{"title":"PERAN IBU RUMAH TANGGA DALAM PENGATURAN GIZI SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN COVID-19 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WAODE BURI KABUPATEN BUTON UTARA TAHUN 2021","authors":"Yona Ariska, R. Ruwiah, F. Fithria","doi":"10.37887/jgki.v2i4.23682","DOIUrl":"https://doi.org/10.37887/jgki.v2i4.23682","url":null,"abstract":"Menjaga pola makan yang baik dan sehat sangat penting selama pandemi covid-19. Panduan pola makan sehat bergizi dan seimbang selama pandemi Covid-19 adalah makan dengan kompisisi lengkap, makan lebih banyak buah dan sayur, penuhi kebutuhan cairan dan menjaga kebersihan makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan gizi, pola makan dan aktivitas fisik ibu rumah tangga terhadap pengetahuan pencegahan Covid-19 di wilayah kerja Puskesmas Waode Buri Kabupaten Buton Utara Tahun 2021. Metode penelitian kuantitatif dengan observasional analitik menggunakan pendekatan cross sectional study. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan gizi terhadap upaya pencegahan Covid-19 (p-value=0.085), terdapat hubungan yang bermakna antara pola makan terhadap upaya pencegahan Covid-19 (p-value=0.000) dan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara aktivitas fisik terhadap upaya pencegahan Covid-19 (p-value=0.430) pada ibu rumah tangga di wilayah kerja Puskesmas Waode Buri. dengan adanya penelitian ini dapat memberikan masukan kepada pelayanan kesehatan khususnya puskesmas mengenai program kesehatan. Kata kunci: Pengetahuan gizi, pola makan, aktivitas fisik, pencegahan covid-19 Maintaining a good and healthy feeding patterns is very important during the COVID-19 pandemic. Guidelines for a healthy, nutritious, and balanced feeding patterns during the Covid-19 pandemic are eating with a complete composition, eating more fruits and vegetables, meeting fluid needs and maintaining food hygiene. This study aims to determine the relationship between knowledge of nutrition, feeding patterns and physical activity of housewives on knowledge of preventing Covid-19 in the working area of Waode Buri Health Center, North Buton Regency in 2021. The research method is quantitative with observation analyticalusing a cross sectional study approach. The results of this study indicate that there is no significant relationship between nutritional knowledge and efforts to prevent Covid-19 (p-value=0.085), there is a significant relationship between feeding patterns and efforts to prevent Covid-19 (p-value=0.000) and there is no There is a significant relationship between physical activity and efforts to prevent Covid 19 (p-value=0.430) among housewives in the working area of the Waode Buri Health Center. with this research can provide input to health services, especially health centers regarding health programs. Keywords: Nutrition Knowledge, Feeding Patterns, Physical Activity, Covid-19 Prevention","PeriodicalId":188455,"journal":{"name":"Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia","volume":"334 ","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-01-29","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"120877141","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN KEKURANGAN ENERGI KRONIK (KEK) PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BENU-BENUA DAN PUSKESMAS MATA KOTA KENDARI TAHUN 2020","authors":"Rizky Armalia Anwar, S. Yusran, F. Fithria","doi":"10.37887/jgki.v1i3.23399","DOIUrl":"https://doi.org/10.37887/jgki.v1i3.23399","url":null,"abstract":"Kekurangan Energi Kronik (KEK) merupakan keadaan dimana ibu menderita keadaan kekurangan kalori dan protein (malnutrisi) yang berlangsung menahun (kronis) yang mengakibatkan timbulnya gangguan kesehatan pada ibu hamil. Prevalensi KEK pada wanita hamil di Sulawesi Tenggara tahun 2018 sebesar 11,11%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi asupan energi, pendapatan keluarga, pengetahuan ibu, dan usia kehamilan terhadap kejadian Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Benu-Benua dan Puskesmas Mata Kota Kendari tahun 2020. Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional. Populasi adalah semua ibu hamil yang menderita Kekurangan Energi Kronik (KEK) yang terdapat di wilayah kerja Puskesmas Benu-Benua dan Puskesmas Mata yaitu sebanyak 55 ibu hamil sekaligus sebagai sampel penelitian ini. Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik total sampling. Hasil analisa menunjukkan bahwa hasil uji t parsial pada asupan energi dengan nilai signifikansi = 0.033> 0.05, pendapatan keluarga dengan nilai signifikansi = 0.036> 0.05, pengetahuan ibu dengan nilai signifikansi = 0.058< 0.05, dan usia kehamilan dengan nilai signifikansi = 0.868> 0.05. Kesimpulan: Asupan energi dan pendapatan keluarga merupakan faktor yang mempengaruhi kejadian kekurangan energi kronik pada ibu hamil. Sedangkan pengetahuan ibu dan usia kehamilan bukan merupakan faktor yang mempengaruhi kejadian kekurangan energi kronik pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Benu-Benua dan Puskesmas Mata Kota Kendari Tahun 2020. Sebaiknya bagi puskesmas perlu lebih sering melakukan penyuluhan terkait KEK pada ibu hamil. Kata kunci: Kekurangan Energi Kronik (KEK), asupan energi, pendapatan keluarga, pengetahuan ibu, usia kehamilan. Chronic Energy Defiency (CED) is a condition that the mother suffers from a chronic shortage of calories and protein (malnutrition) which lasts for years (chronic) and causes health problem in pregnant women. The prevalence of CED in pregnant women in Southest Sulawesi, 2018 was 11,11%. This research aims to determine the factors that influence energy intake, family income, maternal knowledge and gestational age on the incidence of chronic energy deficiency toward pregnant women in Puskesmas Benu-Benua and Puskesmas Mata Kota Kendari area in 2020. This research using cross sectional method. The population was all pregnant women suffering from Chronic Energy Deficiency (CED) in Puskesmas Benu-Benua and Puskesmas Mata areas and there 55 pregnant women were become sample of this research. This research using total sampling technique. The analysis showed that the results of the the partial test on energy intake with a significance value= 0.033>0.05, family income with a significance value= 0.036>0.05, maternal knowledge with a significance value= 0.058<0.05, and gestational age with a significance value= 0.868>0.05. Conclusion : energy intake and family incone is a factor affecting the incidence of CED in ","PeriodicalId":188455,"journal":{"name":"Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia","volume":"317 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-01-22","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"123252634","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS GIZI KURANG PADA ANAK BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MATA KOTA KENDARI TAHUN 2019","authors":"Yusni Diah Riski, Asnia Zainuddin, Yasnani Yasnani","doi":"10.37887/jgki.v1i3.23400","DOIUrl":"https://doi.org/10.37887/jgki.v1i3.23400","url":null,"abstract":"Gizi kurang merupakan salah satu masalah gizi utama pada balita di Indonesia. Pravelensi gizi kurang dan gizi buruk mulai meningkat pada usia 6-11 bulan dan mencapai puncaknya pada usia 12-23 bulan dan 24-35 bulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui factor yang berhubungan dengan status gizi pada anak balita di wilayah kerja puskesmas Mata Kota Kendari Tahun 2019. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional Study. Penelitian dilaksanakan di wilayah Kerja Puskesmas Mata. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei tahun 2019. Responden penelitian adalah ibu yang mempunyai anak balita. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara Simpel Random Sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan food recall 24 jam. Analisis data menggunakan uji chi squere. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan asupan makanan dengan status gizi balita (p value = 0.025), begitupula terhadap pendapat keluarga (p value = 0.036) menunjukkan bahwa ada hubungan pendapatan keluarga dengan status gizi pada anak balita. Berbeda hasil penelitian dengan pendidikan orang tua (p value = 0.302) menunjukkan tidak memiliki hubungan dengan status gizi pada anak balita, pengetahuan ibu (p value = 0.378) menunjukkan tidak memiliki hubungan dengan status gizi pada anak balita, dan riwayat penyakit infeksi (p value= 0.298) juga menunjukkan tidak memiliki hubungan dengan status gizi pada anak balita. Kata kunci : Status Gizi, Anak Balita Malnutrition is one of the main nutritional problems for toddlers in Indonesia. The prevalence of malnutrition and malnutrition begins to increase