{"title":"GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG KEHAMILAN TIDAK DIINGINKAN PADA REMAJA PUTRI KELAS XI DI SMA NEGERI 3 TEMANGGUNG TAHUN 2023","authors":"Regik widi Wardani, Anggit Eka Ratnawati, Desi Darmawati","doi":"10.48092/jik.v10i1.228","DOIUrl":"https://doi.org/10.48092/jik.v10i1.228","url":null,"abstract":"Latar Belakang:. Angka kehamilan remaja di Indonesia tergolong tinggi. Menurut laporan Bank Dunia memperkirakan bahwa sebanyak 46,9% dari 1000 remaja di Indonesia berusia 15-19 tahun pernah melahirkan, angka ini sedikit lebih tinggi dari rata-rata Dunia sebesar 42%. Pada tahun 2021 BKKBN menyatakan bahwa dari jumlah penduduk remaja di Indonesia usia (14-19 tahun) terdapat 19,6% kasus kehamilan tidak diinginkan dan sekitar 20% kasus aborsi di Indonesia yang dilakukan oleh remaja. Pengetahuan remaja terhadap kesehatan reproduksi yang rendah, menjadikan remaja lebih mempercayai mitos bahwa perempuan tidak akan hamil jika melakukan hanya sekali. Tujuan Penelitian: Mengetahui gambaran tingkat pengetahuan kehamilan tidak diinginkan pada remaja putri kelas XI di SMA Negeri 3 Temanggung. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Populasi yaitu seluruh siswi kelas XI SMA Negeri 3 Temanggung dengan jumlah 175 orang dengan besar sampel 63 orang dengan teknik pengambilan sampel random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan Analisis data penelitian ini menggunakan univariat. Hasil Penelitian : Pengetahuan remaja putri tentang kehamilan tidak diinginkan di SMA Negeri 3 Temanggung dengan kategori baik sebanyak 61 responden (96,8%), kategori cukup sebanyak 2 orang (3,2%), dan kategori kurang sebanyak 0 (0%). Sebagian besar responden adalah remaja akhir sebanyak 43 siswi (68,2%). Kesimpulan: Tingkat pengetahuan remaja putri tentang kehamilan tidak diinginkan kelas XI di SMA Negeri 3 Temanggung sebagian besar dengan kategori baik sebanyak 61 responden (96,8%).","PeriodicalId":309857,"journal":{"name":"Jurnal Ilmu Kebidanan","volume":" 15","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-12-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139142183","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP WUS DENGAN MINAT MELAKUKAN PEMERIKSAAN IVA TEST DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MELAK TAHUN 2021","authors":"","doi":"10.54444/jik.v13i2.131","DOIUrl":"https://doi.org/10.54444/jik.v13i2.131","url":null,"abstract":"Preliminary: Cervical cancer is the fourth most common type of cancer experienced by women. The IVA test is a method of screening cervical cancer lesions that is easy, simple and feasible. Analyzing the relationship between WUS knowledge and attitude factors with WUS interest in the working area of the Melak Health Center carrying out the IVA test. Method: This study uses a quantitative approach, analytical observational with a cross sectional design. The research sample amounted to 105 WUS who met the inclusion criteria. Result: The results showed that statistical analysis with Somer's D test showed that there was a relationship between knowledge (p-value = 0.000) and attitude (p-value = 0.001) with WUS interest in carrying out the IVA test. Conclusion: There is relationship between knowledge and attitude with iterest of IVA Test examination. The Puskesmas is expected to increase the target, coverage and education regarding the IVA test for WUS in their working area. Keywords: Reproductive age woman, Knowledge, Attitude, IVA test","PeriodicalId":309857,"journal":{"name":"Jurnal Ilmu Kebidanan","volume":"35 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-08-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"135055298","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"PENGARUH PEMBERIAN EDUKASI PENDIDIKAN KESEHATAN ANEMIA TERHADAP PENGETAHUAN REMAJA PUTRI DI SMK PUSPONEGORO BREBES TAHUN 2022","authors":"","doi":"10.54444/jik.v13i2.123","DOIUrl":"https://doi.org/10.54444/jik.v13i2.123","url":null,"abstract":"Anemia adalah