Muhammad Muhammad Afandi Naser, Murshal Manaf, T. Budiharto
{"title":"Pengendalian Pemanfaatan Ruang Kawasan Terdampak Banjir Di Perkotaan Sinjai","authors":"Muhammad Muhammad Afandi Naser, Murshal Manaf, T. Budiharto","doi":"10.35965/jups.v1i2.49","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Abstract. This study aims to explain the characteristics of flood-affected areas, in order to analyze land suitability and spatial use in flood-affected areas and to formulate the concept of controlling the spatial use of flood-affected areas. This research is qualitative-quantitative with the analysis techniques used are scoring analysis, superimpose analysis, qualitative descriptive analysis and space envelope analysis. The results show that there are three classifications of flood hazard, namely low, medium and high, where in the high flood-prone areas in Sinjai city there are five villages, namely Balangnipa Village, Biringere Village, Bongki Village, Lappa Village and Samataring Village. The results of the second research objective were obtained from the overlay prone to flooding and the spatial pattern of the Sinjai urban RDTR, where the dominant spatial pattern of high flood prone areas is in the housing zone which covers an area of 564,185 hectares. The direction of the strategic concept based on three classifications of flood hazard in Sinjai urban areas is proposed in the form of disaster mitigation in the form of recommendations for flood control in accordance with the characteristics of flood-prone areas, and in controlling spatial use in the form of zoning regulations and permit proposals at the research location granting land use permits for each area prone to high, medium and low flood disasters.\n \nAbstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menerangkan karakteristik kawasan terdampak banjir, guna menganalisis kesesuaian lahan dan pemanfaatan ruang pada kawasan terdampak banjir dan merumuskan konsep pengendalian pemanfaatan ruang kawasan terdampak banjir. Penelitian ini bersifat kualitatif-kuantitatif dengan teknik analisis yang digunakan adalah analisis skoring, analisis superimpose, analisis deskriptif kualitatif dan analisis amplop ruang. Hasil penelitian diketahui bahwa terdapat tiga klasifikasi kerawanan banjir yaitu rendah, sedang dan tinggi yang dimana pada kawasan rawan banjir tinggi di perkotaan Sinjai terdapat di lima kelurahan yaitu Kelurahan Balangnipa, Kelurahan Biringere, Kelurahan Bongki, Kelurahan Lappa dan Kelurahan Samataring. Adapun hasil tujuan penelitian kedua yang didapat dari overlaynya rawan banjir dan pola ruang RDTR perkotaan Sinjai, dimana yang berdominan pada pola ruang kawasan rawan banjir tinggi terdapat di zona perumahan yang luasnya sebesar 564.185 Ha. Arahan konsep strategi berasarkan tiga klasifikasi kerawanan banjir di kawasan perkotaan Sinjai diusulkan dalam bentuk mitigasi bencana berupa rekomendasi pengendalian banjir yang sesuai dengan karakteristik pada kawasan rawan banjir, dan pada pengendalian pemafaatan ruang berupa peraturan zonasi dan usulan perizinan di lokasi penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan perilaku pemberian perizinan penggunaan lahan pada setiap kawasan rawan bencana banjir tinggi, sedang maupun rendah.","PeriodicalId":118764,"journal":{"name":"Journal of Urban Planning Studies","volume":"32 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2021-03-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Journal of Urban Planning Studies","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.35965/jups.v1i2.49","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Abstract
Abstract. This study aims to explain the characteristics of flood-affected areas, in order to analyze land suitability and spatial use in flood-affected areas and to formulate the concept of controlling the spatial use of flood-affected areas. This research is qualitative-quantitative with the analysis techniques used are scoring analysis, superimpose analysis, qualitative descriptive analysis and space envelope analysis. The results show that there are three classifications of flood hazard, namely low, medium and high, where in the high flood-prone areas in Sinjai city there are five villages, namely Balangnipa Village, Biringere Village, Bongki Village, Lappa Village and Samataring Village. The results of the second research objective were obtained from the overlay prone to flooding and the spatial pattern of the Sinjai urban RDTR, where the dominant spatial pattern of high flood prone areas is in the housing zone which covers an area of 564,185 hectares. The direction of the strategic concept based on three classifications of flood hazard in Sinjai urban areas is proposed in the form of disaster mitigation in the form of recommendations for flood control in accordance with the characteristics of flood-prone areas, and in controlling spatial use in the form of zoning regulations and permit proposals at the research location granting land use permits for each area prone to high, medium and low flood disasters.
Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menerangkan karakteristik kawasan terdampak banjir, guna menganalisis kesesuaian lahan dan pemanfaatan ruang pada kawasan terdampak banjir dan merumuskan konsep pengendalian pemanfaatan ruang kawasan terdampak banjir. Penelitian ini bersifat kualitatif-kuantitatif dengan teknik analisis yang digunakan adalah analisis skoring, analisis superimpose, analisis deskriptif kualitatif dan analisis amplop ruang. Hasil penelitian diketahui bahwa terdapat tiga klasifikasi kerawanan banjir yaitu rendah, sedang dan tinggi yang dimana pada kawasan rawan banjir tinggi di perkotaan Sinjai terdapat di lima kelurahan yaitu Kelurahan Balangnipa, Kelurahan Biringere, Kelurahan Bongki, Kelurahan Lappa dan Kelurahan Samataring. Adapun hasil tujuan penelitian kedua yang didapat dari overlaynya rawan banjir dan pola ruang RDTR perkotaan Sinjai, dimana yang berdominan pada pola ruang kawasan rawan banjir tinggi terdapat di zona perumahan yang luasnya sebesar 564.185 Ha. Arahan konsep strategi berasarkan tiga klasifikasi kerawanan banjir di kawasan perkotaan Sinjai diusulkan dalam bentuk mitigasi bencana berupa rekomendasi pengendalian banjir yang sesuai dengan karakteristik pada kawasan rawan banjir, dan pada pengendalian pemafaatan ruang berupa peraturan zonasi dan usulan perizinan di lokasi penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan perilaku pemberian perizinan penggunaan lahan pada setiap kawasan rawan bencana banjir tinggi, sedang maupun rendah.
摘要本研究旨在通过阐释洪水灾区的特征,分析洪水灾区的土地适宜性和空间利用,形成控制洪水灾区空间利用的概念。本研究采用定性与定量相结合的分析方法,采用评分分析、叠加分析、定性描述分析和空间包络分析等分析方法。结果表明:洪涝灾害等级分为低、中、高3个等级,其中辛贾市高洪涝易发区有巴兰尼帕村、比林格尔村、邦基村、拉帕村和萨马塔林村5个村。第二个研究目标的结果来自于辛加城市RDTR的洪水易发覆盖层和空间格局,其中高洪水易发区域的主要空间格局在住宅区,面积为564,185公顷。基于辛加城区的三种洪水灾害分类,提出了战略概念的方向,以减灾的形式,根据洪水易发地区的特点提出了防洪建议,并以分区法规和许可提案的形式控制空间利用,在研究地点为高、中、低洪水易发地区颁发土地使用许可证。Abstrak。penpentitian ini bertujuan untuk menerangkan karakteristik kawasan terdampak banjir, guna menganalis, kesesaian lahan danpmanfaatang ang padada kawasan terdampak banjir danmerumuskan konsep pengendalian pmanfaatang ang kawasan terdampak banjir。Penelitian包括定性分析、定量分析、技术分析、分层分析、叠加分析、定性分析和叠加分析。Hasil penelitian diketahui bawa terdapat tiga klasifikasi kerawanan banjir yititrenah, sedang dantinggi yang dimana padada kawasan rawan banjir tinggi di perkotaan Sinjai terdapat di lima kelurahan yitu kelurahan Balangnipa, kelurahan Biringere, kelurahan Bongki, kelurahan Lappa dan kelurahan Samataring。apapun hasil tujuan penelitian kedua yang didapat dari overlaylayya rawan banjir dan poljang RDTR perkotaan Sinjai, dimana yang berdominan pada poljir kahasan rawan banjir tinggi terdapat di zona perumahan yang luasnya sebesar 564.185 Ha。【翻译】【翻译】【翻译】【翻译】【翻译】【翻译】【翻译】【翻译】【翻译】【翻译】【翻译】【翻译】【翻译】【翻译】【翻译】【翻译】【翻译】【翻译】【翻译】【翻译】【翻译】【翻译】【翻译】【翻译】【翻译】【翻译】【翻译】【翻译】【翻译】【翻译】【翻译】【翻译】【翻译】【翻译】【翻译】【翻译】【翻译】【翻译】【翻译】【翻译】【翻译】【翻译】【翻译】