) pengaruh kombinasi antara perlakuan jarak tanam dan jenis pupuk kandang terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung (Zea mays L.) Kultivar Bisma, (2) perlakuan kombinasi antara perlakuan jarak tanam dan jenis pupuk kandang terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung (Zea mays L.) Kultivar Bisma, dan (3) korelasi antara komponen pertumbuhan dan hasil tanaman jagung (Zea mays L.) Kultivar Bisma. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Balai Benih Palawija Kecamatan Plumbon Kabupaten Cirebon, dari bulan Maret sampai dengan bulan Juni 2015.Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK). Percobaan ini terdiri dari 12 kombinasi jarak tanam dan jenis pupuk kandang yang masing-masing diulang tiga kali, sehingga terdapat 36 petak percobaan. Kombinasi perlakuan yang diuji di lapangan adalah : A (jarak tanam 40 cm x 20 cm dan pupuk kandang ayam 10 ton/ha), B (jarak tanam 40 cm x 20 cm dan pupuk kandang kambing 10 ton/ha), C (jarak tanam 40 cm x 20 cm dan pupuk kandang sapi 10 ton/ha), D (jarak tanam 55 cm x 20 cm dan pupuk kandang ayam 10 ton/ha), E (jarak tanam 55 cm x 20 cm dan pupuk kandang kambing 10 ton/ha), F (jarak tanam 55 cm x 20 cm dan pupuk kandang sapi 10 ton/ha), G (jarak tanam 70 cm x 20 cm dan pupuk kandang ayam 10 ton/ha), H (jarak tanam 70 cm x 20 cm dan pupuk kandang kambing 10 ton/ha), I (jarak tanam 70 cm x 20 cm dan pupuk kandang sapi 10 ton/ha), J (jarak tanam 85 cm x 20 cm dan pupuk kandang ayam 10 ton/ha), K (jarak tanam 85 cm x 20 cm dan pupuk kandang kambing 10 ton/ha), dan L (jarak tanam 85 cm x 20 cm dan pupuk kandang sapi 10 ton/ha).Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) terdapat pengaruh yang nyata dari perlakuan kombinasi jarak tanam dan jenis pupuk kandang terhadap tinggi tanaman umur 28, 35, dan 42 HST, diameter batang umur 28 dan 35 HST, jumlah daun per tanaman umur diameter tongkol segar, jumlah tongkol segar per petak, bobot tongkol segar per tanaman, bobot 100 butir biji kering, dan bobot biji kering per tanaman dan per petak, (2) bobot biji kering per petak terbaik terdapat pada perlakuan jarak tanam 70 cm x 20 cm dan pupuk kandang ayam 10 ton/ha yaitu 3,49 kg/petak setara dengan 3,49 ton/ha, dan (3) korelasi yang nyata tinggi tanaman umur 28 dan 42 HST, diameter batang umur 28 dan 35 HST, jumlah daun umur 28, 35, dan 42 HST, volume akar umur 28 dan 42 HST, dan Laju Pertumbuhan Tanaman umur 28-35 HST dengan bobot biji kering per petak.","PeriodicalId":101830,"journal":{"name":"Agroswagati Jurnal Agronomi","volume":"60 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2016-03-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"132661118","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
E. Tadjudin, Alfandi, Diah Ekawati Sulihalialevi Yafenka
{"title":"PENGARUH PUPUK PELENGKAP CAIR, PUPUK UREA DAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PADI (Oryza sativa L.) VARIETAS CIHERANG","authors":"E. Tadjudin, Alfandi, Diah Ekawati Sulihalialevi Yafenka","doi":"10.33603/AGROSWAGATI.V4I1.804","DOIUrl":"https://doi.org/10.33603/AGROSWAGATI.V4I1.804","url":null,"abstract":"This study aims to determine: (1) the effect of Complementary Liquid Fertilizer, Urea and NPK on the growth and yield of rice (Oryza sativa L.) Ciherang varieties, (2) the influence of Complementary Liquid Fertilizer, Urea and NPK the most good for growth and yield of rice (Oryza sativa L.) Ciherang varieties, and (3) the correlation between the components of the growth and yield of rice (Oryza sativa L.) Ciherang varieties. The experiment was conducted Kecomberan Villages Talun District Cirebon Regency, from May through the month of August 2015. The method used in this study is the experimental method. The experimental design used a randomized block design (RBD), factorial. The study consisted of two treatment factors were repeated 3 times. The first factor, concentration of complementary liquid fetilizer consists of three levels, namely: K1 (1 cc/Liter per plot), K2 (2 cc/Liter per plot), and K3 (3 cc/Liter per plot). The second factor is dose fertilizer (P) consists of three levels, namely: P1 (Urea 200 kg/ha, NPK 150 kg/ha), P2 (Urea 250 kg/ha, NPK 200 kg/ha), and P3 (Urea 300 kg/ha, NPK 250 kg/ha).","PeriodicalId":101830,"journal":{"name":"Agroswagati Jurnal Agronomi","volume":"20 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2016-03-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"129961034","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"PENGARUH KOMBINASI DOSIS PUPUK NITROGEN DAN KOMPOS JERAMI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) KULTIVAR BISMA","authors":"A. Jaenudin, Umi Trisnaningsih, Y. Rohayati","doi":"10.33603/agroswagati.v4i1.803","DOIUrl":"https://doi.org/10.33603/agroswagati.v4i1.803","url":null,"abstract":"This