Nurul Rezkiyah Wahyuningsih, Irma Rahayu, Mukhlishah Sam, Teknik Arsitektur Universitas, Islam Negeri, Alauddin Makassar
{"title":"Penerapan Arsitektur Bioklimatik Pada Rumah Susun Sewa Di Kabupaten Bantaeng","authors":"Nurul Rezkiyah Wahyuningsih, Irma Rahayu, Mukhlishah Sam, Teknik Arsitektur Universitas, Islam Negeri, Alauddin Makassar","doi":"10.24252/timpalaja.v5i1a12","DOIUrl":"https://doi.org/10.24252/timpalaja.v5i1a12","url":null,"abstract":"Abstrak_Kepadatan penduduk di Kabupaten Bantaeng mengalami pertumbuhan selama sepuluh tahun. Salah satu solusi untuk menjawab persoalan perlunya permukiman di pusat perkotaan akan sangat membantu Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) karena lapangan kerja belum terbentuk atau masih dalam status kontrak dimana mereka masih diperbolehkan berpindah dari satu tempat ke tempat lain atau bekerja. Sebaliknya, perubahan iklim yang ekstrim yang selalu berubah setiap waktu dapat menimbulkan masalah pada kondisi lingkungan tempat tinggal Anda khususnya iklim di wilayah Kabupaten Bantaeng. Penelitian ini bertujuan untuk merancang rumah susun sewa di Kabupaten Bantaeng dengan menerapkan konsep Bioklimatik. Metode penelitian yang digunakan adalah survei, pengumpulan data primer melalui survei/observasi lapangan dan wawancara. Pengumpulan data sekunder diperoleh dari studi pustaka, jurnal atau karya ilmiah yang berkaitan dengan judul, buku, bahan bacaan yang berkaitan dengan judul, dan kepustakaan lainnya. Data eksploratif berupa hasil analisis data primer dan data sekunder. Perencanaan rumah susun sewa di Kabupaten Bantaeng diharapkan agar bangunan dapat merespon iklim sekitar dan penghuni nyaman tinggal di dalam bangunan dengan mengadopsi arsitektur bioklimatik.","PeriodicalId":380835,"journal":{"name":"TIMPALAJA : Architecture student Journals","volume":"37 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"117110316","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Suriani Binti Masri¹, Irma Rahayu, Nursyam³ Teknik, Arsitektur Universitas, Islam Negeri, Alauddin Makassar, Kata Kunci, Pandemi
{"title":"Penerapan Post Pandemic Design Pada Apartemen Di Masa Sekarang","authors":"Suriani Binti Masri¹, Irma Rahayu, Nursyam³ Teknik, Arsitektur Universitas, Islam Negeri, Alauddin Makassar, Kata Kunci, Pandemi","doi":"10.24252/timpalaja.v5i1a11","DOIUrl":"https://doi.org/10.24252/timpalaja.v5i1a11","url":null,"abstract":"Desain Pasca Pandemi adalah bagaimana seorang arsitek dapat merancang atau membangun ruang desain di masa pandemi ini. Selain itu, bagaimana seorang arsitek dapat merancang ruang yang biasanya ditujukan untuk kelompok kecil agar dengan cepat dan mudah mengakomodasi jarak sosial yang tidak hanya mengurangi tingkat hunian? Bagaimana mencari solusi melalui sistem mekanik, lighting, partisi, dan furniture, bahkan beredar. Pandemi adalah wabah penyakit yang terjadi serentak di mana-mana, mencakup wilayah geografis yang luas, baik itu seluruh negara atau benua .","PeriodicalId":380835,"journal":{"name":"TIMPALAJA : Architecture student Journals","volume":"90 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-25","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"126074236","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Penerapan Arsitektur Organik Pada Pusat Pelatihan Musik Di Kota Makassar","authors":"Sasa Margapita, Marwati Marwati, Andi Herniwati","doi":"10.24252/timpalaja.v5i1a10","DOIUrl":"https://doi.org/10.24252/timpalaja.v5i1a10","url":null,"abstract":"Pusat Pelatihan Musik adalah tempat yang mewadahi segala kegiatan yang berkaitan dengan ekspresi seseorang dalam bermusik, yang mewadahi kegiatan belajar mengajar tentang irama, lagu, dan ciri-ciri yang dihasilkan oleh suara manusia atau alat musik yang dapat mengeluarkan suara. Beberapa jenis musik yang dikenal di Makassar akan dilaksanakan di Music Training Center, yaitu musik tradisional dan modern. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk merancang Music Training Center dengan menggunakan konsep arsitektur organik dengan prinsip Frank Lloyd Wright yaitu Building as nature, Continuous present, Form Follows Flow, Of the people, dan Of the material yang berlokasi di Jalan Tanjung. Bunga, Kota Makassar. Metode pembahasan diawali dengan pengumpulan data, pengolahan melalui analisis dan sintesis data, kemudian diolah menjadi konsep desain. Pengumpulan data menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil perancangan antara lain menerapkan arsitektur organik pada bentuk dan tampilan fasad dan interior bangunan serta menggunakan beberapa atribut fisik lingkungan agar bangunan dapat lebih menghargai alam, menyatu dengan alam, dan selaras dengan lingkungannya.","PeriodicalId":380835,"journal":{"name":"TIMPALAJA : Architecture student Journals","volume":"20 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-23","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"116262664","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Preferensi Jarak Personal Pengunjung Mall Nipah Makassar","authors":"Saskia Pratiwi Suwarni, Nurhikmayanti Nurhikmayanti, Mayaddah Syuaib","doi":"10.24252/timpalaja.v5i1a9","DOIUrl":"https://doi.org/10.24252/timpalaja.v5i1a9","url":null,"abstract":"Abstrak_Perilaku dasar manusia karena adanya dorongan dari dalam. Bisnis karena kebutuhan. Sehingga perilaku itu terjadi karena adanya dorongan untuk memenuhi kebutuhan. Dapat disimpulkan bahwa perilaku adalah kegiatan atau kegiatan manusia yang timbul karena adanya rangsangan, baik yang dapat diamati secara langsung maupun tidak langsung. perilaku adalah kesadaran akan struktur sosial masyarakat, sebuah gerakan kolektif yang dinamis pada masa Clovis Heimsath (1988). Perilaku manusia dipahami sebagai pembentuk arsitektur tetapi juga dapat membentuk perilaku manusia. Seperti yang telah dinyatakan oleh Winston Churchill (1943) dalam Laurens (2004), “Kita membentuk bangunan kita; lalu mereka membentuk kita”. Manusia membangun bangunan untuk memenuhi kebutuhannya, kemudian bangunan tersebut membentuk perilaku manusia yang tinggal di bangunan tersebut. Bangunan yang dirancang oleh manusia yang awalnya dibangun untuk memenuhi kebutuhan manusia mempengaruhi bagaimana manusia menjalani kehidupan sosial dan nilai-nilai dalam kehidupan. Ini menyangkut stabilitas antara arsitektur dan masyarakat, di mana keduanya hidup dalam harmoni lingkungan. Nipah Mall merupakan mall keluarga dengan konsep open-air untuk menyediakan segala kebutuhan keluarga dalam satu tempat, seperti tempat berbelanja dan tempat bermain. Bangunan ini didasarkan pada prinsip-prinsip green building design. Yang menarik dari bangunan ini adalah dibuat dengan banyak bukaan sehingga menghasilkan konsep yang natural dan hemat energi.","PeriodicalId":380835,"journal":{"name":"TIMPALAJA : Architecture student Journals","volume":"4 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-21","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"124753269","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Andi Nurjannah A. Tenri Rawe, Ratriana Said, A. Alfiah
