{"title":"Interaksi Simbolik Karyawan Homoseksual di Surabaya","authors":"Edelweis Putri Prima","doi":"10.37826/spektrum.v7i1.29","DOIUrl":"https://doi.org/10.37826/spektrum.v7i1.29","url":null,"abstract":"Penelitian berjudul “Interaksi Simbolik Karyawan Homoseksual di Surabaya”, ini bertujuan untuk mengetahui pertukaran simbolik dalam komunikasi interpersonal karyawan homoseksual di Surabaya. Dalam penelitian ini, homoseksual dipahami sebagai subjek yang memiliki pola atau perilaku komunikasi interpersonal yang merujuk pada simbol yang khas. Untuk mengungkap permasalahan yang dimunculkan dalam penelitian ini, peneliti berdasar pada metode penelitian kualitatif. Adapun pemilihan metode terebut disebabkan oleh relevansi metode dalam mengungkap permasalahan penelitian. Relevansi tersebut tampak pada kemampuan metode ini dalam mengungkap proses komunikasi interpersonal karyawan homoseksual di Surabaya. Sebagai penajam analisis, skripsi ini melandasi pemahaman Teori Interaksionisme Simbolik. Berdasarkan analisis, peneliti menemukan bahwa dalam perilaku komunikasi karyawan homoseksual terdapat beberapa hal, yakni: 1) masih adanya anggapan tabu di dalam pikiran kaum homoseksual itu sendiri, 2) adanya permainan simbol yang tertutup dan terbuka yang diperlihatkan oleh individu homoseksual di dalam dunia sosial, 3) tidak semua individu homoseksual memperlihatkan simbol-simbol yang merujuk pada perilaku keperempuanan dalam kegiatan komunikasi. \u0000Kata kunci: Interaksi Simbolik, Komunikasi Interpersonal, Karyawan Homoseksual \u0000 ","PeriodicalId":102019,"journal":{"name":"Jurnal Spektrum Komunikasi","volume":"20 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-06-24","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"129930114","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Media Sosial dan Antitesis Jurnalisme","authors":"Hidayat Surya Abadi","doi":"10.37826/spektrum.v7i1.26","DOIUrl":"https://doi.org/10.37826/spektrum.v7i1.26","url":null,"abstract":"Perkembangan internet memasuki era baru beberapa dekade terakhir, melalui perkembangan media sosial. Karakternya yang luas tanpa batas ruang dan waktu, membuatnya mudah diakses dan memberi pengaruh kepada siapa saja. Di satu sisi, kondisi ini sangat bagus. Namun di sisi lain, perkembangan berita hoax semakin gencar dilakukan orang-orang tak bertanggung jawab. Disinilah peran media massa dengan dasar dan kaidah jurnalismenya, dituntut mengawal arus informasi yang berkembang di masyarakat. Berbagai kaidah jurnalistik, termasuk diantaranya verifikasi, harus bisa menjadi senjata menangkal berita hoax. Agar semangat jurnalisme yang berpegang teguh kepada kebenaran dan berfokus kepada pengembangan masyarakat, bisa tetap terjaga.","PeriodicalId":102019,"journal":{"name":"Jurnal Spektrum Komunikasi","volume":"91 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-06-24","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"132849622","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Pengaruh Terpaan Tayangan Youtube “Londokampung” Terhadap Tingkat Pengetahuan Bahasa Suroboyoan pada Subscribers di Surabaya","authors":"Ismojo Herdono, Arinda","doi":"10.37826/spektrum.v7i1.31","DOIUrl":"https://doi.org/10.37826/spektrum.v7i1.31","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh tayangan Youtube “londokampung” terhadap tingkat pengetahuan bahasa Suroboyoan pada subscribers di Surabaya. Tayangan “londokampung” membahas kebudayaan yang ada di Surabaya dan penyampaiannya menggunakan bahasa Suroboyoan. Yang membuat menarik dari tayangan tersebut yakni konten kreator dari “londokampung” merupakan warga negara Australia bernama Dave Jepchott, ia begitu fasih dalam pengucapan maupun penulisan dengan bahasa Suroboyoan. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menyebarkan kuesioner kepada subscribers Youtube “londokampung” dengan sampel sebanyak 100 responden. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah “Regresi Liner Sederhana” untuk mengetahui kuat rendahnya hubungan pengaruh antara suatu tayangan di Youtube dengan penontonnya. Data yang diperoleh kemudian diolah dengan menggunakan SPSS versi 16.0. Hasil dari penelitian ini mendapat hubungan yang signifikan antara pengaruh menonton tayangan Youtube “londokampung” dengan tingkat pengetahuan bahasa Suroboyoan pada subscribers di Surabaya. berdasrkan hasil analisis korelasi dan regresi liner sederhana bhawa variabel pengaruh tayangan Youtube “londokampung” memiliki hubungan signifikasi dengan nilai koefisien korelasi 0.581 terhadap variabel pengetahuan bahasa Suroboyoan pada subscribers bernilai sedang. Nilai korelasi pada penelitian ini berada pada interval koefisien antara 0,400-0,599.","PeriodicalId":102019,"journal":{"name":"Jurnal Spektrum Komunikasi","volume":"28 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-06-24","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"127830494","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Komunikasi Transaksional - Dialektis dalam Drama Elektra Karya Sophokles","authors":"Abdul Aziz","doi":"10.37826/SPEKTRUM.V6I2.38","DOIUrl":"https://doi.org/10.37826/SPEKTRUM.V6I2.38","url":null,"abstract":"Artikel ini mendeskripsikan secara kualitatif komunikasi transaksional-dialektis tokoh Elektra dalam drama Elektra karya Sophokles. Dalam berkomunikasi, Elektra yang sudah disalahi secara tidak adil menerapkan unsur-unsur komunikasi transaksional yang berupa timbal balik, pernyataan, tanggapan, aksi dan reaksi. Secara dialektis, percakapan antara Elektra dan lawan bicaranya yang dibahas di dalam artikel ini adalah yang melibatkan konflik atau oposisi. Selain itu, ada prinsip-prinsip dialektika Marxisme: tidak ada kemungkinan yang statis atau konstan, memanfaatkan celah sekecil apapun demi tujuan mulia, membangun relasi kontradiktif demi penegasian kesalahan, dan berpihak pada revolusi bukan pada ketentraman khalayak tapi mengorbankan diri sendiri. Data dikumpulkan melalui purposive sampling. Data yang sudah terkumpul dianalisis dengan metode analisis wacana untuk teks yang berupa drama. Hasil analisis menunjukkan bahwa dengan berkomunikasi dialektis Elektra berhasil meraih tujuan mulia, berupa mendapatkan keadilan yang sebenarnya, yakni pembunuh ayahnya memperoleh balasan setimpal. \u0000 ","PeriodicalId":102019,"journal":{"name":"Jurnal Spektrum Komunikasi","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-12-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"131031969","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Efek Strategi Komunikasi Pemasaran pada Loyalitas Pelanggan Apotek K-24 Mulyosari","authors":"Dedy Ayub Wicaksono","doi":"10.37826/spektrum.v6i2.41","DOIUrl":"https://doi.org/10.37826/spektrum.v6i2.41","url":null,"abstract":"Strategi komunikasi pemasaran merupakan salah satu awal dalam rangka mengenalkan produk dan jasa kepada konsumen, dan akan menjadi sangat penting karena akan berkaitan dengan keuntungan yang didapat dari perusahaan. Apotek K-24 Mulyosari menerapkan strategi komunikasi pemasaran dengan memberikan kemudahan disetiap pelayanannya. Salah satunya dengan memberikan beberapa fitur layanan via internet. Strategi pemasaran dengan memberikan kemudahan ini akan mempengaruhi pelanggan maupun calon pelanggan dalam hal perubahan sikap. Pelanggan yang puas akan kualitas layanan dan produk yang dijual akan berpengaruh pada citra baik dan menghasilkan pelanggan yang loyal. Pelanggan yang setia akan melanjutkan penggunaan merek tersebut, walaupun dihadapkan dengan banyak alternative merek produk pesaingnya. Penelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh strategi komunikasi pemasaran terhadap loyalitas pelanggan Apotek K-24 Mulyosari. Peneliti menggunakan teori komunikasi pemasaran dan teori perubahan sikap yang nantinya akan menghasilkan Brand Loyality (loyalitas pelanggan), metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu : metode kuantitatif deskriptif dengan proses pengumpulan data menggunakan metode survei berupa kuesioner. Berdasarkan hasil dari pengujian hipotesis, maka penelti memperoleh hasil bahwa Ha diterima yang berarti strategi komunikasi pemasaran berpengaruh signifikan terhadap loyalitas pelanggan Apotek K24 Mulyosari, kemudian dari analisa data menggunakan regresi linier sederhana, peneliti memperoleh hasil bahwa strategi komunikasi pemasaran memberikan pengaruh 51% terhadap loyalitas pelanggan Apotek K-24 Mulyosari dengan memiliki nilai korelasi (R) sebesar 0,714 yang menunjukkan kategori kuat, sebab pelanggan Apotek K-24 sangat responsif dengan kemudahan layanan yang diberikan oleh perusahaan Apotek K24 Mulyosari. \u0000 ","PeriodicalId":102019,"journal":{"name":"Jurnal Spektrum Komunikasi","volume":"52 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-12-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"122555455","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Medium Komunikasi Pariwisata Melalui Film Animasi","authors":"M. Djauhari, Aulia Afniar","doi":"10.37826/spektrum.v6i2.33","DOIUrl":"https://doi.org/10.37826/spektrum.v6i2.33","url":null,"abstract":"Film dapat mengangkat citra sebuah tujuan wisata tempat pembuatan film tersebut. Pendapatan daerah tempat tersebut menjadi meningkat. Contoh dari film laskar pelangi (2008) dari film tersebut kita juga bisa melihat paronama dari pantai Tanjung di pulau Belitung. Kemudian ada juga film di tahun 2016 masih dari film Indonesia yaitu film ada apa dengan cinta yang mengambil lokasi syuting di kota Yogyakarta seperti Ada Apa Dengan Cinta 2? film yang dapat meningkatkan kunjungan wisata dan devisa pendapatan kota Yogyakarta. Terdapat Film lain yang dapat meningkatkan devisa pendapatan daerah tetapi dengan format film animasi di tahun 2017. Film tersebut tidak lain berjudul “Coco” film animasi karya produksi Disney dan Pixar yang mengangkat salah satu tempat di negara Mexico ini berhasil merajai Box Office di Amerika Serikat dan beberapa negara di dunia. Coco yang dirilis tahun 2017 ini banyak mendapatkan pujian dari kritikus film, film iniberhasil mengumpulkan keuntungan yang fantastis. Kehebatan new media dengan segala sisi interaktifnya dan fungsi konvergensinya terus berkembang. Banyak media yang membentuk destinasi pariwisata melalui media komunikasi seperti film, iklan, buku, televisi, media online dan lain sebagainya. Menarik untuk dikaji dan dianalisa sebuah film animasi seperti COCO ini, bagaimana sebuah film menjadi medium komunikasi yang cukup efektif dalam peningkatan destinasi wisata. Dengan studi pendekatan Kuantitatif, penelitian ini menggunakan metode analisis isi, yaitu metode yang digunakan untuk meriset atau menganalisis isi komunikasi secara sistematik, objektif dan kuantitatif. Analisis isi kuantitatif lebih memfokuskan pada isi komunikasi yang tampak (tersurat/manifest/nyata). Hasil dari penelitian ini adalah Film COCO memberikan pesan komunikasi pariwisata khususnya di kategorial Budaya dan Adat Istiadat yang tergambar cukup jelas dan detil pada plot hingga setting dalam filmnya.","PeriodicalId":102019,"journal":{"name":"Jurnal Spektrum Komunikasi","volume":"30 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-12-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"115045094","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Kekerasan Verbal dalam Program Televisi “Rumah Uya” di Trans 7","authors":"Badrus