Islamuna Jurnal Studi Islam最新文献

筛选
英文 中文
REKONSTRUKSI TAFSÎR MAWDÛ‘Î: Asumsi, Paradigma, dan Implementasi
Islamuna Jurnal Studi Islam Pub Date : 2019-06-20 DOI: 10.19105/ISLAMUNA.V6I1.2274
Moh. Yardho
{"title":"REKONSTRUKSI TAFSÎR MAWDÛ‘Î: Asumsi, Paradigma, dan Implementasi","authors":"Moh. Yardho","doi":"10.19105/ISLAMUNA.V6I1.2274","DOIUrl":"https://doi.org/10.19105/ISLAMUNA.V6I1.2274","url":null,"abstract":"The current of modernization has an impact on almost every joint of human life. The problems that are generated are increasingly developing and complex, which requires the Qur’an to provide a solution. This point is closely related to the Qur’anic interpretation methodology that is appropriate for responding and providing solutions in accordance with the problems that occur. The methodology of thematic interpretation ( tafsir mawdu‘i ) is one of the choices. Tafsir mawdu‘i is one of the interpretation methodologies needed in the modern era. The advantage is that besides being able to frame various verses of the Koran into a whole unit, it can also focus on verses that discuss a theme substantially and comprehensively to answer one problem. This article descriptively-analytically reconstructs tafsir mawdu‘i , both assumptions, paradigms, their implementation. This article reveals the narrative of the solution of tafsir mawdu‘i for contemporary problems in a more structured, comprehensive and objective perspective in the Qur’an, so that the reconstruction of the tafsir mawdu‘i method is more targeted. [ Arus modernisasi berdampak pada hampir di setiap sendi kehidupan manusia. Problematika yang ditimbulkan kian berkembang dan kompleks, yang menuntut Alquran dapat memberikan solusinya. Poin ini terkait erat dengan metodologi interpretasi Alquran yang tepat untuk merespons dan memberikan solusi sesuai dengan problematika yang terjadi. Metodologi tafsir tematik (tafsir mawdu‘i) menjadi salah satu pilihannya. Tafsir mawdu‘i merupakan salah satu metodologi tafsir yang diperlukan di era modern saat ini. Kelebihannya adalah selain mampu membingkai pelbagai ayat Alquran menjadi satu-kesatuan yang utuh juga dapat memfokuskan ayat yang membahas suatu tema secara substansial dan komprehensif untuk menjawab satu persoalan. Artikel ini secara deskriptis-analitis merekonstruksi tafsir mawdu‘i, baik asumsi, paradigma, implementasinya. Artikel ini menguak narasi solusi dari tafsir mawdu‘i atas problematika kekinian secara lebih terstruktur, komprehensif, dan objektif dalam perspektif Alquran, sehingga rekonstruksi metode tafsir mawdu‘i lebih tepat sasaran ]","PeriodicalId":33081,"journal":{"name":"Islamuna Jurnal Studi Islam","volume":"31 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-06-20","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"76151116","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 1
PROSES BELAJAR DALAM PERSPEKTIF AL-GHAZÂLÎ: Studi Kitab Ayyuhâ al-Walad
Islamuna Jurnal Studi Islam Pub Date : 2019-06-20 DOI: 10.19105/ISLAMUNA.V6I1.2201
M. Mukorrobin, Abdul Fattah
{"title":"PROSES BELAJAR DALAM PERSPEKTIF AL-GHAZÂLÎ: Studi Kitab Ayyuhâ al-Walad","authors":"M. Mukorrobin, Abdul Fattah","doi":"10.19105/ISLAMUNA.V6I1.2201","DOIUrl":"https://doi.org/10.19105/ISLAMUNA.V6I1.2201","url":null,"abstract":"The learning process in al-Ghazâli's perspective, known as “ rabbâni al-ummah ” (community educator), is good to be used as a benchmark for the success of learning processes and supporting factors for the success of the learning process, especially if compared with other educational thinkers to be relevant to education in globalization era. This research is a library research using a descriptive-qualitative and analytical-critical approach to Ayyuhâ al-Walad by al-Ghazâli about the learning process. This research succeeded in revealing the learning process in the perspective of al-Ghazâli in Ayyuhâ al-Walad is a series of theocentric learning processes, which are different from Western perspectives that are anthropocentric, so that learning is considered valuable if the goal is to get closer to God and motivation in learning in order to revive the sharia of the Prophet and subdue lust. [ Proses belajar dalam perspektif al-Ghazâli, yang dikenal dengan “rabbâni al-ummah” (pendidik umat), baik untuk dijadikan sebagai tolak ukur keberhasilan proses belajar dan faktor penunjang keberhasilan proses belajar yang tepat, terutama jika dikomparasikan dengan para pemikir pendidikan lain agar relevan dengan pendidikan era globalisasi. