AksaraPub Date : 2022-12-29DOI: 10.29255/aksara.v34i2.437.181--195
Emah Khuzaemah, Nurkholidah Nurkholidah
{"title":"Pemanfaatan Nilai-Nilai Spiritual Pada Babad Cirebon dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Kearifan Lokal","authors":"Emah Khuzaemah, Nurkholidah Nurkholidah","doi":"10.29255/aksara.v34i2.437.181--195","DOIUrl":"https://doi.org/10.29255/aksara.v34i2.437.181--195","url":null,"abstract":"Students do not recognize the local culture that should be the pride and regional identity. This should be a concern for the nation. For this reason, students need to be introduced to their local culture through learning. This study aims to describe the results of the analysis of spiritual values in the Chronicle of Cirebon; develop learning models based on local wisdom; and describe the results of the application of students' design and creative work after applying the local wisdom-based learning model. Through the hermeneutic analysis method, the researcher analyzes the spiritual values in the Chronicle of Cirebon. The design of the local wisdom-based learning model was developed through development research methods which then the results were implemented in schools. The results showed that there are very high spiritual values that describe the nature of human life, human work, human position, human relations with nature, and human relationships with others. The design of learning models based on local wisdom includes the steps: a) introduction and motivation, b) observation, c) modeling of creative writing, d) the stage of developing creative ideas, e) analysis of character values and peer input, and f) stage presentation. The results of the implementation show that spiritual values in the Chronicle of Cirebon can inspire students in creative writing. Thus these values are expected to be able to equip students to have a good attitude in their lives. AbstrakPeserta didik kurang mengenali budaya lokal yang seharusnya menjadi kebanggaan dan jati diri kedaerahannya. Hal ini patut menjadi keprihatinan bangsa. Untuk itu, peserta didik perlu diperkenalkan dengan budaya lokalnya melalui pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil analisis nilai-nilai spiritual dalam Babad Cirebon; mengembangkan desain model pembelajaran berbasis kearifan lokal; dan mendeskripsikan hasil penerapan desain dan karya kreatif siswa setelah diterapkan model pembelajaran berbasis kearifan lokal. Melalui metode analisis hermeneutik, peneliti menganalisis nilai-nilai spiritual dalam Babad Cirebon. Desain model pembelajaran berbasis kearifan lokal dikembangkan melalui metode penelitian pengembangan yang kemudian hasilnya diimplementasikan di sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat nilai-nilai spiritual yang sangat tinggi yang menggambarkan hakikat hidup manusia, karya manusia, kedudukan manusia, hubungan manusia dengan alam sekitar, dan hubungan manusia dengan sesama. Desain model pembelajaran berbasis kearifan lokal meliputi langkah-langkah: a) pengantar dan motivasi, b) observasi, c) modelling karya-karya kreatif, d) tahap pengembangan gagasan kreatif, e) analisis nilai karakter dan masukan teman sejawat, dan f) tahap presentasi. Hasil implementasinya menunjukkan bahwa nilai-nilai spiritual dalam Babad Cirebon dapat menginspirasi siswa dalam menulis kreatif. Dengan demikian diharapkan nilai-nilai tersebut mampu membekali siswa untuk memilik","PeriodicalId":34523,"journal":{"name":"Aksara","volume":"222 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"79928060","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
AksaraPub Date : 2022-12-29DOI: 10.29255/aksara.v34i2.990.167--180
Yusup Irawan, Hestiyana Hestiyana
{"title":"Analisis Wacana Kritis Upaya Privatisasi dan Komersialisasi Mata Air dalam Surat Permohonan Izin Pengusahaan Air","authors":"Yusup Irawan, Hestiyana Hestiyana","doi":"10.29255/aksara.v34i2.990.167--180","DOIUrl":"https://doi.org/10.29255/aksara.v34i2.990.167--180","url":null,"abstract":"This qualitative study aims to describe linguistic signs and reveal the ideology contained in CV. STB’letter for water exploitation to policy makers in West Bandung Regency. This research uses Halliday’s (1995) transitivity analysis and Fairclough's (1995) critical discourse analysis. At the linguistic analysis, it was identified that the material process transivity is most often used by