DekonstruksiPub Date : 2024-03-18DOI: 10.54154/dekonstruksi.v10i02.236
Beda Holy Septianno
{"title":"Membaca Keugaharian: Anak Bajang Mengayun Bulan","authors":"Beda Holy Septianno","doi":"10.54154/dekonstruksi.v10i02.236","DOIUrl":"https://doi.org/10.54154/dekonstruksi.v10i02.236","url":null,"abstract":"Novel Anak Bajang Mengayun Bulan (disingkat ABMB) merampaikan drama berjenjang tentang pergulatan kakak-beradik, Sumantri dan Sukrosono. Kisah yang ditilik secara baru dari jagad pewayangan ini tidak mengulang cerita kebesaran kesatria Sumantri, tetapi memerankan Sukrosono yang antihero itu menjadi tabib bagi penyakit heroisme dan kecerobohan kakaknya, Sumantri. Pembacaan kedua tokoh fiktif tersebut dihadapkan dalam bingkai teori keugaharian (Sophrosune) menurut dialog Xarmides karangan Plato. Tulisan ini menghindari perunutan kronik definisi-definisi keugaharian Xarmides pada ABMB, seolah Sumantri-Sukrosono lekas dimengerti hanya dalam bingkai Xarmides. Selain memang mengadopsi “ajaran” keugaharian Plato, proses pertentangan dan kesamaan Sumantri-Sukrosono dengan khasnya menelurkan inti keugaharian adalah adanya “yang jelek”.","PeriodicalId":514252,"journal":{"name":"Dekonstruksi","volume":"307 2","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-03-18","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140233008","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
DekonstruksiPub Date : 2024-03-18DOI: 10.54154/dekonstruksi.v10i02.228
M. B. B. Simanjuntak
{"title":"Memeriksa Inkonsistensi Estetika Dampak Immanuel Kant versus Gagasan Proto-Naturalisme Non-Deterministik David Hume dalam Etika Kantian","authors":"M. B. B. Simanjuntak","doi":"10.54154/dekonstruksi.v10i02.228","DOIUrl":"https://doi.org/10.54154/dekonstruksi.v10i02.228","url":null,"abstract":"Teori estetika yang digagas Immanuel Kant mempergunakan pendekatan dampak, sebaliknya etika Kantian menempuh pendekatan proses. Teks kajian estetik Kantian diterbitkan oleh Kant setelah dua teks yang pertama, termasuk di dalamnya argumentasi Kant tentang ontologi moral. Inkonsistensi ini dicoba untuk dibedah dari perspektif estetika analitis, dan terutama kajian dari pemeriksaan teks yang dilakukan oleh Sally Sedgwick dan Dabney Townsend. Dari penelusuran yang dilakukan, ketidakkonsistenan Kant terjadi karena ada dua ragam relasi, yaitu relasi kausal spasio-temporal dan relasi non-kausal non-spasio-temporal. Pelacakan lebih lanjut menunjukkan bahwa gagasan Kant tentang non-kausal non-spasio-temporalitas dikembangkan dari karakter aksidental dalam persepsi-rasawi yang digagas oleh David Hume. Penelitian ini sampai pada kesimpulan bahwa pengembangan gagasan yang dilakukan Kant didasarkan pada bangun argumentasi Hume yang memiliki karakteristik Proto-Naturalisme non-Deterministik.","PeriodicalId":514252,"journal":{"name":"Dekonstruksi","volume":"16 3","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-03-18","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140234395","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}