Amerta Nutrition最新文献

筛选
英文 中文
Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Minat Masyarakat Terhadap Pelayanan Gizi Berbasis Gen di Indonesia 印度尼西亚基因营养服务知识水平与社区兴趣之间的关系
Amerta Nutrition Pub Date : 2024-06-07 DOI: 10.20473/amnt.v8i2.2024.222-229
Mumtaz Khouridhiya, Arif Sabta Aji, H. Herawati, Sintha Dewi Purnamasari, Fani Listiyana, Fatmawati Wulandari, Shelini Surendran
{"title":"Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Minat Masyarakat Terhadap Pelayanan Gizi Berbasis Gen di Indonesia","authors":"Mumtaz Khouridhiya, Arif Sabta Aji, H. Herawati, Sintha Dewi Purnamasari, Fani Listiyana, Fatmawati Wulandari, Shelini Surendran","doi":"10.20473/amnt.v8i2.2024.222-229","DOIUrl":"https://doi.org/10.20473/amnt.v8i2.2024.222-229","url":null,"abstract":"Latar Belakang: Pesatnya perkembangan teknologi saat ini menciptakan pelayanan gizi berbasis gen sehingga terbentuknya inovasi baru dalam pelayanan gizi dapat membantu penurunan prevalensi Penyakit Tidak Menular (PTM). Namun, masyarakat saat ini masih belum banyak yang mengetahui tentang pelayanan gizi berbasis gen. \u0000Tujuan: Untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan minat masyarakat terhadap pelayanan gizi berbasis gen di Indonesia. \u0000Metode: Desain penelitian ini adalah cross-sectional yang dilakukan secara online menggunakan Qualtrics Survey pada bulan Mei-Juni 2023. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik cluster sampling lima Provinsi di Indonesia. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner data karakteristik sosio-demografi, kuesioner terstruktur tentang pengetahuan dan minat masyarakat terhadap pelayanan gizi berbasi gen yang telah divalidasi. Analisis data statistik yang digunakan adalah uji Chi Square. \u0000Hasil: Diperoleh sebanyak 439 responden di lima wilayah provinsi di Indonesia. Mayoritas masyarakat memiliki tingkat pengetahuan rendah (51,7%) dan minat rendah (55,4%) terhadap pelayanan gizi berbasis gen di Indonesia. Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan minat mmasyarakat terhadap pelayanan gizi berbasis gen (p=0,029, OR=1,5, 95% CI=1,04-2,22). \u0000Kesimpulan: Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dan minat masyarakat terhadap pelayanan gizi berbasis gen di Indonesia. Pelayanan gizi berbasis gen layak untuk dicoba sebagai salah satu alternatif dalam pencegahan PTM. Sebagian besar masyarakat Indonesia tidak mengetahui adanya layanan ini, media massa dapat digunakan untuk mengedukasi masyarakat tentang layanan nutrisi berbasis gen untuk nutrisi yang dipersonalisasi.","PeriodicalId":32969,"journal":{"name":"Amerta Nutrition","volume":" 34","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-06-07","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"141373535","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Hypertention and Mechanic’s Lifestyle in Medan City and Its Relation to Nutritional Status 棉兰市高血压和技工的生活方式及其与营养状况的关系
Amerta Nutrition Pub Date : 2024-06-07 DOI: 10.20473/amnt.v8i2.2024.248-252
Kanaya Yori Damanik, N. Haryana, Y. Sandy, T. Permatasari
{"title":"Hypertention and Mechanic’s Lifestyle in Medan City and Its Relation to Nutritional Status","authors":"Kanaya Yori Damanik, N. Haryana, Y. Sandy, T. Permatasari","doi":"10.20473/amnt.v8i2.2024.248-252","DOIUrl":"https://doi.org/10.20473/amnt.v8i2.2024.248-252","url":null,"abstract":"Latar Belakang: Tidak dapat dipungkiri bahwa gaya hidup memiliki peran dalam menentukan status gizi seseorang seperti kebiasaan makan, kebiasaan merokok, aktifitas fisik, dan konsumsi alkohol. Para mekanik bengkel ini cenderung tidak memiliki perhatian khusus pada kesehatan terutama pada gaya hidup. Di samping itu, mayoritas mekanik memiliki tekanan darah tinggi. Hal tersebut membuat peneliti tertarik untuk meneliti status gizi mereka dan hubungannya dengan faktor-faktor yang mempengaruhinya. \u0000Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat korelasi