suatu kondisi tubuh dimana kadar hemoglobin (Hb) dalam darah lebih rendah dari normal. Hemoglobin adalah salah satu komponen dalam sel darah merah/eritrosit yang berfungsi untuk mengikat oksigen dan menghantarkannya ke seluruh sel jaringan tubuh. Hasil penelitian berdasarkan pengetahuan responden tentang anemia di SMK Pusponegoro ada 3 katagori yaitu pengetahuan baik , cukup dan kurang baik. Jika jumlah benar ≥ 76% dikelompokkan pengetahuan baik, jika jawaban benar 56-76% dikelompokkan pengetahuan cukup dan jika jawaban benar <56% dikelompokkan pengetahuan kurang baik. Untuk melihat katagori gambaran sikap responden di SMK Pusponegoro terdapat 2 kategori yaitu positif jika scor jawaban ≥ mean/median dan negatif jika scor jawaban < mean /median. Jenis data yang diteliti adalah data kuantitatif dan sumber datanya adalah data primer karena data yang diperoleh dari hasil wawancara dengan menggunakan kuesioner atau berupa uraian/ penjelasan mengenai variabel yang diteliti. Dari hasil penelitian dan pembahasan pada remaja tentang kebutuhan tablet besi pada penceghan anemia di SMK Pusponegoro tahun 2022 dapat disimpulkan bahwa Mayoritas responden memiliki pengetahuan cukup (74,2%) dan minoritas memiliki pengetahuan baik (9,6%). Mayoritas responden memiliki sikap positif (61,3%), dan minoritas responden memiliki sikap negatif (38,7%).","PeriodicalId":309857,"journal":{"name":"Jurnal Ilmu Kebidanan","volume":"44 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-08-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"135055313","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Determinan Kunjungan Masa Nifas di Masa Pasca Pandemi di Wilayah Kerja Puskesmas Klikiran tahun 2022","authors":"","doi":"10.54444/jik.v13i2.133","DOIUrl":"https://doi.org/10.54444/jik.v13i2.133","url":null,"abstract":"Background: The postpartum period is a period of recovery for the reproductive organs after childbirth and is an important period for both mother and baby. The most common causes of maternal death in Indonesia are bleeding, hypertension in pregnancy, infections, metabolic disorders, and others. Bleeding that usually occurs during the puerperium. Through postpartum visits it is expected to be able to detect complications of the puerperium early. Purpose: to analyze the determinants of postpartum visits in the post-pandemic period in the Working Area of the Klikiran Health Center in 2022. Method: Type of correlative study with an analytic design with a cross sectional approach. Sampling technique total sampling, totaling 33 respondents. The results of the study: the results of the bivariate test showed that the variables were mother's age (p value = 0.392), education (p value = 0.266), occupation (p value = 0.052), parity (p value = 0.335), knowledge (p value = 0.015), and support (p value = 0.730) Conclusion: factors related to the completeness of postpartum visits in the Post-Pandemic Period in the Working Area of the Klikiran Health Center in 2022 are work (p value = 0.052) and knowledge (p value = 0.015). Keywords: Determinants, Visits, Postpartum Mothers","PeriodicalId":309857,"journal":{"name":"Jurnal Ilmu Kebidanan","volume":"8 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-08-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"135055300","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN KESIAPAN MENGHADAPI MENOPAUSE PADA WANITA USIA PREMENOPAUSE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS JATIBARANG","authors":"","doi":"10.54444/jik.v13i2.134","DOIUrl":"https://doi.org/10.54444/jik.v13i2.134","url":null,"abstract":"Abstrak Semua orang akan mengalami proses siklus kehidupan, dari mulai lahir, anak-anak, remaja, dewasa, dan lansia (senja), setelah itu meninggal. Hal itu menjadikan sebagai sunatullah (ketentuan dari Tuhan). Oleh karena itu, kita sebagai umat manusia haruslah memanfaatkan momen ini sebagai momen yang bermanfaat dalam setiap fasenya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif, dengan