Dekonstruksi最新文献

筛选
英文 中文
Melacak Kembali Asal-usul Gerakan Seni Rupa Baru 追溯新艺术运动的起源
Dekonstruksi Pub Date : 2024-03-18 DOI: 10.54154/dekonstruksi.v10i02.227
Anna Sungkar
{"title":"Melacak Kembali Asal-usul Gerakan Seni Rupa Baru","authors":"Anna Sungkar","doi":"10.54154/dekonstruksi.v10i02.227","DOIUrl":"https://doi.org/10.54154/dekonstruksi.v10i02.227","url":null,"abstract":"Artikel ini membicarakan tentang Gerakan Seni Rupa Baru Indonesia yang melakukan perlawanan pada seniman senior atas tradisi pengkotak-kotakan seni yang didasarkan pada media atau mediumnya, yaitu seni lukis pada kanvas, patung dan grafis. Sementara kemungkinan untuk melakukan pembaharuan dengan media baru tidak diberikan dan tidak diapresiasi. Para seniman senior di tahun 1974 masih menonjolkan seni lukis sebagai bentuk teratas dari seni rupa, sehingga tidak memberikan jalan untuk media alternatif, yang saat itu sedang berkembang di Barat. Tema dan konten dari seni lukis yang diapresiasi oleh Dewan Kesenian Jakarta adalah lukisan bergaya abstrak, kubis, dan dekoratif yang menggambarkan alam, tradisi, batik, dan kehidupan keluarga. Lukisan-lukisan tersebut terlihat tenang tanpa permasalahan, namun tidak mencerminkan apa yang terjadi di masyarakat ketika itu. Di mana di Indonesia sedang terjadi represi di kampus-kampus karena para mahasiswa melakukan protes atas korupsi dan strategi ekonomi yang tidak jelas dari rezim Orde Baru. Situasi tidak puas dari para seniman muda yang berasal dari mahasiswa ITB dan Asri Yogya akhirnya meledak ketika dewan juri “Pameran Besar Seni Lukis Indonesia” yang dibawahi oleh Dewan Kesenian Jakarta mengumumkan 5 karya lukis terbaik. Hal itu menimbulkan protes dan memunculkan pernyataan Desember Hitam. Delapan bulan setelah pernyataan Desember Hitam, para seniman muda itu memamerkan karya-karya bergaya baru dalam sejarah seni rupa Indonesia. Tema dan narasi karya-karya tersebut mencerminkan situasi sosial dan politik di Indonesia ketika itu. Sementara, bentuk eksekusi karya-karyanya sangat dipengaruhi oleh pop art yang sedang berkembang di Barat sejak awal tahun 60-an.","PeriodicalId":514252,"journal":{"name":"Dekonstruksi","volume":"297 3","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-03-18","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140233210","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Temporalitas, Waktu Naratif dan Identitas dalam Pandangan Paul Ricoeur 保罗-里科尔眼中的时间性、叙事时间与身份认同
Dekonstruksi Pub Date : 2024-03-18 DOI: 10.54154/dekonstruksi.v10i02.230
Syakieb Sungkar
{"title":"Temporalitas, Waktu Naratif dan Identitas dalam Pandangan Paul Ricoeur","authors":"Syakieb Sungkar","doi":"10.54154/dekonstruksi.v10i02.230","DOIUrl":"https://doi.org/10.54154/dekonstruksi.v10i02.230","url":null,"abstract":"Gagasan Paul Ricoeur tentang identitas naratif dan konstruksi identitas manusia melalui penceritaan dibahas dalam beberapa karyanya. Salah satu karya paling menonjol di mana ia mengeksplorasi konsep-konsep ini adalah bukunya “Time and Narrative,” khususnya di Volume III. Dalam karya ini, Ricoeur menggali eksplorasi filosofis waktu, narasi, dan kedirian. Dalam “Time and Narrative,” pembahasan Ricoeur sering kali berkisar pada jalinan waktu dan narasi, dan bagaimana narasi berfungsi sebagai kendaraan untuk memahami pengalaman dan identitas manusia.","PeriodicalId":514252,"journal":{"name":"Dekonstruksi","volume":"56 11","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-03-18","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140234315","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Salam Redaksi Vol 10.2 编辑问候》第 10.2 卷
Dekonstruksi Pub Date : 2024-03-18 DOI: 10.54154/dekonstruksi.v10i02.225
Syakieb Sungkar
