{"title":"Internalisasi Nilai - Nilai Akhlak Melalui Pentas Drama di MIS Al-Istiqamah Aceh Besar","authors":"Aulia Rahmat","doi":"10.47766/ga.v2i2.151","DOIUrl":"https://doi.org/10.47766/ga.v2i2.151","url":null,"abstract":"Abstrak\u0000Internalisasi nilai-nilai akhlak bagi siswa sekolah dasar merupakan langkah yang sangat penting dalam melahirkan siswa yang memiliki akhlak yang baik. Internalisasi dalam bidang ini masih mengalami banyak kendala. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses internalisasi nilai-nilai akhlak melalui pentas dramadi MIS Al-Istiqamah Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang pengumpulan datanya diperoleh dari observasi dan wawancara. Adapun yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah kepala sekolah dan guru drama. Hasil penelitian ini menginformasikan bahwa internalisasi nilai-nilai akhlak melalui pentas drama dilaksanakan secara terstruktur dengan tujuan membentuk akhlak terpuji pada siswa. Internalisasi nilai melibatkan tahapan yang disusun melalui penulisan naskah yang disesuaikan dengan masalah akhlak yang sedang terjadi di sekolah, pemilihan pemeran drama dari kalangan siswa bermasalah, latihan berulang-ulang yang bertujuan untuk pembiasaan akhlak yang baik, penampilan drama dengan penuh penghayatan, menyampaikan pesan-pesan tentang akhlak kepada penonton, melaksanakan tindak lanjut dengan menyampaikan tentang akhlak di kelas-kelas, dan evaluasi terhadap keberhasilan internalisasi nila-nilai akhlak pada siswa pasca pentas drama. Menindak lanjuti temuan ini, proses internalisasi nilai akhlak harus terus dioptimalkan agar terbentuk generasi yang berakhlak mulia sesuai dengan cita-cita agama dan negara.","PeriodicalId":382711,"journal":{"name":"Genderang Asa: Journal of Primary Education","volume":"17 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-12-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"124249558","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Integrasi Pendidikan Dasar dan Ilmu Agama Islam di MI PGM Kota Cirebon","authors":"Safikri Taufiqurrahman","doi":"10.47766/ga.v2i2.157","DOIUrl":"https://doi.org/10.47766/ga.v2i2.157","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi integrasi IPS dan ilmu islam didalam pembelajaran di MI PGM Kota Cirebon, situasi dan kondisi yang masih memisahkan ilmu Pendidikan dasar dan ilmu agama islam menyebabkan masih banyak yang belum bisa mengintegrasikan antara ilmu Pendidikan dasar dan ilmu agama islam. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1)dalam pembelajaran IPS masih memisahkan diri dengan ilmu agama islam. 2) implementasi integrase Pendidikan dasar dan ilmu agama islam belum terealisasi dengan baik. Hal ini dapat berjalan dengan lancer kalau guru sudah bisa mengaitkan pembelajaran IPS dengan ilmu agama islam dalam menyampaikan materi, dan juga adanya konsep perluasan pembaharuan pendidikan sebagaimana yang dilakukan oleh K.H. Ahmad Dahlan dengan format mengintegrasikan pesantren tradisional dengan model sekolah Barat dengan berpijak pada sistem pendidikan nasional, Kedua, holistic transformative education, yakni pembakuan materi al-Islam di sekolah-sekolah yang didirikan oleh organisasi keagamaan seperti Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, Al-Irsyad dan yayasan-yasan islam lainya yang mendirikan lembaga pendidikan dengan identitas sekolah, Ketiga, modernisasi madrasah. Tonggak modernisasi ini dimulai ketika madrasah berubah status sebagai sekolah yang berciri khas agama Islam dengan merubah kurikulum pendidikan umumnya sama dengan sekolah bentuk modernisasi madrasah dalam konteks saat ini adalah munculnya madrasah unggulan seperti MI Unggulan Sabilillah, MI Miftahul UlumPlosorejo, MI Nurul Ulum, MI PSM Sulursewu, MIN Jabodetabek, MIN 1 Bandung, MIN 1 Kota Malang, MIN Darussalam Ciamis dan masih banyak madrasah lainnya yang masuk katagori sekolah unggulan.