AgriekonomikaPub Date : 2019-12-26DOI: 10.21107/agriekonomika.v8i2.5426
Ria Muslika, N. D. B. Tamami
{"title":"DAYA SAING KOMODITAS EKSPOR (KARET) INDONESIA KE CHINA","authors":"Ria Muslika, N. D. B. Tamami","doi":"10.21107/agriekonomika.v8i2.5426","DOIUrl":"https://doi.org/10.21107/agriekonomika.v8i2.5426","url":null,"abstract":"China merupakan negara tujuan ekspor Karet Indonesia. Produsen Karet ke China selain Indonesia adalah Thailand dan Malaysia. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis daya saing dan pangsa pasar ekspor karet Indonesia ke China. Metode yang digunakan adalah Revealed Comparative Advantage (RCA) dan Market Share untuk menganalisis daya saing dan pangsa pasar Karet Indonesia ke China. Hasil dari analisis RCA menunjukkan bahwa Karet Indonesia di China memiliki daya saing dengan nilai rata-rata sebesar 0,528 (nilai RCA1) dan pangsa pasar ekspor Karet Indonesia di China rata-rata sebesar 0,491% selama tahun 2003-2017.","PeriodicalId":30765,"journal":{"name":"Agriekonomika","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-12-26","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"44316746","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
AgriekonomikaPub Date : 2019-12-26DOI: 10.21107/agriekonomika.v8i2.5956
Andrie Kisroh Sunyigono
{"title":"Beef Cattle Large Commodity Chain: Market Structure And Performance Analysis","authors":"Andrie Kisroh Sunyigono","doi":"10.21107/agriekonomika.v8i2.5956","DOIUrl":"https://doi.org/10.21107/agriekonomika.v8i2.5956","url":null,"abstract":"Industri sapi potong masih didominasi oleh peternak kecil (98%) sedangkan sisanya adalah kontribusi dari peternak besar. Sehingga belum mampu memenuhi kebutuhan nasional. Meskipun kecil, peran peternak besar cukup signifikan terutama dalam memenuhi kebutuhan daging berkualitas tinggi. Oleh karena kajian terhadap peran peternak besar sangat dibutuhkan. Tujuan dari kajian ini adalah menganalisis struktur pasar dan kinerja peternak besar sapi potong di Jawa Timur yang merupakan lumbung daging nasional. Metode analisis yang digunakan adalah analisis Rasio Konsentrasi, Gini Koefisien dan Hambatan masuk dan keluar pasar. Hasil kajian menunjukkan bahwa: 1. Struktur pasar sapi bakalan dan jagal adalah oligopoli lemah sedangkan struktur pasar peternak dan pedagang adalah oligopoli kuat; 2) Analisis kinerja rantai komoditas sapi potong di tingkat penyedia bakalan, peternak, pedagang dan jagal adalah menguntungkan dan efisien; 3) Terdapat hubungan antara struktur pasar dan kinerja usaha sapi potong yaitu semakin tinggi tingkat konsentrasi pasar maka semakin tinggi pula tingkat keuntungan dan efisiensinya.","PeriodicalId":30765,"journal":{"name":"Agriekonomika","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-12-26","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"44908932","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
AgriekonomikaPub Date : 2019-12-23DOI: 10.21107/agriekonomika.v8i2.5432
Iffan Maflahah
{"title":"Analisis Preferensi Konsumen Terhadap Garam Fortifikasi Kelor","authors":"Iffan Maflahah","doi":"10.21107/agriekonomika.v8i2.5432","DOIUrl":"https://doi.org/10.21107/agriekonomika.v8i2.5432","url":null,"abstract":"Garam fortifikasi kelor merupakan garam baru, dilakukan penambahan ekstrak kelor sebagai fortifikan. Tujuan penelitian: 1) mengetahui atribut yang menjadi preferensi konsumen terhadap garam fortifikasi kelor. 2) mengetahui urutan kepentingan atribut yang menjadi pertimbangan konsumen dalam melakukan pembelian. Metode yang digunakan adalah analisis chi square dan multiatribut fishbein. Hasilnya bahwa yang menjadi preferensi konsumen terhadap garam fortifikasi kelor dilihat dari produknya adalah rasa berbeda dengan garam iodium, warna hijau manarik, tekstur kasar, harga garam murah, dan masa simpan lebih lama. Sedangkan dari kemasan garam fortifikasi kelor preferensi konsumen adalah bahan kemasan yang sesuai keinginan konsumen, desain menarik, informasi lengkap, kemasan tidak mudah rusak/ tahan lama dan dicantumkan berat bersih sesuai isinya. Atribut yang paling dipertimbangkan dalam melakukan pembelian terhadap garam fortifikasi kelor dari produk garam fortifikasi kelor adalah masa simpan, harga, rasa, tekstur dan warna. Sedangkan dari kemasan garam fortifikasi adalah berat bersih, kelengkapan informasi, bahan kemasan, desain dan ketahanan kemasan.","PeriodicalId":30765,"journal":{"name":"Agriekonomika","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-12-23","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"48981241","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
