Beta Budisetyorini, Deddy Adisudharma, Dicky Arsyul, W. Wulandari, Mega Fitriani Adiwarna Prawira
{"title":"Rancangan Produk Rekreasi Wisata Memancing Sungai Bogowonto, Kabupaten Purworejo","authors":"Beta Budisetyorini, Deddy Adisudharma, Dicky Arsyul, W. Wulandari, Mega Fitriani Adiwarna Prawira","doi":"10.34013/jk.v6i1.651","DOIUrl":"https://doi.org/10.34013/jk.v6i1.651","url":null,"abstract":"The distribution of tourism potential in Purworejo Regency has been well mapped and must be supported by suitable approach, one of which is the development of river tourism. The actual river tourism activities that have been developed on the Bogowonto River are adventure tourism activities, namely white water rafting. However, the potential of river tourism on Bogowonto River is not only limited for rafting. The development of recreational fishing products on the Bogowonto River can be an opportunity for tourism development in Purworejo Regency. Recreational fishing regarded as a form of tourism activity in accordance with sustainable tourism (Hall, 2019; UNWTO, 2021). This can be seen from the pattern of recreational fishing that does not focus on the number of fish caught, the arrangement of the tools used, as well as the positive impact given to the community on the economic side. The study (Butler et al., 2020) shows that there is a positive contribution of fishing tourism to ecological preservation. From the business side, the Government of Indonesia has regulated fishing tourism businesses (Regulation of the Minister of Tourism of the Republic of Indonesia No. 19 of 2015 concerning Standards for Fishing Tourism Business, 2015), including business arrangements for providing places and facilities for fishing activities using special equipment and safety equipment including the provision of guide services. This study will identify and analyze recreational fishing tourism products based on packages, fishing equipment, fishing tour guides and supporting facilities in the Bogowonto River Area, Purworejo Regency. The long-term goal of this research is to contribute to the design of recreational fishing products for the development of tourist destinations in Purworejo Regency as a guide for stakeholders regarding the utilization of the Bogowonto River","PeriodicalId":305696,"journal":{"name":"Jurnal Kepariwisataan: Destinasi, Hospitalitas dan Perjalanan","volume":"13 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-08-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"128464634","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Greenwashing or Greenhushing?: A Quasi-Experiment to Correlate Green Behaviour and Tourist’s Level of Trust Toward Communication Strategies in Volunteer Tourism’s Website","authors":"Anggita Swestiana, Hendrie Adji Kusworo, Chafid Fandeli","doi":"10.34013/jk.v6i1.348","DOIUrl":"https://doi.org/10.34013/jk.v6i1.348","url":null,"abstract":"Volunteer Tourism (VT) is introduced as a form of tourism that gives benefits for both tourists and locals. Even though it has a sustainable goal, VT undergoes the greenwashing’s claim because of its marketing strategies. Moreover, the long-term effect of this phenomenon causes distrust among tourists and postpones the development of sustainable tourism products. This research offers greenhushing as an alternative strategy for under-developed VT’s operator which cannot implement a vocal green strategy. In this research, greenwashing and greenhushing strategies are tested and correlated with the tourist’s green behaviour using a quasi-experimental design. The participants of this research are the international students of Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. The results of this research are there are differences between the greenwashing and greenhushing strategies in gaining trust among tourists. Furthermore, the greenhushing is more trustworthy than the greenwashing.","PeriodicalId":305696,"journal":{"name":"Jurnal Kepariwisataan: Destinasi, Hospitalitas dan Perjalanan","volume":"37 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-07-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"134020078","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Lalu Suryade, Akhmad Fauzi, Noer Azan Achsani, Eva Anggraini
