Tataloka最新文献

筛选
英文 中文
Pengaruh Program KOTAKU terhadap Pengentasan Kemiskinan di Kelurahan Selumit Pantai 这是我的城市计划对沿海地区减贫的影响
Tataloka Pub Date : 2022-05-31 DOI: 10.14710/tataloka.24.2.84-100
Fadhilah Fadhilah, Bakti Setiawan
{"title":"Pengaruh Program KOTAKU terhadap Pengentasan Kemiskinan di Kelurahan Selumit Pantai","authors":"Fadhilah Fadhilah, Bakti Setiawan","doi":"10.14710/tataloka.24.2.84-100","DOIUrl":"https://doi.org/10.14710/tataloka.24.2.84-100","url":null,"abstract":"Permukiman kumuh dan kemiskinan merupakan masalah perkotaan yang muncul akibat laju pertumbuhan penduduk perkotaan yang tumbuh pesat. Keduanya berkaitan dan berkorelasi positif. Disisi lain, pemerintah Indonesia telah mencanangkan program penanganan permukiman kumuh sejak tahun 1969 yang ternyata belum tuntas hingga saat ini. Padahal kemiskinan Indonesia telah memiliki tren menurun selama 15 tahun terakhir. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi capaian Program KOTAKU di Kelurahan Selumit Pantai dan pengaruhnya terhadap pengentasan kemiskinan serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deduktif. Teknik analisis data menggunakan analisis data kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui survei instansional, wawancara mendalam, dan pengamatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa capaian Program KOTAKU di Kelurahan Selumit Pantai secara umum sangat baik. Aspek yang memiliki capaian tertinggi adalah aspek infrastruktur dasar sebesar 35,2%. Selanjutnya secara berurutan yaitu aset 25,35%, kualitas bangunan rumah 15,5%, pengeluaran 12,67%, dan pendapatan 11,26%. Capaian program bertujuan untuk menjembatani pengaruh program terhadap kemiskinan. Hasil analisis menunjukkan bahwa Program KOTAKU memiliki pengaruh yang tidak langsung terhadap pengentasan kemiskinan. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhinya adalah peran ketua RT, partisipasi masyarakat, sosial/keluarga, kesadaran warga, keterbatasan lahan, bencana kebakaran, dan tipologi wilayah.","PeriodicalId":31237,"journal":{"name":"Tataloka","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-05-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"44930504","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Pemetaan Perubahan Lahan Sawah Kabupaten Sukabumi Menggunakan Google Earth Engine 订阅谷歌地球引擎
Tataloka Pub Date : 2022-04-06 DOI: 10.14710/tataloka.24.1.74-83
W. Siska, W. Widiatmaka, Yudi Setiawan, Setyo Adi
{"title":"Pemetaan Perubahan Lahan Sawah Kabupaten Sukabumi Menggunakan Google Earth Engine","authors":"W. Siska, W. Widiatmaka, Yudi Setiawan, Setyo Adi","doi":"10.14710/tataloka.24.1.74-83","DOIUrl":"https://doi.org/10.14710/tataloka.24.1.74-83","url":null,"abstract":"Google Earth Engine (GEE) merupakan layanan pemrosesan geospasial yang telah banyak digunakan di berbagai bidang pemetaan. Tujuan penelitian ini adalah  identifikasi perubahan lahan sawah Kabupaten Sukabumi menggunakan GEE. Data citra landsat 5 dan landsat 8 yang digunakan di GEE merupakan data citra yang telah di pre-process dan terkoreksi. Klasifikasi penggunaan/tutupan lahan dibedakan menjadi 6 kelas yaitu sawah, badan air, pemukiman, bervegetasi, hutan dan tanah terbuka. Sampel acak penggunaan lahan dibuat sebanyak 394 titik di GEE menggunakan poin dan rectangular. Klasifikasi penggunaan lahan dianilisis menggunakan metode Random Forest (RF). Penilaian akurasi dihitung menggunakan confusion Matrix, sedangkan validasi lapang dilakukan dengan menggunakan metode stratified random sampling.  Uji akurasi analisis tutupan lahan tahun 2020 dengan confusion Matrix menghasilkan nilai Overall Accuracy (OA) 0,94 dan nilai kappa  0,91; tahun 2015 dengan nilai OA 0,93 dan nilai Kappa 0,91; sedangkan tahun 2010 memiliki nilai OA 0.96 dan nilai Kappa 0.94. Hasil analisis ini menunjukkan bahwa luas lahan sawah Kabupaten Sukabumi mengalami penyusutan seluas 10,317.27  ha dalam kurun waktu sepuluh tahun (2010-2020). Klasifikasi penggunaan lahan menggunakan GEE dapat menghasilkan peta dengan akurasi tinggi dengan OA >85%, serta dapat mempersingkat waktu analisis.","PeriodicalId":31237,"journal":{"name":"Tataloka","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-04-06","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"44789696","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 1
