{"title":"HUBUNGAN ASUPAN ENERGI DENGAN STATUS GIZI PEKERJA DI PT LAMARIO CELEBES PERKASA KABUPATEN KOLAKA TAHUN 2023","authors":"Besse Nurul Fadillah Gafar, Lisnawaty Lisnawaty, Syefira Salsabila","doi":"10.37887/jgki.v4i3.46253","DOIUrl":"https://doi.org/10.37887/jgki.v4i3.46253","url":null,"abstract":"Abstrak \u0000Status Gizi merupakan sebuah ukuran terkait kondisi tubuh seorang individu yang dapat ditinjau melalui makanan yang dikonsumsi dan penggunaan zat-zat gizi di dalam tubuh yang diukur berdasarkan Indeks Massa Tubuh orang dewasa. Pemberian asupan energi dan status gizi pada para karyawan atau tenaga kerja yang dinilai penting dalam sebuah perusahaan/institusi. Penyelenggaraan makanan pada sebuah industri dikelola oleh institusi makanan dengan pengolahan makanan yang disesuaikan pada ketentuan standar yang ada. Standar makanan menjadi regulasi atas aspek menu, kecukupan gizi, dan sanitasi. Tujuan diberikannya hidangan yang berkualitas yakni guna meningkatkan serta menjaga asupan dan status gizi karyawan. Penyelenggaraan makanan wajib memperhatikan kecukupan energi, jumlah makanan serta variasi makanan yang disediakan. Tujuan Penelitian ini yaitu guna meninjau hubungan asupan energi dengan status gizi pekerja. Jenis penelitian ini berupa observational dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilangsungkan di PT. Lamario Celebes Perkasa pada bulan Maret tahun 2023, Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh pekerja dengan jumlah 90 pekerja. Hasil penelitian menunjukkan p-value = 0,707 > α = 0,05, menandakan tidak ada hubungan antara kepuasan pelayanan makanan dengan status gizi pekerja. Berdasarkan hasil uji bivariat nilai p-value = 0,033 < α = 0,05, menandakan adanya hubungan antara asupan energi dengan status gizi pekerja. Perusahaan dapat lebih memperhatikan pihak penyelenggaraan makanan perusahaan untuk lebih meningkatkan kualitas makanan, khususnya Variasi menu dan makanan selingan bagi pekerja agar asupan energi lebih tercukupi. \u0000 \u0000Kata kunci: asupan energi, kepuasan pelayanan makanan, status gizi \u0000 \u0000 \u0000 \u0000 \u0000 \u0000Abstract \u0000Nutrition is a measure of the condition of a person's body, which can be seen from the food consumed and the utilization of nutrients in the body, as measured by adult body mass index—provision of energy intake and nutrition to employees or workers considered necessary in a company/institution. Food administration in an industry is regulated by a food institution, where food processing conforms to predetermined standards. The existing food standards are related to aspects of the menu, nutrition adequacy and hygiene. Providing quality food aims to increase and maintain employees' nutrition intake and nutrition. Food organizations should pay attention to energy adequacy, food variety, and the amount of food provided. This study aimed to determine the relationship between energy intake and workers' nutrition. This type of research is observational with a cross-sectional approach. This research was conducted at PT—Lamario Celebes Perkasa in March 2023. The sample for this study comprises all workers, totalling 90 workers. The results showed that p-value = 0.707 > α = 0.05, which means there is no relationship between food service satisfaction and workers' nutrition. According to the results of the bivariate test, the p","PeriodicalId":188455,"journal":{"name":"Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia","volume":"39 8","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-12-03","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139012653","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"PERBEDAAN SIFAT ORGANOLEPTIK ANTARA CHEESE STICK YANG BERBAHAN DASAR TEPUNG TERIGU DAN TEPUNG KACANG MERAH (Phaseolus vulgaris L.) SEBAGAI CAMILAN SEHAT","authors":"Syardiansya Syardiansya, Lisnawaty Lisnawaty, Renni Meliahsari","doi":"10.37887/jgki.v4i3.46252","DOIUrl":"https://doi.org/10.37887/jgki.v4i3.46252","url":null,"abstract":"Abstrak \u0000Tepung terigu mengandung protein yaitu gluten yang jika dikonsumsi secara berlebihan akan memberikan dampak negatif pada tubuh manusia dan membuat penderita autis dan penyakit seliak menjadi alergi. Oleh karena itu, perlu dilakukannya upaya diversifikasi pangan dengan menggunakan bahan lain yang dapat menggantikan sebagian atau seluruhnya penggunaan tepung terigu. Salah satu bahan pangan yang rendah gluten adalah kacang merah. Tepung kacang merah tidak memiliki kandungan gluten sehingga aman untuk dikonsumsi penderita seliak dan autism spectrum disorder (ASD). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan sifat organoleptik antara Cheese Stick berbahan dasar tepung terigu dan tepung kacang merah (Phaseolus vulgaris L.) sebagai camilan sehat. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen murni. Total panelis sebanyak 30 panelis dan setiap panelis akan diberikan Cheese Stick sebanyak 30 gram. Proses pembuatan Cheese stick siapkan keju lalu potong, masukkan keju kedalam kocokan telur, kemudian balur kedalam tepung terigu/tepung kacang merah dan balur kedalam tepung roti, diamkan di dalam freezer selama 10-20 menit, setelah itu lakukan penggorengan. Hasil penelitian yang diperoleh adalah ada perbedaan sifat organoleptik antara Cheese Stick yang berbahan dasar tepung terigu dan tepung kacang merah (Phaseolus vulgaris L.) sebagai camilan sehat terhadap parameter warna, tekstur, dan rasa (p0,05). \u0000 \u0000Kata kunci: Cheese Stick, tepung terigu, tepung kacang merah \u0000 \u0000 \u0000 \u0000 \u0000 \u0000 \u0000 \u0000Abstract \u0000The Wheat flour contains a protein, namely gluten, which, if consumed in excess, will have a negative impact on the human body and make people with autism and celiac disease allergic. Therefore, it is necessary to make efforts to diversify food by using other ingredients that can replace part or all of the use of wheat flour. One of the foods that are low in gluten is red beans. Red bean flour does not contain gluten, so it is safe for consumption by people with celiac disease and autism spectrum disorder (ASD). The aim s of this research was to determine differences in organoleptic properties between Cheese sticks made from wheat flour and red bean flour (Phaseolus vulgaris L.) as a healthy snack. The type of research used is quantitative research with pure experimental methods. The total panelists are 30, and each panelist will be given a cheese stick weighing as much as 30 grams. Making process: prepare the cheese, cut it, put the cheese into the beaten egg, coat it in the flour or red bean flour, and coat it in the breadcrumbs. Let it sit in the freezer for 10–20 minutes. After that, do the frying. The research results obtained showed that there were differences in organoleptic properties between Cheese sticks made from wheat flour and red bean flour (Phaseolus vulgaris L.) as a healthy snack on color, texture, and taste parameters (p < 0.05), but there was no difference in aroma parameters (p > 0.05). \u0000 \u0000Keywords:","PeriodicalId":188455,"journal":{"name":"Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia","volume":"130 ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-12-03","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139012703","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"HUBUNGAN PENGETAHUAN GIZI DAN POLA MAKAN DENGAN STATUS GIZI IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MAROBO KECAMATAN MAROBO KABUPATEN MUNA TAHUN 2023","authors":"Fitriyani Fitriyani, R. Ruwiah, F. Fithria","doi":"10.37887/jgki.v4i3.46262","DOIUrl":"https://doi.org/10.37887/jgki.v4i3.46262","url":null,"abstract":"Abstrak \u0000Status gizi merupakan status kesehatan dari suatu individu yang diperlukan dipengaruhi oleh asupan makanan dan penggunaan zat gizi dalam tubuh. Penilaian status gizi secara antropometri pada ibu hamil dilakukan melalui pengukuran lingkar lengan atas. Ambang batas ukuran LILA yang direkomendasikan adalah ≥23,5 cm. Ketika ibu hamil memiliki ukuran LILA","PeriodicalId":188455,"journal":{"name":"Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia","volume":"53 ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-12-03","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139012607","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF, RIWAYAT BBLR DAN ASUPAN PROTEIN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 12-36 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TUMBU-TUMBU JAYA KECAMATAN KOLONO TIMUR KABUPATEN KONAWE SELATAN TAHUN 2023","authors":"Nofhy Hasma Linda, Hariati Lestari, Siti Rabbani Karimuna","doi":"10.37887/jgki.v4i3.46254","DOIUrl":"https://doi.org/10.37887/jgki.v4i3.46254","url":null,"abstract":"Abstrak \u0000Stunting adalah masalah kekurangan gizi kronis akibat kekurangan makanan sebelumnya dan kondisi gagal mencapai pertumbuhan optimal, terutama tinggi badan, menurut standar yang ditetapkan oleh WHO. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dan studi kasus kontrol yang digunakan untuk mengetahui hubungan antara variabel independen dan variabel dependen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pemberian ASI eksklusif, riwayat BBLR, dan asupan protein dengan keterlambatan tumbuh kembang anak usia 12-36 bulan di wilayah kerja Puskesmas Tumbu-Tumbu Jaya Kecamatan Kolono Timur Kabupaten Konawe Selatan pada tahun 2023. Populasi penelitian ini pada tahun 2023 terdiri dari anak usia 12 sampai 36 bulan di wilayah kerja Puskesmas Tumbu-Tumbu Jaya Kecamatan Kolono Timur Kabupaten Konawe Selatan. Total sampel termasuk 104 sampel (52 kasus dan 52 kontrol) dan berhubungan dengan sampel menggunakan simple random sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara pemberian ASI eksklusif (p=0.000, OR=35.357, CI 95%=11.814; 105.851) dengan BBLR sebelumnya (p=0.000, OR=29.600, CI 95%=9.065) . ; 96.653) dan asupan protein (p=0.000, OR=9.450, Cl 95%=3.816; 23.403) dan retardasi pertumbuhan pada anak usia 12-36 bulan di wilayah kerja Puskesmas Tumbu-Tumbu Jaya Kecamatan Kolon Timur, Kabupaten Konawe Selatan Tahun 2023 Berdasarkan hasil penelitian diharapkan tenaga kesehatan di Puskesmas Tumbu-Tumbu Jaya dapat memberikan penyuluhan kepada orang tua yang memiliki anak balita tentang penyebab dan akibat stunting. \u0000 \u0000Kata Kunci : Stunting, Pemberian ASI Eksklusif, Riwayat BBLR, Asupan Protein \u0000 \u0000 \u0000 \u0000 \u0000 \u0000 \u0000Abstract \u0000Stunting is a chronic malnutrition problem due to previous malnutrition and conditions that do not produce optimal growth, especially height according to WHO standards. This research is an analytic observation research with a case control study approach, which is used to determine the relationship between the independent variables and the dependent variable. The purpose of this study was to determine the relationship between exclusive breastfeeding, history of LBW, and protein intake with a decrease in the age of children 12 to 36 months in the working area of the Tumbu-Tumbu Jaya Health Center, East Kolono District, South Konawe Regency 2023. The population of this study is children aged 12 years and over. -36 months in the working area of the Tumbu-Tumbu Jaya Health Center, East Kolon District, South Konawe Regency in 2023 with a total sample of 104 (52 cases and 52 controls) and pooled sampling with simple random sampling. The results of this study indicated that there was a significant relationship between exclusive breastfeeding (p=0.000, OR=35.357, 95% CI=11.814; 105.851) with previous low birth weight babies (p=0.000, OR=29.600, 95% CI=9.065). ; 96.653) and protein intake (p=0.000, OR=9.450, Cl 95%=3.816; 23.403) and growth retardation in children aged 12-36 months in the working area","PeriodicalId":188455,"journal":{"name":"Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia","volume":"27 3","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-12-03","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139012595","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"PENGARUH PEMBERIAN AIR REBUSAN DAUN SALAM TERHADAP KADAR ASAM URAT PADA LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WA’ARA KABUPATEN MUNA TAHUN 2022","authors":"Sitti Martikal, Asnia Zainuddin, Lisnawaty Lisnawaty","doi":"10.37887/jgki.v4i3.46263","DOIUrl":"https://doi.org/10.37887/jgki.v4i3.46263","url":null,"abstract":"Abstrak \u0000Peningkatan kadar asam urat dapat mengakibatkan gangguan pada tubuh manusia seperti perasaan nyeri di daerah persendian dan sering disertai timbulnya rasa nyeri yang teramat sangat bagi penderitanya. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian air rebusan daun salam terhadap kadar asam urat pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Wa’ara Kabupaten Muna. Jenis penelitian ini yaitu menggunakan pre eksperimental design, dengan metode rancangan penelitian one group pretest and posttest design. Populasi dalam penelitian ini yaitu lansia dengan kadar asam urat yang tinggi di wilayah kerja Puskesmas Wa’ara. Peneliti mengambil sampel pada penderita asam urat sebanyak 10 orang lansia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar asam urat pada lansia sebelum dan sesudah pemberian air rebusan daun salam mengalami penurunan kadar asam urat dari tidak normal (100%) menjadi normal (100%) dengan rata-rata tingkat penurunan sebesar 5,15 mg/dl dan Analisis kadar asam urat sebelum dan sesudah pemberian air rebusan daun salam berpengaruh secara signifikan terhadap penurunan kadar asam urat dengan nilai sig. p value 0,000 < 0,05. Kesimpulan yaitu ada pengaruh pemberian air rebusan daun salam terhadap penurunan kadar asam urat pada lansia di Puskesmas Wa’ara. Saran Bagi instansi petugas kesehatan Puskesmas Wa’ara hasil penelitian ini dapat diterapkan pada lansia untuk menurunkan kadar asam urat dan diharapkan petugas kesehatan untuk menjelaskan pentingnya menjaga kadar asam urat tetap normal. \u0000 \u0000Kata kunci: asam urat, puskesmas, rebusan daun salam \u0000 \u0000 \u0000 \u0000 \u0000 \u0000 \u0000 \u0000 \u0000Abstract \u0000An increase in uric acid levels can result in disturbances in the human body such as feelings of pain in the area joints and is often accompanied by excruciating pain to the sufferer . The research objective was to determine the effect of giving bay leaf boiled water on uric acid levels in the elderly in the working area of the Wa'ara Public Health Center, Muna Regency . This type of research is using a pre-experimental design , with the one group pre- test and posttest design method . The population in this study were the elderly with high uric acid levels in the working area of the Wa'ara Public Health Center. Researchers took samples of gout sufferers as many as 10 elderly people. Results The study showed that uric acid levels in the elderly before and after administration of bay leaf boiled water decreased from abnormal (100%) to normal (100%) with an average reduction rate of 5.15 mg/dl and analysis of levels Uric acid before and after administration of bay leaf boiled water has a significant effect on reducing uric acid levels with a sig value. p value 0.000 < 0.05 . The conclusion is that there is an effect of giving bay leaf boiled water on decreasing uric acid levels in the elderly at the Wa'ara Health Center . Suggestions for health workers at the Wa'ara Community Health Center, the results are that this research can be applied on elderly For lower rate uric acid and it is ","PeriodicalId":188455,"journal":{"name":"Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia","volume":"74 ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-12-03","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139012576","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"HUBUNGAN KEBIASAAN JAJAN DAN PENDAPATAN ORANG TUA TERHADAP STATUS GIZI PADA ANAK USIA SEKOLAH DI SDN 7 LAWA KABUPATEN MUNA BARAT TAHUN 2023","authors":"Etin Rahmaniar Eli, Nani Yuniar, Renni Meliahsari","doi":"10.37887/jgki.v4i3.46251","DOIUrl":"https://doi.org/10.37887/jgki.v4i3.46251","url":null,"abstract":"Abstrak \u0000Status gizi merupakan salah satu komponen penting dari perkembangan kesehatan yang dapat berhubungan dengan perkembangan anak. Masalah gizi pada anak usia sekolah dasar masih sangat besar hingga saat ini. Persentase status gizi anak 5-12 tahun berdasarkan IMT/U menurut Riskesdas tahun 2018 di wilayah Muna Barat, masih cukup tinggi. Kategori kurus berjumlah 8,2% yang terdiri dari 2,9% sangat kurus dan 5,4% kurus. Kategori gemuk 10,1% yang terdiri dari 6,4% gemuk dan obesitas berjumlah 3,7%. Tujuan dari penelitian ini adalah guna meninjau hubungan antara kebiasaan jajan dan pendapatan orang tua terhadap statu gizi anak usia sekolah di SDN 7 Lawa Kabupaten Muna Barat tahun 2023. Penelitian ini berupa penelitian Cross Sectional Study dengan mengaplikasikan teknik Total Sampling dan uji chi-square. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini yaitu FFQ dan kuesioner pendapatan orang tua. Hasil penelitian menunjukkan p value=0,118 (p>0,05) artinya tidak ada hubungan antara kebiasaan jajan terhadap status gizi gizi anak. Menurut hasil uji bivariat nilai p value=0,000 (p 0.05) meaning that there is no relationship between snacking habits and children's nutritional status. Based on the results of the bivariate test, the p value = 0.000 (p","PeriodicalId":188455,"journal":{"name":"Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia","volume":"26 5","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-12-03","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139012600","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Wiwik Muthmainnah S Saad, Jafriati Jafriati, Yasnani Yasnani
{"title":"HUBUNGAN POLA MAKAN, STATUS GIZI DAN KONSUMSI MAKANAN ZAT BESI DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA MAHASISWA PEREMPUAN FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS HALU OLEO ANGKATAN 2021","authors":"Wiwik Muthmainnah S Saad, Jafriati Jafriati, Yasnani Yasnani","doi":"10.37887/jgki.v4i3.46265","DOIUrl":"https://doi.org/10.37887/jgki.v4i3.46265","url":null,"abstract":"Abstrak \u0000Anemia adalah pengurangan dalam jumlah, warna atau ukuran dari sel-sel darah merah. Anemia gizi disebabkan karena beberapa hal yaitu menu makanan sehari-hari kurang mengandung zat besi, penyerapan zat besi di dalam usus kurang baik atau terganggu, infeksi parasit/ infeksi lain, kemampuan menampung zat besi menurun atau kebutuhan zat besi meningkat. Mahasiswi angkatan 2021 masih dianggap sebagai kelompok remaja yang rentan terhadap anemia. Melemahnya daya tahan tubuh membuat lebih mudah terkena penyakit, mengalami kemunduran kondisi, dan mengganggu perkembangan motorik, mental, dan intelektual. Pada akhirnya, ini berdampak pada kualitas sumber daya manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola makan, status gizi dan konsumsi makanan zat besi dengan kejadian anemia pada mahasiswa perempuan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo angkatan 2021. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan menggunakan pendekatan desain Cross Sectional. Jumlah sampel adalah 78 orang mahasiswa perempuan dengan menggunakan teknik Purposive Sampling. Analisis yang digunakan yakni analisis bivariat dengan menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian terdapat hubungan antara pola makan (p value=0,03) dan konsumsi makanan zat besi (p value=0,002) dengan kejadian anemia, namun tidak terdapat hubungan antara status gizi (p value=0,09) dengan kejadian anemia. Sebaiknya kepada bagi mahasiswa terutama pada mahasiswa perempuan lebih memperhatikan pola makan terutama konsumsi makanan zat besi untuk menghindari terjadinya anemia. \u0000 \u0000Kata kunci: Kejadian Anemia, Pola Makan, Status Gizi, Konsumsi Makanan Zat Besi \u0000 \u0000 \u0000 \u0000 \u0000 \u0000 \u0000Abstract \u0000Anemia is a reduction in the number, color, or size of red blood cells. Nutritional anemia is caused by several things, namely, the daily diet does not contain enough iron, the absorption of iron in the intestine is poor or disturbed, parasitic infections/other infections, the ability to accommodate iron decreases, or the need for iron increases. Female students from the class of 2021 are still considered a group of teenagers who are vulnerable to anemia. Weakening of the body's immune system