Analisis Faktor Risiko Kejadian Anemia pada Remaja Putri: Literatur Review

Rika Ariana Rahman, N. Fajar
{"title":"Analisis Faktor Risiko Kejadian Anemia pada Remaja Putri: Literatur Review","authors":"Rika Ariana Rahman, N. Fajar","doi":"10.25311/keskom.vol10.iss1.1403","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Anemia merupakan indikator kesehatan gizi buruk yang dapat mempengaruhi pembangunan ekonomi suatu negara, sehingga anemia dikatakan masalah kesehatan global dunia. Prevalensi anemia tahun 2019 secara global 29.9%, Asia tenggara 41,9% dan di Indonesia (Usia 15-49 tahun) sebesar 30.6%. Adanya peningkatan prevalensi anemia remaja; dari 22.7% (Riskesdas 2013) meningkat menjadi 32% pada survei Riskesdas 2018. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui berbagai faktor risiko anemia pada remaja putri di beberapa negara. Metode penelitian dengan literatur riview, sumber data sekunder (google scholar,pubmed, Sciencedirect. Hasil: dari review artikel dalam penelitian ini didapatkan prevalensi anemia berkisar 20 % hingga 47.7%  Penelitian di Utar Paradesh India sebesar 20%, di Ethiopia sebesar 29.4% dan yang paling tinggi di Pakistan (2019) sebesar 47.9% yang terdiri dari anemia ringan 47.7%, anemia sedang 51.7% dan anemia berat 5.7%. Di Jordan prevalensi anemia 4,9% pada laki-laki, 19,3% pada wanita tidak hamil, dan 27,4% pada wanita hamil. Kesimpulan: pada penelitian literatur ini didapatkan bahwa faktor yang mempengaruhi anemia remaja putri lebih tinggi pada fase remaja akhir, mereka yang tinggal dipedesaan, pendidikan orang tua, tingkat sosial ekonomi rendah, jumlah anggota keluarga, gangguan menstruasi serta asupan rendah akan zat gizi (mikronutrien).Untuk itu peningkatan edukasi kesehatan berbasis pendidikan di sekolah efektif dalam meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku dalam mencegah anemia yang dapat berkontribusi nyata dalam mengatasi prioritas masalah kesehatan masyarakat.","PeriodicalId":516876,"journal":{"name":"Jurnal kesehatan komunitas (Journal of community health)","volume":"41 8","pages":""},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2024-04-06","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Jurnal kesehatan komunitas (Journal of community health)","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.25311/keskom.vol10.iss1.1403","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0

Abstract

Anemia merupakan indikator kesehatan gizi buruk yang dapat mempengaruhi pembangunan ekonomi suatu negara, sehingga anemia dikatakan masalah kesehatan global dunia. Prevalensi anemia tahun 2019 secara global 29.9%, Asia tenggara 41,9% dan di Indonesia (Usia 15-49 tahun) sebesar 30.6%. Adanya peningkatan prevalensi anemia remaja; dari 22.7% (Riskesdas 2013) meningkat menjadi 32% pada survei Riskesdas 2018. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui berbagai faktor risiko anemia pada remaja putri di beberapa negara. Metode penelitian dengan literatur riview, sumber data sekunder (google scholar,pubmed, Sciencedirect. Hasil: dari review artikel dalam penelitian ini didapatkan prevalensi anemia berkisar 20 % hingga 47.7%  Penelitian di Utar Paradesh India sebesar 20%, di Ethiopia sebesar 29.4% dan yang paling tinggi di Pakistan (2019) sebesar 47.9% yang terdiri dari anemia ringan 47.7%, anemia sedang 51.7% dan anemia berat 5.7%. Di Jordan prevalensi anemia 4,9% pada laki-laki, 19,3% pada wanita tidak hamil, dan 27,4% pada wanita hamil. Kesimpulan: pada penelitian literatur ini didapatkan bahwa faktor yang mempengaruhi anemia remaja putri lebih tinggi pada fase remaja akhir, mereka yang tinggal dipedesaan, pendidikan orang tua, tingkat sosial ekonomi rendah, jumlah anggota keluarga, gangguan menstruasi serta asupan rendah akan zat gizi (mikronutrien).Untuk itu peningkatan edukasi kesehatan berbasis pendidikan di sekolah efektif dalam meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku dalam mencegah anemia yang dapat berkontribusi nyata dalam mengatasi prioritas masalah kesehatan masyarakat.
少女贫血的风险因素分析:文献综述
贫血是营养不良的健康指标,会影响一个国家的经济发展,因此贫血被称为全球健康问题。2019 年全球贫血患病率为 29.9%,东南亚为 41.9%,印度尼西亚为 30.6%(15-49 岁)。青少年贫血患病率有所上升;从22.7%(2013年Riskesdas调查)上升到2018年Riskesdas调查的32%。本研究旨在确定多个国家少女贫血的各种风险因素。研究方法包括文献综述、二手数据来源(google scholar、pubmed、Sciencedirect.结果:从本研究的文章综述中发现,贫血症的发病率从 20% 到 47.7% 不等。研究发现,印度乌塔尔帕拉代什的贫血症发病率为 20%,埃塞俄比亚为 29.4%,而巴基斯坦(2019 年)的最高发病率为 47.9%,其中轻度贫血症占 47.7%,中度贫血症占 51.7%,重度贫血症占 5.7%。在约旦,男性贫血率为 4.9%,非孕妇贫血率为 19.3%,孕妇贫血率为 27.4%。结论:在这项文献研究中发现,影响少女贫血的因素主要有:青春期后期、生活在农村地区、父母受教育程度、社会经济水平低、家庭成员数量、月经紊乱和微量营养素摄入量低。 因此,在学校教育的基础上加强健康教育,能有效改善预防贫血的知识、态度和行为,从而为解决重点公共卫生问题做出重大贡献。
本文章由计算机程序翻译,如有差异,请以英文原文为准。
求助全文
约1分钟内获得全文 求助全文
来源期刊
自引率
0.00%
发文量
0
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
确定
请完成安全验证×
copy
已复制链接
快去分享给好友吧!
我知道了
右上角分享
点击右上角分享
0
联系我们:info@booksci.cn Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。 Copyright © 2023 布克学术 All rights reserved.
京ICP备2023020795号-1
ghs 京公网安备 11010802042870号
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:604180095
Book学术官方微信
小红书