Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi最新文献

筛选
英文 中文
Efektivitas Retrowalking Terhadap Penurunan Nyeri Pada Lansia Dengan Knee Osteoarthritis di Puskesmas Kendal Kerep Kota Malang 穷市廉价控制中心对Lansia合并膝骨关节炎患者肾功能下降的逆行疗效
Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Pub Date : 2021-07-26 DOI: 10.33660/jfrwhs.v5i2.137
Sri Sunaringsih ika Wardojo, Rizky Febrianty, Suci Amanati, Y. Putra, Rakhmad Rosadi
{"title":"Efektivitas Retrowalking Terhadap Penurunan Nyeri Pada Lansia Dengan Knee Osteoarthritis di Puskesmas Kendal Kerep Kota Malang","authors":"Sri Sunaringsih ika Wardojo, Rizky Febrianty, Suci Amanati, Y. Putra, Rakhmad Rosadi","doi":"10.33660/jfrwhs.v5i2.137","DOIUrl":"https://doi.org/10.33660/jfrwhs.v5i2.137","url":null,"abstract":"Knee osteoarthritis is a degerative disease in the form of musculoskeletal disorders that occurs in the knee joint due to the integrity of the damaged articular cartilage which can cause pain. Pain in the knee that is allowed to continue without treatment will cause physical dysfunction in the individual with knee osteoarthritis. One of the interventions to treat pain in knee osteoarthritis is retrowalking. The mechanism of action of retrowalking in reducing pain is through its unique biomechanical mechanism, starting from the toe on phase. This study aims to determine the effectiveness of retrowalking to reduce pain in the elderly with knee osteoarthritis at Kendal Kerep Public Health Center.","PeriodicalId":34105,"journal":{"name":"Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-07-26","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"46856671","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
PENGARUH DUAL-TASK TRAINING (MOTOR-COGNITIVE) TERHADAP MEMORI JANGKA PENDEK PADA ANAK USIA SEKOLAH 如果你已经习惯了上学,就不应该尝试双重训练警告(摩托车识别)
Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Pub Date : 2020-01-23 DOI: 10.33660/jfrwhs.v4i1.90
E. Lestari
{"title":"PENGARUH DUAL-TASK TRAINING (MOTOR-COGNITIVE) TERHADAP MEMORI JANGKA PENDEK PADA ANAK USIA SEKOLAH","authors":"E. Lestari","doi":"10.33660/jfrwhs.v4i1.90","DOIUrl":"https://doi.org/10.33660/jfrwhs.v4i1.90","url":null,"abstract":"ABSTRAK \u0000Anak usia sekolah merupakan masa anak terjun ke dalam lingkungan sosial yang lebih luas dan mulai menghadapi tugas-tugas baru. Perkembangan anak pada masa ini harus selalu diperhatikan, mulai dari perkembangan kognitif, motorik, sensorik, fisik, bahasa, dan emosional anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dual-task training (motor-cognitive) terhadap perubahan memori jangka pendek pada anak usia sekolah. Penelitian ini menggunakan quasi experimental design dengan jenis rancangan time series experimental design (post-test setiap minggu dilakukan). Subyek penelitian yaitu anak usia 10-11 tahun di SD Inpres Kera-Kera, Makassar yang dalam kondisi sehat baik secara fisik dan mental, memiliki IMT normal dan tidak mengalami gangguan keseimbangan. Jumlah repsonden sebanyak 30 orang (diluar dropout) dan menjalani pelatihan dual-task training selama 4 minggu (12 kali perlakuan). Hasil penelitian setelah dilakukan uji normalitas Shapiro Wilk diperoleh sebaran data tidak normal (p<0,05), kemudian dilakukan uji hipotesis menggunakan uji Friedman+Pos Hoc Wilcoxon dan diperoleh nilai signifikan p=0,000 (p<0,05). Hasil analisis data yang dillihat mulai dari pretest, post-test 1, post-test 2, post-test 3, dan post-test 4 menunjukkan adanya peningkatan. Hal ini menunjukkan bahwa adanya pengaruh dual-task training (motor-cognitive) terhadap perubahan memori jangka pendek pada anak usia sekolah. \u0000 Kata Kunci: dual-task training, memori jangka pendek, anak usia sekolah, digit span test \u0000 ABSTRACT \u0000School-age children are the childhood years of plunging into the wider social environment and start facing new tasks. The child's development period must always be considered, starting from cognitive, motoric, sensory, physical, language, and emotional development of children. This study aims to determine the effect of dual-task training (motor-cognitive) on changes in