Merisha Hastarina, B. Santosa, Muhammad Riko Adiyatma
{"title":"Uji Eksperimental Pada Mesin Peleleh Plastik Menggunakan Metode Percobaan Faktorial","authors":"Merisha Hastarina, B. Santosa, Muhammad Riko Adiyatma","doi":"10.32502/js.v6i2.3990","DOIUrl":"https://doi.org/10.32502/js.v6i2.3990","url":null,"abstract":"Penggunaan plastik yang terus meningkat berbanding lurus dengan jumlah limbah plastik yang dihasilkan. Salah satu alternatif yang dilakukan adalah dengan me-recycle limbah plastik dengan proses pelelehan biji plastik atau plastik yang telah dicacah. Pada mesin peleleh plastik skala laboratorium, proses pelelehan yang terjadi akan dipengaruhi oleh berbagai faktor. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan menggunakan pendekatan Faktorial. Tujuan dari percobaan faktorial adalah untuk melihat interaksi antara faktor yang di uji. Adakalanya kedua faktor saling sinergi terhadap respon (positif). Namun adakalanya juga keberadaan suatu faktor justru menghambat kinerja faktor lain (negatif). Pada penelitian ini faktor pertama adalah bahan yaitu jenis plastik yang digunakan (PP, PET, dan HDPE). Faktor kedua adalah temperatur yaitu 300? C, 350? C, 400? C dan faktor ke tiga adalah waktu yang terdiri dari 25, 30 dan 35 menit. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan secara manual dan dibandingkan juga dengan hasil dari perhitungan minitab, didapatkan bahwa faktor utama bahan, temperatur dan waktu berpengaruh nyata tetapi interaksi antara 3 faktor tersebut berpengaruh tidak nyata.","PeriodicalId":211323,"journal":{"name":"Integrasi : Jurnal Ilmiah Teknik Industri","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-12-09","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"115247267","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
D. L. Trenggonowati, Ani Umyati, Rurry Patradhiani, Atia Sonda, Febrianti Permata Sari
{"title":"Analisis Penerapan Lean Six Sigma untuk Mengurangi Turn Around Time (TAT) C-CHECK pada Jasa Perawatan Pesawat","authors":"D. L. Trenggonowati, Ani Umyati, Rurry Patradhiani, Atia Sonda, Febrianti Permata Sari","doi":"10.32502/js.v6i2.3989","DOIUrl":"https://doi.org/10.32502/js.v6i2.3989","url":null,"abstract":"PT. XYZ merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa maintenance, reparasi dan overhaul pesawat maupun engine pesawat. Waktu Turn Around Time (TAT) digunakan sebagai indikator kinerja pada sebuah perusahaan MRO’s. Turn Around Time (TAT) merupakan interval waktu maintenance yang diperlukan suatu pekerjaan mulai masuk kedalam sistem sampai proses tersebut selesai yang menunjukan suatu siklus kerja. Pada saat proses perawatan yang berlangsung di PT. XYZ umumnya terkadang terjadi deviasi dari TAT atau dengan kata lain pekerjaan mengalami delay, tujuan dari penelitian ini ialah untuk menhindari dan juga meminimasi keterlambatan dari Turn Around Time, maka untuk meminimasi hal tersebut digunakan metode lean six sigma. Dari hasil root cause analysis terdapat tiga faktor utama yang menyebabkan terjadinya keterlambatan dari Turn Around Time yang telah ditetapkan ialah dikarenakan kekurangan manpower, proses menunggu material yang terbagi menjadi dua jenis material yaitu shortage (material dibeli oleh pihak PT. XYZ) dan juga subcont (material yang akan diperbaiki di luar PT. XYZ), dan juga lamanya memproses finding (temuan permasalahan pada saat proses inspeksi), dan dari hasil perhitungan nilai sigma dari proses maintenance yang didapatkan ialah sebesar 2.60? dimana nilai sigma ini setara dengan rata – rata industri di Indonesia,Sehingga dengan perbaikan yang dilakukan diharapkan akan mampu menambah produktivitas serta efisiensi dari proses maintenance