CV. STB for positive imaging. At the interpretation analysis, it was identified that CV. STB as the applicant for water exploitation (1) claiming to have the obligation to exploit water which is marked by the relasional verb process, (2) self-image with a social spirit which is marked by the material verb process, and (3) self-image as a humble applicant with linguistic signs of mental processes. At the explanation stage, it was revealed that CV. STB has the ideology that (1) the water resources in the soil itself are privately owned, (2) the water concession permit will be issued if CV. STB makes \"benevolence\" to the community and (3) needs to create community dependence for hegemony over water resources. The implication of this research is that the privatization and commercialization of natural resources in this context is built with the practice of imaging discourse. Therefore, policy holders must be careful in granting water concession permits and the affected communities must also be critical. AbstrakPenelitian kualitatif ini bertujuan untuk mendeskripsikan tanda-tanda linguistik dan mengungkapkan ideologi yang terkandung dalam sebuah surat permohonan pengusahaan air CV. STB kepada para pengambil kebijakan di Kabupaten Bandung Barat. Penelitian menggunakan kajian analisis transitivitas (Halliday, 1994) dan analisis wacana kritis model Fairclough (1995). Pada tahapan analisis linguistik, teridentifikasi bahwa transitivitas proses material paling sering digunakan oleh CV. STB untuk pencitraan positif. Pada tahapan interpretasi, teridentifikasi bahwa CV. STB sebagai pemohon pengusahaan air (1) mengklaim memiliki kewajiban mengeksploitasi air yg ditandai proses verba relasional, (2) mencitrakan diri berjiwa sosial yang ditandai dengan proses verba material, dan (3) mencitrakan diri sebagai pemohon yang merendah dengan tanda linguistik proses mental. Pada tahapan eksplanasi, terungkap bahwa CV. STB memiliki ideologi bahwa (1) sumber daya air dalam tanah sendiri adalah milik pribadi, (2) izin pengusahaan air akan keluar jika CV. STB membuat “kebajikan” kepada masyarakat, dan (3) perlu menciptakan ketergantungan masyarakat untuk menghegemoni sumber daya air. Implikasi dari penelitian ini adalah privatisasi dan komersialisasi sumber daya air dalam konteks ini dibangun dengan praktik wacana pencitraan. Oleh karena itu, pemegang kebijakan harus berhati-hati dalam memberikan izin pengusahaan air dan masyarakat yang terdampak pun harus bersikap kritis. ","PeriodicalId":34523,"journal":{"name":"Aksara","volume":"16 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"78558874","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
AksaraPub Date : 2022-12-29DOI: 10.29255/aksara.v34i2.855.196--209
Pranantika Oktaviani
{"title":"Postcolonial Ecocriticism in Travel Memoir: The Paradox of Socio-Environmental Justice in Vladimir Arsenyev’s Novel Dersu Uzala","authors":"Pranantika Oktaviani","doi":"10.29255/aksara.v34i2.855.196--209","DOIUrl":"https://doi.org/10.29255/aksara.v34i2.855.196--209","url":null,"abstract":"This research aims to reveal the colonial gaze and paradoxical sense of travel memoir on nature expedition conducted during Russian imperial era by explorer and scientist Vladimir Arsenyev. Arsenyev’s expedition to the Far East is memorized in his 1923 novel Dersu Uzala about Arsenyev’s indigenous guide Dersu. In this analysis, the theory used is postcolonial ecocriticism by Graham Huggan and Helen Tifffin on the correlation between the effect of colonialism in physical environment and its effect on relation between human and nature. Another theory used is from Reuel K. Wilson’s investigation of the motives behind various travel memoirs from the late nineteenth century. The main data of this qualitative research is gathered from relevant passages of the novel and analysed under postcolonial ecocriticism framework. The result shows the author’s paradox on disclosure of indigenous tribes as colonial ‘other’ in Russian Empire, the violation of hunting ethics by Russian explorers and the conflict between nature and urban development in Russia. AbstrakPenelitian ini bertujuan mengungkap pandangan kolonial dan paradoks dari memoar perjalanan expedisi alam yang dilakukan pada masa Kekaisaran Rusia oleh penjelajah dan ilmuwan Vladimir Arsenyev. Ekspedisi Arsenyev ke Timur Jauh diabadikan dalam novelnya yang menceritakan