antara umur, gaya hidup, dan tekanan darah dengan status gizi para mekanik bengkel. \u0000Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross-sectional yang dilakukan pada 70 orang mekanik pada 12 bengkel sepeda motor di 6 kecamatan Kota Medan. Data umur dan gaya hidup diperoleh dari kuesioner, data tekanan darah diperoleh dari pengukuran langsung menggunakan sfigmomanometer sebanyak dua kali dengan jeda waktu lima menit, data status gizi diperoleh dari pengukuran antropometrik. Uji statistic yang digunakan adalah korelasi spearman dengan uji normalitas Kolmogorov Smirnov. \u0000Hasil: Hasil uji bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara merokok (p=0,004, r=-0,342), aktifitas fisik (p=0,000, r=-0,484), asupan natrium (p=0,000, r=0,570), dan tekanan darah (p=0,001, r=0,382) dengan status gizi para mekanik. Sementara itu, tidak terdapat hubungan antara umur  (p= 0,255) dan kebiasaan konsumsi alkohol (p=0,774) dengan status gizi mekanik. \u0000Kesimpulan: Status gizi mekanik mempunyai korelasi negatif dengan status perokok dan aktifitas fisik tetapi berkorelasi positif dengan asupan natrium dan tekanan darah. \u0000  \u0000Kata kunci: Umur, Gaya Hidup, Tekanan Darah, Status Gizi","PeriodicalId":32969,"journal":{"name":"Amerta Nutrition","volume":" 9","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-06-07","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"141371023","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Pengaruh Nutritional Support terhadap Luaran Klinis pada Pasien Intensive Care Unit 营养支持对重症监护室患者临床疗效的影响
Amerta Nutrition Pub Date : 2024-06-07 DOI: 10.20473/amnt.v8i2.2024.328-334
Leny Budhi Harti, Cleonara Yanuar Dini, Arie Zainul Fatoni
{"title":"Pengaruh Nutritional Support terhadap Luaran Klinis pada Pasien Intensive Care Unit","authors":"Leny Budhi Harti, Cleonara Yanuar Dini, Arie Zainul Fatoni","doi":"10.20473/amnt.v8i2.2024.328-334","DOIUrl":"https://doi.org/10.20473/amnt.v8i2.2024.328-334","url":null,"abstract":"Latar Belakang: Dukungan gizi (nutritional support) pada pasien kritis merupakan standar perawatan yang diakui secara internasional dan bagian yang terintegrasi dari terapi klinik pada pasien Intensive Care Unit (ICU) yang bertujuan untuk memperbaiki luaran klinis pasien.\u0000Tujuan: Penelitian ini adalah untuk menginvestigasi pengaruh pemberian nutritional support dalam bentuk nutrisi enteral terhadap luaran klinis pada pasien ICU.\u0000Metode: Desain penelitian ini adalah sistematik review dari beberapa artikel penelitian dengan desain penelitian Randomized Controlled Trial (RCT) sejak tahun 2010 hingga 2020. Penulisan sistematik review ini mengacu pada ketentuan PRISMA. Luaran klinis yang diteliti meliputi: lama rawat inap di Rumah Sakit (RS), lama rawat inap di ICU, dan mortalitas.\u0000Ulasan: Penelitian menunjukkan dari 897 artikel terdapat 6 artikel yang relavan. Responden penelitian merupakan pasien rawat inap di ICU yang mendapatkan formula enteral, baik responden pada kelompok kontrol maupun kelompok intervensi. Pada kelompok intervensi pasien mendapatkan formula enteral dengan modifikasi energi (normokalori dan tinggi protein) dan zat gizi (diperkaya dengan pektin dan immunonutrient). Dukungan gizi berupa nutrisi enteral memberikan efek yang bervariasi terhadap lama rawat inap di RS, ICU, dan mortalitas.\u0000Kesimpulan: Lama rawat inap di ICU dan RS antara pasien yang mendapatkan nutrisi enteral standar/hipokalori/tinggi protein tidak berbeda bermakna dengan pasien yang mendapatkan nutrisi enteral yang diperkaya dengan pektin atau immunonutrient. Namun demikian, pasien yang mendapatkan nutrisi enteral dengan immunonutrient memiliki lama rawat inap yang lebih rendah. Hal yang perlu diperhatikan dari penelitian ini adalah pemberian immunonutrient dapat meningkatkan risiko mortalitas 60 hari dan 28 hari pada pasien kritis.","PeriodicalId":32969,"journal":{"name":"Amerta Nutrition","volume":" 3","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-06-07","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"141371906","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
