Bice Susana Ton, Yermia Djefri Manafe, Herman Elfridus Seran
{"title":"REPRESENTASI KESADARAN DAN KEBERADAAN MANUSIA PADA PUISI ‘AKU MANUSIA’ KARYA A. MUSTOFA BISRI","authors":"Bice Susana Ton, Yermia Djefri Manafe, Herman Elfridus Seran","doi":"10.59895/deliberatio.v3i2.131","DOIUrl":"https://doi.org/10.59895/deliberatio.v3i2.131","url":null,"abstract":"Setiap individu memiliki cara untuk dapat berkomunikasi dengan sesamanya serta menentukan media yang menjembatani pengiriman pesan komunikasi. Salah satu media komunikasi yang digunakan ialah karya sastra puisi Aku Manusia seperti yang diciptakan oleh A Mustofa Bisri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap makna yang terkandung pada puisi Aku Manusia. Penelitian ini menggunakan Semiotika Ferdinand de Saussure sebagai metode untuk mendeskripsikan makna puisi Aku Manusia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa puisi Aku Manusia karya A Mustofa Bisri merupakan sebuah perenungan dari pengarang dalam mengungkapkan kebanggaan terhadap eksistensi manusia diantara semua makhluk hidup. Analisis hasil penelitian menggunakan Semiotika Saussure yang menekankan bahasa sebagai tanda yang memiliki makna, dan setiap tanda tersusun dari dua bagian, yakni signifier (penanda) dan signified (petanda). Pada analisis signifier dan signifier, signifier dalam puisi ini adalah kata-kata dan simbol linguistik seperti langit, bumi, sedangkan signified dalam puisi adalah makna dan konsep yang dikaitkan dengan setiap signifier. Puisi ini mengandung metafora dan tanda yang dapat dijumpai dalam kehidupan manusia, puisi pun menggambarkan bagaimana manusia menyadari akan keberadaannya di tengah-tengah makhluk hidup lainnya. Oleh karena itu pengarang ingin menunjukkan kepada pembaca bahwa setinggi dan sehebat apapun semua ciptaan Tuhan yang lain, manusia memiliki kedudukan dan derajat yang lebih tinggi.","PeriodicalId":485650,"journal":{"name":"Deliberatio Jurnal Mahasiswa Komunikasi","volume":"43 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-10-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"136160877","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Umbu Namupraing Lafu Foenay, None Mas’Amah, Maria Yulita Nara
{"title":"STRATEGI KOMUNIKASI ORGANISASI DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN PROVINSI NTT DI MASA NEW NORMAL","authors":"Umbu Namupraing Lafu Foenay, None Mas’Amah, Maria Yulita Nara","doi":"10.59895/deliberatio.v3i2.174","DOIUrl":"https://doi.org/10.59895/deliberatio.v3i2.174","url":null,"abstract":"Penelitian ini menitikberatkan pada Strategi Komunikasi Organisasi Dinas Perindustrian dan Perdagangan di Masa New Normal dengan tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan strategi komunikasi di masa new normal dan peranan dalam pemberdayaan UMKM di Kota Kupang di masa new normal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Dalam proses penelitian saat adaptasi new normal diera pandemi covid-19 di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT menggunakan komunikasi sekunder sebagai saran kerja, guna membangun proses kerja yang baik di tengah situasi pandemi covid-19. Pada saat adaptasi new normal menggunakan Zoom sebagai media dalam proses pekerjaan. Peran kepala dinas di sini sebagai pemimpin, seorang yang bertanggung jawab atas lancar tidaknya pekerjaan yang dilakukan oleh bawahannya, seperti penentuan kebijaksanaan, perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, pengawasan, dan penilaian. Selain itu, seorang manajer juga dapat memotivasi para karyawan agar giat bekerja Dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya secara signifikan. Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT telah melakukan pemberdayaan kepada para UMKM. Kondisi UMKM yang sudah mendapatkan pemberdayaan semakin baik misalnya pendapatan semakin meningkatkan, lebih menjaga kebersihan lingkungan mereka berdagang, dapat meningkatkan kualitas jualan.","PeriodicalId":485650,"journal":{"name":"Deliberatio Jurnal Mahasiswa Komunikasi","volume":"46 7","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-10-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"136233583","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Maria Marsiadis Tamonob, Monika Wutun, Maria V.D. Pabha Swan
{"title":"APLIKASI TIKTOK DAN PERILAKU CANDU REMAJA","authors":"Maria Marsiadis Tamonob, Monika Wutun, Maria V.D. Pabha Swan","doi":"10.59895/deliberatio.v3i2.184","DOIUrl":"https://doi.org/10.59895/deliberatio.v3i2.184","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah bentuk dan dampak perilaku candu yang ditampilkan pada remaja dalam menggunakan media sosial TikTok di Kelurahan Oebufu, Kota Kupang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode studi kasus dengan menggunakan teori ketergantungan media. Penelitian ini berfokus pada penggunaan dan perilaku candu pada remaja terhadap aplikasi media sosial TikTok. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi partisipatif dan virtual serta dokumentasi. Informan peneliti sebanyak 6 remaja pengguna aplikasi media sosial TikTok. Hasil penelitian menemukan tiga bentuk perilaku candu yang ditampilkan pada remaja Kelurahan Oebufu Kota Kupang yakin; Pertama, dalam durasi penggunaanya masuk dalam kategori level medium users dan heavy users dengan penggunaannya mulai dari 3-8 jam/hari. Kedua, FOMO atau kecemasan sosial terjadi pada remaja yang kecanduan mengakses TikTok. Ketiga, adanya pemenuhan kebutuhan yang diperoleh melalui TikTok. Dampak perilaku candu yang ditampilkan pada remaja Kelurahan Oebufu Kota Kupang dalam penggunaan media sosial TikTok terdiri dari dampak negatif yang mengakibatkan waktu belajar dan produktifitas terbuang, banyak pekerjaan tertunda hingga pemborosan penggunaan data internet. Sedangkan dampak positifnya adalah tiktok dapat dimanfaatkan sebagai sarana mencari informasi maupun hiburan dan memperluas relasi pertemanan.","PeriodicalId":485650,"journal":{"name":"Deliberatio Jurnal Mahasiswa Komunikasi","volume":"209 2","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-10-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"136160886","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Maria Eka Bonita Putri, Petrus Ana Andung, Maria V.D. Phaba Swan
{"title":"FENOMENA KOMUNIKASI IMAM DIOSESAN DALAM MENGGUNAKAN MEDIA SOSIAL","authors":"Maria Eka Bonita Putri, Petrus Ana Andung, Maria V.D. Phaba Swan","doi":"10.59895/deliberatio.v3i2.173","DOIUrl":"https://doi.org/10.59895/deliberatio.v3i2.173","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang penggunaan media sosial oleh Imam Diosesan di Keuskupan Agung Kupang, bagaimana media sosial digunakan sebagai sarana penunjang kehidupan sehari-hari baik dalam hal pekerjaan, hiburan sampai komunikasi yang dalam prosesnya menghasilkan berbagai pengalaman-pegalaman komunikasi dari setiap penggunanya. Oleh karena itu penelitian ini secara khusus akan membahas tentang bagaimana pengalaman komunikasi para Imam dalam menggunakan dan memanfaatkan keunggulan media sosial milik mereka sebagai sarana pelayanan mereka pada umat serta apa saja makna yang diperoleh dari penggunaan media sosial tersebut. Penelitian ini dikaji menggunakan teori dan metode fenomenologi Alfred Schutz dengan pendekatan kualitatif dan Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukan bahwa dengan menjadi seorang Imam yang hidup dalam aturan dan tata cara hidup gereja katolik tidak membuat para Imam menutup mata akan kemajuan teknologi masa kini, gereja katolik juga secara resmi mendukung para Imamnya untuk secara langsung terlibat aktif dalam penggunaan media sosial dalam aktivitas pelayanan iman para imam dengan selalu memperhatikan atau berakar dalam cara hidup kristiani. Para Imam dengan cerdas dan bijak menggunakan media sosial sebagai suatu bentuk rasa syukur akan kekayaan intelektual manusia yang diberikan Tuhan di dunia dan melihat kehadiran media sosial sebagai suatu bentuk inovasi terbaru dalam melayani umat secara lebih realtime dan interaktif.","PeriodicalId":485650,"journal":{"name":"Deliberatio Jurnal Mahasiswa Komunikasi","volume":"39 3","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-10-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"136232799","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Theresia Rosario Sia Malen, Lukas Lebi Daga, I Gusti Ayu Rina Pietriani
{"title":"POLA KOMUNIKASI ANTARPRIBADI PADA ANAK PANTI ASUHAN","authors":"Theresia Rosario Sia Malen, Lukas Lebi Daga, I Gusti Ayu Rina Pietriani","doi":"10.59895/deliberatio.v3i2.155","DOIUrl":"https://doi.org/10.59895/deliberatio.v3i2.155","url":null,"abstract":"Penelitian ini berjudul Pola Komunikasi antarpribadi Pengasuh dengan Anak Asuh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendekripsikan proses terjadinya pola komunikasi antapribadi pengasuh dengan anak asuh, dan juga untuk mengetahui apa saja faktor penghambat dan pendukung terjalinnya komunikasi antarpribadi pengasuh dan anak asuh tersebut. Metode penelitian pada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan menggunakan metode studi kasus. Sumber data pada penelitian ini didapatkan melalui observasi langsung, wawancara dan dokumen-dokumen terkait. Teori yang digunakan adalah Self Disclosure yang mengkaji mengenai tindakan pengungkapan informasi pribadi yang pada umumnya dirahasiakan berupa pemikiran, perasaan, dan perilaku, secara sengaja kepada orang lain yang belum mengetahuinya. Hasil dari penelitian ini telah membuktikan bahwa pola komunikasi antarpribadi sangat efektif dalam membantu setiap pengasuh di panti asuhan untuk menjalin komunikasi yang positif dengan anak asuh. Melalui komunikasi antarpribadi ini juga, efektif dalam membantu setiap anak untuk membuka diri kepada para pengasuh mereka. Adapun faktor pendukung dalam Pola Komunikasi adalah keterbukaan, empati, dukungan dan rasa positif, sedangkan faktor penghambat adalah bahasa, intelegensi, tertutup dan kepribadian.","PeriodicalId":485650,"journal":{"name":"Deliberatio Jurnal Mahasiswa Komunikasi","volume":"51 6","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-10-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"136233717","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}