Yolahumaroh Yolahumaroh, Dewi Erowati, Yessi Marlina
{"title":"Perbedaan Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Ibu dalam Praktik Pemberian MP ASI menggunakan Video Edukasi","authors":"Yolahumaroh Yolahumaroh, Dewi Erowati, Yessi Marlina","doi":"10.25311/keskom.vol10.iss1.1648","DOIUrl":"https://doi.org/10.25311/keskom.vol10.iss1.1648","url":null,"abstract":"Pendahuluan: Masalah gizi (malnutrisi) pada usia awal kehidupan dapat berdampak hingga usia selanjutnya. Di Indonesia penyebab determinan terjadinya masalah gizi adalah pemberian makanan pendamping ASI yang tidak memadai. Kurangnya pengetahuan, kepercayaaan yang keliru dan adanya tabu makanan juga menjadi faktor penentu pemberian MP ASI. Untuk itu masyarakat perlu diberikan pendidikan tentang gizi dan perilaku kesehatan melalui KIE yang tepat. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui perbedaan pengetahuan, sikap dan perilaku ibu dalam praktik pemberian MP ASI menggunakan Video Edukasi. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian pra-experimental with one group pretest and post test. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari s/d Desember 2023 di Kota Pekanbaru. Hasil/temuan : Hasil uji wilcoxon menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna antara variabel pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukannya pemberian video edukasi dengan nilai p = 0.000 (p<0.05) dan terdapat perbedaan yang bermakna antara variabel sikap sebelum dan sesudah dilakukannya pemberian video edukasi dengan nilai p = 0.000 (p<0.05) tetapi tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara variabel perilaku sebelum dan sesudah dilakukannya pemberian video edukasi dengan nilai p = 0.209 (p>0.05). Simpulan : Edukasi dengan media video pada ibu yang mempunyai anak usia 6-24 bulan dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap, tetapi tidak terdapat perbedaan dalam perilaku ibu dalam pemberian MP-ASI.","PeriodicalId":516876,"journal":{"name":"Jurnal kesehatan komunitas (Journal of community health)","volume":"38 8","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-04-06","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140734145","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Konseling Teman tentang Keterampilan Reproduksi Kesehatan Remaja","authors":"Kustin Kustin, Yuni Handayani","doi":"10.25311/keskom.vol10.iss1.1647","DOIUrl":"https://doi.org/10.25311/keskom.vol10.iss1.1647","url":null,"abstract":"Latar Belakang: Masa remaja merupakan masa perubahan pada diri seseorang dari masa kanak-kanak hingga dewasa yang terjadi melalui beberapa perubahan, yaitu perubahan biologis, psikologis, dan sosial. Secara umum remaja Indonesia saat ini sedang mengalami kerentanan terhadap permasalahan dan ancaman kesehatan, khususnya permasalahan seksual, seks bebas, dan kesehatan reproduksi. Keberadaan Pusat Informasi dan Konseling adalah untuk memenuhi kebutuhan remaja akan informasi kesehatan reproduksi dan seksualitas tanpa ragu dan malu karena informasi tersebut akan mereka peroleh dari teman sebaya melalui konseling sebaya. Metode: Populasi yang digunakan adalah siswa SMP Plus Miftahul Ulum Kalisat Jember yang berjumlah 80 siswa. Desain penelitian ini menggunakan quasi eksperimen dengan non-equivalent control group pre-and post-test. Variabel yang diukur adalah pengetahuan, sikap, dan keterampilan remaja terkait kesehatan reproduksi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket dan lembar observasi. Hasil: Hasil uji statistik menggunakan regresi linier diperoleh nilai konseling teman sebaya pada pengetahuan (p=0.000; R=0.254), sikap (p=0.000; R square=0.432), dan keterampilan (p=0.000; R square = 0.191). Kesimpulan: Konseling sebaya dapat meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan pada siswi SMP serta penyalahgunaan narkoba dan narkoba. Diharapkan pihak sekolah terus menjalin kerjasama dengan lembaga atau layanan pendidikan kesehatan untuk terus meningkatkan kemampuan konselor yang mengikuti konseling sebaya.","PeriodicalId":516876,"journal":{"name":"Jurnal kesehatan komunitas (Journal of community health)","volume":"23 3","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-04-06","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140734348","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Dampak Pemberian Es Krim Buah Bit dan Jambu Biji Merah terhadap Kadar Haemoglobin Remaja Putri","authors":"Dewi Nurlaela Sari, Yanyan Mulyani, Antri Ariani","doi":"10.25311/keskom.vol10.iss1.1383","DOIUrl":"https://doi.org/10.25311/keskom.vol10.iss1.1383","url":null,"abstract":"Perkembangan masalah gizi pada anak-anak terkait erat dengan persiapan kesehatan dan gizi seorang remaja putri untuk menjadi seorang ibu. Sesuai dengan target cakupan pemberian pil penambah darah pada remaja putri yang masih rendah (25,2%) dan masih di bawah target Jawa Barat (52%), data survei Nutrition International tahun 2018 menemukan kasus anemia pada perempuan di Jawa Barat sebesar 41,93%. Selain pemberian pil penambah darah, diperlukan tindakan intervensi untuk menghindari anemia dengan memaksimalkan ketersediaan makanan yang mengandung zat besi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana buah bit dan jambu biji merah dalam sediaan es krim mempengaruhi kadar hemoglobin remaja putri. Teknik yang digunakan adalah one-group pre-post design quasi-experimental method. Anemia dengan tingkat keparahan ringan sampai sedang tanpa kondisi yang dapat menyebabkan anemia merupakan kriteria inklusi untuk sampel 30 peserta dalam penelitian ini, yang menggunakan pendekatan purposive sampling. Pengukuran anemia menggunakan POCT (Point of Care Testing), menentukan adanya anemia dengan menguji kadar hemoglobin. Metode analisis menggunakan distribusi frekuensi program komputer SPSS 20.0, uji normalitas, dan uji Wilcoxon bivariat. Sebelum menerima es krim bit dan jambu biji merah, semua responden (100%) mengalami anemia sedang, menurut temuan tersebut. Dengan p-value 0,000 dan nilai alpha (0,05)., terjadi pergeseran yang cukup besar Hal ini dimaksudkan agar dapat digunakan sebagai kebijakan intervensi pada remaja purii dengan anemia karena dapat disimpulkan bahwa pemberian es krim bit dan jambu biji merah, jika dikonsumsi secara konsisten dan benar, dapat menurunkan kejadian anemia.","PeriodicalId":516876,"journal":{"name":"Jurnal kesehatan komunitas (Journal of community health)","volume":"12 8","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-04-06","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140734703","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Vivi Triana, Nursyirwan Effendi, Brian Sri Prahastuti, Cimi Ilmiawati
{"title":"Langkah - Langkah Progresif dalam Intervensi Reduksi Stigma HIV di Komunitas Tenaga Kesehatan: Scoping Review","authors":"Vivi Triana, Nursyirwan Effendi, Brian Sri Prahastuti, Cimi Ilmiawati","doi":"10.25311/keskom.vol10.iss1.1785","DOIUrl":"https://doi.org/10.25311/keskom.vol10.iss1.1785","url":null,"abstract":"Stigma berperan signifikan dalam menciptakan kesenjangan dalam layanan kesehatan yang dialami oleh ODHA, sehingga menjadi faktor penghambat bagi mereka untuk mengakses layanan pencegahan, perawatan, dan pengobatan. Oleh karena itu, peran tenaga kesehatan sangat krusial dalam konteks ini. Penelitian ini bertujuan mengkaji dan mengevaluasi secara kritis jenis serta ruang lingkup intervensi yang telah dilakukan untuk mereduksi