Haris Setiawan, Sri Wijayanti Wulandari, Syalimah Yani Aruan, Pijar Ridho Prihandana
{"title":"Pengaruh Ekstrak Etanol Daun Pepaya Calina terhadap Indeks Gonadosomatik dan Perkembangan Folikel Ovarium Tikus Wistar","authors":"Haris Setiawan, Sri Wijayanti Wulandari, Syalimah Yani Aruan, Pijar Ridho Prihandana","doi":"10.29244/avi.10.3.245-252","DOIUrl":"https://doi.org/10.29244/avi.10.3.245-252","url":null,"abstract":"Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah penduduk yang relatif tinggi, sehingga diperlukan upaya dalam menekan laju pertumbuhan penduduk seperti mengembangkan potensi obat antifertilitas berbahan dasar herbal. Daun pepaya Calina merupakan varietas tanaman pepaya di Indonesia yang memiliki beberapa kandungan fitokimia yang berpotensi sebagai agen antifertilitas. Penelitian bertujuan mengetahui potensi ekstrak etanol daun pepaya Calina sebagai agen antifertilitas terhadap Indeks Gonadosomatik (GSI) dan perkembangan folikel ovarium tikus Wistar. Penelitian dilakukan selama 30 hari menggunakan 25 ekor tikus Wistar betina umur ± 15 minggu. Perlakuan terdiri dari 5 kelompok yaitu kontrol (akuades), kontrol positif (pil kontrasepsi dosis 14,184 mg/kg BB), ekstrak etanol daun pepaya Calina dosis 200mg/Kg BB, 300 mg/Kg BB dan 400 mg/Kg BB yang diberikan secara oral gavage 1 ml. Parameter terdiri indeks gonadosomatik dan perkembangan folikel ovarium yang terdiri dari folikel primer, sekunder, de graaf, korpus luteum dan atresia. Pada hari ke 31 dilakukan pembedahan dan pengambilan ovarium pada tikus. GSI dihitung dengan membagi bobot ovarium dengan bobot badan tikus, sedangkan pengamatan folikel ovarium dilakukan dengan pembuatan preparat histologi menggunakan metode paraffin (Pewarnaan HE). Seluruh data dianalisis menggunakan One Way Anova dengan uji lanjut Duncan. Hasil menunjukan bahwa dosis 300 mg/Kg BB dapat menurunkan bobot ovarium, menurunkan indeks gonadosomatik, menurunkan jumlah folikel primer dan sekunder, menurunkan luas folikel de graaf, serta meningkatkan jumlah folikel atresia dibandingkan dengan kontrol (P<0,05). Kesimpulan penelitian adalah ekstrak etanol daun pepaya Calina dosis 300 mg/Kg BB berpotensi menjadi agen antifertilitas alami dengan cara menurunkan GSI dan perkembangan ovarium tikus Wistar.","PeriodicalId":31694,"journal":{"name":"Acta Veterinaria Indonesiana","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-11-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"49453216","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
N. S. Dharmawan, I. Mahardika, Kadek Swastika, K. Agustina
{"title":"Aktivitas Aalanine Transaminase dan Aspartate Transaminase pada Babi yang Terdeteksi Sistiserkosis Secara Serologi","authors":"N. S. Dharmawan, I. Mahardika, Kadek Swastika, K. Agustina","doi":"10.29244/avi.10.3.239-244","DOIUrl":"https://doi.org/10.29244/avi.10.3.239-244","url":null,"abstract":"Sistiserkosis adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh larva (cysticercus) cacing pita. Sistiserkosis pada babi disebabkan oleh Cysticercus Taenia solium yang berparasit pada otot, hati, otak, dan mata babi. Bentuk dewasanya ada dalam usus manusia, disebut T. solium. Babi juga dapat terinfeksi Cysticercus T. hydatigena yang berparasit pada hati, peritoneum, omentum dan mesenterium. Bentuk dewasanya, T. hydatigena, berparasit pada usus anjing. Cysticercus yang berkembang pada hati babi menyebabkan kerusakan hati. