Sunarno Sunarno, N. Amalia, Sundari Nursofiah, Tati Febrianti
{"title":"PENGGUNAAN ENRICHMENT-SELECTIVE MEDIUM UNTUK MENINGKATKAN SENSITIFITAS PEMERIKSAAN LABORATORIUM DIFTERI","authors":"Sunarno Sunarno, N. Amalia, Sundari Nursofiah, Tati Febrianti","doi":"10.22435/sel.v7i1.3555","DOIUrl":"https://doi.org/10.22435/sel.v7i1.3555","url":null,"abstract":"Konfirmasi laboratorium kasus difteri dilakukan dengan isolasi dan tes toksigenisitas bakteri penyebab difteri menggunakan metode konvensional berbasis kultur. Metode konvensional memiliki keterbatasan dalam hal sensitivitas pemeriksaan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji penggunaan darah domba + telurit sebagai enrichment-selective medium untuk meningkatkan sensitivitas pemeriksaan laboratorium difteri dengan metode konvensional. Sebanyak 18 spesimen klinis (swab tenggorok) penderita difteri digunakan sebagai sampel penelitian. Swab tenggorok tersebut sebelumnya telah digunakan untuk pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (PCR) sehingga proses ekstraksi DNA menyebabkan jumlah sel bakteri yang tertinggal menjadi sangat terbatas. Sel bakteri tersebut ditumbuhkan menggunakan 2 cara yang berbeda, yaitu inokulasi langsung dan inokulasi yang didahului dengan penggunaan enrichment-selective medium. Hasil identifikasi bakteri penyebab difteri dibandingkan antara keduanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inokulasi secara langsung hanya berhasil mengisolasi dan mengidentifikasi bakteri penyebab difteri (Corynebacterium diphtheriae) pada 3 dari 18 sampel yang diperiksa. Sebaliknya dengan penggunaan enrichment-selective medium, bakteri penyebab difteri berhasil diisolasi dan diidentifikasi pada 9 dari 18 sampel yang diperiksa. Oleh karena itu, disimpulkan bahwa enrichment-selective medium (darah domba + telurit) dapat digunakan untuk meningkatkan sensitivitas pemeriksaan laboratorium difteri. \u0000Laboratory confirmation for diphtheria cases are performed by using conventional culture-based method for isolation/identification and toxigenicity of the bacteria causing diphtheria. This method has limitation in its sensitivity. This study aimed to examine the sensitivity of sheep blood + tellurite as the enrichment selective medium to improve the sensitivity of the conventional method. The samples were 18 clinical specimens (throat swabs) obtained from diphtheria patient, which had been used for Polymerase Chain Reaction (PCR) assay, therefore the DNA extraction process caused the number of bacteria cells to be very limited. The samples were cultured by two different methods, directly on the agar medium and indirectly through enrichment selective medium previously. The result showed that the directly inoculation could isolate C. diphtheriae as many as 3 out of 18 samples, whereas indirectly method by using enrichment selective medium could isolate and identify 9 out of 18 samples. In conclusion, enrichment selective medium (sheep blood + tellurite) may improve the examination sensitivity of bacteria causing diphtheria identification in the laboratory.","PeriodicalId":377376,"journal":{"name":"Sel Jurnal Penelitian Kesehatan","volume":"25 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-07-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"125219219","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"SIRKULASI KAPILER KAKI PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE-2 MELALUI RENDAM KAKI DENGAN MINYAK TANAH GARAM DINGIN DI PUSKESMAS BAITUSSALAM KABUPATEN ACEH BESAR","authors":"Setio Budi Raharjo, A. Amiruddin","doi":"10.22435/sel.v7i1.3564","DOIUrl":"https://doi.org/10.22435/sel.v7i1.3564","url":null,"abstract":"Sirkuasi perifer kaki pasien DM Tipe 2 sangat tergantung pada nilai ankle brachial index (ABI). Untuk mengoptimalkan nilai ABI dalam batas normal, maka peneliti memberikan terapi non farmakalogi. Implementasi non farmakologi ini membantu meningkatkan sirkulasi perifer kaki dan bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah minyak tanah, garam dapur dan es batu. Penelitian menggunakan randomized block design research, terdiri dari 4 perlakuan dengan masing-masing perlakuan pada kelompok: A= hanya diberi minyak tanah (1 liter) sebagai kelompok kontrol; B=diberi minyak tanah 1 liter: 500 gram