{"title":"PEMBERIAN GELAR ADAT KEPADA KEPALA DAERAH DI KABUPATEN BUNGO: PROSES, STRUKTUR YANG MEMPENGARUHI DAN KENDALA","authors":"I. Ridwan, M. Jaya, Een Siskawati Dewi","doi":"10.38043/JIDS.V3I2.2176","DOIUrl":"https://doi.org/10.38043/JIDS.V3I2.2176","url":null,"abstract":"Kabupaten bungo yang di pimpin oleh bupati bungo Mashuri dan wakil bupati bungo Syafrudin Dwi Apriyanto juga di beri gelar oleh LAM-J kabupaten Bungo pada tahun 2016, gelar yang di berikan pada bupati bungo yaitu Datuk Putro Arif Bijaksono Setioardjo dan wakil bupati Datuk Pemangku Setio Mandaliko. Dari paparan latar diatas dapat ada beberapa merumuskan masalah dalam penelitian ini yatu bagaimana proses pemberian gelar adat kepada kepala daerah Kabupaten Bungo sebagai wujud kesepakatan sosial etnis melayu bungo?, struktur-struktur apa saja yang mempengaruhi dalam pemberian gelar adat kepada kepala daerah Kabupaten Bungo sebagai wujud kesepakatan sosial etnis melayu Bungo, apa saja kendala dalam pemberian gelar adat kepada kepala daerah Kabupaten Bungo sebagai wujud kesepakatan sosial etnis melayu Bungo? Penelitian ini akan dilaksanakan di Lembaga Adat Melayu Jambi Kabupaten Bungo. Mengenai Analis pemberian gelar adat kepada tokoh masyarakat oleh Lembaga Adat Melayu Jambi Kabupaten Bungo. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan cara melakukan pendekatan deskriptif. H asil penelitian yaitu pemberian gelar adat kepada kepala daerah oleh Lembaga Adat Melayu Kabupaten Bungo, merupakan hasil Rapat Kerja Daerah (Rakerda), Pemberian gelar adat yang diberikan kepada kepala daerah merupakan hasil keputusan Rapat Kerja Daerah Lembaga Adat Melayu Kabupaten Bungo Nomor 01/LAD/2008 dan Nomor 12/KEP-LAM/2016, yang dituangkan dalam dalam program kerja tahunan,Surat Keputusan Lembaga Adat Melayu Kabupaten Bungo merupakan suatu kebijakan. Dasar pelaksanaan Pembentukan Panitia Pengukuhan Gelar Adat, yaitu berdasarkan Keputusan Bupati Bungo Nomor 485/BPMPD/Tahun 2009 tanggal 28 Desember 2009 tentang Pembentukan Panitia Pengukuhan Gelar Adat dan bekerjasama dengan Lembaga Adat Melayu Kab.Bungo. Struktur-struktur yang mempengaruhi dalam pemberian gelar adat kepada kepala daerah Kabupaten Bungo , sepenuhnya diurus oleh Lembaga Adat Melayu Kab.Bungo.Kendala-kendala Dalam Pelaksanaan Pemberian Gelar Adat yaitu kendala dalam proses ceremony atau pengukuhan karena financial, tidak adanya keikutsertaan seluruh anggota Lembaga Adat Melayu Kabupaten Bungo Dalam Perumusan Gelar Adat, panduan atau pedoman pemberian gelar adat kepada kepala daerah belum di bukukan secara legal.","PeriodicalId":232048,"journal":{"name":"Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial","volume":"12 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-08-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"128216208","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"ALIRAN INFORMASI DAN GAYA KEPEMIMPINAN PADA DINAS ARSIP DAN PERPUSTAKAAN DAERAH KABUPATEN BULELENG","authors":"Putu Suparna","doi":"10.38043/JIDS.V3I2.2178","DOIUrl":"https://doi.org/10.38043/JIDS.V3I2.2178","url":null,"abstract":"Penelitian ini berjudul Aliran Informasi dan Gaya Kepemimpinan pada Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Buleleng. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aliran informasi yang di terapkan di Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Buleleng dalam upaya mengkomunikasikan informasi serta untuk mengetahui Gaya Kepemimpinan yang di terapkan di Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Buleleng. Penelitian ini menggunakan pendekatan interpretatif. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Peneliti memilih informan dalam penelitian ini adalah berdasarkan jabatan pada masing - masing bidang di Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Buleleng untuk memenuhi data yang ada. Pemilihan informan dengan menggunakan metode Purposive Sampling. Sedangkan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan observas i. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aliran informasi yang terjadi berjalan secara baik dan efektif . Namun masih belum dapat dikatakan seluruhnya karena komunikasi yang terjadi masih belum seluruhnya terbuka, walaupun sebetulnya s etiap orang punya hak dan bebas berkomunikasi sedangkan , gaya kepemimpinan yang terjadi pada Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Buleleng adalah g aya kepemimpinan s emi -m utlak.","PeriodicalId":232048,"journal":{"name":"Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial","volume":"10 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-08-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"114391820","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN OBJEK WISATA HIDDEN CANYON DALAM MENINGKATKAN KUNJUNGAN WISATAWAN","authors":"A. A. R. Jayaningsih, Ni Putu Yunita Anggreswari","doi":"10.38043/JIDS.V3I1.1730","DOIUrl":"https://doi.org/10.38043/JIDS.V3I1.1730","url":null,"abstract":"Bali merupakan penyumbang devisa terbesar di Indonesia. Besarnya pendapatan pulau dewata di sektor pariwisata tentu tidak terlepas dari peran komunikasi pemasaran dalam memperkenalkan destinasi-destinasi pariwisata baru yang ada di Bali. Strategi komunikasi pemasaran dilakukan dengan menggunakan bauran yang terdiri dari periklanan, pemasaran langsung, hubungan masyarakat, penjualan personal dan promosi penjualan. Penelitian ini akan berfokus pada bauran komunikasi pemasaran yang diimplementasikan dalam memperkenalkan destinasi wisata Hidden Canyon Beji Guwang. Hidden Canyon Beji Guwang merupakan objek wisata susur alam yang berlokasi di desa Guwang, Sukawati, Gianyar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif karena berusaha menampilkan dan menjelaskan fenomena yang ditemukan di lapangan. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi yakni melakukan pengamatan langsung pada objek penelitian. Teknik pengumpulan data juga menggunakan teknik wawancara dan dokumentasi. Wawancara dilakukan dengan mewawancarai beberapa informan yang terdiri dari kepala desa adat Guwang, manajer dan pengelola Hidden Canyon, wisatawan mancanegara maupun wisatawan domestik, serta beberapa tokoh masyarakat. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa Hidden Canyon menerapkan bauran komunikasi pemasaran sebagai upaya untuk meningkatkan brand awareness yang terdiri dari periklanan, penjualan personal, pemasaran langsung, hubungan masyarakat dan publisitas serta promosi penjualan. Hidden Canyon menerapkan periklanan dengan cara beriklan di televisi untuk menjangkau wisatawan domestik, iklan juga dimuat dalam media cetak lokal. Sementara itu pemasaran langsung dilakukan dengan cara menjalin kerjasama dengan tour travel di Bali. Penjualan personal sendiri diterapkan oleh seluruh pengelola Hidden Canyon yang mana seluruh pengelola serta guide Hidden Canyon dibekali dengan kemampuan untuk melakukan personal selling. Seluruh pengelola juga berperan sebagai Public Relations yang bertugas untuk menjaga hubungan antara pihak internal dan masyarakat eksternal. Sementara itu dalam promosi penjualan Hidden Canyon menawarkan paket-paket harga yang menarik untuk wisatawan. Kata Kunci: Strategi, Komunikasi Pemasaran","PeriodicalId":232048,"journal":{"name":"Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial","volume":"32 