Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi最新文献

筛选
英文 中文
Hubungan Overweight Pada Mahasiswi Terhadap Kejadian Low Back Pain Myogenic
Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Pub Date : 2019-07-15 DOI: 10.33660/JFRWHS.V3I2.71
Safun Rahmanto
{"title":"Hubungan Overweight Pada Mahasiswi Terhadap Kejadian Low Back Pain Myogenic","authors":"Safun Rahmanto","doi":"10.33660/JFRWHS.V3I2.71","DOIUrl":"https://doi.org/10.33660/JFRWHS.V3I2.71","url":null,"abstract":"ABSTRAK \u0000  \u0000Latar Belakang: Perubahan  gaya hidup santai pada mahasiswi berkaitan dengan penurunan aktivitas fisik  yang mengakibatkan terjadinya overweight. Overweight yaitu penumpukan lemak tubuh karena pengeluaran energi berkurang. Overweight dapat menyebabkan gangguan muskuloskeletal dan salah satu jenis gangguan muskuloskeletal yang sering terjadi adalah low back pain myogenic. LBP myogenic adalah nyeri punggung bawah disebabkan faktor myogenic atau otot yang menjadi sumber nyeri. \u0000Tujuan: Untuk mengetahui hubungan overweight pada mahasiswi terhadap kejadian low back pain myogenic. \u0000Metode Penelitian: Desain penelitian ini adalah cross sectional. Sebanyak 90 sampel diambil menggunakan metode purposive sampling. Indeks massa tubuh overweight didapat dengan pengukuran tinggi badan dan berat badan sedangkan low back pain myogenic diukur dengan kuisioner Nordic Body Map (NBM). \u0000Hasil: Penelitian dengan uji spearmen didapatkan nilai p=0,02 lebih kecil dari nilai signifikansi 0,05. Kesimpulan: Terdapat hubungan overweight pada mahasiswi terhadap kejadian low back pain myogenic. \u0000Kata Kunci: Overweight, Low Back Pain Myogenic, Mahasiswi","PeriodicalId":34105,"journal":{"name":"Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi","volume":"1 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-07-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"41840404","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 1
KELEMAHAN OTOT GLUTEAL SEBAGAI FAKTOR RESIKO MUNCULNYA KELUHAN NYERI PUNGGUNG BAWAH 臀大肌是一个危险因素
Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Pub Date : 2019-07-15 DOI: 10.33660/JFRWHS.V3I2.51
Arif Pristianto
{"title":"KELEMAHAN OTOT GLUTEAL SEBAGAI FAKTOR RESIKO MUNCULNYA KELUHAN NYERI PUNGGUNG BAWAH","authors":"Arif Pristianto","doi":"10.33660/JFRWHS.V3I2.51","DOIUrl":"https://doi.org/10.33660/JFRWHS.V3I2.51","url":null,"abstract":"Otot sebagai jaringan lunak kontraktilitas yang ada pada tubuh manusia tersusun oleh rangkaian yang saling berhubungan. Rangkaian ini menunjukkan bahwa kerja otot saling mempengaruhi dalam menjalankan fungsinya. Fungsi dari otot sebagai stabilisator maupun mobilitator dibedakan atas lapisan dan letak otot tersebut. Mobilitas yang ada di ektremitas baik atas maupun bawah tentunya akan lebih baik jika ditunjang stabilitas pada batang tubuh. Kondisi batang tubuh yang kurang baik dapat dilihat dari postur yang buruk serta adanya keluhan nyeri pada punggung bawah atau yang sering disebut low back pain. Nyeri punggung bawah sebenarnya merupakan simtomatif yang merujuk adanya masalah pada area punggung ke bawah. Masalah ini dapat muncul karena ketegangan otot akibat aktivitas yang berlebih pada otot punggung dan dapat disebabkan oleh kerja otot lain yang kurang aktif. Salah satu aktivasi otot yang turut menetukan beban kerja pada otot punggung adalah kelompok otot gluteal. Otot-otot gluteal merupakan komponen penting pada saat trunk berada pada posisi setengah ekstensi dari posisi fleksi penuh. Secara anatomi, kelompok otot ini memberikan stabilisasi lateral pada sendi panggul dan panggul karena tugasnya adalah mengontrol posisi panggul dalam menjaga stabilitas batang