{"title":"Penerapan Arsitektur Vernakular Dalam Perancangan Kawasan Wisata Adat Kerajaan Bulutana Di Malino Gowa","authors":"Melati Indira Adininggar, Wasilah Sahabuddin, Burhanuddin Amin","doi":"10.24252/timpalaja.v5i1a7","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Keanekaragaman suku bangsa, adat istiadat dan budaya, serta keindahan alam menjadikan Indonesia sebagai negara yang memiliki banyak potensi mengenai objek dan daya tarik wisata yang tidak ada duanya dibandingkan negeri manapun di dunia ini. Dari Sabang hingga Merauke di sepanjang garis khatulistiwa dari Pulau Miangas hingga Pulau Rote terintegrasi dalam wilayah administrasi 34 propinsi didiami oleh ratusan suku bangsa. Sektor pariwisata semakin diperkuat dengan kekayaan adat sampai keindahan alamnya. Kawasan adat Kerajaan Bulutana sangat memiliki potensi terhadap pengembangan kepariwisataan yang terbuka lebar. Lembaga dan masyarakat adat yang masih ada menjadi factor utama dalam menumbuhkembangkan Kawasan Wisata Adat Bulutana sebagai lingkungan tradisional mapan. Perancangan Kawasan Wisata Adat menggunakan pendekatan arsitektur vernakular, pendekatan arsitektur vernakular digunakan pada desain karena dapat menciptakan keserasian dengan kawasan yang sudah ada baik dari segi teknik dan penggunaan material lokal. Selain itu tanggap terhadap iklim, tapak, dan lingkungan. Kawasan Wisata Adat Kerajaan Bulutana ini diharapkan suasana masa lalu dapat dihidupkan kembali. Sehingga dapat menjadi sebuah kawasan yang dikunjungi tidak hanya dengan tujuan untuk berlibur tapi dapat menambah ilmu tentang budaya dan adat istiadat yang telah hilang.","PeriodicalId":380835,"journal":{"name":"TIMPALAJA : Architecture student Journals","volume":"141 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2023-06-20","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"TIMPALAJA : Architecture student Journals","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.24252/timpalaja.v5i1a7","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Abstract
Keanekaragaman suku bangsa, adat istiadat dan budaya, serta keindahan alam menjadikan Indonesia sebagai negara yang memiliki banyak potensi mengenai objek dan daya tarik wisata yang tidak ada duanya dibandingkan negeri manapun di dunia ini. Dari Sabang hingga Merauke di sepanjang garis khatulistiwa dari Pulau Miangas hingga Pulau Rote terintegrasi dalam wilayah administrasi 34 propinsi didiami oleh ratusan suku bangsa. Sektor pariwisata semakin diperkuat dengan kekayaan adat sampai keindahan alamnya. Kawasan adat Kerajaan Bulutana sangat memiliki potensi terhadap pengembangan kepariwisataan yang terbuka lebar. Lembaga dan masyarakat adat yang masih ada menjadi factor utama dalam menumbuhkembangkan Kawasan Wisata Adat Bulutana sebagai lingkungan tradisional mapan. Perancangan Kawasan Wisata Adat menggunakan pendekatan arsitektur vernakular, pendekatan arsitektur vernakular digunakan pada desain karena dapat menciptakan keserasian dengan kawasan yang sudah ada baik dari segi teknik dan penggunaan material lokal. Selain itu tanggap terhadap iklim, tapak, dan lingkungan. Kawasan Wisata Adat Kerajaan Bulutana ini diharapkan suasana masa lalu dapat dihidupkan kembali. Sehingga dapat menjadi sebuah kawasan yang dikunjungi tidak hanya dengan tujuan untuk berlibur tapi dapat menambah ilmu tentang budaya dan adat istiadat yang telah hilang.