Jurnal PlanologiPub Date : 2018-10-14DOI: 10.30659/jpsa.v15i2.3071
Myrna Sukmaratri
{"title":"KAJIAN OBJEK WISATA SEJARAH BERDASARKAN KELAYAKAN LANSKAP SEJARAH DI KOTA PALEMBANG","authors":"Myrna Sukmaratri","doi":"10.30659/jpsa.v15i2.3071","DOIUrl":"https://doi.org/10.30659/jpsa.v15i2.3071","url":null,"abstract":"ABSTRACTAs a city incorporated within the Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI), Palembang City certainly has the potential of historical and cultural assets that can be utilized as a tourist attraction. However, tourists who visit the historical attractions in Palembang is still dominated by domestic tourists and even local tourists. Though the historical tourist attraction actually has the potential to bring in more tourists when balanced with optimal development. The purpose of this study is to analyze the potential of historical attractions based on the feasibility of the historical landscape. Scoring analysis techniques used to evaluate the value of the feasibility historical landscape as a tourist attraction so the potential class is obtained. Scoring results obtained that Kawah Tengkurap and Kampung Kapitan included in the low category. Museum Sultan Mahmud Badaruddin II, Makam Ki Gede Ing Suro, and Kampung Assegaf included in medium category. Meanwhile, the tourist attractions are included in the high category areBenteng Kuto Besak, Kampung Al Munawar, Taman Purbakala Kerjaan Sriwijaya, Bukit Siguntang, Museum Balaputra Dewa, and Jembatan Ampera.Keywords: History Tour, Landscape History, Palembang City ABSTRAKSebagai kota yang tergabung di dalam Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI), Kota Palembang tentu memiliki potensi aset sejarah dan budaya yang dapat dimanfaatkan sebagai objek wisata. Namun, wisatawan yang berkunjung pada objek wisata sejarah di Palembang masih didominasi wisatawan nusantara bahkan wisatawan lokal. Padahal objek wisata sejarah tersebut sebenarnya memiliki potensi mendatangkan lebih banyak wisatawan manakala diimbangi dengan pengembangan yang optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis potensi objek wisata sejarah berdasarkan kelayakan lanskap sejarah. Teknik analisis skoring digunakan untuk mengevaluasi nilai kelayakan lanskap sejarah sebagai objek wisata sehingga didapatkan klas potensi. Dari hasil skoring didapatkan Kawah Tengkurap dan Kampung Kapitan termasuk dalam kategori rendah. Museum Sultan Mahmud Badaruddin II, Makam Ki Gede Ing Suro, dan Kampung Assegaf termasuk dalam kategori sedang. Sedangkan, objek wisata yang termasuk dalam kategori tinggi yakni Benteng Kuto Besak, Kampung Al Munawar, Taman Purbakala Kerjaan Sriwijaya, Bukit Siguntang, Museum Balaputra Dewa, dan JembatanAmpera.Kata Kunci: Wisata Sejarah, Lanskap Sejarah, Kota Palembang","PeriodicalId":281694,"journal":{"name":"Jurnal Planologi","volume":"2 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-10-14","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"132600992","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Jurnal PlanologiPub Date : 2018-10-14DOI: 10.30659/JPSA.V15I2.3523
K. P. Tucunan, Utari Sulistyandari, M. Perkasa
{"title":"ARTEFAK DALAM KONTEKS PERKEMBANGAN KAWASAN HERITAGE ISLAM","authors":"K. P. Tucunan, Utari Sulistyandari, M. Perkasa","doi":"10.30659/JPSA.V15I2.3523","DOIUrl":"https://doi.org/10.30659/JPSA.V15I2.3523","url":null,"abstract":"ABSTRACTIslam is the majority religion in Indonesia, but unfortunately none of the historic sites of Islam in Indonesia became a common concern in the international world. The heritage of Islamic culture is a unique heritage because there is a process of acculturation and change of civilization in a fairly fast time (50 years) from the Hindu-Buddhist kingdom to the Islamic kingdom. Islamic cultural heritage so far only focusing in the existence of mosques and tombs and not focusing in spatial management. This