{"title":"Studi Penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) di Pantai Manakarra Kota Mamuju Kabupaten Mamuju","authors":"Rendi Pratama, Syafri Syafri, Rusneni Ruslan","doi":"10.35965/jups.v1i2.53","DOIUrl":"https://doi.org/10.35965/jups.v1i2.53","url":null,"abstract":"Abstract. The purpose of this research is to find out how the directions regarding the arrangement of street vendors on Manakarra Beach, Mamuju City. Regency. Mamuju. The variables used consisted of 4, namely: (1) Policy; (2) Education Level; (3) Economic level; (4) Supervision. The analytical method used is in the form of qualitative descriptive analysis and multiple linear analysis.Manakarra Beach is an Artificial Nature Tourism Object in the form of a beach located on Jl. Yos Sudarso, Kel. Rimuku, Kec. Mamuju, Kab. Mamuju, which is the center of Mamuju City. Departing from the description above where the focus of this research is the street vendors (PKL) who are on Manakarra Beach itself. Where the street vendors (PKL) sell on the shoulder of the road and sidewalk, so that there is a need for an effort to organize and supervise so that the street vendor activities do not interfere with the activities and mobility of the population or the community on Jalan Yos Sudarso. In addition, there is also a lack of awareness of tourists on Manakarra Beach towards the surrounding environment, this is evidenced by the presence of food packages and plastic bottles scattered at several points on Mankarra Beach. This of course was also praised by the existence of street vendors on Manakarra Beach itself. So that better structuring and supervision measures are needed.\u0000 \u0000Abstrak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana arahan tentang Penataan Pedagang Kaki Lima di Pantai Manakarra, Kota Mamuju. Kab. Mamuju. Variabel yang digunakan terdiri dari 4 yaitu: (1) Kebijakan; (2) Tingkat Pendidikan; (3) tingkat Ekonomi; (4) Pengawasan. Metode analisis yang digunakan berupa analisis dekriptif kualitatif dan analisis linier berganda. Pantai Manakarra Merupakan Objek Wisata Alam Buatan berupa pantai yang terletak di Jl. Yos Sudarso, Kel. Rimuku, Kec. Mamuju, Kab. Mamuju, yang merupakan pusat Kota Mamuju. Berangkat dari uraian diatas dimana yang menjadi fokus penelitian ini yaitu Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berada di Pantai Manakarra itu sendiri. Dimana Pedagang Kaki Lima (PKL) tersebut berjualan di bahu jalan dan trotoar, sehingga perlunya bentuk upaya penataan dan pengawasan agar kegiatan PKL tersebut tidak menggangu aktivitas dan mobilitas penduduk atau masyarakat di Jalan Yos Sudarso. Selain itu juga kurangnya kesadaran wisatawan di Pantai Manakarra terhadap lingkungan sekitarnya, hal ini dibuktikan oleh adanya bungkusan makanan serta botol plastik yang berserakan dibeberapa titik di Pantai Mankarra. Hal ini tentunya dipengaruji juga oleh adanya PKL di Pantai Manakarra itu sendiri. Sehingga diperlukan tindakan penataan dan pengawasan yang lebih baik.","PeriodicalId":118764,"journal":{"name":"Journal of Urban Planning Studies","volume":"40 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-03-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"131861700","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Muhammad Muhammad Afandi Naser, Murshal Manaf, T. Budiharto
{"title":"Pengendalian Pemanfaatan Ruang Kawasan Terdampak Banjir Di Perkotaan Sinjai","authors":"Muhammad Muhammad Afandi Naser, Murshal Manaf, T. Budiharto","doi":"10.35965/jups.v1i2.49","DOIUrl":"https://doi.org/10.35965/jups.v1i2.49","url":null,"abstract":"Abstract. This study aims to explain the characteristics of flood-affected areas, in order to analyze land suitability and spatial use in flood-affected areas and to formulate the concept of controlling the spatial use of flood-affected areas. This research is qualitative-quantitative with the analysis techniques used are scoring analysis, superimpose analysis, qualitative descriptive