NUGGET BERBASIS SUSU KERBAU DENGAN PENAMBAHAN IKAN BILIH (Mystacoleucus padangensis) SEBAGAI MAKANAN TAMBAHAN TUMBUH KEMBANG BALITA 糯米蚌(Mystacoleucus padangensis)的 "蚌壳"(NUGET BERBASIS SUSU KERBAU DENGAN PENAMBAHAN IKAN BILIH)。
Amerta Nutrition Pub Date : 2024-06-07 DOI: 10.20473/amnt.v8i2.2024.269-277
Honey Yahdillah, Fivi Melva Diana, Helmizar Helmizar
{"title":"NUGGET BERBASIS SUSU KERBAU DENGAN PENAMBAHAN IKAN BILIH (Mystacoleucus padangensis) SEBAGAI MAKANAN TAMBAHAN TUMBUH KEMBANG BALITA","authors":"Honey Yahdillah, Fivi Melva Diana, Helmizar Helmizar","doi":"10.20473/amnt.v8i2.2024.269-277","DOIUrl":"https://doi.org/10.20473/amnt.v8i2.2024.269-277","url":null,"abstract":"Ikan bilih berpotensi yang diolah menjadi salah satu produk olahan pangan dapat berfungsi sebagai penunjang dalam penanganan penurunan stunting pada balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan produk Nugget susu kerbau dengan penambahan ikan bilih (Mystacoleucus padangensis) terhadap uji organoleptik dan kandungan zat gizi sebagai makanan tambahan untuk mendukung tumbuh kembang balita (usia 1-3 tahun). Metode penelitian ini dilakukan secara true experiment yang dilakukan di laboratorium berupa percobaan penambahan ikan bilih dalam pembuatan produk Nugget susu kerbau. Produk dibuat dengan 4 perlakuan yang terdiri dari F0 (formula standar), F1, F2, dan F3 dengan penambahan tepung ikan bilih berturut-turut sebesar 0%, 5%, 15%, dan 25%. Percobaan dilakukan dengan dua kali ulangan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Uji organoleptik dilakukan menggunakan lembar pengujian berdasarkan SNI 01-2346- 2006 tentang petunjuk pengujian organoleptik atau sensori yang dimodifikasi sesuai kebutuhan penelitian dan melibatkan 25 orang panelis agak terlatih. Analisis data dilakukan menggunakan uji Kruskal Wallis dengan taraf pengujian 5% dan dilanjutkan dengan uji Mann Whitney sebagai uji lanjut. Hasil penelitian menyatakan bahwa berdasarkan uji organoleptik, formula yang paling disukai oleh panelis adalah F1 dengan karakteristik mutu warna kuning cerah, gurih, harum, dan tekstur empuk. Tidak ada perbedaan nyata antara keempat formula (p-value >0,05). Berdasarkan uji kandungan zat gizi, F1 juga menjadi formula terbaik dengan kandungan gizi berupa kadar air 46,90%, kadar abu 2,32%, protein 11,77%, lemak 7,60%, kalsium 5,52 mg/100 gr dan zink 16,63 mg/100 gr.  Kesimpulan dari penelitian ini adalah pada ketiga perlakuan, formula terpilih adalah F1 dengan penambahan ikan bilih sebanyak 5%.","PeriodicalId":32969,"journal":{"name":"Amerta Nutrition","volume":" 32","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-06-07","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"141372886","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Associations of Fast-Food Consumption Patterns, Sugar-Sweetened Beverages, and Fibre Intake with Blood Cholesterol in Young Adult 快餐消费模式、含糖饮料和纤维摄入量与青少年血液胆固醇的关系
Amerta Nutrition Pub Date : 2024-06-07 DOI: 10.20473/amnt.v8i2.2024.312-317
H. Sari, A. Sulistyaning, Sifa Aulia Wicaksari, Windi Prisria Putri, Elok Widyaningtyas
{"title":"Associations of Fast-Food Consumption Patterns, Sugar-Sweetened Beverages, and Fibre Intake with Blood Cholesterol in Young Adult","authors":"H. Sari, A. Sulistyaning, Sifa Aulia Wicaksari, Windi Prisria Putri, Elok Widyaningtyas","doi":"10.20473/amnt.v8i2.2024.312-317","DOIUrl":"https://doi.org/10.20473/amnt.v8i2.2024.312-317","url":null,"abstract":"Background: Hypercholesterolemia, defined as cholesterol levels of 200 mg/dl or above, is often attributable to lifestyle shifts, including changes in dietary habits, particularly noticeable in young adults.