{"title":"Salam Redaksi Vol 10.2","authors":"Syakieb Sungkar","doi":"10.54154/dekonstruksi.v10i02.225","DOIUrl":"https://doi.org/10.54154/dekonstruksi.v10i02.225","url":null,"abstract":"Jurnal edisi ini membicarakan tentang Teologi, filsafat Paul Ricoeur, Derrida, David Hume, dan masalah etnik Tantra Bhairawa, suku Sakai, serta seni rupa dan sastra.","PeriodicalId":514252,"journal":{"name":"Dekonstruksi","volume":"20 2","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-03-18","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140234390","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Tradisi Ritus Pengobatan Suku Sakai dan Maknanya 酒井部落的医药仪式传统及其意义
Dekonstruksi Pub Date : 2024-03-18 DOI: 10.54154/dekonstruksi.v10i02.234
Sri Sutrianti
{"title":"Tradisi Ritus Pengobatan Suku Sakai dan Maknanya","authors":"Sri Sutrianti","doi":"10.54154/dekonstruksi.v10i02.234","DOIUrl":"https://doi.org/10.54154/dekonstruksi.v10i02.234","url":null,"abstract":"Kepercayaan pada kekuatan alam menjadi dasar dari tata nilai kehidupan suku Sakai di pedalaman Riau. Alam menjadi kekuatan penentu arah kehidupan masyarakat adat tersebut. Setiap elemen alam, membentuk simbol-simbol kepercayaan, seperti  kepercayaan pada simbol kekuasaan laut, api, dan padi. Demikian pula pada cara pengobatan yang dilakukan oleh masyarakat adat, mereka menggunakan jalan keterhubungan antara raga, sukma dan alam itu sendiri. Dalam pengobatan, suku Sakai menggunakan media alam, seperti dedaunan yang tidak berhubungan dengan produk kimiawi. Selain dedaunan, pengobatan penyakit dilakukan dengan upacara ritus yang sudah turun temurun. Upacara ritus pengobatan suku Sakai itu menggunakan perpaduan antara tarian, doa-doa dan eksplorasi dedaunan dari sumber alam.","PeriodicalId":514252,"journal":{"name":"Dekonstruksi","volume":"7 7","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-03-18","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140231829","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Mamsa dalam Tantra Bhairawa, Interpretasi di Ruang Budaya Bhairawa 密教中的 Mamsa,文化空间中的诠释
Dekonstruksi Pub Date : 2024-03-18 DOI: 10.54154/dekonstruksi.v10i02.231
L. Hendrawan, A. M. Apin
{"title":"Mamsa dalam Tantra Bhairawa, Interpretasi di Ruang Budaya","authors":"L. Hendrawan, A. M. Apin","doi":"10.54154/dekonstruksi.v10i02.231","DOIUrl":"https://doi.org/10.54154/dekonstruksi.v10i02.231","url":null,"abstract":"Dalam ruang kehidupan yang terbagi atas ras, suku, agama dan kelompok masyarakat penggiat budaya sering dijumpai bentuk nilai ajaran yang serupa, tapi juga terdapat perbedaan dalam penerapan pelaksanaannya. Hal ini menimbulkan pertanyaan, apakah kondisi tersebut berasal dari satu sumber yang sama ataukah tidak. Berangkat dari pertanyaan itu, maka tulisan ini akan membandingkan penerapan ajaran tersebut dengan beberapa ajaran agar dapat memberikan arah jelas seperti apa perbedaan serta kemiripannya. Ungkapan dalam bahasa sastra yang amat halus atau sebaliknya terasa kasar kadang membuat pembaca hanya memahami sebagian dari keutuhan pesan. Pembahasan ini akan menggunakan sudut hermeneutika karena kuatnya kecenderungan dari sisi interpretasi. Pada akhirnya akan ada gambaran jelas tentang penerapan ajaran tersebut dari berbagai kelompok, sehingga inti ajaran dapat dipahami lebih baik secara filosofis. Tujuannya agar konotasi negatif ajaran yang tersurat dapat dikoreksi dan terhormat untuk diamalkan. Pada akhirnya kelak makin banyak orang akan mengalami peningkatan kualitas dalam hidupnya karena memahami nilai ajaran dengan tepat.","PeriodicalId":514252,"journal":{"name":"Dekonstruksi","volume":"13 5","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-03-18","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140232108","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Konsep Bali dan Unsur Visual Pada Periodisasi Karya Seni Made Wianta 马德-维安塔艺术作品时期划分中的巴厘岛概念和视觉元素
Dekonstruksi Pub Date : 2024-03-18 DOI: 10.54154/dekonstruksi.v10i02.229
Nicolaus F Kuswanto