\u0000 ","PeriodicalId":382711,"journal":{"name":"Genderang Asa: Journal of Primary Education","volume":"102 4 Pt 1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-12-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"121940936","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Efektifitas Penggunaan Media Digital dalam Proses Belajar Mengajar","authors":"Khairul Anam, Syibran Mulasi, Sy. Rohana","doi":"10.47766/ga.v2i2.161","DOIUrl":"https://doi.org/10.47766/ga.v2i2.161","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan media digital itu efektif dan efesien dalam proses belajar mengajar pada mata pelajaran Fiqih di Sekolah MAN 1 Aceh Barat. Peneletian ini merupakan penelitian Kualitatif, sedangkan dalam pengumpulan datanya menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian, bahwa guru dalam menyampaikan materi pelajaran di dalam kelas menggunakan media digital seperti PowerPoint, Word, Prizi, Youtube, video Pembelajaran, Aplikasi Ujian dan CBT (Computer Based Test). Dengan menggunakan media digital dalam proses belajar mengajar, dapat disimpulkan bahwa, salah satu metode guru untuk menghidupkan suasana kelas hingga terjadinya diskusi antar siswa, memudahkan guru dalam menyampaikan materi dan siswa mudah memahami materi. Guru mata pelajaran Fiqih menggunakan media digital dalam pembelajaran tersebut dengan cara menampilkan slide PowerPoint, slide Prizi dan video pembelajaran yang menarik. Dengan menggunakan media digital, proses belajar mengajar menjadi lebih efektif dan efesien.","PeriodicalId":382711,"journal":{"name":"Genderang Asa: Journal of Primary Education","volume":"55 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-12-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"121917852","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Tingkat Sekolah Dasar","authors":"Fadhlina Harisnur, Suriana","doi":"10.47766/ga.v2i2.156","DOIUrl":"https://doi.org/10.47766/ga.v2i2.156","url":null,"abstract":"Rendahnya mutu pendidikan sering kali dikaitkan dengan kurikulum, hal ini dikarenakan kurikulum yang berperan menciptakan pengalaman belajar bagi peserta didik menjadi salah satu acuan dalam pendidikan. Berkaca dari kegagalan yang sudah ada maka lahir pemikiran untuk memperbaiki mutu pendidikan dengan mendirikan sekolah berbasis islami yang mengintegrasikan lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat dengan landasan gerakan tarbiyah. Untuk itu tulisan ini bertujuan untuk mengkaji lebih mendalam mengenai sekolah Islam terpadu yang mencoba meretas jalan membangun pendidikan berkualitas, salah satunya dengan berupaya menciptakan pengajaran yang seimbang antara ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai Islam di dalamnya. Yakni dengan mengintegrasikan berbagai komponen kegiatan keislaman yang mampu membentuk pendidikan berkarakter yang kokoh dan efektif. Kurikulum JSIT ini dalam mengimplementasikannya harus di dukung oleh Dinas Pendidikan Daerah, kebutuhan dunia kerja, kepala sekolah, komite sekolah, dan semangat dari perserta didik.","PeriodicalId":382711,"journal":{"name":"Genderang Asa: Journal of Primary Education","volume":"48 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-12-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"126760709","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Analisis Kemampuan Siswa Dalam Menyelesaikan Soal HOTS Pada Pelajaran IPA","authors":"Fauziana, Kastri Fani, Rahmiaty","doi":"10.47766/ga.v2i2.165","DOIUrl":"https://doi.org/10.47766/ga.v2i2.165","url":null,"abstract":"Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal HOTS, berdasarkan indikator kemampuan menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta. Keterbatasan dalam memberikan soal-soal IPA tipe HOTS, mengakibatkan rendahnya kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal HOTS pada pelajaran IPA kelas V MIN 25 Aceh Utara. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, metode deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, dokumentasi, dan wawancara. Subjek penelitian guru wali kelas V dan siswa kelas V. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal HOTS pada pelajaran IPA kelas V MIN 25 Aceh Utara masih terbilang rendah. Dari 28 siswa, ada sebanyak 14 siswa yang berkemampuan rendah yang hanya mampu menyelesaikan soal HOTS pada indikator C4 (menganalisis). Kemudian, sebanyak 8 siswa yang berkemampuan sedang cukup mampu pada indikator C4 (menganalisis) dan C5 (mengevaluasi). Dan sebanyak 6 siswa yang berkemampuan tinggi sudah mampu menyelesaikan soal HOTS pada indikator C4 (menganalisis), C5 (mengevaluasi), dan C6 (mencipta). Kesulitan yang dialami siswa dalam menyelesaikan soal HOTS yaitu siswa mengerjakan soal dengan terburu-buru, siswa, rendahnya tingkat konsentrasi dan pengetahuan siswa dalam menyelesaikan soal HOTS, serta kurangya motivasi orang tua dan kondisi ekonomi yang tidak mendukung. Upaya mengatasi kesulitan siswa yaitu dengan memberikan pengajaran perbaikan (remedial), kegiatan pengulangan materi (pengayaan), dan motivasi yang dapat mendorong siswa untuk lebih aktif dalam belajar, mampu menyelesaikan soal dengan baik, serta siswa mendapatkan pengetahuan sesuai dengan yang diharapkan strandar kompetensi dan kompetensi dasar.","PeriodicalId":382711,"journal":{"name":"Genderang Asa: Journal of Primary Education","volume":"26 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-12-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"128685469","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Analisis Penilaian Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi dan Implikasinya Terhadap Peningkatan Kualitas Pendidikan SD/MI","authors":"Finy Fitriani","doi":"10.47766/ga.v2i2.152","DOIUrl":"https://doi.org/10.47766/ga.v2i2.152","url":null,"abstract":"Abstrak \u0000Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penilaian pembelajaran berbasis teknologi informasi dan implikasinya terhadap peningkatan kualitas pendidikan pada jenjang SD/MI. Asesmen (penilaian) berbasis teknologi ditinjau dari segi pendidikan merupakan proses penilaian yang dilakukan dengan melibatkan media seperti komputer, LCD, Handphone, dan sejenisnya, guna mengoptimalkan penilaian dalam pembelajaran yang lebih efisien dan menarik. Oleh karena itu perkembangan kemajuan teknologi dapat digunakan dalam teknik penilaian berbasis teknologi informasi. \u0000Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan (library research). Sumber data yang digunakan yaitu berupa buku-buku, maupun jurnal online yang diakses melalui google scholar. Teknik pengumpulan data yaitu dengan mengumpulkan dokumentasi dari beberapa buku-buku, tesis, maupun jurnal online selanjutnya diolah dan dianalisis kemudian diambil kesimpulan. Adapun hasil penelitian ini dijelaskan bahwa dengan adanya perkembangan teknologi informasi dapat dimanfaatkan oleh sekolah ataupun institusi pendidikan sebagai sarana dalam memberikan penilaian berbasis teknologi informasi yang berguna untuk meningkatan kualitas pendidikan. Penelitian ini juga berkontribusi dalam memberikan contoh-contoh penilaian berbasis teknologi dengan berbagai macam fitur penilaian antara lain dengan menggunakan google classroom, testmoz, quizizz, proprofs dan juga quiz star. \u0000Kata kunci: Penilaian Berbasis Teknologi, Kualitas Pendidikan \u0000 \u0000Abstract \u0000This study aims to determine the assessment of information technology-based learning and its implications for improving the quality of education at the SD/MI level. Technology-based assessment (assessment) in terms of education is an assessment process carried out by involving media such as computers, LCD, handlphone, and the like, in order to optimize assessments in more efficient and interesting learning. Therefore, the development of technological advances can be used in information technology-based assessment techniques. \u0000This study uses the type of library research (library research). The data sources used are in the form of books, and online journals that are accessed through Google Scholar. The data collection technique is by collecting documentation from several books, thesis, and online journals which are then processed and analyzed and conclusions are drawn. The results of this study explain that with the development of information technology can be used by schools or educational institutions as a means of providing information technology-based assessments that are useful for improving the quality of education. This