{"title":"Kapitalisme, Patriarki dan Globalisasi: Menuju Langgengnya Kekerasan Berbasis Gender Online","authors":"Ina Yosia Wijaya, Lidya Putri Loviona","doi":"10.22146/jwk.2243","DOIUrl":"https://doi.org/10.22146/jwk.2243","url":null,"abstract":"Tulisan ini—dengan merujuk kepada tema besar “Kekerasan Gender Berbasis Online di Era Pandemi”—mencoba memaparkan bagaimana kontribusi sistem kapitalisme, budaya patriarki, dan globalisasi dalam mendukung lestarinya kekerasan gender secara daring yang sedang marak terjadi di tengah pandemi. Temuan pada tulisan menunjukkan bahwa sistem kapitalisme memegang peranan kunci dalam mendorong terciptanya budaya patriarki dan globalisasi, yang pada akhirnya mendorong langgengnya kekerasan berbasis gender. Berangkat dari perspektif marxist-feminism dengan premis utama bahwa sistem kapitalisme melakukan aksi eksploitasi atas kaum proletar dengan melegalkan segala cara termasuk membangun kesadaran palsu—false consciousness, temuan pada tulisan akan dielaborasikan lebih lanjut melalui tiga bahasan utama. Pertama, akan dipaparkan temuan bahwa opresi terhadap kaum wanita di tengah lingkungan yang patriarki merupakan salah satu upaya manifestasi elit kapitalis untuk melanggengkan sistem kapitalisme. Kedua, komodifikasi wanita—seperti isu human trafficking— dipercaya sebagai konsekuensi dari sistem kapitalis yang memberikan kebebasan komodifikasi atas segala sumber daya. Terakhir, akan dipaparkan fenomena globalisasi—sebagai salah satu produk liberalisme-kapital—yang dipercaya telah mendorong masifnya aksi human trafficking berbasis daring. Pada akhirnya, melalui temuan dan bahasan terkait kapitalisme sebagai sistem kunci yang telah melanggengkan kekerasan berbasis gender, diharapkan akan muncul kesadaran publik sehingga muncul aksi emansipasi dalam mendorong runtuhnya sisi eksploitatif sistem kapitalisme secara umum dan kekerasan berbasis gender secara khusus. ===== This paper—referring to the big theme of “Online-Based Gender Violence in the Pandemic Era”—tries to explain the contribution of the capitalist system, patriarchal culture, and globalization in supporting the sustainability of gender-based violence that is currently rife in the midst of a pandemic. The findings in this paper show that the capitalist system plays a key role in encouraging the creation of a patriarchal culture and globalization, which in turn encourages the perpetuation of gender-based violence. Departing from the perspective of marxist-feminism with the main premise that the capitalist system exploits the proletariat by legalizing all means, including building false consciousness, the findings in this paper will be further elaborated through three main topics. First, the findings will be presented that the oppression of women in a patriarchal environment is one of the manifestations of the capitalist elite to perpetuate the capitalist system. Second, the commodification of women—such as the issue of human trafficking—is believed to be a consequence of the capitalist system that provides freedom for the commodification of all resources. Finally, we will describe the phenomenon of globalization—as one of the products of capital-liberalism—which is believed to have encouraged the mas","PeriodicalId":311899,"journal":{"name":"Jurnal Wanita dan Keluarga","volume":"64 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-07-26","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"121258181","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Preventing the Wrongful Criminalization of Online Gender-based Violence Victims: A Look into Law No. 44 of 2008 on Pornography","authors":"Almyra Luna Kamilla","doi":"10.22146/jwk.2241","DOIUrl":"https://doi.org/10.22146/jwk.2241","url":null,"abstract":"Undang-Undang No. 44 Tahun 2008 tentang Pornografi secara eksplisit melarang keras pembuatan konten yang mengandung pornografi, namun