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan nilai biokimia darah pada babi yang secara serologis terdeteksi sistiserkosis dengan yang tidak terdeteksi. Paramater yang diamati meliputi aktivitas enzim alanine transaminase (ALT) dan aspartate transaminase (AST). Deteksi serologi sistiserkosis dilakukan dengan enzyme linked immunosorbent assay (ELISA), menggunakan antigen glikoprotein; aktivitas enzim ALT dan AST diperiksa dengan uji spektrofotometri UV. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai ALT pada babi yang positif terdeteksi sistiserkosis adalah 57,7 + 4,96 µ/l dan untuk babi yang negatif adalah 53,6 + 3,71 µ/l. Nilai AST pada babi yang positif terdeteksi sistiserkosis adalah 53,8 + 13,38 µ/l dan untuk babi yang negatif adalah 52,7 + 12,01 µ/l. Pada penelitian ini, walaupun masih dalam rentang nilai normal, tampak rataan nilai ALT dan AST pada babi yang terdeteksi sistiserkosis lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak terdeteksi.","PeriodicalId":31694,"journal":{"name":"Acta Veterinaria Indonesiana","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-11-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"47134098","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Kiki Amalia Rama, Ligaya ITA Tumbelaka, Bondan Achmadi, Amrozi
{"title":"Karakteristik Siklus Estrus Domba Garut Dara","authors":"Kiki Amalia Rama, Ligaya ITA Tumbelaka, Bondan Achmadi, Amrozi","doi":"10.29244/avi.10.2.124-132","DOIUrl":"https://doi.org/10.29244/avi.10.2.124-132","url":null,"abstract":"Tujuan penelitian mengetahui karakteristik siklus estrus domba garut dara dengan pengamatan tingkah laku estrus domba garut dara, sitologi vagina, pengamatan perkembangan folikel dan CL, serta pengukuran konsentrasi hormon P4. Penelitian ini menggunakan lima ekor domba garut dara dengan usia 6–7 bulan dan berat badan berkisar 17–21 Kg. Pengambilan data tingkah laku, sitologi vagina, ultrasonografi ovarium dan analisis hormon P4 dilakukan selama dua siklus estrus dengan interval tiga hari sekali. Data dianalisis menggunakan analysis of variance (ANOVA). Hasil penelitian sel superfisial mencapai persentase tertinggi pada periode estrus sebesar 50,08±11,57% dengan diameter folikel ovulatorik 0,61±0,02 cm dan konsentrasi hormon P4 pada level terendah 3,86±1,62 ng/mL. Setelah ovulasi, terjadi penurunan sel superfisial dan peningkatan sel parabasal dan sel intermediat. Persentase tertinggi sel parabasal dan sel intermediat sampai fase luteal dengan diameter CL 0,822±0,194 cm dan konsentrasi hormon P4 mencapai level maksimal 24,49±13,27 ng/mL. Tingkah laku estrus domba garut dara tidak teramati dengan jelas adanya perubahan pada alat kelamin luar. Siklus estrus domba garut dara sulit dideteksi hanya dengan melihat tingkah laku saja. Siklus estrus domba garut dara dapat diamati berdasarkan gambaran sel epitel vagina, konsentrasi hormon P4, serta hubungannya dengan perkembangan folikel dan CL.","PeriodicalId":31694,"journal":{"name":"Acta Veterinaria Indonesiana","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-07-22","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"43868461","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
R. A. Primatika, Etih Sudarnika, Bambang Sumiarto, Chaerul Basri
