{"title":"PENGARUH EDUKASI TERHADAP PENGELOLAAN DIABETES LANSIA DI POSBINDU KELURAHAN KARANGSARI KOTA TANGERANG TAHUN 2018","authors":"Rohanah Rohanah, Lailatul Fadilah","doi":"10.36743/MEDIKES.V6I1.91","DOIUrl":"https://doi.org/10.36743/MEDIKES.V6I1.91","url":null,"abstract":"Diabetes mellitus merupakan salah satu penyakit yang sering dijumpai pada usia lanjut, hampir 50% pasien diabetes tipe 2 berusia diatas 65 tahun. Diabetes pada lansia pada akhirnya mempengaruhi kualitas hidup lansia. Edukasi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah memberikan pendidikan kesehatan kepada lansia tentang cara hidup sehat dengan diabetes serta mencegah terjadinya komplikasi. Empat pilar pengelolaan diabetes yaitu edukasi, perencanaan makan, latihan jasmani, intervensi farmakologi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh edukasi terhadap peningkatan pengetahuan dan perilaku sehingga lansia mampu mengelola diabetes. Hipotesa penelitian ini ada pengaruh edukasi terhadap peningkatan pengetahuan dan perilaku sehingga meningkatkan kemampuan lansia mengelola diabetes yang dialaminya.. Penelitian ini dilakukan di Posbindu Kelurahan Karangsari kota Tangerang tahun 2018 dengan sampel 30 orang lansia sebagai kelompok intervensi dan 30 lansia sebagai kelompok kontrol. Desain dan metodologi penelitian ini menggunakan Quasi eksperimen pre – post test. Data dianalisis menggunakan Uji dependent. t test dan independent t test. Hasil penelitian menunjukan ada pengaruh yang signifikan proses edukasi terhadap peningkatan pengetahuan dan perilaku pada kelompok intervensi dengan nilai p value 0.00 dan ada pengaruh signifikan edukasi kelompok intervensi dibandingkan dengan kelompok control dengan nilai pengetahuan p value 0.02 dan nilai perilaku 0.003. kesimpulan : ada pengaruh edukasi terhadap peningkatan pengetahuan dan perilaku pada lansia yang mengalami Diabetes Melitus.","PeriodicalId":281153,"journal":{"name":"Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan)","volume":"37 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-05-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"127503293","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"PENGARUH TERAPI BERMAIN PUZZLE TERHADAP PENGETAHUAN, SIKAP DAN KETERAMPILAN MENCUCI TANGAN PADA ANAK DI SD TAMAN SUKARIA I KOTA TANGERANG","authors":"Ema Hikmah","doi":"10.36743/MEDIKES.V6I1.162","DOIUrl":"https://doi.org/10.36743/MEDIKES.V6I1.162","url":null,"abstract":"Cuci tangan sangat efektif dalam mencegah penularan penyakit, sehingga pengenalan cuci tangan sejak dini sangat penting agar anak tercegah dari terjangkitnya penyakit. Banyak alat dan cara yang dapat digunakan untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat anak melalui pendidikan kesehatan, salah satunya yaitu dengan terapi bermain puzzle Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi bermain puzzle terhadap pengetahuan, sikap dan keterampilan cuci tangan pada siswa kelas 1 di SDN Taman Sukaria 1 Kota Tangerang. Tempat penelitian di SDN taman Sukaria 1 Kota Tangerang periode Juni sampai Nopember 2018. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuasi-eksperimen. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 59 siswa dengan rincian 29 orang kelompok control dan 30 orang kelompok intervensi. Desain kuasi-eksperimen dalam penelitian menggunakan tipe onegroup design dengan pre dan post test. Analisi bivariat yang digunakan adalah t-test independent. Hasil penelitian Ada perbedaan signifikan terapi bermain puzzle dapat meningkatkan pengetahauan, sikap dan keterampilan mencuci tangan pada siswa SD Kls 1 di SDN Taman Sukaria 1 Kota Tangerang pada kelompok intervens (p value=0,000 α=0,05). Hasil yang signifikan pada penelitian ini menunjukan bahwa hal ini bermakna apabila terapi bermain puzzle dilakukan maka siswa dapat meningkat pengetahuan, sikap dan keterampilannya dalam mencuci tangan. Disasankan pada guru dan orangtua agar menciptakan suasana yang menyenangkan pada saat belajar salah satunya dengan menggunakan terapi bermain puzzzle","PeriodicalId":281153,"journal":{"name":"Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan)","volume":"28 8","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-05-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"120916235","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"EFEKTIFITAS