\u0000Objectives: This study seeks to establish the relationship between patterns of fast food and sugar-sweetened beverage (SSB) consumption, dietary fiber intake, and blood cholesterol levels in young adults.\u0000Methods: An observational, cross-sectional study was conducted on 100 participants, selected through purposive sampling. The selection criteria included age between 18-25, non-smokers, no prior diagnosis of dyslipidemia or CHD, no family history of dyslipidemia, and not currently on a diet. The Food Frequency Questionnaire (FFQ) was used to gather data on fast food and SSB intake, dietary fiber intake was assessed through food records, and cholesterol levels were measured using the Easy Touch GCU tool. The chi-square likelihood test and Spearman rank were used to analyze the data.\u0000Results: The study revealed that 48% of participants had cholesterol levels of ≥200 mg/dl. Descriptive analysis showed that 46% of participants frequently consumed fast food, 53% frequently consumed SSBs, and all participants had a daily fiber intake of less than 25 g. Bivariate analysis revealed significant correlations between cholesterol levels and patterns of fast-food consumption (p-value=0.000), SSB intake (p-value=0.000), and dietary fiber intake (p-value=0.019), all with a negative directional correlation.\u0000Conclusions: Young adults with cholesterol levels of ≥200 mg/dl were predominantly those who frequently consumed fast food and SSBs, and had a low intake of dietary fiber.","PeriodicalId":32969,"journal":{"name":"Amerta Nutrition","volume":" 17","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-06-07","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"141374870","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Eating Habits and Age at Menarche in Junior High School Female Students in DKI Jakarta Province in 2023 2023 年 DKI 雅加达省初中女生的饮食习惯和初潮年龄
Amerta Nutrition Pub Date : 2024-06-07 DOI: 10.20473/amnt.v8i2.2024.190-198
Stefani Christanti, A. Syafiq, S. Fikawati
{"title":"Eating Habits and Age at Menarche in Junior High School Female Students in DKI Jakarta Province in 2023","authors":"Stefani Christanti, A. Syafiq, S. Fikawati","doi":"10.20473/amnt.v8i2.2024.190-198","DOIUrl":"https://doi.org/10.20473/amnt.v8i2.2024.190-198","url":null,"abstract":"Background: The age at menarche tends to be younger in the last few decades, even though earlier or later menarche can impact physical and psychological health. Nutritional factors, including eating habits, are important and modifiable predictors of menarche age.  \u0000Objectives: To analyze eating habits’ effect on the menarche age by considering factors of nutritional status, level of physical activity, psychological state, and socioeconomic conditions. \u0000Methods: A cross-sectional study was conducted on 420 female students from 15 junior high schools in DKI Jakarta Province in May 2023. Eating habits were measured using the Semi-FFQ questionnaire, while the menarche age and other factors were obtained through interviews, questionnaires, and weight and height measurements. \u0000Results: The menarche age ranged from 8.92 years to 14.33 years, with an average of 11.74 years. Respondents tend to consume carbohydrates, fat, protein, sugar, and salt ≥100% RDA. However, 70.7% of respondents have <100% RDA fiber eating habits. Low fiber diet (<29 grams/day) is significantly related to earlier menarche age based on the T-test (p=0.006) or logistic regression test after controlling for eating habits of fat, protein, and salt (p=0.047) with OR=0.569 (95% CI 0.325-0.993). The analysis also found that nutritional status and socioeconomic conditions were related to the menarche age. \u0000Conclusions: Low fiber diet has a 1.76 times chance of menarche earlier than high fiber diet. A balanced nutritional intake, including vegetables and fruit as a source of fiber, is recommended to support adolescent growth and development, puberty, and general health. \u0000  \u0000Keywords: age at menarche, eating habits, fiber, junior high school female students","PeriodicalId":32969,"journal":{"name":"Amerta Nutrition","volume":" 5","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-06-07","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"141373003","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Pemberian Serbuk Daun Kelor (Moringa oleifera) terhadap Perbaikan Profil Lipid dan Ketebalan Aorta pada Tikus Model Prediabetes Mellitus 辣木(Moringa oleifera)叶粉对糖尿病前期模型大鼠血脂谱和主动脉厚度的改善作用