research aimed to determine: (1) the effect of a combination dose of nitrogen fertilizer and straw compost on growth and yield of corn (Zea mays L.) cultivars Bisma and (2) dose combination of nitrogen fertilizer and straw compost that gives the best results on the growth and yield of corn (Zea mays L.) cultivars Bisma. The experiment was conducted in UPTD Balai Pengembangan Benih Palawija (BPBP) at Plumbon Cirebon Jawa Barat, from March through the month of June 2015. The method used in this research was the experimental method. The experimental design used was a randomized block design (RBD). This experiment consisted of 9 combined treatment nitrogen fertilizer and straw compost, each repeated three times, so there are 27 experimental plots. The combination treatment was tested in the field are: A (50 kg urea/ha and straw compost 10 tons/ha), B (50 kg urea/ha and straw compost 15 tons/ha), C (50 kg urea/ha and straw compost 20 tons/ha), D (100 kg urea/ha and straw compost 10 tons/ha), E (100 kg urea/ha and straw compost 15 tons/ha), F (100 kg urea/ha and straw compost 20 tons/ha), G (150 kg urea/ha and straw compost 10 tons/ha), H (150 kg urea/ha and straw compost 15 tons/ha), and I (150 kg urea/ha and straw compost 20 tons/ha). The results of research showed that: (1) there are significantly effect between dose combination of nitrogen fertilizer and straw compost on plant height age of 28, 35, and 42 Days After Planting (DAP), number of leaves per plant age of 35 and 42 DAP, stem diameter age of 35 and 42 DAP , Shoot Root Ratio (SSR) age of 28, 35, and 42 DAP, N uptake, Leaf Area Index, weight without husk the best cobs per plant and per plot , and weight dry shelled per plant and per plot and (2) dry shelled weight per plot gave by the combination treatment of nitrogen fertilizer 150 kg/ha and straw compost 20 tons/ha which produces 4.66 kg/plot or the equivalent of 5.92 tons/ha, assuming 80 % effective land.","PeriodicalId":101830,"journal":{"name":"Agroswagati Jurnal Agronomi","volume":"128 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2016-03-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"133493906","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Pengaruh Perlakuan Lama Uap Panas dan Tingkat Kematangan Buah terhadap Mutu Fisik dan Kimia Mangga Gedong Gincu (Mangifera indica L.) Dalam Penyimpanan","authors":"Mohamad Ropai, Rochanda Wiradinata, Tetty Suciaty","doi":"10.33603/agroswagati.v1i1.784","DOIUrl":"https://doi.org/10.33603/agroswagati.v1i1.784","url":null,"abstract":"Masalah yang membatasi perdagangan internasional buah mangga adalah selain daya simpannya yang relatif singkat juga karena besarnya variasi tingkat kematangan sehingga mutunya tidak seragam. Ketidakseragaman buah mangga sering terjadi karena kurangnya kendali dalam proses penanganan pascapanen.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) pengaruh interaksi antara perlakuan lama uap panas dan tingkat kematangan buah terhadap mutu fisik dan kimia mangga gedong gincu, dan (2) perlakuan lama uap panas dan tingkat kematangan buah yang mempunyai pengaruh terbaik terhadap mutu fisik dan kimia mangga gedong gincu. Penelitian dilaksanakan di Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBOPT) Jatisari Karawang, dari bulan Oktober sampai dengan bulan Nopember 2011.Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL), pola faktorial. Penelitian terdiri dari dua faktor perlakuan, yaitu lama uap panas dan tingkat kematangan buah yang diulang 3 kali. Faktor pertama yaitu lama uap panas (S) terdiri dari empat taraf perlakuan yaitu : s0 (0 menit), s1 (10 menit), s2 (20 menit), dan s3 (30 menit). Faktor kedua yaitu tingkat kematangan buah (T) terdiri dari tiga taraf yaitu : t1 (75% atau umur 100 hsbm), t2 (85% atau umur 108 hsbm), dan t3 (95% atau umur 116 hsbm).Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) terjadi interaksi antara perlakuan lama uap panas dan tingkat kematangan terhadap kadar Vitamin C dan lama simpan. Perlakuan lama uap panas dan tingkat kematangan secara mandiri berpengaruh nyata terhadap kekerasan dan total padatan terlarut, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap warna buah mangga gedong gincu. dan (2) perlakuan lama uap panas 20 menit pada tingkat kematangan 95% memberikan pengaruh baik terhadap kadar vitamin C buah mangga gedong gincu tertinggi yaitu sebesar 17,27 mg dan perlakuan lama uap panas 20 menit pada tingkat kematangan 75% memberikan lama simpan buah mangga gedong gincu yang lama yaitu sebesar 21,21 hari (21 hari 5 jam).","PeriodicalId":101830,"journal":{"name":"Agroswagati Jurnal Agronomi","volume":"65 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2013-03-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"114358457","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}