Suci Rahmawati, D. Retnowati, Oky Hermansyah, Samwilson Slamet
{"title":"IDENTIFIKASI RHODAMIN B PADA LIPSTIK YANG BEREDAR DI KOTA BENGKULU DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VISIBEL","authors":"Suci Rahmawati, D. Retnowati, Oky Hermansyah, Samwilson Slamet","doi":"10.33088/jp.v3i1.579","DOIUrl":"https://doi.org/10.33088/jp.v3i1.579","url":null,"abstract":"The use of the dye rhodamine B as a color additive in cosmetics has been prohibited by the Regulation of the Head of the Food and Drug Monitoring Agency (BPOM) Number: HK.00.05.42.1018 concerning Additional Ingredients in Cosmetics, because rhodamine B has carcinogenic properties if used long term in the body. In this research, 10 lipstick samples were used purposively obtained from the market in Bengkulu City. Lipstick samples were selected based on the criteria that they did not meet BPOM distribution requirements. Determination of rhodamine B levels was carried out using the UV-Visible Spectrophotometry method. The maximum wavelength used in the identification of Rhodamine B is 554 nm. The test results of ten lipsticks showed that nine lipsticks contained rhodamine B, in lipsticks with codes L2, L3, L4, L5, L6, L7, L8, L9 and L10 with a percentage of 0.0058%-0.0242%, and only one sample that was identified negative, L1 with an absorbance value of 0.364 with a percentage of 0%. In this study it can be concluded that there were 9 samples of 10 lipstick samples that were identified as containing Rhodamine B quantitatively. \u0000 ","PeriodicalId":400111,"journal":{"name":"Journal Pharmacopoeia","volume":"50 15","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-03-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140363447","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Azziyadatul Fadilah Lanas, Delta Baharyati, R. Meinisasti
{"title":"FORMULASI HAND BODY LOTION TABIR SURYA DARI EKSTRAK ETANOL RIMPANG JAHE MERAH ( Zingiber Officinale Var Rubrum Rhizoma ) DAN UJI NILAI SPF","authors":"Azziyadatul Fadilah Lanas, Delta Baharyati, R. Meinisasti","doi":"10.33088/jp.v3i1.480","DOIUrl":"https://doi.org/10.33088/jp.v3i1.480","url":null,"abstract":"Rimpang tanaman jahe merah (Zingiber officinale Roscoe) merupakan salah satu tanaman efektif yang berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai tabir surya. Senyawa metabolit sekunder yang dapat berperan menjadi tabir surya diantaranya adalah flavonoid dan tannin. Tanin merupakan polifenol yang mempunyai aktivitas antioksidan kuat yang bisa melindungi kerusakan terhadap radikal bebas yang disebabkan karena paparan sinar UV, untuk senyawa fenolik khususnya golongan flavonoid juga mempunyai potensi sebagai tabir surya karena adanya gugus kromofor yang mampu menyerap sinar UV sehingga mengurangi intensitasnya pada kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar Sun Protecting Factor (SPF) pada hand body lotion dari ekstrak etanol Rimpang Jahe Merah (Zingiber Officinale Var Rubrum Rhizoma) dengan kosentrasi 1%, 2%, dan 3%. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental, dimana bertujuan untuk menguji pengaruh suatu variabel terhadap variabel lain. Berdasarkan pengujian yang dilakukan pada masing-masing formula sediaan lotion ekstrak etanol jahe merah yang meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji PH, uji daya sebar, uji iritasi, uji viskositas, uji sentrifugasi, uji tipe sediaan, uji kesukaan dan penentuan nilai SPF memenuhi kriteria sebagai sediaan lotion tabir surya.lotion tabir surya ekstrak etanol jahe merah dapat disimpulkan bahwa sediaan memenuhi standar lotion yang baik. Nilai SPF pada formulasi FI sebesar (22,03). Formula FII sebesar (25,62) dan pada formula FIII sebesar (25,89). Kesimpulan : Dari hasil penelitian yang dilakukan, formula yang memiliki nilai SPF paling tinggi yaitu pada formula FIII dengan nilai SPF sebesar (25,89) dengan proteksi perlindungan ultra. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak pada formula maka semakin meningkatkan nilai SPF.\u0000 ","PeriodicalId":400111,"journal":{"name":"Journal Pharmacopoeia","volume":"49 14","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-03-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140361695","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"FORMULASI SEDIAAN SABUN PADAT EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH PEPAYA (CARICA PAPAYA L.)","authors":"Mega Yulia, Vanessa Liandri, Dwi Mulyani","doi":"10.33088/jp.v3i1.578","DOIUrl":"https://doi.org/10.33088/jp.v3i1.578","url":null,"abstract":"Papaya skin (Carica papaya L.) has antibacterial activity against Staphylococcus aureus bacteria and Escherichia coli bacteria. This research aims to find out whether papaya peel extract can be formulated into solid soap. Solid soap preparations were made in 4 formulas with F0 (formula 0) as the base and the addition of papaya peel extract at Fl (formula 1) 3.5 g, FII (formula 2) 7 g, and FIII (formula 3) 10.5 g. The formulated solid soap preparation is subjected to physical evaluation including organoleptic, pH, foam height tests, water and free alkali content. The research results showed that all formulas met the requirements except for the water and free alkali content tests which did not meet the requirements because they still exceeded the maximum limit for free water & alkali content set by SNI 2016.","PeriodicalId":400111,"journal":{"name":"Journal Pharmacopoeia","volume":"39 23","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-03-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140362357","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"GAMBARAN PENGGUNAAN OBAT PADA PASIEN STROKE ISKEMIK DI RSUD. Dr. M. YUNUS KOTA BENGKULU TAHUN 2022","authors":"A. Anggraini, Nadia Pudiarifanti, Z. Muslim","doi":"10.33088/jp.v3i1.481","DOIUrl":"https://doi.org/10.33088/jp.v3i1.481","url":null,"abstract":"Strokee iskemik adalah tanda klinis disfungsi atau kerusakan jaringan otak yang disebabkan kurangnya aliran darah ke otak sehingga mengganggu kebutuhan darah dan oksigen di otak. WHO mendefiniskan stroke merupakan suatu tanda klinis yang berkembang cepat akibat gangguan otak fokal (atau global) dengan gejala - gejala yang berlangsung selama 24 jam atau lebih dan dapat menyebabkan kematian tanpa adanya penyebab lain yang jelas selain vaskuler. Tujuan penelitia ini adalah untuk mengetahui gambaran penggunaan obat pada pasien stroke iskemik di RSUD Dr.M.Yunus kota bengkulu tahun 2022. Penelitian ini merupakan penelitian non ekperimental dengan analisis deksriptif menggunakan data rekam medik yang dikumpulkan secara retrospektif. Penelitian dilaksanakan di bagian rekam medik RSUD Dr.M.Yunus Bengkulu. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa jenis obat yang paling banyak di gunakan pada pasien stroke iskemik adalah citicoline dengan persentase sebanyak (15,49%). Golongan farmakologi yang paling banyak digunakan adalah antihipertensi yaitu sebanyak (34,63%). Pada penelitian ini di dapatkan bahwa jenis obat yang paling banyak digunakan adalah citicoline yaitu sebanyak 68 (11,82%). Dan penggunaan golongan obat paling banyak adalah golongan Antihipertensi yaitu sebanyak 72 (100%).