{"title":"Analisa Sebaran Banjir Akibat Keruntuhan Waduk Wadaslintang","authors":"Roni Dwi Kurniyawan, R. Hendrasari","doi":"10.21831/inersia.v17i2.30334","DOIUrl":"https://doi.org/10.21831/inersia.v17i2.30334","url":null,"abstract":"ABSTRACT A heavy rain that happened in upstream area caused the increasing of debit inflow into the reservoir. If debit inflow got into the reservoir was big, so that, it caused the water overflowing from the top of reservoir. Thus, it caused the reservoir collapse that made a flood. The objective of this research was to know the map of flood spread when the reservoir was collapse and to know the flood speed and time towards the downstream. The method used is unit hirograf in having the calculation by HSS Nakayasu and the next was taken model by software HEC-RAS 5.06. From the result obtained the conclusion that breaking reservoir in QPMF. The result of flood hirograf data in dam break location using HEC-RAS application in HEC-RAS was the deepest flood in 8,1 m with the fastest maximum speed in 8,17 m/s, and the time needed by the flood to DAS Wawar, downstream area was for 0,78 hour.ABSTRAKHujan yang terjadi pada daerah hulu dengan intensitas tinggi akan mengakibatkan peningkatan debit inflow yang masuk ke waduk. Apabila debit inflow yang masuk ke waduk besar maka dapat mengakibatkan meluapnya air melalui puncak bendungan. Hal ini dapat mengakibatkan terjadinya keruntuhan bendungan yang dapat menimbulkan bencana banjir. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peta sebaran banjir saat bendungan runtuh dan mengetahui kecepatan dan waktu banjir tersebut mencapai ke daerah hilir. Metode yang digunakan adalah hirograf satuan dihitung dengan HSS Nakayasu dan selanjutnya dimodelkan menggunakan software HEC-RAS 5.06. Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa bendungan breaking pada saat QPMF. Hasil data hidrograf banjir pada lokasi dam break dengan aplikasi HEC-RAS pada saat QPMF adalah kedalaman banjir tertinggi sebesar 8,1 m dengan kecepatan maksimum tertinggi sebesar 8,17 m/dt., serta waktu yang dibutuhkan banjir untuk sampai ke daerah hilir DAS Wawar adalah selama 0,78 jam.","PeriodicalId":425453,"journal":{"name":"INERSIA lnformasi dan Ekspose Hasil Riset Teknik Sipil dan Arsitektur","volume":"53 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-12-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"131618036","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Evaluasi Kenyamanan Termal Ruang Kuliah IKIP PGRI Wates Kulon Progo DIY","authors":"Sativa Sativa, Putri Salsa Adilline","doi":"10.21831/inersia.v17i2.46751","DOIUrl":"https://doi.org/10.21831/inersia.v17i2.46751","url":null,"abstract":"ABSTRACTThermal comfort is one of the factors that affect the comfort level of the occupants of the room, because if it is not up to standard it can reduce work productivity. This study was conducted to find out how the thermal conditions of the lecture hall at the IKIP PGRI Wates Yogyakarta campus were. This study uses a quantitative descriptive method. The data was obtained through field observations to obtain the value of air temperature, wind speed, humidity, and the value of hourly air change (ACH). The data from the measurement and calculation analysis were then compared with the standards of SNI 03-6572-2001 and EnREI 1991. This study found that: (1) the percentage of ventilation openings met the standard of SNI O3-6572-2001, (2) the thermal comfort index which includes air temperature, wind speed, humidity, and ACH do not meet the standards of thermal comfort according to SNI 03-6572-2001 and EnREI 1991, (3) there are differences in the values of air temperature, humidity, and wind speed between open and closed windows. To support maximum air