short-term memory in school-age children. This study uses a quasi-experimental design with the type of experimental time series design (post-test every week is done). The research subjects were children aged 10-11 years in SD Inpres Kera-Kera, Makassar who were in good health both physically and mentally, had a normal BMI and had no impaired balance.. The number of respondents was 30 peoples (out of dropout) and underwent dual-task training for 4 weeks (12 times treatments). The results of this study after Shapiro Wilk normality test obtained abnormal distribution of data (p <0.05), then carried out hypothesis testing using Friedman + Pos Hoc Wilcoxon test and obtained a significant value p = 0,0001 (p <0.05). The results of the data analysis starting from the pretest, post-test 1, post-test 2, post-test 3 and post-test 4 showed an increase.. This shows that there is an influence of dual-task training (motor-cognitive) on changes short-term memory in school-age children. \u0000 Keywords: dual-task training, short-term memory, school-age children, digit span test","PeriodicalId":34105,"journal":{"name":"Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi","volume":"1 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-01-23","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"44591849","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
PROPRIOCEPTIVE NEUROMUSCULAR FASCILITATION STRETCHING LEBIH EFEKTIF DALAM MENINGKATAN AKTIVITAS FUNGSIONAL DARIPADA STATIC STRETCHING PADA PENDERITA OSTEOARTHRITIS LUTUT
Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Pub Date : 2019-09-25 DOI: 10.33660/jfrwhs.v3i2.89
Ummy Aisyah Nurhayati
{"title":"PROPRIOCEPTIVE NEUROMUSCULAR FASCILITATION STRETCHING LEBIH EFEKTIF DALAM MENINGKATAN AKTIVITAS FUNGSIONAL DARIPADA STATIC STRETCHING PADA PENDERITA OSTEOARTHRITIS LUTUT","authors":"Ummy Aisyah Nurhayati","doi":"10.33660/jfrwhs.v3i2.89","DOIUrl":"https://doi.org/10.33660/jfrwhs.v3i2.89","url":null,"abstract":"Latar belakang: osteoatrhtitis lutut merupakan proses degeneratif yang sering menyebabkan penurunan aktivitas fungsional. Stretching adalah satu teknik yang dipakai dalam mengatasi penurunan aktivitas fungsional. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui PNF stretching lebih efektif dalam meningkatkan aktivitas fungsional daripada static stretching pada penderita osteoarthritis lutut. Metode: rancangan penelitian ini eksperimental dengan rancangan randomized pre-test and post-test group design. Subjek penelitian adalah 40 orang penderita osteoarthritis lutut grade I-II yang dibagi dua kelompok. Kelompok 1 diberikan PNF stretching dan Kelompok 2 diberikan statis stretching. Penelitian ini dilakukan 3 kali seminggu selama 4 minggu dengan skala WOMAC. Hasil: hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan aktivitas fungsional sebelum dan sesudah perlakuan dengan rerata 62,93±0,67 dan 37,26±0,51 dengan nilai p=0,00. Pada Kelompok 2 didapatkan rerata sebelum dan sesudah perlakuan yaitu 62,86±1,03 dan 45,22±1,26 dengan nilai p=0,00. Artinya, Kelompok 1 dan kelompok 2 sama-sama terjadi peningkatkan aktivitas fungsional secara bermakna. Dari uji independent t-test didapatkan nilai p=0,00 yang berarti ada perbedaan pengaruh pemberian PNF setretching dan static setretching dalam meningkatan aktivitas fungsioanal pada penderita osteoatrhritis lutut dengan selisih rerata Kelompok 1 sebesar 25,66% dan Kelompok 2 sebesar 17,66%. Simpulan: PNF stretching lebih efektif dalam meningkatkan aktivitas fungsional daripada static stretching pada penderita osteoarthritis lutut. Saran: Penelitian ini diharapkan mampu diaplikasikan dalam klinis untuk meningkatkan aktivitas fungsional pada penderia osteoarthritis lutut.","PeriodicalId":34105,"journal":{"name":"Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-09-25","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"42781068","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 4
PENGARUH TRAKSI TELUNGKUP PADA MCKENZI DAN MASSAGE TERHADAP NYERI PUNGGUNG BAWAH AKIBAT HERNIA NUKLEUS PULPOSUS DI KLINIK FISIOTERAPI KARYASUCI PEMATANG SIANTAR TAHUN 2017 关于MCKENZI和MASSAGE在2017年英国FISIO治疗诊所针对HERNIA核肺结核活动的新年活动
Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Pub Date : 2019-08-27 DOI: 10.33660/jfrwhs.v3i2.79
Marolop Parlindungan Napitu
{"title":"PENGARUH TRAKSI TELUNGKUP PADA MCKENZI DAN MASSAGE TERHADAP NYERI PUNGGUNG BAWAH AKIBAT HERNIA NUKLEUS PULPOSUS DI KLINIK FISIOTERAPI KARYASUCI PEMATANG SIANTAR TAHUN 2017","authors":"Marolop Parlindungan Napitu","doi":"10.33660/jfrwhs.v3i2.79","DOIUrl":"https://doi.org/10.33660/jfrwhs.v3i2.79","url":null,"abstract":"Nyeri punggung bawah menimbulkan rasa kurang nyaman dan berkepanjangan  membuat  kejenuhan akibat permasalahan yang kurang kunjung ada perubahan seperti yang diharapkan. Menurut ilmuan banyak yang kontroversial  tentang metode terapinya juga masih menimbulkan kontroversi dan hasilnyapun sering kurang memuaskan.Metode penelitian ini adalah Quasi exsperimen dengan pendekatan kontrol grup pre-test& post-test. Desain paralel digunakan untuk membandingkan antar dua kelompok (grup compersion) independent yaitu kelompok kontrol dan kelompok intervensi penelitian ini Penelitian rancangan pre-test-post-test dengan besar sampel 20 responden untuk masing-masing kelompok. Teknik penarikan sampel yang digunakam adalah probability sampling dengan pendekatan teknih purposive sampling. Data dianalisis dengan menggunakan metode independent t-test. Data statistik menunjukkan penurunan nyeri untuk kelompok pertama dan kelompok kedua setelah intervensi p= 0,00 (< 0,05). Hal ini menjelaskan bahwa ada Pengaruh Traksi telungkup pada Mc kenzie dan massage terhadap  nyeri punggung bawah akibat Hernia Nucleus Pulposus (HNP) di klinik Physioterapy Karya Suci Pematang Siantar.Traksi Telungkup pada Mc Kenzie dan Massage baik untuk penurunan rasa nyeri disebabkan oleh karena adanya penguluran dari pada otot pinggang sehingga terjadi relaksasi otot dan terjadi speregangan dari interdiscus vertebralis lumbal. Penderita nyeri punggung bawah pada HNP diharapkan dapat selalu menjaga posisi duduk dan mencegah gerakan membungkuk secara tiba-tiba agar mencegah kekambuhan.","PeriodicalId":34105,"journal":{"name":"Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-08-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"48349006","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Pengaruh Dual-Task Training (Motor-Cognitive) terhadap Keseimbangan Dinamis pada Anak Usia Sekolah 老年学校双任务训练(运动认知)教师的动态平衡
Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Pub Date : 2019-08-27 DOI: 10.33660/jfrwhs.v3i2.86
Yulinar Anwar
{"title":"Pengaruh Dual-Task Training (Motor-Cognitive) terhadap Keseimbangan Dinamis pada Anak Usia Sekolah","authors":"Yulinar Anwar","doi":"10.33660/jfrwhs.v3i2.86","DOIUrl":"https://doi.org/10.33660/jfrwhs.v3i2.86","url":null,"abstract":"Background : School-age Children are characterized by agile movements and motor activity coupled with the need to begin exploring the environment so that motor skills are needed. One aspect of motor skills is dynamic balance. Dual-task training (motor-cognitive) is a method of training that combines motor and cognitive tasks. The purpose of this exercise is to activation pattern of circuits in brain to achieve an adaptive system so that automation can be generated which can affect dynamic balance. Methods : this research is experimental quasi with time series design. The sampling technique used purposive sampling with a sample size of 30 students in 10- and 11- years-old who were not flat foot, not obese, and did not experience balance disorders. Primary data collection is obtained through dynamic balance instruments with balance beam walking test. The collected data used Shapiro Wilk for the normality test and obtained a value of p <0.05, which means that the distribution of data is abnormally distributed then a difference test of the of the pre-test and post-test using Friedman post hoc Wilcoxon Test. Results : the study was conducted for four weeks with 12 training sessions. The result of the analysis were started from pre-test, post-test 1, post-test 2, post-test 