Sajaratun: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah最新文献

筛选
英文 中文
RITUAL REKA WUUN DI DESA RIANGKEMIE KECAMATAN ILE MANDIRI KABUPATEN FLORES TIMUR Ritual reka wuun di desa riangkemie kecamatan ile mandiri kabupaten flores timur
Sajaratun: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Pub Date : 2024-03-20 DOI: 10.37478/sajaratun.v7i1.1960
Fransiskus Bala Molan, Thomas Geba, Y. Y. W. Kean
{"title":"RITUAL REKA WUUN DI DESA RIANGKEMIE KECAMATAN ILE MANDIRI KABUPATEN FLORES TIMUR","authors":"Fransiskus Bala Molan, Thomas Geba, Y. Y. W. Kean","doi":"10.37478/sajaratun.v7i1.1960","DOIUrl":"https://doi.org/10.37478/sajaratun.v7i1.1960","url":null,"abstract":"Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana proses pelaksanaan Ritual Reka Wu’un ? dan apa fungsi sosial Reka Wu’un ?. Teori Yang Digunakan Dalam Penelitian Ini Adalah Teori fungsional struktural yang digagaskan oleh Emile Durkheim. Tujuan yang mau dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pelaksanaan ritual Reka Wu’un di Desa Riangkemie Kecamatan Ile Mandiri Kabupaten Flores Timur. Metode penelitian ini adalah kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data berupa, reduksi data, pemaparan data, penarikan kesimpulan. Berdasarkan data hasil penelitian dilapangan, dapat ditarik kesimpulan ritual adat Reka Wu’un merupakan ritual syukuran hasil panen yang dilaksanakan oleh sub suku Wolan dan Welan setiap tahun.","PeriodicalId":517507,"journal":{"name":"Sajaratun: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah","volume":" 10","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-03-20","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140388419","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
WURUMANA SEBAGAI REPRESENTASI KEARIFAN LOKAL SUKU LIO DALAM UPACARA PERKAWINAN DI DESA MA’UBASA TIMUR KECAMATAN NDORI KABUPATEN ENDE WURUMANA 作为利奥地方智慧的代表出现在恩多里县恩多里分区 Ma'ubasa Timur 村的结婚仪式上
Sajaratun: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Pub Date : 2024-03-20 DOI: 10.37478/sajaratun.v7i2.2430
Umriyah Handayani Muamalyah, Hasti Sulaiman, Josef Kusi
{"title":"WURUMANA SEBAGAI REPRESENTASI KEARIFAN LOKAL SUKU LIO DALAM UPACARA PERKAWINAN DI DESA MA’UBASA TIMUR KECAMATAN NDORI KABUPATEN ENDE","authors":"Umriyah Handayani Muamalyah, Hasti Sulaiman, Josef Kusi","doi":"10.37478/sajaratun.v7i2.2430","DOIUrl":"https://doi.org/10.37478/sajaratun.v7i2.2430","url":null,"abstract":"Permasalahan yang diangkat peneliti adalah Bagaimana proses pelaksanaan Wurumana sebagai representasi kearifan lokal Suku Lio dalam upacara perkawinan di Desa Ma’ubasa Timur Kecamatan Ndori Kabupaten Ende? Mengapa Wurumana sebagai representasi kearifan lokal suku Lio dalam upacara perkawinan di Desa Ma’ubasa Timur Kecamatan Ndori Kabupaten Ende?. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Pendekatannya deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan:pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penyimpulan dan penarik kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses pelaksanaan Wurumana ada 7 tahap yaitu (1) Pai Kunu (undang keluarga), (2) Deki Wurumana (penyampaian Wurumana), (3) Bou Mondo (kumpul keluaga), (4) Nelu Nika (penetapan hari perkawinan), (5) Akad nikah, (6)  Mbana Tu (mengantar kedua mempelai dari rumah perempuan ke rumah laki-laki), (7) Tu Regu No’o Pata (mengantar beras, sarung, dan baju Ende Lio). Wurumana sebagai representasi kearifan lokal suku Lio dalam upacara perkawinan karena merupakan warisan nenek moyang dari dulu yang membantu perekonomian keluarga dan mempererat tali silaturahmi. Wurumana dalam ahli warisnya/ gen sangat dihormati, disantuni karena pada dasarnya manusia memiliki jiwa sosial dan tidak ada satu manusiapun yang tidak membutuhkan orang lain dalam kehidupannya.","PeriodicalId":517507,"journal":{"name":"Sajaratun: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah","volume":" 9","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-03-20","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140388751","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
