{"title":"IDENTIFIKASI KADAR TIMBAL (Pb) DALAM DARAH PADA PETUGAS OPERATOR SPBU 34-42115 KOTA SERANG","authors":"Diana Rinawati, Barlian Barlian, Ghina Tsamara","doi":"10.36743/medikes.v7i1.195","DOIUrl":"https://doi.org/10.36743/medikes.v7i1.195","url":null,"abstract":"Darah adalah alat pengangkut oksigen dan menyebarkannya keseluruh tubuh yang bersifat cair. Didalam tubuh darah berperan utama sebagai alat transportasi oksigen dari sel ke paru-paru serta untuk pertahanan tubuh manusia terhadap zat asing. Timbal (Pb) dalam darah diikat oleh eritrosit, yang dibagi menjadi dua yaitu ke jaringan lunak dan ke jaringan keras. Petugas SPBU sebagai salah satu kelompok yang mempunyai risiko tinggi untuk terpapar timbal secara langsung. Paparan timbal dapat berasal dari emisi kendaraan yang datang maupun uap yang berasal dari bensin saat pengisian. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan melakukan pemeriksaan sampel darah petugas Petugas Operator SPBU 34-42115 Kota Serang guna mengetahui konsentrasi logam berat (Pb). Alat yang pergunakan dalam mengidenetifikasi Pb dalam darah adalah ICP-OES (Inductively Coupled Plasma Optical Emission Spectrometry) dengan panjang gelombang 283,3 nm. Hasil penelitian dengan mengidentifikasi tujuh sampel menunjukkan bahwa sampel darah yang telah diuji tidak terdeteksi kadar timbal dalam darah tersebut dengan masa kerja <4 tahun. Sesuai dengan Peraturan Nasional dan Internasional mengenai timbal Berdasarkan Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia No. 01/MEN/1997 mengenai nilai Ambang Batas Bahan-Bahan Kimia, nilai ambang batas paparan timbal dan persenyawaan anorganiknya di tempat kerja adalah sebesar 0,05 mg/m3.","PeriodicalId":281153,"journal":{"name":"Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan)","volume":"105 9","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-05-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"131913841","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"PENGARUH IKAN GABUS TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA PERINEUM PADA IBU POST PARTUM DI PUSKESMAS SUNGAI PIRING TAHUN 2019","authors":"rika aldesta, Rifa Rahmi, Fajar Sari Tanberika","doi":"10.36743/medikes.v7i1.214","DOIUrl":"https://doi.org/10.36743/medikes.v7i1.214","url":null,"abstract":"ABSTRACT \u0000Handling of any cause of perineum rupture during childbirth should be done immediately with qualityto minimize the possibility of complications such as bleeding, infection, dyspareunia hematoma, and reduced libido that usually accompanies in the cause of perineum rupture. Snakehead Murrel is believed to accelerate wound healing because of its extract as a substitute for serum albumin which is usually used for surgical wound healing. The purpose of this study was to determine the effect of snakehead murrel on the healing of perineal wounds in postpartum mothers in Public Health Center of Sungai Piring in 2019. This study used by quasi-experimental methods with a non-equivalent control group of 60 postpartum mothers who were divided into two groups namely the experimental group and the control group. The population was the first part of postpartum mothers with second-degree perineal injuries from January to June with a sample of 22 respondents. The sampling technique in this study was purposive sampling. Results:there wasa healing of perineal wounds in all members of the experimental group and there was no healing in all control groups at the time of observation on 8th days. Conclusion: there was a significant effect of consuming Snakehead Murrel on the healing of perineal wounds in postpartum mothers. \u0000 \u0000 ","PeriodicalId":281153,"journal":{"name":"Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan)","volume":"28 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-05-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"133608319","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Ni’ma Meilani, Agus Darmawan, W. Wahyuddin, Dahmar Dahmar, M. Megawati, Adius Kusnan