{"title":"Variabel-Variabel Kunci dalam Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata (KEK) Berkelanjutan Di Mandalika, Lombok Tengah, Indonesia","authors":"Lalu Suryade, Akhmad Fauzi, Noer Azan Achsani, Eva Anggraini","doi":"10.34013/jk.v6i1.327","DOIUrl":"https://doi.org/10.34013/jk.v6i1.327","url":null,"abstract":"Pengembangan sebuah kawasan merupakan bentuk perpaduan kolaborasi yang melibatkan multi-pengambil kebijakan, dan berbagai bentuk kegiatan yang mengarah kepada peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal, serta pelestarian budaya dan lingkungan. Pariwisata dipercaya menjadi salah satu kegiatan yang dapat mempercepat pencapaian pembangunan berkelanjutan dalam sebuah kawasan, khususnya di daerah pesisir. Penelitian ini bertujuan menganalisis pilihan-pilihan faktor pembangunan berkelanjutan dari Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Lombok Tengah – Indonesia. Penelitian ini dilaksanakan pada Oktober 2019 sampai Maret 2020. Data dikumpulkan dari wawancara dan diskusi berkelompok terfokus (FGD) dan kunjungan lapangan. MICMAC digunakan dalam menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap keberlanjutan KEK bidang pariwisata ini. Hasil penelitian menunjukkan terdapat delapan belas faktor yang berpengaruh terhadap keberlanjutan KEK Mandalika yang tercakup dalam dimensi ekonomi, sosial dan ekologi. Faktor-faktor tersebut dikelompokkan ke dalam empat kuadran pengaruh dan ketergantungan MICMAC, yaitu tujuh faktor sebagai faktor pendorong, enam faktor sebagai faktor relay, tiga faktor sebagai output, serta dua faktor sebagai otonom. Faktor investasi akan sangat memberikan pengaruh, baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap peningkatan pendapatan masyarakat lokal (income). Dua faktor potensial kunci dengan berdimensi lingkungan bagi pengelolaan KEK Pariwisata Mandalika di masa yang akan datang adalah pencemaran (polusi) dan ketersediaan air bersih (water).","PeriodicalId":305696,"journal":{"name":"Jurnal Kepariwisataan: Destinasi, Hospitalitas dan Perjalanan","volume":"48 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-07-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"132059206","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Analisa Penerapan Chse Sebagai Strategi Promosi Industri Mice Di Jiexpo Kemayoran Dan Jakarta Convention Centre","authors":"Jati Paras Ayu, Maulibian Perdana Putra","doi":"10.34013/jk.v6i1.700","DOIUrl":"https://doi.org/10.34013/jk.v6i1.700","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan protokol kesehatan CHSE sebagai strategi promosi industri Venue MICE di DKI Jakarta, yang mana venue MICE yang diteliti adalah Jakarta International Expo Kemayoran atau biasa disebut JIEXPO dan Jakarta Convention Centre atau sering disebut JCC. Analisis strategi promosi yang digunakan adalah 5 bauran promosi yang terdiri Advertising, Public Relation, Direct Marketing, Personal Selling, Sales Promotion. Pada penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode deskriptif dan verifikatif, metode pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan data primer yaitu wawancara dan data sekunder yaitu studi literatur. Hasil penelitian menunjukan bahwa strategi promosi dalam penerapan protokol kesehatan CHSE di JIEXPO adalah melalui sosial media, website, email dan stand-stand banner. Hampir sama dengan JIEXPO, strategi promosi yang digunakan JCC adalah melalui sosial media, website, dan email, karena sangat efektif pada kondisi seperti ini. Adapun saran yang dapat diberikan untuk JIEXPO adalah untuk memaksimalkan penggunaan sosial media dengan fitur yang dimiliki didalamnya dan mencoba sosial media lain yang tidak hanya menggunakan Instagram. \u0000 \u0000Kata Kunci: Strategi Promosi, Protokol Kesehatan, CHSE, MICE. \u0000Abstract \u0000 \u0000This study aims to analyze the