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif dan analitis-kritis terhadap Ayyuhâ al-Walad karya al-Ghazâli tentang proses belajar. Penelitian ini berhasil mengungkap proses belajar dalam perspektif al-Ghazâli dalam Ayyuhâ al-Walad adalah rangkaian proses belajar yang bersifat teosentris, yang berbeda dengan perspektif Barat yang bersifat antroponsentris, sehingga belajar yang dianggap bernilai bila tujuannya adalah untuk mendekatkan diri kepada Allah serta motivasi dalam belajar demi menghidupkan syariat Nabi dan menundukkan hawa nafsu ]","PeriodicalId":33081,"journal":{"name":"Islamuna Jurnal Studi Islam","volume":"40 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-06-20","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"75731356","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
ADAB PERGAULAN DALAM PERSPEKTIF AL-GHAZÂLÎ: Studi Kitab Bidâyat al-Hidâyah
Islamuna Jurnal Studi Islam Pub Date : 2019-06-20 DOI: 10.19105/ISLAMUNA.V6I1.2246
Muhamad Arif
{"title":"ADAB PERGAULAN DALAM PERSPEKTIF AL-GHAZÂLÎ: Studi Kitab Bidâyat al-Hidâyah","authors":"Muhamad Arif","doi":"10.19105/ISLAMUNA.V6I1.2246","DOIUrl":"https://doi.org/10.19105/ISLAMUNA.V6I1.2246","url":null,"abstract":"Adab plays an important role in human life, especially in socializing with the community, because today many people forget about adab , such as adab of children to parents, adab of students to teachers, and adab to friends. This research was carried out because the crisis of adab was increasingly exposed in the community. This research is based on al-Ghazâli’s Bidâyat al-Hidâyah , a book on ethics and morals. This study uses a literature study with Bidâyat al-Hidâyah as a primary source and other literature as a secondary source. The conclusion of the study is the style in the perspective of al-Ghazâli in the Bidâyat al-Hidâyah more comprehensively than other scholars, which includes adab in carrying out daily activities, ways to leave immorality, and adab to fellow humans, so that it is suitable for daily life as a solution facing a crisis of adab that is increasingly prevalent today. [ Adab berperan penting dalam kehidupan manusia, terutama dalam pergaulan di tengah-tengah masyarakat, karena saat ini banyak manusia yang melupakan adab, seperti adab anak kepada orang tua, adab murid kepada guru, dan adab kepada teman. Penelitian ini dilakukan karena krisis adab semakin menguak di tengah masyarakat. Penelitian ini berdasarkan pada Bidâyat al-Hidâyah karya al-Ghazâli, sebuah kitab tentang etika dan akhlak. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan Bidâyat al-Hidâyah sebagai sumber primer dan literatur lain sebagai sumber sekunder. Kesimpulan penelitian adalah corak dalam perspektif al-Ghazâli dalam Bidâyat al-Hidâyah lebih komprehensif daripada ulama lain, yang meliputi adab dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari, cara meninggalkan maksiat, dan adab kepada sesama manusia, sehingga cocok untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai salah satu solusi menghadapi krisis adab yang kian marak dewasa ini ]","PeriodicalId":33081,"journal":{"name":"Islamuna Jurnal Studi Islam","volume":"26 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-06-20","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"73477176","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 4
REVITALISASI NILAI-NILAI QUR’ANI DALAM PENDIDIKAN ISLAM ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 复兴伊斯兰教的价值观
Islamuna Jurnal Studi Islam Pub Date : 2019-04-12 DOI: 10.19105/ISLAMUNA.V5I2.2076