tubuh. Pada individu yang memiliki kecenderungan duduk dalam waktu yang lama, otot gluteal dapat mengalami atropi dan penurunan kekuatan/aktivasi. Hal ini merubah kestabilan kerja pada otot panggul dan batang tubuh pada bagian depan dan belakang serta atas dan bawah. Konsep muscle imbalance dimana bagian yang menurun aktivasinya akan memicu aktivasi berlebih pada bagian lain dan dari hal inilah muncul keluhan muskuloskeletal pada pinggang bawah yang ditandai dengan adanya nyeri pada area pinggang bawah.","PeriodicalId":34105,"journal":{"name":"Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-07-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"42837316","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 1
Pelatihan Kombinasi Self Stretching Calf Muscle Dan Infra Merah Lebih Efektif Menurunkan Nyeri Otot Betis Pada Pembatik Cap Di Buaran Kota Pekalongan 自我伸展小腿肌肉和红外线组合训练更有效地减少Side Town外帽子缝合器上的鼠标右水
Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Pub Date : 2019-02-01 DOI: 10.33660/jfrwhs.v3i1.37
Irene Dwitasari Wulandari
{"title":"Pelatihan Kombinasi Self Stretching Calf Muscle Dan Infra Merah Lebih Efektif Menurunkan Nyeri Otot Betis Pada Pembatik Cap Di Buaran Kota Pekalongan","authors":"Irene Dwitasari Wulandari","doi":"10.33660/jfrwhs.v3i1.37","DOIUrl":"https://doi.org/10.33660/jfrwhs.v3i1.37","url":null,"abstract":"Sikap kerja berdiri dalam waktu lama akan membuat pekerja selalu berusaha menjaga posisi tubuhnya sehingga menyebabkan terjadinya beban kerja statis pada otot-otot kaki. Pekerjaan dengan posisi berdiri seperti yang dilakukan oleh pembatik cap menyangkut kerja fisik yang cukup melelahkan yang dilakukan dari pagi sampai sore hari dengan waktu yang cukup lama dan kondisi bekerja dalam keadaan berdiri. Sikap kerja yang dilakukan dapat mengakibatkan timbulnya beberapa keluhan nyeri pada kaki, hal ini mempengaruhi kemampuan dan menurunnya produktivitas kerja yang dihasilkan. Bekerja dengan posisiberdiri yang dilakukan secara terus menerus atau dalam jangka waktu lama menyebabkan ketegangan otot kaki serta keluhan kelelahan saat melakukan pekerjaan membatik cap dengan posisi berdiri selama berjam-jam. Oleh karena itu perlu dicari solusi untuk memecahkan masalah tersebut. Metode Fisioterapi sangat berguna dalam upaya penanganan keluhan otot betis yang dialami para pembatik cap diantaranya adalah modalitas self stretching calf muscle, koreksi postur dan penyinaran infra merah. Penelitian bertujuan untuk mengurangi keluhan nyeri otot betis pembatik cap akibat kerja berdiri lama dengan pelatihan kombinasi self stretching calf muscle dan infra merah . Hasil penelitian dengan analisis uji t- independent test (tidak berpasangan) menunjukkan bahwa rerata selisih penurunan nyeri otot betis antara kedua kelompok pelatihan didapatkan hasil p = 0,002 (p < 0,05), yang artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara pelatihan kombinasi self stretching calf muscle dan infra merah dengan pemberian infra merah terhadap penurunan nyeri otot betis. Hal ini bisa dilihat dari hasil rerata penurunan selisih antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Dimana pada kelompok perlakuan terjadi penurunan Skala Verbal Rating Scale sebesar 24,8% sedangkankelompok kontrol hanya 20,1%, sehingga dapat disimpulkan kelompok perlakuan (pelatihan kombinasi self stretching calf muscle dan infra merah ) lebih baik dibandingkan kelompokkontrol (pemberian infra merah) dalam menurunkan nyeri otot betis pada pembatik cap.","PeriodicalId":34105,"journal":{"name":"Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-02-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"49628215","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Pengaruh Terapi Latihan Dan Kinesio Taping Pada Lesi Nerve Peroneus E.C Kusta Coast E.C.神经Peroneus Taping训练和运动治疗经理
Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Pub Date : 2019-02-01 DOI: 10.33660/jfrwhs.v3i1.38
K. Kuswardani, Z. Abidin, Suci Amanati, M. Maruf
{"title":"Pengaruh Terapi Latihan Dan Kinesio Taping Pada Lesi Nerve Peroneus E.C Kusta","authors":"K. Kuswardani, Z. Abidin, Suci Amanati, M. Maruf","doi":"10.33660/jfrwhs.v3i1.38","DOIUrl":"https://doi.org/10.33660/jfrwhs.v3i1.38","url":null,"abstract":"Lesi Nerve Peroneus e.c Kusta adalah kelumpuhan otot di anterior dan lateral pada kaki akibat kerusakan atau cidera pada saraf peroneus. Kusta adalah penyakit menular kronis yangdisebabkan oleh Mycobacterium leprae. Penyakit ini menyerang kulit, saraf perifer, mukosa saluran pernapasan bagian atas, dan mata. Kusta dapat disembuhkan dan pengobatan pada tahap awal dapat mencegah kecacatan. Permasalahan yang timbul pada pasien Lesi Nerve Peroneus e.c Kusta ini adalah kelemahan pada extremitas bawah yang menyebabkan penurunan sifat fisiologis otot, keterbatasan lingkup gerak sendi, penurunan kekuatan otot dan atrofi otot. Terapi yang diberikan pada kasus ini dengan menggunakan terapi latihan gerak aktif-asisted, pasif dan stretching untuk menjaga lingkup gerak sendi dan menjaga sifat fisiologis otot, Kinesio taping diberikan untuk support muscle. Tujuan : Mengetahui pengaruh terapi latihan dan kinesio taping pada kasus lesi nerve peroneus dalam meningkatkan kekuatan otot dan peningkatan kemampuan fungsional kaki. Hasil : Setelah dilakukan terapi selama enam kali, hasilnya adalah peningkatan nilai kekuatan otot p value (Asymp. Sig 2 tailed) sebesar 0,002 yang berarti dibawah nilai kritis < 0,005 bermakna bahwa terjadi peningkatan kekuatan otot yang signifikan, sedangkan untuk kemampuan fungsional kaki tidak menunjukkan perubahan yang signifikan hal ini ditunjukkan dengan p value sig (2-tailed) sebesar 0,899 yang berarti tidak ada perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah terapi. Kesimpulan : berdasarkan penelitian ini menunjukkan bahwaterapi latihan dan penggunaan kinesiotaping dapat meningkatkan kekuatan otot tetapi tidak dapat meningkatkan kemampuan fungsional kaki secara signifikan.","PeriodicalId":34105,"journal":{"name":"Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-02-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"47941614","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 1
Perbedaan Pengaruh Pemberian Aquatic Exercise Therapy Dengan Land Exercise Therapy Terhadap Peningkatan Keseimbangan Statis Dan Dinamis Lansia 水上运动疗法提供者与陆地运动疗法对抗增强的静态和动态平衡Lansia的差异
Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Pub Date : 2019-02-01 DOI: 10.33660/jfrwhs.v3i1.36
Wika Yuniarti
{"title":"Perbedaan Pengaruh Pemberian Aquatic Exercise Therapy Dengan Land Exercise Therapy Terhadap Peningkatan Keseimbangan Statis Dan Dinamis Lansia","authors":"Wika Yuniarti","doi":"10.33660/jfrwhs.v3i1.36","DOIUrl":"https://doi.org/10.33660/jfrwhs.v3i1.36","url":null,"abstract":"Penurunan fungsi tubuh pada lansia akan mengakibatkan penurunan fungsi keseimbangan, penurunan kemampuan fungsional, penurunan kemandirian dalam aktivitas kehidupan seharihari. Untuk mencegah jatuh dibutuhkan suatu latihan fisik yang dapat meningkatkan keseimbangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan pengaruh antara pemberian aquatic exercise therapy dan land exercise therapy terhadap peningkatan keseimbangan statis dan dinamis pada lansia.  