Amerta Nutrition Pub Date : 2024-06-07 DOI: 10.20473/amnt.v8i2.2024.278-289
AyuningtyasDian Ariestiningsih, Anggun Rindang Cempaka, Inggita Kusumastuty, Aladhiana Cahyaningrum, Sindi Setiawati, Diandra Arintya, Ulul Azmi, Putri Salwa, Huzaifah Malahayati, Rizka Azhari Wibowo, D. Handayani
{"title":"Pemberian Serbuk Daun Kelor (Moringa oleifera) terhadap Perbaikan Profil Lipid dan Ketebalan Aorta pada Tikus Model Prediabetes Mellitus","authors":"AyuningtyasDian Ariestiningsih, Anggun Rindang Cempaka, Inggita Kusumastuty, Aladhiana Cahyaningrum, Sindi Setiawati, Diandra Arintya, Ulul Azmi, Putri Salwa, Huzaifah Malahayati, Rizka Azhari Wibowo, D. Handayani","doi":"10.20473/amnt.v8i2.2024.278-289","DOIUrl":"https://doi.org/10.20473/amnt.v8i2.2024.278-289","url":null,"abstract":"Latar Belakang: Konsumsi makanan dan minuman kemasan dengan kandungan tinggi fruktosa mengalami peningkatan beberapa tahun terakhir. Hal ini meningkatkan risiko terjadinya sindrom metabolik, meliputi resistensi insulin, peningkatan tekanan darah, dan gangguan profil lipid. Daun kelor (Moringa oleifera) dengan kandungan senyawa bioaktif yang berfungsi sebagai antioksidan diketahui mampu memperbaiki metabolisme lemak dan glukosa darah.                                                                                             \u0000Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh serbuk daun kelor (Moringa oleifera) dalam mengontrol kondisi sindrom metabolik melalui identifikasi profil lipid dan ketebalan aorta pada prediabetes mellitus. \u0000Metode: Penelitian ini merupakan studi eksperimental dengan pendekatan post test only control group design. Sebanyak 35 ekor tikus putih (Rattus novergicus) galur Wistar jantan dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kelompok K0 (pakan standar), E1 (sonde fruktosa 66% selama 16 minggu), E2 (sonde fruktosa 66% selama 12 minggu), E3 (sonde fruktosa 66%+kuersetin 50 mg/kg BB), dan E4 (sonde fruktosa 66%+serbuk daun kelor 500 mg/kg BB). Data dianalisis menggunakan uji One Way ANOVA. \u0000Hasil penelitian: Kadar kolesterol total, HDL kolesterol, dan ketebalan dinding aorta berbeda signifikan antarkelompok perlakuan. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada kadar trigliserida, LDL kolesterol, dan massa jaringan lemak putih antar kelompok perlakuan. \u0000Kesimpulan: Pemberian serbuk daun kelor selama 4 minggu menunjukkan perbaikan profil lipid dan ketebalan dinding aorta pada kondisi prediabetes mellitus.","PeriodicalId":32969,"journal":{"name":"Amerta Nutrition","volume":" 25","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-06-07","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"141372736","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Penurunan Kadar Malondialdehid Aorta Abdominal Tikus Hiperkolesterolemia yang Diinduksi Mentega Putih setelah Pemberian Probiotik 服用益生菌后白奶油诱导的高胆固醇血症大鼠腹主动脉丙二醛水平降低
Amerta Nutrition Pub Date : 2024-06-07 DOI: 10.20473/amnt.v8i2.2024.290-294
Alfi Brillianti Chrisna Dewanti, Rokhima Lusiantari, Miranti Dewi Pramaningtyas
