Journal of Urban Society's Arts最新文献

筛选
英文 中文
The Visual Language of Consumerism in Contemporary Artworks 当代艺术中消费主义的视觉语言
Journal of Urban Society's Arts Pub Date : 2019-05-01 DOI: 10.24821/jousa.v6i1.2263
Singgih Prio Wicaksono, Anik Juwariyah
{"title":"The Visual Language of Consumerism in Contemporary Artworks","authors":"Singgih Prio Wicaksono, Anik Juwariyah","doi":"10.24821/jousa.v6i1.2263","DOIUrl":"https://doi.org/10.24821/jousa.v6i1.2263","url":null,"abstract":"Bahasa Visual Konsumerisme dalam Karya Seni Kontemporer. Artikel ini mendeskripsikan wacana konsumerisme ketika dibahasakan secara visual dalam karya kontemporer. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendekatan visualnya, gaya ungkapannya, serta social effect dari karya-karya tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan obyek kajian empat karya kontemporer dunia yang sangat terkenal, “Campbell’s Soup Cans” karya Andi warhol, “Jesus Christ with Shopping Bags” kaya Banksy, “I Shop Therefore I Am” karya Barbara Kruger, “Super Supper” karya Ron English. Berdasarkan analisis terhadap empat karya tersebut dapat disimpulkan bahwa kecenderungan visual pada karya-karya tersebut adalah: (1) memiliki karakteristik visual bergaya Pop Art dengan penggunaan simbol-simbol budaya populer, (2) sarat akan unsur jenaka, satir dan sarkastik, (3) menimbulkan persoalan etis dan estetis.Kata kunci: bahasa visual; konsumerisme; seni kontemporerABSTRACTThis article describes how consumerism discourse is visualized in contemporary works with the aim to find out how the visual approach, how the style of expression, as well as the social effects of these works. Using a descriptive approach with the object of study of four world famous contemporary works, “Campbell’s Soup Cans” by Andi warhol, “Jesus Christ with Shopping Bags” rich in Banksy, “I Shop Therefore I Am” by Barbara Kruger, “Super Supper” by Ron English. Based on the analysis of the four works, it can be concluded that the visual tendencies in these works are: (1) having visual characteristics of Pop Art style with the use of symbols of popular culture, (2) full of humorous, satirical and sarcastic elements, (3) giving rise to ethical and aesthetic issues.Keywords: visual language; consumerism; contemporary art","PeriodicalId":238981,"journal":{"name":"Journal of Urban Society's Arts","volume":"211 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-05-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"122850762","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 2
Eco Art: Bamboo and Silat Spirituality in the Integrated Space Design 生态艺术:整合空间设计中的竹与丝拉灵性
Journal of Urban Society's Arts Pub Date : 2019-04-30 DOI: 10.24821/jousa.v6i1.3371
Widya Poerwoko
{"title":"Eco Art: Bamboo and Silat Spirituality in the Integrated Space Design","authors":"Widya Poerwoko","doi":"10.24821/jousa.v6i1.3371","DOIUrl":"https://doi.org/10.24821/jousa.v6i1.3371","url":null,"abstract":"Eco Art: Bambu dan Spiritualitas Pencak Silat dalam Disain Ruang Terintegrasi. Berita tentang perubahan iklim dalam fenomena Global Warming penting untuk diperhatikan. Meski peristiwa tersebut sulit dibayangkan oleh masyarakat pedesaan, namun faktanya fenomena tersebut telah mengakibatkan para petani mengalami kegagalan panen dan hampir tidak dapat lagi memprediksi waktu tanam. Di luar fenomena tersebut, persoalan lingkungan juga terjadi di kaki Gunung Merapi, Sleman, Yogyakarta. Penambangan pasir liar di pemukiman penduduk, telah mengakibatkan menyusutnya populasi tumbuhan dan rusaknya tata guna lahan, sehingga berdampak pada menurunnya permukaan air tanah dan air permukaan. Kerusakan lingkungan berawal dari terpecahnya cara pandang orang akibat dari munculnya pembedaan antara humanisme dengan ekologis, pengetahuan dengan nilai-nilai, dan tubuh dengan spiritualitas. Pencak silat, sebagai seni bela diri  