S. Siswanto, Yuli Anisyah
{"title":"REVITALISASI NILAI-NILAI QUR’ANI DALAM PENDIDIKAN ISLAM ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0","authors":"S. Siswanto, Yuli Anisyah","doi":"10.19105/ISLAMUNA.V5I2.2076","DOIUrl":"https://doi.org/10.19105/ISLAMUNA.V5I2.2076","url":null,"abstract":"The existence of the 4.0 industrial revolution is seen as having a negative impact on the nation's morality. Given the latest western strategy in universalizing western civilization and its values. Through the Revolution 4.0 narrative wrapped in technological sophistication, it was intentionally designed for the acceleration of the industrialization of public demand so that the world depends on the west and there is hegemony in every aspect of life. Revitalizing the values of the Koran in the Islamic education system is a solution to maintain the swift flow of globalization and shifting values. If the Koran education continues to be developed, then the values of the Qur'an will become a spiritual capital to fortify itself from the impact of the 4.0 Industrial Revolution. [ Keberadaan revolusi industri 4.0 dipandang akan memberikan dampak buruk bagi moralitas bangsa. Mengingat strategi terkini Barat dalam menguniversalkan peradaban Barat dan nilai-nilainya. Melalui narasi Revolusi 4.0 yang berbalut kecanggihan teknologi, sengaja dirancang bagi percepatan industrialisasi hajat publik agar dunia tergantung pada Barat dan terjadilah hegemoni dalam setiap aspek kehidupan.Revitalisasi nilai-nilai Alquran dalam sistem pendidikan Islam merupakan langkah solutif untuk mempertahankan derasnya arus globalisasi danpergeseran  nilai. Jika pendidikan Alquran terus dikembangkan, maka nilai-nilai Alquran akan menjadi modal spiritual untuk membentengi diri dari dampak Revolusi Industri 4.0 tersebut ]","PeriodicalId":33081,"journal":{"name":"Islamuna Jurnal Studi Islam","volume":"26 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-04-12","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"74024674","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 7
INTERNALISASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN BERBASIS KECAKAPAN HIDUP (LIFE SKILLS) DALAM PEMBELAJARAN PAI DI SMP MA’ARIF 4 PAMEKASAN 以生活技能为基础的教育价值观的内化
Islamuna Jurnal Studi Islam Pub Date : 2019-04-12 DOI: 10.19105/ISLAMUNA.V5I2.2101
Halimatus Sadiyah
{"title":"INTERNALISASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN BERBASIS KECAKAPAN HIDUP (LIFE SKILLS) DALAM PEMBELAJARAN PAI DI SMP MA’ARIF 4 PAMEKASAN","authors":"Halimatus Sadiyah","doi":"10.19105/ISLAMUNA.V5I2.2101","DOIUrl":"https://doi.org/10.19105/ISLAMUNA.V5I2.2101","url":null,"abstract":"Islamic Religious Education (PAI) as one of the subjects directed in order to prepare students to believe, understand, and practice the values of Islamic teachings is a subject that is directed at equipping and forming quality human beings who have skills in their lives by developing potential there is. This is because basically Islam is the foundation in living life, by giving guidance and guidance in living life, and bringing people to goodness, both in the world and in the hereafter. In the internalization of education, life skills are needed to reorient learning, by integrating life skills education in subject matter. There are at least three things that need to be done in learning reorientation, namely: (a) analyzing life skills that will be developed in each topic or learning experience in each subject, or thematic learning which includes several lessons at once; (b) developing the right learning model; and (c) assessment of learning outcomes. This article uses a qualitative approach, because the data collected is more qualitative in the sense that the data is not in the form, numbers both interval, ordinal and discrete data while trying to describe reality as it is. Based on the research conducted at Ma'arif 4 Pamekasan Middle School, this article succeeded in revealing that the internalization of the values of life skills-based