garam: 500 gram es batu; C= diberi minyak tanah 1 liter: 750 gram garam: 750 gram es batu; dan D= diberi minyak tanah 1 liter: 1 Kg garam: 1 Kg es batu. Random sampling dilakukan dengan komputer. Hasil penelitian diperoleh bahwa intervensi rendam kaki minyak tanah garam dingin yang memberikan dampak nyata pada nilai ABI pasien DM Tipe 2, yaitu perlakuan C yaitu rendam kaki dengan larutan 1 liter tanah: 750 gram garam: dan 750 gram es batu. Komposisi larutan yang paling berpengaruh terhadap perubahan nilai ABI pasien DM Tipe 2 adalah 1 liter minyak tanah: 750 gram garam: 750 gram es batu. Kesimpulan, penelitian ini telah menunjukkan bahwa sirkulasi perifer kaki pasien DM Tipe 2 dapat ditingkatkan melalui rendam kaki dengan minyak tanah garam dingin. \u0000Circulation of the peripheral feet of patients with Type 2 diabetes is very dependent on the value of the ankle brachial index (ABI). To optimize the ABI value within normal limits, the researchers provided nonpharmacological therapy. This nonpharmacological implementation helps improve the peripheral circulation of the feet and the materials used in this study are kerosene, table salt and ice cubes. The research used randomized block design research, consisting of 4 treatments with each treatment in the group: A = only given kerosene (1 liter) as a control group; B = oiled with 1 liter of soil: 500 grams of salt: 500 grams of ice cubes; C = oiled with 1 liter of soil: 750 grams of salt: 750 grams of ice cubes; and D = oiled with 1 liter of soil: 1 kg of salt: 1 kg of ice cubes. Random sampling is done by computer. The results showed that the cold salt kerosene foot soaking intervention had a significant impact on the ABI value of Type 2 DM patients, namely treatment C, namely soaking the feet with a solution of 1 liter of soil: 750 grams of salt: and 750 grams of ice cubes. The composition of the solution that most influences changes in the ABI value of Type 2 DM patients is 1 liter of kerosene: 750 grams of salt: 750 grams of ice cubes. Conclusion, this study has shown that the peripheral circulation of the feet of patients with type 2 diabetes can be improved by soaking the feet with cold salt kerosene.","PeriodicalId":377376,"journal":{"name":"Sel Jurnal Penelitian Kesehatan","volume":"6 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-07-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"133737766","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"PERSEPSI PENGURUS PESANTREN TRADISIONAL TERHADAP HUKUM MEROKOK DAN DAMPAK MEROKOK DENGAN INTENSI BERHENTI MEROKOK DI KABUPATEN PIDIE JAYA","authors":"R. Razali, Fahmi Ichwansyah, A. Abubakar","doi":"10.22435/sel.v7i1.2322","DOIUrl":"https://doi.org/10.22435/sel.v7i1.2322","url":null,"abstract":"Aceh merupakan salah satu provinsi dengan persentase perokok yang sangat tinggi yaitu 29,3%. Banyak penelitian yang telah dilakukan untuk mengkaji faktor yang mempengaruhi perilaku merokok namun belum banyak yang mengkaji mengenai intensi berhenti merokok terutama pada kalangan pesantren. Penelitian ini akan mengkaji persepsi terhadap hukum dan dampak merokok dengan intesi berhenti merokok pada pengurus pesantren tradisional di Kabupaten Pidie Jaya. Jenis penelitian analitik dengan desain potong lintang. Populasi dalam penelitian pengurus yang menetap di pesantren tradisional. Sampel penelitian sebanyak 96 orang dengan menggunakan teknik proporsional random sampling. Analisis data dengan menggunakan regresi linear. Hasil penelitian didapatkan ada pengaruh persepsi terhadap dampak merokok terhadap intensi berhenti merokok (p=0,002), dan tidak ada pengaruh persepsi hukum merokok terhadap intensi berhenti merokok. Faktor yang internal yang berpengaruh terhadap intensi berhenti merokok adalah lama merokok (p=0,001), jumlah rokok (p=0,009), pendidikan (p=0,006) dan lingkungan (p=0,001). Faktor eksternal meliputi iklan dampak merokok (p=0,001) berpengaruh terhadap intensi berhenti merokok. Kesimpulan dari penelitian ini secara tidak langsung faktor internal melalui persepsi terhadap dampak merokok mempunyai pengaruh terhadap intensi berhenti merokok. Namun tidak mempunyai pengaruh jika melalui persepsi terhadap hukum. Kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Pidie Jaya agar dapat meningkatkan kampanye tentang