Sholeh","doi":"10.37826/spektrum.v6i2.37","DOIUrl":"https://doi.org/10.37826/spektrum.v6i2.37","url":null,"abstract":"Program acara televisi Rumah Uya Trans 7 merupakan tayangan talkshow yang menayangkan tentang penyelesaian masalah orang – orang yang berseteru sebagai narasumber program ini. Dalam proses penayangannya terkadang program ini menampilkan kekerasan verbal atau konflik antar narasumber yang di datangkan. Program televisi Rumah Uya Trans 7 juga beberapa kali mendapat teguran dari KPI, diantaranya pada tayangannya pada tanggal 19 Oktober 2017 menayangkan dua orang perempuan yang bertengkar karena saling mengaku sebagai pasangan seorang pria, jenis pelanggaran ini dikategorikan sebagai pelanggaran atas kewajiban program siaran untuk menghormati hak privasi dalam kehidupan pribadi objek siaran. Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kekerasan verbal yang terjadi pada program televisi Rumah Uya Trans7 Episode tanggal 17 s/d 28 Oktober 2017. Penelitian ini menggunakan metode Analisis Isi kuantitatif dengan teknik pengumpulan data dengan mengunduh video tayangan Rumah Uya Trans7 di Youtube kemudian di analisis. \u0000Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan terjadi sebanyak 346 kekerasan verbal muncul dalam tayangan diteliti yaitu sebanyak 10 Episode penayangan. Dari keseluruhan episode yang diteliti, kekerasan verbal secara membentak mendominasi dengan 257 kali atau 74,28% secara keseluruhan. Kekerasan verbal secara menghina mendapatkan porsi kedua terbesar dengan frekuensi kemunculan sebanyak 34 kali atau 9,83% secara keseluruhan. Kekerasan verbal secara memaki terjadi sebanyak 30 kali atau 8,67% secara keseluruhan. Selanjutnya kekerasan verbal secara memaksa, tingkat kemunculannya sebesar 19 kali atau 5,49% secara keseluruhan. Adapun kekerasan verbal secara mengancam memiliki frekuensi kemunculan terkecil yaitu sebanyak 6 kali atau 1,73% secara keseluruhan. \u0000 \u0000 \u0000 \u0000 ","PeriodicalId":102019,"journal":{"name":"Jurnal Spektrum Komunikasi","volume":"2 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-12-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"126007295","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Analisis Wacana Features “38 Tahun Menjaga Kertas Semen Titipan Pramoedya” di cnnindonesia.com","authors":"Hilda Meilisa Rinanda","doi":"10.37826/spektrum.v6i2.39","DOIUrl":"https://doi.org/10.37826/spektrum.v6i2.39","url":null,"abstract":"Karya-karya Pramoedya Ananta Toer tak lekang oleh waktu. Usai sepeninggalnya pada 30 April 2006, bukunya masih laris di pasaran, namanya masih harum di bumi meski jasadnya telah dikebumikan. Untuk peringati satu dekade kepergiannya, CNNIndonesia.com merangkum semua perihal Pram lewat kanal fokus. Kisah-kisah Pram dituangkan pada beberapa berita. Salah satunya yang ditulis dalam berita berjudul “38 Tahun Menjaga Kertas Semen Titipan Pramoedya” karya Rizky Sekar Afrisia, wartawan CNNIndonesia.com. Berita ini bercerita tentang Hwie, kawan Pram di Pulau Buru yang menjaga naskah asli buku-buku Pram yang tertuang di kertas semen. Berbeda dengan berita lainnya, penulis berita tersebut menulisnya dengan sudut pandang Hwie yang menjadi sosok “aku”. Tak hanya itu, dalam berita juga dibumbui latar suasana, deskripsi yang kompleks, dan alur yang pas hingga membuat pembaca seolah berada dalam jalinan cerita.Paradigma yang digunakan dalam penelitian ini adalah pandangan konstruktivisme. Peneliti menggunakan paradigma ini karena pola pikir konstruktivis menekankan pada politik pemaknaan dan proses bagaimana seseorang membuat gambaran tentang realitas. Sedangkan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pisau bedah teknik analisis wacana milik Teun A. Van. Dijk. Dalam hal ini terdapat tiga unsur yang akan dianalisis, yakni teks, kognisi sosial dan konteks sosial. Peneliti lebih memilih