pendekatan Cross Sectional karena penelitian ini bertujuan untuk mencari hubungan dari kondisi yang sedang terjadi dengan jumlah sampel sebanyak 72 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 56,9 wanita premenopause memiliki pengetahuan yang tinggi dan 15,3 % siap menghadapi menopause dengan nilai p-value 0,01 (p < 0,05) yang menunjukkan bahwa hubungan antara pengetahuan menopause dengan kesiapan menghadapi menopause pada wanita usia premenopause di Wilayah Kerja Puskesmas Jatibarang. Ada hubungan positif antara tingkat pengetahuan tentang menopause dengan kesiapan menghadapi menopause dengan keeretan hubungan kuat. Semakin baik tingkat pengetahuan tentang menopause maka semakin siap dalam menghadapi menopause.","PeriodicalId":309857,"journal":{"name":"Jurnal Ilmu Kebidanan","volume":"41 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-08-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"135055643","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG MENSTRUASI DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA SISWI KELAS VIII DI MTS NURUL ISLAM BREBES TAHUN 2023","authors":"","doi":"10.54444/jik.v13i2.130","DOIUrl":"https://doi.org/10.54444/jik.v13i2.130","url":null,"abstract":"Menstruasi adalah perdarahan yang terjadi secara periodik dan berkala akibat meluruhnya lapisan endometrium pada dinding uterus yang akan berlangsung sekitar 14 hari setelah terjadinya proses ovulasi. Anemia adalah suatu keadaan dimana kadar haemoglobin (Hb) dalam darah lebih rendah dari nilai normal (Hb normal 11-12 gr/dl). Kasus anemia pada remaja putri di kabupaten Brebes mencapai 20,07%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan remaja putri tentang menstruasi dengan kejadian anemia pada siswi kelas VIII di MTs Nurul Islam Slatri Tahun 2023. Dalam penelitian ini, jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan metode rancangan penelitian cross sectional. Populasi yang diteliti adalah siswi kelas VIII yang sudah mengalami menstruasi, sampel diambil dengan cara total sampling. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis bivariat dengan rumus Rank Spearman. Penelitian di MTs Nurul Islam yang dilakukan kepada 61 responden yang mempunyai pengetahuan baik sebagian besar tidak mengalami anemia yaitu 18 responden (70,50%), sedangkan respoinden yang berpengetahuan kurang semuananya mengalami anemia 20 (100%). Dari hasil uji statistik Rank Spearman pada penelitian tentang hubungan antara tingkat pengetahuan remaja putri tentang menstruasi dengan kejadian anemia pada siswi kelas VIII, diketahui bahwa p value = 0,000, lebih kecil dari α (0,05) sehingga hipotesis nol ditolak yang berarti ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan remaja tentang menstruasi dengan kejadian anemia. Keeratan hubungan yang diperoleh, termasuk dalam kategori kuat karena r – hitung = 0,726 dimana berada pada rentang 0,60 – 0,799. Dari uraian diatas diharapkan petugas kesehatan memberikan penyuluhan kesehatan tentang pengetahuan menstruasi dan Anemia pada Remaja putri agar remaja dapat tumbuh sehat.","PeriodicalId":309857,"journal":{"name":"Jurnal Ilmu Kebidanan","volume":"12 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-08-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"135055642","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"HUBUNGAN INISIASI MENYUSU DINI (IMD), DUKUNGAN BIDAN, DAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP PEMBERIAN ASI EKSLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANDAR JAYA LAMPUNG TENGAH TAHUN 2022","authors":"","doi":"10.54444/jik.v13i2.140","DOIUrl":"https://doi.org/10.54444/jik.v13i2.140","url":null,"abstract":"Berdasarkan data WHO di Indonesia terdapat 1 dari 2 bayi berusia kurang dari 6 bulan yang diberikan ASI secara eksklusif dan kurang dari 5% anak di Indonesia yang masih diberikan ASI eksklusif pada usia 23 bulan. Dampak tidak diberikan ASI eksklusif bayi tidak memperoleh nutrisi yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi, Dukungan suami memberikan ketenangan psikologis ibu sehingga kerja otak yang memberikan stimulus pada organ pembentuk ASI dapat menjadi lancar. Rendahnya tenaga kesehatan khususnya bidan dalam pemberian edukasi terhadap pentingnya ASI eksklusif. Desain penelitian kuantitatif, pendekatan cross-sectional, Populasinya ibu yang mempunyai bayi usia 6 – 7 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Bandar Jaya Lampung Tengah yaitu 45 bayi. Menggunakan teknik total sampling. Penelitian ini dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Bandar Jaya pada Agustus-Desember 2022. Hasil penelitian, ibu yang tidak melakukan Pemberian ASI Ekslusif berjumlah 60,0% ibu yang tidak melakukan IMD berjumlah 53,3%, ibu yang tmendapat dukungan Bidan 60,0%, ibu yang tidak mendapat dukungan keluarga 53,3%, Berdasarkan analisa Chi-square menunjukkan bahwa nilai p=0,011, ada hubungan antara IMD terhadap pemberian ASI eksklusif, nilai p=0,004, ada hubungan antara dukungan bidan terhadap pemberian ASI eksklusif, dan nilai p=0,011, ada hubungan antara dukungan keluarga terhadap pemberian ASI eksklusif. IMD adalah memberikan kesempatan bayi memulai atau inisiasi menyusu sendiri segera setelah lahir atau dini dengan membiarkan kontak kulit bayi dengan kulit ibu setidaknya satu jam atau lebih sampai menyusu pertama selesai. Tenaga kesehatan menjadi acuan bagi perilaku kesehatan masyarakat agar masyarakat memiliki perilaku yang baik mengenai pandangan Kesehatan. Seorang ibu yang kurang mendapatkan dukungan dari keluarganya menjadi tidak percaya diri dan kurang motivasi untuk memberikan ASI eksklusif.","PeriodicalId":309857,"journal":{"name":"Jurnal Ilmu Kebidanan","volume":"16 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-08-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"135055295","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"HUBUNGAN PENGETAHUAN GIZI DENGAN SIKAP DALAM PEMILIHAN MAKANAN SEHAT PADA REMAJA DI AREA PEDESAAN","authors":"","doi":"10.54444/jik.v13i2.135","DOIUrl":"https://doi.org/10.54444/jik.v13i2.135","url":null,"abstract":"Introduction:Teenagers generally choose unhealthy foods such as foods that are high in sugar, salt and fat, besides that the prevalence of teenagers consuming vegetables and fruit is relatively low. Adolescents make more food choices for themselves than children. One's knowledge will affect attitudes in choosing healthy foods.Objective:This study aims to analyze nutritional knowledge about risky foods with adolescent attitudes in determining food choices. Method: The research design used with designcross sectional. The sampling technique in this study used a multistage random sampling technique. The sample size in this study was 160 respondents with a population of 1143 selected from 10 high school/equivalent schools. The sample size was calculated using the OpenEpi software. Data analysis using testChi-Square. Results:The results showed that nutritional knowledge on attitudes had pvalue 0.026 (<0.05), meaning that knowledge of nutrition is related to attitudes in choosing healthy foods. Conclusion:There is a relationship between nutritional knowledge about risky foods and attitudes in choosing healthy foods in rural adolescents, so it is hoped that adolescents can know the types of risky foods and healthy foods.","PeriodicalId":309857,"journal":{"name":"Jurnal Ilmu Kebidanan","volume":"18 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-08-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"135055651","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN IBU HAMIL PRIMIGRAVIDA DAN MULTIGRAVIDA TRIMESTER III DALAM MENGHADAPI PERSALINAN","authors":"Desi Puspitasari, M. Margiyati, Desi Darmawati","doi":"10.48092/jik.v9i2.202","DOIUrl":"https://doi.org/10.48092/jik.v9i2.202","url":null,"abstract":"Latar Belakang: Kecemasan merupakan suatu kondisi normal yang bisa terjadi dalam berbagai kondisi seperti pertumbuhan, perubahan