pemandu dari suku asli bernama Dersu. Dalam analisis ini, teori yang digunakan adalah kajian ekokritik pascakolonial yang dikemukakan oleh Graham Huggan dan Helen Tiffin mengenai hubungan antara efek kolonialisme pada lingkungan fisik dan efek pada hubungan antara manusia dengan alam. Teori lain yang digunakan berasal dari investigasi oleh Reuel K. Wilson mengenai motif dibalik memoar perjalanan pada akhir abad ke sembilan belas. Data utama pada penelitian kualitatif ini diperoleh dari bagian relevan pada novel dan kemudian dianalisis dengan konsep kajian ekokritik pascakolonial. Hasil analisis mengungkap adanya sikap paradox pengarang pada pandangan ‘liyan’ masyarakat kekaisaran Rusia terhadap penduduk asli, pelanggaran etika dalam berburu yang dilakukan penjelajah Rusia dan konflik antara alam dan pembangunan kota di Rusia.","PeriodicalId":34523,"journal":{"name":"Aksara","volume":"9 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"76157942","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
AksaraPub Date : 2022-12-29DOI: 10.29255/aksara.v34i2.827.272--281
Hermandra Hermandra
{"title":"Motif Itik Pulang Patang Pada Rumah Adat Tradisional Minangkabau (Rumah Gadang): Analisis Semantik Inkuisitif","authors":"Hermandra Hermandra","doi":"10.29255/aksara.v34i2.827.272--281","DOIUrl":"https://doi.org/10.29255/aksara.v34i2.827.272--281","url":null,"abstract":"This study uses an inquisitive semantic approach as its main analysis. The aim of the research is to find and find reasons for using a motif so that it is chosen as one of the carvings in the traditional traditional house of the Minang people as one of the cultural identity of the Minang tribe. The data and data sources in the research are in the form of words and sentences obtained through field studies and interviews with informants with the age limit of 40-60 years who are native Minang tribes. Data collection techniques in this study used interviews, notes, and analysis. The data analysis technique uses three stages of analysis, namely script semantics to explain the meaning of the dictionary or written meaning, cognitive semantics to explain the meaning that connects experience with knowledge, and inquisitive semantics to find reasons for using an object, symbol or motif that is chosen. The results of the study explained that the duck motif was chosen because ducks have attitudes that can reflect a good life. The duck home patang motif depicts a philosophy of harmony or order in life. This motif is a form of Minang community identity that needs to be preserved and also cultivated. The values taught must be applied in order to be able to live based on the rules and norms that apply to the Minangkabau people. The implications of this research are expected to be one of the justifications for using a carved motif in Minang traditional houses, so that immigrants and local people do not wonder why this motif is used and not other motifs. AbstrakPenelitian ini menggunakan pendekatan semantik inkuisitif sebagai analisis utamanya. Tujuan penelitian adalah untuk mencari dan menemukan alasan penggunaan suatu motif sehingga dipilih sebagai salah satu ukiran di rumah adat tradisional masyarakat Minang yang merupakan salah satu bentuk jati diri kebudayaan suku Minang. Data dan sumber data pada penelitian berupa kata-kata dan kalimat yang diperoleh melalui studi lapangan dan wawancara narasumber dengan ketentuan usia 40-60 tahun yang bersuku minang asli. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan wawancara, catat, dan analisis. Teknik analisis data menggunakan tiga tahap analisis yaitu semantik skrip untuk menjelaskan makna kamus atau makna tulis, semantik kognitif menjelaskan makna yang menghubungkan pengalaman dengan pengetahuan, dan semantik inkuisitif yang menemukan alasan penggunaan suatu objek, lambang ataupun motif tersebut dipilih. Hasil penelitian menjelaskan bahwa motif itik dipilih karena itik memiliki sikap-sikap yang dapat mencerminkan kehidupan yang baik. Motif itik pulang patang menggambarkan filosofi keserasian atau keteraturan dalam hidup. motif ini merupakan salah satu bentuk jati diri masyarakat minang yang perlu dilestarikan dan juga dibudayakan. Nilai-nilai yang diajarkan harus diterapkan agar mampu hidup berdasarkan aturan dan norma-norma yang berlaku pada kaum Minangkabau. Implikasi dari penelitian ini diharapkan dapat m","PeriodicalId":34523,"journal":{"name":"Aksara","volume":"26 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"83682920","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