{"title":"Konsep Bali dan Unsur Visual Pada Periodisasi Karya Seni Made Wianta","authors":"Nicolaus F Kuswanto","doi":"10.54154/dekonstruksi.v10i02.229","DOIUrl":"https://doi.org/10.54154/dekonstruksi.v10i02.229","url":null,"abstract":"Made Wianta sebagai seniman Bali telah memberikan andil yang sangat besar pengaruhnya bagi perkembangan seni rupa modern Indonesia. Karya-karya seni rupa Made Wianta dalam perkembangan selama berkarir dapat ditelusuri berdasarkan periodisasi yang kemudian menjadi citraan kuat terhadap identitas karyanya. Ada Sembilan periodisasi karya Made Wianta yang dikenal dengan Golden Legacy. Terciptanya periodisasi kekaryaan Made Wianta sangat dipengaruhi kuat oleh konsep Bali maupun unsur visual karya-karya yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk membahas kelahiran periodisasi karya seni rupa Made Wianta yang bisa ditelusuri berdasarkan konsep Bali dan unsur visual karya. Metode pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Konsep Bali dan unsur visual setiap periodisasi karya memberikan pengaruh periode ke periode laninya. Penilaian konsep Bali dan unsur visual karya ini bersifat subyektif, sehingga sangat mungkin ada penilaian yang berbeda. Simpulan yang dapat disampaikan bahwa konsep Bali dan unsur visual pembangun estetika dapat ditelusuri dengan melihat karya-karya itu dibuat dengan memiliki ciri khas atau specific.","PeriodicalId":514252,"journal":{"name":"Dekonstruksi","volume":"36 3","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-03-18","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140232551","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Allah Sebagai The Wholeness: Relasi Integral Iman Katolik dan Sains Modern Menurut Ilia Delio 作为整体的上帝:伊利亚-德里奥眼中的天主教信仰与现代科学的整体关系
Dekonstruksi Pub Date : 2024-03-18 DOI: 10.54154/dekonstruksi.v10i02.226
Arnoldus Arif Sumara Kelabur
{"title":"Allah Sebagai The Wholeness: Relasi Integral Iman Katolik dan Sains Modern Menurut Ilia Delio","authors":"Arnoldus Arif Sumara Kelabur","doi":"10.54154/dekonstruksi.v10i02.226","DOIUrl":"https://doi.org/10.54154/dekonstruksi.v10i02.226","url":null,"abstract":"Artikel ini bertujuan mengemukakan paradigma teologi kosmik Delio tentang Allah sebagai The Wholeness. Paradigma itu secara sederhana mengacu kepada kesadaran bahwa seseorang adalah bagian dari keseluruhan dan keseluruhan menjadi bagian dari orang itu. Dalam kesadaran itu, seseorang meyakini dan melihat Allah dalam alam semesta sebagai proses kehidupan yang dinamis, terbuka (unfolding life), dan kreatif. Delio melihat keserupaan spirit antara penemuan-penemuan sains dan iman Katolik. Penemuan-penemuan sains seperti kosmologi Einstein, teori khaos, dan teori evolusi memperlihatkan gambaran ruang-waktu yang bersifat dinamis, relasional, dan terbuka. Dalam iman Katolik, gambaran itu juga diperlihatkan dalam pemahaman tentang Kristus kosmik. Dalam Kristus, setiap makhluk saling berbagi dalam keterhubungan mereka dengan dimensi kehidupan kosmik. Oleh karena itu, Delio menyelidiki arti Kristus kosmik itu dalam ajaran Gereja Katolik.","PeriodicalId":514252,"journal":{"name":"Dekonstruksi","volume":"114 2","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-03-18","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140233809","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Menanti Demokrasi: Sebuah Ingatan Tentang Kedaulatan Individu, Kesetaraan, dan Keadilan 等待民主:纪念个人主权、平等和正义
Dekonstruksi Pub Date : 2024-03-18 DOI: 10.54154/dekonstruksi.v10i02.233
Chris Ruhupatty