makes it more susceptible to disease, conditions deteriorate, and interferes with motor, mental, and intellectual development. Ultimately, this has an impact on the quality of human resources. This research aims to determine the relationship between diet, nutritional status, and consumption of iron foods with the incidence of anemia in female students at the Faculty of Public Health, Halu Oleo University, class of 2021. This type of research is analytical using a cross-sectional design approach. The total sample was 78 female students using purposive sampling techniques. The analysis used is a bivariate analysis using the Chi-Square test. The results of the study showed a relationship between diet (p value=0.03) and consumption of iron foods (p value=0.002) with the incidence of anemia. Still, there was no relationship betwee","PeriodicalId":188455,"journal":{"name":"Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia","volume":"40 10","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-12-03","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139012681","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Dwi Apri Anggraeni, R. Ruwiah, Rizki Eka Sakti Octaviani Kohali
{"title":"HUBUNGAN PENGETAHUAN GIZI IBU, PENDAPATAN KELUARGA DAN ASUPAN ENERGI PROTEIN DENGAN STATUS GIZI ANAK BALITA 1-5 TAHUN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BENU- BENUA KOTA KENDARI TAHUN 2023","authors":"Dwi Apri Anggraeni, R. Ruwiah, Rizki Eka Sakti Octaviani Kohali","doi":"10.37887/jgki.v4i3.46267","DOIUrl":"https://doi.org/10.37887/jgki.v4i3.46267","url":null,"abstract":"Abstrak \u0000Status gizi adalah keadaan yang diakibatkan oleh keseimbangan antara asupan zat gizi dari makanan dengan kebutuhan zat gizi yang diperlukan untuk metabolisme tubuh. Balita usia 1- 5 tahun dalam tahap perkembangan yang pesat, apabila jika tidak didukung gizi yang seimbang Balita jatuh pada kondisi gizi kurang, kekurangan gizi pada masa Balita terkait dengan perkembangan otak sehingga dapat mempengaruhi kecerdasan dan berdampak pada pembentukan kualitas sumber daya manusia di masa mendatang. Kebutuhan gizi Balita pada awal masa kehidupannya merupakan hal yang sangat penting, karena dapat memberikan konsekuensi buruk yang tidak bisa dihindari, dimana manifestasi terburuk dapat menyebabkan kematian. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan gizi ibu, pendapatan keluarga dan asupan energi protein dengan status gizi anak balita 1-5 tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Benu- Benua Kota Kendari tahun 2023. Metode dalam penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yaitu dengan pendekatan cross sectional dengan menggunakan teknik pengambilan sampel Proportional Random Sampling yang berjumlah 116 responden, serta menggunakan analisis statistik uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan gizi ibu dengan status gizi balita usia 1-5 tahun (p = 0,459), namun ada hubungan antara pendapatan keluarga (p = 0,005), asupan energi (p = 0,04), asupan protein (p = 0,042) dengan status gizi balita usia 1-5 tahun. Peneliti berharap ibu yang memiliki balita di wilayah kerja puskesmas Benu-Benu agar lebih memperhatikan makanan untuk Balitanya sebisa mungkin di berikan makanan yang bervariasi yang mengandung gizi agar balitanya kebutuhan gizinya terpenuhi. \u0000 \u0000Kata Kunci: Status Gizi Balita,Pengetahuan Ibu, Pendapatan Orang Tua, Asupan Energi, Asupan Protein \u0000 \u0000 \u0000 \u0000 \u0000 \u0000 \u0000Abstract \u0000Nutritional status is a condition caused by the balance between the intake of nutrients from food and the need for nutrients needed to metabolize the body. Toddlers aged 1-5 years are in a stage of rapid development, if not supported by balanced nutrition, toddlers fall into malnutrition, malnutrition in the toddler period is related to brain development so that it can affect intelligence and have an impact on the formation of the quality of human resources in the future. The nutritional needs of toddlers at the beginning of their life are very important, because it