Eli Noviasari, Erna Yovi Kurniawati, Silvia Rizki Syah Putri
{"title":"SKRINING POLA HIDUP TERHADAP RISIKO TERJADINYA SINDROM OVARIUM POLIKISTIK (SOPK) PADA REMAJA","authors":"Eli Noviasari, Erna Yovi Kurniawati, Silvia Rizki Syah Putri","doi":"10.48092/jik.v9i2.212","DOIUrl":"https://doi.org/10.48092/jik.v9i2.212","url":null,"abstract":"Latar Belakang: Sindrom Ovarium Polikistik (SOPK) merupakan penyakit endokrin yang sering terjadi pada wanita reproduktif termasuk kesehatan reproduksi, psikologis, jantung dan kesehatan metabolisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pola hidup remaja di Yogyakarta dan untuk mengetahui determinan kejadian SOPK pada remaja di Yogyakarta. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan cross-sectional, dan data responden dikumpulkan menggunakan kuesioner g-form terhadap remaja yang berada di Yogyakarta dengan memenuhi kriteria inklusi. Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 100 responden yang mengalami SOPK sebanyak 1 responden (1.0%) mengalami SOPK, sebanyak 11 resonden (11.0%) dengan suspek SOPK, dan mayoritas responden tidak terjadi SOPK sebanyak 88 responden (88.0%). Pada remaja berusia 20-24 tahun memiliki pola hidup sering makan junk food, makan berlemak, jarang berolahraga, sering begadang. Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa pola hidup sering makan junk food, makan berlemak, jarang berolahraga, sering begadang, dan riwayat penyakit infertilitas pada orang tua responden, dapat menjadikan remaja positif dan suspek SOPK.","PeriodicalId":309857,"journal":{"name":"Jurnal Ilmu Kebidanan","volume":"39 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"123386277","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"ASUHAN KEBIDANAN PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN SIRSAK UNTUK MENGURANGI FLOUR ALBUS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUKA MERINDU KOTA BENGKULU","authors":"I. Iswari, Desi Aulia Umami, Nimas Ayu Lestari Nurjanah, Jumita Jumita","doi":"10.48092/jik.v9i2.193","DOIUrl":"https://doi.org/10.48092/jik.v9i2.193","url":null,"abstract":"Latar Belakang: Keputihan (leukorea) patologis merupakan cairan yang keluar dari vagina memiliki ciri-ciri seperti berwarna putih kekuningan, keabuan bahkan sampai kehijauan, kental, sedikit berbau, jumlahnya lebih banyak, serta terasa gatal. Biasanya terjadi karena infeksi jamur, bakteri dan parasit. Efektifitas pemberian rebusan daun sirsak dapat menjadi alternatif pengobatan leukorea karena mengandung senyawa fenolik dimana terdiri dari tanin, fitosterol, kalsium oksalat dan alkaloid murisine yang diduga mempunyai mekanisme kerja mengganggu proses difusi makanan kedalam sel sehingga pertumbuhan fungi Candida albicans terhenti atau mati. Penelitian ini bertujuan melakukan asuhan kebidanan pada wanita usia subur (WUS) dengan pemberian rebusan daun sirsak untuk mengurangi keputihan patologis. Metode: Penelitian ini merupakan studi kasus deskriptif dengan mengungkapkan data yang berkenaan dengan suatu masalah. Sampel yang digunakan pada penelitian ini berjumlah 1 pasien WUS. Hasil: Setelah dilakukan asuhan diperoleh hasil evaluasi dari pemeriksaan vulva vagina diantaranya warna cairan leukorea dari kekuningan menjadi sedikit putih bening. Kesimpulan: Rebusan daun sirsak merupakan salah satu cara yang efektif untuk mengurangi keputihan patologis. Untuk WUS diharapkan selain menerapkan asuhan tersebut, sebaiknya segera melakukan pemeriksaan ke pelayanan kesehatan jika mengalami leukorea patologis, warna semakin kekuningan, dan bertambah gatal.","PeriodicalId":309857,"journal":{"name":"Jurnal Ilmu Kebidanan","volume":"41 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"123838663","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN KANKER PAYUDARA DENGAN PERILAKU PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI)","authors":"Umi Fadhlilah Prasetyaningtyas, Anggit Eka Ratnawati, Erin Rizkiana","doi":"10.48092/jik.v9i2.194","DOIUrl":"https://doi.org/10.48092/jik.v9i2.194","url":null,"abstract":"Latar Belakang : Kesehatan reproduksi merupakan unsur penting dalam kesehatan wanita. Gangguan kesehatan reproduksi yang sering terjadi ialah kanker. Pemerintah sudah berupaya menurunkan angka kanker payudara melalui pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) dan pemeriksaan payudara klinik (SADANIS) namun angka kanker payudara belum menurun secara signifikan, hal ini dapat mempengaruhi kelangsungan hidup penderita dan meningkatnya kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan kanker payudara dengan perilaku SADARI pada wanita premenopause. Metode: Penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi wanita premenopause 61 reponden dan sampel 53 reponden. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Analisis data menggunakan chi-square. Hasil: Berdasarkan karakteristik reponden menunjukan pendidikan terakhir SMP sebanyak 25 orang (47,2%), mendapatkan informasi dari tenaga medis sebanyak 28 orang (52,8%), responden bekerja sebanyak 30 orang (56,6%). Berdasarkan pengetahuan mayoritas dalam tingkatan cukup sebanyak 21 orang (39,4%) dan pemeriksaan payudara sendiri dalam tingkatan cukup dengan perilaku positif sebanyak 30 orang (56,6%), dengan hasil uji chi square antara pengetahuan dan perilaku pemeriksaan payudara sendiri p=0,001. Kesimpulan: Ada hubungan antara tingkat pengetahuan kanker payudara dan perilaku pemeriksaan payudara sendiri.","PeriodicalId":309857,"journal":{"name":"Jurnal Ilmu Kebidanan","volume":"12 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"134256358","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Isnaini Nur Rochmah, M. Margiyati, Anggit Eka Ratnawati
{"title":"HUBUNGAN KONSUMSI PROTEIN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 24-59 BULAN","authors":"Isnaini Nur Rochmah, M. Margiyati, Anggit Eka Ratnawati","doi":"10.48092/jik.v9i2.199","DOIUrl":"https://doi.org/10.48092/jik.v9i2.199","url":null,"abstract":"Latar Belakang: Stunting menjadi permasalahan kekurangan gizi kronik yang berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan balita. Pertumbuhan balita dapat dipengaruhi banyak faktor salah satunya konsumsi protein. Protein berperan dalam pembentukan jaringan baru dan mengganti jaringan yang rusak pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konsumsi protein dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan. Metode: Penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi 67 responden dan sampel 33 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner formulir food record 3x24 jam. Analisis data penelitian ini menggunakan chi-square. Hasil: Karakteristik responden mayoritas laki-laki 18 balita (54,5%), berat badan lahir normal 25 balita (75,8%), kelahiran prematur 26 balita (78,8%), tidak pernah mengalami malaria/pneumonia 29 balita (87,9%), ASI eksklusif 26 balita (78,8%), konsumsi protein kurang 20 balita (60,6%), status gizi pendek 29 balita (87,9%). Hasil uji analisa data menunjukkan bahwa nilai p untuk konsumsi protein dengan kejadian stunting 0,020 (p < 0,05). Kesimpulan: Ada hubungan antara konsumsi protein dengan kejadian stunting di Desa Sriharjo, Imogiri, Bantul, Yogyakarta tahun 2022.","PeriodicalId":309857,"journal":{"name":"Jurnal Ilmu Kebidanan","volume":"80 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"130362934","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"FAKTOR RISIKO TERJADINYA