disisi lain, Penjelasan Pasal 4 ayat (1) pada Undang-Undang tersebut secara implisit memberikan hak bagi masyarakat untuk membuat materi pornografi selama ditujukan untuk diri sendiri dan demi kepentingan sendiri. Hal ini membuat adanya perdebatan yang dipengaruhi juga oleh nilai-nilai dasar bangsa Indonesia sebagai negara yang beradab dan beragama. Dalam prakteknya, Pasal 4 ayat (1) UU No. 44 Tahun 2008 tidak jarang disalahgunakan untuk menjadikan korban Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) sebagai tersangka dalam kasus pornografi. Melalui pendekatan feminis dan berorientasi korban, Penelitian ini akan membahas bagaimana UU No. 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dimanfaatkan baik sengaja atau tidak sengaja, sebagai senjata dalam reviktimisasi perempuan korban KBGO. Penulis menggunakan pendekatan yuridis-normatif dimana Penelitian ini didasari atas analisa terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia serta studi literatur. Hasil penelitian ini menemukan bahwa pada UU No. 44 Tahun 2008 tentang Pornografi terdapat perbedaan norma yaitu antara Pasal 4 ayat (1) dengan Penjelasan Pasal 4 ayat (1). Selanjutnya, dapat disimpulkan bahwa perbedaan norma tersebut disertai dengan pendekatan penegak hukum di Indonesia yang cenderung konservatif, memicu fenomena dimana korban KBGO yang seharusnya dilindungi justru dikriminalisasi \u0000===== \u0000Law No. 44 of 2008 on Pornography explicitly condemned the creation of pornographic content, on the other hand, the Elucidation of Art. 4 (1) of the Law implicitly grants the right for the people to create pornographic material so long as it is intended for oneself and one’s interest. This issue has caused a debate that is also influenced by the fundamental values of Indonesia as a nation that is civilized and religious. In practice, Art. 4 (1) of Law No. 44 of 2008 on Pornography is often misused to cause victims of Online Gender-based Violence into suspects of cases of pornography. Using the feminist approach and victim-oriented perspective, this Research will discuss how Law No. 44 of 2008 on Pornography is utilized, on purpose or otherwise, as a weapon in revictimizing women who are victims of Online Gender-based Violence. The Author used the juridical-normative method in which the Research is constructed based on the analysis of Indonesian laws and regulations as well as literature studies. The results of this Research found that there are contradicting norms within Law No. 44 of 2008 on Pornography specifically between Art. 4 (1) and its Elucidation. Furthermore, it can be concluded that such contradicting norms complemented with the approach of Indonesian law enforcers which tends to be conservative, precipitated a phenomenon in which victims of Online Gender-based Violence who are supposed to be protected ended up criminalized.","PeriodicalId":311899,"journal":{"name":"Jurnal Wanita dan Keluarga","volume":"81 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-07-26","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"121595769","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Kekeliruan Pemahaman Tentang Online Grooming dalam Sistem Hukum di Indonesia","authors":"Annisa Hafizhah, Lamsumihar Andjelina Panggabean","doi":"10.22146/JWK.2238","DOIUrl":"https://doi.org/10.22146/JWK.2238","url":null,"abstract":"Hukum diciptakan manusia untuk melindungi dan menertibkan masyarakat. Sayangnya, hukum yang dibuat manusia memiliki keterbatasan saat berhadapan dengan perubahan zaman. Pola kehidupan masyarakat terus berkembang dan hukum dituntut untuk selalu bisa menyeleraskan diri padahal proses menciptakan hukum tidak mudah. Perlu pemikiran dan waktu yang cukup untuk merumuskan peraturan yang baik sementara masyarakat tidak bisa menunggu hukum terlalu lama untuk menyelesaikan berbagai fenomena yang terjadi, termasuk online grooming. Online