MAKNA JOTO SEBAGAI NILAI BUDAYA KEARIFAN LOKAL SUKU API LEDU DI DESA WOLOLELU KECAMATAN MAUPONGGO KABUPATEN NAGEKEO 纳吉柯区毛蓬戈分区沃洛勒鲁村阿皮莱杜部落的地方智慧文化价值 "JOTO "的含义
Sajaratun: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Pub Date : 2024-03-20 DOI: 10.37478/sajaratun.v7i2.2432
Kristina Fania Co'o, Maria Gorety Djandon, Josef Kusi
{"title":"MAKNA JOTO SEBAGAI NILAI BUDAYA KEARIFAN LOKAL SUKU API LEDU DI DESA WOLOLELU KECAMATAN MAUPONGGO KABUPATEN NAGEKEO","authors":"Kristina Fania Co'o, Maria Gorety Djandon, Josef Kusi","doi":"10.37478/sajaratun.v7i2.2432","DOIUrl":"https://doi.org/10.37478/sajaratun.v7i2.2432","url":null,"abstract":"Permasalahan yang diangkat peneliti adalah Apa makna Joto sebagai nilai budaya kearifan lokal Suku Api Ledu di Desa Wololelu Kecamatan Mauponggo Kabupaten Nagekeo? Apa fungsi Joto sebagai nilai budaya kearifan lokal Suku Api Ledu di Desa Wololelu Kecamatan Mauponggo Kabupaten Nagekeo?.Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori kebudayaan yang digagas oleh Prof. M. Djojodigeno yang menegaskan bahwa kebudayaan “atau budaya” adalah daya dari budi, yang berupa cipta, karsa dan rasa.Cipta yang artinya bawa kerinduan manusia untuk mengetahui rahasia segala hal yang ada dalam pengelamannya, Karsa yang berarti kerinduan manusia untuk menginsyafi tentang hal “sangkan paran”. Sedangkan rasa yang berarti kerinduan manusia akan keindahan. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif.Penelitian ini dilakukan di Desa Wololelu Kecamatan Mauponggo Kabupaten Nagekeo. Subjek yang dipilih adalah anggota suku Api Ledu. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adala teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan : reduksi data, penyajian data, penyimpulan dan verifikasi serta kesimpulan akhir. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa makna Joto dibagi menjadi dua bagia yaitu makna estetika dan makna budaya. Sedangkan fungsi Joto dibagi menjadi tiga bagian yaitu fungsi religi, fungsi solidaritas dan fungsi persatuan.Makna peneliti menyimpulkan bawa Joto sebagai dasar atau pondasi dan sebagai simbol dalam suku yang dimana terdapat aturan-aturan yang sudah disepakati bersama melalui musyawarah bersama sehingga terjalin hubungan yang harmonis dalam suku. \u0000           ","PeriodicalId":517507,"journal":{"name":"Sajaratun: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah","volume":" 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-03-20","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140389167","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
UTOPIA MODERNITAS: Pembangunanisme, Netralitas Negara, dan Demokrasi Ekonomi 现代性的乌托邦:发展主义、国家中立和经济民主
Sajaratun: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Pub Date : 2024-03-20 DOI: 10.37478/sajaratun.v7i1.1825
Marianus Ola Kenoba
{"title":"UTOPIA MODERNITAS: Pembangunanisme, Netralitas Negara, dan Demokrasi Ekonomi","authors":"Marianus Ola Kenoba","doi":"10.37478/sajaratun.v7i1.1825","DOIUrl":"https://doi.org/10.37478/sajaratun.v7i1.1825","url":null,"abstract":"Konsep pembangunan lahir dari keprihatinan moril negara-negara maju atas kondisi sosial dan politik ekonomi di negara-negara sedang berkembang. Namun, pembangunan yang diharapkan mampu menciptakan iklim demokrasi (ekonomi) tersebut justru berkembang ke arah ketergantungan struktural. Manuskrip paper tekstual ini bertujuan untuk memperlihatkan dimensi utopia dalam konsep pembangunan, netralitas negara, dan “politik” demokrasi ekonomi. Riset tekstual ini menggunakan metode