at the age of 6-11 months and reaches its peak at the age of 12-23 months and 24-35 months. This study aims to determine factors related to the nutritional status of children under five in the working area of health center Mata Kota Kendari in 2019. The method used in this study is quantitative using a Cross Sectional Study approach. The research was carried out in working area of the health center Mata Kota Kendari. The study was conducted in May 2019. The research respondents were mothers who had children under five. The sampling technique was carried out by simple random sampling. Data was collected through questionnaires and 24-hour food recall. Data analysis using chi square test. The results showed that there was a relationship between food intake and nutritional status of children under five (p value = 0.025), as well as family opinion (p value = 0.036) indicating that there was a relationship between family income and nutritional status of children under five. In contrast, the results of the study with parental education (p value = 0.302) showed no relationship with nutritional status in children under five, mother's knowledge (p value = 0.378) showed no relationship with nutritional status in children under five, and a history of infectious diseases (p value). = 0.298) also showed no relationship with nutrition","PeriodicalId":188455,"journal":{"name":"Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia","volume":"72 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-01-22","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"125287195","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN, PANTANGAN MAKAN, DAN POLA KONSUMSI TERHADAP KEJADIAN KEKURANGAN ENERGI KRONIK (KEK) PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LABIBIA KOTA KENDARI TAHUN 2020","authors":"Wahida Putri, Lisnawaty Lisnawaty, Rizki Eka Sakti Octaviani","doi":"10.37887/jgki.v1i3.23367","DOIUrl":"https://doi.org/10.37887/jgki.v1i3.23367","url":null,"abstract":"Kekurangan energi merupakan salah satu keadaan malnutrisi. Kejadian kekurangan energi kronik merupakan salah satu penyebab tidak langsung kematian ibu. Berdasarkan data Riskesdas 2018 bahwa Sulawesi Tenggara berada pada peringkat ke-4 dengan proporsi tertinggi terkait resiko ibu hamil penderita KEK sebesar 28% dengan nilai rata-rata nasional 17,3%. Dan berdasarkan Profil tahunan Dinas Kesehatan Kota Kendari, Puskesmas Labibia mengalami peningkatan kasus yakni 16,5% pada tahun 2017 menjadi 41,1% pada tahun 2018. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, pantangan makan, dan pola konsumsi terhadap kejadian kekurangan energi kronik di wilayah kerja Puskesmas Labibia Tahun 2020 yang juga menempatkan Puskesmas Labibia menjadi peringkat ke-2 dari 15 Puskesmas terkait jumlah ibu hamil KEK. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian analitik obsevasional dengan metode cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 128 ibu hamil dengan sampel 58, pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat menggunakan distribusi tabel dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan kejadian kekurangan energi kronik pada ibu hamil dengan nilai (p-value=0,564), tidak ada hubungan antara pantangan makan dengan kejadian kekurangan energi kroik pada ibu hamil dengan nilai (p-value=0,230), dan ada hubungan antara pola konsumsi dengan kejadian kekurangan energi kronik pada ibu hamil (p-value=0,000). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan antara pengetahuan dengan kejadian kekurangan energi kronik, dan pantangan makan dengan kejadian kekurangan energi kronik, sedangkan terdapat hubungan antara pola konsumsi dengan kejadian kekurangan energi kronik. Kata kunci :Kekurangan Energi Kronik, Ibu Hamil, Pengetahuan, Pantangan Makan, Pola Konsumsi Lack of energy is a condition of malnutrition. Chronic energy deficiency is one of the indirect causes of maternal death. Based on basic health research data in 2018, that Southeast Sulawesi is in the fourth rank with the highest proportion related to the risk of pregnant women suffering chronic energy deficiency equal to 28% with a national average value of 17,3%. And based on the annual profile of the Kendari city health office, the Labibia health center experienced an increase in case 16,5% in 2017 to 41,1% in 2018. This study aims to determine