Potensi Pengembangan TOD di Kota Medan: Studi Kasus di Stasiun Medan 菲尔德城市TOD发展潜力——以菲尔德站为例
Tataloka Pub Date : 2022-04-06 DOI: 10.14710/tataloka.24.1.35-44
Martina Cecilia Adriana
{"title":"Potensi Pengembangan TOD di Kota Medan: Studi Kasus di Stasiun Medan","authors":"Martina Cecilia Adriana","doi":"10.14710/tataloka.24.1.35-44","DOIUrl":"https://doi.org/10.14710/tataloka.24.1.35-44","url":null,"abstract":"Transit Oriented Development (TOD) merupakan suatu perencanaan berkelanjutan yang dapat mengatasi permasalahan urban sprawl dan kemacetan di kawasan perkotaan. Dengan mengintegrasikan antara kebutuhan transportasi serta efisiensi lahan perkotaan, TOD dapat menciptakan penggunaan ruang campur, berkepadatan tinggi di Kota Medan yang memprioritaskan penggunaan angkutan umum untuk perjalanan jarak jauh dan sepeda atau berjalan kaki untuk perjalanan jarak dekat. Kawasan Stasiun Medan merupakan satu – satunya TOD Kota dari 13 recana TOD yang ditetapkan dalam Rencana Detail Tata Ruang Kota Medan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur potensi eksisting kawasan Stasiun Medan sebagai TOD. Pengukuran dilakukan dengan menghitung TOD indeks dari indikator – indikator utama yang menjadi inti dalam perancangan kawasan TOD. Analisis dilakukan secara spasial dalam radius 500 m dengan menggunakan software GIS. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa belum optimalnya kawasan Stasiun Medan sebagai TOD Kota. Kepadatan di kawasan Stasiun Medan hanya 126,5 Jiwa/Ha, jauh dibawah ketentuan yang telah ditetapkan. Indeks keberagaman guna lahan serta tingkat pembauran guna lahan belum optimal masing - masing 0,65 serta dan 0,89, mengindikasikan fungsi lahan yang belum terdistribusi secara merata. Hal ini dapat dilihat dari proporsi guna lahan yang juga belum memenuhi syarat yang ditetapkan. Konektivitas dan aktivitas yang tinggi di Stasiun Medan saja belum mampu dalam menciptakan ruang yang seimbang, sehingga diperlukan suatu upaya – upaya untuk merealisasikannya seperti menetapkan peraturan detail dasar perancangan maupun mengarahkan pembangunan yang bersifat campur serta vertikal.","PeriodicalId":31237,"journal":{"name":"Tataloka","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-04-06","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"47359665","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Masa Depan Penataan Ruang di Indonesia dalam Masa Transisi Menuju Masyarakat 5.0 印度尼西亚在社会转型时期的未来空间建设5.0
Tataloka Pub Date : 2022-04-06 DOI: 10.14710/tataloka.24.1.62-73
Dimas Danar Dewa
{"title":"Masa Depan Penataan Ruang di Indonesia dalam Masa Transisi Menuju Masyarakat 5.0","authors":"Dimas Danar Dewa","doi":"10.14710/tataloka.24.1.62-73","DOIUrl":"https://doi.org/10.14710/tataloka.24.1.62-73","url":null,"abstract":"Perkembangan teknologi menjadi tantangan dalam mewujudkan penataan ruang yang berkelanjutan di Indonesia di masa depan. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi dan kecenderungan penataan ruang di Indonesia dalam masa transisi menuju masyarakat 5.0. Penelitian ini menggunakan metode telaah kebijakan berbasis kata kunci dalam dokumen kebijakan terkait (keyword-based policy analysis) dengan teknik analisis term frequency. Berdasarkan analisis yang dilakukan, diketahui bahwa kecenderungan perubahan kebijakan penataan ruang di Indonesia berupaya untuk mewujudkan penataan ruang yang efisien dan saling terintegrasi serta adaptif terhadap perkembangan teknologi. Selain itu, terdapat dua kelompok strategi yang dirumuskan dalam menghadapi perkembangan teknologi, yaitu mempersiapkan masyarakat yang inovatif, adaptif, dan berdaya saing di masa transisi menuju masyarakat 5.0 serta transformasi sistem penataaan ruang berbasis teknologi yang responsif, interaktif, dan berkelanjutan, dengan integrasi penataan ruang fisik terhadap penggunaan ruang maya.","PeriodicalId":31237,"journal":{"name":"Tataloka","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-04-06","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"44890976","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Urban Tourism Concepts in the Design of Kampung Tua in Batam 巴淡岛Kampung Tua设计中的城市旅游理念
