AksaraPub Date : 2023-06-30DOI: 10.29255/aksara.v35i1.1243.125--137
Retno Purwani Sari, T. Tawami
{"title":"Visual-Text Integration in Digital Public Service Announcement: A Strategy to Fight Fake News Spread","authors":"Retno Purwani Sari, T. Tawami","doi":"10.29255/aksara.v35i1.1243.125--137","DOIUrl":"https://doi.org/10.29255/aksara.v35i1.1243.125--137","url":null,"abstract":"The purpose of the current study is to evaluate public service announcements (PSA’s): how visual and verbal rhetoric modes present an intended message. Differences in modes suggest different effects, and rhetoric promotes the power to persuade and convince others. As the growing interest in social media use, PSAs become a complex example of multimodal communication: combining verbal texts and visual images establish natural language in this world. The study looked at the question, how the combinations of texts and images work. Within this scope, Kress & van Leeuwen’s Visual Grammar theory and Halliday’s SFL theory were applied along with SF-MDA suggested by O’Halloran & Lim-Fei. The method of analytic descriptive qualitative allows the study to investigate and explain the issue elaborately. The results of this study show the combinations of all resources potentially motivate interactive participants to do the action after the investment of knowledge. Due to the increased importance of social movement, it is estimated that the findings potentially contribute to represent values intended by both public and private sectors. AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi bagaimana retorika moda visual dan verbal menyampaikan pesan dalam pengumuman layanan umum. Perbedaan penggunaan moda menunjukkan dampak yang berbeda, sedangkan retorika memperlihatkan adanya kuasa untuk mempengaruhi dan meyakinkan orang lain. Dengan tingginya minat untuk menggunakan media sosial, PSA menjadi contoh komunikasi multimodal yang kompleks karena menggabungkan teks verbal dan gambar visual untuk menciptakan bahasa alami. Penelitian ini menjawab pertanyaan tentang bagaimana kombinasi teks dan gambar bekerja. Dalam cakupan ini, teori Tata Bahasa Visual oleh Kress & van Leeuwen dan teori SFL oleh Halliday diterapkan bersama dengan SF-MDA yang dicetuskan oleh O'Halloran & Lim-Fei. Metode deskriptif kualitatif analitis memungkinkan penelitian ini untuk menyelidiki dan menjelaskan masalah secara rinci. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi semua sumber daya berpotensi memotivasi individu yang berinteraksi untuk melakukan tindakan yang disarankan setelah mereka memahami teorinya. Mengingat pentingnya aktivitas sosial, temuan ini diindikasikan berkontribusi dalam merepresentasikan nilai-nilai yang diinginkan oleh sektor publik maupun swasta.","PeriodicalId":34523,"journal":{"name":"Aksara","volume":"49 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"84887011","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
AksaraPub Date : 2023-06-30DOI: 10.29255/aksara.v35i1.794.28--39
Doni Dwi Hartanto, Pratomo Widodo
{"title":"Nama-Nama Sebutan Arjuna dalam Sêrat Bhagawad Gita","authors":"Doni Dwi Hartanto, Pratomo Widodo","doi":"10.29255/aksara.v35i1.794.28--39","DOIUrl":"https://doi.org/10.29255/aksara.v35i1.794.28--39","url":null,"abstract":"Name is a special identity for someone who is attached and becomes a marker of their identity. This study aims to describe the names of Arjuna and the basis for naming them in the Sêrat Bhagawad Gita. The method used in this research is descriptive qualitative. This study uses a semantic approach. The data source used is the Sêrat Bhagawad Gita, with data in the form of words or phrases to refer to the character of Arjuna. The data analysis technique used was data collection, condensation, presentation (categorization), and interpretation. The analysis used is contextual meaning, namely the delivery of results based on the facts of the data with the context in the source text. Based on the results of the research, it was found that the name Arjuna was mentioned using the Arjuna name directly and using the nickname. The names of Arjuna in the Sêrat Bhagawad Gita, include 1) Pandhu Tanåyå, 2) Panêngahing Pandhåwå, 3) Pandhu Putrå, 4) Atmajaning Prita, 5) Atmajaning Kunthi, 6) Têdhaking