{"title":"Penerapan Arsitektur Perilaku Dalam Perancangan Kampung Vertikal Di Kota Makassar","authors":"Andi Nurjannah A. Tenri Rawe, Ratriana Said, A. Alfiah","doi":"10.24252/timpalaja.v5i1a8","DOIUrl":"https://doi.org/10.24252/timpalaja.v5i1a8","url":null,"abstract":"Kepadatan penduduk merupakan isu penting bagi suatu negara, khususnya Indonesia, karena dampaknya yang sangat besar terhadap kemajuannya. Secara demografis dan aspek pembangunan, Kota Makassar merupakan salah satu kota terbesar di Indonesia yang dihuni oleh berbagai suku bangsa. Sebagai pusat pelayanan di kawasan timur Indonesia, Kota Makassar berperan dalam pusat perdagangan dan jasa, kegiatan industri, kegiatan pemerintahan, simpul pelayanan angkutan barang dan penumpang, darat, laut, dan udara, serta pusat pelayanan pendidikan dan kesehatan. Hal ini kemudian menyebabkan laju pertumbuhan penduduk di Kota Makassar menjadi tidak terkendali dan tentunya menimbulkan permasalahan pada sektor perumahan. Aspek fisik negatif yang muncul membutuhkan strategi untuk mengatasinya. Untuk mengatasi hal tersebut, kampung vertikal dapat digunakan untuk mengurangi permukiman kumuh dan untuk kebutuhan lahan perumahan di perkotaan khususnya Kota Makassar. Perancangan kampung vertikal menggunakan pendekatan arsitektur perilaku karena pendekatan ini dapat merespon kebutuhan dan perasaan manusia yang menyesuaikan dengan gaya hidup manusia di dalamnya. Pada kenyataannya, imajinasi seorang arsitek dalam proses desain akan menghasilkan hasil yang berbeda setelah proses pemakaian atau hunian. Untuk itu perlu dipahami kebutuhan dasar manusia dan bagaimana desain arsitektur berhubungan dengan perilaku manusia dan lingkungan. Pemilihan lokasi perancangan juga didasarkan pada berbagai kriteria atau pertimbangan antara lain berada di pusat kota, kawasan dengan kepadatan penduduk yang tinggi, dan kawasan pemukiman yang terintegrasi.","PeriodicalId":380835,"journal":{"name":"TIMPALAJA : Architecture student Journals","volume":"39 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-21","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"126336490","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Penerapan Arsitektur Vernakular Dalam Perancangan Kawasan Wisata Adat Kerajaan Bulutana Di Malino Gowa","authors":"Melati Indira Adininggar, Wasilah Sahabuddin, Burhanuddin Amin","doi":"10.24252/timpalaja.v5i1a7","DOIUrl":"https://doi.org/10.24252/timpalaja.v5i1a7","url":null,"abstract":"Keanekaragaman suku bangsa, adat istiadat dan budaya, serta keindahan alam menjadikan Indonesia sebagai negara yang memiliki banyak potensi mengenai objek dan daya tarik wisata yang tidak ada duanya dibandingkan negeri manapun di dunia ini. Dari Sabang hingga Merauke di sepanjang garis khatulistiwa dari Pulau Miangas hingga Pulau Rote terintegrasi dalam wilayah administrasi 34 propinsi didiami oleh ratusan suku bangsa. Sektor pariwisata semakin diperkuat dengan kekayaan adat sampai keindahan alamnya. Kawasan adat Kerajaan Bulutana sangat memiliki potensi terhadap pengembangan kepariwisataan yang terbuka lebar. Lembaga dan masyarakat adat yang masih ada menjadi factor utama dalam menumbuhkembangkan Kawasan Wisata Adat Bulutana sebagai lingkungan tradisional mapan. Perancangan Kawasan Wisata Adat menggunakan pendekatan arsitektur vernakular, pendekatan arsitektur vernakular digunakan pada desain karena dapat menciptakan keserasian dengan kawasan yang sudah ada baik dari segi teknik dan penggunaan material lokal. Selain itu tanggap terhadap iklim, tapak, dan lingkungan. Kawasan Wisata Adat Kerajaan Bulutana ini diharapkan suasana masa