bahaya dari rokok serta meningkatkan konseling kepada perokok aktif yang ingin berhenti merokok. Perlu peningkatan pengawasan terhadap tempat-tempat yang menjadi kawasan tanpa rokok sehingga dapat meningkatkan keinginan berhenti merokok. \u0000Aceh is one of the provinces with a very high percentage of smokers at 29.3%. Much research has been done to examine the factors that influence smoking behavior, but not many have examined the intentions of quitting smoking, especially among pesantren. This study will examine perceptions of the law and the impact of smoking with the cessation of smoking cessation at traditional islamic boarding school administrators in Pidie Jaya Regency. This type of analytic research with cross sectional study design. The population in the study of administrators who settled in Traditional Pesantren. The research sample of 96 people using proportional random sampling technique. Data analysis using a linear regression with the stata program. The effect of perception on the impact of smoking on the intention to stop smoking (p=0.002), there was no effect of the perception of smoking law on the intention to stop smoking. Internal factors that influence the intention to stop smoking are smoking duration (p=0.001), number of cigarettes (p=0.009), education (p=0.006) and environment (p=0.001). External factors include advertising the impact of smoking (p=0.001) effect on the intention to stop smoking. The conclusion of this study indirectly ","PeriodicalId":377376,"journal":{"name":"Sel Jurnal Penelitian Kesehatan","volume":"59 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-07-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"116649544","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Noni Zakiah, Vonna Aulianshah, T. Hidayatullah, F. Hanum
{"title":"EFEK EKSTRAK ETANOL BIJI LABU KUNING (CUCURBITA MOSCHATA DUCHESNE) SEBAGAI ANTELMINTIK PADA CACING GELANG (ASCARIDIA GALLI)","authors":"Noni Zakiah, Vonna Aulianshah, T. Hidayatullah, F. Hanum","doi":"10.22435/sel.v7i1.2341","DOIUrl":"https://doi.org/10.22435/sel.v7i1.2341","url":null,"abstract":"Kegunaan labu kuning di Indonesia masih sebatas daging buah yang dapat diolah menjadi panganan seperti kue basah, kolak dan sayur berkuah. Secara empiris, biji labu kuning telah digunakan untuk mengatasi cacingan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui mortalitas cacing gelang (Ascaridia galli) dalam ekstrak etanol biji labu kuning (Cucurbita moschata Duchesne). Penelitian ini menggunakan 25 ekor Ascaridia galli yang dibagi menjadi 5 kelompok, kelompok I kontrol negatif menggunakan larutan NaCl fisiologis, kelompok II kontrol positif menggunakan larutan pirantel pamoat 0,5 %, kelompok III, IV dan V berturut-turut menggunakan 25 mg/ml, 50 mg/ml dan 100 mg/ml ekstrak etanol biji labu kuning. Parameter penelitian ini ditentukan dengan melihat persentase nilai skor pasca inkubasi 12 jam, 24 jam, dan 36 jam. Skor 3 diberikan apabila seluruh tubuh Ascaridia galli bergerak, skor 2 diberikan jika hanya sebagian tubuh Ascaridia galli bergerak, skor 1 jika Ascaridia galli diam tetapi masih hidup, dan skor 0 apabila Ascaridia galli mati. Hasil uji in vitro dengan perlakuan 25 mg/ml ekstrak etanol biji labu kuning menyebabkan kematian 3 ekor Ascaridia galli atau 60% pasca inkubasi 36 jam, sedangkan ekstrak etanol biji labu kuning dengan perlakuan 50 mg/ml, 100 mg/ml dan kelompok kontrol positif mengakibatkan kematian 4 ekor Ascaridia galli atau 80% pasca inkubasi 36 jam. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa ekstrak etanol biji labu kuning (Cucurbita moschata Duchesne) dosis 25 mg/ml, 50 mg/ml, dan 100 mg/ml secara in vitro dalam waktu 36 jam mampu mengakibatkan mortalitas Ascaridia galli. \u0000The use of yellow pumpkin in Indonesia is still limited to fruit meat that can be processed into snacks such as soggy cakes, porridge and vegetable soup. This research was conducted to determine the mortality of Ascaridia galli in ethanol extract of yellow pumpkin seeds (Cucurbita moschata Duchesne). This study used 25 Ascaridia galli which were divided into 5 groups, group I was negative control using physiological NaCl solution, group II was positive control using 0.5% pirantel pamoate solution, group III, IV and V respectively