grooming adalah kekerasan berbasis gender yang dilakukan secara online untuk memperdaya korban agar menyerahkan foto atau video yang memuat atribut seksualnya. Saat ini belum ada peraturan yang secara khusus mengatur online grooming, namun ada beberapa metode tertentu yang bisa digunakan agar peraturan perundang-undangan yang ada saat ini bisa dipakai untuk menjerat pelaku online grooming. \u0000===== \u0000Law was created by humans to protect and order society. Unfortunately, human-made laws have limitations when facing the massive development. The pattern of people's culture continues to develop and the law is expected to always be relevant even though the process of creating laws is not easy. It takes a lot of concern and time to formulate good rules, while society cannot wait too long for the law to resolve various phenomena that occur, including online grooming. Online grooming is an online gender-based violence that is carried out to trick victims into submitting photos or videos that contain their sexual attributes. Currently there are no regulations that specifically regulate online grooming, but there are certain methods that can be used so that the existing laws and regulations can be used to arrest online grooming criminals.","PeriodicalId":311899,"journal":{"name":"Jurnal Wanita dan Keluarga","volume":"13 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-07-26","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"134251636","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Nur Hidayati, Ardiani Nur Fadhila, Muhammad Adhimas Prasetyo
{"title":"Narasi Domestikasi Perempuan Era Kemerdekaan pada Enam Cerpen S. Rukiah yang Terhimpun dalam Buku Tandus","authors":"Nur Hidayati, Ardiani Nur Fadhila, Muhammad Adhimas Prasetyo","doi":"10.22146/jwk.1024","DOIUrl":"https://doi.org/10.22146/jwk.1024","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk melihat peran dan posisi perempuan dalam narasi sastra, terutama dalam konstruksi ruang publik mereka saat masa revolusi kemerdekaan dalam cerpen karya Siti Rukiah yang terhimpun di buku berjudul Tandus. Pergerakan revolusi tersebut masih sering dikaitkan dengan laki-laki yang memiliki jiwa maskulin, serta memiliki kreativitas yang lebih tinggi dibandingkan perempuan. Laki-laki dan perempuan dinarasikan dengan cara yang berbeda. Berkutat pada konteks sosial, narasi perempuan terus-menerus direproduksi, bahkan dalam narasi sastra-sejarah pada masa kemerdekaan Indonesia kehadiran mereka tetap dikecualikan. Konstruksi perempuan dibentuk melalui kacamata laki-laki maupun pandangan perempuan yang hidup dalam dominasi laki-laki. Tulisan ini menggunakan lensa analssis dengan teori feminisme. Metode penelitian adalah deskriptif kualitatif yang dilakukan dengan melakukan melakukan analisis terhadap struktur penarasian perempuan yang ada di dalam teks sastra. Data penelitian dikoleksi dari unit-unit kalimat yang berhubungan masalah penelitian, yakni penarasian tentang perempuan. Temuan tulisan ini adalah bahwa perempuan selalu hadir dan dihubungkan dengan laki-laki, baik dalam hubungan sebagai anak, kekasih, istri, dan ibu dari laki-laki. Melalui narasi dalam praktik-praktik sosial, karakter perempuan dihancurkan dengan menempatkan mereka kembali ke ranah domestik yang melanggengkan dominasi patriarki.","PeriodicalId":311899,"journal":{"name":"Jurnal Wanita dan Keluarga","volume":"03 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-12-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"129896289","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Subalternitas Perempuan Bali dalam Cerpen Api Sita Karya Oka Rusmini: Kajian Feminisme Pascakolonial","authors":"Imarafsah Mutianingtyas, Diyah Prilly Upartini, Badri Badri","doi":"10.22146/jwk.1119","DOIUrl":"https://doi.org/10.22146/jwk.1119","url":null,"abstract":"Penelitian ini berusaha mengungkapkan subalternitas perempuan