{"title":"Penurunan Kadar Malondialdehid Aorta Abdominal Tikus Hiperkolesterolemia yang Diinduksi Mentega Putih setelah Pemberian Probiotik","authors":"Alfi Brillianti Chrisna Dewanti, Rokhima Lusiantari, Miranti Dewi Pramaningtyas","doi":"10.20473/amnt.v8i2.2024.290-294","DOIUrl":"https://doi.org/10.20473/amnt.v8i2.2024.290-294","url":null,"abstract":"Latar Belakang: Pola makan tinggi lemak merupakan salah satu faktor resiko hiperkolesterolemia. Kondisi hiperkolesterolemia bisa menyebabkan peningkatan radikal bebas dalam tubuh, salah satunya adalah malondialdehid (MDA). Probiotik merupakan makanan tambahan yang memiliki efek positif pada kesehatan saluran cerna. Potensi probiotik sebagai antihiperkolesterolemia masih memerlukan studi lebih lanjut. \u0000Tujuan: Untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh pemberian probiotik terhadap kadar malondialdehid (MDA) aorta abdominal tikus Wistar jantan model hiperkolesterolemia yang diinduksi dengan mentega putih. \u0000Metode: Sembilan belas ekor tikus jantan Wistar dibagi menjadi 5 kelompok; kelompok kontrol negatif (C-), kelompok kontrol positif (C+), dan tiga kelompok probiotik (T1,T2, dan T3). Kelompok kontrol negatif mendapat makanan standar, kelompok positif mendapat makanan standar dan mentega putih. Kelompok probiotik juga mendapat pakan standar dan mentega putih ditambah probiotik dengan dosis berbeda sebagai perlakuan. Perlakuan ini diberikan selama 10 minggu. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji Kruskal Wallis dengan post hoc Mann-Whitney. \u0000Hasil: Rerata kadar MDA aorta abdominal terendah ke tertinggi secara berurutan adalah kelompok C- (1,78±0,11 nmol/gram), kelompok T3 (2,20±0,06 nmol/gram), kelompok T2 (3,46±0,16 nmol/gram), kelompok T1 (4,02±0,02 nmol/gram), dan kelompok C+ (5,23±0,51 nmol/gram). Hasil analisis data menunjukkan perbedaan kadar MDA aorta abdominal yang signifikan (p<0,05). Rerata kadar MDA aorta abdominal adalah 1,78 ± 0,11 nmol/gram, 5,23 ± 0,51 nmol/gram, 4,02 ± 0,02 nmol/gram, 3,46 ± 0,16 nmol/gram, dan 2,20 ± 0,06 nmol/gram, berturut-turut untuk kelompok C-, C+, T1, T2, dan T3. Analisis data menunjukkan perbedaan bermakna kadar MDA aorta abdominal (p<0,05). \u0000Kesimpulan: Terdapat penurunan kadar MDA aorta abdominal tikus Wistar jantan yang diinduksi mentega putih setelah pemberian probiotik. Peningkatan dosis probiotik cenderung menurunkan MDA lebih banyak.","PeriodicalId":32969,"journal":{"name":"Amerta Nutrition","volume":" 3","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-06-07","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"141373435","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Sensory Test and Poximate Analysis Content Test of Porang Flour (Amorphophallus Muelleri) and Tempe Flour Flakes Porang 面粉(Amorphophallus Muelleri)和 Tempe 面粉薄片的感官测试和 Poximate 分析含量测试
Amerta Nutrition Pub Date : 2024-06-07 DOI: 10.20473/amnt.v8i2.2024.230-238
Novriani Tarigan, Fifi Nurjannah Tarigan, Sherlina Sherlina, Yolanda Oktaviani Hasibuan, Meysalina Saragih
{"title":"Sensory Test and Poximate Analysis Content Test of Porang Flour (Amorphophallus Muelleri) and Tempe Flour Flakes","authors":"Novriani Tarigan, Fifi Nurjannah Tarigan, Sherlina Sherlina, Yolanda Oktaviani Hasibuan, Meysalina Saragih","doi":"10.20473/amnt.v8i2.2024.230-238","DOIUrl":"https://doi.org/10.20473/amnt.v8i2.2024.230-238","url":null,"abstract":"Background: Porang is local food that contains glucomannan beneficial for accelerating satiety. Therefore, they are good food for diets.\u0000Objectives: To determine the chemical and sensory content of flakes formulated from porang flour and tempe flour.\u0000Methods: This study used a Completely Randomized Design, three treatments and three repetition. The sensory test was conducted on 50 students of Medan Health Polytechnic. Proximate test was conducted to measure the levels of carbohydrate, protein, fat, water, ash, crude fiber, and glucomannan. Data were analyzed with Analysis of Variance (ANOVA). Furthermore, Multiple Range Test (DMRT) was conducted at 5% and calcium oxalate.