AksaraPub Date : 2022-12-29DOI: 10.29255/aksara.v34i2.657.254--263
Monita Sholeha, Nuryani Nuryani, S. Hudaa
{"title":"Faktor-Faktor yang Memengaruhi Rata-Rata Panjang Ujaran Anak (Suatu Tinjauan Psikolinguistik)","authors":"Monita Sholeha, Nuryani Nuryani, S. Hudaa","doi":"10.29255/aksara.v34i2.657.254--263","DOIUrl":"https://doi.org/10.29255/aksara.v34i2.657.254--263","url":null,"abstract":"This paper aims to describe the average length of children's speech and the factors that influence it. The research method used is descriptive qualitative with a cross-sectional approach. This approach is a research design by measuring and observing at the same time or at one time. The data collection techniques used were observing, involving, recording, and taking notes. The data analysis technique was carried out in four stages. The results showed that the average length of children's speech entered stage IV (MLU: 3.07) and stage II (MLU: 2.37). Based on the age, the research subjects should be at stage V (five) with an MLU of 4.0 or more. This means that the research subjects experienced speech delay based on Brown's theory. The influencing factors are premature birth and environmental factors, namely family, place of residence, and learning/school environment. AbstrakTulisan ini bertujuan untuk menggambarkan rata-rata panjang ujaran anak serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan cross-sectional. Pendekatan ini merupakan rancangan penelitian dengan melakukan pengukuran dan pengamatan di saat yang bersamaan dalam sekali waktu. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu simak, libat, rekam, dan catat. Teknik analisis data dilakukan dengan empat tahap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata panjang ujaran anak masuk pada tahap IV (MLU: 3.07) dan tahap II (MLU: 2.37). Berdasarkan usia seharusnya subjek penelitian berada pada tahap V (lima) dengan MLU 4.0 atau lebih. Artinya, subyek penelitian mengalami speech delay berdasarkan teori Brown. Adapun faktor yang memengaruhi adalah kelahiran prematur dan faktor lingkungan, yakni keluarga, tempat tinggal, dan lingkungan belajar/sekolah.","PeriodicalId":34523,"journal":{"name":"Aksara","volume":"21 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"88218428","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
AksaraPub Date : 2022-12-29DOI: 10.29255/aksara.v34i2.1072.296--307
Inayatul Mukarromah
{"title":"Exploring Design-Based Research to Develop Writing Material in Higher Education","authors":"Inayatul Mukarromah","doi":"10.29255/aksara.v34i2.1072.296--307","DOIUrl":"https://doi.org/10.29255/aksara.v34i2.1072.296--307","url":null,"abstract":"A material design suitable to the student’s needs was believed to be an appropriate solution to solve students; writing problems. That is why the lecturer who taught English foreign language material or EFL in the classroom hoped can design material design that could help students in writing. The purpose of the research is to give new science and knowledge to the students, primarily related to the student’s ability, while this method of analysis uses Design-based Research (DBR). This method was done through an adopted process by Reeves (2006). The technique of collecting and analyzing data was done by; (1) Analysis of problems from practice collaboration of researcher and practitioners. These methods are done by collaboration between researcher and lecturer who teach writing material, (2) Development and innovation of morphosyntactic solutions for solving problems in writing. These methods are done by giving and developing innovation through a morphosyntax approach to improving the basics of students’ writing skills or knowledge, (3) Iterative cycles of testing and refining innovation in writing. These methods are done through repeated exercises (4) Reflection on the theoretical production of creation and its implementation into the lesson. Data were collected from the third semester of students’ writing paragraphs in English Study Program. The research finding is (1) 75% to 85% of students were still errors in writing a paragraph. At the same time, 85% of lecturers and stakeholders stated that writing material