{"title":"Marketing Social Innovation Products with IMC","authors":"Dwinanto Kurniawan, Nafiah Ariani","doi":"10.37826/spektrum.v10i4.336","DOIUrl":"https://doi.org/10.37826/spektrum.v10i4.336","url":null,"abstract":"Cumin tea is an herbal product with myriad of benefits. This tea is produced in Tinumpuk Village, Indramayu Regency. Community-based organization that produces this tea belongs to the Ikatan Mantan Buruh Migran–Desa Tinumpuk (IBU TIN). This study aims to determine the application of integrated marketing communication by CBO IBU TIN, especially in marketing cumin tea. This research uses qualitative approach and case study method. The techniques used to collect data are observation, in-depth interviews, and documentation studies. Data analysis technique used Miles & Huberman interactive analysis, while triangulation of data sources was used to test the validity of the data. The results of the study shows that marketing of cumin tea products by CBO IBU TIN has used several elements in integrated marketing communication, namely advertising, sales promotion, personal selling, public relations, event marketing, and packaging. This finding also shows that CBO IBU TIN does not use digital (interactive) communication in marketing the cumin tea products. \u0000Keywords: Integrated Marketing Communication, Migrant Workers, Cumin Tea","PeriodicalId":102019,"journal":{"name":"Jurnal Spektrum Komunikasi","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"129779616","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Roland Barthes Semiotics Analysis in Tokopedia Advertising Ramadhan Special","authors":"Kezia Nafiry, Sheryn Wijaya, Zakiah Nuril Safiirah","doi":"10.37826/spektrum.v10i4.233","DOIUrl":"https://doi.org/10.37826/spektrum.v10i4.233","url":null,"abstract":"Pandemi COVID-19 yang telah melanda seluruh dunia termasuk negara Indonesia berdampak pada banyak faktor terutama mobilitas masyarakat dalam menjalankan kegiatan sehari-hari. Untuk membantu mengatasi masalah tersebut, Tokopedia yang merupakan salah satu e-commerce terbesar di Indonesia melakukan salah satu kegiatan komunikasi melalui iklan yang berjudul “Dekatkan yang Jauh, Kirim yang Bermakna” edisi spesial Ramadhan. Iklan yang ditampilkan oleh Tokopedia sangatlah menarik, karena dalam iklan tersebut menceritakan atau menggambarkan kondisi masyarakat di masa pandemic COVID-19. Sehingga penulis melakukan analisis semiotika pada iklan Tokopedia yang berjudul Dekatkan yang Jauh, Kirim yang Bermakna” edisi spesial Ramadhan dari alur, ekspresi wajah, gestur, dan latar belakang dengan menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes untuk membedah makna-makna dari tanda yang ditampilkan dalam iklan Tokopedia secara konotasi, denotasi dan mitos. Kesimpulan penulis dari analisa yang telah dilakukan adalah melalui iklan Tokopedia ingin menciptakan mitos bahwa ‘jauh’ mempunyai artian yang berbeda-beda tergantung dari bagaimana seseorang menagnggapinya, selain itu Tokopedia juga ingin menyampaikan pesan bahwa sejauh apapun jarak yang menjadi batas selama masa pandemi bisa dijangkau oleh Tokopedia. Melalui penelitian yang dibuat, dapat diketahui bahwa peran dari alur, ekspresi wajah, gestur, dan latar belakang dalam sebuah iklan sangatlah penting dalam penyampaian pesan kepada masyarakat sehingga, perlu direncanakan dan ditampilkan dengan baik.","PeriodicalId":102019,"journal":{"name":"Jurnal Spektrum Komunikasi","volume":"6 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-22","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"131338765","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Analysis of the Electronic Word of Mouth (E-Wom) Of the Film “KKN di Desa Penari”","authors":"Michelle Coritama, Daniel Susilo, Rismi","doi":"10.37826/spektrum.v10i4.361","DOIUrl":"https://doi.org/10.37826/spektrum.v10i4.361","url":null,"abstract":"\u0000 \u0000 \u0000 \u0000The film “KKN di Desa Penari” is based on a true story that went viral on Twitter in 2019. After being delayed for 2 years, the film “KKN di Desa Penari” premiered on April 30, 2022 and became the highest-grossing mystical film of all time. This film has the power of electronic word of mouth (e-WOM) through social media Twitter and YouTube in building virtual communities where people gather to respond and talk about the stories in this film. This study aims to determine the level of structure and groups in conversational communication networks. on Twitter and YouTube comments about the film “KKN di Desa Penari”. This research