\u0000Results: The sensory test results showed that the color of flakes in treatments 1, 2, and 3 was different, and treatment 3 was the most preferred. The flavor was also different between treatments, and treatment 1 was the most preferred. However, the aroma and texture of porang flour and tempeh flakes did not change after processing. The highest levels of water, ash, protein, fat, crude fiber and breakability were in treatment 3, while the highest levels of carbohydrate, glucoman and calcium oxalate were in treatment 1. The higher proportion of porang flour resulted in better or higher glucoman levels, but with increased calcium oxalate levels. Further studies need to be carried out, in order to produce low and consumable calcium oxalate levels that fulfill the health requirements.\u0000Conclusions: Porang flour and tempe flour influenced the sensory test and chemical content test.","PeriodicalId":32969,"journal":{"name":"Amerta Nutrition","volume":" 44","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-06-07","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"141375206","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
The Effect of Herbal Tea Formulation Made of Mangosteen Pericarp (Garcinia mangostana), Cinnamon (Cinnamon verum), and Clove (Syzygium aromaticum) on Panelist Acceptance Level 山竹果皮(Garcinia mangostana)、肉桂(Cinnamon verum)和丁香(Syzygium aromaticum)制成的凉茶配方对专家小组成员接受程度的影响
Amerta Nutrition Pub Date : 2024-03-08 DOI: 10.20473/amnt.v8i1.2024.1-7
Y. Pratiwi, Y. A. Sanjaya, R. Rahmawati, Larestananda Asmaul Husna Hizaumi Putri, Ririef Mutiara Syari
{"title":"The Effect of Herbal Tea Formulation Made of Mangosteen Pericarp (Garcinia mangostana), Cinnamon (Cinnamon verum), and Clove (Syzygium aromaticum) on Panelist Acceptance Level","authors":"Y. Pratiwi, Y. A. Sanjaya, R. Rahmawati, Larestananda Asmaul Husna Hizaumi Putri, Ririef Mutiara Syari","doi":"10.20473/amnt.v8i1.2024.1-7","DOIUrl":"https://doi.org/10.20473/amnt.v8i1.2024.1-7","url":null,"abstract":"Background: Herbal tea Is one of the herbal drinks that has been widely consumed by Indonesian people and known as tea that have functional properties, one of them is source of antioxidants. Antioxidants can be obtained from a lot of sources, such as the mixture of mangosteen pericarp, cinnamon, and cloves. The use of cinnamon and clove expected to increase the consumers’ preference towards this tea.\u0000Objectives: This research aims at evaluating the acceptance level of several sensory parameters of tea made of mixture of mangosteen pericarp, cinnamon, and clove.\u0000Methods: The experimental design used in this research was completely randomized design with three replications, resulting in 27 samples of herbal tea. Besides, the data obtained from panelists will be analyzed by using Analysis of Varian (ANOVA) and followed by Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) in SPSS 25.0 software.\u0000Results: The results show that the addition of cinnamon and cloves showed a significant difference. The more addition of spices will lower the panelist score. It can be seen in the sample containing 24 grams of mangosteen pericarp, 3 grams of cinnamon (B4) which had the highest panelist score in color, taste, and bitterness aspects. While the lowest panelist score was obtained by a sample containing 12 grams of mangosteen pericarp, 3 grams of cinnamon and cloves (A1).\u0000Conclusions: The more spices added, especially cloves will reduce the liking score. The result obtained by this research can be used for optimization of the best formula so maximum points can be known.","PeriodicalId":32969,"journal":{"name":"Amerta Nutrition","volume":"45 3","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-03-08","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140257490","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
0
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
确定
请完成安全验证×
相关产品
×
本文献相关产品
联系我们:info@booksci.cn Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。 Copyright © 2023 布克学术 All rights reserved.
京ICP备2023020795号-1
ghs 京公网安备 11010802042870号
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:604180095
Book学术官方微信
小红书