research also contributes to providing examples of technology-based assessments with various assessment features, including using google classroom, testmoz, quizizz, proprofs and quiz star. \u0000Keywords: Technology Based Assessment, Quality of Education","PeriodicalId":382711,"journal":{"name":"Genderang Asa: Journal of Primary Education","volume":"21 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-12-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"132321826","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Paradigma Pembelajaran dan Motivasi Belajar Siswa Tingkat MI/SD","authors":"Rena Rostini, Siti Ghaida Sri Afira Ruhyadi","doi":"10.47766/ga.v2i2.150","DOIUrl":"https://doi.org/10.47766/ga.v2i2.150","url":null,"abstract":"Paradigma pembelajaran yang berorientasi pada pembentukan kecerdasan selayaknya mengacu pada pemberdayaan fungsi dan kinerja otak mahasiswa yang utuh. Mengelola dan mengkondisikan kelas yang kondusif adalah hal yang sangat mutlak yang harus dilakukan oleh di dalam proses pembelajarannya. motivasi belajar penting dalam menentukan hasil belajar selain itu tingginya perhatian orang tua dan motivasi belajar dapat menunjang prestasi belajar yang dicapai siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis paradigma pembelajaran di dalam kelas dan pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa sekolah dasar. Metode penelitian menggunakan penelitian kepustakaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa paradigma pembelajaran saat ini masih ada yang menggunakan paradigma lama dan harus diperbaharui menjadi paradigma baru agar kondisi pembelajaran dikelas lebih optimal sedangkan motivasi belajar memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa. Oleh karena itu, hasil belajar siswa dapat ditingkatkan salah satunya melalui peningkatan motivasi belajar siswa.","PeriodicalId":382711,"journal":{"name":"Genderang Asa: Journal of Primary Education","volume":"44 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-12-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"114650887","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Dampak Pemberian Reward Oleh Orang Tua Terhadap Motivasi Belajar Anak Di Kampung Gajah Putih","authors":"Rica Mahbengi, Samsul Bahri, Sarah Fazilla","doi":"10.47766/ga.v2i1.1365","DOIUrl":"https://doi.org/10.47766/ga.v2i1.1365","url":null,"abstract":"Pemberian reward untuk anak merupakan sikap positif yang ditunjukan oleh oleh orang tua untuk memotivasi dalam proses pembelajaran, motivasi nyang diberikan bukan hanya berupa material tetapi juga non material yang berbentuk reward dan penghargaan terhadap hasil belajar anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang, jenis reward yang diberikan kepada anak usia 7-12 tahun, peran orang tua dalam memotivasi belajar anak usia 7-12 tahun, dampak pemberian oleh orang tua terhadap motivasi belajar anak usia 7-12 tahun. Jenis penelitian kualitatif, pendekatan deskriptif, pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah 10 orang tua yang memiliki anak usia 7-12 tahun di kampung Gajah Putih. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian jenis reward yang diberikan orang tua kepada anak di kampung Gajah Putih berupa reward yang berbentuk pujian dan hadiah untuk meningkatkan semangat belajar anak. Orang tua berperan aktif dalam memotivasi belajar anak dan orang tua merupakan tokoh utama dalam meningkatkan semangat belajar anak salah satu caranya adalah dengan memberikan reward. Dampak pemberian reward oleh orang tua terhadap motivasi belajar anak sangat bagus untuk anak dan orang tua karena masing-masing mendapatkan feedback dari apa yang mereka inginkan","PeriodicalId":382711,"journal":{"name":"Genderang Asa: Journal of Primary Education","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-07-06","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"122405806","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Strategi Pendidikan Karakter Pada Anak Dalam Setting Keluarga di Era Disrupsi","authors":"Nurul Hikmah","doi":"10.47766/ga.v2i1.1351","DOIUrl":"https://doi.org/10.47766/ga.v2i1.1351","url":null,"abstract":"Isu