Evaluasi Kenyamanan Termal Ruang Kuliah IKIP PGRI Wates Kulon Progo DIY

Sativa Sativa, Putri Salsa Adilline
{"title":"Evaluasi Kenyamanan Termal Ruang Kuliah IKIP PGRI Wates Kulon Progo DIY","authors":"Sativa Sativa, Putri Salsa Adilline","doi":"10.21831/inersia.v17i2.46751","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"ABSTRACTThermal comfort is one of the factors that affect the comfort level of the occupants of the room, because if it is not up to standard it can reduce work productivity. This study was conducted to find out how the thermal conditions of the lecture hall at the IKIP PGRI Wates Yogyakarta campus were. This study uses a quantitative descriptive method. The data was obtained through field observations to obtain the value of air temperature, wind speed, humidity, and the value of hourly air change (ACH). The data from the measurement and calculation analysis were then compared with the standards of SNI 03-6572-2001 and EnREI 1991. This study found that: (1) the percentage of ventilation openings met the standard of SNI O3-6572-2001, (2) the thermal comfort index which includes air temperature, wind speed, humidity, and ACH do not meet the standards of thermal comfort according to SNI 03-6572-2001 and EnREI 1991, (3) there are differences in the values of air temperature, humidity, and wind speed between open and closed windows. To support maximum air flow, it is recommended that the window opening type be replaced with a casement side hung type. In addition, the outlet opening on the east side can be added with curtains to reduce solar radiation which can increase air temperature. ABSTRAKKenyamanan termal adalah salah satu faktor yang berpengaruh pada tingkat kenyamanan penghuni ruangan, karena jika tidak sesuai standar dapat mengurangi produktivitas kerja. Kajian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana kondisi termal ruang kuliah Kampus IKIP PGRI Wates Yogyakarta. penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Data diperoleh melalui observasi lapangan untuk mendapatkan nilai temperatur udara, kecepatan angin, kelembapan udara, serta nilai pergantian udara per jam (ACH). Data hasil pengukuran dan analisis perhitungan kemudian dibandingkan dengan standar SNI 03-6572-2001 dan EnREI 1991.  Studi ini menemukan bahwa: (1) prosentase bukaan ventilasi ruang telah memenuhi standar SNI O3-6572-2001, (2) indeks kenyamanan termal yang meliputi temperatur udara, kecepatan angin, kelembapan udara, dan ACH belum memenuhi standar kenyamanan termal sesuai SNI 03-6572-2001 dan EnREI 1991, (3) terdapat perbedaan nilai temperatur udara, kelembapan udara, dan kecepatan angin antara jendela terbuka dan jendela tertutup. Untuk mendukung agar aliran udara lebih maksimal, disarankan tipe bukaan jendela diganti dengan tipe casement side hung. Selain itu,  bukaan outlet pada sisi timur dapat ditambahkan tirai untuk mengurangi radiasi matahari yang dapat meningkatkan suhu udara.","PeriodicalId":425453,"journal":{"name":"INERSIA lnformasi dan Ekspose Hasil Riset Teknik Sipil dan Arsitektur","volume":"47 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2021-12-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"1","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"INERSIA lnformasi dan Ekspose Hasil Riset Teknik Sipil dan Arsitektur","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.21831/inersia.v17i2.46751","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 1