education developed in PAI learning were the most dominant are personal skills and social skills which included aspects of thinking skills, communication skills, spiritual skills, collaboration skills and others, so students can understand, believe, and practice the teachings of Islam well. [ Pendidikan Agama Islam (PAI) sebagai salah satu mata pelajaran yang diarahkan dalam rangka mempersiapkan peserta didik untuk meyakini, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai ajaran Islam merupakan mata pelajaran yang diarahkan  untuk membekali dan membentuk manusia berkualitas yang memiliki kecakapan  dalam hidupnya dengan mengembangkan potensi yang ada. Hal ini karena pada dasarnya agama Islam merupakan pondasi dalam menjalani kehidupan, dengan memberi bimbingan dan pedoman dalam menjalani kehidupan, serta membawa manusia kepada kebaikan, baik di dunia maupun di akhirat. Dalam internalisasi pendidikan, kecakapan hidup diperlukan adanya reorientasi pembelajaran, dengan mengintegrasikan pendidikan kecakapan hidup dalam pokok bahasan mata pelajaran. Sekurang-kurangnya ada tiga hal yang perlu dilakukan dalam reorientasi pembelajaran, yaitu: (a) menganalisis kecakapan hidup yang akan dikembangkan dalam setiap topik atau pengalaman belajar dalam setiap mata pelajaran, atau pembelajaran tematik yang meliputi beberapa pelajaran sekaligus; (b) mengembangkan model pembelajaran yang tepat; dan (c) penilaian hasil belajar. Artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif, karena data yang dikumpulkannya lebih banyak bersifat kualitatif dalam arti data bukan dalam bentuk, angka baik interval, ordinal maupun data diskrit sekaligus berusaha men","PeriodicalId":33081,"journal":{"name":"Islamuna Jurnal Studi Islam","volume":"41 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-04-12","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"80372113","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
FENOMENA TINGGINYA ANGKA CERAI-GUGAT DAN FAKTOR PENYEBABNYA: Analisis Reflektif Atas Kasus-Kasus Perceraian di Madura 高合理性现象及其原因:对马杜拉离婚案件的反射分析
Islamuna Jurnal Studi Islam Pub Date : 2019-04-12 DOI: 10.19105/ISLAMUNA.V5I2.2105
M. Maimun, Mohammad Toha, Misbahul Arifin
{"title":"FENOMENA TINGGINYA ANGKA CERAI-GUGAT DAN FAKTOR PENYEBABNYA: Analisis Reflektif Atas Kasus-Kasus Perceraian di Madura","authors":"M. Maimun, Mohammad Toha, Misbahul Arifin","doi":"10.19105/ISLAMUNA.V5I2.2105","DOIUrl":"https://doi.org/10.19105/ISLAMUNA.V5I2.2105","url":null,"abstract":"In recent years divorce has become a popular term in the ears of society. This is because the divorce rate is increasing every day. Every day, no less than five people change their status to widows or widowers. Madura is the largest contributor to divorce rates in East Java, especially in Pamekasan and Sampang. The number of divorces per year in the two regions reached more than a thousand. Interestingly, of the thousands of divorces were dominated by the number of divorce. The article results of this study describe the phenomenon of increasing divorce rates initiated by the wife (divorce) in the two regions from year to year, and describe in depth the causes. With a qualitative-descriptive-phenomenological approach, this article succeeded in showing that in the last three years the divorce rate in Madura has been increasing and more dominated by the divorce model. The causes are varied, both internal and external factors in the household, such as education and the economy, so that an increase in the level of education and the economy must be done to reduce divorce rates. [ Beberapa tahun belakangan ini perceraian menjadi istilah yang populer di telinga masyarakat. Hal ini karena angka perceraian semakin hari semakin bertambah. Setiap hari, tidak kurang dari lima orang berubah statusnya menjadi janda atau duda. Madura termasuk wilayah penyumbang terbanyak angka perceraian di Jawa Timur, khususnya di Pamekasan dan Sampang. Jumlah perceraian pertahunnya di dua daerah tersebut mencapai seribuan lebih. Menariknya, dari