Indonesia  yang  tunduk pada keselarasan antara manusia dengan lingkungan alam tempat hidupnya, dapat menggugah kesadaran orang setempat untuk mempertimbangkan kembali kebiasaannya yang dapat merugikan lingkungan dan alam. Integrated Space Design sebagai manifestasi estetis Eco Art, merupakan karya seni yang diciptakan untuk menjawab persoalan lingkungan yang terjadi di kawasan kaki Gunung Merapi, yaitu dengan mewujudkan ruang, wadah atau jembatan interaksi antar manusia, manusia dengan lingkungan buatannya dan alam seputar hidupnya, dengan menggunakan tanaman bambu sebagai medium utamanya, dan spiritualitas silat sebagai inspirasinya sehingga dapat melestarikan daya hidup masyarakat setempat, baik secara ekologis maupun spiritual. News about climate change in the phenomenon of Global Warming worth seriuos considerations. Although these events are difficult to imagine by rural communities, in fact the phenomenon has resulted in farmers experiencing crop failure and can hardly predict cropping time. Apart from this phenomenon, environmental problems also occur at the foot of Mount Merapi, Sleman, Yogyakarta. Illegal sand mining in residential areas has resulted in a shrinking of the plant population and impared the land use, resulting in a decrease both in the groundwater and surface water level. Environmental damage starts from the split of people’s perspectives as a result of the emerging separations between humanism and ecology, knowledge and values, and the body and spirituality. Pencak silat, as an indigenous Indonesian martial art that is subject to harmony between humans and the natural environment on which they live, can arise the awareness of local people to reconsider habits that are harmful both to the environment and nature. Integrated Space Design as the aesthetic manifestation of Eco Art, is an artwork created to address environmental problems that occur in the foot area of Mount Merapi namely by creating a space that bridges the interactions between humans, between humans and their artificial environment, and between humans and thei","PeriodicalId":238981,"journal":{"name":"Journal of Urban Society's Arts","volume":"82 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-04-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"122288646","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
PENCIPTAAN CINDERAMATA IKON-IKON WISATA SEJARAH SEBAGAI UPAYA REVITALISASI BUDAYA LOKAL KABUPATEN SUMEDANG 创造历史旅游图标作为对苏孟堂地区文化的振兴
Journal of Urban Society's Arts Pub Date : 2019-03-06 DOI: 10.24821/JOUSA.V5I2.2151
Ai Juju Rohaeni
{"title":"PENCIPTAAN CINDERAMATA IKON-IKON WISATA SEJARAH SEBAGAI UPAYA REVITALISASI BUDAYA LOKAL KABUPATEN SUMEDANG","authors":"Ai Juju Rohaeni","doi":"10.24821/JOUSA.V5I2.2151","DOIUrl":"https://doi.org/10.24821/JOUSA.V5I2.2151","url":null,"abstract":"Tempat wisata dan tokoh sejarah Kabupaten Sumedang menjadi sumber inspirasi pembuatan produk cinderamata. Cinderamata memiliki tiga syarat yaitu sebagai objek, kenangan dan hadiah. Objek memiliki nilai didalamnya atau simbol dari pengalaman seseorang di satu tempat/wilayah. Penelitian penciptaan dan penyajian seni ini menggunakan metode kualitatif dengan tahapan penciptaan eksplorasi, eksperimen dan finalisasi produk. Hasil penelitian penciptaan dan penyajian seni ini menjelaskan proses penciptaan cinderamata ikon Sumedang yaitu Menara Loji Jatinangor,  Monumen Lingga, Pangeran Aria Soeria Atmadja dan benda-benda pusaka yang menjadi koleksi Museum Geusan Ulun yaitu Mahkota Binokasih yang pernah dipakai oleh Prabu Geusan Ulun, dan wisata kuliner yang sudah terkenal yaitu Tahu Sumedang. Sumber penciptaan yang dipilih berupa tempat, benda dan makanan khas Sumedang dikarenakan benda-benda tersebut memperlihatkan kekhasan Kabupaten Sumedang membedakan  dengan peninggalan sejarah di daerah lain.","PeriodicalId":238981,"journal":{"name":"Journal of Urban Society's Arts","volume":"35 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-03-06","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"132807381","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN FILM INDIE: MODEL PEMASARAN DAN DISTRIBUSI FILM INDIE INDONESIA 独立电影营销营销策略:独立电影营销和发行模式