{"title":"Analisis Sebaran Kasus African Swine Fever pada Babi Di Provinsi Sumatera Utara Tahun 2019–2020","authors":"R. A. Primatika, Etih Sudarnika, Bambang Sumiarto, Chaerul Basri","doi":"10.29244/avi.10.2.164-171","DOIUrl":"https://doi.org/10.29244/avi.10.2.164-171","url":null,"abstract":"Wabah African Swine Fever (ASF) pertama di Indonesia terjadi pada tahun 2019 dan menyebar hingga tahun 2020 ke hampir seluruh kabupaten di Sumatera Utara. African Swine Fever dilaporkan menginfeksi babi domestik di peternakan. Kasus ASF dilaporkan oleh petugas veteriner melalui sistem informasi kesehatan hewan nasional Indonesia (iSIKHNAS). Tujuan penelitian ini adalah melakukan analisis kartografi untuk mengetahui sebaran arah dan pola kasus ASF tahun 2019–2020 di Provinsi Sumatera Utara. Analisis yang digunakan untuk mengetahui sebaran kasus ASF di Sumatera Utara tahun 2019-2020 adalah analisis kartografi yaitu standard deviational ellipse, sedangkan analisis pola kasus ASF menggunakan Moran’s Index. Sebaran kasus ASF tahun 2019 mengikuti arah barat laut-tenggara, sedangkan pada tahun 2020 mengikutiarah timur-barat. Pola kejadian kasus ASF tahun 2019 dibagi menjadi 4 kuadran, terdiri dari 34 kasus di kuadran pertama, tinggi tinggi (HH) dan 203 kasus di kuadran ketiga, rendah rendah (LL). Terdapat satu kasus di area hotspot dan 36 kasus di area coldspot. Pola kejadian kasus ASF tahun 2020 terdiri dari kuadran I tinggi tinggi (HH) sebanyak 81 kasus dan kuadran III rendah rendah (LL) sebanyak 173 kasus. Terdapat 10 kasus di area hotspot dan 55 kasus di area coldspot. Upaya pengendalian ASF dapat dilakukan di wilayah hotspot dan upaya pencegahan ASF dapat dilakukan di wilayah coldspot.","PeriodicalId":31694,"journal":{"name":"Acta Veterinaria Indonesiana","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-07-22","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"41403071","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Meillisa Carlen Mainassy, W. Manalu, Andriyanto, A. Sudrajat, I. B. D. Kapelle, B. Gunadi
{"title":"Evaluation of Curcumin Analog Supplementation in Diet for Hematological Response and Growth Performance of Red tilapia (Oreochromis niloticus)","authors":"Meillisa Carlen Mainassy, W. Manalu, Andriyanto, A. Sudrajat, I. B. D. Kapelle, B. Gunadi","doi":"10.29244/avi.10.2.182-192","DOIUrl":"https://doi.org/10.29244/avi.10.2.182-192","url":null,"abstract":"Nilai hematologi dapat digunakan untuk mengevaluasi respon fisiologi pada ikan. Suplementasi bahan herbal ke dalam pakan merupakan salah satu cara meningkatkan produksi akuakultur melalui peningkatan kekebalan dan fungsi fisiologis yang berhubungan dengan kesehatan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian pakan dengan suplementasi analog kurkumin terhadap nilai hematologi ikan nila merah (Oreochromis niloticus). Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan tujuh perlakuan dan tiga kali ulangan. Sampel yang digunakan berupa induk nila betina dengan bobot badan 294,11±51,40 g. Pemeliharaan dilakukan selama 6 minggu pada jaring masing-masing berukuran 2x1x1m, dengan kepadatan 5 ekor/jaring. Pengambilan sampel darah sebanyak tiga kali, yaitu pada minggu ke-2,minggu ke-4, dan minggu ke-6. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian analog kurkumin memengaruhi respons hematologi dan kinerja pertumbuhan ikan nila merah. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, suplementasi analog kurkumin 2,4 mg/100 g pakan adalah dosis yang terbaik untuk peningkatan kesehatan dan pertumbuhan ikan nila.","PeriodicalId":31694,"journal":{"name":"Acta Veterinaria Indonesiana","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-07-22","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"43608430","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Kondisi Fertilitas Mencit Jantan yang Diberi Ekstrak Etanol Akar Alang-alang (Imperata cylindrica)","authors":"Dahlia Setiawan, Andi Hiroyuki, Mas Rizky A.A Syamsunarno, Tyagita Hartady, Alkaustariyah Lubis, Rini Widyastuti","doi":"10.29244/avi.10.2.142-147","DOIUrl":"https://doi.org/10.29244/avi.10.2.142-147","url":null,"abstract":"Pengendalian populasi hewan umumnya dilakukan dengan sterilisasi. Namun biaya yang diperlukan cenderung mahal sehingga diperlukan tindakan lain untuk mengendalikan populasi hewan. Pemanfaatan tumbuhan sebagai herbal yang digunakan untuk kontrasepsi alami hewan sedang dikembangkan. Pada penelitian sebelumnya diketahui bahwa pemberian ekstrak etanol akar alang-alang menyebabkan penurunan bobot kelenjar testis, vesical seminalis dan epididimis sehingga menyebabkan penurunan produksi spermatozoa dan perubahan profil metabolit pada mencit jantan. Namun, pengaruh ekstrak etanol akar alang-alang terhadap morfometri fetus dari mencit betina dikawinkan dengan mencit jantan perlakuanbelum diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanol akar alang-alang hasil konsepsi mencit jantan pada mencit betina yang tidak diberi perlakuan. Mencit jantan diberi ekstrak etanol akar alang-alang selama 180 hari (Imperata cylindrica) 90 dan 115 mg/kg BB per oral kemudian dikawinkan dengan mencit betina yang tidak diberi perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan jumlah fetus, berat badan dan panjang fetus pada kelompok perlakuan 90 dan 115 mg/kgBB. Pemberian ekstrak etanol akar alang-alang pada mencit jantan berpengaruh secara signifikan terhadap jumlah mencit betina yang bunting dan morfometri fetus yang dikandung mencit betina.","PeriodicalId":31694,"journal":{"name":"Acta Veterinaria Indonesiana","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-07-22","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"47978363","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Aktivitas Gel Kombinasi Ekstrak Rimpang Kunyit dan Gel Gamat Terhadap Penyembuhan Luka","authors":"Lina Noviyanti Sutardi, Aulia Andi Mustika, Andriyanto, Rahmawati Januar, Aisyah Nurfitria Ayumi","doi":"10.29244/avi.10.2.193-200","DOIUrl":"https://doi.org/10.29244/avi.10.2.193-200","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui khasiat dari gel kombinasi ekstrak rimpang kunyit dan gel gamat sebagai obat untuk mempercepat proses penyembuhan luka sayatan yang mudah diaplikasikan, praktis, dan efektif pada tikus putih galur Sprague-Dawley berdasarkan pengamatan patologi anatomi. Sebanyak 30 tikus yang digunakan dibagi ke dalam rancangan acak lengkap dengan 5 kelompok perlakuan. Kulit tikus dilukai pada sebagian sisi perut kiri atau kanan sepanjang 3 cm. Setiap luka kemudian diobati dengan perlakuan yang berbeda. Perlakuan yang diberikan adalah kontrol negatif (gel plasebo), gel kombinasi ekstrak rimpang kunyit dan gel gamat dengan berbagai konsentrasi (0,5%, 1%, 2%), dan kontrol positif (salep komersil yang mengandung Centella asiatica 15%). Pengamatan patologi anatomi dilakukan setiap hari selama 21 hari. Pengamatan dilakukan dengan membandingkan perubahan yang terjadi secara deskriptif selama proses penyembuhan luka. Parameter yang diamati adalah ukuran luka, kedalaman luka, tepi luka, jenis eksudat, warna kulit, dan keberadaan rambut. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa kelompok yang diberikan gel kombinasi dan kontrol positif memberi pengaruh lebih baik terhadap percepatan penyembuhan luka dibandingkan dengan kontrol negatif yang hanya diberikan gel placebo. Hal ini menunjukkan bahwa proses penyembuhan luka dipercepat dengan pemberian gel kombinasi ekstrak rimpang kunyit dan gel gamat. Kelompok konsentrasi 2% memberikan hasil penyembuhan yang lebih baik dibandingkan dengan kelompok konsentrasi 0,5% dan 1%.","PeriodicalId":31694,"journal":{"name":"Acta Veterinaria Indonesiana","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-07-22","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"49107577","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Mekanisme Resistensi Antibiotik pada Lactobacillus dan Potensinya untuk Mengatasi Salmonellosis pada Ayam Broiler","authors":"Salsabilla Fasya Khoerunnisa, Roostita Lobo Balia, Gita Widya Pradini","doi":"10.29244/avi.10.2.111-123","DOIUrl":"https://doi.org/10.29244/avi.10.2.111-123","url":null,"abstract":"Ayam broiler harus dipastikan terhindar dari penyakit zoonosis, salah satunya Salmonellosis. Resistensi Salmonella sp. terhadap berbagai antibiotik menjadi salah satu alasan dalam penggunaan probiotik sebagai pilihan alternatif untuk mengatasi Salmonellosis. Lactobacillus sp. umum digunakan sebagai probiotik untuk menanggulangi Salmonellosis pada ayam broiler. Lactobacillus sp. dapat menerima agen resisten terhadap antibiotik, baik dari lingkungan maupun di saluran pencernaan ayam. Lactobacillus sp. dapat menjadi reservoir dalam penyebaran agen resisten antibiotik. Berdasarkan hasil studi literatur, Lactobacillus sp. mampu melakukan CE (competitive exclusion) sehingga dapat mengurangi populasi bakteri patogen. Lactobacillus sp. yang diambil dari biakan, saluran pencernaan, feses, daging serta sumber air di sekitar peternakan dan rumah potong unggas memiliki sifat resisten terhadap antibiotik vankomisin, kloramfenikol, tetrasiklin dan eritromisin. Lactobacillus sp. bertindak sebagai pendonor maupun penerima gen resisten terhadap antibiotik kloramfenikol, tetrasiklin dan eritromisin yang disebarkan secara horizontal melalui konjugasi plasmid dan transposon. Lactobacillus sp. yang teridentifikasi resisten terhadap antibiotik vankomisin memiliki potensi transfer gen resisten yang rendah dikarenakan sifat resisten terhadap vankomisin merupakan resistensi instrinsik sehingga secara tidak langsung sifat tersebut sangat kecil kemungkinannya dapat disebarkan secara horizontal kepada mikroorganisme lainnya.","PeriodicalId":31694,"journal":{"name":"Acta Veterinaria Indonesiana","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-07-22","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"42124735","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Manuel Da Costa, Mirnawati Bachrum, Denny Widaya Lukman, Herwin Pisestyani, Etih Sudarnika
{"title":"Kualitas Mikrobiologis Daging Ayam yang Dijual di Pasar Kota Dili, Timor Leste","authors":"Manuel Da Costa, Mirnawati Bachrum, Denny Widaya Lukman, Herwin Pisestyani, Etih Sudarnika","doi":"10.29244/avi.10.2.172-181","DOIUrl":"https://doi.org/10.29244/avi.10.2.172-181","url":null,"abstract":"Daging ayam merupakan salah satu produk pangan asal hewan yang banyak dikonsumsi di Timor Leste. Salah satu aspek kualitas daging ayam yang harus diperhatikan adalah kualitas mikrobiologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi umum penjualan daging ayam dan kualitas mikrobiologis daging ayam berdasarkan jumlah hitungan cawan (Total Plate Count/TPC) dan jumlah Enterobacteriaceae pada daging ayam lokal maupun impor yang dijual di Pasar Kota Dili, Timor Leste. Penelitian dilakukan pada 8 pasar dengan