hermeneutika kritis aliran Gadamerian. Pilihan logis terhadap metode hermeneutis kritis, bertolak dari fakta bahwa seluruh data di dalam riset ini bersumber dari teks-teks tertulis. Kategori teks tertulis berupa text book dan paper-paper jurnal yang relevan. Sumber data diperoleh dari perpustakaan, jurnal nasional berreputasi, dan jurnal internasional. Sesudah data tersedia, langkah selanjutnya adalah tindakan pembacaan secara kiritis atas teks dan mendeskripsikan kembali hasil pembacaan tersebut secara logis. Riset tekstual ini menemukan bahwa konsep pembangunan merupakan bagian dari utopia yang ditawarkan oleh negara-negara maju. Konsep pembangunan yang mulanya dipahami sebagai instrumen untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi, justru berubah menjadi ideologi penguasaan. Lebih dari itu, posisi manusia adalah obyek ekspansi pasar di dalam keseluruhan desain proyek pembangunan. Jadi, ideologi kapitalisme moderen telah menggiring manusia pada problem keterasingan yang bersifat eksistensial.","PeriodicalId":517507,"journal":{"name":"Sajaratun: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah","volume":" 2","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-03-20","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140388817","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
MAKNA GEREP RUHA (INJAK TELUR) PADA MASYARAKAT DESA HILIHINTIR KECAMATAN SATAR MESE BARAT KABUPATEN MANGGARAI 芒加莱县萨塔尔梅塞巴拉特分区希利欣蒂尔村人对 Gerep Ruha(踩鸡蛋)的理解
Sajaratun: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Pub Date : 2024-03-20 DOI: 10.37478/sajaratun.v8i1.2890
Ignasius Suhardi, Anita Anita, Katarina Dhiki
{"title":"MAKNA GEREP RUHA (INJAK TELUR) PADA MASYARAKAT DESA HILIHINTIR KECAMATAN SATAR MESE BARAT KABUPATEN MANGGARAI","authors":"Ignasius Suhardi, Anita Anita, Katarina Dhiki","doi":"10.37478/sajaratun.v8i1.2890","DOIUrl":"https://doi.org/10.37478/sajaratun.v8i1.2890","url":null,"abstract":"Permasalahan yang diangkat peneliti adalah: Bagaimana proses ritual gerep ruha (injak telur) pada masyarakat Desa Hilihintir Kecamatan Satar Mese Barat?  Apa makna Gerep Ruha (injak telur) pada masyarakat Desa Hilihintir Kecamatan Satar Mese Barat? Bagaimana presepsi kaum muda tentang nilai Gerep Ruha (injak telur)  pada masyarakat desa Hilihintir kecamatan satar mese barat? Penelitian ini bertujuan untuk: Untuk mengetahui proses ritual Gerep Ruha (Injak Telur) Pada Masyarakat Desa Hilihintir Kecamatan Satar Mese Barat Kabupaten Manggarai. Untuk mengetahui makna ritual Gerep Ruha (Injak Telur) Pada Masyarakat Desa Hilihintir Kecamatatan Satarmese Barat.Untuk mengetahui prepsi kaum muda nilai Gerep Ruha (Injak Telur) pada masyarakat Desa Hilihintir Kecamatatan Satarmese Barat.Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Budaya atau kebudayaan yang digagas oleh salah satu ahli yaitu Koentjaraningrat.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif.Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: Pengumpulan data, reduksi data, penyajian data atau display data, penarikan kesimpulan (Verifikasi). Hasil penelitian menunjukan bahwa .Pelaksanaan tradisi gerep ruha ini tidak terlepas dari ketersediaan ruha manuk kampong (telur ayam kampung), saung ngelong (daun ngelong), gong, gendang, dan tange (bantal).Penggunaan benda-benda tersebut memiliki peran penting dalam tradisi Gerep Ruha ini karena mengandung makna atau simbol didalamnya.Ruha manuk kampong bermakna sebagai lambang kebersihan dan kemurnian untuk kehidupan kedua pengantin pada saat mereka hidup berkeluarga.Saung ngelong juga bermakna sebagai lambang kebersihan dan kemurnian untuk kehidupan suami istri dalam hidup berkeluarga. Dan juga harapannya rumah tangga yang dibangun akan mampu menyesuaikan diri dengan segala situasi yang terjadi dan tentunya hidup bahagia. \u0000  \u0000 ","PeriodicalId":517507,"journal":{"name":"Sajaratun: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah","volume":" 4","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-03-20","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140388906","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