Journal of Urban Society's Arts Pub Date : 2019-03-06 DOI: 10.24821/JOUSA.V5I2.2120
R. Permana, Lilis Puspitasari, S. S. Indriani, Hanny Hafiar
{"title":"STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN FILM INDIE: MODEL PEMASARAN DAN DISTRIBUSI FILM INDIE INDONESIA","authors":"R. Permana, Lilis Puspitasari, S. S. Indriani, Hanny Hafiar","doi":"10.24821/JOUSA.V5I2.2120","DOIUrl":"https://doi.org/10.24821/JOUSA.V5I2.2120","url":null,"abstract":"AbstrakFilm independent atau yang lebih akrab disebut dengan film indie secara umum adalah film yang diproduksi di luar major label atau perusahaan/production house (PH) film besar. Karena tidak dipasarkan melalui jalur distributor komersial, maka para sineas film indie harus cerdas dan intuitif dalam mencari peluang-peluang untuk memasarkan karya mereka kepada khalayak luas. Hal inilah yang menarik minat penulis untuk melakukan riset mengenai strategi komunikasi pemasaran film indie Indonesia. Berdasarkan uraian tersebut, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi komunikasi pemasaran film indie Indonesia. Teknik wawancara, observasi, studi pustaka dan Focus Group Discussion (FGD) digunakan untuk mengumpulkan data-data riset yang dibutuhkan. Penulis telah melakukan wawancara dan FGD dengan beberapa produser, sutradara dan aktivis/pengkaji film indie di 3 kota besar di Indonesia (Yogyakarta, Jakarta dan Makassar). Hasil riset menunjukkan bahwa mayoritas para sineas film indie di Indonesia menjadikan festival-festival film (baik nasional maupun internasional) sebagai media pemasaran utama bagi karya-karya mereka. Selain menggunakan festival film sebagai ajang promosi, para sineas film indie Indonesia juga menggunakan beberapa media/cara lain, yaitu melalui ruang putar alternatif, media sosial, website yang memasarkan film-film alternatif, digital TV platform, roadshow, dan melalui press screening.Kata Kunci: Film; Indie; Komunikasi; Pemasaran AbstractMarketing Communication Strategy of Indie Film: Marketing Model and Distribution of Indonesia Indie Film. Independent films or more familiarly referred to indie films in general are films produced by non-major label or company/production house (PH). Since it is not marketed through a commercial distributor line, indie filmmakers must be smart and intuitive in searching for opportunities to promote their work to a wide audience. The authors interested to do research on the marketing communication strategy of Indonesia indie films. Based on the description, the purpose of this research in this article is to explore the marketing communication strategy of Indonesia indie films. The authors has conducted interviews and FGDs with several producers, directors and indie film activists/reviewers in three cities in Indonesia (Yogyakarta, Jakarta and Makassar). The research results show that Indonesian’s indie filmmakers utilises film festivals (both national and international) as the main marketing medium for their works. In addition, indie film producers also use alternative media, such as social media, websites, digital TV platforms, roadshows, and through press screening.Keywords: Film; Indie; Communication; Marketing","PeriodicalId":238981,"journal":{"name":"Journal of Urban Society's Arts","volume":"52 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-03-06","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"121617630","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 1
'Ora Minggir Tabrak' Electronic Dance Music (EDM), a Montage of The Time-Image “Ora Minggir Tabrak”电子舞曲(EDM),一个蒙太奇的时间图像