\u0000 ","PeriodicalId":400111,"journal":{"name":"Journal Pharmacopoeia","volume":"42 16","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-03-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140364225","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"FORMULASI DAN EVALUASI SIFAT FISIK SEDIAAN FACIAL WASH GEL EKSTRAK BUAH TOMAT (Solanum lycopersicum L.) DENGAN VARIASI CARBOPOL SEBAGAI GELLING AGENT","authors":"Ovinsa Rizki Wulandari, Nur Ermawati","doi":"10.33088/jp.v3i1.572","DOIUrl":"https://doi.org/10.33088/jp.v3i1.572","url":null,"abstract":"Buah tomat (Solanum lycopersicum L.) mengandung zat tomatin yang bersifat sebagai anti inflamasi serta antibakteri sehingga dapat menyembuhkan jerawat. Buah tomat juga mengandung metabolit sekunder alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin. Facial wash gel merupakan salah satu sediaan yang digunakan untuk mencuci muka. Basis gel yang sering digunakan adalah carbopol karena dengan konsentrasi kecil yaitu 0,5% - 2% dapat menghasilkan sediaan gel yang jernih dengan viskositas yang tinggi. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi carbopol sebagai gelling agent yang paling baik menghasilkan sediaan facial wash gel yang stabil dan memenuhi persyaratan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan zat aktif ekstrak buah tomat (Solanum lycopersicum L.) sebanyak 3 % yang dihasilkan melalui proses maserasi dengan variasi konsentrasi (formula I carbopol 1%, formula II, carbopol 1,5% , serta formula III carbopol 2% Lalu dilakukan uji evaluasi sifat fisik yang meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji viskositas, uji daya sebar, uji daya lekat, uji daya busa dan uji iritasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh variasi konsentrasi dari carbopol sebagai gelling agent terhadap sifat fisik sediaan facial wash gel. Formula yang paling baik dalam menghasilkan sediaan facial wash gel yaitu formula III dengan konsentrasi carbopol sebesar 2% dilihat dari uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji viskositas, uji daya lekat, uji daya busa dan uji iritasi yang sudah memenuhi persyaratan.\u0000 ","PeriodicalId":400111,"journal":{"name":"Journal Pharmacopoeia","volume":"41 24","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-03-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140362234","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"AKTIVITAS ANTIINFLAMASI EKSTRAK ETANOL DAUN SUNGKAI (Peronema canescens Jack) DALAM FORMULASI SIRUP TERHADAP KADAR C-REAKTIF PROTEIN PADA TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus) YANG DIINDUKSI KARAGENAN","authors":"Fiorenza Tabina Aztur, Sarmalina Simamora, Nyimas Intan Kemuning Nurzana, Yosi Supriyanti","doi":"10.33088/jp.v2i1.364","DOIUrl":"https://doi.org/10.33088/jp.v2i1.364","url":null,"abstract":"Information that has gone viral in the community is that there is an Indonesian plant that is used as a Covid-19 drug, namely sungkai leaves (Peronema Canescens Jack). This leaf is not well known by some Indonesian people, but its ancestors are often used as herbal therapy. Now Sungkai leaves are very popular. Even though scientific information about the effects of Sungkai leaves has not been found much. The mechanism of action in treating infections due to the corona virus is not yet known, but it is suspected that it can reduce the inflammatory effect. This study aims to examine the anti-inflammatory effect of extracts in Sungkai leaf (Peronema canescens) syrup formulations with different concentrations to obtain the right syrup formula if it does have anti-inflammatory potential. Potential as an anti-inflammatory was measured by its ability to reduce C-Reactive Protein (CRP) levels in the blood serum of male white rats after being induced by intraplantar carrageenan 1% on the right leg. This study used an experimental method with 18 male white rats and was divided into 5 groups, namely group 1 as normal control (only given 1% Na.CMC), group 2 as positive control I (given diclofenac Na), group 3 as positive comparator II (given dexamethasone), group 4 as the treatment group at dose I (given sungkai leaf extract at a dose of 400 mg/200 g BW every day), group 5 as the treatment group at dose II (given sungkai leaf extract at a dose of 600 mg/200 g BW every day). The results of measuring CRP levels in all groups of experimental animals qualitatively using the slide test method showed negative results (no increase in CRP levels). \u0000 ","PeriodicalId":400111,"journal":{"name":"Journal Pharmacopoeia","volume":"29 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-03-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"114534536","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Avianti Eka Dewi Aditya Purwaningsih, Sherley Widya Chandra, Samuel Budi Harsono