design is better related to morphosyntax. Between 65% and 85% of students needed the improvement of writing ability. The conclusion is Design-Based Research has an excellent potential method to assist in creating and developing a material design. DBR method is more suitable for creating a writing material design since it analyses the field problems before creating or developing it. Writing Material design was created by the student's needs analysis, curriculum, syllabi and lesson plan. AbstrakDesain materi ajar yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa diyakini dapat menjadi solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan menulis mahasiswa. Oleh karena itu, dosen yang mengajar matakuliah English Foreign Language (EFL) di kelas diharapkan dapat mendesain materi ajar yang bisa membantu mahasiswa dalam menulis. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk memberikan ilmu pengetahuan baru terhadap mahasiswa khususnya berkaitan dengan kemampuan menulis. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode Design-Based Research (DBR). Metode ini dilakukan dengan cara mengadopsi metode yang pernah dilakukan oleh Reeves (2006). Adapun tekhnik pengumpulan dan analisis data dilakukan dengan cara; (1) menganalisis permasalahan dari praktik kolaborasi, metode ini dilakukan dengan berkolaborasi antara peneliti dan praktisi, (2) pengembangan dan inovasi terhadap materi ajar morfosintaksis untuk memecahkan permasalahan menulis mahasiswa, (3) uji siklus secara itera","PeriodicalId":34523,"journal":{"name":"Aksara","volume":"23 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"84339485","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
AksaraPub Date : 2022-12-29DOI: 10.29255/aksara.v34i2.520.264--271
Restria - Mulyani, M. Mulyadi
{"title":"Interjeksi Emotif dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Simeulue","authors":"Restria - Mulyani, M. Mulyadi","doi":"10.29255/aksara.v34i2.520.264--271","DOIUrl":"https://doi.org/10.29255/aksara.v34i2.520.264--271","url":null,"abstract":"Emotional Interjection expresses inner feelings, shock, emotion, anger or sadness. This type of interjection is different from cognitive and volitive interjection. This study aims to reveal the form and meaning of emotive interjection in Indonesian and Simeulue. This research is a qualitative descriptive study and at the data collection stage the method used is the listening method which are classified according to their form and meaning of emotional interjections. Forms of emotive interjection in Indonesian, namely: amboi, aduh, bah, sialan, cis, idih, buset, lho, wah, yaa, and oh. In Simeulue, the form of interjection is: atangma'a, bere, mantarafak, silaki, sanando, lohek, ilayeng, tereben, injee, bahaindo, and owe. This study found a group of meanings for emotive interjection, which was further divided into shocked or astonished, painful or sad interconnections, disliked and disgusted interactions, disillusioned or frustrated interjections, disliked and disgusted interactions, and shocked injections. These are found 2 interjections surprised or amazed, 3 interjections disappointment or resentment. AbstrakInterjeksi emotif mengungkapkan perasaan batin, kaget, terharu, marah, atau sedih.Tipe interjeksi ini berbeda dengan interjeksi kognitif dan volitif. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan bentuk dan makna interjeksi emotif di dalam bahasa Indonesia dan bahasa Simeulue. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dan pada tahap pengumpulan data metode yang dilakukan adalah metode simak yang disertai dengan teknik catat yang kemudian diklasifikan sesuai dengan bentuk dan maknanya. Bentuk interjeksi emotif di dalam bahasa Indonesia,yaitu amboi, aduh, bah, sialan, cis, idih, buset, lho, wah, yaa, dan oh. Dalam bahasa Simeulue bentuk interjeksi, yaitu atangma’a, bere, mantarafak, silaki, sanando, lohek, ilayeng, tereben, injee, bahaindo, dan owe. Penelitian ini menemukan kelompok makna untuk interjeksi emotif, yang terbagi lagi menjadi interjeksi terkejut atau takjub, interjeksi sakit atau sedih, interjeksi tidak suka dan muak, interjeksi kekecewaan atau kekesalan, interjeksi tidak suka dan jijik, interjeksi kaget dan terpukul, interjeksi keheranan. Dalam penelitian ini ditemukan dua interjeksi terkejut atau takjub dan tiga interjeksi kekecewaan atau kekesalan.","PeriodicalId":34523,"journal":{"name":"Aksara","volume":"15 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"82547809","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