Journal of Urban Society's Arts Pub Date : 2019-03-06 DOI: 10.24821/JOUSA.V5I2.2185
Citra Aryandari
{"title":"'Ora Minggir Tabrak' Electronic Dance Music (EDM), a Montage of The Time-Image","authors":"Citra Aryandari","doi":"10.24821/JOUSA.V5I2.2185","DOIUrl":"https://doi.org/10.24821/JOUSA.V5I2.2185","url":null,"abstract":"Electronic Dance Music (EDM) is a music genre which has been perceived in negative way because closely related to night life in which alcoholic drinks and illegal drugs. The beatings of the rhythm presented can arouse a desire to shake the body, giving instant pleasure to escape from the weariness of life. Although it could be said that this music genre is able to help the listeners to forget “the problems” of life, however, it is very rarely that the academic circle looked into this music genre and make it as a subject of interesting studies. This article is written out of subjective observations in social sphere on subjects containing a lot of secrecies and initially considered as a taboo to be discussed. The existence of EDM in line with the technological developments as montage of the time-image related with complexity of social relations, attempting to embark on a new identity in power, politics, and ideological trappings. The phenomenon comes into sight specifically in the song of “Ora Minggir Tabrak”,literally means if you get on my way I will hit you, a soundtrack of Ada Apa Dengan Cinta 2feature film. And it obviously could be seen in talent hunting for EDM musicians program broadcast by Net TV (the ReMix), and several other big events with internationally standard organized annually, such as DWP (Djakarta Warehouse Project); and Dreamfield at GWK Bali, which are worth-discussing amidst the hustle and bustle of music market in Indonesia.","PeriodicalId":238981,"journal":{"name":"Journal of Urban Society's Arts","volume":"42 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-03-06","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"122135733","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 4
KONSEP SLAMMING PADA ANATOMI HURUF DAN TIPOGRAFI BAND REZUME Rezume 乐队字母解剖和排版中的抨击概念
Journal of Urban Society's Arts Pub Date : 2019-03-06 DOI: 10.24821/JOUSA.V5I2.2156
N. Setiasih
{"title":"KONSEP SLAMMING PADA ANATOMI HURUF DAN TIPOGRAFI BAND REZUME","authors":"N. Setiasih","doi":"10.24821/JOUSA.V5I2.2156","DOIUrl":"https://doi.org/10.24821/JOUSA.V5I2.2156","url":null,"abstract":"Huruf adalah hal yang terpenting dalam kehidupan sehari-hari, karena huruf manusia dapat berkomunikasi. Huruf menentukan berhasil tidaknya suatu penerima dan pengirim pesan. Permasalahan yang nantinya akan dibahas adalah konsep yang digunakan pada huruf dan tipografi pada band metal yang memiliki sub genre Slamming. Band yang memiliki aliran musik Brutal Slamming Death Metal, mengusung konsep dalam pembuatan huruf dan tipografi sesuai dengan aliran music yang digelutinya yakni Slamming. Huruf dan tipografi dari band Rezume adalah penggambaran dari jenis musik slamming. Tipografi yang yang memiliki kesan sulit dibaca karena memiliki tingkat distorsi sehingga tipografi ini unik untuk dikaji berdasarkan perspektif seni.Dalam penelitian ini materi yang digunakan adalah tipografi pada band Rezume sebagai objek yang akan diangkat sebagai kasus. Permasalahan yang diangkat yaitu, bagaimana peran konsep slamming pada bentuk anatomi huruf dan tipografi band Rezume? dan adapun tujuan dari penulisan hasil penelitian ini adalah untuk mengetahui peran konsep slamming pada bentuk anatomi huruf dan tipografi band Rezume.Materi yang digunakan dalam mengkaji konsep pada anatomi huruf dan tipografi band Rezume adalah teori anatomi huruf dan kaitannya terhadap konsep. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah metode deskritif kualitatif yakni menguraikan secara fakta mengenai peran konsep slamming pada anatomi huruf dan tipografi band Rezume. ","PeriodicalId":238981,"journal":{"name":"Journal of Urban Society's Arts","volume":"58 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-03-06","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"134252010","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 1
