{"title":"Analisis Postur Kerja pada Pengangkutan Buah Kelapa Sawit menggunakan Metode RULA dan REBA","authors":"Valentine Ananda, Wisudawati Nidya","doi":"10.32502/JS.V5I2.3146","DOIUrl":"https://doi.org/10.32502/JS.V5I2.3146","url":null,"abstract":"Aktivitas pengangkatan dan penurunan buah kelapa sawit merupakan aktivitas yang memiliki risiko cidera yang tinggi dengan berat beban tertentu, secara terus menerus dapat menyebabkan penyakit ataupun cedera tulang bagian belakang, terlebih jika pekerjaan tersebut dilakukan dengan tidak benar. Aktivitas ini merupakan pekerjaan yang sangat berbahaya, sehingga kemungkinan pekerja mengalami keluhan muskuloskeletal. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur serta mengetahui postur kerja pekerja. Pengukuran dilakukan pada tubuh bagian atas dan tubuh bagian bawah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Rapid Uper Limb Assessment (RULA) dan Rapid Entire Body Assessment (REBA). Hasil pengukuran didapat skor rata-rata Rapid Uper Limb Assessment (RULA) yaitu 5 termasuk kedalam Action List 3 dengan risiko sedang dan menunjukkan bahwa penyelidikan dan perubahan dibutuhkan segera. Hasil pengukuran Rapid Entire Body Assessment (REBA) didapat skor rata-rata yaitu 11 termasuk kedalam Action List 4 dengan level risiko sangat tinggi dan tindakan perbaikan perlu saat ini juga. Usulan perbaikan yang efektif yaitu berupa rekomendasi alat bantu katrol.","PeriodicalId":211323,"journal":{"name":"Integrasi : Jurnal Ilmiah Teknik Industri","volume":"25 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-12-19","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"116738145","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Usulan Rancangan Tata Letak Penyimpanan Palm Kernel Berdasarkan Mutu dengan Pendekatan Activity Relationship Chart (ARC)","authors":"Mayanita Mayanita, Merisha Hastarina","doi":"10.32502/JS.V5I2.3147","DOIUrl":"https://doi.org/10.32502/JS.V5I2.3147","url":null,"abstract":"Salah satu perusahaan yang memproduksi PKO (Palm Kernel Oil) adalah PTPN VII Unit Betung. PKO diproduksi di PPIS (Pabrik Pengolahan Inti Sawit), PPIS di perusahaan tersebut sudah sangat baik dalam proses produksinya, mulai dari kualitas bahan baku sampai hasil akhir dalam bentuk produk minyak maupun bungkil diawasi dengan baik sehingga minyak yang didapatkan bisa maksimal dengan kualitas yang baik. Namun, di dalam PPIS bahan baku inti sawit atau yang disebut Nut (kernel) diletakkan di areal pabrik tanpa ruang penyimpanan khusus, sehingga selain memakan ruang hal tersebut juga bisa menyebabkan risiko seperti; kecelakaan kerja, kualitas bahan baku yang berkurang, terkontaminasi kotoran serta akan ada kemungkinan terbuangnya bahan baku yang tercecer ke sudut pabrik. Selain menentukan penyimpanan berdasarkan mutu atau kualitas dari kernel penulis juga menggunakan Activity Relationship Chart (ARC) sebagai pendekatan kualitatif. Dari kondisi PPIS saat ini diperlukan perancangan ulang untuk menambahkan tempat penyimpanan kernel, dilihat dari nilai rata-rata mutu kernel dan dari pendekatan activity relationship chart kita bisa mengklasifikasikan penyimpanan menjadi beberapa tempat sesuai mutu dan sumber bahan baku atau pemasok kernel. Desain ulang yang diusulkan adalah dengan menambahkan bak atau tempat penyimpanan khusus agar kualitas bahan baku bisa terjaga dengan baik.","PeriodicalId":211323,"journal":{"name":"Integrasi : Jurnal Ilmiah Teknik Industri","volume":"127 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-12-19","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"116692410","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Perancangan Ulang Tata Letak Fasilitas Produksi Bus dengan Algoritma Craft untuk Menurunkan Ongkos Material Handling","authors":"Ronaldo F Massebali, R. Rottie, T. Tumewu","doi":"10.32502/JS.V4I2.2867","DOIUrl":"https://doi.org/10.32502/JS.V4I2.2867","url":null,"abstract":"PT. Adiputro Wirasejati Malang adalah perusahaan yang bergerak dibidang karoseri bus dan minibus. Perusahaan ini mampu menyuplai bus ke seluruh Indonesia hingga ke mancanegara. Dengan luas perusahaan yang mencapai 8 Ha dan frekuensi pemindahan material antar departemen dan gudang yang mencapai 58.283 kali per harinya serta lokasi gudang dan departemen yang berjauhan, maka tata letak fasilitas produksi pada perusahaan tersebut belum optimal. Hal ini dikarenakan, dengan total jarak perpindahan yang mencapai 3.903.800 m sehingga memakan Ongkos Material Handling (OMH) sebesar Rp. 175.302.182. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk merancang kembali tata letak fasilitas produksi untuk menurunkan OMH yang ada dengan menggunakan algoritma CRAFT (Computerized Relative Allocation of Facilities Technique). Dengan menggunakan dua pengukuran jarak, yakni Rectilinear dan Euclidean maka didapatkan hasil gudang kain dan cat bertukar posisi dengan ABS & Integral, terjadi pertukaran dari 3 area yakni fiber, gudang pipa & kaca dan mekanik. Lalu selanjutnya terjadi pertukaran posisi antara gudang WIP dan Dies Shop. Total penurunan OMH untuk jarak rectilinear adalah sebesar Rp. 27.464.715,2 atau sebesar 15,6 % dan untuk jarak euclidean adalah sebesar Rp. 13.350.835 atau sebesar 7,54%.","PeriodicalId":211323,"journal":{"name":"Integrasi : Jurnal Ilmiah Teknik Industri","volume":"96 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-10-23","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"116347342","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
D. L. Trenggonowati, Rurry Patradhiani, Chika Ertanti Salsabilla
{"title":"Pengendalian Kualitas Produk Baja Tulangan Sirip S16 Menggunakan Metode Six Sigma di PT. XYZ","authors":"D. L. Trenggonowati, Rurry Patradhiani, Chika Ertanti Salsabilla","doi":"10.32502/JS.V5I2.3686","DOIUrl":"https://doi.org/10.32502/JS.V5I2.3686","url":null,"abstract":"PT. XYZ merupakan produsen baja terkemuka di Indonesia dengan menghasilkan 2 jenis produk baja yang berkualitas, yaitu baja tulangan (bar mill) dan baja profil (section mill). Pada baja tulangan (bar mill) terbagi menjadi 2 tipe yaitu baja tulangan polos (plain bar) dan baja tulangan sirip (deformed bar). Permintaan pasar pada produk baja tulangan sirip khususnya pada diameter 16 mm cenderung tinggi mencapai 60% dari keseluruhan produksi. Hasil inspeksi harian bulan Februari pada dimensi D1 banyak terjadi ketidaksesuaian pengukuran berdasarkan 50 sampel yang diambil, diantaranya menunjukan dimensi sebesar 16.2, 20, 19.1, dan 18.7 mm sedangkan dimensi D1 memiliki standar spesifikasi perusahaan yang diterapkan yaitu sebesar 16.6 – 18.2 mm. Sehingga diperlukan pengendalian kualitas pada produk tersebut agar terciptanya kepercayaan dan kepuasan pelanggan. Selain juga pada dimensi diameter luar 1 sangat rentan terjadi kecacatan. Metode Six Sigma dipandang sebagai pengendalian proses produksi yang menerapkan konsep DMAIC (Define, Measure, Action, Improve, dan Control) dalam peningkatan kualitas. Melalui tahapan yang sistematik tersebut metode ini dapat melibatkan beberapa tools-tools seperti peta kendali, diagram SIPOC, diagram fishbone, dan lain-lain. Nilai Defect per Million Opportunities (DPMO) sebesar 92742.0816 dan nilai sigma sebesar 2.8241 yang berarti kapabilitas kinerja perusahaan pada produksi baja tulangan S16 khususnya diameter D1 merupakan rata-rata industri Indonesia atau dapat dikatakan cukup.","PeriodicalId":211323,"journal":{"name":"Integrasi : Jurnal Ilmiah Teknik Industri","volume":"14 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-10-19","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"128285896","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Pengaruh Pengembangan Produk Dan Efisiensi Biaya Terhadap Kinerja Departemen Melalui Penerapan TQM","authors":"Renilaili Renilaili","doi":"10.32502/JS.V5I2.3688","DOIUrl":"https://doi.org/10.32502/JS.V5I2.3688","url":null,"abstract":"Seiring dengan pesatnya kemajuan teknologi saat ini, dunia kerja sangat membutuhkan sumber daya manusia yang handal. Salah satu elemen penting dalam mencapai keunggulan kompetitif perusahaan adalah adanya pengendalian kualitas secara keseluruhan yang disebut Total Quality Management (TQM). PT Pusri Palembang telah menerapkan TQM namun pada kenyataannya tidak semua departemen di PT Pusri menerapkan TQM, hal ini membuktikan bahwa penerapan TQM di PT Pusri belum berjalan secara maksimal, penelitian ini membahas tentang pengaruh TQM terhadap pengembangan produk dan efisiensi biaya. Berdasarkan penelitian yang dilakukan bahwa persentase penerapan TQM di PT Pusri tahun 2012-2015 mencapai 65%. Dari tahun 2012-2015 makalah kualifikasi menerima 144 makalah. Efisiensi biaya hasil implementasi TQM