analysis and space envelope analysis. The results show that there are three classifications of flood hazard, namely low, medium and high, where in the high flood-prone areas in Sinjai city there are five villages, namely Balangnipa Village, Biringere Village, Bongki Village, Lappa Village and Samataring Village. The results of the second research objective were obtained from the overlay prone to flooding and the spatial pattern of the Sinjai urban RDTR, where the dominant spatial pattern of high flood prone areas is in the housing zone which covers an area of 564,185 hectares. The direction of the strategic concept based on three classifications of flood hazard in Sinjai urban areas is proposed in the form of disaster mitigation in the form of recommendations for flood control in accordance with the characteristics of flood-prone areas, and in controlling spatial use in the form of zoning regulations and permit proposals at the research location granting land use permits for each area prone to high, medium and low flood disasters.\u0000 \u0000Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menerangkan karakteristik kawasan terdampak banjir, guna menganalisis kesesuaian lahan dan pemanfaatan ruang pada kawasan terdampak banjir dan merumuskan konsep pengendalian pemanfaatan ruang kawasan terdampak banjir. Penelitian ini bersifat kualitatif-kuantitatif dengan teknik analisis yang digunakan adalah analisis skoring, analisis superimpose, analisis deskriptif kualitatif dan analisis amplop ruang. Hasil penelitian diketahui bahwa terdapat tiga klasifikasi kerawanan banjir yaitu rendah, sedang dan tinggi yang dimana pada kawasan rawan banjir tinggi di perkotaan Sinjai terdapat di lima kelurahan yaitu Kelurahan Balangnipa, Kelurahan Biringere, Kelurahan Bongki, Kelurahan Lappa dan Kelurahan Samataring. Adapun hasil tujuan penelitian kedua yang didapat dari overlaynya rawan banjir dan pola ruang RDTR perkotaan Sinjai, dimana yang berdominan pada pola ruang kawasan rawan banjir tinggi terdapat di zona perumahan yang luasnya sebesar 564.185 Ha. Arahan konsep strategi berasarkan tiga klasifikasi kerawanan banjir di kawasan perkotaan Sinjai diusulkan dalam bentuk mitigasi bencana berupa rekomendasi pengendalian banjir yang sesuai dengan karakteristik pada kawasan rawan banjir, dan pada pengendalian pemafaatan ruang berupa peraturan zonasi dan usulan perizinan di lokasi penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan perilaku pemberian perizinan penggunaan lahan pada setiap kawasan rawan bencana banjir tinggi, sedang maupun rendah.","PeriodicalId":118764,"journal":{"name":"Journal of Urban Planning Studies","volume":"32 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-03-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"115175246","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Farah Alivia Yunita Laoh, Agus Salim, Rusneni Ruslan
{"title":"Strategi Pengembangan Potensi Pariwisata di Pantai Kuri Caddi Desa Nisombalia, Kabupaten Maros","authors":"Farah Alivia Yunita Laoh, Agus Salim, Rusneni Ruslan","doi":"10.35965/jups.v1i2.71","DOIUrl":"https://doi.org/10.35965/jups.v1i2.71","url":null,"abstract":"Abstract. This study aimed to identify what factors affecting the development of tourism in Kuri Caddi Beach, Nisombalia Village, Maros Regency. As well as to identify a strategy for developing tourism potential on Kuri Caddi Beach, Nisombalia Village, Maros Regency. The variables used consisted : (1) Tourist Attraction; (2) Supporting Facilities; (3) Safety and Comfort; (4) Information and Promotion; (5) Accessibility; (6) Job Opportunities; (7) (Income). The analytical method used chi-square, likert scale scoring, and SWOT analysis. There were four variables that have effect on the tourism potential development strategy in Kuri Caddi Beach, which are tourist attraction, safety and comfort, job opportunities and income. Meanwhile, there were three variables that have no effect, such us supporting facilities, information and promotion, and accessibility. The strategy that can be used for developing tourism potential on Kuri Caddi Beach is by utilizing the tourist attraction of Kuri Caddi Beach by referring to the Maros Regency Regional Regulation number 2 of 2014, concerning the implementation of tourism, involving the community in developing Kuri Caddi Beach tourism based on the Regional Tourism Development Master Plan, and involves investors in developing Kuri Caddi Beach tourism, so that PAD and local community income are increased..