AgriekonomikaPub Date : 2019-12-23DOI: 10.21107/agriekonomika.v8i2.5302
Gusti Haqiqiansyah
{"title":"ANALISIS BIOEKONOMI SUMBER DAYA UDANG DOGOL (Metapenaeus monoceros, Fab) DI PERAIRAN SAMBOJA KUALA KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA KALIMANTAN TIMUR","authors":"Gusti Haqiqiansyah","doi":"10.21107/agriekonomika.v8i2.5302","DOIUrl":"https://doi.org/10.21107/agriekonomika.v8i2.5302","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi nilai rekomendasi jumlah produksi ( catch ) dan upaya penangkapan ( effort ) sumber daya udang dogol ( Metapenaeus monoceros, Fab) yang optimal dengan Model Bioekonomi Gordon-Schaefer dengan estimasi parameter biologi melalui Algoritma Fox serta mengetahui status tingkat pemanfaatan aktual sumber daya udang dogol di Perairan Samboja. Hasil penelitian menunjukkan pengelolaan sumber daya udang dogol di perairan samboja dapat dilakukan dengan dua kondisi pengelolaan optimal yaitu Maximum Sustainable Yield (MSY) dan Maximum Economic Yield (MEY) dengan jumlah masing-masing hasil tangkapan ( catch ) per tahun sebesar 372,99 ton, dan 364,72 ton dan jumlah masing-masing upaya penangkapan ( effort ) per tahun sebesar 5.445 trip dan 4.634 trip dan rente ekonomi per tahun yang dihasilkan masing-masing sebesar Rp 6.910.514.530 dan Rp 7.128.936.618. Status tingkat pemanfaatan aktual sumber daya udang dogol di Perairan Samboja telah mengalami overfishing secara biologi.","PeriodicalId":30765,"journal":{"name":"Agriekonomika","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-12-23","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"47725954","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
AgriekonomikaPub Date : 2019-11-04DOI: 10.21107/agriekonomika.v8i2.6012
Mardiyah Hayati, Dian Eswin Wijayanti
{"title":"PERAN DAN MODEL INKUBATOR BISNIS TEKNOLOGI TERHADAP PENGEMBANGAN UMKM DI MADURA","authors":"Mardiyah Hayati, Dian Eswin Wijayanti","doi":"10.21107/agriekonomika.v8i2.6012","DOIUrl":"https://doi.org/10.21107/agriekonomika.v8i2.6012","url":null,"abstract":"Peran UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) dalam perekonomian domestik semakin meningkat. UMKM yang merupakan bagian integral dunia usaha nasional mempunyai kedudukan, potensi dan peranan yang sangat penting dan strategis dalam mewujudkan struktur perekonomian nasional yang makin seimbang berdasarkan demokrasi ekonomi. Inkubator bisnis sebagai suatu wadah yang efektif untuk menumbuhkembangkan jiwa kewirausahaan bagi wirausaha baru yang kreatif, inovatif, tangguh dan profesional sehingga mampu mengembangkan UMKM. Penelitian ini bertujuan 1) mengidentifikasi lembaga-lembaga yang berperan sebagai inkubator bisnis di Madura, 2) mengetahui peran dan model yang dijalankan oleh masing-masing inkubator bisnis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Hasil penelitain menunjukkan bahwa di Kabupaten Pamekasan dan Kabupaten Bangkalan belum ada incubator bisnis. Meskipun demikian, lembaga-lembaga yang ada di Kabupaten Pamekasan dan Kabupaten Bangkalan tetap memberikan peran dalam peningkatan mutu UMKM. Beberapa cara yang dilakukan oleh lembaga–lembaga tersebut diantaranya; memberikan pelatihan, pendampingan dan memberikan akses modal terhadap UMKM di Kabupaten Pamekasan dan Kabupaten Bangkalan.","PeriodicalId":30765,"journal":{"name":"Agriekonomika","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-11-04","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"44707644","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
AgriekonomikaPub Date : 2019-10-30DOI: 10.21107/AGRIEKONOMIKA.V8I2.6209
Mardiyah Hayati, Dian Eswin Wijayanti
{"title":"Identifikasi Keberadaan Inkubator Bisnis di Madura","authors":"Mardiyah Hayati, Dian Eswin Wijayanti","doi":"10.21107/AGRIEKONOMIKA.V8I2.6209","DOIUrl":"https://doi.org/10.21107/AGRIEKONOMIKA.V8I2.6209","url":null,"abstract":"Peran UMKM dalam perekonomian domestik semakin meningkat. UMKM merupakan bagian integral dunia usaha nasional mempunyai kedudukan dan peranan yang sangat penting dan strategis dalam mewujudkan struktur perekonomian nasional yang makin seimbang berdasarkan demokrasi ekonomi. Inkubator bisnis sebagai suatu wadah yang efektif untuk menumbuhkembangkan jiwa kewirausahaan bagi wirausaha baru yang kreatif, inovatif, tangguh dan profesional sehingga mampu mengembangkan UMKM. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi lembaga-lembaga pemerintah yang berperan sebagai inkubator bisnis di Madura, dan mengetahui peran yang dijalankan oleh masing-masing lembaga tersebut. Lokasi penelitian ditentukan dengan sengaja (purposive) di Kabupaten Bangkalan dan Kabupaten Pamekasan, dengan jumlah responden 34 orang. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Hasil penelitain menunjukkan bahwa di Kabupaten Bangkalan dan Kabupaten Pamekasan belum ada inkubator bisnis. Lembaga-lembaga pemerintah di Kabupaten Bangkalan dan Kabupaten Pamekasan memiliki peran dalam peningkatan mutu UMKM, dengan cara memberikan pelatihan, pendampingan dan memberikan akses modal terhadap UMKM.","PeriodicalId":30765,"journal":{"name":"Agriekonomika","volume":"8 1","pages":"219-228"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-10-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"46373819","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
AgriekonomikaPub Date : 2019-10-16DOI: 10.21107/agriekonomika.v8i2.6013
D. Wahyudi, S. Suwarto, H. Irianto
{"title":"A STUDY ON AFFECTING FACTORS OF WHITE-NEST SWIFTLET (COLLOCALIA FUCIPHAGA) FARMING PERFORMANCE IN HAURGEULIS DISTRICT, INDRAMAYU REGENCY","authors":"D. Wahyudi, S. Suwarto, H. Irianto","doi":"10.21107/agriekonomika.v8i2.6013","DOIUrl":"https://doi.org/10.21107/agriekonomika.v8i2.6013","url":null,"abstract":"Indonesia is a major supplier of Edible-nest swiftlet to China, reaching 102 million USD in 2017. Products of Edible-nest swiftlet, containing very high glycoproteins, are exported to China by Indonesia which come from Java, included Haurgeulis District, Indramayu Regency. White-nest businesses in that area have been developed since 1950s although the productivity subsequently decline in the rate of deforestation of the concession area nowadays. These problems are henceforth set as the focus of the study, based on the inference Malcom Baldrige Criteria for Performance Excellence (MBCfPE). The purpose of this study is to recognize the association white-nest business performance. Some internal factors, observed as the endogenous-predictor factors of business performance, include achievement-motivation factor, strategic planning, technical aspects and technologies, guanxi (personal relationship), and leadership. Surveillance activities is undertaken by using simple random sampling with questionnaire method for collecting the data, followed by using path analysis method for testing the hypothesis of the association. The test results show that all of internal factor have significant effect on the performance of the white-nest business by the leadership intervening. The leadership factor is the largest influence for managing white-nest swiftlet (Collocalia fuciphaga) farming performance which has the straight influence to business performance. The association of each internal factors and the white-nest business performance described by a structural model.","PeriodicalId":30765,"journal":{"name":"Agriekonomika","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-10-16","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"42304176","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Analisis Preferensi Konsumen Kopi di Lingkungan Akademik Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon Pada Era Revolusi Industri 4.0","authors":"Wachdijono Wachdijono, Umi Trisnaningsih, Siti Wahyuni","doi":"10.21107/agriekonomika.v8i2.5427","DOIUrl":"https://doi.org/10.21107/agriekonomika.v8i2.5427","url":null,"abstract":"Preferensi konsumen menunjukkan tingkat kesukaan seseorang terhadap suatu produk dan penentuan kesukaannya berdasarkan atribut-atribut yang ada pada produk tersebut. Namun demikian, diantara atribut-atribut selalu ada yang paling dipertimbangkan sebagai dasar pengambilan keputusan pembeliannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui preferensi konsumen terhadap keseluruhan atribut pada produk minuman kopi saset dan mengetahui atribut mana yang paling dipertimbangkan konsumen dalam memutuskan pembeliannya pada era revolusi industri 4.0. Lokasi penelitian ditentukan secara sengaja, di lingkungan akademik kampus 1 Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon dan waktu penelitian selama bulan Januari–April 2019. Metode penelitian yang digunakan kuantitatif deskriptif dengan desain penelitian survai. Populasi penelitiannya pegawai, dosen dan mahasiswa yang minum kopi dalam menjalani tugas hariannya. Jumlah sampel ditentukan secara sengaja 50 orang dan penarikannya secara acak quota. Analisis data menggunakan kaidah penghitungan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan, preferensi konsumen terhadap keseluruhan atribut pada produk minuman kopi saset adalah suka dan atribut yang paling dipertimbangkannya adalah merek. Disarankan, pihak pemasar menjual produk minuman kopi saset dengan atributnya yang paling dipertimbangkan konsumen yaitu merek (kopi merek Good Day) agar omset penjualannya meningkat, sedangkan kepada produsen/industri kopi untuk menguatkan branding yang positif agar produknya selalu disukai konsumen pada era revolusi industri 4.0.","PeriodicalId":30765,"journal":{"name":"Agriekonomika","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-10-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"43054300","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