3, and post-test 4. The results overall showed a changed in dynamic balance between before and after 12 times of exercise with a significant value p=0,0001 (p <0,05). Conclusion : Therefore, it can be conclused that there is an effect of dual-task training (motor-cognitive) to dynamic balance of school-age children. \u0000Keywords : Dual-Task Training (Motor Cognitive), Dynamic Balance, School-age Children","PeriodicalId":34105,"journal":{"name":"Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-08-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"43467977","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 1
Pengaruh Senam Otak terhadap Kesehatan Mental Lanjut Usia 高级心理健康大脑年度编辑
Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Pub Date : 2019-07-31 DOI: 10.33660/jfrwhs.v3i2.77
Farahdina Bachtiar
{"title":"Pengaruh Senam Otak terhadap Kesehatan Mental Lanjut Usia","authors":"Farahdina Bachtiar","doi":"10.33660/jfrwhs.v3i2.77","DOIUrl":"https://doi.org/10.33660/jfrwhs.v3i2.77","url":null,"abstract":"Introduction: An increase in the elderly population is something that cannot be avoided as an effect of improving people's quality of life. However, this is a challenge because many elderly not only experience physical disorders but also mental disorders. Various studies have found that physical activity can improve mental health in the elderly. Therefore, this study aims to examine the effect of brain gym exercise on mental health of the elderly. Methods: This study used an experimental research design. The sample used was elderly women who visited Puskesmas Tamalanrea Jaya Makassar. The number of samples in this study was 20 elderly people divided into the treatment group and control group. The treatment group received the elderly gym and brain gym while the control group was only given elderly gym. Mental status for all elderly people was measured using the Beck Depression Inventory (BDI) II questionnaire. The data obtained were analyzed using the SPSS 22.0 for Windows package. Results: The results showed that there were significant changes in mental status after brain gym exercise in the treatment group (p<0.05), whereas there were no significant changes in mental status after elderly gym exercise in the control group (p>0.05). In addition, it was found that there were no significant differences in the value of mental status between the treatment group and the control group (p> 0.05). However, the mean value of mental status in the treatment group was greater than the mean value in the control group. Conclusion: Therefore, it can be concluded that there is an effect of brain gym exercise to changes in mental status in the elderly. Mental status in the treatment group after administration of brain gym was better compared to the control group.","PeriodicalId":34105,"journal":{"name":"Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-07-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"49399336","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
TINJAUAN SOSIOLOGIS OLAHRAGA DAN ANAK-ANAK 体育和儿童社会学评论
Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Pub Date : 2019-07-30 DOI: 10.33660/JFRWHS.V3I2.76
Maksimus Bisa
{"title":"TINJAUAN SOSIOLOGIS OLAHRAGA DAN ANAK-ANAK","authors":"Maksimus Bisa","doi":"10.33660/JFRWHS.V3I2.76","DOIUrl":"https://doi.org/10.33660/JFRWHS.V3I2.76","url":null,"abstract":"Anak-anak dan olahraga adalah sesuatu yang selalu berjalan beriringan dan merupakan tanggung jawab orangtua anak untuk menangani hal ini dengan cara yang benar. Sangat diperlukan Keterlibatan aktif orangtua dalam memberikan bantuan secara emosional, kritik yang baik dan membangun, membantu mengatasi kekecewaan dan kehilangan. Manfaat yang didapat dari olahraga secara fisik adalah menciptakan gaya hidup sehat yang diteruskan hingga dewasa melalui kesadaran tentang makanan bergizi, berolahraga, dan pengembangkan keterampilan motorik. Manfaat dari aspek sosial meliputi rasa memiliki akan kelompok sehingga dapat terbangun persahabatan, pengembangan keterampilan kepemimpinan dan kerja tim serta belajar sportif. Demikian