Mendobrak Kriteria Perempuan sebagai Model Fesyen dalam Indonesia Plus-Size Festival 2018
Journal of Urban Society's Arts Pub Date : 2019-03-06 DOI: 10.24821/JOUSA.V5I2.2098
Bonifacia Bulan Arumingtyas
{"title":"Mendobrak Kriteria Perempuan sebagai Model Fesyen dalam Indonesia Plus-Size Festival 2018","authors":"Bonifacia Bulan Arumingtyas","doi":"10.24821/JOUSA.V5I2.2098","DOIUrl":"https://doi.org/10.24821/JOUSA.V5I2.2098","url":null,"abstract":"Sebagai seorang model fesyen, perempuan dituntut untuk memiliki tubuh ideal atau kurus proporsional. Seringnya menampilkan tubuh kurus perempuan, menjadikan sebuah konstruksi tentang standar kecantikan perempuan. Konstruksi tersebut menyebabkan sosok perempuan yang tidak bertubuh ideal atau gemuk, tidak layak tampil di muka publik. Berbeda dengan Indonesia Plus Size Festival 2018 yang digagas oleh Ririe Bogar. Ririe Bogar justru melakukan audisi model khusus untuk perempuan gemuk dengan berat minimal 70 kg. Penelitian ini menerapkan metode fenomenologis yang melibatkan langsung peneliti sebagai peserta audisi model untuk melihat fenomena riil yang ada. Selain melihat interaksi sesama perempuan gemuk dalam acara tersebut, peneliti dapat juga melihat respon masyarakat ketika melihat model catwalk yang tidak seperti umumnya, dalam kasus ini bertubuh gemuk. Penelitian ini menunjukkan bahwa tubuh yang gemuk dapat juga dengan baik menampilkan produk fesyen, sedikit demi sedikit, dapat merubah pandangan masyarakat tentang konstruksi standar kecantikan yang selama ini dibentuk.","PeriodicalId":238981,"journal":{"name":"Journal of Urban Society's Arts","volume":"66 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-03-06","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"122809271","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Pedagogi Estetik Berbasis Kearifan Lokal melalui Kriya Nusantara Batik Cianjur 以当地蜡染为基础的审慎审慎的审慎教育学
Journal of Urban Society's Arts Pub Date : 2019-03-06 DOI: 10.24821/JOUSA.V5I2.2086
W. Handayani
{"title":"Pedagogi Estetik Berbasis Kearifan Lokal melalui Kriya Nusantara Batik Cianjur","authors":"W. Handayani","doi":"10.24821/JOUSA.V5I2.2086","DOIUrl":"https://doi.org/10.24821/JOUSA.V5I2.2086","url":null,"abstract":"ABSTRAKJawa Barat memiliki keanekaragaman seni dan budaya, salah satunya ialah kriya nusantara berupa batik yang ada di Kabupaten Cianjur. Motif batik Cianjur disesuaikan dengan keadaan alam dan kearifan lokal yang ada dan hal ini menjadi pendukung bagi Kabupaten Cianjur sebagai salah satu destinasi wisata di Jawa Barat. Motif batik Cianjur selain memiliki nilai estetik juga memiliki nilai pendidikan, sehingga bisa dijadikan sebagai media pedagogi estetik bagi masyarakat,. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, metode studi kasus, dengan tujuan untuk mendapatkan gambaran komprehensif mengenai proses pedagogi estetik melalui kriya nusantara batik Cianjur.Kata kunci: pedagogi estetik, kriya nusantara, batik Cianjur  ABSTRACTLocal Wisdom-based Aesthetic Pedagogy through Indonesian Archipelago Craft: Cianjur Batik. West Java is rich of arts and cultural diversity, among others, the Indonesian archipelago craft of batik in Cianjur Regency. The Cianjur batik motif is adapted to prevailing natural condition and local genius that support Cianjur Regency as a tourist-destination in West Java. The Cianjur batik motif has both aesthetic and education values so that it can be used as an aesthetic pedagogy media for society. This study employs qualitative approach and case-study method in order to obtain a comprehensive description of aesthetic pedagogy through the Indonesian archipelago craft of Cianjur batik.Keywords: aesthetic pedagogy, Indonesian archipelago craft, Cianjur batik","PeriodicalId":238981,"journal":{"name":"Journal of Urban Society's Arts","volume":"21 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-03-06","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"115275903","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 2