SINDROM OVARIUM POLIKISTIK (SOPK)","authors":"Vanda Risdiyaningsih, Erna Yovi Kurniawati, Desi Darmawati","doi":"10.48092/jik.v9i2.209","DOIUrl":"https://doi.org/10.48092/jik.v9i2.209","url":null,"abstract":"Latar Belakang: Sindrom Ovarium Polikistik (SOPK) adalah kelainan endokrin yang dapat mempengaruhi 5-10 % wanita akibat produksi andogren yang berlebihan oleh ovarium. Mengingat perlunya mendalami factor resiko terhadap kejadian SOPK sebagai upaya pencegahan terhadap komplikasi yang akan datang serta mengedukasi diri tentang perubahan gaya hidup. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor resiko SOPK remaja SMA N 1 Pundong . Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriftif dengan penelitian kuantitatif dengan metode cross sectional dan data responden dikumpulkan menggunakan kuesioner g-form terhadap remaja putri di SMA N 1 Pundong dengan memenuhi kriteria inklusi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor resiko terjadinya (SOPK) pada remaja putri di SMA N 1 Pundong yaitu 15 remaja puti obesitas (14,3 %), dua remaja putri (1,9%) dengan gangguan menstruasi amenorea, 10 remaja putri (9,5%) dengan gangguan menstruasi oligomenorea, dan 4 remaja putri (3,8%) dengan gangguan menstruasi polymenorea, 85 remaja putri (81.0%) mengalami stress ringan, 2 remaja putri (1,9%) mengalami stress sedang, remaja putri yang ada Riwayat diabetes melitus (DM) Pada keluarga sebanyak 13 remaja putri (12,4%), remaja putri yang ada Riwayat infertilitas pada keluarga ada sebanyak 4 remaja putri (3,8 %), dan remaja putri yang tidak melakukan aktifitas fisik berolahraga sebanyak 36 remaja putri (34,4%). Kesimpulan: Faktor resiko terjadinya SOPK pada remaja putri di SMA N 1 Pundong paling banyak dialami adalah yang mengalami stress ringan yaitu sebanyak 85 remaja putri (81.0%).","PeriodicalId":309857,"journal":{"name":"Jurnal Ilmu Kebidanan","volume":"12 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"114954016","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Literature Review : Birth Ball untuk Mengurangi Nyeri Persalinan Kala I","authors":"Mariza Mustika Dewi","doi":"10.48092/jik.v9i2.191","DOIUrl":"https://doi.org/10.48092/jik.v9i2.191","url":null,"abstract":"Nyeri persalinan timbul akibat kontraksi uterus yang mendorong kepala bayi sehingga menyebabkan pembukaan dan penipisan serviks. Nyeri persalinan akan menyebabkan komplikasi yaitu partus lama jika tidak diatasi. Salah satu terapi untuk nyeri persalinan kala I Persalinan adalah birth ball. Birth ball adalah bola karet yang dipompa untuk ibu bersalin yang bertujuan untuk mengurangi nyeri persalinan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan pengaruh birth ball untuk mengurangi nyeri persalinan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode literature review. Pencarian sistematis dari artikel yang relevan di PubMed, ProQuest, Science Direct, dan Google Scholar dengan publikasi dari tahun 2018-2022. Hasil penelitian didapatkan bahwa ada pengaruh birth ball untuk mengurangi nyeri persalinan. Hal ini dikarenakan Ibu bersalin yang membungkuk diatas birth ball menyebabkan janin menggantung dan mengurangi tekanan serta nyeri pada punggung sehingga akan mengurangi rasa sakit.","PeriodicalId":309857,"journal":{"name":"Jurnal Ilmu Kebidanan","volume":"89 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"121937190","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"GAMBARAN FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA RUPTUR PERINEUM PADA PERSALINAN NORMAL","authors":"Defi Lestari, Desi Darmawati, M. Ashari","doi":"10.48092/jik.v9i2.200","DOIUrl":"https://doi.org/10.48092/jik.v9i2.200","url":null,"abstract":"Latar Belakang : Angka kematian ibu di Negara berkembang 99% lebih tinggi dibandingkan Negara maju. Ruptur perineum merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya perdarahan postpartum, infeksi, fistula dan hematoma. Penyebab kematian ibu yang tertinggi adalah perdarahan yang salah satu penyebabnya yaitu ruptur perineum dengan angka kejadian mencapai 85%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran faktor-faktor penyebab kejadian ruptur perineum pada persalinan normal di PMB Emi Narimawati Pleret Bantul Periode Januari-September Tahun 2022.