flow, it is recommended that the window opening type be replaced with a casement side hung type. In addition, the outlet opening on the east side can be added with curtains to reduce solar radiation which can increase air temperature. ABSTRAKKenyamanan termal adalah salah satu faktor yang berpengaruh pada tingkat kenyamanan penghuni ruangan, karena jika tidak sesuai standar dapat mengurangi produktivitas kerja. Kajian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana kondisi termal ruang kuliah Kampus IKIP PGRI Wates Yogyakarta. penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Data diperoleh melalui observasi lapangan untuk mendapatkan nilai temperatur udara, kecepatan angin, kelembapan udara, serta nilai pergantian udara per jam (ACH). Data hasil pengukuran dan analisis perhitungan kemudian dibandingkan dengan standar SNI 03-6572-2001 dan EnREI 1991. Studi ini menemukan bahwa: (1) prosentase bukaan ventilasi ruang telah memenuhi standar SNI O3-6572-2001, (2) indeks kenyamanan termal yang meliputi temperatur udara, kecepatan angin, kelembapan udara, dan ACH belum memenuhi standar kenyamanan termal sesuai SNI 03-6572-2001 dan EnREI 1991, (3) terdapat perbedaan nilai temperatur udara, kelembapan udara, dan kecepatan angin antara jendela terbuka dan jendela tertutup. Untuk mendukung agar aliran udara lebih maksimal, disarankan tipe bukaan jendela diganti dengan tipe casement side hung. Selain itu, bukaan outlet pada sisi timur dapat ditambahkan tirai untuk mengurangi radiasi matahari yang dapat meningkatkan suhu udara.","PeriodicalId":425453,"journal":{"name":"INERSIA lnformasi dan Ekspose Hasil Riset Teknik Sipil dan Arsitektur","volume":"47 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-12-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"134030752","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"The Effectiveness of Stone Column Spacing in Reducing the Potential of Liquefaction","authors":"M. Arif, Meilani Adriyati","doi":"10.21831/inersia.v17i2.44413","DOIUrl":"https://doi.org/10.21831/inersia.v17i2.44413","url":null,"abstract":"ABSTRACTLiquefaction is a liquefied soil phenomenon caused by cyclic load or earthquake. One of the soil liquefaction prevention methods is the installation of stone column. The stone column is a column filled with compacted rock fragments. It has 50 cm in diameter and 5 m deep This method is believed to reduce the excess pore water pressure that occurs during an earthquake. The stone column has been applied in many construction projects which located in high potential of liquefaction area. This research aims to know the effectiveness of stone column in reducing the liquefaction potential. This research conducted by using borelog data and soil laboratory test. This research also runs the numerical simulation of soil liquefaction with stone column stabilization. The variations in column spacing (2 m; 1.5 m; and 1 m) and subsurface review point (1 m; 1.5 m; 2 m; and 2.5 m) will be applied by using Quake/W from Geostudio 2012 software. The results show that the liquefaction potential can be reduced with the closer stone column spacing up to 1.5 m. Reduction of pore water pressure and liquefaction potential only occurs in the initial period of the earthquake before reaching the peak of earthquake acceleration.ABSTRAKLikuefaksi merupakan fenomena pencairan tanah akibat adanya beban siklik atau gempa. Salah satu metode penanganan likuefaksi yaitu dengan melakukan instalasi stone column. Stone column merupakan suatu kolom yang diisi oleh fragmen batuan yang dipadatkan. Umumya kolom berukuran diameter 50 cm dan kedalaman hingga 5 m. Metode ini dipercaya dapat mengurangi tekanan air pori yang terjadi pada tanah saat gempa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas stone collumn dalam mengurangi potensi likuefaksi. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan data bor dan uji laboratorium. Simulasi numeris juga dilakukan berupa permodelan tanah dengan stabilisasi stone column. Variasi pada jarak stone solumn (2m; 1,5m; dan 1m) dan titik tinjau (1m; 1,5m; 2m; dan 2,5m) dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak Quake/w dari Geostudio 2012. Hasil menunjukkan bahwa potensi likuefaksi dapat berkurang dengan jarak stone column yang semakin dekat hingga 1,5 m. Pengurangan tekanan air pori dan potensi likuefaksi hanya terjadi pada periode awal gempa sebelum mencapai puncak percepatan gempa.","PeriodicalId":425453,"journal":{"name":"INERSIA lnformasi dan Ekspose Hasil Riset Teknik Sipil dan Arsitektur","volume":"11 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-12-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"133207398","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"PERENCANAAN JEMBATAN PEJALAN KAKI MENGGUNAKAN KAYU JATI HUTAN RAKYAT SEBAGAI MATERIAL KONSTRUKSI","authors":"Maris Setyo Nugroho, Ali Awaludin, B. Supriyadi","doi":"10.21831/INERSIA.V13I2.17177","DOIUrl":"https://doi.org/10.21831/INERSIA.V13I2.17177","url":null,"abstract":"ABSTRACT Eco-friendly bridge planning is an important aspect to be considered, as the issue of global warming and energy crisis develop. This study examine the planning of pedestrian bridge using community forest wood materials. The analysis is done by 3D modeling on SAP2000 auxiliary software. The research stages consist of testing mechanical properties of wood and optimization of the maximum span of the bridge. The result of testing of mechanical properties obtained result that teak wood of Blora comunity forest have value of Emin 5757 MPa. Based on SNI-7973: 2013 the value is included in the E11 quality code. The design of the pedestrian bridge uses the Warren Truss frame type. This shape was chosen because it has the highest stiffness compared to the type of Howe Truss and Pratt Truss. Based on bridge structure analysis show that, with dimension 4x6 cm bridge can bear the load of plan until span 10 m with maximum deflection 9.9 mm Keywords: design, pedestrian bridge, 3D model, SAP2000. ABSTRAK Perencanaan jembatan yang ramah lingkungan menjadi aspek tersendiri yang harus diperhatikan,seiring berkembangnya isu pemanasan globaldan krisis energi. Penelitian ini mengkaji tentang perencanaan jembatan pejalan kaki menggunakan material kayu hutan rakyat. Analisis dilakukan dengan pemodelan 3D pada software bantu SAP2000. Tahapan penelitian terdiri dari pengujian mechanical properties kayu dan optimasi bentang maksimum jembatan.Hasil pengujian sifat mekanik didapatkan hasilbahwa kayu jati hutan rakyat Blora memiliki nilai Emin 5757 MPa. Berdasarkan SNI-7973:2013 nilai tersebut termasuk dalam kode mutu E11. Desain jembatan pejalan kaki menggunakan tipe rangka Warren Truss.Bentuk ini dipilih karena memiliki kekakuan yang paling tinggi dibandingkan dengan tipe Howe Truss dan Pratt Truss.Berdasarkan analisis struktur jembatan menunjukkan bahwa, dengan kayu dimensi 4x6 cm jembatan dapat memikul beban rencana hingga bentang 10 m dengan defleksi 9.9 mm Kata Kunci :desain, jembatan pejalan kaki, 3D model, SAP2000.","PeriodicalId":425453,"journal":{"name":"INERSIA lnformasi dan Ekspose Hasil Riset Teknik Sipil dan Arsitektur","volume":"115 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2017-12-05","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"116599899","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Sativa Sativa, Bakti Setiawan, Djoko Wijono, M. Adiyanti