{"title":"Menanti Demokrasi: Sebuah Ingatan Tentang Kedaulatan Individu, Kesetaraan, dan Keadilan","authors":"Chris Ruhupatty","doi":"10.54154/dekonstruksi.v10i02.233","DOIUrl":"https://doi.org/10.54154/dekonstruksi.v10i02.233","url":null,"abstract":"Dalam percakapan apapun mengenai sistem atau tatanan politik, topik demokrasi dan demokratisasi selalu relevan. Sebelum merenungkannya sebagai sebuah tatanan, ada baiknya kita lebih dulu memahaminya sebagai konsep filosofis. Dengan menggunakan pemikiran Derrida sebagai sumber primer, artikel ini mengeksplorasi demokrasi sebagai sebuah konsep filosofis untuk memperoleh pemahaman menyeluruh tentang demokrasi dan perbedaannya dengan demokratisasi. Selain itu, hakikat demokrasi dijelaskan dalam artikel ini melalui lensa hermeneutika. Oleh karena itu, demokrasi, menurut artikel ini, bukanlah sebuah Idea tentang tatanan dunia yang ideal, melainkan sebuah a-propriasi terhadap “dunia” yang akan datang. Demokrasi adalah sebuah keberadaan meski tidak pernah hadir di dunia aktual. Ini adalah sebuah keberadaan yang muncul dalam kesadaran manusia. Maka, demokratisasi merupakan upaya manusia untuk merawat ingatan tentang kedaulatan individu, kesetaraan, dan keadilan. Artikel ini ditujukan bagi mereka yang mempelajari pemikiran Derrida, pengamat dan praktisi politik, serta pecinta kebijaksanaan.","PeriodicalId":514252,"journal":{"name":"Dekonstruksi","volume":"11 7","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-03-18","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140231947","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Seni Rupa dan Kekuasaan: Dua Tafsir 美术与权力:两种解释
Dekonstruksi Pub Date : 2024-03-18 DOI: 10.54154/dekonstruksi.v10i02.232
W. Wahyudin
{"title":"Seni Rupa dan Kekuasaan: Dua Tafsir","authors":"W. Wahyudin","doi":"10.54154/dekonstruksi.v10i02.232","DOIUrl":"https://doi.org/10.54154/dekonstruksi.v10i02.232","url":null,"abstract":"Sebuah lukisan dapat saja ditafsirkan berbeda ketika terjadi perubahan konteks. Lukisan abstrak A.D. Pirous Mentari Setelah September 1965 yang dibuat pada tahun 1968, oleh Kenneth M. Goerge ditafsirkan sebagai kenangan sebuah masa ketika negeri ini berada dalam genggaman kekuasaan Orde Lama. Namun 26 tahun kemudian, oleh Astri Wright lukisan itu ditafsirkan sebaliknya, yaitu sebagai kritik terhadap kekuasaan Orde Baru. Terlepas dari perbedaan tafsir atas makna lukisan itu, telah terjadi pemberangusan secara semena-mena karya-karya dan kehidupan sosial para seniman LEKRA, yang dituduh komunis, pada pasca September 1965.","PeriodicalId":514252,"journal":{"name":"Dekonstruksi","volume":"80 6","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-03-18","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140232316","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Jelajah Ideologi Asimilasionis dan Separatis dalam Kitab Perjanjian Lama 探索《旧约全书》中的同化与分离思想
Dekonstruksi Pub Date : 2024-03-18 DOI: 10.54154/dekonstruksi.v10i02.235
Paulus Eko Kristianto
{"title":"Jelajah Ideologi Asimilasionis dan Separatis dalam Kitab Perjanjian Lama","authors":"Paulus Eko Kristianto","doi":"10.54154/dekonstruksi.v10i02.235","DOIUrl":"https://doi.org/10.54154/dekonstruksi.v10i02.235","url":null,"abstract":"Perjanjian Lama dibangun dengan banyak ideologi, di antaranya asimilasionis dan separatis. Artikel ini mencoba memetakan suara ideologi asimilasionis dan separatis yang ada di dalam Perjanjian Lama. Pemetaan ini diharapkan dapat menginspirasi kita dalam menyikapi konteks plural masa kini. Setidaknya, jelajah ini mencerahkan penulis bahwa situasi multikontekstual masa kini tidak diwarnai pada monofoni melainkan polifoni.","PeriodicalId":514252,"journal":{"name":"Dekonstruksi","volume":"20 4","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-03-18","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140232835","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
0
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
确定
请完成安全验证×
相关产品
×
本文献相关产品
联系我们:info@booksci.cn Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。 Copyright © 2023 布克学术 All rights reserved.
京ICP备2023020795号-1
ghs 京公网安备 11010802042870号
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:604180095
Book学术官方微信
小红书