yang ada dan juga mampu meningkatkan kepercayaan customer yang akan menambah citra baik bagi PT. XYZ itu sendiri.","PeriodicalId":211323,"journal":{"name":"Integrasi : Jurnal Ilmiah Teknik Industri","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-12-09","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"128839438","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Analisis Postur Kerja Penyebab Kelelahan pada Pengrajin Batik Jumputan Menggunakan Metode Loading on the Upper Body Assessment (LUBA)","authors":"Rurry Patradhiani, Maimana Maimana, Merisha Hastarina, Beno Nopriansyah","doi":"10.32502/js.v6i2.3995","DOIUrl":"https://doi.org/10.32502/js.v6i2.3995","url":null,"abstract":"Industri Batik Jumputan Palembang sebagai salah satu industri yang saat ini proses produksinya masih dilakukan secara manual dengan posisi duduk dan berdiri dalam jangka waktu yang lama. Aktivitas yang dilakukan dengan jangka waktu yang lama dengan postur kerja yang tidak alamiah dapat menimbulkan risiko cedera pada pengrajin. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk menilai postur kerja dengan metode loading upper on the body assessment (LUBA) sehingga nantinya dapat diketahui tingkat risiko ergonomi pada pengrajin batik dan memberikan rekomendasi usulan perbaikan dari hasil pengukuran tingkat risiko ergonomi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah LUBA dimana metode ini untuk melihat nilai ekstrimitas postur tubuh saat bekerja. Dari hasil pengolahan data didapatkan hasil bahwa 4 aktivitas berada pada kategori II dengan perlunya penyelidikan lebih lanjut dan perubahan korektif tetapi tidak segera, dan 5 aktivitas berada pada kategori III yaitu memerlukan Tindakan korektif dengan mendesain ulang tempat kerja atau metode kerja dengan segera. Serta untuk usulan perbaikan yang dapat dilakukan yaitu dengan penambahan meja kerja untuk beberapa aktivitas seperti pembuatan warna, pewarnaan, pencucian serta melipat kain. Dengan penambahan meja kerja ini diharapkan dapat mengurangi risiko cedera serta dapat menciptakan postur kerja yang alamiah dan ergonomi.","PeriodicalId":211323,"journal":{"name":"Integrasi : Jurnal Ilmiah Teknik Industri","volume":"49 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-12-09","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"125635743","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Analisis Manajemen Risiko Dengan Penerapan ISO 31000 Pada Proses Machining (Studi Kasus: Perusahaan AB)","authors":"Anita Aisyah Ulfa, Taufiq Immawan","doi":"10.32502/js.v6i2.3986","DOIUrl":"https://doi.org/10.32502/js.v6i2.3986","url":null,"abstract":"Perusahaan baik dibidang manufaktur maupun jasa dewasa ini agar bisa bersaing dan berkembang yaitu dengan mempertahankan kualitas produk, melakukan inovasi terhadap produk dan tetap menjaga kepuasan dan kepercayaan konsumen. Untuk dapat menjaga kepuasan dan kepercayaan konsumen tersebut, perusahaan dapat berusaha dengan menghilangkan produk cacat dan menjaga kinerja mereka. Maka untuk dapat mengurangi permasalahan tersebut perusahaan juga dapat menerapkan manajemen risiko untuk mengetahui risiko-risiko apa saja yang teridentifikasi pada produk maupun prosesnya, sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui risiko yang muncul pada mesin yang terdapat di Unit Produksi khususnya di Golongan Rangka Bawah, Ruas Roda, Sub Ruang Bongkar Pasang Roda, Perusahaan AB. Metode yang digunakan berdasarkan proses ISO 31000 untuk dapat mengidentifikasi berbagai risiko yang muncul, namun penelitian ini juga menerapkan Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) untuk menilai serta memberikan pembobotan pada tiap risiko yang muncul. Hasil