Baråtå, 7) Pritå Putrå, 8) Pandhu Sutå, 9) Bêbanthènging Baråtå, 10) Pathining Baråtå, 11) Pêpêthaning Baråtå, 12) Unggul Lawan Kasugihan, 13) Pangrurahing Satru, 14) Bêbanthènging Manungså, 15) Bêbanthènging Jagat, and 16) Kang Kawåwå Påpå. The basis for the naming used in the text is based on his family tree and character prominence. Each designation name has its meaning which gives a special identity to the character of Arjuna. In the naming, the name of the character of Arjuna also uses the dasanama system as a form of naming system in Javanese culture. AbstrakNama merupakan identitas khusus bagi seseorang yang melekat padanya dan menjadi penanda identitas dirinya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nama-nama sebutan Arjuna dan dasar penamaannya di dalam Sêrat Bhagawad Gita. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah kualitatif deksriptif. Penelitian ini menggunakan pendekatan semantik. Sumber data yang digunakan ialah Sêrat Bhagawad Gita, dengan data berupa kata atau frasa untuk menyebut tokoh Arjuna. Teknik analisis data yang dilakukan pengumpulan data, reduksi, penyajian/kategorisasi, dan interpretasi. Analisis yang digunakan ialah pemaknaan kontekstual,yaitu penyampaian hasil didasarkan pada fakta data dengan konteks yang ada pada teks sumber. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa nama Arjuna disebutkan dengan menggunakan nama Arjuna secara langsung dan menggunakan nama sebutan. Nama-nama sebutan Arjuna di dalam Sêrat Bhagawad Gita antara lain: 1) Pandhu Tanåyå; 2) Panêngahing Pandhåwå; 3) Pandhu Putrå; 4) Atmajaning Prita; 5) Atmajaning Kunthi; 6) Têdhaking Baråtå; 7) Pritå Putrå; 8) Pandhu Sutå; 9) Bêbanthènging Baråtå; 10) Pathining Baråtå; 11) Pêpêthaning Baråtå; 12) Unggul Lawan Kasugihan; 13) Pangrurahing Satru; 14) Bêbanthènging Manungså; 15) Bêbanthènging Jagat; 16) Kang Kawåwå Påpå. Dasar dari penamaan yang digunakan dalam naskah didasarkan pada silsilah keluarganya dan keunggulan karakternya. Setiap nama sebutan memiliki ma","PeriodicalId":34523,"journal":{"name":"Aksara","volume":"17 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"79505190","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
AksaraPub Date : 2023-06-30DOI: 10.29255/aksara.v35i1.839.94--105
I. G. A. A. I. G. S. Jelantik, Ida Ayu Laksmita Sari, I. N. R. Artana
{"title":"Storynomics: Intertextuality between Anime Naruto and Branding of a Creative Industry Product","authors":"I. G. A. A. I. G. S. Jelantik, Ida Ayu Laksmita Sari, I. N. R. Artana","doi":"10.29255/aksara.v35i1.839.94--105","DOIUrl":"https://doi.org/10.29255/aksara.v35i1.839.94--105","url":null,"abstract":"This study aims to analyze the relationship between anime Naruto's text and creative and cultural industries in the creative industry products derived from anime Naruto. The method in this study is an informal method. There are three theories used, namely the storynomics theory proposed by Mckee (2018), the intertextual theory proposed by Kristeva (1980), and the semiotic theory proposed by Barthes (1957). Based on the results of the study, it is found that the word Naruto and Konoha village symbols are widely used in promoting a product. In addition, the psychological influence of the Naruto character affects the audience's interest in buying the product. Intertext also plays an important influence in product creation because the products sold are modified items that appear in the anime. Furthermore, the objects in the anime have existed since ancient times, one of which is hitaiate. In Japanese society, hitaiate is more popularly known as hachimaki. This hachimaki is often used by students, craftsmen and supporters of sports competitions. AbstrakPenelitian ini berjudul “Storynomics: Hubungan Intertekstual AnimeNaruto dengan BrandingSebuah Produk Industri Kreatif”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui hubungan antara teks anime Naruto dengan industri kreatif dan budaya yang terkadung dalam produk industri kreatif yang berasal dari animeNaruto. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode informal. Teori yang digunakan ada tiga yaitu teori storynomicsyang dikemukakan oleh Mckee (2018), teori intertekstual yang dikemukakan oleh Kristeva (1980), dan teori semiotika yang dikemukakan oleh Barthes (1957). Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan bahwa banyaknya kata Naruto dan simbol desa Konoha yang digunakan dalam mempromosikan sebuah produk. Selain itu pengaruh psikologi tokoh Naruto mempengaruhi minat audiens untuk membeli produk tersebut. Interteks juga memegang pengaruh penting dalam penciptaan produk karena produk yang dijual merupakan hasil modifikasi dari barang-barang yang muncul dalam anime. Selanjutnya, benda-benda yang terdapat dalam animepada kenyataannya benda tersebut sudah ada sejak zaman dahulu salah satunya adalah hitaiate. Dalam masyarakat Jepang hitaiatelebih populer dengan sebutan hachimaki. Hachimakiini sering digunakan oleh para pelajar, pengerajin kayu dan para pendukung perlombaan olahraga.","PeriodicalId":34523,"journal":{"name":"Aksara","volume":"26 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"81487368","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
AksaraPub Date : 2023-06-30DOI: 10.29255/aksara.v35i1.1240.17--27
Ardi Wina Saputra, Agustinus Indradi, Blasius Perang
{"title":"Cerpen Tiga Paragraf sebagai Strategi Pentigrafis Katolik dalam Mewartakan Injil Saat Pandemi Covid 19","authors":"Ardi Wina Saputra, Agustinus Indradi, Blasius Perang","doi":"10.29255/aksara.v35i1.1240.17--27","DOIUrl":"https://doi.org/10.29255/aksara.v35i1.1240.17--27","url":null,"abstract":"The problem of this research is to look at the Indonesian Catholic pentigraphic strategy in proclaiming the gospel through a three-paragraph short story. The purpose of this study is to analyze the pentigraphic strategy of Indonesian Catholics in evangelizing during the Covid-19 pandemic. This research method is qualitative research. The data sources in this study were five Catholic pentigraphers with various backgrounds, and pentigraph works from the five informants. Data were analyzed by social practice analysis from Pierre Bourdieu and text analysis. This research produced findings in the form of Catholic pentigraphical forms in preaching the gospel during a pandemic and Catholic pentigraphical forms. The main strategic manifestations of Catholic pentigraphers are (1) having the habit of reading and writing, (2) having an important role in the church and society, and (3) conveying the message of the Bible implicitly through fictional prose. The pentigraph forms made by Catholic pentigraphers have special meanings, namely (a) responding to social reality, (b) having the message of the Bible, and (c) conveying the meaning of the Bible implicitly. AbstrakMasalah penelitian ini adalah melihat strategi pentigrafis Katolik Indonesia dalam mewartakan injil melalui cerpen tiga paragraf. Tujuan penelitian ini, yaitu untuk menganalisis strategi pentigrafis Katolik Indonesia dalam mewartakan injil saat pandemi Covid-19. Metode penelitian ini adalah metode kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini, yaitu lima pentigrafis Katolik dengan beragam latar belakang dan karya pentigraf dari kelima narasumber tersebut. Data dianalisis dengan analisis praktik sosial dari Pierre Bourdieu dan analisis teks. Penelitian ini menghasilkan temuan berupa wujud strategi pentigrafis Katolik dalam mewartakan injil saat pandemi dan bentuk pentigrafis Katolik. Wujud strategi utama yang dimiliki oleh pentigrafis Katolik, yaitu (1) memiliki kebiasaan membaca dan menulis, (2) memiliki peran penting dalam lingkungan gereja dan masyarakat, serta (3) menyampaikan pesan Injil secara tersirat melalui prosa fiksi. Bentuk pentigraf yang dibuat oleh pentigrafis Katolik memiliki makna khusus, yaitu (a) merespons realitas sosial, (b) memiliki pesan Injil, dan (c) menyampaikan makna Injil secara tersirat.","PeriodicalId":34523,"journal":{"name":"Aksara","volume":"97 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"80536875","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Jati Diri Orang Sunda dalam Mitos Ciung Wanara: Pendekatan Strukturalisme Levi-Strauss","authors":"Enung Nurhayati, I. Mustika, Riana Dwi Lestari, Suhud Aryana, Lili . Herawati, Muhamad Haryanto","doi":"10.29255/aksara.v35i1.1051.74--93","DOIUrl":"https://doi.org/10.29255/aksara.v35i1.1051.74--93","url":null,"abstract":"This research examines the identity of the Sundanese people contained