{"title":"VARIASI SETING FISIK RUANG INTERAKSI ANAK DI KAMPUNG PADAT KOTA YOGYAKARTA","authors":"Sativa Sativa, Bakti Setiawan, Djoko Wijono, M. Adiyanti","doi":"10.21831/INERSIA.V13I2.17180","DOIUrl":"https://doi.org/10.21831/INERSIA.V13I2.17180","url":null,"abstract":"ABSTRActToday, urban kampungs are inhabited by most of the Indonesia’s population. The high density of population and building is one of the most common conditions found in urban kampungs, whichimpact on various problemsexperienced by the inhabitans. One of those impacts isthe lack of children's interaction area. Thisphenomenon needs to be studied in depth, since social interaction plays important role for the child's personal development in the future. Thisstudy, which is part of the author's dissertation research, aims to explore the physical settings variation of children interaction space in the urban kampungs. This research uses explorative method, meanwhile data collecting uses field observation method. Kampung Ngampilan Yogyakarta was taken as the case, because it has high density and specific geographical condition due to its location on the river bank. As a result, it is found that with limited environmental conditions, the children interaction space in Kampung Ngampilan Yogyakarta is formed organically or unplanned. The spaces can be grouped into three kinds of categories, namely based on the degree of enclosureness, degree of fixation of space elements and the degree of naturaleness of space elements. This finding can be used as reference in kampung development which is more conducive as place for children interaction activities.Keywords:children interaction space,physical setting, urban kampung ABSTRAKSaat ini kampung kota merupakan permukiman yang dihuni oleh sebagian besar peduduk kota di Indonesia. Kepadatan penduduk dan bangunan yang tinggi, merupakan salah satu kondisi yang sering ditemukan di kampung-kampung kota. Anak-anak, sebagai salah satu kelompok penduduk, ikut merasakan dampaknya, salah satunya adalah karena semakin minimnya area interaksi anak-anak. Hal ini perlu untuk dikaji secara mendalam, mengingat interaksi sosial di usia anak berperan penting bagi perkembangan pribadi anak ke depan. Kajian yang merupakan bagian dari riset disertasi penulis ini, bertujuan untuk menggali keragaman seting fisik ruang interaksi anak di kampung padat kota semacam itu. Riset ini menggunakan metode eksploratif, dengan menggunakan metode observasi lapangan untuk menggali data. Kampung Ngampilan Yogyakarta dipilih sebagai kasuskarena densitasnya tinggi, rerata ekonomi penduduknya menengah ke bawah, dan kondisi geografis yang spesifik karena berada di berada di bantaran sungai. Dari hasil kajian ditemukan bahwa dengan kondisi lingkungan yang terbatas, ruang interaksi anak di Kampung Ngampilan Yogyakarta terbentuk secara organik atau tidak terencana. Ruang-ruang tersebut dapat dikelompokkan menjadi tiga macam kategori, yaitu berdasarkan derajat keterlingkupan, derajat fiksasi elemen ruang dan derajat kealamiahan elemen ruang. Temuan ini diharapkan dapat menjadi salah satu referensi dalam pengembangan kampung kota ke depan, yang lebih kondusif sebagai wadah aktivitas anak-anak sebagai salah satu kelompok penghuninya.Kata kunci: rua","PeriodicalId":425453,"journal":{"name":"INERSIA lnformasi dan Ekspose Hasil Riset Teknik Sipil dan Arsitektur","volume":"135 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2017-12-05","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"114474361","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Teguh Mulyo Wicaksono, Ali Awaludin, S. Siswosukarto