{"title":"Determinan pendidikan dan Pengetahuan Terhadap Pemberian Imunisasi Pada Bayi di Wilayah Kerja Puskesmas Kampeonaho Kota Bau-Bau","authors":"Ni’ma Meilani, Agus Darmawan, W. Wahyuddin, Dahmar Dahmar, M. Megawati, Adius Kusnan","doi":"10.36743/medikes.v7i1.211","DOIUrl":"https://doi.org/10.36743/medikes.v7i1.211","url":null,"abstract":"Cakupan imunisasi di wilayah kerja Puskesmas Kampeonaho pada tahun 2018 dari bulan Januari sampai bulan Desember sebanyak 62,1%. Masih banyak para ibu yang tidak membawa anaknya untuk di imunisasi.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi pemberian imunisasi pada bayi di wilayah kerja Puskesmas Kampeonaho Kota Bau-bau. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah populasi sebanyak 83 orang. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data melalui data primer dan data sekunder. Pengolahan dan analisis data dengan menggunakan program SPSS dengan analisis data univariat dan bivariat (chi square). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada antara pendidikan dengan nilai signifikasinya 0,041<0,05, pengetahuan dengan nilai signifikasinya 0,050 < 0,05 terhadap pemberian imunisasi pada bayi di wilayah kerja Puskesmas Kampeonaho Kota Bau-bau. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ada hubungan status pendidikan dan pengetahuan terhadap pemberian imunisasi pada bayi di wilayah kerja Puskesmas Kampeonaho Kota Bau-bau. \u0000 ","PeriodicalId":281153,"journal":{"name":"Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan)","volume":"106 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-05-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"132554377","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Sikap tentang Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi dengan Kepatuhan Ibu dalam Memberikan Imunisasi DPT-HB-Hib di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Buaya Kota Padang","authors":"Lisa Rahmawati, Mahdalena Prihatin Ningsih","doi":"10.36743/medikes.v7i1.223","DOIUrl":"https://doi.org/10.36743/medikes.v7i1.223","url":null,"abstract":"Based on the health profile of Indonesia in 2016, the number of cases of diphtheria in 2016 CFR (Case Fatality Rate) diphtheria, namely by 5.8%. Of all cases of diphtheria, amounting to 51% of them do not get vaccinated. Known from the annual report of Padang City Health Department 2017 Immunization coverage DPT-HB-Hib lows are in Lubuk Buaya Public Health Center (70.26%) of the 95% targets. The aim of research to determine the relationship level of knowledge and attitude about AEFI with Mother Compliance in giving immunization of DPT-HB-Hib in Lubuk Buaya Public Health Center. \u0000This research method is analytical survey with cross sectional study, data collection was done on January 22-March 12, 2019 in Lubuk Buaya Public Health Center. The population was mothers with babies aged 3-9 months, using a sampling technique purposive sampling with a sample of 66 respondents. Collecting data using questionnaires. Data were analyzed using a computerized with chi-square test. \u0000Results of univariate analysis obtained 60.6% of mothers do not obey the immunization of DPT-HB-Hib, 51.5% of mothers good knowledge, 56.1% of women have a negative attitude and 87.9% of infants with AEFI DPT-HB-Hib fever. The results of the bivariate analysis contained levels of knowledge about AEFI relationship with Compliance mother in immunization of DPT-HB-Hib (p = 0.002) and there is a relationship with Compliance AEFI Attitudes about Women in Giving Immunization DPT-HB-Hib (p = 0.039). \u0000It was concluded that there is a relationship between the level of knowledge and attitudes about AEFI maternal immunization compliance in providing the DPT-HB-Hib. For that is expected to increase outreach health workers about the DPT-HB-Hib and AEFI in order to minimize the perception and poor view of the DPT-HB-Hib and AEFI. \u0000Keywords : Immunization DPT-HB-Hib, Level of