MEDIA ELEKTRONIK DAN MEDIA CETAK TERHADAP PENGETAHUAN HIV/AIDS PADA SISWA SMP NEGERI 4 KOTA TANGERANG","authors":"Wasludin Wasludin","doi":"10.36743/MEDIKES.V6I1.90","DOIUrl":"https://doi.org/10.36743/MEDIKES.V6I1.90","url":null,"abstract":"Tujuan penelitian ini ingin mengetahui pengetahuan siswa tentang HIV/AIDS dan media yang lebih baik dan cocok untuk menyampaikan edukasi tentang HIV/AIDS kepada siswa sehingga dapat meningkatkan pengetahuan siswa tentang HIV/AIDS. Metoda penelitian menggunakan desain eksperimental dengan rancangan eksperimental ulang (pre test-post test controle group design), dengan responden siswa Kelas VIII SMP Negeri 4 Kota Tangerang sebanyak 68 orang yang terbagi dalam 2 kelas/kelompok. Hasil penelitian menunjukkan, ada perbedaan yang signifikan antara nilai pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan kesehatan dengan menggunakan media elektronik (p=0,000), ada perbedaan yang signifikan antara nilai pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan kesehatan dengan menggunakan media cetak (p=0,004), dan ada perbedaan yang signifikan nilai rata-rata pengetahuan antara media elektronik dan media cetak (p=0,001). Disarankan untuk dinas terkait dan para edukator kesehatan, untuk meningkatkan pengetahuan siswa dalam pemahaman tentang suatu materi khususnya materi kesehatan, dapat menggunakan media penyuluhan yang tepat dan beragam agar dapat meningkatkan pengetahuan sasaran.","PeriodicalId":281153,"journal":{"name":"Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan)","volume":"27 2","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-05-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"114013687","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"PENGARUH KARTU PINTAR BENCANA TERHADAP SIKAP KESIAPSIAGAAN BENCANA PADA ANAK SEKOLAH DI KOTA TANGERANG TAHUN 2018","authors":"Siti Wasliyah, Kusniawati Kusniawati","doi":"10.36743/MEDIKES.V6I1.93","DOIUrl":"https://doi.org/10.36743/MEDIKES.V6I1.93","url":null,"abstract":"Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat pada bulan Januari sampai Maret tahun 2017 telah terjadi 883 bencana di seluruh Indonesia. Banten merupakan daerah rawan bencana, dimana lebih dari 10 jenis bencana, rawan terjadi didaerah banten dan sekitarnya Pada penilaian indeks risiko bencana daerah dua wilayah di Banten yang memiliki skor di atas 150 poin adalah Kabupaten Lebak dan Pandeglang.(BNPB, 2017). Pengembangan kartu pintar mengenai penanggulangan bencana akan mulai dilakukan pada penelitian ini, dengan harapan strategi peningkatan sikap dalam menghadapi bencana dapat menjangkau sampai anak sekolah. Penelitian ini adalah penelitian kuasi eksperimen dengan pendekatan pretest and postets group design, bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh penggunaan kartu bencana dalam meningkatkan sikap kesiapsiagaan bencana pada anak sekolah dasar. Penelitian dilakukan di Sekolah Dasar Negeri Taman Sukarya di Kota Tangerang pada bulan Juni - Nopember 2018 dengan populasi siswa SDN Taman Sukarya. Metode sampling yang digunakan adalah consecutive sampling berjumlah 50 orang untuk masing-masing kelompok intervensi dan kontrol. Rerata sikap pada kelompok yang menggunakan kartu (intervensi) adalah 36,28 dengan standar deviasi 4,36. Pada kelompok yang diberikan tidak diberikan intervensi didapat rata-rata sikap adalah 0,26 dengan standar deviasi 0,75. Hasil uji statsitik diadapatkan nilai P value 0,734 (P value < 0,05) maka dapat disimpulkan tidak ada perbedaan yang signifikan antara rata-rata sikap kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Kartu bencana dapat digunakan sebagai wahana baca dan permainan yang mengandung informasi tentang bencana walaupun tidak meningkatkan sikap kesiapsiagaan bencana pada anak sekolah dasar.","PeriodicalId":281153,"journal":{"name":"Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan)","volume":"130 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-05-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"122926148","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"EFEKTIVITAS SERBUK BIJI PEPAYA (Carica Papaya L.) TERHADAP KEMATIAN JENTIK (LARVA) Culex sp.","authors":"Ahmad Ahmad, Arif Adriyanto","doi":"10.36743/medikes.v6i1.186","DOIUrl":"https://doi.org/10.36743/medikes.v6i1.186","url":null,"abstract":"Pengendalian