is a positivism paradigm research that uses a quantitative approach. The process of collecting data and visualizing data was using Netlytic and Gephi applications. The results of this study indicate that the density figure in the discussion about the film “KKN di Desa Penari” on Twitter with a low intensity of communication between actors. It is also seen that in the conversation on Twitter there are five actors with the highest indegree (intensity of being mentioned, retweeted or replied to), they are @habisnontonfilm, @simpem8137823, @Merapi_uncover, @onyoum_arkeeu and @luvfiqy. Meanwhile, YouTube user Willa Widiana has the highest indegree score on YouTube. However, no one showed a high outdegree (intensity of mentioning, retweeting or replying) either on Twitter or Youtube. \u0000 \u0000 \u0000 \u0000","PeriodicalId":102019,"journal":{"name":"Jurnal Spektrum Komunikasi","volume":"34 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-21","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"122277304","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Strategi Komunikasi PT Airmas Perkasa dalam Meningkatkan Hubungan dengan External Stakeholder di Masa Pandemi","authors":"A. Aulia, Stevani","doi":"10.37826/spektrum.v10i3.255","DOIUrl":"https://doi.org/10.37826/spektrum.v10i3.255","url":null,"abstract":"Pandemi COVID-19 yang merebak di seluruh dunia, menimbulkan tantangan bagi para pelaku bisnis dalam menjalankan strategi komunikasi untuk menjangkau para stakeholder. Pengembangan strategi komunikasi yang baik dan tepat sasaran menjadi sangat penting untuk dimiliki oleh suatu perusahaan. Selain untuk menjaga dan meningkatkan nama baik perusahaan di public, strategi komunikasi juga berguna untuk meningkatkan hubungan dengan para stakeholder perusahaan, baik itu internal maupun external stakeholder. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, berdasarkan strategi komunikasi interaksional oleh Wilbur Schramm. Hasil temuan penelitian menunjukan bahwa, implementasi strategi komunikasi yang dilakukan oleh PT Air Mas Perkasa menggunakan media komunikasi Instagram, Youtube, Zoom, dan komunikasi interpersonal dalam meningkatkan hubungan dengan stakeholder khususnya external stakeholder di masa pandemi COVID-19. Feedback yang didapat setelah menggunakan media sosial sebagai media komunikasi perusahaan adalah meningkatnya awareness masyarakat tentang PT Air Mas Perkasa.","PeriodicalId":102019,"journal":{"name":"Jurnal Spektrum Komunikasi","volume":"24 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-09-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"126742917","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Crosscultural Communication Nias Ethnic and Minangkabau Ethnic in Nagari Sungai Buluah Barat","authors":"Putra Yendri Zal, Nunik Hariyanti","doi":"10.37826/spektrum.v10i3.242","DOIUrl":"https://doi.org/10.37826/spektrum.v10i3.242","url":null,"abstract":"\u0000 \u0000 \u0000 \u0000Cross-cultural communication occurs between individuals and groups who have different cultural backgrounds. One case of communication in the perspective of cross-cultural communication is between the Nias community and the Minangkabau community in Nagari Sungai Buluah Barat, Padang Pariaman, West Sumatra. This study aims to describe how cross-cultural communication occurs in the Nias and Minangkabau tribal communities in Nagari Sungai Buluah Barat using the six cultural dimensions proposed by Hofstede. The method used in this research is descriptive qualitative. The number of resource persons in this study amounted to six people. The data collection techniques used in this study were observation, interviews, documentation, and the Face Negotiation Theory to analyze the research results. This study indicates that the Nias and Minangkabau tribes in Nagari Sungai Buluah Barat have reached a form of compromise and mutually accept all conditions of differences and then maintain boundaries in acting to create harmony. They have the awareness that they are only the next generation who continue the concept of life passed down by their ancestors long ago. A Malakok tradition is a form of assimilation of Minangkabau culture to Nias because Nias is an immigrants to Minangkabau land. \u0000 \u0000 \u0000 \u0000","PeriodicalId":102019,"journal":{"name":"Jurnal Spektrum Komunikasi","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-09-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"124150439","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Narasi Demokrasi