yang diperoleh bahwa resiko dengan nilai RPN tertinggi yaitu pada jenis kegagalan akibat dari kontrol operator yang kurang memerhatikan sisa logam pahat pada mesin HG sebesar 180, dengan mitigasi berupa adanya pelatihan terkait dengan SOP mesin, motivasi operator dan pengawasan dari expert atau supervisor itu sendiri. Resiko dengan nilai RPN kedua tertinggi yaitu pada jenis risiko akibat terlalu panas dan gesekan yang kuat pada perangkat roda sebesar 168. Resiko dengan nilai RPN ketiga tertinggi yaitu pada jenis risiko berdasarkan tekanan roda yang terlalu besar sehingga menyebabkan baut pada mesin press kendor sebesar 135, dimana kedua nilai RPN tersebut perawatan secara berkala agar mesin dapat berjalan dengan lancar tanpa hambatan.","PeriodicalId":211323,"journal":{"name":"Integrasi : Jurnal Ilmiah Teknik Industri","volume":"20 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-12-09","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"124629718","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Perancangan Mesin Pencacah Plastik Skala Laboratorium Dengan Metode Quality Function Deployment (QFD)","authors":"Ansyori Masruri, Zulkiffli Saleh, Zamza Satria, Merisha Hastarina","doi":"10.32502/JS.V6I1.3794","DOIUrl":"https://doi.org/10.32502/JS.V6I1.3794","url":null,"abstract":"Pengolahan limbah plastik dapat dilakukan menerapkan konsep 3R yaitu reduce, reuse, and recycle. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah recycle atau mendaur ulang plastik agar setelahnya dapat digunakan kembali dalam bentuk yang berbeda. Pada beberapa tempat pengepul sampah plastik seringnya terdapat mesin pencacah plastik. Sampah plastik yang telah dicacah akan memiliki nilai ekonomi tersendiri, namun tidak semua tempat pengepul sampah memiliki alat pencacah plastik. Penelitian ini dilakukan untuk merancang prototipe mesin pencacah plastik untuk skala laboratorium dengan menggunakan metode Quality Function Deployment. Berdasarkan pendekatan yang dilakukan dengan metode QFD menunjukan bahwa dari atribut kebutuhan konsumen yaitu data yang didapatkan pengguna alat, variabel yang menjadi perhatian adalah alat portable, tahan karat, waktu pengoperasian relatif cepat, tahan lama dan aman digunakan, bahan bakar yang ramah lingkungan dan mudah untuk diperbaiki. Tingkat kepentingan tertinggi terdapat pada alat menggunakan motor listrik dengan nilai tingkat kepentingan sebesar 4,8.","PeriodicalId":211323,"journal":{"name":"Integrasi : Jurnal Ilmiah Teknik Industri","volume":"184 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-10-07","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"122419681","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Pengukuran Tingkat Risiko Ergonomi Dengan Menggunakan Metode Ovako Working Analysis System (OWAS) Untuk Mengurangi Risiko Muscoleskeletal","authors":"Denis Andrian, Renilaili Renilaili","doi":"10.32502/JS.V6I1.3793","DOIUrl":"https://doi.org/10.32502/JS.V6I1.3793","url":null,"abstract":"Kenyamanan dalam bekerja merupakan salah satu faktor penting dalam proses produksi. Pada kegiatan industri, paparan dan resiko di tempat kerja cenderung ada di sekitar tempat kerja dan pekerja. Kondisi tersebut ada kalanya tidak selalu dapat dihindarkan karena tuntutan pekerjaan sehingga membuat karyawan mengalami keluhan pada gangguan otot (musculoskeletal). Hal ini menyebabkan pekerja sering mengalami keluhan-keluhan pada bagian tubuhnya. Adapun tujuan dari pelaksanaan penelitian ini diharapkan mampu mengidentifikasi postur kerja yang beresiko musculoskeletal. Penelitian ini mengambil sampel pekerja stasiun pengantongan semen. Metode yang digunakan adalah metode OWAS. Hasil penelitian adalah: Terdapat 2 postur kerja di stasiun kerja pengantongan teridentifikasi memiliki potensi menimbulkan cidera musculoskeletal. Hasil analisis OWAS pada postur kerja 1 dan 2 berada pada kategori 2 yang artinya perlu dilakukan perbaikan. Setelah dilakukan perbaikan, maka dari hasil penilaian OWAS terhadap postur kerja 1 dan 2 didapatkan kategori 1 yang artinya tidak ada masalah pada sistem musculoskeletal.","PeriodicalId":211323,"journal":{"name":"Integrasi : Jurnal Ilmiah Teknik Industri","volume":"24 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-10-07","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"128994716","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Analisis Efektivitas Penggunaan Energi Baru Dan Terbarukan Di Provinsi Sumatera Selatan Guna Mendukung REUN 2025","authors":"Nidya Wisudawati, Rafiqa Fijra","doi":"10.32502/JS.V6I1.3789","DOIUrl":"https://doi.org/10.32502/JS.V6I1.3789","url":null,"abstract":"Indonesia juga memiliki potensi sekaligus peluang dalam mengembangkan energi baru terbarukan. Indonesia memiliki enam sumber daya EBT, yakni energi surya, energi air, energi angin, arus laut, bio-energi dan panas bumi. Total potensi keenam sumber daya tersebut diperkirakan sebesar 441,7 GW dengan kapasitas terealisasi hingga saat ini baru sebesar 8,89 GW atau 2% dari potensi. Rencana Umum Energi Nasional (REUN) pemerintah telah menargetkan EBT dari 11,9% menjadi 23% hingga tahun 2025 mendatang. Begitu juga harapan yang ditargetkan untuk Provinsi Sumatera Selatan yang telah menetapkan Master Plan untuk menuju lumbung energi nasional tahun 2006-2025. Menggunakan software LINGO 13.0, optimasi penggunaan energi telah dilakukan dan didapat bahwa Kabupaten Lahat, Kabupaten OKI dan Kabupaten OKU Timur merupakan daerah dengan potensi EBT berlebih sehingga dapat dioptimalkan dengan menyalurkannya ke Kabupaten/ Kota dengan jarak teroptimal. Potensi Energi Baru Terbarukan terbesar ada pada Kabupaten Musi Banyu Asin dengan total energi mencapai 2.715.927 MW.","PeriodicalId":211323,"journal":{"name":"Integrasi : Jurnal Ilmiah Teknik Industri","volume":"70 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-10-07","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"126711159","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Pengaruh Kinerja Pemasok Terhadap Kinerja Rantai Pasok Menggunakan Metode Structural Equation Modeling (SEM) pada PT. Tiga Serangkai","authors":"Tuwandi Juniarto, Palmadi Putri Surya Negara, Bayu Wahyudi","doi":"10.32502/JS.V6I1.3792","DOIUrl":"https://doi.org/10.32502/JS.V6I1.3792","url":null,"abstract":"Manajemen rantai pasok adalah sekumpulan aktivitas dan keputusan yang saling terkait untuk mengintegrasikan pemasok, manufaktur, gudang, jasa transportasi, pengecer dan konsumen secara efisien. Penelittian ini akan memfokuskan kajian untuk mencari variabel-variabel yang berpengaruh terhadap kinerja pemasok yang dapat mempengaruhi kinerja rantai pasok. Untuk mengetahui variabel-variabel yang berpengaruh terhadap kinerja pemasok dan kinerja perusahaan, digunakan model Structural Equation Modeling (SEM) yang merupakan gabungan dari dua metode statistic terpisah yaitu analisis faktor (factor analysis) dan model persamaan simultan (simultaneous equation modelling). Dari penelitian di peroleh pengembangan pemasok berpengaruh positif terhadap kinerja pemasok, dan kinerja pemasok berpengaruh positif terhadap kinerja perusahaan.","PeriodicalId":211323,"journal":{"name":"Integrasi : Jurnal Ilmiah Teknik Industri","volume":"59 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-10-07","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"126212006","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Optimalisasi Produksi Olahan Lele Menggunakan Metode Simpleks Di CV. Rule Athallah","authors":"M. Romadhon, Devie Oktarini, Faizah Suryani","doi":"10.32502/JS.V6I1.3790","DOIUrl":"https://doi.org/10.32502/JS.V6I1.3790","url":null,"abstract":"CV. Rule Athallah adalah tempat dimana produksi industri rumahan yang terkenal dengan produk olahan makanan yang terbuat dari ikan lele. Permasalahan yang dialami Rule Athallah adalah jumlah produksi yang belum optimal sehingga keuntungan menjadi tidak maksimal. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui bagaimana cara mengoptimalkan produksi produk kerupuk dan kemplang ikan lele. Didalam penelitian ini data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder melalui wawancara langsung. Mulai dari Metode analisis Linear Programming yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Simpleks dengan cara perhitungan manual dan alat bantu software POM-QM For Windows. Hasil analisis menunjukan bahwa produksi produk belum optimal dan keuntungan juga belum maksimal. Tingkat produksi produk kerupuk yang optimal adalah 42 Kg dengan jumlah pack yang di dapatkan sebanyak 280 Pack, sedangkan produksi produk kemplang yang optimal adalah 103,2 Kg dengan jumlah pack yang di hasilkan sebesar 688 Pack. Untuk keuntungan maksimum dari kedua produk sebesar Rp 2.665.500.","PeriodicalId":211323,"journal":{"name":"Integrasi : Jurnal Ilmiah Teknik Industri","volume":"14 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-10-07","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"126416731","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Analisis Beban dan Produktivitas Kerja Pemindahan Manual serta Semi-Manual Air Galon","authors":"Nurul Ilmi, Muqimuddin Muqimuddin, D. Dwiyanti","doi":"10.32502/JS.V6I1.3791","DOIUrl":"https://doi.org/10.32502/JS.V6I1.3791","url":null,"abstract":"Pada dasarnya ¾ waktu manusia dalam 1 hari adalah melakukan aktivitas (bekerja). Pekerjaan digolongkan menjadi 3 yaitu ringan, sedang, bahkan berat. Setiap kategori suatu pekerjaan diukur dari kemampuan fisik dalam melakukan suatu pekerjaan tertentu. Pemindahan material secara manual sering ditemui dan dilakukan dalam aktivitas sehari-hari, salah satunya adalah pengangkutan air galon dari suatu tempat ke ketempat lainnya. Penelitian terdahulu menggolongkan pemindahan air galon sebagai pekerjaan ringan. Walaupun demikian, menurutnya apabila dilakukan dengan posisi yang salah dapat menyebabkan cidera pada tulang belakang. Pengangkutan air galon juga dapat dilakukan dengan menggunakan troli, namun penggunaan alat bantu ini dapat memperlambat kerja (menurunkan produktivitas) karena troli tidak leluasa dikendalikan. Oleh karena itu tujuan penelitian ini yaitu mengkaji lebih lanjut beban kerja dengan perhitungan Recommended Weight Limit (RWL) dan produktivitas pada permasalahan pengangkutan air galon dengan beberapa skenario pemindahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan troli sebagai alat angkut dalam proses handling air galon dapat memberikan efisiensi kebutuhan energi bagi operator. Handling yang dilakukan secara vertikal membutuhkan energi lebih tinggi yaitu sebanding dengan jumlah energi yang dikonsumsi untuk handling sebanyak 1 kali secara horizontal. Walaupun penggunaan alat angkut dapat secara efektif meningkatkan produktivitas, namun hal ini akan tercapai apabila jumlah angkut lebih dari 1 unit.","PeriodicalId":211323,"journal":{"name":"Integrasi : Jurnal Ilmiah Teknik Industri","volume":"43 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-10-07","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"131803409","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}