Abstract

ABSTRACTThermal comfort is one of the factors that affect the comfort level of the occupants of the room, because if it is not up to standard it can reduce work productivity. This study was conducted to find out how the thermal conditions of the lecture hall at the IKIP PGRI Wates Yogyakarta campus were. This study uses a quantitative descriptive method. The data was obtained through field observations to obtain the value of air temperature, wind speed, humidity, and the value of hourly air change (ACH). The data from the measurement and calculation analysis were then compared with the standards of SNI 03-6572-2001 and EnREI 1991. This study found that: (1) the percentage of ventilation openings met the standard of SNI O3-6572-2001, (2) the thermal comfort index which includes air temperature, wind speed, humidity, and ACH do not meet the standards of thermal comfort according to SNI 03-6572-2001 and EnREI 1991, (3) there are differences in the values of air temperature, humidity, and wind speed between open and closed windows. To support maximum air flow, it is recommended that the window opening type be replaced with a casement side hung type. In addition, the outlet opening on the east side can be added with curtains to reduce solar radiation which can increase air temperature. ABSTRAKKenyamanan termal adalah salah satu faktor yang berpengaruh pada tingkat kenyamanan penghuni ruangan, karena jika tidak sesuai standar dapat mengurangi produktivitas kerja. Kajian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana kondisi termal ruang kuliah Kampus IKIP PGRI Wates Yogyakarta. penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Data diperoleh melalui observasi lapangan untuk mendapatkan nilai temperatur udara, kecepatan angin, kelembapan udara, serta nilai pergantian udara per jam (ACH). Data hasil pengukuran dan analisis perhitungan kemudian dibandingkan dengan standar SNI 03-6572-2001 dan EnREI 1991.  Studi ini menemukan bahwa: (1) prosentase bukaan ventilasi ruang telah memenuhi standar SNI O3-6572-2001, (2) indeks kenyamanan termal yang meliputi temperatur udara, kecepatan angin, kelembapan udara, dan ACH belum memenuhi standar kenyamanan termal sesuai SNI 03-6572-2001 dan EnREI 1991, (3) terdapat perbedaan nilai temperatur udara, kelembapan udara, dan kecepatan angin antara jendela terbuka dan jendela tertutup. Untuk mendukung agar aliran udara lebih maksimal, disarankan tipe bukaan jendela diganti dengan tipe casement side hung. Selain itu,  bukaan outlet pada sisi timur dapat ditambahkan tirai untuk mengurangi radiasi matahari yang dapat meningkatkan suhu udara.
热舒适评估IKIP PGRI Wates Progo DIY讲堂
【摘要】热舒适是影响室内居住者舒适度的因素之一,如果不符合标准就会降低工作效率。本研究是为了了解iip PGRI waters日惹校区演讲厅的热条件。本研究采用定量描述方法。通过野外观测获得气温、风速、湿度和逐时空气变化(ACH)值。然后将测量和计算分析数据与SNI 03-6572-2001和EnREI 1991标准进行比较。本研究发现:(1)通风量百分比符合SNI 03-6572-2001标准;(2)根据SNI 03-6572-2001和EnREI 1991,空气温度、风速、湿度、ACH等热舒适指标不符合热舒适标准;(3)开窗与闭窗的空气温度、湿度、风速值存在差异。为保证最大的空气流量,建议将开窗方式改为侧挂式。另外,可以在东侧的出风口增加窗帘,以减少太阳辐射,从而提高空气温度。【摘要】肯尼亚的冬小麦,冬小麦,冬小麦,冬小麦,冬小麦,冬小麦,冬小麦,冬小麦,冬小麦,冬小麦,冬小麦。日惹市,日惹市,日惹市。Penelitian ini mongunakan方法的定量描述。数据来源:中国气象观测站,中国气象观测站,中国气象观测站,中国气象观测站,中国气象观测站,中国气象观测站。数据来源:企鹅数据分析perhitungan kemudian dibandingkan dengan标准SNI 03-6572-2001 dan EnREI 1991。研究:(1)蛋白酶bukaan ventilasi ruang telah memenuhi标准SNI O3-6572-2001,(2)指标kenyamanan termal - meluti标准kenyamanan termal - suada标准kenyamanan termal - suada标准kenyamanan termal - suada标准SNI 03-6572-2001, dan EnREI 1991, (3) terdapa perbedaa和nilai温度udara, kelemapan udara, dan keecepatan angin antara jendeka terbuka和jendeka terbuka。Untuk mendukung agar aliran udara lebih maksimal, disarankan tipe bukaan jendela diganti dengan tipe开窗侧挂。Selain itu, bukaan outlet pada sisi timur dapat ditambahkan tirai untuk mengurangi radiasi matahari yang dapat meningkatkan suhu udara。
本文章由计算机程序翻译,如有差异,请以英文原文为准。
求助全文
约1分钟内获得全文 求助全文
来源期刊
自引率
0.00%
发文量
0
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
确定
请完成安全验证×
copy
已复制链接
快去分享给好友吧!
我知道了
右上角分享
点击右上角分享
0
联系我们:info@booksci.cn Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。 Copyright © 2023 布克学术 All rights reserved.
京ICP备2023020795号-1
ghs 京公网安备 11010802042870号
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:604180095
Book学术官方微信
小红书