Bali pada masa kolonial dalam cerpen Api Sita. Mempelajari subalternitas dalam karya sastra berarti membaca dan menginterpretasikan pandangan seorang pengarang mengenai kondisi yang menjadi identitas kelompok subaltern. Oka Rusmini mengkombinasikan struktur dominasi kultural dan sosial dengan struktur dominasi politik dan militer dalam Api Sita. Sistem pengkastaan dalam masyarakat Bali menentukan struktur dominasi dan pandangan terhadap perempuan. Dominasi berlapis seringkali terjadi di kalangan masyarakat berkasta rendah terutama pada masa kolonial. Kedua hal tersebut digambarkan lewat tokoh perempuan dengan posisi yang subaltern. Secara tidak sadar kerangka berpikir perempuan telah dibentuk oleh sistem patriarki dan hal tersebut berangsur-angsur disadari oleh tokoh perempuan di dalam Api Sita. Tulisan ini menggunakan perspektif Subalternitas dari Gayatri Spivak. Sebagai metode, analisis narasi cerita digunakan dalam koleksi dan analisis data. Temuan dari tulisan ini adalah bahwa Oka Rusmini secara gamblang menghadirkan konflik-konflik tersebut melalui pengalaman perempuan sebagai bagian dari kelompok subaltern yang tidak mampu bersuara, bahkan hanya dalam bentuk pikiran dan harapan.","PeriodicalId":311899,"journal":{"name":"Jurnal Wanita dan Keluarga","volume":"2013 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-12-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"127429425","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Abi Ihsanullah, S. Rahayu, Valentina Edellwiz Edwar
{"title":"Objektivikasi Dibalik Subjektifikasi Perempuan dalam Iklan Pantene: Interview Kerja yang Terberat","authors":"Abi Ihsanullah, S. Rahayu, Valentina Edellwiz Edwar","doi":"10.22146/jwk.1030","DOIUrl":"https://doi.org/10.22146/jwk.1030","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perempuan-perempuan yang dinarasikan di dalam iklan Pantene. Iklan rambut adalah salah satu iklan yang banyak mengekspos bagian tubuh perempuan sebagai yang dikomersialisasikan sekaligus digunakan untuk mengobjektivikasi perempuan. Iklan tersebut dipilih karena mengangkat isu-isu perempuan dalam interview kerja. Interview kerja ini menjadi penting karena menempatkan perempuan dalam ranah publik. Konsep Gaye Tuchman tentang symbolic annihilation dan konsep Laura Mulvey tentang male gaze and visual pleasure digunakan untuk mempresentasikan bagaimana perempuan dinarasikan menjadi objek untuk dinilai dan dievaluasi berdasarkan atribut semu dalam iklan tersebut. Metode yang digunakan di dalam penelitian ini adalah analysis isi. Aspek-aspek objektivikasi terhadap perempuan dikoleksi dari iklan-iklan tersebut. Dari penelitian ini, ditemukan bahwa perempuan hanya dinilai dari bentuk tubuh yang secara langsung membuatnya kembali menjadi objek lewat media.","PeriodicalId":311899,"journal":{"name":"Jurnal Wanita dan Keluarga","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-12-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"116439020","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Helmina Kastanya, M. Heriyanti, Destriyadi Heriyanti
{"title":"Eksistensi Perempuan pada Tokoh Kekayi dalam Cerpen Kekayi dan Pohon Api Karya Oka Rusmini","authors":"Helmina Kastanya, M. Heriyanti, Destriyadi Heriyanti","doi":"10.22146/jwk.1029","DOIUrl":"https://doi.org/10.22146/jwk.1029","url":null,"abstract":"Upaya untuk menyetarakan posisi perempuan dengan laki-laki masih terus berlangsung. Cerpen sebagai media ekspresi menyuarakan pandangan termasuk perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui posisi perempuan lewat karya sastra Pohon Api dan Kekayi karya Oka Rusmini. Penelitian ini menggunakan teori feminis eksistensialis Beauvoir. Intensitas Oka Rusmini dalam karya-karyanya menunjukkan perjuangan pemosisian perempuan. Bagaimana pemosisian perempuan di dalam kedua cerpen dilakukan oleh pengarang dan bagaimana entitas perempuan yang berbeda, perempuan, sebagai anak, sebagai ibu, diposisikan di dalam cerpen ini. Metode penelitian ini menggunakan analisis isi cerita dengan melihat kalimat, dan paragraf yang terkait dengan persoalan eksistensi perempuan di dalam kedua novel.","PeriodicalId":311899,"journal":{"name":"Jurnal Wanita dan Keluarga","volume":"32 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-12-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"115294329","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Wista Ayu Pratiwi, Baiq Annisa Yulfana, Muh. Fathan Zamani