lalu dapat dihidupkan kembali. Sehingga dapat menjadi sebuah kawasan yang dikunjungi tidak hanya dengan tujuan untuk berlibur tapi dapat menambah ilmu tentang budaya dan adat istiadat yang telah hilang.","PeriodicalId":380835,"journal":{"name":"TIMPALAJA : Architecture student Journals","volume":"141 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-20","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"116181729","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Allamanda Chatartica, Nursyam³ Teknik, Arsitektur Universitas, Islam Negeri, Alauddin Makassar
{"title":"Revitalisasi Kompleks Pasar dan Terminal Sungguminasa Gowa dengan Konsep Bentuk Arsitektur Modern","authors":"Allamanda Chatartica, Nursyam³ Teknik, Arsitektur Universitas, Islam Negeri, Alauddin Makassar","doi":"10.24252/timpalaja.v5i1a6","DOIUrl":"https://doi.org/10.24252/timpalaja.v5i1a6","url":null,"abstract":"Revitalisasi Kompleks Pasar dan Kawasan Terminal Sungguminasa di Kabupaten Gowa bertujuan untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan masyarakat khususnya di Kabupaten Gowa. Penataan ulang kawasan pasar dan terminal diharapkan mampu mengakomodir kebutuhan masyarakat akibat masalah kemacetan dan ruang pasar yang tidak teratur. Kombinasi pasar dan terminal mendukung aktivitas kota Sungguminasa dan sekitarnya. Analisis deskriptif digunakan dengan metode desain eksploratif dalam menemukan bentuk arsitektur modern yang menggabungkan fungsi terminal dan pasar. Hasil perancangan menemukan bahwa bentuk arsitektur modern sangat cocok dengan bentuk atap segitiga, dan bahannya mudah dibersihkan serta tahan air. Aksesibilitas merupakan faktor penting yang menghubungkan sirkulasi kegiatan antara fungsi terminal dan pasar.","PeriodicalId":380835,"journal":{"name":"TIMPALAJA : Architecture student Journals","volume":"111 3S 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-20","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"128272722","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Penerapan Arsitektur High Tech pada Perancangan Akademi Sepak Bola di Kota Makassar","authors":"Nur Ramadhan, A. Alfiah, M. Sutrisno","doi":"10.24252/timpalaja.v5i1a5","DOIUrl":"https://doi.org/10.24252/timpalaja.v5i1a5","url":null,"abstract":"Akademi Sepakbola merupakan wadah yang dibangun dengan tujuan untuk mendidik dan membina para pemain muda untuk berkembang sehingga melahirkan pemain-pemain yang memiliki kualitas teknik yang baik dan dibekali dengan pengetahuan yang luas tentang sepak bola ditambah dengan dukungan mental dan fisik yang kuat sebagai seorang pemain sepak bola. pemain dan tentunya suatu saat bisa terjun sebagai pemain sepak bola profesional. Perancangan Football Academy ini mengusung tema High Tech Architecture, dimana implementasinya memanfaatkan perkembangan teknologi dan menggunakan elemen struktur yang sangat dominan dengan material fabrikasi pada eksterior dan interior, serta elemen struktur dan utilitas bangunan. Perwujudan citra High Tech Architecture diharapkan mampu memperkuat karakter bangunan yang selaras dengan olahraga sepak bola, yaitu olahraga yang berkembang seiring dengan perkembangan zaman dan mampu menggambarkan fungsi bangunan. baik dalam bidang pendidikan maupun olahraga.","PeriodicalId":380835,"journal":{"name":"TIMPALAJA : Architecture student Journals","volume":"13 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-19","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"116776824","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Ihsan Baharuddin, Burhanuddin Amin, Rahmiani Rahim