analisis wacana Van Dijk lantaran selain ingin meneliti teksnya, peneliti ingin mengetahui makna serta alasan hingga proses produksi berita tersebut.Dari penjelasan singkat, dapat diambil kesimpulan bahwa dalam karya berita “38 Tahun Menjaga Kertas Semen Titipan Pramoedya”, banyak makna yang ingin ditekankan oleh wartawan. Hal ini dapat ditemui dari penulisan paragraf demi paragraf yang cukup detil dan deskriptif. Misalnya saja pada elemen leksikon dengan pemilihan kosakata yang cukup merepresentasikan suasana kala itu. Tak hanya itu, berita ini juga menyisipkan latar suasana pada masa Orde Baru, pada masa itu kebebasan masih sangat dibatasi, terlebih kepada para tahanan politik yang dipenjara tanpa diadili, juga bagaimana kejam dan ketatnya perlakuan di pulau pengasingan, Buru. \u0000 ","PeriodicalId":102019,"journal":{"name":"Jurnal Spektrum Komunikasi","volume":"39 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-12-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"127185807","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Penerapan Kode Etik Jurnalistik pada Pemberitaan Pilgub Jatim di Harian Jawa Pos Edisi 1-28 Februari 2018","authors":"R. Darmawan","doi":"10.37826/spektrum.v6i2.40","DOIUrl":"https://doi.org/10.37826/spektrum.v6i2.40","url":null,"abstract":"Penelitian ini berfokus pada “Penerapan Kode Etik Jurnalistik pada Pemberitaan Pilgub Jatim di Harian Jawa Pos Edisi 1- 28 Februari 2018.” Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mendeskripsikan penerapan Kode Etik Jurnalistik di harian Jawa Pos. Serta untuk mengetahui kesesuaian pemberitaan pilgub Jatim di harian Jawa Pos dengan kode etik jurnalistik yang sudah terlampir dalam SK Dewan Pers No. 03/SK-DP/III/2006. Setiap berita yang ditayangkan sudah seharusnya netral dan berimbang. Terlebih lagi di Jatim saat pemilihan gubernur ada dua pasangan calon. Penelitian ini menggunakan metode analisis isi. Ada tiga konsep yang tercakup di dalam analisis isi. Pertama, analisis ini bersifat sistematis. Hal ini berarti isi yang akan dianalisis dipilih menurut aturan-aturan yang ditetapkan secara implisit, misalnya; cara penentuan sampel. Kedua, analisis isi bersifat obyektif. Ketiga, analisis isi bersifat kuantitatif. Ada lima tujuan analisis isi, yaitu; (Eriyanto,2011 : 32-42) Pertama, menggambarkan karakteristik dari pesan. Kedua, menggambarkan secara detail isi (content). Ketiga, melihat pesan pada khalayak yang berbeda. Keempat, melihat pesan dari komunikator yang berbeda. Kelima, menarik kesimpulan penyebab dari suatu pesan analisis isi tak pernah dijadikan dasar untuk membuat pernyataan tentang efek isi kepada audience. Peneliti juga menganalisis setiap elemen teks yang diproduksi penulis berita. Pada pemberitaan Pilgub Jatim di harian Jawa Pos, terkadang dimasukkan ke dalam rubrik Politika. Tergantung dari skala keterpengaruhan berita saat itu. Jika berdampak pada masyarakat se Indonesia maka dimuat dalam rubrik politika nasional. Setelah di analisa, pemberitaan pilgub jatim di harian Jawa Pos ditemukan baik pada rubrik Politika maupun halaman utama ada sejumlah edisi melanggar Kode Etik Jurnalistik, khususnya pasal 1,2 dan 8. Jawa Pos menjadikan Pemberitaan Pilgub Jatim sebagai media edukasi masyarakat dalam kontestasi politik di Jawa Timur. Sehingga diharuskan untuk bisa netral dan sesuai dengan perturan kode etik jurnalistik yang ditentukan dewan pers. Pasal 1 Wartawan Indonesia bersikap independen, menghasilkan berita yang akurat, berimbang, dan tidak beritikad buruk. \u0000 \u0000 ","PeriodicalId":102019,"journal":{"name":"Jurnal Spektrum Komunikasi","volume":"32 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2018-12-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"127281665","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}