{"title":"Konstruksi Budaya pada Tubuh Perempuan Bali dalam Novel Kenanga Karya Oka Rusmini","authors":"Wista Ayu Pratiwi, Baiq Annisa Yulfana, Muh. Fathan Zamani","doi":"10.22146/jwk.1028","DOIUrl":"https://doi.org/10.22146/jwk.1028","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi posisi perempuan kasta Brahmana di Bali yang di konstruksi oleh budaya Bali sebagai perempuan yang harus mematuhi aturan-aturan yang sudah digariskan. Kenanga menanggung kebusukan masa lalu, ketidakberdayaannya melawan dirinya yang berada dalam bayang-bayang sebuah peristiwa kelam yang dilakukan oleh lelaki. Laki-laki tersebut kini menjadi adik iparnya, yang mengawini adiknya yaitu Kencana. Terjadi pergolakan batin untuk melawan, tetapi tubuh menjadi saksi bisu ketidaksetaraan dalam kehidupan Kenanga. Penelitian ini akan menggunakan teori Judith Butler mengenai bagaimana ‘sex’ atau jenis kelamin sebagai fakta biologis dan ‘gender’ merupakan interpretasi kebudayaan. Dalam hal ini Kenanga sebagai gadis Bali terperangkap dalam kebudayaan, kenyataan bahwa adiknya Kencana menikah dengan lelaki yang Kenanga cintai dan telah menanamkan benih pada dirinya.","PeriodicalId":311899,"journal":{"name":"Jurnal Wanita dan Keluarga","volume":"131 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-12-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"133529379","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Transisi Sosial Budaya Adat Pernikahan Suku Bugis Di Makassar 1960","authors":"A. R","doi":"10.22146/jwk.767","DOIUrl":"https://doi.org/10.22146/jwk.767","url":null,"abstract":"Berkembangnya pendidikan di Kota Makasar pada tahun 1960 mampu merubah budaya adat pernikahan Suku Bugis yang sangat mahal dan tatacara yang rumit menjadi lebih sederhana. Tata cara pernikahan yang rumit dan mahal tersebut dipengaruhi oleh ideologi adat pernikahan yang sangat memperhatikan “Siri” yang berarti harga diri dan “Messe” yang berarti peduli pada orang lain. \u0000Pernikahan Adat Bugis harus melalui berbagai tahapan yaitu Mammanu ‘manu’ yaitu mencarikan jodoh untuk anak laki-laki, Mappese ‘pese’ yaitu menyelidiki calon pengantin perempuan, Massaro yaitu meminang, Mappetu Ada yaitu menentukan hari pernikahan, uang belanja serta mahar, Mappare Boting yaitu mengantarkan pengantin laki-laki ke pengantin perempuan dan Mapparola yaitu mengantarkan pengantin perempuan ke keluarga pengantin laki-laki. Proses ini dilakukan dalam jangka waktu yang lama dan membutuhkan biaya besar. Di samping biaya tersebut pengantin laki-laki juga dibebani uang ‘Panai’ (mahar) yang sangat mahal tergantung kondisi sosial ekonomi pengantin perempuan. \u0000Studi Pustaka yang dilakukan menunjukkan majunya pendidikan di Kota Makasar yang ditandai dengan berdirinya Universitas Negeri Makasar (UNHAS) pada tahun 1956 dan Universitas Negeri Makasar (UNM) pada tahun 1961 berdampak pada majunya pendidikan masyarakat setempat dan mampu merubah pola pikir masyarakat tentang adat pernikahan. Perubahan yang terjadi adalah penyederhanaan tatacara pernikahan dan penentuan uang panai yang semakin murah.","PeriodicalId":311899,"journal":{"name":"Jurnal Wanita dan Keluarga","volume":"72 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-07-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"129189347","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}