ribuan jumlah perceraian tersebut didominasi oleh jumlah cerai gugat. Artikel hasil penelitian ini menguraikan fenomena meningkatnya angka perceraian yang diinisiasi oleh pihak istri (cerai gugat) di dua daerah tersebut dari tahun ke tahun, dan memaparkan secara mendalam faktor-faktor penyebabnya. Dengan pendekatan kualitatif-deskriptif-fenomenologis, artikel ini berhasil menunjukkan bahwa dalam tiga tahun terakhir angka perceraian di Madura semakin meningkat dan lebih didominasi oleh model cerai gugat. Faktor penyebabnya beragam, baik faktor internal maupun faktor ekternal dalam rumah tangga, seperti pendidikan dan ekonomi, sehingga peningkatan taraf pendidikan dan ekonomi harus dilakukan untuk meredam angka perceraian ]","PeriodicalId":33081,"journal":{"name":"Islamuna Jurnal Studi Islam","volume":"16 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-04-12","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"85339683","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 10
MANAJEMEN PEMBELAJARAN PADA KELAS UNGGULAN DI STAIN PAMEKASAN 帕尔马干酪教室的高级学习管理
Islamuna Jurnal Studi Islam Pub Date : 2019-04-12 DOI: 10.19105/ISLAMUNA.V5I2.2082
Bunai Bunai
{"title":"MANAJEMEN PEMBELAJARAN PADA KELAS UNGGULAN DI STAIN PAMEKASAN","authors":"Bunai Bunai","doi":"10.19105/ISLAMUNA.V5I2.2082","DOIUrl":"https://doi.org/10.19105/ISLAMUNA.V5I2.2082","url":null,"abstract":"The article results of this study describe learning management in the superior class at STAIN Pamekasan. There are three focus in this research, namely: (a) how is the preparation of learning in the superior class at STAIN Pamekasan ?; (b) how are the learning activities in the superior class at STAIN Pamekasan ?; and (c) how to evaluate learning in the superior class at STAIN Pamekasan? The purpose of this study was to describe and explain learning preparation in the superior class at STAIN Pamekasan, learning activities in the superior class at STAIN Pamekasan, and evaluating learning in the superior class at STAIN Pamekasan. The results of this study indicate that first, the lecturers in giving lectures to the superior classes at STAIN Pamekasan had made preparations before giving lectures such as: seeing silabi, making course outlines, Lecture Event Units (SAP). Second, the lecturers were able to teach the excellent classes at STAIN Pamekasan well, starting to open until closing the lesson. Third, the lecturers were able to carry out learning evaluations on the superior classes at STAIN Pamekasan with various forms of evaluation well. [ Artikel hasil penelitian ini mendeskripsikan tentang manajemen pembelajaran pada kelas unggulan di STAIN Pamekasan. Ada tiga fokus dalam penelitian ini yaitu: (a) bagaimana persiapan pembelajaran pada kelas unggulan di STAIN Pamekasan?; (b) bagaimana kegiatan pembelajaran pada kelas unggulan di STAIN Pamekasan?; dan (c) bagaimana pengevaluasian pembelajaran pada kelas unggulan di STAIN Pamekasan? Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan dan menjelaskan tentang persiapan pembelajaran pada kelas unggulan di STAIN Pamekasan, kegiatan pembelajaran pada kelas unggulan di STAIN Pamekasan, da pengevaluasian pembelajaran pada kelas unggulan di STAIN Pamekasan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertama, para dosen dalam memberi kuliah pada kelas unggulan di STAIN Pamekasan telah melakukan persiapan sebelum memberi kuliah seperti: melihat silabi, membuat course outline, Satuan Acara Perkuliahan (SAP). Kedua, para dosen mampu mengajar pada kelas unggulan di STAIN Pamekasan dengan baik, mulai membuka sampai menutup pelajaran. Ketiga, para dosen mampu melaksanakan evaluasi pembelajaran pada kelas unggulan di STAIN Pamekasan dengan berbagai bentuk evaluasi secara baik ]","PeriodicalId":33081,"journal":{"name":"Islamuna Jurnal Studi Islam","volume":"128 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-04-12","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"89187042","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