{"title":"KAJIAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PROFILAKSIS PADA PASIEN BEDAH CESAR DI RSUD IBU FATMAWATI SOEKARNO KOTA SURAKARTA TAHUN 2020","authors":"Avianti Eka Dewi Aditya Purwaningsih, Sherley Widya Chandra, Samuel Budi Harsono","doi":"10.33088/jp.v2i1.352","DOIUrl":"https://doi.org/10.33088/jp.v2i1.352","url":null,"abstract":"Pemberian antibiotik profilaksis disarankan untuk persalinan sectio caesarea karena terbukti efektif menurunkan angka infeksi luka operasi. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji ketepatan dalam pemberian antibiotik profilaksis di RSUD Ibu Fatmawati Soekarno tahun 2020 menggunakan metode Gyssens. Jenis penelitian ini termasuk deskriptif non eksperimental. Pengambilan data secara retrospektif dengan melihat data rekam medik pasien bedah cesar di RSUD Ibu Fatmawati Soekarno tahun 2020. Analisis data dilakukan secara deskriptif yang digunakan untuk mengkaji berupa karakteristik pasien, pola penggunaan antibiotik profilaksis, serta kesesuaian dengan pedoman yang dibandingkan dengan bagan alur Gyssens. Hasil penelitian pada pasien bedah cesar di RSUD Ibu Fatmawati Soekarno tahun 2020 menunjukkan antibiotik yang paling sering digunakan adalah sefuroksim (92,61%), seftriakson (2,96%), ampicillin+sulbaktam (2,46%), ampicillin (1,48%), sefadroksil (0,49%). Kajian penggunaan antibiotik profilaksis berdasarkan Gyssens diperoleh kategori 0 (74,06%), kategori VI (23,68%), dan kategori IVA (2,26%). Rute pemberian intravena sudah sesuai dengan pedoman (100%). Dosis, interval, durasi antibiotik sudah sesuai yaitu penggunaan dosis 1-2g dengan frekuensi 2x sehari, durasi 1-2 hari (100%). Waktu pemberian ≤30 menit (100%).","PeriodicalId":400111,"journal":{"name":"Journal Pharmacopoeia","volume":"81 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-03-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"127128610","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"FORMULASI MOUTHWASH DARI EKSTRAK GETAH ANGSANA (Pterocarpus indicus Willd)","authors":"","doi":"10.33088/jp.v2i1.363","DOIUrl":"https://doi.org/10.33088/jp.v2i1.363","url":null,"abstract":"Getah angsana memiliki kandungan flavonoid yang dapat menghambat bakteri sehingga dapat dikembangkan menjadi sediaan mouthwash untuk mencegah sariawan dan membersihkan plak pada gigi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui getah angsana (Pterocarpus indicus Willd) dapat diformulasikan dalam sediaan mouthwash. Sediaan mouthwash sangat diperlukan dalam mengatasi infeksi oral bakteri Streptococcus mutans karena kemampuannya membersihkan tempat yang sulit dijangkau. Mouthwash dibuat dengan konsentrasi yang berbeda yaitu F0 basis obat kumur dan F1 getah angsana dengan konsetrasi 25%. Evaluasi sediaan mouthwash yang dilakukan yaitu uji organoleptis, uji pH, uji bobot jenis dan uji viskositas. Uji organoleptis sediaaan mouthwash F0 memiliki bau khas minyak permen (menthol), tidak berwarna, rasa manis menyegarkan dan jernih, sedangkan FI memiliki bau khas permen (menthol), warna merah kehitaman, rasa kelat diikuti sensasi mint dan jernih. Uji pH memiliki hasil F0 6,7 ± 0,15 FII 6,2 ± 0,20. Uji bobot jenis memiliki hasil F0 1,3385 g/cm3 sedangkan FII 9,840 g/cm3 dan uji viskositas mouthwash memiliki hasil F0 0,7939 ± 0,062 FII 0,8626 ± 0,028. Semua sediaan mouthwash berdasarkan uji organoleptis, uji pH, uji bobot jenis dan uji viskositas memenuhi persyaratan.","PeriodicalId":400111,"journal":{"name":"Journal Pharmacopoeia","volume":"55 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-03-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"124746787","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Setya Enti Rikomah, Sari Yanti, Muhammad Fahrul Amin Siregar