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-03-10","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"132722601","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"FRAGMENTASI SEMIOTIK MEDIA CETAK LOKAL BERBASIS LOCAL WISDOM NEWS DI BALI (2018)","authors":"Made Yeni Sudaryati, Kadek Devi Kalfika","doi":"10.38043/JIDS.V3I1.1738","DOIUrl":"https://doi.org/10.38043/JIDS.V3I1.1738","url":null,"abstract":"Berdasarkan data yang dirilis Nielsen Media Research, persentase pembaca koran meningkat dari 13,4% pada awal 2011 menjadi 13,7% pada akhir tahun 2011. Hal ini mengindikasikan bahwa fragmentasi semiotik pada media cetak sepertinya tidak hanya dimaksudkan untuk menarik minat pembaca, tetapi juga menyampaikan identitas atau ciri khas dari sebuah media cetak.Fenomeni ini menjadi sebuah obyek yang menarik untuk diteliti dan dikembangkan dalam bidang ilmu komunikasi. Penelitian ini ditujukan untuk menganalisa unsur semiotik yang terdapat pada media cetak lokal, serta mengetahui karakteristik dan cara media cetak lokal dalam mengadopsi dan mengolah informasi fenomena sosial yang berbasis local wisdom. Secara definitif local wisdom memiliki pengertian yang sama dengan kearifan lokal yang memiliki kecenderungan kelekatan pada budaya dan nilai-nilai kemasyarakatan, khususnya pada masyarakat lokal. Metode penelitian yang relevan dalam penelitian ini menggunakan metode analisis framing dengan pendekatan teknik penelitian diskriftif kualitatif. Prosedur penelitian menggunakan pendekatan primer melalui wawancara dengan narasumber, observasi lapangan, analisis dokumen dan arsip, serta melakukan aktivitas focus grup discussion pada beberapa kalangan tertentu sebagai konsumen media cetak di Bali. Melalui metode ini diharapkan dapat mengungkap unsur semiotik pada konten media cetak lokal, karakteristik media cetak lokal berbasis local wisdom, dan cara media cetak mengubah fenomena sosial menjadi konten berbasis local wisdom news. Kesimpulan, Bahwa rata-rata media cetak lokal di Bali menggunakan unsur semiotik berupa bahasa atau kata-kata dalam konten judul dan sub judul beritanya. Sedangkan penggunaan unsur semiotik berupa simbol hanya terdapat empat media lokal yang menggunakan ikon kartun sebagai karakter yang memperkuat ciri khas medianya. Ditemukan bahwa unsur semiotik dalam berita mampu mendongkrak nilai berita khususnya pada media lokal Bali yang kental kaitannya dengan unsure budaya, tradisi, kesenian, dan spiritualitas. Ketertarikan pembaca pada media cetak lokal masih dipengaruhi dengan unsure simbolisme dan karakter yang dimunculkan. Diketahui bahwa media cetak lokal di Bali masih memiliki nilai berita yang berbasis local wisdom news pada pengembangan karakteristik medianya melalui rubrik atau kolom-kolom yang khusus diperuntukkan pada berita-berita lokal atau kedaerahan. Diketahui bahwa dalam mengadopsi dan mengolah fenomena menjadi berita yang berbasis local wisdom news, media lokal Bali lebih banyak menggunakan media dalam bentuk straight new dan feature. Hal ini memungkinkan untuk dapat menarik minat pembaca karena dapat menjelaskan secara rinci dan praktis. Kata Kunci: Media Cetak, Semiotika, Local Wisdom News","PeriodicalId":232048,"journal":{"name":"Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial","volume":"43 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-02-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"125180975","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"EFEKTIVITAS DANA BANTUAN HIBAH TERHADAP KUALITAS DEMOKRASI DAN PARTISIPASI POLITIK: Kasus Desa Adat Bualu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung","authors":"Ni Made Suastini","doi":"10.38043/JIDS.V3I1.1734","DOIUrl":"https://doi.org/10.38043/JIDS.V3I1.1734","url":null,"abstract":"Dana bantuan hibah perlu diukur efektivitasnya apakah dapat meningkatkan kualitas demokrasi dan partisipasi politik. Berdasarkan permasalahan tersebut tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran efektivitas dana bantuan hibah terhadap kualitas demokrasi dan partisipasi politik dan menganalisis ukuran efektivitas dana bantuan hibah serta bagaimana korelasi antara dana bantuan hibah dengan kualitas demokrasi dan partisipasi politik. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan data sekunder. Dalam pemilihan informan, peneliti menggunakan teknik purposive sampling dimana informan terpilih adalah orang-orang yang berkecimpung atau terlibat dalam kegiatan pemberian dan penerimaan dana bantuan hibah dan yang menguasai serta memahami tentang kualitas demokrasi dan partisipasi politik. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi, triangulasi (teknik, sumber, waktu). Hasil penelitian ini menelaah ukuran efektivitas Dana Bantuan Hibah Terhadap Kualitas Demokrasi dan Partisipasi Politik dengan menggunakan teori ukuran efektivitas dari Duncan (Steers, 1985:53) yang terdiri dari pencapaian tujuan, integritas, dan adaptasi. Untuk menganalisa korelasi antara dana bantuan hibah dengan kualitas demokrasi dan partisipasi politik peneliti berpedoman pada definisi operasional dan hasil penelitian yang dihasilkan bahwa dana bantuan hibah sudah efektif dalam meningkatkan kualitas demokrasi dan partisipasi politik. Namun dalam pendistribusian dana hibah, terdapat sejumlah aspek yang perlu dievaluasi dan ditingkatkan. Kata Kunci: Efektivitas, Dana Bantuan Hibah, Kualitas Demokrasi, Partisipasi Politik","PeriodicalId":232048,"journal":{"name":"Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial","volume":"26 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-02-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"131543086","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"PENEGAKAN HUKUM DALAM PEMILIHAN UMUM","authors":"Sukawati Lanang P Perbawa","doi":"10.38043/jids.v3i1.1765","DOIUrl":"https://doi.org/10.38043/jids.v3i1.1765","url":null,"abstract":"Ukuran keberhasilan Negara demokratis salah satunya dilihat dari kesuksesannya menyelenggarakan pemilu dan penegakan hukumnya. Perjalanan penegakan hokum dibidang pemilu mengalami perubahan dalam setiap pemilu baik pemilu legeslatif, pilpres dan pilkada. Untuk pemilu saat ini, dalam menindaklanjuti tindak pidana pemilu, ternyata dan tidak hanya cara kerja yang berbeda, namun terdapat wadah koordinasi yang berbeda dibandingkan tindak pidana umum. Dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 telah diatur bahwa ada 4 (empat) institusi yang terlibat dalam penanganan perkara tindak pidana pemilu yakni Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu),Kepolisian, Kejaksaan, dan Pengadilan. Untuk mengefektifkan penanganan perkara pelanggaran pemilu yang menyangkut pidana maka Panwaslu, Kepolisian, dan Kejaksaan membentuk Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Sentra Gakkumdu). Kata Kunci: Pemilu dan Penegakan Hukum","PeriodicalId":232048,"journal":{"name":"Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial","volume":"2 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-02-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"125575892","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"KOMUNIKASI INTERPERSONAL DALAM KELOMPOK MAHASISWA MENGENAI GAYA PSYCHEDELIC DI BALI","authors":"Nuning Indah Pratiwi, K. Wedananta","doi":"10.38043/JIDS.V3I1.1732","DOIUrl":"https://doi.org/10.38043/JIDS.V3I1.1732","url":null,"abstract":"Istilah Psychedelic sendiri berarti suatu keadaan kejiwaan dimana orang mengalami halusinasi dan hilang