Dalam Buletin Al Islam","authors":"Pundra Rengga Andhita, Ade Tuti Turistiati","doi":"10.37826/spektrum.v10i3.234","DOIUrl":"https://doi.org/10.37826/spektrum.v10i3.234","url":null,"abstract":"Penelitian ini mengkaji tentang narasi demokrasi yang tersirat dari teks dalam Buletin Al Islam dengan memerhatikan struktur makro, superstruktur dan struktur mikro. Penelitian ini menggunakan analisis wacana kritis model Van Dijk. Dari analisa tersebut berhasil diungkapkan bahwa struktur makro dalam buletin Al Islam menyajikan tema saling mengait satu sama lain, dengan implikasi pada konklusi ide yang ditawarkan oleh pemilik buletin. Tema mampu disusun melalui eksplorasi dinamika sosial masyarakat dengan sasaran terbangunnya proksimitas sosial antara teks dan pembacanya. Melalui proksimitas itulah diharapkan akan terbangun kesadaran kritis pembaca yang sesuai dengan pemilik teks. Adapun dilihat dari superstruktur, teks dalam bulletin ini memiliki judul, lead dan muatan story telling yang memunculkan suasana kegetiran. Suasana tersebutlah yang berpotensi menyentuh sisi sensitif pembaca. Suasana ini berimplikasi pada lahirnya rasa skeptisme pembaca dalam menilai realitas di luar teks. Nantinya skeptisme itu bisa memudahkan pembaca untuk menerima gagasan utama yang disampaikan dalam teks tersebut. Kemudian, dari struktur mikro, teks dalam buletin ini mengupayakan produksi wacana yang membentuk pemahaman pada gambaran ideal masyarakat yang komparatif antara kondisi di dalam dan di luar teks. Persinggungan antar keduanya dilakukan secara komparatif dan bisa melahirkan kompetisi gagasan tertentu.","PeriodicalId":102019,"journal":{"name":"Jurnal Spektrum Komunikasi","volume":"23 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-09-22","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"121193907","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"The Effect of Information and Threat Emotion on Buying Decision of Masks by the Indonesian Community in Preventing Covid-19 Virus","authors":"Wilda Nasution, Ratih Hasanah Sudrajat","doi":"10.37826/spektrum.v10i3.270","DOIUrl":"https://doi.org/10.37826/spektrum.v10i3.270","url":null,"abstract":"Dalam mengambil keputusan membeli, konsumen selalu didorong oleh kebutuhan atau motivasi. Banyak penelitian sebelumnya telah membuktikan peran berbagai bentuk motivasi dalam mempengaruhi penilaian yang mengarah pada keputusan untuk membeli. Salah satu bentuk motivasi adalah emosi ancaman. Tidak banyak penelitian yang dilakukan untuk meneliti bagaimana emosi mempengaruhi konsumen pengambilan keputusan. Rasa takut ternyata menjadi tekanan internal bagi konsumen dan mendesak mereka untuk mengurangi ketegangan dengan membuat keputusan. Menggunakan data diperoleh dari 400 responden, penelitian ini bertujuan untuk mengukur besarnya pengaruhnya informasi dan threat emotion terhadap keputusan pembelian masker oleh masyarakat Indonesia untuk mencegah virus covid-19. Hasil menunjukkan signifikan pengaruh informasi dan threat emotion terhadap keputusan pembelian mereka karena mereka percaya bahwa masker adalah jawaban untuk mencegah dan mengurangi ketakutan mereka terhadap virus covid-19","PeriodicalId":102019,"journal":{"name":"Jurnal Spektrum Komunikasi","volume":"109 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-09-13","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"134013572","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Fitrinanda An Nur, Indah Wenerda, Nur Fatonah, Yuana Palupi
{"title":"Virtual Concert As The New Lifestyle During Covid-19","authors":"Fitrinanda An Nur, Indah Wenerda, Nur Fatonah, Yuana Palupi","doi":"10.37826/spektrum.v10i3.243","DOIUrl":"https://doi.org/10.37826/spektrum.v10i3.243","url":null,"abstract":"This study focuses on the virtual concert phenomenon as a new form of adaptation during the COVID-19 period. observe how media transitions affect communication processes and create new lifestyles. This pandemic era changed the order of human life in various social, cultural, and economic aspects. Humans must innovate in this era which then leads to the shift of humans in the use of communication and information technology. This research takes Prambanan Jazz as one of the biggest music concerts and has a cultural background. This international event is one of the biggest music concerts in Indonesia because it has cultural values as identity. Prambanan Jazz is now performing virtual concerts due to the pandemic. The year 2020 is the first year that Prambanan Jazz will perform its virtual