{"title":"ANALISIS PERKUATAN LENTUR BALOK KAYU SENGON DENGAN SISTEM KOMPOSIT BALOK SANDWICH (LAMINA DAN PLATE)","authors":"Teguh Mulyo Wicaksono, Ali Awaludin, S. Siswosukarto","doi":"10.21831/INERSIA.V13I2.17176","DOIUrl":"https://doi.org/10.21831/INERSIA.V13I2.17176","url":null,"abstract":"ABSTRACTThe using of wood beam for structural purposes are still wood-oriented of good type and quality. Along with the increasing use of wood in the field of construction, the availability of large size wood and good quality becomes more limited. Moving from previous research on weak wood composite, an idea was made to analyze the strength of bending of logs from weak wood through composite engineering. Sengon wood is weak wood with compretion strength 16,91 MPa, tensile strength 46,33 MPa, shear strength 3.51 MPa, flexural strength 23,52 MPa, MOE 4210,99 MPa and classification of E6. Component press lamina keruing with compretion strength 47,58 MPa. Component tesile plate steel with tensile strength 267,28 MPa. The maximum load of intact sengon beam (BSU) 8.04 kN while the composite laminated beam (BLK) of maximum load of 16.82 kN increased 109%. The flexural elasticity module of BSU 7.002,62 Mpa while the BLK of 10,419 MPa increased 49%. Flexural strength BSU 20.65 MPa while at 39.72 MPa BLK increased 92%. BSU rigidity at 6.4 kN proportional load is 153,02 while at BLK 325,06 it increases 112,43%. The curvature of BSU -77.42 at maximum load of 8.04 kN whereas in BLK is -24.03 increased 69%. The efficiency structure of the BSU is 1.07 and in the BLK 1.24 is increased by 15.89%. The pattern of BSU failure is brittle on linear loading with disconnected fibers. While BLK sengon damage does not cause the beam collapsed because it is still held steel plate and lamina keruing. The analysis for live load is 350 Kg / m2, then the maximum load is 10.5 kN. At BLK able to withstand the maximum load of 16.82 kN, the concept of this laminated composite beam can be used as a structural beam.Keywords: sengon, beams, composites, structural beams.AbstrakPenggunaan balok kayu untuk keperluan struktur masih berorientasi pada kayu dari jenis dan mutu yang bagus. Seiring dengan makin banyaknya penggunaan kayu dalam bidang konstruksi maka ketersediaan kayu ukuran besar dan bermutu baik menjadi semakin terbatas.Beranjak dari riset-riset terdahulu tentang perkuatan kayu lemah, dibuatlah gagasan untuk menganalisis kekuatan lentur balok dari kayu lemah melalui rekayasa komposit.Kayu sengon merupakan kayu lemah dengankuat tekan 16,91 MPa, kuat tarik 46,33 MPa, kuat geser 3,51 MPa, kuat lentur 23,52 MPa, MOE 4210,99 MPa dan termasuk klasifikasi E6. Komponen tekan lamina keruing dengan kuat tekan 47,58 Mpa. Komponen tarik steel plate dengan kuat tarik 267,28 Mpa. Beban maksimum balok sengon utuh (BSU) 8,04 kN sedangkan balok laminasi komposit (BLK) beban maksimum16,82 kN meningkat 109%.Modulus elastisitas lentur BSU 7.002,62 MPa sedangkan BLK sebesar 10.419 Mpa meningkat 49%. Kuat lentur BSU 20,65 MPa sedangkan pada BLK 39,72 Mpa meningkat 92%.Kekakuan BSU pada beban proporsional 6,4 kN adalah 153,02 sedangkan pada BLK 325,06 meningkat 112,43%.Kelengkungan BSU -77,42 pada beban maksimum 8,04 kN sedangkan pada BLK adalah -24,03 meningkat 69%.Efisiensi struktur BSU sebesar 1","PeriodicalId":425453,"journal":{"name":"INERSIA lnformasi dan Ekspose Hasil Riset Teknik Sipil dan Arsitektur","volume":"17 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2017-12-05","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"122259699","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"ARAHAN PENATAAN KAMPUNG TRADISIONAL WISATA BATIK KAUMAN SURAKARTA","authors":"Desrina Ratriningsih","doi":"10.21831/INERSIA.V13I2.17175","DOIUrl":"https://doi.org/10.21831/INERSIA.V13I2.17175","url":null,"abstract":"ABSTRACT Kampung Wisata Batik Kauman Surakarta is a village that grows among the villages in Java. The term Pakauman given by Keraton means the dwellings of 'kaum' or ulama. KampungWisata Batik Kauman is