kesadaran akibat pengaruh dari luar, contohnya obat-obatan, alkohol. Pada era ’60an, para seniman menggunakan bantuan obat-obatan agar mencapai keadaan psychedelic, sehingga karya seni yang tercipta dinamakan Seni Psychedelic. Arti psychedelic secara keseluruhan adalah sebuah hal/sifat yang berkaitan tentang mewujudkan pola-pikir, menerjemahkan jiwa. Psychedelic ialah kemampuan manusia memvisualisasikan hal-hal yang ada di pikiran menjadi vision (penglihatan), yang akan terasa sangat nyata (efek halusinasi). Pengalaman psychedelic sering dibandingkan dengan bentuk kesadaran seperti trance (keadaan tidak sadar diri), meditasi, yoga, dan bermimpi. Komunikasi adalah istilah yang begitu popular saat ini, di mana ada pertukaran pesan dari komunikator kepada komunikan melalui media sehingga mendapatkan umpan balik. Media massa, buku, kelompok diskusi, pelatihan, lokarnya, seminar, dan sebagainya membahas komunikasi. Manusia modern diberondong oleh pesan- pesan komunikasi dari berbagai jurusan, baik secara terang-terangan, ataupun secara halus, baik secara verbal ataupun non verbal. Manusia berkumpul dan membentuk komunikasi kelompok dapat diartikan sebagai sekumpulan orang yang mempunyai tujuan yang sama, yang berinteraksi satu sama lain untuk mencapai suatu tujuan bersama, mengenal satu sama lainnya, dan memandang mereka menjadi salah satu bagian dari kelompok tersebut. Contoh: tetangga, keluarga, kawan-kawan dekat, kelompok diskusi, kelompok pemecahan masalah, atau suatu komite untuk mengambil suatu keputusan, komunikasi ini dengan sendirinya melibatkan komunikasi interpersonal (antar pribadi). Kata Kunci: Gaya Psychedelic, Komunikasi Kelompok, Mahasiswa","PeriodicalId":232048,"journal":{"name":"Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial","volume":"119 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-02-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"133258508","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"PENDIDIKAN AGAMA HINDU SEBAGAI LANDASAN PENDIDIKAN MORAL DAN ETIKA","authors":"Ida Bagus Suradarma","doi":"10.38043/JIDS.V3I1.1731","DOIUrl":"https://doi.org/10.38043/JIDS.V3I1.1731","url":null,"abstract":"Masyarakat Bali yang mayoritas menganut agama Hindu, memiliki konsep dasar ajaran Agama Hindu yakni tri kaya parisuda yakni tiga macam perbuatan yang harus disucikan. Tri hita karana yakni tiga hubungan harmonis untuk mencapai kebahagiaan yang dijadikan landasan filosof dalam upaya meningkatkan moral dan etika generasi muda. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis pendidikan agama hindu agar dapat dijadikan landasan pendidikan moral dan etika. Metode pengumpulan data studi dokumentasi. Teknik analisis data adalah dengan analisis kualitatif. Berdasarkan hasil analisis pembahasan dapat disimpulkan bahwa penguatan nilai-nilai moral keagamaan dan nilai etika dapat dilakukan melalui pendidikan agama. Pendidikan agama dapat diberikan di sekolah tempat anak-anak mengenyam pendidikan dengan diharapkan akan dapat meningkatkan nilai kejujuran, kedisiplinan, dan ketaatan terhadap apa yang diajarkan oleh guru. Pendidikan agama Pendidikan agama dapat diberikan di rumah sebagai lingkungan terdekat keluarga. Pendidikan agama juga dapat diperoleh melalui pergaulan di lingkungan masyarakat. Karena melalui pendidikan agama dapat dijadikan sebagai suatu acuan dalam bertindak dan berperilaku yang baik dan beretika di dalam masyarakat.Kata Kunci: Pendidikan Agama, Pendidikan Moral, Etika","PeriodicalId":232048,"journal":{"name":"Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial","volume":"30 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-02-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"114723448","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PROGRAM