concert. Therefore, it is necessary to examine the changes that occur in the communication process during this new model. This research is descriptive qualitative by using Convergence theory. Convergence sees that there is a shift and also the incorporation of old media into new media that can be accessed anywhere and anytime. Convergence offers easy access, and also brings new habits for people who can create new lifestyles. The results show that virtual concerts create a new lifestyle for people because of the transition from direct to indirect forms of communication.","PeriodicalId":102019,"journal":{"name":"Jurnal Spektrum Komunikasi","volume":"76 3 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-09-13","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"123221949","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Press Freedom Papua Journalist : an Interpretive Phenomenological Studies","authors":"Lifita Yiska Tabita Lumenta, Veronika Veronika","doi":"10.37826/spektrum.v10i3.249","DOIUrl":"https://doi.org/10.37826/spektrum.v10i3.249","url":null,"abstract":"Media massa dan isu HAM Papua memiliki keterkaitan satu sama lain. Dalam proses liputan, terdapat satu pihak yang terlibat dan paling dominan yaitu profesi jurnalis. Jurnalis perlu mempersiapkan diri dan kemampuan khusus saat hendak meliput. Sayangnya, masih belum banyak orang mengetahui tentang pengalaman dari wartawan peliput isu HAM Papua. Maka dari itu, peneliti merasa bahwa hal ini penting dilakukan untuk mengisi kekosongan dan menambah ilmu pengetahuan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pemaknaan atas pengalaman jurnalis dalam meliput dan melakukan proses produksi berita isu HAM di Papua. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Fenomenologi dengan aliran Interpretative Phenomenology Analysis (IPA) yang dimiliki oleh Edmund Husserl. Dengan aliran IPA dinilai mampu untuk menjelaskan pemaknaan pengalaman secara detail. Key informan, peneliti memilih tiga wartawan yang sudah berpengalaman kurang lebih tujuh sampai dua puluh tahun dalam meliput isu HAM Papua, tujuannya agar informasi yang diperoleh dari informan lebih luas dan mendalam. Hasil penelitian menghasilkan tiga tema pembahasan. 1) Memaknai profesionalisme kerja wartawan, yaitu harus bekerja dari hati, memahami dan mematuhi Kode Etik Jurnalistik, mempunyai idealisme yang tinggi, dan mampu memahami karakter asli orang Papua; 2) Memaknai self-censorship yaitu dengan cara memiliki mental yang kuat, berani, informatif, dan menghasilkan berita yang dapat dipertanggungjawabkan; 3) Kebebasan pers, yang dianggap masih sangat kurang khususnya di Papua.","PeriodicalId":102019,"journal":{"name":"Jurnal Spektrum Komunikasi","volume":"82 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-09-13","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"126683808","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"MOBILE JOURNALISM PADA PRODUKSI MATERI BERITA KOMPASTV","authors":"Alvian Dwi Putranto, Irwansyah","doi":"10.37826/spektrum.v10i3.231","DOIUrl":"https://doi.org/10.37826/spektrum.v10i3.231","url":null,"abstract":"Era digital seperti sekarang ini membuat manusia dapat memanfaatkan berbagai teknologi yang ada untuk memudahkan pekerjaannya tak terkecuali pada bidang jurnalistik. Mobile journalism adalah sebuah praktik jurnalisme video yang hanya mengandalkan perangkat ponsel dan berbagai aksesorisnya. KompasTV sebagai televisi berita yang juga berusaha mengoptimalkan mobile journalism untuk memproduksi materi berita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi mobile journalism dalam produksi materi berita dan apa hubungannya terhadap kecepatan dan kualitas siaran berita KompasTV. Metode yang digunakan adalah literature review, wawancara dan juga observasi. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa mobile journalism dapat meningkatkan reaktivitas jurnalis terhadap peristiwa sehingga aktualitas berita akan semakin meningkat. Terjadi pengurangan biaya yang signifikan namun juga kualitas tayangan. Mobile journalism memiliki kelebihan dan juga kekurangan, namun hal ini tergantung bagaimana sebuah organisasi media jurnalistik dapat menyiasatinya sehingga terjadi keseimbangan antara kecepatan penyampaian berita dan kualitas tayangan.","PeriodicalId":102019,"journal":{"name":"Jurnal Spektrum Komunikasi","volume":"11 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-09-13","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"131847172","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}