a traditional village that holds cultural heritage both physical and non physical. Cultural potential and local wisdom for the field of cultural tourism is still high, even able to become a trend of tourism potential in the future.Until now, the development of tourism village in Kampung Batik Kauman Surakarta is still partial, the tendency seen during the existence of the tourist village that has the potential of local wisdom and culture has not been handled and managed optimally. This is evident from the tourist village that almost lost its original character. Therefore it needs to be initiated the pattern of tourism development that makes the culture as a tourist attraction in Kampung Batik Kauman. The development of this tourist village is in line with the Solo city's mission of Solo's Past is Solo's future as a cultural and tourism city characterized by Javanese accentuation and preserving cultural assets, both tangible and intangible.The concept of arrangement of KampungWisata Batik Kauman area to turn the area (visitable) and must be able to serve the user and comfortable to visit (livable and walkable). The direction of arrangement of KampungWisata Batik Kauman is done through the strengthening of tourist attractions and the arrangement of supporting facilities of tourist attractions. The direction of this arrangement should be able to take advantage of cultural heritage as a tourist attraction while protecting cultural heritage. Proper regional planning will be a tourist attraction and improve the quality of life of local communities and the cultural qualities of the region. Keywords: Kampung Wisata, Culture and Religion, Visitable ABSTRAK Kampung Wisata Batik Kauman Surakarta merupakan sebuah kampung yang tumbuh diantara kampung-kampung di Jawa. Istilah Pakauman diberikan oleh Keraton mempunyai arti tempat tinggal para ‘kaum’ atau ulama.Kampung Wisata Batik Kauman merupakan kampung tradisional yang menyimpan warisan budaya baik fisik maupun non fisik. Potensi budaya dan kearifan lokal untuk bidang pariwisata budaya masih tinggi, bahkan mampu menjadi kecenderungan potensi wisata di masa depan.Sampai saat ini pengembangan kampung wisata di Kampung Batik Kauman Surakarta masih bersifat parsial, kecenderungan yang terlihat selama ini eksistensi kampung wisata yang memiliki potensi kearifan lokal dan budaya belum ditangani dan dikelola secara optimal. Hal ini terlihat dari kampung wisata yang hampir kehilangan karakter aslinya. Oleh karena itu perlu digagas pola pengembangan wisata yang menjadikan budaya sebagai daya tarik wisata di Kampung Batik Kauman. Pengembangan kampung wisata ini sejalan dengan misi kota Surakarta “Solo’s Past is Solo’s future” sebagai kota budaya dan pariwisata yang berkarakter dengan aksentuasi Jawa dan melestarikan ","PeriodicalId":425453,"journal":{"name":"INERSIA lnformasi dan Ekspose Hasil Riset Teknik Sipil dan Arsitektur","volume":"183 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2017-12-05","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"121693689","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Boby Culius Ertanto, Iman Satyarno, Bambang Suhendro
{"title":"PERFORMANCE BASED DESIGN BANGUNAN GEDUNG UNTUK LEVEL KINERJA OPERASIONAL","authors":"Boby Culius Ertanto, Iman Satyarno, Bambang Suhendro","doi":"10.21831/INERSIA.V13I2.17182","DOIUrl":"https://doi.org/10.21831/INERSIA.V13I2.17182","url":null,"abstract":"ABSTRACT Indonesia is an area with high earthquake risk, where earthquake-resistant design is required, in critical category IV buildings such as hospitals and educational buildings must be designed to remain operation during and after the earthquake design, without significant damage. owners have the ability to establish and know the performance