MAKNA RITUAL ADAT “TUNO MANUK” DI DESA DEMONDEI KECAMATAN WOTAN ULUMADO KABUPATEN FLORES TIMUR "图诺-马努克 "仪式在东帝汶弗洛雷斯省的恶魔之城举行
Sajaratun: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Pub Date : 2024-03-20 DOI: 10.37478/sajaratun.v6i2.1463
Brigita Juliantrisny Usfunan
{"title":"MAKNA RITUAL ADAT “TUNO MANUK” DI DESA DEMONDEI KECAMATAN WOTAN ULUMADO KABUPATEN FLORES TIMUR","authors":"Brigita Juliantrisny Usfunan","doi":"10.37478/sajaratun.v6i2.1463","DOIUrl":"https://doi.org/10.37478/sajaratun.v6i2.1463","url":null,"abstract":"Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimanakah proses pelaksanaan ritual adat Tuno Manuk dalam sistem kepercayaan masyarakat di Desa Demondei Kecamatan Wotan Ulumado Kabupaten Flores Timur dan 2) Apa makna ritual adat Tuno Manuk bagi kehidupan masyarakat di Desa Demondei Kecamatan Wotan Ulumado Kabupaten Flores Timur? Tujuan dalam Penelitian ini adalah: Untuk mengetahui proses pelaksanaan ritual adat Tuno Manuk dalam sistem kepercayaan masyarakat di Desa Demondei Kecamatan Wotan Ulumado Kabupaten Flores Timur.Dan untuk mengetahui makna yang terdapat dalam ritual adat Tuno Manuk dalam sistem kepercayaan masyarakat di Desa Demondei Kecamatan Wotan Ulumado Kabupaten Flores Timur. Teori yang digunakan adalah Teori Religi oleh Preusz, beliau mengatakan bahwa: pusat dari setiap sistem religi dan kepercayaan didunia ini adalah ritus dan upacara. Metode yang digunakan yakni: penelitian kualitatif. Subjek penelitian ini adalah para informan, baik informan kunci maupun informan pendukung yang berjumlah 7 orang. Teknik pengumpulan data: wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yakni: 1)  pengumpulan data, 2) reduksi data, 3) penyajian data, 4) verifikasi atau penarikan kesimpulan.\u0000Hasil penelitian ini menunjukan bahwa proses pelaksanaan ritus Tuno Manuk merupakan momen untuk menjalin kembali solidaritas, rasa persaudaraan dan kekeluargaan diantara sesama, khususnya diantara anggota keluarga dalam kelima suku asli masyarakat di Desa Demondei  yakni: Suku Bubun, Suku Narek, Suku Lagadoni, Suku Kayan, dan Suku Ariana. Sedangkan makna dari ritual Tuno Manuk ini adalah: pertemuan antara orang-orang yang masih hidup dengan roh para leluhur dan wujud tertinggi, sekaligus menjadi simbol kehadiran dan tempat untuk berkomunikasi dengan wujud tertinggi melalui perantaraan dengan nenek moyang.\u0000Kesimpulannya bahwa: Tuno Manuk juga sebagai sebuah penghormtan kepada Rera Wulan Tanah Ekan dapat dimengerti sebagai suatu upacara untuk mempersembahkan hasil panen selama setahun, suka duka, kebahagiaan dan kehidupan yang telah berlalu, dan memohon pernyertaan serta perlindungan untuk hari hidup selanjutnya kepada Wujud Tertinggi dan Para Leluhur.","PeriodicalId":517507,"journal":{"name":"Sajaratun: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah","volume":" 2","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-03-20","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140389318","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
MOTIF ANAK PUTUS SEKOLAH YANG BEKERJA PADA SEKTOR INFORMAL (STUDI KASUS) DI KELURAHAN EKASAPTA KECAMATAN LARANTUKA KABUPATEN FLORES TIMUR 东弗洛雷斯区拉兰图卡分区埃卡萨普塔分区辍学者在非正规部门工作的动机(个案研究
Sajaratun: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Pub Date : 2024-03-20 DOI: 10.37478/sajaratun.v7i2.2413
Suryani Tajriah, Maria Gorety Djandon, Hasti Sulaiman