Knowledge, Attitude, AEFI","PeriodicalId":281153,"journal":{"name":"Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan)","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-05-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"122487245","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"THE INFLUENCE OF USING SMARTPHONE TO THE DEVELOPMENT OF PRE SCHOOL AGED CHILDREN","authors":"Upus Piatun Khodijah, Mega Mega, Erliana Ulfah","doi":"10.36743/medikes.v7i1.215","DOIUrl":"https://doi.org/10.36743/medikes.v7i1.215","url":null,"abstract":"One of the development information technology and communication is the development of telecomunication technology of Smartphone. The smartphone has the ability of functions and uses similarly like computer. The impacts of using Smartphone to childhood cause worriness because they are unstable enough, they have very high curiousity and influence to the effect of increasing their consumtive character. The aims of this research were to analyze the influence of using smartphone to the development of pre school aged children at Kindergarten School and Early Childhood Education of Permata Hati Cijelag, Tomo Village, Subdistrict Tomo, Sumedang Regency. This research used quantitative method. Sampling taking in this research used nonprobability sampling by using total sampling, the respondents in this research were pre school aged children in Kindergarten School and Early Childhood Education Permata Hati Cijelag, Tomo Village, Subdistrict Tomo, Sumedang Regency in 2019. The research subjects were pre school aged children in Kindergarten School and Early Childhood Education Permata Hati Cijelag, Tomo Village, Subdistrict Tomo, Sumedang Regency as many as 30 children. Statististicstesting before data analysis gained made a normality test by Saphiro Wilk, then data distributed normally thus the next test did independent t test with significance p<0,05. The research result showed that there are influences of using Smartphone to the development of pre school aged children with significant score (r) = 0,02 < 0,05. The research result showed that there are influences of using Smartphone to the development of pre school aged children.","PeriodicalId":281153,"journal":{"name":"Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan)","volume":"21 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-05-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"116568225","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Perbedaan Penurunan Jumlah Koloni Candida Albicans Antara Pemberian Cebokan Rebusan Biji Manjakani Dan Daun Sirih Merah Pada Wanita Usia Subur (WUS) Yang Mengalami Keputihan","authors":"Lia Fitria, M. N. Shahib, Herri S. Sastramihardja","doi":"10.36743/medikes.v7i1.221","DOIUrl":"https://doi.org/10.36743/medikes.v7i1.221","url":null,"abstract":"Keputihan merupakan salah satu keluhan yang paling umum terjadi pada wanita usia reproduksi dan terjadi 80% pada usia 15-45 tahun. Salah satu tanaman herbal untuk mengatasi keputihan adalah biji manjakani (Quercus infectoria Gall) dan daun sirih merah (Piper crocatum). Biji manjakani dan daun sirih merah memiliki kandungan flavonoid, tanin, saponin, triterpenoid dan kuinon yang diyakini sebagai antibakteri dan antijamur. Penelitian ini merupakan studi Kuasi Eksperimen dengan non equivalent (pretest dan posttest) control group design, dengan sampel berjumlah 28 responden. Hasil penelitian perbedaan penurunan jumlah koloni Candida albicans antara pemberian cebokan rebusan biji manjakani dan sirih merah secara statistik tidak bermakna dengan nilai p=0,062 (p>0,05), dan perbedaan penurunan keluhan keputihan antara pemberian cebokan rebusan biji manjakani dan sirih merah secara statistik bermakna dengan nilai p=0,001 (p<0,05). Simpulan penelitian ini adalah tidak terdapat perbedaan penurunan jumlah koloni Candida albicans antara pemberian cebokan rebusan biji manjakani dan daun sirih merah pada wanita usia subur (wus) yang mengalami keluhan keputihan.","PeriodicalId":281153,"journal":{"name":"Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan)","volume":"9 