Tataloka Pub Date : 2022-04-06 DOI: 10.14710/tataloka.24.1.25-34
Y. A. Sari, M. Pamadi
{"title":"Urban Tourism Concepts in the Design of Kampung Tua in Batam","authors":"Y. A. Sari, M. Pamadi","doi":"10.14710/tataloka.24.1.25-34","DOIUrl":"https://doi.org/10.14710/tataloka.24.1.25-34","url":null,"abstract":"Batam City’s government has focused on exploring its tourism potential in recent years. This makes Batam the 3rd largest city in the number of tourist arrivals after Bali and Jakarta. Batam is one of the cities that is trying to develop the potential of an old village. There are at least 37 areas that have been agreed upon by the government and the community as Kampung Tua. Kampung Tua is a group of houses that function as neighborhoods the original inhabitants of Batam City when Batam began to be built, containing historical values, local culture, or religion that were preserved. This research aims to determine the design of the concept of urban tourism in Kampung Tua Tanjungriau. The method used in this research is the qualitative approach. Data collection was performed with observation, documentation, literature study, and data from local government. The result of this research is the design of urban tourism in Kampung Tua Tanjungriau such as physical and non-physical components of the Kampung Tua Tanjungriau area which has an interesting collaborative design between urban design and urban tourism.","PeriodicalId":31237,"journal":{"name":"Tataloka","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-04-06","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"47770761","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Konsep Penyediaan Sarana Perumahan Skala Kecil Berdasarkan Prinsip-Prinsip Perencanaan Neighborhood Unit dan Walkability 基于邻里单元和步行规划原则的小规模住房供应概念
Tataloka Pub Date : 2022-04-06 DOI: 10.14710/tataloka.24.1.45-61
N. Pusporini, Purwanita Setijanti, Sarah Cahyadini
{"title":"Konsep Penyediaan Sarana Perumahan Skala Kecil Berdasarkan Prinsip-Prinsip Perencanaan Neighborhood Unit dan Walkability","authors":"N. Pusporini, Purwanita Setijanti, Sarah Cahyadini","doi":"10.14710/tataloka.24.1.45-61","DOIUrl":"https://doi.org/10.14710/tataloka.24.1.45-61","url":null,"abstract":"Saat ini pemerintah mengijinkan adanya pembangunan perumahan dengan skala kecil, namun pada umumnya perumahan dengan kawasan kecil ini cenderung tidak dilengkapi dengan sarana yang cukup, tentunya dengan alasan keterbatasan lahan. Permasalahan tersebut juga muncul di Kota Malang yang mayoritas pembangunan perumahan didominasi oleh pembangunan perumahan skala kecil. Penelitian ini akan difokuskan untuk mengidentifikasi kebutuhan minimal sarana perumahan berdasarkan preferensi penghuni, serta menyusun konsep penyediaan sarana perumahan yang sesuai dengan luas kawasan perumahan berdasarkan prinsip-prinsip perencanaan neighborhood unit dan walkability. Penelitian ini menggunakan paradigma post-positivisme dengan pendekatan gabungan kuantitatif dan kualitatif agar dapat menguraikan dan mengukur hasil preferensi secara obyektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis sarana perumahan yang diprioritaskan oleh penghuni untuk berada di dalam kawasan perumahan adalah: sarana peribadatan, pos keamanan, RTH dan toko/warung. Jarak jangkauan berjalan kaki yang disenangi berada dalam radius seratus meter, terutama untuk menuju tempat ibadah, taman atau toko kebutuhan sehari-hari. Sarana prioritas dan radius berjalan kaki tersebut dapat menentukan konsep luas minimal kawasan perumahan skala kecil. Berdasarkan luas kawasan, menurut teori pembangunan perumahan, perumahan skala kecil tidak dapat disebut sebagai sebuah neighborhood unit, namun aglomerasi dari beberapa perumahan skala kecil dengan permukiman masyarakat di sekitarnya membentuk satu neighborhood unit yang dapat menggunakan sarana perumahan secara bersama.","PeriodicalId":31237,"journal":{"name":"Tataloka","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-04-06","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"48541895","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Identification of Sprawl Development Typologies around Toll Road Gates in Java, Indonesia 印度尼西亚爪哇岛收费公路闸门周围蔓延发展类型的识别