in the Ciung Wanara (CW) myth. The research method uses the Levi-Strauss structuralism approach, which is assumed to be able to interpret myths comprehensively through innate discoveries which are the meeting point between surface and deep structure. The stages of research were carried out in several locations, namely (1) the search for Ciung Wanara data was divided into episodes and units; (2) synchronous and diachronic series were made to find the surface structure; (3) looking for a deep structure with a binary opposition path; and (4) innate discovery. The results showed that there were 17 episodes and 49 units. From the synchronic and diachronic tables for my theme, five triangular patterns were found, namely the queen's triangle pattern, the Supreme triangle pattern, the parents' triangle pattern, the life triangle pattern, the natural triangle pattern, and also found the Sundanese political triad. The most dominant pattern is contained in the Ciung Wanara myth, namely the triangular way of life, patterns of thinking, patterns of behavior, and patterns of action which are the identity of the Sundanese people and the application of the triad of Sundanese Politica (silih asih, silih asah, and silih asuh). AbstrakPenelitian ini mengkaji jati diri orang Sunda yang terdapat dalam mitos Ciung Wanara (CW). Penelitian menunjukkan model logis orang Sunda mengatasi konflik atau kontradiksi yang terjadi di antara mereka. Metode penelitian menggunakan pendekatan strukturalisme Levi-Strauss yang diasumsikan dapat memaknai mitos secara komprehensif melalui penemuan innate yang merupakan titik temu antara surface dan deep structure. Tahapan penelitiannya, yaitu (1) pencarian data CW dibagi dalam episode dan unit; (2) dibuat deret sinkronis dan diakronis untuk menemukan surface structure; (3) dicari deep structure dengan jalan oposisi biner; dan (4) penemuan innate. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 17 episode dan 49 unit. Dari hasil penyusunan tabel sinkronis dan diakronis untuk mytheme ditemukan lima pola segitiga, yaitu pola segitiga permaisuri, pola segitiga Mahatinggi, pola segitiga orang tua, pola segitiga kehidupan, pola segitiga alam, dan ditemukan pula trias politika Sunda. Pola yang paling dominan terdapat dalam mitos CW, yaitu pola segitiga kehidupan, pola berpikir, pola bersikap, dan pola bertindak yang menjadi kekhasan jati diri orang Sunda, serta penerapan dari trias politika Sunda (silih asih, silih asah, dan silih asuh).","PeriodicalId":34523,"journal":{"name":"Aksara","volume":"275 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"77549468","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
AksaraPub Date : 2023-04-18DOI: 10.23960/aksara/v24i1.pp29-340
Nur Azmi Hanindiya, Herman Budiyono, Rahmawati Rahmawati
{"title":"Pengaruh penggunaan media gambar berseri terhadap kemampuan menulis teks fabel pada siswa Kelas VII MTs Muhammadiyah Kota Jambi","authors":"Nur Azmi Hanindiya, Herman Budiyono, Rahmawati Rahmawati","doi":"10.23960/aksara/v24i1.pp29-340","DOIUrl":"https://doi.org/10.23960/aksara/v24i1.pp29-340","url":null,"abstract":"Penelitian ini mengkaji tentang penggunaan media gambar berseri terhadap rendahnya kemampuan menulis teks fabel pada siswa. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan pengaruh penggunann media media gambar berseri terhadap kemampuan menulis teks fabel pada siswa kelas VII MTs Muhammadiyah Kota Jambi tahun ajaran 2022/2023. Penelitian ini dilakukan di MTs Muhammadiyah Kota Jambi kelas VII A sebagai kelas eksperimen dan kelas VII B sebagai kelas kontrol. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian kuantitatif semu atau quasi eksperimen. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa adanya perubahan dari hasil menulis siswa setelah diberi perlakuan pada kelas eksperimen. Pada hasil pre-test diperoleh nilai rata-rata siswa sebesar 64,17, sedangkan pada hasil post-test diperoleh nilai rata-rata siswa sebesar 86,67 dan nilai Sig. 0,000. Hal ini menunjukan adanya pengaruh dari penggunaan media gambar berseri terhadap kemampuan menulis teks fabel pada siswa kelas VII MTs Muhammadiyah Kota Jambi. Dari hasil tersebut, disarankan agar pembelajaran menulis teks fabel perlu menggunakan media gambar berseri terhadap kemampuan menulis teks fabel pada siswa dan untuk peneliti lanjutan disarankan untuk dapat mengembangkan penggunaan media gambar berseri dengan menerapkan di materi lain yang belum perna dicoba dalam pembelajaran menulis agar dapat mengembangkan dan meningkatkan pengetahuan di bidang pendidikan. Kata kunci: gambar berseri, menulis, teks fabel","PeriodicalId":34523,"journal":{"name":"Aksara","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-04-18","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"135932519","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