{"title":"GAMBARAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK X KOTA BENGKULU","authors":"Setya Enti Rikomah, Sari Yanti, Muhammad Fahrul Amin Siregar","doi":"10.33088/jp.v2i1.355","DOIUrl":"https://doi.org/10.33088/jp.v2i1.355","url":null,"abstract":"Kualitas pelayanan Kefarmasian di apotek sangat berpengaruh terhadap kepuasaan Pasien berdampak terhadap minat pasien untuk kembali ke apotek yang sama dan sebagai alat promosi yang dapat berpengaruh sangat positif bagi apotek. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan terhadap pelayanan kefarmasian di apotek X Kota Bengkulu. Metode Penelitian yang digunakan yaitu desain penelitian non-eksperimental secara deskriptif-analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan data pada sampel menggunakan teknik purposive sampling melalui data primer berdasarkan hasil kuesioner yang memuat 5 dimensi. Hasil Penelitian di apotek X tingkat kepuasan pasien Terhadap indikator kehandalan (reliability) sebesar 82,20% memberikan nilai sangat Puas, ketanggapan (responsivenes) sebesar 88,85% memberikan nilai sangat puas, Keyakinan (confidence) sebesar 90,16% memberikan nilai sangat puas, empati (emphaty) sebesar 88,86% memberikan nilai sangat puas,berwujud (tangible) Sebesar 83,11% dengan memberikan nilai sangat puas. Dapat disimpulkan bahwa pelayanan kefarmasian di apotek kota bengkulu didapatkan hasil rata-rata yaitu 85,43% yang artinya pasien merasa sangat puas.","PeriodicalId":400111,"journal":{"name":"Journal Pharmacopoeia","volume":"147 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-03-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"133213535","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Yolanda Dwi Karlina, Yona Harianti Putri, Evi Maryanti
{"title":"GAMBARAN TINGKAT KEPATUHAN PASIEN TENTANG PENGGUNAAN ANTIBIOTIK AMOXICILLIN DI PUSKESMAS SAWAH LEBAR KOTA BENGKULU","authors":"Yolanda Dwi Karlina, Yona Harianti Putri, Evi Maryanti","doi":"10.33088/jp.v2i1.373","DOIUrl":"https://doi.org/10.33088/jp.v2i1.373","url":null,"abstract":"Kepatuhan penggunaan antibiotik amoxicillin di Indonesia jauh lebih banyak dan mencemaskan karena penggunaan dosis dan waktu terapi yang tidak sesuai yang dapat menimbulkan masalah meningkatnya resistensi terhadap penggunaan antibiotika amoxicillin, kepatuhan pasien terhadap penggunaan antibiotik amoxicillin sangat mempengaruhi terjadinya resistensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepatuhan pasien tentang penggunaan antibiotik amoxicillin di Puskesmas Sawah Lebar Kota Bengkulu. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif, yaitu menggambarkan persentase mengenai tingkat kepatuhan pasien tentang penggunaan antibiotik amoxicillin di Puskesmas Sawah Lebar Kota Bengkulu. Hasil penelitian yang didapatkan, dari jumlah responden sebanyak 44 orang yang patuh sebanyak 59,10% dan yang tidak patuh sebanyak 40,90%.. Kesimpulan dari penelitian ini didapatkan Tingkat Kepatuhan Pasien Tentang Penggunaan Antibiotik Amoxicillin Di Puskesmas Sawah Lebar Kota Bengkulu masuk dalam kategori patuh. Saran bagi Puskesmas Sawah Lebar Kota Bengkulu agar pelayanan dalam pemberian informasi obat dipertahankan dan ditingkatkan lagi.\u0000 ","PeriodicalId":400111,"journal":{"name":"Journal Pharmacopoeia","volume":"35 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-03-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"134304453","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}