sampel sebanyak 150 yang terdiri dari 60 sampel daging ayam lokal dan 90 daging ayam impor. Metode TPC dan jumlah Enterobacteriaceae dilakukan berdasarkan SNI Nomor 2897 Tahun 2008 tentang Metode Pengujian Cemaran Mikroba dalam Daging, Telur dan Susu, serta Hasil Olahannya. Menurut International Commission on Microbiological Specification for Foods (ICMSF) tentang Kriteria Mikrobiologi dalam Pangan jumlah maksimum nilai TPC dan jumlah Enterobacteriaceae setiap bahan makanan masing-masing adalah 7 log cfu/g dan <102 cfu/g (toleransi negara tertentu 102–104 cfu/g). Nilai rata-rata TPC dan jumlah Enterobacteriacea daging ayam yang beredar di Timor Leste berdasarkan penelitian ini masing-masing 4.78 ± 0.90 log cfu/g (3.05 × 105 ± 5.66 × 105 cfu/g) dan 3.34 ± 0.93 log cfu/g (2.86 × 104 ± 9.93 × 104 cfu/g). Kualitas mikrobiologi seluruh jenis daging ayam yang beredar di Timor Leste memenuhi standar yang ditetapkan oleh ICMSF berdasarkan nilai rata-rata TPC. Sementara itu, berdasarkan jumlah Enterobacteriaceae, hanya daging ayam lokal dan daging ayam impor dari Brazil memenuhi standar jumlah Enterobacteriaceae yang ditetapkan oleh ICMSF. Berdasarkan analisis statistik, maka kualitas mikrobiologis daging ayam yang dijual di Pasar Kota Dili, Timor Leste berdasarkan TPC dan jumlah Enterobacteriaceae dapat disimpulkan yang terbaik adalah daging ayam lokal dan daging ayam impor dari Brazil, sedangkan kualitas yang kurang baik adalah daging ayam lokal dan daging ayam impor dari Malaysia, dan impor dari Amerika. Tingginya TPC dan jumlah Enterobacteriaceae pada daging ayam yang dijual mengindikasikan bahwa praktik higiene sanitasi di pasar perlu diperbaiki.","PeriodicalId":31694,"journal":{"name":"Acta Veterinaria Indonesiana","volume":"1 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-07-22","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"41370052","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Kelimpahan Fungi Kelas Dothideomycetes Pada Lumba-lumba Hidung Botol (Tursiops aduncus)","authors":"K. Aulia, Agustin Indrawati, Safika","doi":"10.29244/avi.10.2.148-156","DOIUrl":"https://doi.org/10.29244/avi.10.2.148-156","url":null,"abstract":"Mamalia laut memainkan peran ekologis penting di lautan, dan menjadi prioritas global karena kepekaan terhadap perubahan lingkungan. Lumba-lumba hidung botol (Tursiops aduncus) merupakan salah satu mamalia laut yang tersebar luas di Indonesia. Informasi mengenai mikrobioma masih sangat sedikit diketahui, terutama informasi mengenai mikrobioma fungi. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi kelimpahan fungi kelas Dothideomycetes pada saluran pencernaan khususnya usus lumba-lumba hidung botol (Tursiops aduncus) dengan menggunakan Platform Next Generation Sequencing (NGS). Penelitian ini berhasil mengidentifikasi 6 genera dari 4 ordo yang yang meliputi Neodevriesia, Altenaria, Stemphylium, Phaeophleospora, Diplodia dan Venturia. Kelompok Neodevriesia adalah yang paling mendominasi sebesar 62%, diikuti Alternaria 16% dan Phaeophleospora 14%. Fungi yang tidak teridentifikasi mencapai 5%. Kelimpahan fungi pada usus lumba-lumba hidung botol (Tursiops aduncus) diasumsikan memiliki korelasi dengan lingkungan dan makanan lumba-lumba pada pusat konservasi.","PeriodicalId":31694,"journal":{"name":"Acta Veterinaria Indonesiana","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-07-22","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"45321384","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}