AgriekonomikaPub Date : 2019-10-15DOI: 10.21107/agriekonomika.v8i2.5425
Kustiawati Ningsih, Halimatus Sakdiyah, Herman Felani, Rini Dwiastuti, Rosihan Asmara
{"title":"Analisis Kesediaan Membayar (Willingness to Pay) Masyarakat Terhadap Pertanian Organik Buah Naga","authors":"Kustiawati Ningsih, Halimatus Sakdiyah, Herman Felani, Rini Dwiastuti, Rosihan Asmara","doi":"10.21107/agriekonomika.v8i2.5425","DOIUrl":"https://doi.org/10.21107/agriekonomika.v8i2.5425","url":null,"abstract":"Pertanian organik merupakan jawaban atas revolusi hijau yang digalakkan pada tahun 1960-an yang menyebabkan (a) Berkurangnya kesuburan tanah dan (b) Kerusakan lingkungan akibat pemakaian pupuk dan pestisida kimia yang tidak terkendali. Gagalnya revolusi hijau menyebabkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya mengembangkan sistem pertanian yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan. Program “Go Organik 2010” merupakan implementasi dukungan pemerintah terhadap sistem pertanian organik. Sehingga pertanian organik mulai berkembang di Indonesia umumnya dan di Kabupaten Pamekasan, khususnya. Pertanian organik buah naga merupakan pertanian organik yang sedang berkembang di Kabupaten Pamekasan. Sebagai implementasi untuk mewujudkan kelestarian pertanian organik buah naga, maka dibutuhkan analisis tentang kesediaan membayar masyarakat terhadap nilai keberadaan (Existence Value) dan nilai penggunaan alternatif (Option Value) pertanian Organik Buah Naga. Penelitian ini menggunakan metode CVM (Contingent Valuation Method) untuk mengestimasi biaya yang akan dikeluarkan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa besarnya estimasi WTP (Willingness To Pay) masyarakat terhadap nilai keberadaan pertanian organik buah naga adalah sebesar Rp. 42.060.403,89 / hektar per tahun. Sedangkan besarnya estimasi WTP (Willingness To Pay) masyarakat terhadap nilai penggunaan alternatif pertanian organik buah naga sebesar Rp. 41.633.017,67 / hektar per tahun.","PeriodicalId":30765,"journal":{"name":"Agriekonomika","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-10-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"49488017","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
AgriekonomikaPub Date : 2019-05-14DOI: 10.21107/AGRIEKONOMIKA.V8I1.5027
Syapta Wiguna, Syafruddin Karimi, Endrizal Ridwan
{"title":"Dampak Skema Relasi Kopi Sebagai Pengembangan Perekonomian Petani Kopi di Pedesaan","authors":"Syapta Wiguna, Syafruddin Karimi, Endrizal Ridwan","doi":"10.21107/AGRIEKONOMIKA.V8I1.5027","DOIUrl":"https://doi.org/10.21107/AGRIEKONOMIKA.V8I1.5027","url":null,"abstract":"Perkembangan segmentasi permintaan kopi melalui relasi kopi membuat petani kopi memiliki peluang yang besar untuk mendapatkan perbaikan penghidupan. Relasi kopi menyederhanakan rantai distribusi kopi sehingga petani kopi memperoleh peluang pendapatan dan pengembangan kapasitas yang lebih baik. Relasi kopi juga mendorong terbentuknya perantara yang bisa memenuhi kualitas kopi yang sesuai dengan permintaan pasar. Perantara tersebut diantaranya bisa berupa organisasi petani seperti koperasi. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan melibatkan pelaku ekonomi kopi diantaranya, petani dan pengelola koperasi. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa skema relasi kopi mampu meningkatkan perekonomian petani kopi dan memberikan nilai tambah yang lebih tinggi. Selain itu, petani kopi mampu meningkatkan kapasitas yang dibutuhkannya untuk dapat menghasilkan kopi berkualitas sesuai dengan permintaan pasar. Hal yang perlu dibenahi dalam implementasi model relasi kopi adalah pengelolaan dan penguatan organisasi petani kopi.","PeriodicalId":30765,"journal":{"name":"Agriekonomika","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-05-14","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"41826738","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}