implementation of the CHSE health protocol as a promotion strategy for the MICE venue industry in DKI Jakarta, where the MICE venues studied were the Jakarta International Expo Kemayoran or commonly called JIEXPO and the Jakarta Convention Center or often called JCC. Analysis of the promotion strategy used is 5 promotion mix consisting of Advertising, Public Relations, Direct Marketing, Personal Selling, Sales Promotion. This research uses qualitative research with descriptive and verification methods, the data collection method in this study was carried out using primary data, namely interviews and secondary data, namely literature studies. The results showed that the promotion strategy in implementing the CHSE health protocol at JIEXPO was through social media, websites, emails and banner stands. Similar to JIEXPO, the promotional strategy used by JCC is through social media, website, and email, because it is very effective in these conditions. The advice that can be given to JIEXPO is to maximize the use of social media with the features it has and try other social media that does not only use Instagram. \u0000 \u0000Keywords: Promotion Strategy, Health Protocol, CHSE, MICE.","PeriodicalId":305696,"journal":{"name":"Jurnal Kepariwisataan: Destinasi, Hospitalitas dan Perjalanan","volume":"9 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"124902240","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Travel Pattern and Pandemic; How Do Travel Preferences Effects The Changes In Expenses In New Normal Era?","authors":"N. Agustina, Della Sharyputra","doi":"10.34013/jk.v6i1.675","DOIUrl":"https://doi.org/10.34013/jk.v6i1.675","url":null,"abstract":"The Covid-19 pandemic caused various new lifestyle changes, one of which was travel activities. Changes in patterns and habits make tourists' interest in accommodation, tourist attractions, transportation, to cleanliness a lot of considerations. This research aims to review the factors a tourist considers in travelling, the budget during the trip, and travel references with research loci in Bali. In this study, the data used quantitative data from questionnaire results which were then processed using SPSS. The research team used a non-probability sampling method with purposive sampling techniques to determine respondents. This study showed that some respondents were more concerned with health aspects when travelling, which affected tourists' expenses during travel to Bali due to changes in tourist preferences.","PeriodicalId":305696,"journal":{"name":"Jurnal Kepariwisataan: Destinasi, Hospitalitas dan Perjalanan","volume":"3 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"130954908","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Mutu Sensori dan Preferensi Konsumen dari Coklat Lokal Khas Kulon Progo, Jawa Tengah, Indonesia","authors":"Selvi Novianti, Sandra Sanggramasari, Made Citra Yuniastuti, Tristy Firlyanie Lutfhi, P.Jessica Josary","doi":"10.34013/jk.v6i1.635","DOIUrl":"https://doi.org/10.34013/jk.v6i1.635","url":null,"abstract":"Kecamatan Kalibawang yang berada di Kabupaten Kulon Progo, Jawa Tengah, memiliki produk unggulan berupa coklat khas setempat yang dihasilkan oleh Kelompok Wanita Tani Pawon Gendis (WonDis). Berbagai produk olahan coklat telah dipasarkan secara umum seperti coklat pegagan, merupakan produk olahan coklat dan daun pegagan, serta dark chocolate 80% yang dikenal dengan merek coklat WonDis. Namun, untuk dapat masuk ke dalam persaingan yang kompetitif, diperlukan inovasi yang berlandaskan kepada keinginan konsumen, mengingat banyak sekali produk olahan coklat lainnya baik impor maupun lokal yang telah lama dikenal oleh masyarakat. Seperti coklat Monggo dan coklat Delicacao yang dijadikan sebagai pembanding dalam penelitian ini. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk meneliti mutu sensori dari coklat Wondis khas Kulon Progo, lalu mencari preferensi konsumen terhadap coklat tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui teknik analisis Quantitative Descriptive Analysis (QDA). Data yang diolah diambil dari observasi, studi literatur, uji panelis dengan melibatkan 20 orang panelis semi terlatih, wawancara semi terstruktur kepada dua orang panelis ahli, serta uji hedonik oleh 40 orang konsumen. Hasil penelitian menunjukan bahwa coklat pegagan dari wondis memiliki perbedaan yang paling signifikan dibandingkan dengan ketiga produk coklat lainnya dalam aspek sweet aroma, greasiness, sweetness dan tobacco. Sementara itu, dark chocolate 80% WonDis memiliki preferensi konsumen yang tinggi karena memiliki kadar rasa pahit yang lebih dapat diterima oleh konsumen sehingga memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi olahan produk turunan baru dari coklat tersebut.","PeriodicalId":305696,"journal":{"name":"Jurnal Kepariwisataan: Destinasi, Hospitalitas dan Perjalanan","volume":"33 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"121110951","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
E. Kurniawan A., Sri Langgeng Ratnasari, Herni Widiyah Nasrul
{"title":"How Does Employee Performance Increase Tourist Visits?","authors":"E. Kurniawan A., Sri Langgeng Ratnasari, Herni Widiyah Nasrul","doi":"10.34013/jk.v6i1.420","DOIUrl":"https://doi.org/10.34013/jk.v6i1.420","url":null,"abstract":"It is difficult to demand employee productivity, especially when Covid-19 limits social interaction. Continuous extra attention needed so that employee performance gets optimal evidence. By focusing on leadership styles, organizational commitment, and job satisfaction, this study attempts to select how these three factors transmit the performance of ‘Resort X’ employees in the Anambas (Province of Riau Islands, Indonesia). The sample involves the entire population to be asked for information related to relevant questions about these variables through census techniques. After the questionnaires distributed and collected, data validation applied using multiple linear regression methods and IBM SPSS. Effects simultaneously and partially describe that leadership style, organizational commitment, and job satisfaction play a significant role in employee performance. Despite the disruption caused by the global pandemic, it did not change the productivity of employees in promoting and attracting tourist visits. Tourist destinations need to adapt and strive for recovery through optimal resources.","PeriodicalId":305696,"journal":{"name":"Jurnal Kepariwisataan: Destinasi, Hospitalitas dan Perjalanan","volume":"2 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"131736376","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Studi Komparatif Penurunan Pendapatan Pada Wisata Pantai Alami dan Amenitas Wisata Pantai Akibat Pandemi Covid-19","authors":"Endang Gunaisah, Hendra Poltak, Ismail","doi":"10.34013/jk.v6i1.195","DOIUrl":"https://doi.org/10.34013/jk.v6i1.195","url":null,"abstract":"Pandemi Covid-19 tidak hanya berdampak pada Kesehatan manusia, namun memberikan dampak pada semua bidang perekonomian, tidak terkecuali bidang pariwisata. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif komparatif yang bertujuan untuk mengetahui perbandingan rata-rata penurunan pendapatan sebelum dan sesudah Covid-19 pada 12 destinasi pelaku usaha wisata pantai alami dan 5 destinasi pelaku usaha wisata pantai amenitas di Kota Sorong. Sampel penelitian seluruh populasi destinasi wisata pantai di Kota Sorong berdasarkan data sekunder yang diperoleh dari Dinas Pariwisata. Hasil penelitian diperoleh bahwa secara signifikan rata-rata penurunan pendapatan pelaku usaha wisata amenitas lebih besar dari pada rata-rata penurunan pendapatan pelaku usaha wisata alami. Perbedaan disebabkan karena pelaku usaha wisata dengan amenitas lebih responsif untuk menutup tempat wisatanya selama himbauan pemerintah dari pada tempat wisata alami.","PeriodicalId":305696,"journal":{"name":"Jurnal Kepariwisataan: Destinasi, Hospitalitas dan Perjalanan","volume":"49 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"132243856","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Analisis Tata Kelola Kolaboratif