Subyek adalah Lansia paguyuban PEPABRI, desa Paulan, Colomadu, yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi 29 orang lansia. Penelitian ini dilakukan dengan desain two group pre test and post test design. Variabel yang diukur adalah keseimbangan statis dan dinamis diukur menggunakan berg balance scale. Uji hipotesis dilakukan uji beda sebelum, sesudah perlakuan dengan uji wilcoxon. Uji beda antara kelompok I dan II menggunakan uji man withney. Hasil uji pengaruh keseimbangan pada kelompok aquatic exercise therapy didapat p = 0,001 dan pada kelompok land exercise therapy didapat p = 0,001 sehingga dapat disimpulkanbahwa aquatic exercise therapy dan land exercise therapy berpengaruh untuk meningkatkan keseimbangan lansia. Uji beda keseimbangan antara kelompok aquatic exercise therapy dan land exercise therapy didapat nilai p = 0,230 sehingga tidak ada perbedaan antara aquatic exercise therapy dan land exercise therapy untuk meningkatkan keseimbangan lansia. Kesimpulan aquatic exercise therapy sama pengaruhnya dengan land exercise therapy dalam meningkatkan keseimbangan statis dan dinamis lansia. \u0000 ","PeriodicalId":34105,"journal":{"name":"Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-02-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"48820744","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 2
Pemberian Istirahat Aktif Dan Pilates Exercise Menurunkan Keluhan Muskuloskeletal Pada Pembatik Cap Di Industri Batik 积极休息和普拉提运动减少蝙蝠行业对帽子贴纸的肌肉骨骼投诉
Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Pub Date : 2019-01-07 DOI: 10.33660/JFRWHS.V3I1.32
Ika Fitri Wulan Dhari
{"title":"Pemberian Istirahat Aktif Dan Pilates Exercise Menurunkan Keluhan Muskuloskeletal Pada Pembatik Cap Di Industri Batik","authors":"Ika Fitri Wulan Dhari","doi":"10.33660/JFRWHS.V3I1.32","DOIUrl":"https://doi.org/10.33660/JFRWHS.V3I1.32","url":null,"abstract":"ABSTRAK \u0000Karakteristik pembatik cap dilakukan dengan sikap kerja berdiri selama 8 jam kerja. Pembatik cap cenderung bekerja dengan sikap kerja statis. Sikap kerja statis dengan posisi  membungkuk ketika memberikan pola pada kain bersifat monoton dan repetitif. Intervensi dengan memberikan istirahat aktif serta upaya preventifberupa pilates exercise dapat mengurangi keluhan akibat proses kerja. Penelitian ini bertujuanuntukmenunjukan bahwa pemberianistirahat aktif dan pilates exercise menurunkankeluhan muskuloskeletal padapembatik cap di industribatik. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental, dengan rancangan sama subjek. subjek diberi perlakuan dengan pemberian istirahat aktif dan pilates exercise. Diantara kedua tahap tersebut, diberikan washing out perioddan adaptasi. Keluhan muskuloskeletal diukur dengan kuesioner Nordic Body Map pada 4 skala likert. Hasil uji statistic dengan menggunakan uji t paired Periode 1 maupun Periode 2, diperoleh nilai t = 22,633dan nilai p = 0,000 . Hal ini menunjukan bahwa terjadi penurunan keluhan muskuloskeletal yang bermakna pada Periode 1 dan Periode 2. Pemberian istirahat aktif dan pilates exercise pembatik meningkatkan kinerja dilihat dari penurunan keluhan muskuloskeletal sebesar 31,6%. \u0000 ","PeriodicalId":34105,"journal":{"name":"Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-01-07","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"49554277","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 1
Terapi Latihan Mendukung Optimalisasi Kondisi Fisik Penderita Sindrom Obstruksi Paska Tuberkulosis : Case Report Di Rs Khusus Paru Respira Bantul 训练疗法支持优化身体状况疼痛综合征肺结核通道阻塞:DiRs特殊乳腺呼吸辅助1例报告
Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Pub Date : 2019-01-07 DOI: 10.33660/JFRWHS.V3I1.29
Farid Rahman, Nunik Pramesti, Ardianto Kurniawan, Ilham Setya Budi, S. Khadijah, Yuli Susanti