indicates that there is a gap of knowledge on the disciplines of archeology and spatial planning, especially in the management of cultural heritage that should be a multi-disciplinary domain.The methods used in this study is qualitative studywith focus on building a spatial and archeology approaches to the heritage management. With the aim of space categorization and also the types of artifacts available, this paper finds that artifacts are divided into two namely those found or located in the core area and those in the supporting area.Keyword: Islamic Heritage, Artifacts ABSTRAKIslam merupakan agama mayoritas di Indonesia, namun sayangnya tidak satupun situs bersejarah islam menjadi concern bersama dalam dunia Internasional. Warisan kebudayaan islam merupakan sebuah warisan yang unik karena terjadi proses akulturasi dan perubahan peradaban dala waktu yang cukup cepat (50 tahun) dari kerajaan Hindu-Budha menjadi kerajaan Islam Kawasan cagar budaya dalam pengelolaan cagar budaya kawasan islam selama ini hanya teridentifikasi pada keberadaan masjid dan makam. Hal ini mengindikasikan bahwa adanya kesenjangan pengetahuan terhadap disiplin ilmu arkeologi dan perencanaan ruang, terutama dalam pengelolaan cagar budaya yang seharusnya menjadi ranah multi disiplin ilmu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan pengamatan tersetruktur dan konten analisis yang difokuskan pada data-data sekunder (literature review) yang menggabungkan antara ilmu arkeologi dan keruangan (spasial). Dengan tujuan dari kategorisasi ruang dan juga jenis artefak yang ada, makalah ini menemukan bahwa artefak terbagi atas dua yakni yang ditemukan atau berada di Kawasan inti dan yang berada di kawasan pendukung.Kata Kunci:Warisan Kebudayaan Islam, Artefak","PeriodicalId":281694,"journal":{"name":"Jurnal Planologi","volume":"70 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-10-14","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"126810945","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Jurnal PlanologiPub Date : 2018-10-14DOI: 10.30659/JPSA.V15I2.3524
F. Rani, H. E. Kusuma, Athina Ardhyanto
{"title":"PARIWISATA PUSAKA: DESTINASI DAN MOTIVASI WISATA DI PUSAKA SAUJANA IMOGIRI YOGYAKARTA","authors":"F. Rani, H. E. Kusuma, Athina Ardhyanto","doi":"10.30659/JPSA.V15I2.3524","DOIUrl":"https://doi.org/10.30659/JPSA.V15I2.3524","url":null,"abstract":"ABSTRACTImogiri area is an area that has an important role in the history of the city of Yogyakarta. Imogiri is a Saujana Heritage Area because it has the potential of nature heritage and cultural heritage. Through several studies entering into strategic areas to get priority in the development, especially the development of heritage tourism. The purpose of this study is to find tourist destinations in Imogiri the most popular and the motivation of tourist visits. The study used qualitative methods with data collection through online surveys in the form of questionnaires. From the results of the analysis found that the most popular destination by visitors is a natural tourist attractions, while the main motivation of the visit is the desire of tourists to perform recreational activities. The results of this study can be useful in determining the priority and space program required in the development of heritage tourism in Imogiri Area.Keywords: Cultural Landscape, Imogiri, Heritage Tourism, Yogyakarta. ABSTRAKKawasan Imogiri adalah sebuah kawasan yang memiliki peran penting dalam perjalanan sejarah Kota Yogyakarta. Imogiri merupakan Kawasan Pusaka Saujana karena memiliki potensi pusaka alam dan pusaka budaya. Melalui beberapa kajian masuk dalam kawasan strategis sehingga mendapat prioritas dalam pengembangannya, khususnya pengembangan pariwisata pusaka. Tujuan dari penelitian ini adalah menemukan destinasi wisata di Imogiri yang paling banyak diminati serta motivasi kunjungan