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-05-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"133449244","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"KARAKTERISTIK IBU BERDASARKAN PENGGUNAAN ALAT PERMAINAN EDUKATIF (APE) UNTUK MENSTIMULASI ANAK PRA SEKOLAH","authors":"Erien Luthfia, Hadi Kusuma Atmaja","doi":"10.36743/medikes.v7i1.199","DOIUrl":"https://doi.org/10.36743/medikes.v7i1.199","url":null,"abstract":"Masa pra sekolah merupakan masa awal pengembangan kemampuan fisik, kognitif, bahasa, sosial emosional, konsep diri, disiplin, kemandirian, seni, moral, dan nilai-nilai agama. Oleh karena itu, agar pertumbuhan dan perkembangan anak dapat tercapai secara optimal dibutuhkan kondisi dan stimulasi yang sesuai dengan kebutuhan anak, terutama bisa dilakukan oleh ibu. Studi pendahuluan yang dilakukan di Desa Sandik Batu Layar Lombok Barat tentang penggunaan alat permainan edukatif dengan mewawancarai 10 ibu, hasil yang di dapatkan, 7 ibu memberikan alat permainan edukatif kepada anaknya dengan memperhatikan fungsi dan manfaat alat permainan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik ibu yang menggunakan APE untuk menstimulai anak pra sekolah Tahun 2019. \u0000Desain penelitian yaitu metode deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah Ibu yang memiliki anak pra sekolah. Teknik pengambilan sampel yaitu sampling jenuh dengan besar sampel 45 orang. Pengumpulan data menggunakan kuisioner. \u0000Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden paling banyak berada pada usia 20-35 tahun (71.1%), berpendidikan menengah (SMP/SMA/sederajat) sebanyak 64.4%, dan sebanyak 66.7% responden adalah ibu bekerja. Pengetahuan responden pada kategori baik sebanyak 64.4%. \u0000Kesimpulan penelitian ini adalah karakteristik responden yang menggunakan APE untuk menstimulasi anak pra sekolah adalah usia 20-35 tahun, berpendidikan menengah, bekerja, dan tingkat pengetahuannya baik. Untuk itu disarankan kepada Ibu agar terus meningkatkan pengetahuan tentang alat permainan edukatif melalui berbagai sumber informasi yang benar.","PeriodicalId":281153,"journal":{"name":"Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan)","volume":"11 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-05-18","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"133942676","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
I. Ismiyati, Rangga Walessa, D. Sunjaya, Susi Susanah
{"title":"MODEL MODUL KONSELING SEBAYA TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA","authors":"I. Ismiyati, Rangga Walessa, D. Sunjaya, Susi Susanah","doi":"10.36743/medikes.v6i2.191","DOIUrl":"https://doi.org/10.36743/medikes.v6i2.191","url":null,"abstract":"Perilaku seks bebas menjadi permasalahan remaja yang menjadi perhatian. Perilaku seks bebas dapat menyebabkan permasalahan baru seperti kehamilan remaja, pernikahan remaja, persalinan remaja, dan penyakit menular seksual. Upaya Pemerintah dalam mengatasi permasalahan remaja menggunakan pendekatan teman sebaya melalui PIK R (Pusat Informasi dan Konseling Remaja). Namun, 50% pengurus PIK mengatakan kurang percaya diri dalam memberikan konseling pada temannya. Sehingga dibutuhkan modul yang sesuai dengan kebutuhannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Jumlah informan yang digunakan sebanyak 11 orang. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari-Juni 2017 di Provinsi Banten. Modul konseling berisi tentang konseling dan substansi yang dibutuhkan terkait kesehatan reproduksi remaja. Modul harus mampu memberikan gambaran dan mengajarkan Proses konseling, Kompetensi konseling, serta Etika konseling.","PeriodicalId":281153,"journal":{"name":"Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan)","volume":"65 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-11-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"122832737","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"UJI AKTIVITAS ANTI JAMUR EKSTRAK INFUSA DAUN SIRSAK (Annona muricata L.) TERHADAP Candida albicans","authors":"Risa Wahyuningsih, Kartinah