ataupun pengalaman baru. Dampak kecemasan jika tidak segera ditangani bisa menyebabkan terlambatnya masa pertumbuhan dan perkembangan janin sehingga bisa terjadi Bayi Berat Badan Rendah (BBLR), kelahiran bayi sebelum waktunya (prematur), saat persalinan nanti bisa mengakibatkan rasa nyeri atau sakit yang berlebihan dan durasi persalinan lebih lama. Terutama pada kehamilan pertama karena pengalaman baru, sedangkan ibu yang pernah hamil sebelumnya bisa juga karena pengalaman masa lalu yang pernah dialaminya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kecemasan ibu hamil primigravida dan multigravida trimester III dalam menghadapi persalinan di Puskesmas Srandakan. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini sebanyak 38 ibu hamil primigravida dan multigravida menggunakan metode purposive sampling. Analisis yang digunakan adalah analisis univariate. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu hamil primigravida mengalami kecemasan ringan sebanyak 12 responden (63,2 %), kecemasan sedang sebanyak 4 responden (21,1 %), dan tidak cemas sebanyak 3 responden (15,8%). Sedangkan ibu hamil multigravida mengalami kecememasan ringan sebanyak 11 responden (57,9 %), kecemasan sedang sebanyak 4 responden (21,1 %), dan tidak cemas sebanyak 3 responden (21,1 %). Kesimpulan: Kecemasan ibu hamil primigravida dan multigravida disebabkan oleh beberapa faktor antara lain umur ibu, usia kehamilan, pendidikan ibu, pekerjaan ibu, dan paritas.","PeriodicalId":309857,"journal":{"name":"Jurnal Ilmu Kebidanan","volume":"329 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"114963628","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Salwa Annisaa, Raina Lola Fauzia, Amanda Via Maulina
{"title":"PENDIDIKAN KESEHATAN MENGGUNAKAN MEDIA VIDEO TERHADAP MINAT REMAJA PUTRI MELAKUKAN PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI","authors":"Salwa Annisaa, Raina Lola Fauzia, Amanda Via Maulina","doi":"10.48092/jik.v9i2.214","DOIUrl":"https://doi.org/10.48092/jik.v9i2.214","url":null,"abstract":"Latar Belakang: Kanker payudara masih menjadi pusat perhatian masyarakat. Bukan tanpa sebab, pasalnya angka kanker payudara di Indonesia terus meningkat. Pravalensi kejadian kanker payudara di Indonesia diperkirakan akan terus naik hingga tahun 2040. Kanker payudara menjadi penyabab kematian nomor 2 setelah kanker serviks di Indonesia. Dalam rangka mengurangi laju kenaikan prevelensi kanker payudara, pemerintah Indonesia membuat program skrinning kanker payudara yang bertujuan untuk mendeteksi secara dini kanker payudara dengan program pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Kesadaran remaja untuk memahami bagaimana dan apa kanker payudara masih sangat minim. Sehingga diperlukan pendidikan kesehatan yang diharapkan dapat menambah pengetahuan mengenai pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian pendidikan kesehatan dengan media video terhadap minat melakukan deteksi dini kanker payudara dengan SADARI pada remaja putri. Metode: Metode pada penelitian ini adalah quasi eksperiment dengan one group pre test dan post test design. Sampel diambil menggunakan stratified random sampling dan dengan rumus slovin, sehingga didapatkan 65 remaja putri sebagai sampel yang akan digunakan untuk penelitian. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis bivariat dan univariat dengan uji wilcoxon. Hasil: Hasil dengan menggunakan uji wilcoxon P 0,000 < (P 0,05). Kesimpulan: Kesimpulan pada penelitian ini adalah terdapat pengaruh pemberian pendidikan kesehatan dengan mengguakan media video terhadap minat pada remaja putri dalam melakukan SADARI. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat membuat suatu model untuk melihat kerutinan remaja dalam melakukan pemeriksaan payudara sendri (SADARI) di rumah.","PeriodicalId":309857,"journal":{"name":"Jurnal Ilmu Kebidanan","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"128716635","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}