banyaknya kasus kekerasan dan bullying di kalangan anak menandai semakin merosotnya jati diri pada generasi muda. Kondisi ini mencerminkan lemahnya pendidikan karakter yang diberikan kepada anak dalam setting pendidikan maupun keluarga.Peran keluarga sebagai garda pertama dalam merangsang pembentukan karakter anak dinilai masih lemah, terlebih pada era perkembangan teknologi dan informasi yang kian pesat dan cepat.Karakter merupakan aspek penting jati diri seseorang dalam bentuk tindakan yang dinilai berdasarkan nilai yang berlaku di masyarakat.Yates dan Yates mengungkapkan bahwa karakter adalah kualitas dalam diri individu yang ditampilkan dalam bentuk tingkah laku yang menyebabkan seseorang dapat dihormati.Tujuan penelitian ini merespon fenomena dekadensi karakter pada anak yang menjadi isu penting dalam perkembangan moral anak di era disrupsi.Data kualitatif didapatkan dari hasil analisis guna mendapatkan solusi dalam menentukan strategi yang tepat dalam mengembangkan karakter dalam setting keluarga era disrupsi. Berdasarkan hasil temuan, penulis menemukan dua temuan utama. Pertama, strategi pendidikan karakter dalam setting keluarga. Kedua, peran orang tua dalam pembentukan karakter anak di era disrupsi.Hasil penelitian ini direkomendasikan kepada orang tua, guru, dan pihak terkait yang terlibat aktif dalam pengembangan pendidikan karakter pada anak pada era disrupsi. \u0000 ","PeriodicalId":382711,"journal":{"name":"Genderang Asa: Journal of Primary Education","volume":"48 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-07-06","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"127117589","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Pola Komunikasi Orang Tua Terhadap Perilaku Belajar Anak Usia 7-12 Tahun Pada Masa Covid-19 Di Desa Purwosari Kecamatan Bandar, Kabupaten Bener Meriah","authors":"Ruhama Fitri, Samsul Bahri, Fauziana Fauziana","doi":"10.47766/ga.v2i1.1354","DOIUrl":"https://doi.org/10.47766/ga.v2i1.1354","url":null,"abstract":"Penerapan pola komunikasi yang tidak tepat berdampak pada perilaku belajar. Setiap anak memiliki karakteristik yang berbeda-beda, oleh karena itu pola komunikasi akan menghasilkan perilaku belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pola komunikasi orang tua terhadap perilaku belajar anak usia 7-12 tahun pada masa COVID-19 di Desa Purwosari Kecamatan Bandar, Kabupaten Bener Meriah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, motode deskriptif. Subjek penelitian orang tua anak usia 7-12 tahun berjumlah 28 orang dan anak usia 7-12 tahun berjumlah 65 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data mengunakan reduksi data, Penyajian data, dan penarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Desa purwosari kecamatan Bandar Kabupaten Bener Meriah, dalam mendampingi anak ketika belajar orang tua mengunakan pola komunikasi yang berbeda-beda yaitu: pola komunikasi membebaskan (permissive), otoriter dan demokratis. Pola komunikasi membebaskan orang tua cenderung mengabaikan anak ketika belajar sehingga perilaku belajar anak tidak terarah dan tidak tersetruktur, anak belajar sesuai keinginan sendiri, mudah mengabaikan tugas dan kewajiban belajar di rumah. Orang tua yang mengunakan pola komunikasi otoriter, orang tua bersikap berkuasa memberikan perintah serta larangan-larangan sehingga perilaku belajar anak merasa dipaksa dalam belajar. Sedangkan orang tua yang menggunakan pola komunikasi demokratis, adanya sikap keterbukaan antara orang tua dan anak, sehingga perilaku belajar anak terarah dan tersetruktur, anak belajar dengan santai, tidak terbebani dan cepat menyerap pelajaran dengan jadwal belajar yang telah disusun bersama. Dari ketiga pola komunikasi di atas, pola komunikasi yang efektif ketika anak belajar dirumah saat pandemi COVID-19 adalah pola komunikasi demokratis.","PeriodicalId":382711,"journal":{"name":"Genderang Asa: Journal of Primary Education","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-07-06","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"123308011","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}