levels of structures designed with performance-based design methods that impact on development costs, repair costs and reduce casualties due to earthquakes. there are two performance based design methods namely pushover and nonlinear history of time (NLTHA). with ductility values of μ 3 or R 4.8 and Ie 1.5, the structures are designed to have an opertional (O) performance during the earthquake design (DBE) and immediate occupancy (IO) during a maximum earthquake (MCE). using acceptance according to the capacity spectrum method, element acceptance limit and drift according to FEMA 356.Keyword: operational, ductility, performance based design ABSTRAK Indonesia merupakan daerah dengan resiko gempa tinggi, dimana dibutuhkan perencanaan tahan gempa, pada bangunan penting kategori IV seperti rumah sakit dan gedung pendidikan harus didesain tetap beroperasi saat dan setelah terjadinya gempa rencana, tanpa mengalami kerusakan yang signifikan. Pemilik memiliki kemampuan untuk menetapkan dan mengetahui level kinerja dari struktur yang didesain dengan metode performance based design yang berdampak pada biaya pembangunan, biaya perbaikan dan mengurangi korban jiwa akibat gempa. Dimana terdapat dua metode performance based design yaitu pushover dan nonlinier riwayat waktu (NLTHA). Dari penggunaan nilai daktilitas sebesar μ 3 atau R 4.8 dan Ie 1.5, struktur yang didesain memiliki kinerja opertional (O) saat terjadinya gempa rencana (DBE) dan immediate occupancy (IO) saat terjadi gempa besar (MCE). Dengan menggunakan penerimaan menurut capacity spectrum method, batas penerimaan elemen dan drift menurut FEMA 356. Kata Kunci: operasional, ductility, performance based design","PeriodicalId":425453,"journal":{"name":"INERSIA lnformasi dan Ekspose Hasil Riset Teknik Sipil dan Arsitektur","volume":"193 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2017-12-05","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"123262317","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Agus Santoso, Darmono Darmono, Faqih Ma’arif, H. Sumarjo
{"title":"STUDI PERBANDINGAN RANCANG CAMPUR BETON NORMAL MENURUT SNI 03-2834-2000 DAN SNI 7656:2012","authors":"Agus Santoso, Darmono Darmono, Faqih Ma’arif, H. Sumarjo","doi":"10.21831/INERSIA.V13I2.17174","DOIUrl":"https://doi.org/10.21831/INERSIA.V13I2.17174","url":null,"abstract":"ABSTRACTThis study examines the design of normal concrete mixtures according to SNI 03-2834-2000 and SNI 7656: 2012. This research is done because SNI 7656: 2012 is an adoption of ACI 211 which requires a mixture considering its economic side. This research was conducted by experimental method in laboratory. In this research, the test object used is concrete cylinder with dimension 150 x 300 mm. The test specimen consists of 2 variants, namely: normal concrete SNI 2000 (BN-00), and normal concrete SNI 2012 (BN-12). Each variant consists of 3 strong compressive specimen plans: 25 MPa, 30MPa, and 35 MPa. Based on the result of the test, it is found that the strength of concrete with the design of SNI 2000 for the compressive strength of 25 MPa (BN-00-25), 30 MPa (BN-00-30) and 35 MPa (BN-00-35) 27.24 MPa, 38.99 MPa, and 44.85 MPa. While the concrete mean press with the design of SNI 2012 for the compressive strength of 25 MPa (BN-12-25), 30 MPa (BN-12-30), and 35 MPa (BN-12-35) plans were 31,43 MPa , 36.54 MPa, and 39.76 MPa. Keywords: mixed design, SNI 03-2834-2000, SNI 7656: 2012, compressive strength ABSTRAKMakalah ini mengkaji tentang rancang campur beton normal menurut SNI 03-2834-2000 dan SNI 7656:2012. Dilakukannya kajian ini karena SNI 7656:2012 merupakan adopsi dari ACI 211 yang mensyaratkan suatu campuran dengan mempertimbangkan sisi ekonomisnya. Kajian ini dilakukan dengan metode eksperimen di