{"title":"MOTIF ANAK PUTUS SEKOLAH YANG BEKERJA PADA SEKTOR INFORMAL (STUDI KASUS) DI KELURAHAN EKASAPTA KECAMATAN LARANTUKA KABUPATEN FLORES TIMUR","authors":"Suryani Tajriah, Maria Gorety Djandon, Hasti Sulaiman","doi":"10.37478/sajaratun.v7i2.2413","DOIUrl":"https://doi.org/10.37478/sajaratun.v7i2.2413","url":null,"abstract":"Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah 1) Apakah yang menyebabkan anak putus sekolah yang bekerja pada sektor informal? 2) Apakah dampak negatif yang menyebabkan anak putus sekolah yang bekerja pada sktor informal? 3) Bagaimana upaya pemerintah dalam mengatasi anak putus sekolah yang bekerja pada sektor informal? Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Untuk mengetahui faktor penyebab anak putus sekolah yang bekerja pada sektor informal 2) untuk mengetahui dampak negatif yang menyebabkan anak putus sekolah yang bekerja pada sektor informal, 3) untuk mengetahui upaya yang dilakukan pemerintah dalam mengatasi masalah anak putus sekolah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan penelitian studi kasus. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: 1) pengumpulan data, 2) reduksi data 3) penyajian data, 4) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: faktor penyebab anak berhenti sekolah adalah rendahnya SDM, kurangnya motivasi, minat yang rendah, lingkungan sosial sekolah, lingkungan sosial masyarakat serta kurangnya perhatian orang tua terhadap pendidikan anak. Penyebab anak meninggalkan bangku sekolah adalah kesadaran pendidikan, ekonomi yang rendah, sehingga anak-anak rela meninggalkan bangku sekolah guna membantu perekonomian keluarga dengan mencari pekerjaan sebagai sopir angkot, kenek, nelayan, penjual ikan bahkan ada yang merantau di luar negeri. Dampak anak putus sekolah yaitu dampak negatif seperti mabuk-mabukan, mencuri, bermain judi, duduk nongkrong seharian, membuat keributan bahkan menikah di usia sekolah. Upaya yang dilakukan oleh pemerintah Kelurahan Ekasapta yaitu sosialisasi antara anak dan orang tua tentang pentingnya pendidikan serta mengadakan sekolah paket A. Sedangkan dari pihak sekolah SDN Kampung Baru sudah mengadakan program bimbingan prestasi serta mengadakan sosialisasi yang dilakukan oleh guru-guru SDN Kampung Baru di Kelurahan Ekasapta saat proses belajar mengajar serta saat ceramah ataupun setelah upacara bendera. \u0000  \u0000  \u0000  \u0000  \u0000 ","PeriodicalId":517507,"journal":{"name":"Sajaratun: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah","volume":" 44","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-03-20","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140388619","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
ASAL USUL SUKU TADO DI DESA NGAMPANG MAS KECAMATAN BORONG KABUPATEN MANGGARAI TIMUR Asal usul suku tado di desa ngampang mas kecamatan borong kabupaten manggarai timur
Sajaratun: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Pub Date : 2024-03-20 DOI: 10.37478/sajaratun.v6i1.3834
Ermenilda Ena
{"title":"ASAL USUL SUKU TADO DI DESA NGAMPANG MAS KECAMATAN BORONG KABUPATEN MANGGARAI TIMUR","authors":"Ermenilda Ena","doi":"10.37478/sajaratun.v6i1.3834","DOIUrl":"https://doi.org/10.37478/sajaratun.v6i1.3834","url":null,"abstract":"Rumusan masalah pada penelitian ini adalah 1) Bagaimana asal usul suku Tado di Desa Ngampang Mas Kecamatan Borong Kabupaten Manggarai Timur 2) bagaimana peran suku Tado di Desa Ngampang Mas Kecamatan Borong Kabupaten Manggarai Timur. Tujuan dalam peneliti 1) untuk mengetahui asal usul suku Tado di Desa Ngamapang Mas Kecamatan Borong Kabupaten Manggarai Timur 2) untuk mengetahui peran suku Tado di desa Ngampang Mas Kecamatan Borong Kabupaten Manggarai Timur. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori yang digagaskan oleh Ibnu Khaldun tentang kehidupan masyarakat yang mengalami tiga fase yaitu lahir berkembang dan mati. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. subjek dalam penelitian ini terdiri dari 3 informan dan informan pendukung sebanyak 3 orang. Teknik Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini 1) reduksi data, 2) pemaparan data, 3) penyajian data, 4) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: nenek moyang suku Tado berasal dari sebuah Mano Sawu lalu pindah ke kampung Tado (poco tado) Kampung Tado. Pada waktu itu nenek moyang suku Tado mendirikan sebuah kampung yang bernama kampung Tado. Seiring berjalannya waktu dalam kehidupannya kemudian terjadi gempa bumi yang besar- besaran (Popo Sebang) di samabar petir (paki le pasat). Dengan adanya musibah ini akhirnya nenek moyang semua mulai berpencar ke kampung yang lain. Sehingga nenek moyang suku tado pindah ke kampung Purak dan membuat rumah adat baru (Mbaru Gendang) di Purak. Suku Tado juga memiliki peran penting untuk memimpin masyarakat dalam acara adat, memimpin masyarakat dalam sengketa atau konflik, dan memimpin dan memotivasi kaum mudah di desa Ngampang Mas","PeriodicalId":517507,"journal":{"name":"Sajaratun: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah","volume":" 6","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-03-20","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140388800","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
MAKNA TRADISI PARU UDU DALAM RITUAL JOKA JU DI DESA MBULIWARALAU KECAMATAN WOLOWARU KABUPATEN ENDE 在 "狩猎之夜 "的传统仪式中,我们看到了 "狩猎之夜"。
Sajaratun: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Pub Date : 2024-03-20 DOI: 10.37478/sajaratun.v6i2.1473
Rahayu Sukalumba
{"title":"MAKNA TRADISI PARU UDU DALAM RITUAL JOKA JU DI DESA MBULIWARALAU KECAMATAN WOLOWARU KABUPATEN ENDE","authors":"Rahayu Sukalumba","doi":"10.37478/sajaratun.v6i2.1473","DOIUrl":"https://doi.org/10.37478/sajaratun.v6i2.1473","url":null,"abstract":"Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah 1.Bagaimana Proses Tradisi Paru Udu dalam ritual Joka Ju di Desa Mbuliwaralau Kecamatan Wolowaru Kabupaten Ende ? 2.Apa Makna Tradisi Paru Udu dalam Tradisi Paru Udu di Desa Mbuliwaralau Kecamatan Wolowaru Kabupaten Ende? Penelitian Bertujuan untuk untuk mengetahui  Proses Tradisi Paru Udu dalam ritual Joka Ju di Desa Mbuliwaralau Kecamatan Wolowaru Kabupaten Ende dan untuk mengetahui  Makna Tradisi Paru Udu dalam ritual Joka Ju di desa Mbuliwaralau Kecamatan Wolowaru Kabupaten Ende. Untuk membahas masalah dan mencapai tujuan tersebut Peneliti gunakan teori kebudayan oleh Cliffort Geertz ( dikutip oleh Pujileksono, 2015:25 ) Kebudayaan  adalah  sesuatu kita memahami dari makna pada hidup kita dan mengacu pada suatu pola makna-makna yang diwujudkan dalam simbol- simbol yang dialihkan secara historis, suatu sistem gagasan- gagasan yang diwarisi  yang diungkapkan dalam bentuk-bentuk simbolik yang dengannya manusia menyampaikan, melestarikan, dan mengembangkan pengetahuan mereka mengenai sikap dan pendirian mereka terhadap  kehidupan.\u0000Penelitian ini menggunakan Metode Kualitatif dengan jenis penelitian Deskriptif Kualitatif. Untuk pengumpulan data Peneliti gunakan teknik, Wawancara, Dokumentasi, dan Observasi. Teknis analisis data digunakan model interaktif melalui tahapan Reduksi data, Pemaparan Data, dan Penarikan Kesimpulan.