stigma terkait HIV/AIDS di kalangan tenaga Kesehatan. Penelitian ini merupakan scoping review terhadap artikel dengan pedoman PRISMA. Pencarian artikel dilakukan melalui database elektronik, termasuk ScienceDirect, Perpustakaan Cochrane, Embase, Portal Garuda, PubMed, Scopus, dan Sage Journals.Terdapat 14 artikel dibahas dalam tinjauan ini. Intervensi yang berhasil menurunkan stigma yaitu dengan pendekatan individu melalui penyebaran informasi, interaksi dan pelatihan. Selain itu, terdapat pendekatan struktural melalui pengembangan dan penyebarluasan kebijakan di RS, penyediaan marerial untuk memfasilitasi praktek kewaspadaan universal, penambahan kurikulum di sekolah kesehatan. Hasil intervensi memberikan dampak yang signifikan dalam mereduksi stigma di kalangan tenaga kesehatan dengan pendekatan kombinasi menunjukkan keefektifan yang lebih tinggi dibanding pendekatan tunggal. Intervensi yang dilakukan untuk mereduksi stigma tidak cukup dilakukan dengan pendekatan berbasis individu, tetapi juga harus mempertimbangkan intervensi dengan pendekatan struktural. Saran untuk penelitian lebih lanjut dengan menganalisis atau menggali potensi sinergi antara kedua pendekatan ini.","PeriodicalId":516876,"journal":{"name":"Jurnal kesehatan komunitas (Journal of community health)","volume":"18 6","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-04-06","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140735725","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Analisis Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja dengan Metode HIRARC pada Perawat di Instalasi Rawat Inap RSI Ibnu Sina Pekanbaru","authors":"Yusmaini Yusmaini, E. Rahayu, A. Alamsyah","doi":"10.25311/keskom.vol10.iss1.1430","DOIUrl":"https://doi.org/10.25311/keskom.vol10.iss1.1430","url":null,"abstract":"Perawat dalam pelaksanaan tugasnya memiliki risiko mengalami kecelakaan kerja atau mendapatkan penyakit akibat kerja. Berdasarkan data dari RSI Ibnu Sina Pekanbaru tercatat kecelakaan kerja yang terjadi pada perawat antara lain kasus tertusuk jarum suntik, terpeleset, petugas terjepit brankar, tersayat.\u0000Tujuan penelitian ini untuk menganalisis identifikasi bahaya, penilaian risiko dan pengendalian risiko dengan Metode HIRARC pada Perawat di Instalasi Rawat Inap RSI Ibnu Sina Pekanbaru. Metode penelitian adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, dilakukan di RSI Ibnu Sina Pekanbaru dengan 10 orang informan. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen. Data diolah dengan menggunakan metode triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan identifikasi bahaya yaitu luka tertusuk jarum suntik, tertular penyakit Hepatitis A, Hepatitis B, HIV/AIDS, postur tubuh yang salah dan cemas tertular penyakit menular, penilaian risiko tinggi pada pemberian obat injeksi, pemasangan infus, pengambilan sampel darah, dan pengendalian risiko yaitu substitusi, administratif dan alat pelindung diri. Simpulan penelitian ini menyatakan identifikasi bahaya di Instalasi Rawat Inap yaitu bahaya mekanikal, bahaya biologi, bahaya ergonomi dan bahaya psikososial. Nilai risiko tertinggi adalah bahaya mekanikal yaitu tertusuk jarum berdampak luka tertusuk jarum dan tertular penyakit menular. Pengendalian bahaya yang ada yaitu SPO dan alat pelindung diri. Saran perlu ditingkatkan pengawasan kepatuhan petugas, sosialisasi SPO, pemantauan pelaporan insiden, training ergonomic dan program pemeriksaan kesehatan rutin.","PeriodicalId":516876,"journal":{"name":"Jurnal kesehatan komunitas (Journal of community health)","volume":"32 13","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-04-06","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140734559","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Analisis