laboratorium. Pada kajian ini benda uji yang digunakan adalah silinder beton dengan dimensi 150 x 300 mm. Benda uji terdiri dari 2 varian yaitu : beton normal SNI 2000 (BN-00), dan beton normal SNI 2012 (BN-12). Tiap varian terdiri dari 3 spesimen kuat tekan rencana yaitu: 25 MPa, 30MPa, dan 35 MPa. Berdasarkan hasil pengujian didapatkan kuat tekan rerata beton dengan rancangan SNI 2000 untuk kuat tekan rencana 25 MPa (BN-00-25), 30 MPa (BN-00-30), dan 35 MPa (BN-00-35) berturut-turut sebesar 27,24 MPa, 38,99 MPa, dan 44,85 MPa. Sedangkan tekan rerata beton dengan rancangan SNI 2012 untuk kuat tekan rencana 25 MPa (BN-12-25), 30 MPa (BN-12-30), dan 35 MPa (BN-12-35) berturut-turut sebesar 31,43 MPa, 36,54 MPa, dan 39,76 MPa. Kata kunci: rancang campur, SNI 03-2834-2000, SNI 7656:2012, kuat tekan","PeriodicalId":425453,"journal":{"name":"INERSIA lnformasi dan Ekspose Hasil Riset Teknik Sipil dan Arsitektur","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2017-12-05","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"115374543","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"PERILAKU SAMBUNGAN SAYAP MENERUS BALOK PROFIL I DENGAN KOLOM TABUNG BAJA AKIBAT BEBAN SIKLIK","authors":"E. Riyanto, M. Muslikh, B. Supriyadi","doi":"10.21831/INERSIA.V13I2.17172","DOIUrl":"https://doi.org/10.21831/INERSIA.V13I2.17172","url":null,"abstract":"ABSTRACTUsing Concrete-Filled Steel Tube (CSFT) as a column component provides many advantages over steel columns. Steel tube serve as reinforcement as well as formwork for concrete filler increases the strength column. The lack of experience and complexity of the beam-column connection system becomes an obstacle to use the CFST as a column. In addition, strength and stiffness of the connection system should be sufficient to endure the earthquake loads. in this research, continuous joint of beam-CFST and continuous joint of beam-column steel tube without concrete filler (BKS-K). Load cycle of specimen refer to ACI 374.1-05. The test results showed the average load of 23,85 kN on BKS-K increased to 26.05 kN on BKS-T. Elastic stiffness (Ke) at BKS-K of 0,531 kN/mm increased to 0,531 kN/mm on BKS-T. BKS-T also has a larger hysteretic loop than BKS-K. BKS-K and BKS-T adequate the strong column weak beam criteria with partial ductility. Keywords: CFST, beam-column joint, cyclic test. ABSTRAKPenggunaan kolom tabung baja dengan isian beton memberikan banyak keuntungan dibandingkan dengan kolom biasa. Adanya isian beton pada tabung baja, kuat tekan terhadap gaya aksial meningkat. Selain itu sambungan harus memiliki kekuatan menahan beban gempa. Kajian ini bertujuan mengetahui perilaku histeristis, kekuatan, kekakuan dan pola keruntuhan dalam menahan beban siklik. Kajian ini dibuat benda uji sambungan sayap menerus balok-kolom tabung baja dengan isian beton (BKS-T) dan sambungan sayap menerus balok-kolom tabung baja tanpa isian beton (BKS-K). Benda uji dibebani dengan siklus beban yang mengacu pada ACI 374.1-05. Hasil pengujian menunjukkan beban maksimum rata-rata sebesar 23,85 kN pada BKS-K meningkat menjadi 26,05 kN pada BKS-T. Kekakuan elastis (Ke) pada BKS-K sebesar 0,531 kN/mm meningkat menjadi 0,737 kN/mm pada BKS-T. Benda uji BKS-T juga memiliki hysteretic loop yang lebih besar dari BKS-K. Benda uji BKS-K dan BKS-T mengalami kegagalan yang memenuhi kriteria strong column weak beam dengan daktilitas parsial.Kata kunci: CFST, sambungan balok-kolom, uji siklik.","PeriodicalId":425453,"journal":{"name":"INERSIA lnformasi dan Ekspose Hasil Riset Teknik Sipil dan Arsitektur","volume":"7 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2017-12-05","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"126390629","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}