{"title":"Terapi Latihan Mendukung Optimalisasi Kondisi Fisik Penderita Sindrom Obstruksi Paska Tuberkulosis : Case Report Di Rs Khusus Paru Respira Bantul","authors":"Farid Rahman, Nunik Pramesti, Ardianto Kurniawan, Ilham Setya Budi, S. Khadijah, Yuli Susanti","doi":"10.33660/JFRWHS.V3I1.29","DOIUrl":"https://doi.org/10.33660/JFRWHS.V3I1.29","url":null,"abstract":"ABSTRAKLatar Belakang : Sindrom Obstruksi Paska Tuberkulosis merupakan suatu gejala sisa yangberupa gangguan faal paru dengan kelainan obstruksif yang memiliki gambaran klinis miripdengan Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK). Tujuan : Untuk mengetahui efektivitas terapilatihan untuk mendukung kondisi pasien SOPT. Hasil : Setelah dilakukan terapi sebanyak 6 kalididapatkan hasil penilaian sesak napas T0: 3 menjadi T6: 1, peningkatan ekspansi sangkar torakspada axilla T0: 3 cm menjadi T6: 4 cm, pada ICS 4 T0: 2 cm menjadi T6: 3 cm, pada proccesusxyphoideus T0: 2 cm menjadi T6: 3 cm dan peningkatan toleransi aktivitas T0: 18 menjadi T6:15. Kesimpulan : Terapi latihan mendukung optimalisasi kondisi fisik penderita sindromobstruksi paska tuberkulosis. \u0000  \u0000ABSTRACTBackground : Obstruction syndrome post tuberculosis is a residual symptom in the form of lungphysiology disorder with obstructive disorder that have similar clinical picture of ChronicObstructive Pulmonary Disease (COPD) Objective : To determine efectivity of exercise therapyto improve physical condition of person who afffected by Obstruction syndrome post tuberculosisResults : After 6 times of therapy the results of the assessment of shortness of breath T0: 3 to T6:3, increased thoracic expansion in axilla T0: 3 cm to T6: 4 cm, in ICS4 T0: 2 cm to T6: 3 cm, inproccessus xyphoideus T0: 2 cm to T6: 3 cm and increased activity tolerance T0: 18 to T6: 15Conclusion : Exercise therapy can improve physical condition for person affected by Obstructionsyndrome post tuberculosis \u0000 ","PeriodicalId":34105,"journal":{"name":"Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-01-07","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"48458538","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 1
Faktor Kondisi Fisik Terhadap Resiko Cedera Olahraga Pada Permainan Sepakbola 在足球比赛中造成运动损伤的身体状况因素
Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Pub Date : 2019-01-07 DOI: 10.33660/jfrwhs.v3i1.34
Nurwahida Puspitasari
{"title":"Faktor Kondisi Fisik Terhadap Resiko Cedera Olahraga Pada Permainan Sepakbola","authors":"Nurwahida Puspitasari","doi":"10.33660/jfrwhs.v3i1.34","DOIUrl":"https://doi.org/10.33660/jfrwhs.v3i1.34","url":null,"abstract":"ABSTRAK \u0000Latar belakang: Cedera olahraga adalah cedera pada sistem integument, otot dan rangka  yang disebabkan oleh kegiatan olahraga. Olahraga adalah serangkaian kegiatan fisik danketrampilan teknik bukan hanya untuk kesehatan jasmani dan rohani saja tetapi juga bertujuan untuk memenangkan suatu pertandingan, meskipun bertujuan menyehatkan jasmanitetapi olahraga juga memiliki resiko untuk terjadinya cedera olahraga. Angka kejadian cedera olahraga pada anak-anak meski tergolong kecil tetapi memiliki kenaikan persentase disetiap pertambahan usia. Cedera bisa terjadi saat latihan maupun pertandingan, secara sengaja atau tidak sengaja dengan beberapa faktor penyebab terjadinya cedera dalam olahraga diantaranya adalah faktor intrinsik yaitu faktor kondisi fisik dan keterampilan teknik. Tujuan: untuk mengetahui apakah ada hubungan faktor kondisi fisik terhadap resiko cedera olahraga. Metode: Penelitian ini dilaksanakan pada 5 Sekolah Sepakbola (SSB) di kota Semarang. Metode yang digunakan yaitu deskriptif korelasional dengan teknik survey dan tes. Besarnya