Faktor Risiko Kejadian Anemia pada Remaja Putri: Literatur Review","authors":"Rika Ariana Rahman, N. Fajar","doi":"10.25311/keskom.vol10.iss1.1403","DOIUrl":"https://doi.org/10.25311/keskom.vol10.iss1.1403","url":null,"abstract":"Anemia merupakan indikator kesehatan gizi buruk yang dapat mempengaruhi pembangunan ekonomi suatu negara, sehingga anemia dikatakan masalah kesehatan global dunia. Prevalensi anemia tahun 2019 secara global 29.9%, Asia tenggara 41,9% dan di Indonesia (Usia 15-49 tahun) sebesar 30.6%. Adanya peningkatan prevalensi anemia remaja; dari 22.7% (Riskesdas 2013) meningkat menjadi 32% pada survei Riskesdas 2018. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui berbagai faktor risiko anemia pada remaja putri di beberapa negara. Metode penelitian dengan literatur riview, sumber data sekunder (google scholar,pubmed, Sciencedirect. Hasil: dari review artikel dalam penelitian ini didapatkan prevalensi anemia berkisar 20 % hingga 47.7% Penelitian di Utar Paradesh India sebesar 20%, di Ethiopia sebesar 29.4% dan yang paling tinggi di Pakistan (2019) sebesar 47.9% yang terdiri dari anemia ringan 47.7%, anemia sedang 51.7% dan anemia berat 5.7%. Di Jordan prevalensi anemia 4,9% pada laki-laki, 19,3% pada wanita tidak hamil, dan 27,4% pada wanita hamil. Kesimpulan: pada penelitian literatur ini didapatkan bahwa faktor yang mempengaruhi anemia remaja putri lebih tinggi pada fase remaja akhir, mereka yang tinggal dipedesaan, pendidikan orang tua, tingkat sosial ekonomi rendah, jumlah anggota keluarga, gangguan menstruasi serta asupan rendah akan zat gizi (mikronutrien).Untuk itu peningkatan edukasi kesehatan berbasis pendidikan di sekolah efektif dalam meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku dalam mencegah anemia yang dapat berkontribusi nyata dalam mengatasi prioritas masalah kesehatan masyarakat.","PeriodicalId":516876,"journal":{"name":"Jurnal kesehatan komunitas (Journal of community health)","volume":"41 8","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-04-06","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140734009","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
N. Nurhayati, A. Abdullah, Maidar Maidar, Hermansyah Hermansyah, Radhiah Zakaria
{"title":"Determinan Kematian Neonatal di Rumah Sakit Ibu dan Anak Aceh","authors":"N. Nurhayati, A. Abdullah, Maidar Maidar, Hermansyah Hermansyah, Radhiah Zakaria","doi":"10.25311/keskom.vol10.iss1.1510","DOIUrl":"https://doi.org/10.25311/keskom.vol10.iss1.1510","url":null,"abstract":"Kematian neonatal merupakan masalah yang penting untuk mendapat perhatian karena selain mempengaruhi angka kematian bayi tetapi juga memberikan pengaruh bagi masyarakat. Penelitian ini ingin mengkaji tentang determinan kematian neonatal di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Aceh. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan desain case control. Populasi adalah semua bayi yang lahir dan meninggal pada usia 0-28 hari baik yang lahir di Rumah Sakit ibu dan Anak (RSIA) Aceh maupun yang dirujuk ke Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Aceh periode januari sampai Oktober tahun 2022 berjumlah 108 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah 216 bayi yang terdiri dari 108 bayi kasus dan 108 bayi sebagai kontrol. Analisis data menggunakan uji logistic regresi. Hasil penelitian diketahui faktor yang memiliki nilai signifikan (P value < 0,05) dengan kematian nonatal adalah BBLR (OR= 5,5; 95%CI 2,35 – 12, 23), prematur (OR= 0,36; 95%CI 0,13 – 0,96), ikterus (OR= 0,20; 95%CI 0,09 – 0,43), dan sepsis (OR= 9; 95% CI 4,41 – 20,89), umur ibu > 35 tahun (OR 0,43; 95%CI 0,19 – 0,94), rujukan