PENGUJIAN HADIS AHAD SEBAGAI SUMBER HUKUM
Islamuna Jurnal Studi Islam Pub Date : 2019-04-12 DOI: 10.19105/ISLAMUNA.V5I2.1219
Abdul Haq Syawqi
{"title":"PENGUJIAN HADIS AHAD SEBAGAI SUMBER HUKUM","authors":"Abdul Haq Syawqi","doi":"10.19105/ISLAMUNA.V5I2.1219","DOIUrl":"https://doi.org/10.19105/ISLAMUNA.V5I2.1219","url":null,"abstract":"In the discourse of hadith science, hadith ahad is in a unique position. This is said because the hadith ahad seems to be seen as the second source of law after the mutawatir tradition. Therefore, in a position, mutawatir tradition does not need to be tested for its truth. So that the truth is worthy of the hadith ahad. Companions, hadith experts, and fiqh experts have different ways of testing the authenticity of hadith. Some friends test the hadith with the Qur'an and hadith with other traditions that are stronger or famous which are sometimes reinforced by rational arguments in the form of analogies. Unlike some friends, hadith experts add other criteria, namely the testing of hadith with sirah nabawiyah which is valid, reason, senses, and history. Rigorous testing criteria carried out by fiqh experts, such as the testing of ahad traditions with the Koran, famous hadith, charity friends, qiyas jali, 'general al-balwa, and al-ushul al-‘ammah. With the descriptive method, this article seeks to unravel the testing of hadith ahad as a source of law, so that the standard of validity of the hadith can be described and the hadith is worthy of being a source of law. [ Dalam diskursus ilmu hadis, hadis ahad berada pada posisi yang unik. Dikatakan demikian karena hadis ahad seakan-akan dipandang sebagai sumber hukum kedua setelah hadis mutawatir. Oleh karena itu, secara posisi, hadis mutawatir tidak perlu diuji lagi kebenarannya. Sehingga yang layak dijuji kebenarannya adalah hadis ahad. Para sahabat,  ahli hadis, dan ahli fikih mempunyai cara berbeda dalam pengujian otensitas hadis. Sebagian sahabat menguji hadis dengan Alquran dan hadis dengan hadis lain yang lebih kuat atau masyhur yang terkadang diperkuat dengan argumen rasional dalam bentuk analogi. Berbeda dengan sebagian sahabat, ahli hadis menambahkan kriteria lain, yaitu pengujian hadis dengan sirah nabawiyah yang sahih, akal, indra, dan sejarah. Kriteria pengujian yang ketat dilakukan oleh ahli fikih, seperti pengujian hadis ahad dengan Alquran, hadis masyhur, amal sahabat, qiyas jali, 'umum al-balwa, dan al-ushul al-‘ammah . Dengan metode deskriptif, artikel ini berusaha mengurai pengujian hadis ahad sebagai sumber hukum, sehingga standar kesahihan hadis dapat dideskripsikan dan hadis layak dijadikan sebagai sumber hukum ]","PeriodicalId":33081,"journal":{"name":"Islamuna Jurnal Studi Islam","volume":"96 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-04-12","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"77721427","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 2
PENDIDIKAN ISLAM TRADISIONAL DI LANGGHAR AL-HIDAYAH DAN LANGGHAR AL-IKHWAN ORAY PAMAROH KADUR PAMEKASAN
Islamuna Jurnal Studi Islam Pub Date : 2018-12-21 DOI: 10.19105/islamuna.v5i2.2083
Z. Abidin
{"title":"PENDIDIKAN ISLAM TRADISIONAL DI LANGGHAR AL-HIDAYAH DAN LANGGHAR AL-IKHWAN ORAY PAMAROH KADUR PAMEKASAN","authors":"Z. Abidin","doi":"10.19105/islamuna.v5i2.2083","DOIUrl":"https://doi.org/10.19105/islamuna.v5i2.2083","url":null,"abstract":"Langghar as two non-formal education institutions deserves to be maintained and developed. Among the aspects that need to be maintained is the method of traditional Islamic education in Langghar in order to always instill Islamic values from an early age. Whereas among the aspects that need to be developed are facilities and infrastructure so that the implementation of Islamic education in Langghar continues. The results show that: first, the method used in Langghar al-Hidayah is a collaborative method. The method used in Langghar al-Ikhwan is a traditional method. Second, the reason Langghar al-Hidayah still maintains the method because it is able to instill Islamic values in