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan retrospektif. Populasi penelitian 115 responden dan sampel 97 responden. Pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling, data yang dikumpulkan adalah data sekunder dengan instrumen penelitian lembar checklist dan dianalisis menggunakan analisis univariat. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah ibu yang mengalami ruptur perineum kebanyakan ibu dengan kategori umur tidak berisiko (20-35 tahun) sebanyak 82 orang (84,5%), paritas multipara sebanyak 65 orang (67%),dan keseluruhan ibu melahirkan bayi dengan berat badan bayi normal (2500-4000 gram) sebanyak 97 orang (100%). Kesimpulan: Faktor penyebab terjadinya rupture perineum pada ibu bersalin normal berdasarkan faktor ibu yang paling dominan adalah faktor umur tidak berisiko dan paritas multipara, sedangkan berdasarkan faktor janin adalah bayi dengan kategori berat badan normal.","PeriodicalId":309857,"journal":{"name":"Jurnal Ilmu Kebidanan","volume":"85 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"124993496","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INVOLUSI UTERUS PADA IBU NIFAS DENGAN PATH ANALISIS","authors":"Wella Anggraini","doi":"10.48092/jik.v9i2.221","DOIUrl":"https://doi.org/10.48092/jik.v9i2.221","url":null,"abstract":"Latar Belakang: Saat ibu setelah melahirkan mengalami perubahan pada anatomi, salah satunya yaitu involusi uterus yang merupakan kembalinya rahim ke bentuk semula. Apabila proses involusi tidak berjalan dengan normal menyebabkan subinvolusi uterus yang dapat menyebabkan perdarahan. perdarahan pasca persalinan merupakan penyebab kematian ibu setelah melahirkan paling tinggi yaitu sebesar 25%. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi involusi uterus. Metode: Jenis Penelitian yang digunakan observasional analitik dengan rancangan penelitian cross sectional dengan model path analysis Hasil: Hasil pada penelitian Involusi uteri secara langsung dipengaruhi oleh mobilisasi dini (b = 1.71; CI = 0.80 hingga 2.61; p = 0.005), inisiasi menyusui dini b = 2.06; CI = 1.13 hingga 3.00; p = <0.001), gizi (b = 2.09; CI = 1.19 hingga 2.98; p = <0.001), proses laktasi (b = 1.83; CI = 0.98 hingga 2.68; p = 0.004). sedangkan pengaruh secara tidak langsung terhadap involusi uteri yaitu dipengaruhi oleh Pendidikan melalui pekerjaan (b = 1.01; CI = 0.41 hingga 1.61; p = 0.001) dan pekerjaan melalui gizi (b = 1.96; CI = 0.82 hingga 2.88; p = 0.002). Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa involusi uterus dipengaruhi langsung oleh mobilisasi dini, insiasi menyusu dini dan proses laktasi serta dipengaruhi secara tidak langsung oleh Pendidikan dan pekerjaan.","PeriodicalId":309857,"journal":{"name":"Jurnal Ilmu Kebidanan","volume":"2013 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"128803558","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"SKRINING DAN DETERMINAN KEJADIAN SINDROM OVARIUM POLIKISTIK (SOPK) PADA REMAJA","authors":"Devi Anggita Sari, Erna Yovi Kurniawati, M. Ashari, Skrining Determinan, Sopk Remaja","doi":"10.48092/jik.v9i2.211","DOIUrl":"https://doi.org/10.48092/jik.v9i2.211","url":null,"abstract":"Latar Belakang: Sindrom Ovarium Polikistik (SOPK) atau Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) adalah kelainan hormonal yang paling sering terjadi pada wanita remaja dan wanita usia subur di dunia. Secara global populasi infertilitas sekitar 50-80 juta pasangan. Di Indonesia terdapat 67 dari 93 pasien SOPK (72,04%) mengalami infertilitas sebanyak 5,8% penderita SOPK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil klinis dan determinan kejadian Sindrom Ovarium Polikistik (SOPK) pada remaja di Yogyakarta tahun 2023. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, dengan pendekatan cross sectional. Data dalam penelitian ini adalah data primer yang diambil langsung dari kuisioner 100 responden. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan reponden yang mengalami SOPK sebanyak 1 responden (1.0%), suspek SOPK sebanyak 11 responden (11.0%), tidak mengalami SOPK 88 responden (88.0%). Berdasarkan gejala klinis responden, amenore sekunder paling banyak dialami oleh remaja usia 15-19 tahun 57.9%. Alopecia paling banyak dialami pada remaja usia 20-24 tahun 92.3%. Remaja dengan riwayat pernah mengalami penyakit DM sebanyak 21.1% mengalami amenore sekunder. Keluarga tidak ada yang mengalami penyakit DM namun mengalami amenore sekunder dengan 47.4% responden. Remaja dengan penyakit DM saat ini mengalami amenore sekunder 15.8%. Remaja dengan riwayat infertilitas keluarga mengalami amenore sekunder 21.1%. Remaja tanpa riwayat penyakit infertilitas namun mengalami alopecia 92. 3%. Kesimpulan: Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa sebagian besar remaja di Yogyakarta tidak mengalami SOPK. Remaja tanpa riwayat penyakit infertilitas namun mengalami alopecia 92.3%. Responden dengan sudah USG dengan hasil positif terdapat 1 responden tanpa memiliki riwayat DM ataupun infertilitas.","PeriodicalId":309857,"journal":{"name":"Jurnal Ilmu Kebidanan","volume":"52 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"123242758","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"HYPNOBIRTHING MENURUNKAN TINGKAT KECEMASAN PERSALINAN KALA 1 FASE AKTIF","authors":"Findi Agestin, Desi Darmawati, Ardhitya Sejati","doi":"10.48092/jik.v9i2.204","DOIUrl":"https://doi.org/10.48092/jik.v9i2.204","url":null,"abstract":"Latar Belakang: Metode hypnobirthing sebagai salah satu upaya menanamkan pikiran bawah sadar agar proses persalinan berjalan dengan nyaman dan tenang, sehingga mengurangi tingkat kecemasan pada proses persalinan kala I fase aktif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh metode hypnobirthing dengan tingkat kecemasan pada proses persalinan kala I fase aktif. Metode: Penelitian ini termasuk pre-eksperimental dengan rancangan one group pretest and posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu bersalin kala I dengan jumlah sampel 15 responden. Teknik pengambilan sampel yaitu dengan teknik purposive sampling menggunakan instrumen kuisioner Hamilon Anxiety Rating Scale (HARS) yang dimodifikasi menjadi lembar checklist. Analisis yang digunakan yaitu uji non-parametrik yaitu uji Wilcoxon untuk mengukur signifikansi dua kelompok yaitu pretest dan posttest. Hasil: Hasil nilai p-value sebesar 0,001 (<0,05) sehingga dikatakan bahwa Ha diterima yang berarti bahwa ada pengaruh metode hypnobirthing terhadap tingkat kecmasan pada proses persalinan kala I fase aktif. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh metode hypnobirthing dengan tingkat kecemasan pada proses persalinan kala I fase aktif di PMB Arinta Lindari.","PeriodicalId":309857,"journal":{"name":"Jurnal Ilmu Kebidanan","volume":"78 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"128651570","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}