neonatal (OR= 0,01; 95% CI 0,00 – 0, 17) dan jarak Antenatal Care (ANC) jauh (OR= 6,6; 95%CI 2,82 – 15,63), lama di IGD ≥ 30 menit (OR= 0,15; 95%CI 0,73 – 0,31), lama di rawat 1-5 hari (OR=4,3; 95%CI 2,17 – 8, 78). Kesimpulan dari penelitian ini sepsis adalah faktor paling berhubungan dengan kematian neonatal di RSIA. Disarankan kepada pihak terkait agar meningkatkan mutu pelayanan ANC sesuai standar, meningkatkan kualitas PONEK (Pelayanan Kebidanan Neonatal Emergensi Komprehensif).","PeriodicalId":516876,"journal":{"name":"Jurnal kesehatan komunitas (Journal of community health)","volume":"13 6","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-04-03","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140748041","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Pengaruh Edukasi Perawatan Kaki Menggunakan Media Video Terhadap Perilaku Pencegahan Terjadinya Luka Diabetik pada Pasien Diabetes Militus","authors":"Desi Apriani, B. Saputra, Riau Roslita","doi":"10.25311/keskom.vol10.iss1.1337","DOIUrl":"https://doi.org/10.25311/keskom.vol10.iss1.1337","url":null,"abstract":"Diabetes Melitus (DM) terjadi karena kadar gula dalam darah tinggi dapat menyebabkan timbulnya berbagai komplikasi. Komplikasi tahunan pasien DM di Indonesia adalah kaki diabetik sebesar 15%. Peran edukasi sangat penting untuk mencegah terjadinya risiko luka diabetik. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh pemberian edukasi perawatan kaki dengan media video pada pencegahan luka diabetik pada penderita DM tipe 2. Desain penelitian yang digunakan yaitu pre eksperimental dengan jenis One-group pretest-posttest design. Jumlah respondennya yaitu sebanyak 33 orang dengan teknik Probability Sampling. Instrumen penelitian ini adalah lembar kuesioner. Hasil analisa univariat yaitu didominasi oleh responden perempuan, usia rata-rata 49,52 tahun, tingkat pendidikan SMA (48,5%), serta pekerjaan IRT (51,5%). Perilaku responden sebelum dan sesudah dilakukan edukasi menggunakan video mengalami peningkatan yaitu nilai mean pengetahuan dari 7,91 poin menjadi 9,97 poin, nilai mean sikap dari 29,67 poin menjadi 31,73 poin, dan nilai mean tindakan dari 6,30 poin menjadi 7,97poin. Hasil uji statistic menunjukkan ada pengaruh edukasi perawatan kaki pada perilaku pencegahan terjadinya luka diabetik pada penderita DM tipe 2 dengan nilai p-value 0,000. Penelitian ini menyarankan kepada Puskesmas Payung Sekaki supaya edukasi perawatan kaki dengan media video dapat diberikan kepada pasien DM.","PeriodicalId":516876,"journal":{"name":"Jurnal kesehatan komunitas (Journal of community health)","volume":"7 3","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-04-03","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140746065","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Putri Lia Sari, Mulyanti Mulyanti, Catur Kurniawan, Ika mustika Dewi
{"title":"Hubungan Kepatuhan Minum Obat dengan Kekambuhan Pasien Skizofrenia di Wilayah Kerja Puskesmas Kasihan II Bantul Yogyakarta","authors":"Putri Lia Sari, Mulyanti Mulyanti, Catur Kurniawan, Ika mustika Dewi","doi":"10.25311/keskom.vol10.iss1.1582","DOIUrl":"https://doi.org/10.25311/keskom.vol10.iss1.1582","url":null,"abstract":"Skizofrenia merupakan salah satu gangguan jiwa berat yang membutuhkan perawatan dan pengobatan jangka panjang. Masalah yang sering muncul pada pasien skizofrenia di Wilayah Puskesmas Kasihan 2 adalah putus obat sebesar (20%). Putus obat terjadi karena pasien tidak patuh dalam meminum obat menjadi salah satu faktor paling berpengaruh penyebab dari kekambuhan. Orang Dengan Skizofrenia yang mengalami kekambuhan di Wilayah tersebut sebesar (10%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepatuhan minum obat dengan kekambuhan di Wilayah Kerja Puskesmas Kasihan II Bantul Yogyakarta. Jenis penelitian yaitu korelasional dengan metode kuantitatif. Rancangan desain penelitian menggunakan pendekatan cross sectional. Penelitian berada di Wilayah Kerja Puskesmas Kasihan II Bantul Yogyakarta dengan populasi 238 responden dan sampel sebanyak 78 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuisioner yang pengambilan datanya dilaksanakan secara door to door. Kuisioner yang digunakan adalah kuisioner mengukur kekambuhan dan kuisioner Medication Adherence Rating Scale (MARS-10) untuk mengukur kepatuhan dengan uji Kendal Tau. Hasil penelitian menunjukkan kepatuhan minum obat tinggi 50 responden (64,1%) dan kategori kekambuhan rendah 50 responden (64,1%). Hasil analisa Kendall Tau menunjukkan ada hubungan kepatuhan minum obat dengan kekambuhan (0,05 < 0,000). Penelitian ini menyimpulkan adanya hubungan kepatuhan minum obat dengan kekambuhan pasien skizofrenia di Wilayah Kerja Puskesmas Kasihan 2 Bantul. Maka dari itu diharapkan pemberian pengetahuan tentang obat seperti efek, manfaat dan fungsi obat kepada ODS diperhatikan agar dapat memahami dan mengerti tentang obat yang dikonsumsi.","PeriodicalId":516876,"journal":{"name":"Jurnal kesehatan komunitas (Journal of community health)","volume":"70 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-04-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140752548","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
David David, Bambang Setiaji, Achmad Djamil, Aila Karyus, Dewi Rahayu
{"title":"Determinant Analysis of People with Mental Disorders (ODGJ) Re-hospitalization at Lampung Province Mental Hospital","authors":"David David, Bambang Setiaji, Achmad Djamil, Aila Karyus, Dewi Rahayu","doi":"10.25311/keskom.vol10.iss1.1560","DOIUrl":"https://doi.org/10.25311/keskom.vol10.iss1.1560","url":null,"abstract":"The burden of disease in Indonesia from mental disorders is 13.4%. People with re-hospitalized mental disorders become a burden on the family, and the determinants of this behavior include age, gender, education, and work and family knowledge. The study aimed to analyze the determinants of rehospitalization at the Regional Psychiatric Hospital Lampung Province. Methods; This type of quantitative research with cross-sectional design. The family population of ODGJ. The research sample comprised 404 people who completed interviews with 5 informants. Data analysis used univariate, bivariate (chi-square) multivariate analysis (multiple logistic regression). Result; there was no relationship between age (p= 0.459), gender (p= 0.251), and occupation (p=0.191) with rehospitalization. Meanwhile, the education variable (p=0.018; OR=2.060) and family knowledge (p=0.000; OR=3.107) showed a significant relationship with rehospitalization. The results of multivariate analysis showed that the most dominant determinant of rehospitalization was family knowledge (p=0.000; OR=3.04) after controlling for education variables. Conclusions and Suggestions: Age, gender, and occupation are not determinants of rehospitalization while education and knowledge of the family are determinants of rehospitalization in the Lampung Provincial Hospital. This study suggests education about the benefits of re-hospitalization: Provide clear and comprehensive information to patients and their families about the benefits of re-hospitalization.","PeriodicalId":516876,"journal":{"name":"Jurnal kesehatan komunitas (Journal of community health)","volume":"40 33","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-04-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140752320","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}