KARTU IDENTITAS ANAK (KIA) DI DINAS KEPENDUDUKAN DAN CATATAN SIPIL KABUPATEN BADUNG","authors":"Windi Arista, Wayan Suderana","doi":"10.38043/jids.v3i1.1733","DOIUrl":"https://doi.org/10.38043/jids.v3i1.1733","url":null,"abstract":"Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) memberlakukan Kartu Identitas Anak (KIA) yang di harapkan menjadi Kartu Identitas bagi anak. KIA wajib dimiliki setiap anak.Hal ini tercantum dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri No 2 Tahun2016. Tujuan KIA untuk meningkatkan Pendataan, Perlindungan, dan Pemenuhan Hak Konstitusional Warga Negara. Data yang di gunakan merupakan data primer dan data sekunder, metode pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis deskriftif kualitatif. Hasil Penelitian dan Pembahasan Kebijakan KIA terutama dari segi tata pelaksanaannya serta hasil yang dapat di laksanakan dan diterima masyarakat. Secara fisik hasil pelaksanaan KIA telah dirasakan dengan baik dan pendistribusiannya telah merata dirasakan oleh semua golongan atau lapisan masyarakat, Namun masih banyak masyarakat yang belum mengerti akan fungsi dan manfaat KIA. Kata Kunci: Implementasi Kebijakan, Kartu Identitas Anak (KIA), Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil","PeriodicalId":232048,"journal":{"name":"Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial","volume":"7 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-02-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"121527925","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"KONTRIBUSI SERIKAT PEKERJA INDONESIA PADA ORGANISASI PARIWISATA DI KABUPATEN BADUNG DALAM PERSPEKTIF KONFLIK","authors":"Putri Ekaresty Haes, Putu Irma Yunita","doi":"10.38043/jids.v3i1.1737","DOIUrl":"https://doi.org/10.38043/jids.v3i1.1737","url":null,"abstract":"Dalam sebuah organisasi akan terdapat banyak kesenjangan antara pihak pekeja dengan pihak manajemen, kesenjangan tersebut dapat menimbulkan konflik dalam organisasi. Konflik yang terjadi harus mendapatkan perhatian karena dapat mempengaruhi lingkungan kerja, dan perilaku individual dalam organisasi. Tiga lembaga yang saling berhubungan dalam menyelesaikan konflik adalah perusahaan, serikat pekerja dan pemerintah, hubungan ketiga lembaga ini disebut sebagai hubungan industrial (HI) yang berlandaskan Pancasila dan UUD 45. Berdasarkan Hasil penelitian yang dilakukan pada Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC FSP PAR – SPSI) Kabupaten Badung serta beberapa UPK SP yang berada di Kabupaten Badung terungkap bahwa konflik terjadi karena kurangnya komunikasi antara pihak perusahaan dengan pekerja, sehingga UPK SP menjadi penengah, dalam penelitian ini juga terungkap bahwa konflik industrial yang terjadi dapat terselesaikan dengan baik secara musyawarah mufakat karena UPK SP memberikan kontribusi dalam menyelesaikan konflik internal dalam perusahaan sehingga konflik tidak sampai meluas dan melibatkat pihak Federasi. Selain itu, penelitian ini juga mendapatkan hasil bahwa pihak Federasi memberikan kontribusi kepada UPK SP dan pekerja apabila konflik tidak dapat terselesaikan secara musyawarah mufakat dan harus menempuh jalur hukum bekerja sama Federasi Serikat Pekerja Pariwisata dengan Lembaga Bantuan Hukum (LBH). Kata Kunci: Konflik, Hubungan Industrial, Federasi Serikat Pekerja","PeriodicalId":232048,"journal":{"name":"Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial","volume":"7 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-02-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"130894132","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}