Eksistensi Ragam Hias Sulur Gelung Teratai 睡莲卷须的存在
Journal of Urban Society's Arts Pub Date : 2018-12-31 DOI: 10.24821/JOUSA.V5I1.2416
Akhmad Nizam, R WismaNugrahaCh, S. Gustami
{"title":"Eksistensi Ragam Hias Sulur Gelung Teratai","authors":"Akhmad Nizam, R WismaNugrahaCh, S. Gustami","doi":"10.24821/JOUSA.V5I1.2416","DOIUrl":"https://doi.org/10.24821/JOUSA.V5I1.2416","url":null,"abstract":"Dinding candi-candi Hindu dan Buddha di Jawa, sering ditemukan pahatan ragam hias sulur tumbuhan teratai yang tumbuh dari bonggol atau guci bergelung-gelung. Pada masa Islam awal, eksistensi ragam hias ini tetap bertahan. Berdasarkan kitab-kitab Purana Hindu, terdapat penjelasan mengenai konsep pembentangan alam semesta yang diwujudkan dalam bentuk gulungan teratai. Sementara itu, dari naskah lama milik para Wali, meskipun terbatas dalam lingkup tasawuf Tarekat Syaththariyah terdapat penjelasan mengenai teratai dengan nama bunga tunjung. Artikel ini membahas tentang konsep penciptaan karya seni berdasarkan teori adaptasi oleh Linda Hutcheon dalam bukunya: A Theory of Adaptation. Pembahasan lebih ditekankan pada aspek-aspek estetis visual yang terdapat di candi Lara Jonggrang Prambanan di Kalasan Yogyakarta, Candi Surowono di Kediri Jawa Timur dan makam Sunan Drajat di Lamongan Jawa Timur. Ragam hias tersebut, yang konsep penciptaannya diadaptasi dari kitab-kitab purana Hindu, maka pada masa Islam awal diyakini mengikuti prosedur teori tersebut, begitu juga pada masa berikutnya, tetapi makna filosofisnya mungkin kurang begitu dikenal. Kata kunci: ragam hias, sulur gelung, padmamūla, tunjung, etnik The Existance of Ornament of Lotus Tendrils. The walls of Hindu and Buddhist temples in Java are often found in the carved ornament of lotus plants that is grown from tubers or urns. In early period of Islam in Java, the existence of this decorative variety remained. Based on the books of the Hindu Purana, there is an explanation of the concept of the the universe creations embodied in the form of lotus scrolls. Meanwhile, from the old manuscripts belonging to the Wali, although limited in the scope of Sufism of the Tarekat Syaththariyah there is an explanation of the lotus with the name of the Tunjung flower. This article discusses the concept of creating works of art based on the theory of adaptation by Linda Hutcheon in his book: A Theory of Adaptation. The discussion is more emphasized on the visual aesthetic aspects contained in Lara Jonggrang Prambanan temple in Kalasan Yogyakarta, Surowono Temple in Kediri East Java and Sunan Drajat tomb in Lamongan, East Java. The ornamental variety, whose concept of creation was adapted from Purana books of Hindu, was in early Islam believed to follow the theoretical procedures, as well as in later times, but the philosophical meaning may be less well known. Keywords: ornament, sulur gelung, padmamūla, tunjung, ethnic ","PeriodicalId":238981,"journal":{"name":"Journal of Urban Society's Arts","volume":"23 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-12-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"124010319","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 4
KOMIK WAYANG ANAK PANDAWA SEBAGAI MEDIA PENDIDIKAN KARAKTER DI JAMAN KEKINIAN 潘达瓦儿童漫画是凯吉尼时代的人物教育媒介
Journal of Urban Society's Arts Pub Date : 2018-12-31 DOI: 10.24821/JOUSA.V5I1.2208
Wiekandini Dyah Pandanwangi, Farida Nuryantiningsih