can have bad consequences that cannot be avoided, where the worst manifestations can cause death. The purpose of this study was to determine the relationship between maternal nutritional knowledge, family income and protein energy intake with the nutritional status of children under five years of age in the Benu-Benua Health Center Working Area of Kendari City in 2023. The method in this study is quantitative research, namely with a cross sectional approach using Proportional Random Sampling technique totaling 116 respondents, and using statistical analysi","PeriodicalId":188455,"journal":{"name":"Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia","volume":"145 ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-12-03","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139012643","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP IBU, TINDAKAN DAN PERAN PETUGAS KESEHATAN DENGAN KETEPATAN TERHADAP PEMBERIAN IMUNISASI DASAR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LABIBIA KOTA KENDARI TAHUN 2023","authors":"Idha Rezky Iratama, Hartati Bahar, Renni Meliahsari","doi":"10.37887/jgki.v4i3.46255","DOIUrl":"https://doi.org/10.37887/jgki.v4i3.46255","url":null,"abstract":"Abstrak \u0000Imunisasi adalah dasar dari populasi yang sehat dan produktif. Mencegah infeksi mengurangi beban pada sistem kesehatan, dan populasi yang lebih sehat adalah yang lebih produktif. Anak-anak dilindungi terhadap penyakit menular memiliki pencapaian pendidikan yang lebih baik dan berkontribusi lebih pada pembangunan dan kemakmuran nasional. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap ibu, tindakan dan peran petugas kesehatan terhadap pemberian imunisasi di wilayah kerja Puskesmas Labibia Kota Kendari Tahun 2023. Metode penelitian ini adalah jenis penelitian ini adalah survey analitik yaitu dengan menggunakan Desain Cross Sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 94 responden, teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian adalah menggunakan metode non-probability dengan jenis consecutive sampling. Hasil uji statistik Chi-Square pada taraf kepercayaan 95% (α-0,05) hasil analisis hubungan pengatahuan dengan pemberian imunisasi dasar diperoleh nilai ρValue = 0,002 > 0,05 menunjukan ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan pemberian imunisasi dasar, hasil analisis hubungan sikap dengan pemberian imunisasi dasar diperoleh nilai ρValue = 0,034 < 0,05 menunjukan ada hubungan yang bermakna antara sikap dengan pemberian imunisasi dasar, hasil analisis hubungan tindakan dengan pemberian imunisasi dasar diperoleh nilai ρValue = 0,017 < 0,05 menunjukan ada hubungan yang bermakna antara tindakan dengan pemberian imunisasi dasar dan hasil analisis hubungan peran petugas kesehatan dengan pemberian imunisasi dasar diperoleh nilai ρValue = 0,045 < 0,05 menunjukan ada hubungan yang bermakna antara peran petugas kesehatan dengan pemberian imunisasi dasar. \u0000 \u0000Kata kunci: pengetahuan, sikap tindakan, petugas kesehatan \u0000 \u0000 \u0000 \u0000 \u0000 \u0000 \u0000Abstract \u0000Immunization is the foundation of a healthy and productive population. Preventing infection reduces the burden on the health system, and healthier populations are more productive. Children protected against communicable diseases have better educational attainment and contribute more to national development and prosperity. The research objective was to determine the relationship between knowledge, mother's attitudes, actions and the role of health workers towards immunization in the work area of the Labibia Public Health Center, Kendari City in 2023. The research method is this type of research is an analytical survey, namely using a Cross Sectional Design. The sample in this study were 94 respondents, the sampling technique used in this study was using the non-probability method with consecutive sampling. The results of the ChiSquare statistical test at the 95% level of confidence (α-0.05) the results of the analysis of the relationship between knowledge and basic immunization obtained a