vektor khususnya vector penyakit filariasis biasanya menggunakan bahan insektisida kimia sintetik, hal ini beresiko terjadi resistensi pada nyamuk Culex sp. sebagai vektor utama. Serbuk Biji Pepaya (Carica Papaya L.) sangat baik untuk digunakan sebagai penolak larva Culex sp.karena racun yang terdapat dalam biji pepaya yang disebut alkaloid karpaina. Tujuan penelitian ini untuk menentukan efektivitas serbuk biji pepaya sebagai larvasida Culex sp. Desain penelitian menggunakan post test desain with control. Perlakuan variasi dosis yaitu 60 mg, 90 mg, 120 mg,150 mg.Sampel yang diambil adalah larva instar III dan IV. Jumlah perlakuan dan pengulangan menggunakan pola Rancangan Acak Kelompok (RAK) dimana perlakuan pada penelitian ini sebanyak empat perlakuan dengan enam kali pengulangan. Setiap perlakuan berisi 20 larva dan melakukan enam kali pengulangan. Hasil penelitian ini menunjukan jumlah persentase kematian berturut-turut sebesar 58,33%, 78,33%, 87,50%, 94,16%. Hasil analisis statistik dengan uji One Way ANOVA menunjukkan nilai p value = 0,000 yang artinya bahwa nilai p value < 0,005, yang mengindikasikan bahwa serbuk biji pepaya (Carica Papaya L.) efektif untuk membunuh larva Culex sp. Bagi peneliti selanjutnya dan pemangku kebijakan terkait disarankan untuk menggunakan serbuk biji pepaya (Carica Papaya L.) sebagai bioinsektisida alami dan mencari bioinsektisida alami lain yang ramah lingkungan.","PeriodicalId":281153,"journal":{"name":"Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan)","volume":"34 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-05-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"122367285","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"ISOLASI DAN IDENTIFIKASI KAPANG ENDOFIT DARI TANAMAN ALANG-ALANG (Imperata cylindrica (L.) BEAUV.)","authors":"M. Jamilatun, Shufiyani Shufiyani","doi":"10.36743/MEDIKES.V6I1.92","DOIUrl":"https://doi.org/10.36743/MEDIKES.V6I1.92","url":null,"abstract":"Mikroba endofit di dalam bagian tanaman dapat terdiri dari berbagai macam jenis, salah satunya yaitu kapang endofit. Kapang endofit dilaporkan menghasilkan berbagai metabolit bioaktif. Berbagai jenis tanaman terutama tanaman obat, dapat digunakan sebagai sumber isolat kapang endofit. Jenis tanaman yang berpotensi sebagai tanaman berkhasiat obat adalah alang-alang (Imperata cylindrica (L.) Beauv.).Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keberadaan dan jenis kapang endofit dari tanaman alang-alang (Imperata cylindrica (L.) Beauv.). Penelitian dilakukan dengan mengisolasi kapang endofit dari tanaman alang-alang (Imperata cylindrica (L.) Beauv.). menggunakan medium Potato Dextrose Agar Chloramphenicol (PDAC), kemudian dilakukan pemurnian pada kapang endofit serta mengidentifikasi isolat kapang endofit berdasarkan ciri makroskopis dan mikroskopis. Hasil penelitian diperoleh tujuh isolat kapang endofit yang tumbuh pada tanaman alang-alang (Imperata cylindrica (L.) Beauv.), yaitu 1 isolat kapang Fusarium sp. dari bagian bunga, 2 isolat Mucor sp. dari bagian daun, 3 isolat Mucor sp. dari bagian tangkai, 1 isolat Mucor sp. dari bagian akar","PeriodicalId":281153,"journal":{"name":"Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan)","volume":"188 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-05-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"124203494","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"PENGARUH PENDAMPINGAN KADER TERHADAP PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CIKULUR KABUPATEN LEBAK","authors":"Omo Sutomo","doi":"10.36743/MEDIKES.V6I1.158","DOIUrl":"https://doi.org/10.36743/MEDIKES.V6I1.158","url":null,"abstract":"Pemberia ASI eksklusif memiliki kontribusi yang besar terhadap tumbuh kembang dan daya tahan tubuh anak (Patal, 2013), Sayangnya tidak semua ibu berhasil dalam menyusui terutama dalam enam bulan pertama kehidupan bayi. Menurut Pusat Data dan Informasi Kemenkes RI (2014), cakupan ASI eksklusif secara Nasional masih rendah (54,3%), demikian pula di provinsi Banten masih tergolong rendah (47,9%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendampingan kader terhadap pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Cikulur Kabupaten Lebah tahun 2018. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperiment, rancangan seri ganda (multiple time series) design).Sampel ialah ibu pasca nifas sebanyak 92 orang ( 46 orang perlakuan dan 46 orang kontrol). Sampel diambil dengan teknik quata sampling. Untuk mengetahui kemaknaan pengaruh digunakan nilai α sebesar 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari separuhnya ibu tidak memberikan ASI eksklusi (51,1%). Ibu yang tidak memberikan ASI eksklusif lebih banyak (63.0%) terjadi pada ibuyang tidak didampingi oleh kader dibandingkan dengan ibu yang didampingi kader hanya 39,1 % yang tidak memberikan ASI eksklusif pada bayinya. Terdapat pengaruh yang signifikan pendampingan kader terhadap pemberian ASI eksklusif (p=0,037). Ibu yang tidak mendapat pendampingan kader berisiko hampir tiga kali lebih besar untuk tidak memberikan ASI eksklusif pada bayinya dibandingkan dengan ibu yang mendapat pendampingan kader (OR=2,654) ","PeriodicalId":281153,"journal":{"name":"Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan)","volume":"160 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-05-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"131979542","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"HUBUNGAN ANTARA PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN STATUS GIZI BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WARUNGGUNUNG TAHUN 2018","authors":"Daini Zulmi","doi":"10.36743/MEDIKES.V6I1.161","DOIUrl":"https://doi.org/10.36743/MEDIKES.V6I1.161","url":null,"abstract":"Gizi pada masa balita merupakan hal yang perlu diperhatikan lebih serius karena jika balita memiliki status gizi yang kurang atau bahkan buruk maka akan terjadi berbagai keterlambatan dan kerusakan yang tidak dapat dipulihkan (irreversibel). Berdasarkan Pemantauan Status Gizi Puskesmas Warunggunung tahun 2016-2017 mengalami peningkatan dibeberapa kategori: gizi buruk (2,93%) menjadi (2,38%), gizi kurang (10,09) menjadi (11,09%). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan gizi balita 12-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Warunggunung tahun 2018. Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik, dengan pendekatan case control. Populasi pada penelitian ini adalah 379 balita jumlah sample 60 balita dengan rasio 1:2. Hasil analisis univariat bahwa balita yang mengalami gizi kurang dan buruk dijadikan sebagai sampel kasus sebanyak 20 (33,33%) balita dan yang mengalami gizi baik dijadikan kelompok kontrol sebanyak 40 (66,67%) balita, hampir setengahnya (38,33%) balita tidak diberikan ASI eksklusif. Hasil analisis bivariat terdapat hubungan yang bermana antara riwayat pemberian ASI eksklusif dengan status gizi balita (p-value= 0,00) OR = 8,04. Tenaga kesehatan diharapkan agar lebih meningkatkan pelayanan dalam memberikan KIE (konseling, informasi dan edukasi) tentang ASI eksklusif, meyakinkan setiap ibu untuk bisa menyusui secara eksklusif sejak masa kehamilan hingga menyusui untuk memberikan ASI eksklusif dan diteruskan sampai 2 tahun yang menjadi tahap awal balita memiliki status gizi yang baik.","PeriodicalId":281153,"journal":{"name":"Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan)","volume":"252 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-05-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"115646283","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"ANALISIS FAKTOR INDIVIDU YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELUHAN MUSKULOSKELETAL (Musculosceletaldisorders/MSD) BIDAN DALAM PERTOLONGAN PERSALINAN DI PUSKESMAS WILAYAH KERJA I DINKES KABUPATEN LEBAK","authors":"Hani Sutianingsih, Yayah Rokayah","doi":"10.36743/MEDIKES.V6I1.89","DOIUrl":"https://doi.org/10.36743/MEDIKES.V6I1.89","url":null,"abstract":"Bidan mengalami risiko pekerjaan saat melakukan pertolongan persalinan yang dapat berakibat pada terjadinya gangguan musculoskeletal (Musculosceletal Disorders/MSD). Bone and Joint Decade Model merangkum beberapa faktor penyebab terjadinya MSD, salah satunya adalah faktor individu yang memiliki pengaruh yang besar terhadap kejadian MSD. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan jumlah sampel 92 bidan yang bekerja di Puskesmas wilayah kerja I Kab. Lebak Penilaian skor MSD dilakukan melalui Nordic Musculosceletal Questionnaire yang mengukur keluhan MSD berdasarkan laporan pribadi yang telah diakui dan digunakan secara luas untuk riset epidemiologi MSD dan surveilens kesehatan di tempat kerja. Pengujian statistik untuk melihat hubungan antara faktor individu dengan MSD dilakukan dengan menggunakan uji Chi-kuadrat, sementara untuk melihat resiko penggunaan pada setiap faktor individu dilakukan dengan melihat nilai OR pada uji Chi-Kuadrat. Nilai kemaknaan ditentukan sebesar p<0,05. Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan antara umur dan masa kerja dengan keluhan MSD bidan dalam pertolongan persalinan (p<0,05) dan tidak terdapat hubungan antara IMT, lama tidur, persepsi kesehatan umum dan kondisi psikologis dengan keluhan MSD bidan dalam pertolongan persalinan (p>0,05).","PeriodicalId":281153,"journal":{"name":"Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan)","volume":"11 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-05-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"122475364","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN DENGETAHUAN KADER TENTANG DETEKSI DINI RISIKO TINGGI KEHAMILAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CIKULUR TAHUN 2018","authors":"Suhartini Suhartini, Ahmad Ahmad","doi":"10.36743/MEDIKES.V6I1.167","DOIUrl":"https://doi.org/10.36743/MEDIKES.V6I1.167","url":null,"abstract":"SDGs, mentargetkan menurunkan Angka Kematian Ibu hingga dibawah 70 per 100.000 KH dan menurunkan Angka Kematian Neonatal menjadi 12 per 1000 KH..Data dari Dinas kesehatan Kabupaten Lebak diketahui bahwa jumlah kematian ibu tahun 2015 berjumlah 43 orang dan tahun 2016 38 orang dan tahun 2017 s/d Okober berjumlah 30 orang. Data Puskesmas Cikulur menunjukan terjadi peningkatan jumlah kematian ibu sejak tahun 2015 tidak ada kematian 2016 ada 1 (satu) kematian dan pada tahun 2017 dilaporkan sebanyak 2 (dua) kasus kematian Ibu. Dari data belum diketahui pengetahuan kader tentang deteksi dini risiko tinggi kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pegetahuan kader tentang deteksi dini risiko tinggi kehamilan di Puskesmas kecamatan cikulur kabupaten lebak \u0000Metodelogi penelitian ini menggnakan desain “croos sectional” populasi penelitian adalah Kader kesehatan di kecamatan cikulur dan jumlah sampel sebanyak 120 orang kader kesehatan di wilayah kerja puskesmas Cikulur. Tehnik pengambilan sampel dihitung dengan menggunakan rumus perhitungan sampel, didapatkan sampel 120 orang di 34 posyandu. Masing-masing posyandu didata 3-4 orang kader. Penelitian dilaksanakan sejak bulan Mei sampai dengan November 2018 \u0000Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Masih ditemukan (28,3%) Kader yang memiliki pengetahuan kurang tentang deteksi dini resiko tinggi kehamilan, (75,8%) Kader pendidikan terakhir ≤ SLTP., (70,8%) Kader belum pernah mengikuti pelatihan terkait Deteksi Risiko Tinggi kehamilan., Masih terdapat (15,8%) Kader yang lama menjadi kader nya ≤ 1 Tahun. \u0000Sebagian besar (84,2%) Kader menyatakan tidak memiliki pedoman deteksi dini resiko tinggi kehamilan, Hasil analis lanjut diketahui bahwa, Pengetahuan kader kurang tentang deteksi dini resiko tinggi kehamilan proporsinya lebih tinggi pada kelompok pendidikan kader ≤ SLTP (31,9%) , belum pernah mengikuti pelatihan kader (21,2%). kelompok <1 tahun menjadi kader (42,1%), kelompok tersedianya pedoman (42,1 %), dan Kader memperoleh sumber informasi informal (33,3%),namun hasil analisis lanjut dari beberapa variabel dinyatakan tidak menunjukkan hubungan yang antara pendidikan, pelatihan, lama menjadi kader, ketersediaan pedoman dan sumber informasi dengan pengetahuan tentang deteksi dini risiko tinggi kehamilan P.value > dari 0.05. \u0000Mengingat masih ditemukan kader yang berpengetahuan kurang dan belum terlatih, serta tidak memiliki petoman untu melakukan deteksi risiko tinggi kehamilan, maka disarankan kepada puskesmas untuk meningkatkan pelatihan, menyediakan pedoman, serta membuat brosur,leaflet, dan buku saku deteksi dini risiko tinggi kehamilan, mengembangkan model surveilans KIA berkoordinasi dengan dinas kesehatan maupun dosen pada kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat berikutnya","PeriodicalId":281153,"journal":{"name":"Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan)","volume":"38 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-05-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"132477259","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}