juga dari aspek emosional berupa pencitraan, harga diri, meredakan stres, dan mengurangi depresi. Disamping itu, manfaat yang diperoleh dari aspek pendidikan adalah mengembangkan disiplin untuk menetapkan tujuan dan bekerja sehingga mencapai tujuan tersebut melalui pemikiran strategis, keterampilan menghitung, dan komunikasi. Perubahan sosial dan tren olahraga pemuda dalam organisasi olahraga saat ini adalah program yang terorganisir dan menjadi semakin diprivatisasi. Olahraga lebih banyak saat ini disponsori oleh organisasi swasta dan komersial dibanding publik/pemerintah. Program yang diselenggarakan semakin cenderung menekankan etika  dalam berkinerja (nilai olahraga) dan  terjadi peningkatan jumlah fasilitas pelatihan olahraga elit. Orang tua menjadi lebih terlibat dan  perhatian akan keberhasilan anak-anak mereka dalam olahraga pemuda yang terorganisir. Demikian juga partisipasi dalam olahraga alternatif dan ekstrim telah meningkat sebagai target dari para sponsor.","PeriodicalId":34105,"journal":{"name":"Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-07-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"42757779","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
PENGARUH TERAPI LATIHAN DAN PEMASANGAN BANDAGE PADA CONGENITAL TALIPES EQUINO VARUS BILATERAL DI YPAC SEMARANG : LAPORAN KASUS 警告后期和延长绷带对先天性马蹄内翻足双侧的共同影响:
Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Pub Date : 2019-07-18 DOI: 10.33660/jfrwhs.v3i2.74
Didik Purnomo, Irawan Wibisono, Rahma Nurwidianti
{"title":"PENGARUH TERAPI LATIHAN DAN PEMASANGAN BANDAGE PADA CONGENITAL TALIPES EQUINO VARUS BILATERAL DI YPAC SEMARANG : LAPORAN KASUS","authors":"Didik Purnomo, Irawan Wibisono, Rahma Nurwidianti","doi":"10.33660/jfrwhs.v3i2.74","DOIUrl":"https://doi.org/10.33660/jfrwhs.v3i2.74","url":null,"abstract":"Background : Congenital Talipes Equino Varus (CTEV) or commonly called Clubfoot is a general term used to describe a general deformity which is foot changes from its normal position. Problems that occur in the Congenital Talipes Equino Varus Bilateral case are the limited range of motion on both ankles, the presence of contractures in the posterior tibialis muscle. Physiotherapy role by providing modalities such as bandage usage, stretching, wall bars exercise, parallel bars exrcise and easy standing exercise.Case Presentation : Patients in this case were 9-year-old women using interventions in the form of bandage usage, wall bars exercise, parallel bars exrcise and easy standing exercise for 6 sessions.Method : This case report assesses the patient's joint motion range by measuring differences between pre-test and post-test.Results: Patients do not improved in the ankle range of motion.Conclusion : In this case, it was shown that exercise therapy given and bandage usage on 9-year-old patients with CTEV conditions could not change the patient's ankle range of motions.","PeriodicalId":34105,"journal":{"name":"Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-07-18","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"45146255","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 2
HUBUNGAN ANTARA INDEKS MASSA TUBUH DENGAN MOTORIK KASAR PADA ANAK USIA 8–10 TAHUN 8 - 10岁儿童的身体质量指数和粗大运动的关系
Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Pub Date : 2019-07-17 DOI: 10.33660/JFRWHS.V3I2.73
Diyono Diyono
{"title":"HUBUNGAN ANTARA INDEKS MASSA TUBUH DENGAN MOTORIK KASAR PADA ANAK USIA 8–10 TAHUN","authors":"Diyono Diyono","doi":"10.33660/JFRWHS.V3I2.73","DOIUrl":"https://doi.org/10.33660/JFRWHS.V3I2.73","url":null,"abstract":"Latar Belakang : Dewasa ini masalah kegemukan semakin meningkat seiring meningkatnya kesejahteraan masyarakat dan peningkatan kemajuan teknologi yang membuat aktivitas masyarakat semakin rendah. Peningkatan masalah kegemukan bukan hanya mengancam orang dewasa, namun juga pada anak – anak. Peningkatan masalah kegemukan ini sangat erat kaitanya dengan kemauan anak – untuk melakukan aktivitas fisik. Salah satu yang harus diperhatikan adalah perkembangan kemampuan motorik yang berlangsung pada kehidupan anak. Tujuan : untuk mengetahui apakah ada hubungan antara indeks massa tubuh dengan kemampuan motorik kasar pada anak usia 8-10 tahun di Desa Tanon Kidul Kelurahan Colomadu, Kecamatan Gedongan Kabupaten Karanganyar. Metode : penelitian menggunakan pendekatan korelasional. Penelitian korelasional adalah suatu penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dua variable atau lebih serta mendeteksi sejauh mana variabel-variabel pada satu faktor berkaitan dengan variasi-variasi pada satu atau lebih faktor lain berdasarkan pada koefisien korelasi. Hasil : Secara statistik, terdapat hubungan  antara Indeks Massa tubuh dengan kemampuan motorik kasar pada anak usia 8 -10 tahun. Analisis korelasi menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara kecemasan dengan kualitas tidur dengan nilai p = 0,001 (p < 0,05). Dan dengan nilai koefisien korelasi (r) sebesar -0.699 yang berarti memiliki keeratan hubungan sedang. Kesimpulan : Dapat disimpulkan bahwa semakin rendah nilai IMT seorang anak maka kemampuan motorik kasarnya akan semakin baik.","PeriodicalId":34105,"journal":{"name":"Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-07-17","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"43682990","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 1
PERBEDAAN PENGARUH EFEK AKUT INSTRUMENT ASSISSTED SOFT TISSUE MOBILIZATION (IASTM) DAN SELF MYOFASCIAL RELEASE (SMFR) UNTUK MENINGKATKAN FLEKSIBILITAS OTOT HAMSTRING 组织动员和肌筋膜松解辅助器械提高柔韧性的急性效应交换
Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Pub Date : 2019-07-15 DOI: 10.33660/JFRWHS.V3I2.67
Wijianto, Nizar Wazdi
{"title":"PERBEDAAN PENGARUH EFEK AKUT INSTRUMENT ASSISSTED SOFT TISSUE MOBILIZATION (IASTM) DAN SELF MYOFASCIAL RELEASE (SMFR) UNTUK MENINGKATKAN FLEKSIBILITAS OTOT HAMSTRING","authors":"Wijianto, Nizar Wazdi","doi":"10.33660/JFRWHS.V3I2.67","DOIUrl":"https://doi.org/10.33660/JFRWHS.V3I2.67","url":null,"abstract":"Latar Belakang:  Instrumen Assisted Soft Tissue Mobilization (IASTM) merupakan prosedur terapi yang mana menggunakan instrumen untuk secara mekanik menstimulus struktur jaringan lunak untuk mengurangi nyeri otot, ketidaknyamanan, dan meningkatkan secara keseluruhan mobilitas dan fungsi Self Myofascial Release (SMFR) merupakan salah satu teknik manual terapi dengan cara memberikan tekanan pada otot dan fascia yang bertujuan untuk menambah Range of Motion (ROM), mengurangi nyeri, dan meningkatkan fungsi. \u0000Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efek akut perubahan fleksibilitas otot hamstring setelah diberikan IASTM dan SMFR, juga mengetahui adanya perbedaan efek akut antara pemberian IASTM dan SMFR pada perubahan fleksibilitas otot hamtring. \u0000Metode: Penelitian eksperimen dengan membandingan pre dan post tes dari dua kelompok yang berbeda perlakuan. Kelompok pertama diberikan perlakuan teknik IASTM, kelompok kedua diberikan perlakuan SMFR.  Data yang dikumpulkan dianalisa menggunakan paired t-test dan mann-whitney test. \u0000Hasil: Hasil penelitian menunjukkan efek akut IASTM terhadap fleksibilitas otot hamstring (p = 0,001), efek akut SMFR terhadap fleksibilitas otot hamstring  (p = 0,000), Perbedaan pengaruh antara passive dan active MFR terhadap ketegangan otot (p = 0,134). \u0000Kesimpulan: Terdapat peningkatan fleksibilitas otot hamstring pada grup 1 dan grup 2. Tidak ada beda pengaruh yang signifikan antara pemberian IASTM atau SMFR terhadap fleksibilitas otot hamstring. \u0000 Kata Kunci: Hamstring, instrumen assisted soft tissue mobilization, fleksibilitas, self  myofascial release.","PeriodicalId":34105,"journal":{"name":"Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-07-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"46990676","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
0
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
确定
请完成安全验证×
相关产品
×
本文献相关产品
联系我们:info@booksci.cn Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。 Copyright © 2023 布克学术 All rights reserved.
京ICP备2023020795号-1
ghs 京公网安备 11010802042870号
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:604180095
Book学术官方微信
小红书