wisatawan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui survei online dalam bentuk kuesioner. Dari hasil analisis ditemukan bahwa destinasi yang paling diminati oleh pengunjung adalah tempat wisata alam, sedangkan motivasi kunjungan yang utama adalah keinginan wisatawan untuk melakukan kegiatan rekreasi. Hasil dari penelitian ini bermanfaat dalam menentukan prioritas serta merumuskan program ruang yang diperlukan dalam pengembangan pariwisata pusaka di Kawasan Imogiri.Kata Kunci: Imogiri, Pariwisata Pusaka, Pusaka Saujana, Yogyakarta","PeriodicalId":281694,"journal":{"name":"Jurnal Planologi","volume":"153 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-10-14","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"114897864","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Jurnal PlanologiPub Date : 2018-10-14DOI: 10.30659/JPSA.V15I2.3522
Riris Purbasari
{"title":"STRATEGI PENGELOLAAN WARISAN BUDAYA BERBASIS PERAN MASYARAKAT DI KECAMATAN LASEM KABUPATEN REMBANG","authors":"Riris Purbasari","doi":"10.30659/JPSA.V15I2.3522","DOIUrl":"https://doi.org/10.30659/JPSA.V15I2.3522","url":null,"abstract":"ABSTRACTLasem is one of Sub Districts in Rembang Regency located in north coast of central part of Java Island. The strategic position of Lasem that is located on maritime and over-land trading route has made this area since 500 BC inhabited and has passed many different periods of human settlement ranging from prehistory, classic (Hinduism-Buddhism), Islam, colonial periods and until today. That long period of human settlements has left for us now heritages of various cultural influences including Javanese, Chinese, European, Hinduism-Buddhism, and Islamic culture. Heritage is finite and un-renewable in its nature so that it needs to be managed in order to outlive and to be inherited to the next generations. In Lasem, people have been relatively aware of that. Communities in Lasem represented by their organizations have their agendas of appreciating and preserving their heritage. However, they did them individually or not in good coordination of each other. The situation then generates an idea of coordinating activities done by communities in Lasem. Active role of those communities have to be guided and developed so that the purpose of appreciating and preserving their heritage can be achieved. This is intended as for management of heritage can be done continually. Key words: Lasem, Heritage, Heritage Management, Community based ABSTRAKLasem adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Rembang yang terletak di pesisir utara Pulau Jawa bagian tengah. Lasem memiliki potensi luar biasa antara lain terletak di jalur perdagangan laut dan darat yang telah didiami sejak 500 tahun Sebelum Masehi diawali oleh manusia masa prasejarah, klasik, Islam, kolonial, hingga saat ini. Masa hunian manusia yang panjang di Lasem meninggalkan warisan budaya dengan berbagai pengaruh budaya diantaranya Jawa, Cina, Eropa, Klasik, dan Islam yang sebagian masih dapat dijumpai hingga saat ini. Namun demikian, warisan budaya bersifat terbatas dan tidak dapat diperbaharui sehingga perlu untuk dikelola agar berusia lebih panjang agar dapat diwariskan kembali kepada generasi selanjutnya. Pengelolaan warisan budaya yang dilakukan oleh masyarakat Lasem selama ini masih bersifat terpisah-pisah satu sama lain. Namun, peran aktif masyarakat terus dibina dan ditingkatkan agar tujuan pengelolaan warisan budaya yang berbasis masyarakat dapat segera dicapai. Pemilihan pengelolaan oleh masyarakat setempat bertujuan agar pengelolaan yang dilakukan dapat berkelanjutan. Kata Kunci: Lasem, Pengelolaan, Warisan Budaya, Basis Masyarakat.","PeriodicalId":281694,"journal":{"name":"Jurnal Planologi","volume":"25 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-10-14","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"134088476","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}