Tataloka Pub Date : 2022-04-06 DOI: 10.14710/tataloka.24.1.1-14
R. Aditya, Zumarotul Husna
{"title":"Identification of Sprawl Development Typologies around Toll Road Gates in Java, Indonesia","authors":"R. Aditya, Zumarotul Husna","doi":"10.14710/tataloka.24.1.1-14","DOIUrl":"https://doi.org/10.14710/tataloka.24.1.1-14","url":null,"abstract":"In the last 2 decades, hundreds of kilometers of toll roads have been built on Java, stretching from the east to the west of the island. Many researchers have examined the impact of the physical development of toll roads. From these previous studies, no one had ever identified the types of sprawl development resulting from toll gates. The purpose of this research is to identify the types of sprawl developments caused by the existence of toll gates. This research uses 2 methods: spatial development analysis using Google Earth Pro and literature reviews from publications on the topic of the impact of toll gates. We selected 12 toll gates based on the following criteria: toll gates must represent the western, central, and eastern regions of Java Island & toll gates must represent the time periods of toll development, which were more than 2 decades old, under 2 decades old, and less than 1 decade. The findings show there are variety of sprawl development as a result of the existence of toll gates or exits. The three types of sprawl developments include (1) linear/corridor and leapfrog; (2)concentric/radial and leapfrog and (3) a combination of linear and radial coupled with a leapfrog. ","PeriodicalId":31237,"journal":{"name":"Tataloka","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-04-06","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"48216086","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 1
Review Kebijakan Penggunaan Ruang Terbuka Hijau Perkotaan antara Jakarta dengan New York pada Pandemi COVID-19 关于COVID-19大流行期间雅加达和纽约之间城市绿色开放空间的政策审查
Tataloka Pub Date : 2022-04-06 DOI: 10.14710/tataloka.24.1.15-24
R. Setiowati, Raldi Hendro Koestoer
{"title":"Review Kebijakan Penggunaan Ruang Terbuka Hijau Perkotaan antara Jakarta dengan New York pada Pandemi COVID-19","authors":"R. Setiowati, Raldi Hendro Koestoer","doi":"10.14710/tataloka.24.1.15-24","DOIUrl":"https://doi.org/10.14710/tataloka.24.1.15-24","url":null,"abstract":"Separuh penduduk tinggal di perkotaan dan menjadi penyebab permasalahan lingkungan. Salah satunya adalah alih fungsi lahan hijau menjadi lahan terbangun. Ruang terbuka hijau memiliki fungsi ekologis, ekonomis, dan sosial yang dapat meningkatkan kualitas kehidupan perkotaan. Tujuan penelitian adalah mengkaji kebijakan penggunaan ruang terbuka hijau perkotaan pada pandemi COVID-19 menggunakan metode studi komparasi. Lokasi studi dipilih di Jakarta, Indonesia dan New York, Amerika Serikat karena kedua kota tersebut memiliki jumlah penduduk yang padat dan menjadi pelopor pertama penyebaran COVID-19 di masing-masing Negara.  Responden di New York masih menggunakan ruang hijau perkotaan selama pandemi dan menganggapnya lebih penting untuk kesehatan mental dan fisik daripada sebelum pandemi dimulai. Terdapat kekhawatiran para pengunjung ruang hijau perkotaan di New York terkait jarak sosial, aksesibilitas, dan keamanan. Terjadi perubahan perilaku selama pandemi di Jakarta terhadap ruang hijau perkotaan seperti meningkatnya aktivitas pejalan kaki di sepanjang koridor hijau yang menjadi pendorong kebijakan publik dalam menanggapi perilaku dan kebutuhan baru yang muncul dari pandemi. Berdasarkan bukti empiris, perubahan perilaku di Indonesia diduga disebabkan oleh kebutuhan masyarakat untuk berekreasi dan relaksasi terhadap alam untuk mengurangi dampak psikologis yang disebabkan pembatasan sosial. Kebijakan pembukaan ruang terbuka hijau saat pandemi di Jakarta dapat dipertimbangkan dengan mengutamakan protokol kesehatan. ","PeriodicalId":31237,"journal":{"name":"Tataloka","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-04-06","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"44135878","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Kajian Perubahan Penggunaan Lahan Kawasan Perumahan Nasional di Kecamatan Medan Helvetia