sampel berjumlah 100 siswa dengan teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Variabel penelitian terdiri dari: 1) Variabel independen yaitu, kondisi fisik dan 2) Variabel dependen yaitu, resiko cedera olahraga. Teknik analisis data yang digunakan adalah Uji korelasi dengan Pearson dua jalur dengan bantuan aplikasi computer menggunakan seri program SPSS for window versi 19 dengan taraf signifikansi 5%. Hasil : ada hubungan faktor kondisi fisik terhadap resiko cedera olahraga dengan nilai p= 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan: Ada hubungan faktor kondisi fisik terhadap resiko cedera olahraga, dengan runtutan tingkat keeratan hubungan yang paling erat adalah Agility, Flexibility, Power, Speed, Endurance dan Strenght.","PeriodicalId":34105,"journal":{"name":"Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-01-07","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"46333160","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 20
Pendekatan Intervensi Fisioterapi Dan Akupunktur Pada Penderita Pasca Stroke Terhadap Postural Dan Fungsi Motorik 体位性脑卒中与运动功能的物理治疗与指压干预探讨
Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Pub Date : 2019-01-07 DOI: 10.33660/JFRWHS.V3I1.30
Sri Yani, Heri Wibisono
{"title":"Pendekatan Intervensi Fisioterapi Dan Akupunktur Pada Penderita Pasca Stroke Terhadap Postural Dan Fungsi Motorik","authors":"Sri Yani, Heri Wibisono","doi":"10.33660/JFRWHS.V3I1.30","DOIUrl":"https://doi.org/10.33660/JFRWHS.V3I1.30","url":null,"abstract":"ABSTRAK \u0000Pendahuluan : Stroke menjadi penyebab utama gangguan fungsional dengan 20% penderita membutuhkan institusi pelayanan setelah 3 bulan sejak serangan stroke, dan 15 % hingga 30% cacat secara permanen. Untuk itu perlu kajian tentang intervensi yang tepat guna mengatasi masalah yang dihadapi oleh penderita pasca stroke. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji manfaat intervensi fisioterapi dan akupunktur terhadap postural dan fungsi motorik. \u0000Metode : Penelitian ini bersifat eksperimental, dengan menggunakan rangcangan non randomized pre test and post test with control design. Penelitian dilakukan di RSPAD Gatot Soebroto pada bulan Juli-September 2018. Sampel yang sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi dibagi menjadi 2 kelompok secara random. Kelompok pertama merupakan kelompok perkaluan yang diberikan intervensi fisioterapi dan akupunktur, sedangkan kelompok kedua kelompok kontrol yang hanya diberi intervensi fisioterapi. Data diolah dan dianalisa dengan komputerisasi dengan software SPSS 17. Persetujuan Etik Nomor: B/1330/IV/2018/KPEK dari Komite Etik Penelitian Kesehatan UPNVJ. \u0000Hasil : Sampel yang diperoleh berjumlah 15 responden pada masing-masing kelompok. Dilakukan uji analisis univariat dan bivariate. Data berdistribusi normal. Hasil uji pengaruh pada kelompok kontrol dengan p = 0,000 berarti p<0,005 maka terdapat pengaruh intervensi fisioterapi terhadap postural dan fungsi motorik. Pada kelompok perlakukan juga terdapat pengaruh intervensi fisioterapi dan akupunktur terhadap postural dan fungsi motorik.   \u0000Kesimpulan: Penelitian ini disimpulkan bahwa terdapat perbedaan pengaruh antara pendekatan intervensi fisioterapi dengan intervensi fisioterapi dan akupunktur terhadap postural dan fungsi motorik. \u0000  \u0000ABSTRACT \u0000Introduction: Stroke is a major cause of functional disorders with 20% of patients requiring service institutions after 3 months of stroke, and 15% to 30% permanently disabled. For this reason, a study of appropriate interventions is needed to overcome the problems faced by post-stroke sufferers. The purpose of this study was to