the santri, while the reason for the Langghar al-Ikhwan is because the method is able to educate students to memorize the basics of aqeedah, fiqh and morals. While the inhibiting factors are the same, namely the santri stops or is lazy to recite when he wants to continue his education to junior high school, the level of delinquency of the santri and the intelligence of the different santri. While the supporting factors are in Langgharal-Hidayah, namely the teacher's experience and the book used. Whereas in Langghar al-Ikhwan, there is a free teacher experience. [ Langghar sebagai dua lembaga pendidikan nonformal layak untuk dipertahankan dan dikembangkan. Di antara aspek yang perlu dipertahankan adalah metode pendidikan Islam tradisional di Langghar agar senantiasa menanamkan nilai-nilai keislaman sejak dini. Sedangkan di antara aspek yang perlu dikembangkan adalah sarana dan prasarana agar pelaksanaan pendidikan Islam di Langghar tetap berjalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, metode yang digunakan di Langghar al-Hidayah adalah metode kolaboratif. Adapun metode yang digunakan di Langghar al-Ikhwan adalah metode tradisional. Kedua, alasan Langghar al-Hidayah tetap mempertahankan metode tersebut karena mampu menanamkan nila-nilai keislaman dalam diri santri, sedangkan alasan Langghar al-Ikhwan karena metode tersebut mampu mendidik santri menghafal dasar-dasar akidah, fikih dan akhlak. Sedangkan faktor penghambatnya sama, yaitu santri berhenti atau malas mengaji ketika sudah mau melanjutkan pendidikan ke SMP, tingkat kenakalan santri dan kecerdasan santri yang berbeda. Sedangkan faktor pendukungnya yaitu kalau di Langgharal-Hidayah yaitu pengalaman guru dan kitab yang digunakan. Sedangkan di Langghar al-Ikhwan yaitu pengalaman gurudan gratis ]","PeriodicalId":33081,"journal":{"name":"Islamuna Jurnal Studi Islam","volume":"1 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-12-21","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"77011661","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Pesantren Sebagai Prototipe Pendidikan Nusantara 寄宿学校是群岛教育的原型
Islamuna Jurnal Studi Islam Pub Date : 2018-09-12 DOI: 10.19105/ISLAMUNA.V5I1.1506
Maimun Muhammad
{"title":"Pesantren Sebagai Prototipe Pendidikan Nusantara","authors":"Maimun Muhammad","doi":"10.19105/ISLAMUNA.V5I1.1506","DOIUrl":"https://doi.org/10.19105/ISLAMUNA.V5I1.1506","url":null,"abstract":"Eksistensi pesantren dengan karakternya yang has dan keselarasannya dengan peradaban nusantara memastikan bahwa lembaga pendidikan ini merupakan lembaga pendidikan yang lahir dari rahim nusantara. Penegasan sifat indegenous ini bisa dilacak dari beberapa faktor, pertama faktor kesejarahan yang menegaskan bahwa gen pesantren berasal dari pola pendidikan mandala , sistem pendidikan Hindu-Budha yang sudah menjadi bagian peradaban nusantara sebelum Islam, jauh sebelum Indonesia terbentuk sebagai nation state . Faktor yang lain adalah keselarasan budaya pesantren dan budaya nusantara yang terpatri dalam kehidupan masyarakat secara konvensional, antara lain; religiusitas, kepatuhan, kemandirian dan jiwa tolong menolong, menjadikan indegenousitas tadi lebih kuat. Empat karakter ini menjadi identitas sinergi yang mampu menyambung emosi keindonesiaan dan kepesantrenan sehingga secara fungsional pesantren memiliki kepantasan untuk dirujuk sebagai sistem nasional yang memungkinkan orientasi pendidikan lebih mudah tercapai.","PeriodicalId":33081,"journal":{"name":"Islamuna Jurnal Studi Islam","volume":"50 ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-09-12","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"72446449","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 4
0
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
确定
请完成安全验证×
相关产品
×
本文献相关产品
联系我们:info@booksci.cn Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。 Copyright © 2023 布克学术 All rights reserved.
京ICP备2023020795号-1
ghs 京公网安备 11010802042870号
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:604180095
Book学术官方微信
小红书