Wiryosoendjoyo","doi":"10.36743/medikes.v6i2.181","DOIUrl":"https://doi.org/10.36743/medikes.v6i2.181","url":null,"abstract":"Kandidiasis banyak menyerang masyarakat di daerah tropis seperti Indonesia, hal ini disebabkan Indonesia memiliki curah hujan yang tinggi dan kelembapan yang tinggi sehingga pertumbuhan jamur menjadi sangat baik. Kandidiasis adalah suatu penyakit jamur, yang bersifat akut atau sub akut disebabkan oleh Candida albicans. Candida albicans merupakan salah satu jamur patogen penyebab keputihan. Sejak jaman dahulu masyarakat Indonesia telah mengenal dan menggunakan tanaman berkhasiat obat sebagai penanggulangan masalah kesehatan. Sirsak (Annona muricata L.) merupakan salah satu tanaman obat tradisional yang mengandung senyawa kimia yaitu tanin, fitosterol, kalsium oksalat dan alkaloid murisine yang dapat digunakan sebagai anti jamur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas infusa daun sirsak dalam menghambat atau membunuh pertumbuhan jamur Candida albicans. \u0000Penelitian dilakukan di Laboratorium Mikologi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin. Penelitian bersifat experimental dengan desain post-test only. Ekstraksi daun sirsak menggunakan metode infusa. Metode yang digunakan adalah metode dilusi. Aktivitas anti jamur diamati dengan melihat kejernihan dan kekeruhan pada 50%; 25%; 12,5%; 6,25%; 3,13%; 1,56%; 0,79%; 0,40%; 0,20% dan 0,10%. Medium yang digunakan adalah medium SGA (Sabouraud Glucose Agar) yang ditambahkan Antibiotik Khloramfenikol 75 ppm dan medium SGC (Sabouraud Glucose Cair). Infusa daun sirsak mempunyai aktivitas menghambat dan membunuh pertumbuhan jamur Candida albicans. Infusa daun sirsak menunjukkan KHM dan KBM pada konsentrasi 12,5%.","PeriodicalId":281153,"journal":{"name":"Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan)","volume":"178 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-11-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"116655020","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"EDUKASI KESEHATAN REPRODUKSI MENGGUNAKAN MEDIA VIDEO MENINGKATKAN PENGETAHUAN REMAJA TENTANG MENSTRUASI PERTAMA","authors":"Siti Rusyanti, Achadiyani Achadiyani, I. B. Akbar","doi":"10.36743/medikes.v6i1.210","DOIUrl":"https://doi.org/10.36743/medikes.v6i1.210","url":null,"abstract":"Masa remaja adalah masa yang rentan terhadap berbagai masalah reproduksi karena kurangnya pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi. Hasil studi UNICEF di Indonesia pada tahun 2015 menunjukkan bahwa satu dari enam gadis remaja harus absen dari sekolah selama 1 hari atau lebih selama menstruasi. Sejauh ini materi yang berkaitan dengan pubertas sering diberikan dengan metode ceramah termasuk di kota Serang, Banten, sehingga remaja hanya menggunakan indera pendengaran mereka. Media audiovisual melibatkan pendengaran dan penglihatan pada saat yang sama dalam suatu proses. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan peningkatan pengetahuan remaja setelah menggunakan video dan ceramah tentang menstruasi pertama. Metode penelitian menggunakan Quasi Experiment dengan desain kelompok kontrol pretest-posttest. Ukuran sampel dalam penelitian ini adalah 35 remaja pada kelompok video dan 34 remaja pada kelompok ceramah. Teknik sampel adalah teknik random permuted blocks dan analisis menggunakan uji U Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan video dapat meningkatkan pengetahuan (nilai p <0,001). Metode ceramah dapat meningkatkan pengetahuan (nilai p <0,001). Terdapat peningkatan pengetahuan remaja pada kelompok video tetapi tidak lebih tinggi dari remaja pada kelompok ceramah (nilai p = 0,185). Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa video meningkatkan pengetahuan remaja dalam menghadapi menstruasi pertama.","PeriodicalId":281153,"journal":{"name":"Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan)","volume":"29 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-05-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"116696800","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}