Transisi Sosial Budaya Adat Pernikahan Suku Bugis Di Makassar 1960

A. R
{"title":"Transisi Sosial Budaya Adat Pernikahan Suku Bugis Di Makassar 1960","authors":"A. R","doi":"10.22146/jwk.767","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Berkembangnya pendidikan di Kota Makasar pada tahun 1960 mampu merubah budaya adat pernikahan Suku Bugis yang sangat mahal dan tatacara yang rumit menjadi lebih sederhana. Tata cara pernikahan yang rumit dan mahal tersebut dipengaruhi oleh ideologi adat pernikahan yang sangat memperhatikan “Siri” yang berarti harga diri dan “Messe” yang berarti peduli pada orang lain. \nPernikahan Adat Bugis harus melalui berbagai tahapan yaitu  Mammanu ‘manu’ yaitu mencarikan jodoh untuk anak laki-laki, Mappese ‘pese’ yaitu menyelidiki calon pengantin perempuan, Massaro yaitu meminang, Mappetu Ada yaitu menentukan hari pernikahan, uang belanja serta mahar, Mappare Boting yaitu mengantarkan pengantin laki-laki ke pengantin perempuan dan Mapparola yaitu mengantarkan pengantin perempuan ke keluarga pengantin laki-laki. Proses ini dilakukan dalam jangka waktu yang lama dan membutuhkan biaya besar. Di samping biaya tersebut pengantin laki-laki juga dibebani uang ‘Panai’ (mahar) yang sangat mahal tergantung kondisi sosial ekonomi pengantin perempuan. \nStudi Pustaka yang dilakukan menunjukkan majunya pendidikan di Kota Makasar yang ditandai dengan berdirinya Universitas Negeri Makasar (UNHAS) pada tahun 1956 dan Universitas Negeri Makasar (UNM) pada tahun 1961 berdampak pada majunya pendidikan masyarakat setempat dan mampu merubah pola pikir masyarakat tentang adat pernikahan. Perubahan yang terjadi adalah penyederhanaan tatacara pernikahan dan penentuan uang panai yang semakin murah.","PeriodicalId":311899,"journal":{"name":"Jurnal Wanita dan Keluarga","volume":"72 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2020-07-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Jurnal Wanita dan Keluarga","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.22146/jwk.767","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0

Abstract

Berkembangnya pendidikan di Kota Makasar pada tahun 1960 mampu merubah budaya adat pernikahan Suku Bugis yang sangat mahal dan tatacara yang rumit menjadi lebih sederhana. Tata cara pernikahan yang rumit dan mahal tersebut dipengaruhi oleh ideologi adat pernikahan yang sangat memperhatikan “Siri” yang berarti harga diri dan “Messe” yang berarti peduli pada orang lain. Pernikahan Adat Bugis harus melalui berbagai tahapan yaitu  Mammanu ‘manu’ yaitu mencarikan jodoh untuk anak laki-laki, Mappese ‘pese’ yaitu menyelidiki calon pengantin perempuan, Massaro yaitu meminang, Mappetu Ada yaitu menentukan hari pernikahan, uang belanja serta mahar, Mappare Boting yaitu mengantarkan pengantin laki-laki ke pengantin perempuan dan Mapparola yaitu mengantarkan pengantin perempuan ke keluarga pengantin laki-laki. Proses ini dilakukan dalam jangka waktu yang lama dan membutuhkan biaya besar. Di samping biaya tersebut pengantin laki-laki juga dibebani uang ‘Panai’ (mahar) yang sangat mahal tergantung kondisi sosial ekonomi pengantin perempuan. Studi Pustaka yang dilakukan menunjukkan majunya pendidikan di Kota Makasar yang ditandai dengan berdirinya Universitas Negeri Makasar (UNHAS) pada tahun 1956 dan Universitas Negeri Makasar (UNM) pada tahun 1961 berdampak pada majunya pendidikan masyarakat setempat dan mampu merubah pola pikir masyarakat tentang adat pernikahan. Perubahan yang terjadi adalah penyederhanaan tatacara pernikahan dan penentuan uang panai yang semakin murah.
1960年马卡萨布吉斯部落文化文化文化文化的社会过渡
1960年,马卡萨市教育的蓬勃发展使得昂贵的布吉斯文化和复杂的法令变得更加简单。这些复杂而昂贵的婚礼仪式受到传统婚姻意识形态的影响,这种意识形态对“Siri”的意义是自尊,“Messe”的意义是关心他人。婚礼习俗Bugis必须通过各种“Mammanu manu阶段”,即找到一个灵魂伴侣来男孩Mappese‘这就是调查未来的新娘,Massaro求婚、婚礼Mappetu有即决定购物和嫁妆钱,Mappare Boting即送新郎新娘和Mapparola即送新娘新郎的家人。这一过程需要很长时间,需要很长时间。除了新娘的经济状况外,新郎还背负着非常昂贵的“帕尼”(嫁妆)。该图书馆的研究表明,以1956年马卡萨州立大学(UNHAS)成立为标志的马卡萨市教育学院(UNHAS)和1961年马卡萨州立大学(UNM)对当地社区教育产生了影响,能够改变人们对婚姻传统的看法。所发生的变化是简化婚姻规则和更便宜地确定帕尼的钱。
本文章由计算机程序翻译,如有差异,请以英文原文为准。
求助全文
约1分钟内获得全文 求助全文
来源期刊
自引率
0.00%
发文量
0
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
确定
请完成安全验证×
copy
已复制链接
快去分享给好友吧!
我知道了
右上角分享
点击右上角分享
0
联系我们:info@booksci.cn Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。 Copyright © 2023 布克学术 All rights reserved.
京ICP备2023020795号-1
ghs 京公网安备 11010802042870号
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:604180095
Book学术官方微信
小红书