{"title":"KOMIK WAYANG ANAK PANDAWA SEBAGAI MEDIA PENDIDIKAN KARAKTER DI JAMAN KEKINIAN","authors":"Wiekandini Dyah Pandanwangi, Farida Nuryantiningsih","doi":"10.24821/JOUSA.V5I1.2208","DOIUrl":"https://doi.org/10.24821/JOUSA.V5I1.2208","url":null,"abstract":"ABSTRAK Wayang telah melekat dan menjadi bagian hidup bangsa Indonesia khususnya Jawa. Dalam seni wayang, terdapat kearifan lokal yang bermanfaat untuk membangun karakter dan jati diri bangsa Indonesia yang tergambarkan melalui cerita dan watak para tokohnya. Pembangunan karakter yang berlandaskan kearifan lokal sebagai jati diri bangsa Indonesia bagi generasi muda sangatlah penting untuk mencetak anak bangsa yang cerdas, berkepribadian, dan berahklak mulia. Terlebih lagi jaman sekarang dimana anak-anak Indonesia sudah mulai luntur karakter aseli sebagai bangsa Indonesia karena tergerus globalisasi dan kecanggihan teknologi. Rasa hormat dan sopan santun kepada orang yang tua mulai pudar. Sifat yang individualistis lebih ditonjolkan sehingga terasa tidak humanis lagi kepada sesamanya. Itulah yang disebut sebagai istilah kids jaman now. Melihat hal tersebut, diperlukan media pendidikan karakter yang tepat untuk anak-anak.  Media pendidikan karakter yang diilhami oleh budaya asli bangsa Indonesia seperti komik wayang anak Pandawa. Melalui media komik wayang anak Pandawa, akan dibangun karakter dalam diri anak dengan penanaman nilai-nilai kearifan lokal, yaitu mengenalkan cerita dan tokoh-tokoh wayang Pandawa. Semua tokoh dalam cerita wayang memiliki karakter yang bersumber dari kepribadian asli bangsa lndonesia. Filosofi kehidupan dalam cerita wayang dan karakter tokoh pewayangan perlu untuk dimaknai lebih mendalam karena esensinya sangat berguna bagi kehidupan, terlebih lagi untuk disampaikan pada generasi muda. Oleh sebab itu, komik wayang anak Pandawa diperlukan sebagai media untuk memahami filosofi kehidupan dalam cerita wayang dan karakter tokoh pewayangan sehingga mampu diserap dengan mudah oleh anak-anak. AbstractWayang have been embodied and become part of the life of the Indonesian people, especially Java. In the art of wayang, there is a local wisdom that is useful to build the character and identity of the Indonesian people which is depicted through the stories and character of the characters. Character building based on local wisdom as the identity of the Indonesian people for the younger generation is very important to create intelligent, personality, and noble children of the nation. Even more so today, where Indonesian children have begun to wear off their original character as Indonesians because of the erosion of globalization and technological sophistication. Respect and courtesy to old people are fading. The individualistic nature is more highlighted so that it feels no longer humanistic to others. That is what is called the term kids today.Seeing this, the right character education media for children is needed. Media of character education inspired by the indigenous culture of the Indonesian people such as the Pandawa puppet comics. Through the Pandawa puppet comic media, characters will be built in the child by planting the values of local wisdom, namely introducing stories and figures of the Pandawa puppets. All characters in w","PeriodicalId":238981,"journal":{"name":"Journal of Urban Society's Arts","volume":"209 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-12-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"121687001","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 2
0
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
确定
请完成安全验证×
相关产品
×
本文献相关产品
联系我们:info@booksci.cn Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。 Copyright © 2023 布克学术 All rights reserved.
京ICP备2023020795号-1
ghs 京公网安备 11010802042870号
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:604180095
Book学术官方微信
小红书