AksaraPub Date : 2022-12-29DOI: 10.29255/aksara.v34i2.831.282--295
Enung Nurhayati, Suhud Aryana, Teti Sobari, Diena San Fauziya
{"title":"Pendekatan STEM dalam Pembelajaran Online Karya Sastra Menulis Kreatif di Era Covid-19","authors":"Enung Nurhayati, Suhud Aryana, Teti Sobari, Diena San Fauziya","doi":"10.29255/aksara.v34i2.831.282--295","DOIUrl":"https://doi.org/10.29255/aksara.v34i2.831.282--295","url":null,"abstract":"The research is motivated by the problem of creative writing of student literary works that is not optimal. Therfore, the research aims to determine the extent to which the STEAM approach can influence online learning of creative writing of student literary works. The research method used a qualitative descriptive. The subjects of this research were students of class 2017-B1. The process of collecting data through the task of writing an anthology of poetry and the results of a short story test. The results of this research point to a pre-implementation STEM approach with an average short story writing quality of 59.47% and a poetry writing score of 57.98% which should have a minimum target score of 75%. After the post-implementation STEM approach was carried out, the final score for writing short stories was 83.40% or an increase of 3.34%, while writing short stories obtained a score of 82.34% or an increase of 3.29% from the previous target score. It can be said that the STEAM approach in online learning of creative writing of literary works is different from previous learning. AbstrakPenelitian dilatarbelakangi oleh permasalahan menulis kreatif karya sastra mahasiswa yang belum optimal. Maka penelitian bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pendekatan STEAM dapat mempengaruhi pembelajaran daring menulis kreatif karya sastra mahasiswa. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa angkatan 2018-B1. Proses pengumpulan data melalui tugas menulis antologi puisi dan hasil tes cerpen. Teknik analisis data dalam penelitian ini dengan cara mendeskripsikan hasil menulis antologi puisi dan hasil tes cerpen. Hasil penelitian ini menunjukkan pendekatan STEM pra implemntasi dengan rata-rata kualitas menulis cerpen 59,47% dan nilai menulis puisi sebesar 57,98% yang seharunya target skor nilai sebesar 75% minimal. Setelah dilakukan pendekatan STEM pasca implementasi diperoleh skor akhir menulis cerpen sebesar 83,40% atau meningkat sebanyak 3,34% sedangkan menulis cerpen diperoleh skor sebesar 82,34% atau meningkat sebanyak 3,29% dari target nilai sebelumnya. Dapat dikatakan pendekatan STEAM dalam pembelajaran daring menulis kreatif karya sastra memiliki perbedaan dari pembelajaran sebelumnya.","PeriodicalId":34523,"journal":{"name":"Aksara","volume":"44 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"84631320","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
AksaraPub Date : 2022-09-14DOI: 10.29255/aksara.v34i1.983.83-96
Agus Darma Yoga Pratama, Made sani Damayanthi Muliawan
{"title":"PENYAMPAIAN MAKNA DALAM FILM “FINAL DESTINATION”","authors":"Agus Darma Yoga Pratama, Made sani Damayanthi Muliawan","doi":"10.29255/aksara.v34i1.983.83-96","DOIUrl":"https://doi.org/10.29255/aksara.v34i1.983.83-96","url":null,"abstract":"Abstrak Penelitian audiovisual (film) tidak hanya sebatas analisis tentang strategi penerjemahan yang digunakan ataupun ideologi yang diterapkan di film saja, tetapi juga mengenai makna yang terkandung di dalamnya serta bagaimana aspek makna tersebut dapat tersampaikan dengan baik melalui bahasa verbal dan nonverbal yang terdiri dari empat aspek yaitu: gambar, tulisan (teks alih bahasa), efek suara, dan ujaran secara sekaligus. Makna dikaji dari makna verbal dan makna tanda nonverbal untuk melihat bagaimana penyampaian makna dalam sebuah film kepada penonton secara utuh karena pada dasarnya bahasa verbal dan nonverbal memiliki keunikan tersendiri dalam proses penyampaian makna. Kajian ini secara tidak langsung juga menganalisis sinkronisasi bahasa verbal dan nonverbal dalam film tersebut. Adapun data penelitian yang dipilih adalah film dengan genre horor “Final Destination 5” karena ditemukan variasi bahasa nonverbal (gambar dan efek suara) dalam penyampaian makna kepada penonton, misalnya