AksaraPub Date : 2022-12-30DOI: 10.29255/aksara.v34i2.883.308--322
Elvina A Saibi, Iman Laili
{"title":"Karakteristik Verba Aktivitas Bahasa Minangkabau: Pendekatan Makna Aspektualitas","authors":"Elvina A Saibi, Iman Laili","doi":"10.29255/aksara.v34i2.883.308--322","DOIUrl":"https://doi.org/10.29255/aksara.v34i2.883.308--322","url":null,"abstract":"The purpose of this study is to reveal the characteristic situation of activity verbs which emphasize the inherent aspectual meaning of verbs in verbal phrases as predicates. The situations expressed by the class of activity verbs have the characteristics of dynamic, atelic, durative, and nonhomogeneous situations. The method in this study uses a descriptive method and a structural approach, namely the principle of the unity of form and meaning is the starting point of the analysis. Furthermore, the data in this study are verbal phrases in the Minangkabau language which express the situation that occurs. The data source used comes from the Singgalang Newspaper published by West Sumatra, which uses the Minangkabau language. The data collection method is done by listening to the use of language. The technique used is note-taking technique. To analyze the data used distribution method. The techniques used in this study are expansion techniques, replacement techniques, and disappearance techniques. The results found in this research are incoative meaning, progressive meaning; continuative meaning, durative meaning, perfective meaning, iterative meaning, habituative meaning, and repetitive meaning. AbstrakTujuan penelitian ini mengungkapkan situasi karakteristik verba aktivitas yang menekankan pada makna aspektualitas inheren verba pada frasa verbal sebagai predikat. Situasi yang diungkapkan kelas verba aktivitas memiliki sifat-sifat situasi dinamis, atelik, duratif, dan nonhomogen. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan pendekatan struktural, yakni prinsip kesatuan bentuk dan makna merupakan titik tolak analisis. Selanjutnya, data dalam penelitian ini merupakan frasa verbal berbahasa Minangkabau yang mengungkapkan situasi yang terjadi. Sumber data yang digunakan bersumber dari Surat Kabar Singgalang terbitan Sumbar yang menggunakan bahasa Minangkabau. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menyimak penggunaan bahasa. Teknik yang digunakan adalah teknik catat. Untuk menganalisis data digunakan metode agih. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini merupakan teknik perluasan, teknik ganti, serta teknik lesap. Hasil yang ditemukan dalam penelitian ini adalah makna inkoatif, makna progresif; makna kontinuatif, makna duratif, makna perfektif, makna iteratif, makna habituatif, dan makna repetitif.","PeriodicalId":34523,"journal":{"name":"Aksara","volume":"224 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"89168159","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
AksaraPub Date : 2022-12-29DOI: 10.29255/aksara.v34i2.621.228--243
Nursalam Nursalam, Irvan Mustafa, A. Rahim, Asriyan Ismail
{"title":"Konstruksi Penciptaan Fantasi dan Wacana pada K-Pop Black Pink","authors":"Nursalam Nursalam, Irvan Mustafa, A. Rahim, Asriyan Ismail","doi":"10.29255/aksara.v34i2.621.228--243","DOIUrl":"https://doi.org/10.29255/aksara.v34i2.621.228--243","url":null,"abstract":"The purpose of this study was to analyze the creation of fantasy and discourse in BLACKPINK K-Pop. This research used a qualitative research using Norman Fairclough's critical discourse analysis approach. Research data collections included documentation and in-depth interviews. The data sources of this research were photos of BLACKPINK members and verbal utterances. The data