examine the benefits of physiotherapy and acupuncture intervention on postural and motor function. \u0000Method: This study was experimental, using a non-randomized pre test and post test with control design. The study was conducted at the Gatot Soebroto Army Hospital in July-September 2018. Samples that fit the inclusion and exclusion criteria were divided into 2 groups randomly. The first group was a perverse group that was given physiotherapy and acupuncture intervention, while the second group was the only control group given physiotherapy intervention. Data was processed and analyzed by computerization using SPSS 17. Ethical Approval number: B / 1330 / IV / 2018 / KPEK from the UPNVJ Health Research Ethics Committee. \u0000Results: The samples obtained were 15 respondents in each group. Univariate and bivariate analysis tests were conducted. Data is normally distributed. The effect of the test re","PeriodicalId":34105,"journal":{"name":"Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-01-07","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"44757411","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 2
PENGARUH TERAPI LATIHAN, TRANSCUTANEOUS ELECTRICAL NERVE STIMULATION DAN KINESIOLOGY TAPING PADA POST REKONSTRUKSI ANTERIOR CRUCIATUM LIGAMEN
Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Pub Date : 2018-08-16 DOI: 10.33660/jfrwhs.v2i2.39
Akhmad Alfajri Amin, Suci Amanati, Wisda Novalanda
{"title":"PENGARUH TERAPI LATIHAN, TRANSCUTANEOUS ELECTRICAL NERVE STIMULATION DAN KINESIOLOGY TAPING PADA POST REKONSTRUKSI ANTERIOR CRUCIATUM LIGAMEN","authors":"Akhmad Alfajri Amin, Suci Amanati, Wisda Novalanda","doi":"10.33660/jfrwhs.v2i2.39","DOIUrl":"https://doi.org/10.33660/jfrwhs.v2i2.39","url":null,"abstract":"Latar Belakang: Cidera anterior cruciatum ligamen merupakan salah satu cidera sendi lutut yang diakibatkan oleh trauma langsung pada bagian lateral lutut. Cedera tersebut mengakibatkan robekan pada area anterior cruciatum ligamen sehingga harus ditangani dengan operasi arthroscopy. Berdasarkan beberapa penelitian jumlah cedera yang dialami atlet semakin meningkat setiap tahunnya. Penanganan yang kurang maksimal dapat menimbulkan penurunan kemampuan dan prestasi dari atlet yang mengalami cedera. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh terapi latihan, transcutaneous electrical nerve stimulation (TENS), dan kinesiology taping pada post rekonstruksi (ACL) anterior cruciatum ligamen rupture terhadap peningkatan kemampuan fungsional kaki partisipan. Hasil: Setelah dilakukan penanganan penatalaksanaan fisioterapi dengan terapi latihan, transcutaneous electrical nerve stimulation (TENS), dan kinesiology taping pada post rekonstruksi anterior cruciatum ligamen (ACL) rupture didapatkan peningkatan kemampuan fungsional yang ditunjukkan dengan nilai p (sig.) sebesar 0,005 yang bermakna ada peningkatan kemampuan aktivitas fungsional kaki partisipan. \u0000Kesimpulan: Pemberian modalitas berupa terapi latihan, Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS)dan kinesiology taping dapat meningkatkan kemampuan aktivitas fungsional kaki partisipan.","PeriodicalId":34105,"journal":{"name":"Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-08-16","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"42652622","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 2
0
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
确定
请完成安全验证×
相关产品
×
本文献相关产品
联系我们:info@booksci.cn Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。 Copyright © 2023 布克学术 All rights reserved.
京ICP备2023020795号-1
ghs 京公网安备 11010802042870号
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:604180095
Book学术官方微信
小红书