Desa Wisata yang Mandiri dan Berkelanjutan: Investigasi Empiris dari Ngargoretno-Magelang","authors":"Budi Wibowo, Herlan Suherlan, Nurdin Hidayah, Mochammad Nurrochman","doi":"10.34013/jk.v6i1.646","DOIUrl":"https://doi.org/10.34013/jk.v6i1.646","url":null,"abstract":"Tata kelola menawarkan potensi besar untuk pengelolaan destinasi pariwisata. Tata kelola pariwisata mengeksplorasi konstituen destinasi pariwisata dan berfokus pada pemberian arahan dan batasan destinasi. Namun, baru-baru ini, telah diperdebatkan bahwa bentuk tata kelola kolaboratif dan asosiatif antara pengelola pariwisata dan pihak terkait lainnya semakin penting dalam mendorong pariwisata yang berkelanjutan dan peka lingkungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis tata kelola kolaboratif menuju desa wisata yang mandiri dan berkelanjutan, diantaranya: (1) visi dan misi pengembangan Desa Wisata; (2) permasalahan yang dihadapi dalam mewujudkan visi dan misinya; dan (3) tata kelola kolaboratif. Penelitian ini menggunakan disain penelitian kualitatif dengan pendekatan kualitatif yang berusaha memahami sudut pandang, pemikiran, pengalaman para stakeholder mengenai tata kelola kolaboratif menuju desa wisata yang mandiri dan berkelanjutan di Desa Wisata Ngargoretno Kabupaten Magelang Jawa Tengah. Arah pengembangan Desa Wisata Ngargoretno adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Visi desa wisata memiliki peran yang strategis sebagai bingkai yang mempersatukan langkah semua pemangku kepentingan yang terlibat untuk berkolaborasi, bersinergi dalam mengelola desa wisata. Kendala yang dihadapi dalam pengembangan desa wisata menuju desa wisata yang mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan adalah semangat/spirit untuk berinovasi terhadap tantangan ke depan dan aksesibilitas.","PeriodicalId":305696,"journal":{"name":"Jurnal Kepariwisataan: Destinasi, Hospitalitas dan Perjalanan","volume":"16 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"121337149","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Variasi Sentimen Pantai Wisata dari Tweet Berbahasa Indonesia","authors":"Arief Wicaksono, Nurul Khakhim, N. Farda","doi":"10.34013/jk.v6i1.326","DOIUrl":"https://doi.org/10.34013/jk.v6i1.326","url":null,"abstract":"Twitter menjadi wadah bagi netizen untuk menyampaikan pendapat dan perasaannya terhadap situasi yang terjadi di masyarakat, termasuk fenomena pembatasan berkerumun dan bepergian untuk wisata. Analisis sentimen menjadi pendekatan untuk memperoleh, mengubah, dan menginterpretasi pendapat netizen dalam tweet mengenai pantai wisata. Penelitian ini mengkaji ketersediaan data Twitter untuk analisis variasi sentimen pantai wisata di Desa Parangtritis, Kabupaten Bantul pada tiga periode analisis, yaitu sebelum Covid-19, selama penutupan lokasi wisata, dan setelah pembukaan kembali lokasi wisata. Crawling tweet dilakukan dengan menjalankan script Python GetOldTweets. Kata kunci pencarian tweet menggunakan nama pantai yaitu Pantai Parangtritis, Parangkusumo, Cemara Sewu, Pelangi, dan Depok. Analisis sentimen dilakukan dengan metode lexicon-based menggunakan kosa kata positif dan negatif berbahasa Indonesia yang disusun oleh masdevid. Kata dominan pada tweet setiap pantai wisata divisualisasikan dengan wordcloud. Tweet yang digunakan untuk analisis hanya sebanyak 4.848 tweet (25,64%) dan tidak satupun memuat informasi koordinat. Isi tweet bervariasi mulai dari ciri khas, daya tarik wisata, kenangan netizen, serta fenomena yang terjadi di pantai wisata. Sentimen semua pantai wisata, selain Pantai Parangkusumo, pada tiga periode analisis bervariasi dan cenderung memiliki sentimen negatif setelah pembukaan wisata. Pantai Parangkusumo selalu memiliki sentimen positif pada tiga periode analisis.","PeriodicalId":305696,"journal":{"name":"Jurnal Kepariwisataan: Destinasi, Hospitalitas dan Perjalanan","volume":"194 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-06-25","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"127234682","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}