the relationship between knowledge, dietary restrictions, and consumption patterns on the incidence of chronic energy deficiency in the labibia public health center in 2020. This type of research uses observational analytica research with cross sectional method. The population in this study amounted to 128 pregnant women with sample of 58, the sample was taken using purposive sampling thecnique. The data analysis used was univariate using table distribution and bivariate analysis using chi square te","PeriodicalId":188455,"journal":{"name":"Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia","volume":"39 3","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-01-22","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"133391763","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN MENGKONSUMSI SUMBER ZAT BESI PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOMBIKUNO KABUPATEN MUNA BARAT TAHUN 2020","authors":"Rosmina Rosmina, Nani Yuniar, Asnia Zainuddin","doi":"10.37887/jgki.v1i3.23387","DOIUrl":"https://doi.org/10.37887/jgki.v1i3.23387","url":null,"abstract":"Tablet zat besi (Fe) adalah salah satu mikronutrisi yang diperlukan dalam pembentukan hemoglobin yang diperlukan dalam sirkulasi tubuh manusia saat hamil sirkulasi darah di tubuh ibu akan meningkat, terjadi peningkatan volume plasma darah dan volume sel darah merah. Pada ibu hamil kebutuhan tablet zat besi juga meningkat karena tablet zat besi digunakan dalam pembentukan janin dan cadangan dalam plasenta serta untuk sintesi Hb ibu hamil.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan konsumsi sumber zat besi pada ibu hamil di Puskesmas Kombikuno Kabupaten Muna Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil sebanyak 360 ibu hamil. Sampel penelitian ini yaitu 190 responden di Puskesmas Kombikuno Kabupaten Muna Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara umur dengan konsumsi sumber zat besi pada ibu hamil (pvalue: 1,07)., ada hubungan antara jarak kelahiran dengan konsumsi sumber zat besi pada ibu hamil (pvalue: 0,00).ada hubungan antara pengetahuan dengan konsumsi sumber zat besi pada ibu hamil (pvalue: 0,00). Ada hubungan antara anemia dengan konsumsi sumber zat besi pada ibu hamil (pvalue: 0,00). Kata kunci: Umur, Pendidikan, Pengetahuan, Jarak Kelahiran, Anemia AbstractIron (Fe) tablets are one of the micronutrients needed in the formation of hemoglobin which is needed in the circulasion of the human body doring pregnancy, blood circulasion in the mother’s body will increase in blood plasma volume and red blood cell volume. In pregnant women, the need for iron tablets also increases because iron tablets are used in the formation of the fetus and reserves in the plascenta for the sythensis of Hb in pregnant women. The purpose of this study was to determine the factors assaciated with the consumption of iron sources in pregnant women at the Kombikuno Public Health Center, West Muna Regency. The research method used is analytic obsevasional with Cross Sectional approach. The population in this study were all 360 pregnant womenthe sample of this research is 190 respondents at the Kombikuno Public Health Center, West Muna Regency. The results showed that there was no relationship between age and consumption of iron sources in pregnant women (pvalue: 1,07) there is a relationship between birth spacing and consumption of iron sources in pregnant women (pvalue: 0,00)., there is a relationship between know ledge and consumption of iron sources in pregnant women (pvalue: 0,00)., there is a relationship between anemia and consumption of iron sources in pregnant women(pvalue: 0,00). Keywords: Age, Education, Knowladge, Birth Spacing, Anemia","PeriodicalId":188455,"journal":{"name":"Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia","volume":"17 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-01-22","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"130764953","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI SMAN 8 KENDARI TAHUN 2020","authors":"Israwati Waelan, Devi Safitri Effendy, H. Harleli","doi":"10.37887/jgki.v1i3.23398","DOIUrl":"https://doi.org/10.37887/jgki.v1i3.23398","url":null,"abstract":"Anemia merupakan suatu kondisi kesehatan dimana jumlah sel darah merah atau hemoglobin kurang dari normal (<12 g/dl). WHO 2015 mencatat bahwa prevalensi anemia pada remaja puteri sampai saat ini masih cukup tinggi dimana prevalensi anemia dunia berkisar 50-80%. Kasus anemia di dunia diperkirakan 1,32 miliar jiwa atau sekitar 25% dari populasi manusia di dunia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan status gizi dengan kejadian anemia pada remaja putri SMAN 8 Kendari tahun 2020.Jenis penelitian ini menggunakan penelitian observasional yang bersifat analitik. Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional dengan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p-value = 0.339) dengan kejadian anemia pada remaja putri SMAN 8 Kendari tahun 2020. Gambaran umum status gizi dengan anemia menunjukkan bahwa dari 16 responden dengan status gizi tidak normal, 4 atau (44,4%) diantaranya mengalami anemia sedangkan 5 atau (55,6%) tidak mengalami anemia. Responden dengan status gizi normal terdapat 80 responden, 23 atau (28,8%) diantaranya mengalami anemia sedangkanan 57 atau (71,2%) tidakmengalami anemia. Kesimpulannya adalah pengetahuan tidak berhubungan dengan kejadian anemia pada remaja putri SMAN 8 Kendari tahun 2020 dan Gambaran umum status gizi dengan anemia menunjukkan bahwa dari 16 responden dengan status gizi tidak normal, 4 atau (44,4%) diantaranya mengalami anemia sedangkan 5 atau (55,6%) tidak mengalami anemia. Responden dengan status gizi normal terdapat 80 responden, 23 atau (28,8%) diantaranya mengalami anemia sedangkanan 57 atau (71,2%) tidakmengalami anemia. Kata kunci: Anemia, remaja putri, pengetahuan, status gizi Anemia is a health condition in which the number of red blood cells or hemoglobin is less than normal (<12 g / dl). WHO 2015 noted that the prevalence of anemia in adolescent girls is still quite high, where the prevalence of anemia in the world ranges from 50-80%. Cases of anemia in the world are estimated at 1.32 billion people or about 25% of the world's human population. This study aims to determine the relationship between knowledge and nutritional status with the incidence of anemia in adolescent girls at SMAN 8 Kendari in 2020.This type of research uses observational research that is analytic in nature. This research method used a cross sectional research design using the chi square test. The results of this study indicate that there is no significant relationship between knowledge (p-value = 0.339) and the incidence of anemia in adolescent girls at SMAN 8 Kendari in 2020. The general description of nutritional status with anemia shows that out of 9 respondents with abnormal nutritional status, 4 or (44.4%) of them had anemia while 5 or (55.6%) did not have anemia. Respondents with normal nutritional status were 80 respondents, 23 or (28.8%) of whom had anemia while 57 or (71.2%) had no an","PeriodicalId":188455,"journal":{"name":"Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia","volume":"4 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-01-22","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"123906957","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"STUDI KASUS KEJADIAN PENYAKIT DIFTERI PADA BALITA DI DESA HENDEA KECAMATAN SAMPOLAWA KABUPATEN BUTON SELATAN","authors":"Inen Mpungi, Asnia Zainuddin, Jumakil Jumakil","doi":"10.37887/jgki.v1i3.23397","DOIUrl":"https://doi.org/10.37887/jgki.v1i3.23397","url":null,"abstract":"Difteri merupakan salah satu penyakit infeksi yang dapat dicegah dengan imunisasi, Penyakit difteri disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphtheriae yang menyerang sistem pernapasan bagian atas. Berdasarkan survey yang dilakukan pada tahun 2018 sampai 2019 di Desa Hendea telah teridentifikasi dua balita yang terjangkit penyakit difteri. Berdasarkan kriteria program penanggulangan penyakit difteri sudah dikategorikan kedalam kejadian luar biasa. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui penyebab munculnya penyakit difteri di Desa Hendea Kecamatan Sampolawa Kabupaten Buton Selatan. Informan dalam penelitian ini yaitu satu orang ibu balita yang menderita penyakit difteri, 1 orang tetangga ibu balita serta tenaga kesehatan setempat. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian jenis kualitatif dengan pendekatan studi kasus, pendekatan studi kasus adalah bagian yang hendak mendalami suatu kasus tertentu secara lebih mendalam dengan melibatkan pengumpulan beraneka sumber informasi. Data yang diperoleh berdasarkan telaah dan wawancara mendalam dari semua informan. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kejadian penyakit difteri pada balita disebabkan oleh rendahnya pengetahuan ibu tentang penyakit difteri dan pentingnya imunisasi pada balita sehingga enggan membawa balitanya ke posyandu untuk di imunisasi. Pola asuh ibu seperti pemberian makanan bergizi pada balita masih kurang, misalnya pemberian ASI Eksklusif, makanan tambahan lainnya, apalagi perhatian ibu tentang kebersihan diri pada balitanya juga kurang dan sumber penularan yang keberadaannya merupakan kerabat balita tersebut. Disarankan kepada pemerintah setempat untuk tetap meningkatkan cakupan imunisasi dasar, memberikan informasi kepada masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan tentang penyakit difteri, pentingnya imunisasi, pemberian makanan bergizi dan pola asuh ibu terhadap balita. Kata Kunci: Penyakit difteri, Balita Diphtheria is an infectious disease that can be prevented by immunization. Diphtheria is caused by the bacterium Corynebacterium diphtheriae which attacks the upper respiratory system. Based on a survey conducted from 2018 to 2019 in Hendea Village, two toddlers who were infected with diphtheria were identified. Based on the criteria for the diphtheria disease prevention program, it has been categorized as an extraordinary event (Dinkes Sultra, 2019). The purpose of this study was to determine the cause of the emergence of diphtheria in Hendea Village, Sampolawa District, South Buton Regency. The informants in this study were one mother of a toddler who suffered from diphtheria, one neighbor of the mother of a toddler and local health workers. The research method used is a qualitative type of research with a case study approach, a case study approach is a part that wants to explore a particular case in greater depth by involving the collection of various sources of information. The data obtained are based on in-depth studies and interviews of all ","PeriodicalId":188455,"journal":{"name":"Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia","volume":"73 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-01-22","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"115511056","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"HUBUNGAN POLA MAKAN DAN GAYA HIDUP DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA PETANI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BASALA KABUPATEN KONAWE SELATAN TAHUN 2020","authors":"W. Wahyuni, S. Yusran, H. Harleli","doi":"10.37887/jgki.v1i2.17324","DOIUrl":"https://doi.org/10.37887/jgki.v1i2.17324","url":null,"abstract":"Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular, dikatakan hipertensi jika terjadi keadaan meningkatnya tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan diastolik ≥90 mmHg 1. Laporan WHO mencatat sekitar 1,13 miliar orang di dunia menderita hipertensi, data Indonesia dan data Sultra menunjukan data yang fluktuatif selama tiga tahun terakhir, data Konsel menunjukan peningkatan kasus selama tiga tahun terakkhir dan Puskesmas Basala Selama 3 tahun terakhir, penyakit hipertensi selalu menempati urutan ke 2 dari sepuluh besar penyakit tertinggi, pada tahun 2017 sebanyak 453 hipertensi, 658 pada tahun 2018 dan 498 pada tahun 2019. Tujuan Penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan pola makan, khususnya Kebiasaan Komsumsi Lemak dan Kebiasaan Komsumsi Natrium dan gaya hidup khusunya merokok, stres dan minum kopi dengan kejadian hipertensi bagi petani di wilayah kerja Puskesmas Basala Tahun 2020. Penelitian ini menggunakan penelitian observasional dengan rancangan cross sectional dan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Semua petani yang berumur 35-64 tahun sebanyak 3058 orang menjadi populasi dan sampelnya sejumlah 209 responden. Hasil penelitian ini menunjukan ada hubungan antara kebiasaan komsumsi lemak dengan kejadian hipertensi (p-value = 0,000 < 0,05). Kebiasaan komsumsi natrium dengan kejadian hipertensi (p-value = 0,000 < 0,05) juga menunujukkan ada hubungan. Sementara, Tidak ada hubungan antara merokok dengan kejadian hipertensi (p-value = 0,446 > 0,05). Demikian pula dengan kebiasaan minum kopi dengan kejadian hipertensi (p-value = 0,215 > 0,05) menunjukkan tidak ada hubungan serta stres dengan kejadian hipertensi (p-value = 0,000 < 