value of ρValue = 0.002 > 0.05 indicating that there was a significant relationship between knowledge and basic immunization, the results of the analysis of the relationship attitude with giving","PeriodicalId":188455,"journal":{"name":"Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia","volume":"38 4","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-12-03","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"139012707","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"FAKTOR BERAT BADAN LAHIR RENDAH, STATUS GIZI, PENGETAHUAN GIZI IBU, DAN PENYAKIT INFEKSI TERHADAP TUMBUH KEMBANG BALITA DI PUSKESMAS POLEANG UTARA TAHUN 2021","authors":"W. Astuti, H. Harleli, F. Fithria","doi":"10.37887/jgki.v3i1.25720","DOIUrl":"https://doi.org/10.37887/jgki.v3i1.25720","url":null,"abstract":"AbstrakPeriode penting tumbuh kembang anak adalah masa balita karena perkembangan kemampuan Bahasa, kreatifitas, kesadaran sosial, emosional dan intelegensia berjalan sangat cepat dan merupakan landasan berikutnya dan menjadi dasar kualitas generasi penerus bangsa. World Health Organization pada tahun 2018 melaporkan prevalensi balita yang mengalami gangguan tumbuh kembang adalah sebesar 28,7% dan Indonesia termasuk kedalam Negara ketiga dengan prevalensi tertinggi di regional Asia Tenggara. Provinsi Sulawesi Tenggara, tahun 2019 terdapat 16,40% balita dengan gizi kurang, sedangkan terdapat 31,44% balita dengan proporsi stunting (TB/U) pada balita tahun 2019. Tujuan dari Penelitian ini untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang balita di Puskesmas Poleang Utara Tahun 2021. Metode Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yaitu analitik observasional dengan pendekatan cross sectional study. Populasi berjumlah 386 dan sampel 196 orang dengan teknik pengambilan sampel Accidental sampling, menggunakan analisis statistik uji Chi-square. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Berat Badan Lahir Balita dengan p-value p= 0,005, Status Gizi dengan p-value p= 0,000, Pengetahuan gizi ibu dengan p-value p= 0,001, dan penyakit infeksi dengan p-value p= 0,021 dengan tumbuh kembang pada balita di puskesmas Poleang Utara. Kesimpulan penelitian ini adalah ada hubungan antara faktor berat badan lahir rendah, status gizi, pengetahuan gizi ibu dan penyakit infeksi dengan tumbuh kembang balita di Puskesmas Poleang Utara Tahun 2021. Kata kunci: Tumbuh Kembang, BBLR, Status Gizi, Pengetahuan Ibu, Penyakit Infeksi. AbstractAn important period of child development is the toddler period because the development of language skills, creativity, social awareness, emotional and intelligence runs very quickly and is the next foundation and becomes the basis for the quality of the nation's next generation. The World Health Organization in 2018 reported that the prevalence of children under five with growth and development disorders was 28.7% and Indonesia was included in the third country with the highest prevalence in the Southeast Asia region. Southeast Sulawesi Province, in 2019 there were 16.40% under-fives with malnutrition, while there were 31.44% under-fives with stunting proportions (TB/U) in under-fives in 2019. This study was conducted to determine the factors that influence the growth and development of toddlers at Poleang Health Center North in 2021. Research Method is a quantitative research, namely observational analytic with a cross sectional study approach. The population is 386 and the sample is 196 people with accidental sampling technique, using Chi-square test statistical analysis. The instrument used is a questionnaire. The results of the study showed that under-five birth weight with p-value p = 0.005, nutritional status with p-value p = 0.000, knowledge of maternal nutrition with p-value p","PeriodicalId":188455,"journal":{"name":"Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia","volume":"27 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-06-07","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"115892629","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}