jika kematian datang maka akan tersirat tanda-tanda yang dapat dilihat penonton sebelum kejadian tragis terjadi. Penelitian ini diawali dengan menyimak film tersebut yang dilanjutkan dengan pengumpulan data melalui software video remaker AVS untuk mendapatkan teks alih bahasa secara detail serta digunakan teknik rekam layar untuk pengumpulan data aspek visual atau gambar. Hasil penelitian ini nantinya dapat berguna bagi para peneliti audiovisual (film) dalam menghasilkan sebuah kajian di bidang makna. ","PeriodicalId":34523,"journal":{"name":"Aksara","volume":"160 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-09-14","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"76628892","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
AksaraPub Date : 2022-09-14DOI: 10.29255/aksara.v34i1.539.97-108
Firman A.D. Nfn Firman
{"title":"KORESPONDENSI BUNYI DIALEK-DIALEK BAHASA CULAMBACU/ Phonemic Correspondence of Bahasa Culambacu’s Dialects","authors":"Firman A.D. Nfn Firman","doi":"10.29255/aksara.v34i1.539.97-108","DOIUrl":"https://doi.org/10.29255/aksara.v34i1.539.97-108","url":null,"abstract":"AbstrakTujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan evidensi fonologis pemisah dan penyatu dialek-dialek bahasa Culambacu dengan menggunakan analisis korespondensi bunyi. Penelitian ini menggunakan analisis kuantitatif dengan teknik dialektometri dan analisis kualitatif dengan teknik korespondensi bunyi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dialek-dialek yang diperbandingkan, Lamonae (Lmn), Landawe (Lnd), dan Torete (Trt), berdasarkan perhitungan dialektometri menunjukkan status ada yang beda sub-dialek dan ada juga yang hanya beda wicara. Secara kualitatif, kedekatan ketiga dialek tersebut dibuktikan dengan beberapa kosakata yang memiliki kedekatan dari sisi korespondensi bunyi. Formula korespondensi bunyi terlihat dalam bentuk korespondensi bunyi yang teratur dalam bentuk konsonan dan vokal. Evidensi fonologis pemisah dialek Lnd dan PTrt-Lmn dapat dilihat pada posisi c ≈ t /# -, c ≈ t /K–K, o ≈ u /#K –, b ≈ w /# –, ø ≈ k / -#, e ≈ o / #K-, h ≈ ø/ V-V, h ≈ ø/K-K, n ≈ ø/V-K, dan G ≈ ø/#-. Sementara evidensi fonologis pemisah dialek Lmn-Trt pada posisi h ≈ w /# –, w ≈ ø /# –, w ≈ ø /# –, g/G/h ≈ ø /#-, ko/hu ≈ ø /V-K, dan w/m/d ≈ b /#-. Sementara itu, evidensi fonologis penyatu dapat dilihat dari adanya bunyi konsonan [h], [s], [m] pada posisi awal dan bunyi [m] pada posisi tengah pada semua dialek. Pada bunyi vokal dapat dilihat pada vokal [a] pada posisi awal dan posisi awal setelah konsonan pada semua dialek. Begitu juga vokal [a] pada posisi akhir. Vokal [i] pada posisi awal setelah konsonan juga ada pada semua dialek. AbstractThe objective of this study was to describe separation phonological evidences of Bahasa Culambacu’s dialects by using the phonemic correspondences analysis. This study was analyzed quantitatively by applying dialectometric technique and qualitatively by applying phonemic correspondence technique. Result of this study showed that after Lamonae (Lmn), Landawe (Lnd), and Torete (Trt) dialects were compared, then analyzed by using dialectometric technique, the status of those dialects was considered to dialect difference and speech difference. Qualitatively, the proximity of the three dialects, as evidenced by some vocabularies which have the proximity in terms of phonemic correspondence. The formula of phonemic correspondence was shown in the form of regular phonemic correspondence of consonant and vocal. However, the number of vocal phonemic correspondence was limited. The formula of phonemic correspondence are as follows: separation phonological evidence of Lnd and Trt-Lmn can be seen in the position of c ≈ t /# -, c ≈ t /K–K, o ≈ u /#K –, b ≈ w /# –, ø ≈ k / -#, e ≈ o / #K-, h ≈ ø/ V-V, h ≈ ø/K-K, n ≈ ø/V-K, and G ≈ ø/#-. Separation phonological evidence of Lmn-Trt can be seen in the position of h ≈ w /# –, w ≈ ø /# –, w ≈ ø /# –, g/G/h ≈ ø /#-, ko/hu ≈ ø /V-K, and w/m/d ≈ b /#-. On the other hand, unification phonological evidence of bahasa Culambacu’s dialects can be seen in consonant phonemic of [h], [s], [m] at the ","PeriodicalId":34523,"journal":{"name":"Aksara","volume":"9 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-09-14","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"76558345","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}