0,05) menunjukkan ada hubungan","PeriodicalId":188455,"journal":{"name":"Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia","volume":"31 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-03-25","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"121133900","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN PENYAKIT DIABETES MELITUS TIPE 2 PADA PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN MUNA TAHUN 2019","authors":"Waniwatining Astuti, Asnia Zainuddin, Lisnawaty Lisnawaty","doi":"10.37887/jgki.v1i2.17326","DOIUrl":"https://doi.org/10.37887/jgki.v1i2.17326","url":null,"abstract":"Diabetes Melitus (DM) adalah penyakit kronis yang terjadi baik ketika pankreas tidak menghasilkan cukup insulin atau ketika tubuh tidak dapat secara efektif menggunakan insulin yang dihasilkannya. Pada tahun 2019 telah terhitung bahwa 9,3% orang dewasa berusia 20-79 tahun yakni sebanyak 463 juta orang hidup dengan diabetes. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko aktivitas olahraga, asupan karbohidrat dan riwayat keluarga terhadap kejadian penyakit Diabetes Melitus tipe 2 pada pasien rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Muna tahun 2019. Penelitian ini menggunakan rancangan case control study. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien rawat inap di RSUD Kabupaten Muna pada bulan Januari sampai dengan September 2019. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 60 sampel yakni 30 kasus dan 30 kontrol yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang merupakan faktor risiko kejadian penyakit Diabetes Melitus tipe 2 yakni aktivitas olahraga diperoleh nilai p value = 0,038, OR = 3,000 (CI 95% 1,046-8,603) dan riwayat keluarga diperoleh nilai p value = 0,001, OR = 12,250 (CI 95% 2,464-60,910), sedangkan yang bukan merupakan faktor risiko kejadian penyakit Diabetes Melitus tipe 2 yakni asupan karbohidrat diperoleh nilai p value = 0,667, OR = 2,154 (CI 95% 0,363-12,764). Sebaiknya masyarakat ikut berperan aktif untuk mengurangi adanya risiko dan mencegah terjadinya Diabetes Melitus tipe 2.","PeriodicalId":188455,"journal":{"name":"Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia","volume":"54 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-03-25","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"115556239","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"ANALISIS ZAT RHODAMIN B PADA SAUS TOMAT YANG BEREDAR DI KANTIN KAMPUS UNIVERITAS HALU OLEO KENDARI TAHUN 2019","authors":"Nurul Hikma, Asnia Zainuddin, Lisnawaty Lisnawaty","doi":"10.37887/jgki.v1i2.17320","DOIUrl":"https://doi.org/10.37887/jgki.v1i2.17320","url":null,"abstract":"Pewarna makanan (colour food) adalah bahan tambahan pangan berupa pewarna alami dan pewarna sintetis, yang ketika ditambahkan atau diaplikasikan pada pangan, mampu memberi atau memperbaiki warna. Bahan pewarna yang sering digunakan dalam makanan olahan terdiri dari pewarna sintetis (buatan) dan pewarna natural (alami). Produsen sering menggunakan pewarna tekstil untuk makanan sepertiRhodamin B agar mendapat keuntungan yang banyak tanpa memikirkan efek samping pewarna tersebut. Rhodamin B adalah zat pewarna sintetis yang digunakan pada industri tekstil dan kertas, zat pewarna sintetis ini sangat berbahaya apabila terhirup, mengenai mata dan kulit, serta tertelan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis zat pewarna sintetis Rhodamin B pada saus tomat yang beredar di kantin kampus Univeritas Halu Oleo Kendari tahun 2019. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh jenis saus tomat yang digunakan di 34 kantin kampus Universitas Halu Oleo. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik Purposive sampling. Hasil penelitian yang dilakukan menggunakan fast test (test kit Rhodamin B)terhadap kandungan Rhodamin B menunjukkan bahwa dari 13 jenis sampel saus tomat terdapat 1 jenis sampel saus tomat yangp positif mengandung Rhodamin B. Adapun hasil uji spektrofotometri didapatkan jumlah kadar Rhodamin B yang terkandung di dalam sampel tersebut sebanyak 30.46842 ppm","PeriodicalId":188455,"journal":{"name":"Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia","volume":"47 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-03-25","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"122508571","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}