tahun 2012-2015 mencapai Rp 270 652 581 853. Variabel yang paling berpengaruh terhdap kinerja Kementerian yaitu pemberdayaan pegawai.Kata kunci: efisiensi biaya, inovasi produk, kualitas, persentase kinerja.","PeriodicalId":211323,"journal":{"name":"Integrasi : Jurnal Ilmiah Teknik Industri","volume":"9 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-10-19","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"123863217","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Rancangan Sistem kerja Dengan Metode Risiko Ergonomik Dalam Meningkatkan Output Kerja","authors":"Hargo Santoso, Renilaili Renilaili","doi":"10.32502/JS.V5I2.3687","DOIUrl":"https://doi.org/10.32502/JS.V5I2.3687","url":null,"abstract":"Penelitian ini dilakukan di PT Pupuk Sriwidjaja Palembang dimana pada bagian pengangkutan masih menggunakan pekerjaan manual handling yang sering menimbulkan keluhan pada bagian musculoskeletal disorder. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab adanya resiko pada pekerjaan manual handling bagian pengangkutan dengan diagram Fishbone, mengetahui perbandingan output kerja sebelum dan sesudah intervensi ergonomi, menghitung waktu baku, serta usulan perbaikan berdasarkan penilaian dengan metode Quick Exposure Check, Nordic Body Map, dan Rapid Entire Body Assesment. Berdasarkan diagram Fishbone diketahui beberapa penyebab utama tingkat keluhan antara lain faktor operator, lingkungan yang kurang mendukung, bahan material yang berat, peralatan kerja dan metodenya. Output kerja yang dihasilkan oleh operator sesudah perbaikan rata-rata meningkat dibandingkan sebelum perbaikan. Berdasarkan perhitungan waktu baku yang dihasilkan oleh operator sebelum perbaikan sebesar 6,076 detik dengan output standard sebesar 0,164 unit/detik dan waktu baku sesudah perbaikan sebesar 5,386 detik dan output standard sebesar 0,186 detik. Dari hasil penilaian menggunakan metode QEC, REBA, dan NBM diketahui bahwa semua operator mengalami tingkat keluhan yang tinggi. Adapun usulan yang diberikan yaitu perbaikan terhadap metode kerja diantaranya peletakan posisi karung, kecondongan tubuh saat mengangkat, jarak dan ketinggian karung serta pengunaan masker.","PeriodicalId":211323,"journal":{"name":"Integrasi : Jurnal Ilmiah Teknik Industri","volume":"3 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-10-19","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"134113247","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Pengaruh Takaran Pupuk Organik Pada Beberapa Varietas Beras Merah di Lahan Sawah dengan Rancangan Petak Terbagi","authors":"A. Mustofa, Bayu Wahyudi","doi":"10.32502/JS.V5I2.3689","DOIUrl":"https://doi.org/10.32502/JS.V5I2.3689","url":null,"abstract":"Pencapaian produktivitas padi harus terus ditingkatkan dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan. Pemberian pupuk anorganik ssecara terus-menerus dalam jangka waktu panjang dapat menyebabkan masalah pada lahan pertanian salah satunya lahan banyak kehilangan unsur hara. Penggunaan pupuk organik dapat menjadi pelengkap yang sangat baik karena selain meningkatkan kesuburan tanah, juga dapat memacu pertumbuhan tanaman. Oleh karena itu pada penelitian kali ini dilaksanakan untuk mengetahui dan mempelajari respons pertumbuhan dan produksi beberapa varietas beras merah terhadap takaran pupuk organik di lahan sawah. Penelitian ini menggunakan rancang petak terbagi (split-plot design) dengan 12 kombinasi perlakuan dan 3 kali ulangan. Takaran pupuk organik (P) yaitu P0 = 0 ton/ha, P1 = 3 ton/ha, P2 = 6 ton/ha, dan P3 = 9 ton/ha, varietas padi (V) yaitu V1 = inpari-24, V2 = Aek Sibundong, dan V3 = Inpago-7 sebagai variabel independen. Sedangkan untuk variabel dependen atau peubah yang diamati: 1) tinggi tanaman, 2) jumlah anakan maksimal, 3) jumlah anakan produktif, 4) jumlah gabah total perumpun, 5) bobot gabah hampa perumpun, dan 6) bobot 1000 butir kering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik adalah varietas Inpago-7 pada takaran pupuk organik 9 ton/ha dengan produksi beras merah 7,8 kg/per petak (5,8 ton/ha).","PeriodicalId":211323,"journal":{"name":"Integrasi : Jurnal Ilmiah Teknik Industri","volume":"7 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-10-09","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"122109678","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}