\u0000Abstrak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor apa saja yang mempengaruhi pengembangan pariwisata di Pantai Kuri Caddi Desa Nisombalia Kabupaten Maros. Serta untuk mengidentifikasi strategi pengembangan potensi pariwisata di Pantai Kuri Caddi Desa Nisombalia Kabupaten Maros. Variabel yang digunakan terdiri dari tujuh diantaranya: (1) Daya Tarik Wisata; (2) Sarana Penunjang; (3) Keamanan dan Kenyamanan; (4) Informasi dan Promosi; (5) Aksesibilitas; (6) Peluang Kerja; (7) (Pendapatan). Metode analisis yang digunakan berupa chi-square, sistem skoring Skala Likert dan analisis SWOT. Variabel yang memiliki pengaruh terhadap strategi pengembangan potensi pariwisata di Pantai Kuri Caddi ada empat variabel yaitu daya tarik wisata, keamanan dan kenyamanan, peluang kerja dan pendapatan. Sedangkan variabel yang tidak memiliki pengaruh ada tiga yaitu sarana penunjang, informasi dan promosi, serta aksesibilitas. Sehingga strategi yang dapat digunakan dalam strategi pengembangan potensi pariwisata di Pantai Kuri Caddi Desa Nisombalia Kabupaten Maros yaitu dengan memanfaatkan daya tarik wisata Pantai Kuri Caddi dengan mengacu pada pada Perda Kabupaten Maros nomor 2 Tahun 2014, tentang penyelenggaraan kepariwisataan, melibatkan masyarakat dalam mengembangkan wisata Pantai Kuri Caddi berdasarkan Rencana Induk Pengembangan Kepariwisataan Daerah, serta melibatkan investor dalam mengembangkan wisata Pantai Kuri Caddi, sehingga dapat meningkatkan PAD dan pendapatan masyarakat lokal.","PeriodicalId":118764,"journal":{"name":"Journal of Urban Planning Studies","volume":"10 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"1900-01-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"122901963","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Regita Cahyani Mokoginta, Syafri Syafri, J. Jufriadi
{"title":"Alih Fungsi Lahan Pertanian Di Kawasan Jalan Hertasning Baru Kelurahan Kassi-Kassi Kota Makassar","authors":"Regita Cahyani Mokoginta, Syafri Syafri, J. Jufriadi","doi":"10.35965/jups.v1i2.65","DOIUrl":"https://doi.org/10.35965/jups.v1i2.65","url":null,"abstract":"Abstract.This study aims to analyze and determine the significant factors affecting the conversion of agricultural land along Jalan Hertasning Baru Makassar City. This study consisted of 4 variables, namely socio-economy, land users, accessibility and spatial designation. By using chi square analysis and contingency C to get the factors that most influence the conversion of function, and then using SWOT analysis to create alternative strategies in controlling land use change.\u0000 \u0000Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk Untuk menganalisis dan mengetahui faktor-faktor yang signifikan mempengaruhi alih fungsi lahan pertanian di sepanjang Jalan Hertasning Baru Kota Makassar. Penelitian ini terdiri dari 4 variabel yaitu sosial ekonomi, pemakai lahan, aksesibilitas dan peruntukan ruang. Dengan menggunakan analisis chi square dan kontingensi C untuk mendapatkan faktor – faktor yang paling mempengaruhi alih fungsi, dan selanjutnya menggunakan analisis SWOT untuk menciptakan alternatif strategi dalam mengendalikan alih fungsi lahan.","PeriodicalId":118764,"journal":{"name":"Journal of Urban Planning Studies","volume":"23 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"1900-01-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"116707877","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}