{"title":"Pendekatan Arsitektur Organik Pada Perancangan Panti Asuhan Berbasis Kewirausahaan Di Makassar","authors":"Ihsan Baharuddin, Burhanuddin Amin, Rahmiani Rahim","doi":"10.24252/timpalaja.v5i1a2","DOIUrl":"https://doi.org/10.24252/timpalaja.v5i1a2","url":null,"abstract":"Pendekatan Arsitektur Organik Pada Perancangan Panti Asuhan Berbasis Kewirausahaan di Makassar Dalam masyarakat, peran panti asuhan tidak hanya menjadi tempat penampungan bagi anak yatim tetapi juga menjadi peti kehidupan sosial yang berorientasi pada tumbuh kembang anak asuhnya. Hubungan antara 1 anak asuh dan masyarakat tidak semata-mata seperti hubungan antara pemberi dan penerima manfaat, melainkan hubungan mutualistik tetapi tidak berarti mutualistik dalam hal materi. Masyarakat dapat menjadi donor dalam hal sosial apa pun. Panti Asuhan yang merupakan salah satu pundi-pundi kehidupan sosial dapat merangsang kesadaran masyarakat terkait pentingnya peran dan potensi anak di masa depan melalui pengelolaan panti asuhan yang berbasis kewirausahaan. Tujuan utama penerapan basis kewirausahaan tidak semata-mata untuk menghasilkan anak-anak yang ahli dalam transaksi ekonomi, melainkan untuk menanamkan sifat-sifat dasar wirausaha, seperti kejujuran, tanggung jawab, jiwa sosial, dan kemandirian. Arsitektur organik yang diterapkan sebagai pendekatan arsitektur bertujuan untuk memenuhi kebutuhan ruang berdasarkan aspek fisik, sosial, dan terutama mental dengan menerapkan prinsip “Youthful & endless”. Arsitektur organik mendukung basis kewirausahaan dengan merancang bangunan yang berkelanjutan dan menarik dengan menerapkan prinsip “Musik hidup”. Perancangan tersebut juga menerapkan prinsip “Of The Hill” dengan merancang tata letak bangunan yang terpadu (tunggal) untuk permasalahan lahan tapak yang terbatas di Makassar..","PeriodicalId":380835,"journal":{"name":"TIMPALAJA : Architecture student Journals","volume":"14 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-16","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"129901486","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Elvira Dewi Kurnia, Fahmyddin A’raaf Tauhid, Irma Rahayu
{"title":"Waterfront City dengan Pendekatan Arsitektur Berkelanjutan Di Kota Parepare","authors":"Elvira Dewi Kurnia, Fahmyddin A’raaf Tauhid, Irma Rahayu","doi":"10.24252/timpalaja.v5i1a3","DOIUrl":"https://doi.org/10.24252/timpalaja.v5i1a3","url":null,"abstract":"Kota Pare-Pare atau biasa disebut dengan julukan “Pare-Pare Kota Pelabuhan” merupakan kota terbesar kedua di Provinsi Sulawesi Selatan yang terletak di pesisir barat Pulau Sulawesi dan 20 persen wilayahnya merupakan daerah pantai. Maka dari itu, kawasan pesisir pantai Kota Pare-Pare merupakan wilayah yang dapat dikembangkan agar dapat menjadi kawasan yang produktif dan efesien. Sebagai upaya dalam meminimalisir kerusakan serta mewujudkan kawasan yang berproyeksi hingga masa depan maka dalam upaya pengembangan waterfront city menerapkan pendekatan arsitektur berkelanjutan pada sistem sirkulasi dan penggunaan material agar dapat mewujudkan kawasan kota tepi pantai dengan sirkulasi yang efesien yang saling terhubung dalam pencapaian dari pusat kota menuju kawasan dan antar fungsi pada kawasan serta pemanfaatan material yang berkelanjutan.","PeriodicalId":380835,"journal":{"name":"TIMPALAJA : Architecture student Journals","volume":"27 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-16","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"115675842","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}