Tataloka Pub Date : 2021-11-30 DOI: 10.14710/tataloka.23.4.553-562
Rima Purnala Rosyi, Anthoni Veery Mardianta
{"title":"Kajian Perubahan Penggunaan Lahan Kawasan Perumahan Nasional di Kecamatan Medan Helvetia","authors":"Rima Purnala Rosyi, Anthoni Veery Mardianta","doi":"10.14710/tataloka.23.4.553-562","DOIUrl":"https://doi.org/10.14710/tataloka.23.4.553-562","url":null,"abstract":"Perum Perumnas which was formed by the Central Government in providing housing for low-income groups of people, made a design with a uniform minimum standard, which in the end the house in a certain period of time will experience changes made by residents. Both the house and the perumnas environment will continue to experience changes every year, this is due to the increasing number of population and the alternation of residents in the perumnas. To find out what changes have occurred in Perumnas Helvetia, data processing and analysis is carried out descriptively and using cross tabulation (crosstab). The results of data processing and analysis show that the building area is the change most often carried out by the occupants of the house. For the area of land / land there is no change. The type of house also affects changes in building area, which means that where the building area changes, the type of house will also change. As for other perumnas environments, roads are the changes that have changed the most in perumnas, ranging from width to pavement.change in the residential enviroment, national housing","PeriodicalId":31237,"journal":{"name":"Tataloka","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-11-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"43589821","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Pemetaan Jalur Jalan Wisata Bukit Jamur di Kabupaten Bengkayang Menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) 利用地理信息系统(SIG)建立支线容量的散装运输线路
Tataloka Pub Date : 2021-11-30 DOI: 10.14710/tataloka.23.4.563-574
Erni Yuniarti, M. Fitriani, Tita Khairiyah
{"title":"Pemetaan Jalur Jalan Wisata Bukit Jamur di Kabupaten Bengkayang Menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG)","authors":"Erni Yuniarti, M. Fitriani, Tita Khairiyah","doi":"10.14710/tataloka.23.4.563-574","DOIUrl":"https://doi.org/10.14710/tataloka.23.4.563-574","url":null,"abstract":"Bukit  Jamur  is  located  in  a  strategic  area  near  Bengkayang  Urban  and  is  an  urban tourism  icon  that  is  popular  with  visitors  to  do  light-scale  hiking.  Although  located  near  urban areas, there are no information boards so visitors are not aware of the existence of tourist sites and the lack of road directions both in the village and on the hiking trails. In addition, inadequate road infrastructure  makes  visitors  feel  uncomfortable.  The  delivery  of  information  with  a  map  is expected  to  make  it  easier  for  visitors  to  know  the  initial  condition  of  the  tourist  location.  The purpose  of  this  research  is  to  map  the  road  to  tourist  sites  equipped  with  road  signs  and information boards so that visitors can know the route clearly. The analysis method in this research uses the method of implementing Geographic Information System (SIG). The findings in the field stated that there are 2 village road paths, namely  the Belangko Hamlet road and the Dusun Jaku Bawah road path that is still lacking road directions and there are 3 hiking paths, namely stairways cliff paths and weeds that have not been equipped with directions and information boards so that there needs to be additional directions and information boards in the village and climbing.","PeriodicalId":31237,"journal":{"name":"Tataloka","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-11-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"41786742","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
0
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
确定
请完成安全验证×
相关产品
×
本文献相关产品
联系我们:info@booksci.cn Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。 Copyright © 2023 布克学术 All rights reserved.
京ICP备2023020795号-1
ghs 京公网安备 11010802042870号
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:604180095
Book学术官方微信
小红书