analysis of this research included the processes of (1) reduction, (2) presentation, and (3) drawing conclusions. The results showed that the dimensions of the text showed fantasy because of the fashion and beauty figures of its members. This fantasy proved the existence of power relation possessed by BLACKPINK because it can cause fanaticism for fans. The creation of texts in BLACKPINK figures, as a form of cultural resistance to western hegemony, created hybrid culture as a new identity that shown by fans. The fanaticism shown by fans proved that they were one dimensional society. Social practices that encourage the emergence of BLACKPINK were inseparable from the influence of global culture and the management capabilities of the South Korean (K-Pop) music industry. AbstrakTujuan penelitian ini untuk menganalisis penciptaan fantasi dan wacana pada K-Pop BLACKPINK.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan analisis wacana kritis Norman Fairclough. Pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini mencakup studi dokumentasi dan wawancara mendalam. Sumber data penelitian ini ialah teks foto BLACKPINK dan tuturan verbal. Analisis data penelitian ini mencakup proses (1) reduksi, (2) penyajian, dan (3) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi teks menunjukkan fantasi karena penampilan fashion dan figur kecantikan anggotanya. Fantasi ini membuktikan adanya relasi kekuasaan yang dimiliki BLACKPINK karena menimbulkan fanatisme bagi penggemarnya. Penciptaan teks dalam figur BLACKPINK sebagai bentuk perlawanan budaya terhadap hegemoni barat yang menimbulkan budaya hibrid sebagai identitas baru yang ditampilkannya. Fanatisme yang ditunjukkan penggemar membuktikan mereka sebagai one dimensional society. Praktik sosial yang mendorong kemunculan BLACKPINK tidak terlepas dari pengaruh budaya global dan kemampuan manajemen industri musik K-Pop Korea Selatan.","PeriodicalId":34523,"journal":{"name":"Aksara","volume":"3 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"87514981","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
AksaraPub Date : 2022-12-29DOI: 10.29255/aksara.v34i2.809.210--227
Ricky Yudhistira Nasution, Arie Azhari Nasution, Evi Marlina Harahap
{"title":"Ruang Bangsa dan Ruang Alternatif dalam Novel “Lingkar Tanah Lingkar Air” Karya Ahmad Tohari","authors":"Ricky Yudhistira Nasution, Arie Azhari Nasution, Evi Marlina Harahap","doi":"10.29255/aksara.v34i2.809.210--227","DOIUrl":"https://doi.org/10.29255/aksara.v34i2.809.210--227","url":null,"abstract":"This research aims to discover the nation space construction and the alternative space that Ahmad Tohari offers in the novel “Lingkar Tanah Lingkar Air”. Theory used in this research is the politics of postcolonial space by Sara Upstone (2009), particularly at the level of nation space which has basic structure of space, place, overwriting, (b)order, chaos and post-space. The theory and problem selection in this research are related to the phenomenon of the re-emergence of separatist groups in Indonesia. In this research, the method used is qualitative descriptive. The result of the research indicates that the construction of nation space in LTLA novel have the form of Republic with a presidential system of government in which there are place and (b)order that still inherit the colonial space construction. The nation space of Indonesia demand for homogeneity, stability, constancy and fixed, consequently bring up the groups that against the State. Meanwhile, the alternative space offered by Ahmad Tohari is \"coming home\" which can be mobilized to several meanings. Firstly, Tohari provides an alternative space for returning to Republic of Indonesia by accepting all (b)orders that have been constructed and jointly building the nation space without rising a ceasefire among Indonesians. Secondly, an alternative space for returning to our hometown, our house, our parents and own ourselves. Finally, an alternative space for returning to a transcendent dimension and the God by choosing to be martyred by the State. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk membongkar konstruksi ruang bangsa dan menemukan ruang alternatif yang ditawarkan pengarang dalam novel “Lingkar Tanah Lingkar Air” karya Ahmad Tohari. Teori yang digunakan adalah politik ruang pascakolonial yang digagas oleh Sara Upstone (2009), khususnya pada level ruang bangsa yang memiliki struktur dasar space, place, overwriting, (b)order, chaos, dan post-space. Pemilihan masalah dan teori dalam penelitian ini berkaitan dengan fenomena munculnya kembali kelompok-kelompok separatis di Indonesia. Adapun metode yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konstruksi ruang bangsa dalam novel LTLA berbentuk Republik dengan sistem pemerintahan presidensial, yang di dalamnya terdapat place dan (b)order yang masih mewarisi konstruksi ruang kolonial. Ruang bangsa Indonesia yang demikian menuntut adanya homogenitas, kestabilan, keajegan, dan fixed, yang karenanya memunculkan kelompok-kelompok yang membelot pada negara. Sementara itu, ruang alternatif yang ditawarkan oleh Ahmad Tohari adalah “Pulang”, yang dapat dimobilisasi ke beberapa makna. Pertama, Tohari memberikan ruang alternatif untuk pulang ke Republik Indonesia dengan menerima segala (b)order yang telah dikonstruksi dan bersama membangun ruang bangsa tanpa memunculkan gencatan senjata sesama bangsa Indonesia. Kedua, ruang alternatif untuk pulang ke kampung halaman, ke ruang rumah, pulang ke orang tua, ","PeriodicalId":34523,"journal":{"name":"Aksara","volume":"78 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"91008300","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"How to Use Kinship Greetings in Everyday Life in Minangkabau and It`S Implementation in Scriptwriting","authors":"Maryelliwati Maryelliwati, Efrinon Efrinon, Wahida Wahyuni, Ninon Syofia","doi":"10.29255/aksara.v34i2.1232.244-253","DOIUrl":"https://doi.org/10.29255/aksara.v34i2.1232.244-253","url":null,"abstract":"This research problem is to reveal and describe how the people in Nagari Mungka use the patterns of kinship greeting forms in the Minangkabau language as a case example. Mungka is one of the areas that, until now, still uses the values of the Minangkabau language and culture well, so it is necessary to see how they use the greeting language in their daily kinship. Data were collected using questionnaires, interviews, cross-checks, data collection, and recording. In addition, free and unbound listening techniques were also used to collect data using the form of kinship greetings in a conversation. The analysis method was using sorting and classifying the data based on the type or category of kinship greeting forms through the kinship system in Minangkabau. The analysis results show the characteristics of Minangkabau culture in using patterns of kinship greeting forms such as pronouns, titles, kinship greetings, and kinship greetings added with pronouns and adjectives. Based on the findings, if a scriptwriter wants to write a traditional script in kinship greetings, it can refer to the use of kinship in Minangkabau. AbstrakMasalah penelitian ini adalah mengungkap dan mendeskripsikan bagaimana masyarakat di Nagari Mungka menggunakan pola-pola sapaan kekerabatan dalam bahasa Minangkabau sebagai contoh kasus. Mungka merupakan salah satu daerah yang sampai saat ini masih menggunakan nilai-nilai bahasa dan budaya Minangkabau dengan baik, sehingga perlu dilihat bagaimana mereka menggunakan bahasa sapaan tersebut dalam pergaulan sehari-hari. Data dikumpulkan dengan menggunakan angket, wawancara, cek silang, pengumpulan data, dan pencatatan. Selain itu, teknik menyimak bebas dan tidak terikat juga digunakan untuk mengumpulkan data berupa sapaan kekeluargaan dalam percakapan. Metode analisis menggunakan pemilahan dan pengklasifikasian data berdasarkan jenis atau kategori bentuk sapaan kekerabatan melalui sistem kekerabatan di Minangkabau. Hasil analisis menunjukkan ciri-ciri budaya Minangkabau dalam menggunakan pola bentuk sapaan kekerabatan seperti kata ganti, gelar, sapaan kekerabatan, dan sapaan kekerabatan ditambah dengan kata ganti dan kata sifat. Berdasarkan temuan tersebut, jika seorang penulis naskah ingin menulis naskah adat dalam sapaan kekerabatan, dapat merujuk pada penggunaan kekerabatan di Minangkabau.","PeriodicalId":34523,"journal":{"name":"Aksara","volume":"4 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"89318210","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}