\u0000Hasil Penelitian menunjukan bahwa Proses Tradisi Paru Udu dalam ritual Joka Ju yaitu terdapat beberapa tahap yaitu Pai Nelu ( Pengumuman Hari Pelaksanaan),  Pana Manu, (menganbil ayam, beras dan prlengkapan lainnya),  Po’o Are (Menanak Nasi), Kuwi Roe (Proses Ritual, dan Paru Udu (lari ke arah bagian timur perbatasan perkampungan yang diikuti oleh seluruh masyarakat Desa Mbuliwaralau). Di samping itu, Tradisi Paru Udu dalam Ritual Joka Ju terdapaat beberapa makna yakni: Makna Sosial, selalu berhubungan dengan orang lain dalam masyarakat, Makna Rohani, sebagai wujud syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa atas penolakan bala terhadap roh jahat yang datang besama angin,  Makna budaya sebagai hasil karya manusia yang disadari akan menjadi adat istiadat, dan Makna Ekonomi, akan mendapatkan hasil Panen untuk memperjualbelikan oleh masyarakat Mbuliwaralau","PeriodicalId":517507,"journal":{"name":"Sajaratun: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah","volume":" 21","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-03-20","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140388827","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP LAYANAN TAMAN BACAAN PLEY PUSTAKA DESA NDETUNDORA II KECAMATAN ENDE KABUPATEN ENDE 社区对 Pley 图书馆阅读公园 ndetundora II 村 ende 分区 ende 区服务的看法
Sajaratun: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Pub Date : 2024-03-20 DOI: 10.37478/sajaratun.v6i1.3837
Yohana Bunga
{"title":"PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP LAYANAN TAMAN BACAAN PLEY PUSTAKA DESA NDETUNDORA II KECAMATAN ENDE KABUPATEN ENDE","authors":"Yohana Bunga","doi":"10.37478/sajaratun.v6i1.3837","DOIUrl":"https://doi.org/10.37478/sajaratun.v6i1.3837","url":null,"abstract":"Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana Persepsi Masyarakat Terhadap Layanan Taman Bacaan Pley Pustaka Di Desa Ndetundora II Kecamatan Ende Kabupaten Ende. Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap layanan Taman Bacaan Pley Pustaka di desa Ndetundora II Kecamatan Ende Kabupaten Ende. Peneliti menggunakan teori pendidikan Informal yang di gagas oleh Combs Pendidikan nonformal merupakan setiap aktivitas terorganisasi secara sistematis di luar persekolahan yang mapan, dicoba secara mandiri ataupun ialah bagian penting dari aktivitas yang lebih luas, yang terencana dicoba buat melayani peserta didik tertentu di dalam tujuan belajarnya. Pendidikan nonformal yang mana sangat dipengaruhi oleh keluarga serta lingkungan warga sangat mempengaruhi terhadap pembuatan perilaku serta sikap seseorang. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif, subjek dalam penelitian ini yaitu 1 pengganti pengelola TBM Pley Pustaka, 4 masyarakat, 1 kepala Desa, dan 1 Kaur Desa. Sedangkan teknik pengumpulan data berupa wawancara, dokumentasi, dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu: 1) Pengumpulan data, 2) Reduksi data, 3) Pemaparan data, 4) Penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Taman Bacaan Masyarakat  Pley Pustaka  serius dalam mendidik anak bangsa dengan cara sederhana menyiapkan berbagai literatur atau bahan pustaka bagi anak-anak yang membutuhkan sumber bahan bacaan serta memberikan pelayanan yang baik untuk para pengunjung. Selain ketersedian bahan pustka terdapat juga fasilitas yang mendukung kegiatan membaca di Taman Bacaan Masyarakat yang  masih sangat sederhana seperti ruangan khusus, persediaan kursi dan meja serta lemari sebagai tempat untuk menyimpan buku. Peneliti menyimpulkan bahwa dengan kesederhanaan fasilitas dan keterbatasan tetapi semangat  terus berkobar dari pengelola dalam pelayanan kepada anak-anak untuk tetap membaca dan berkunjung ke Taman Bacaan Masyarakat Pley Pustaka. \u0000  \u0000 ","PeriodicalId":517507,"journal":{"name":"Sajaratun: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah","volume":" 30","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-03-20","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140388329","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
0
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
确定
请完成安全验证×
相关产品
×
本文献相关产品
联系我们:info@booksci.cn Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。 Copyright © 2023 布克学术 All rights reserved.
京ICP备2023020795号-1
ghs 京公网安备 11010802042870号
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:604180095
Book学术官方微信
小红书