used 25 mg / ml, 50 mg/ml and 100 mg/ml ethanol extract of yellow pumpkin seeds. The parameters of this study were determined by looking at the percentage of post-incubation scores 12 hours, 24 hours, and 36 hours. A score of 3 is given if the whole body of Ascaridia galli moves, a score of 2 is given if only part of the body of Ascaridia galli moves, a score of 1 if Ascaridia galli is still but still alive, and a score of 0 if Ascaridia galli dies. In vitro test results with 25 mg/ml ethanol extract of pumpkin seeds caused 3 deaths of Ascaridia galli or 60% after incubation for 36 hours, while ethanol extract of yellow pumpkin seeds treated with 50 mg / ml, 100 mg/ml and positive control group resulting in the death of 4 Ascaridia galli or 80% after 36 hours incubation. From the results of the study concluded that the ethanol extract of ye","PeriodicalId":377376,"journal":{"name":"Sel Jurnal Penelitian Kesehatan","volume":"82 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-07-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"116107198","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"GAMBARAN KEJADIAN TB ANAK BERDASARKAN CAKUPAN IMUNISASI BCG DAN LINGKUNGAN RUMAH DI PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2017 DAN 2018","authors":"Nungki Hapsari Suryaningtyas, Nur Inzana","doi":"10.22435/sel.v7i1.3453","DOIUrl":"https://doi.org/10.22435/sel.v7i1.3453","url":null,"abstract":"Kasus Tuberkulosis (TB) anak di Jawa Tengah menunjukkan peningkatan pada tahun 2018. Upaya untuk mencegah kasus TB anak antara lain dengan pemberian imunisasi BCG, perilaku hidup bersih dan sehat, membudayakan perilaku etika batuk, melakukan pemeliharaan dan perbaikan kualitas perumahan dan lingkungannya sesuai dengan standar rumah sehat, peningkatan daya tahan tubuh, penanganan penyakit penyerta TB dan penerapan pencegahan dan pengendalian infeksi. Studi ini ditujukan untuk menganalisis gambaran kejadian TB anak di Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2017 dan 2018 dan mendapatkan gambaran hubungan TB anak dengan cakupan imunisasi BCG dan lingkungan rumah (rumah sehat dan perilaku hidup bersih dan sehat). Penelitian ini merupakan analisis lanjut data sekunder yang bersumber dari data profil kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah tahun 2017 dan 2018. Data dianalisis menggunakan korelasi bivariat (Pearson) untuk melihat hubungan yang bermakna secara statistik, dengan α=0,005. Data juga diolah menggunakan pemetaan pada setiap variabel untuk mendapatkan visualisasi mengenai hubungan antara variabel utama dengan variabel prediktor. Hasil menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara jumlah kasus TB anak dengan jumlah rumah tangga ber-PHBS dengan korelasi sedang baik di tahun 2017 maupun 2018. Secara spasial cakupan imunisasi BCG, jumlah rumah sehat dan jumlah rumah tangga ber-PHBS tidak menunjukkan pengaruh terhadap jumlah kasus TB anak di Provinsi Jawa Tengah. Disarankan dapat memprioritaskan cakupan imunisasi BCG, pemantauan rumah sehat dan penerapan PHBS pada masyarakat terutama di wilayah tengah dan timur Provinsi Jawa Tengah. \u0000Cases of Tuberculosis for children in Central Java show an increase in 2018. Prevention efforts to prevent cases of TB for children are BCG immunization, clean and healthy living behavior, maintaining and improving the quality of housing and the environment in accordance with home standards healthy, increasing endurance, handling TB comorbidities and implementing infection prevention and control. This study aims to analyze the description of the incidence of TB in children in Central Java Province in 2017 and 2018 and get a visualization of relationship of TB in children with coverage of BCG immunization and the home environment (healthy house and clean and healthy living behaviors). This study is a further analysis of secondary data sourced from the health profile data of the Health Office of Central Java Province in 2017 and 2018. Data were analyzed using bivariate correlation (Pearson) to see a statistically significant relationship, with α=0.005. The data is also processed using mapping on each variable to get a visualization of the relationship between the main variable and the predictor variable. The results show that there is a significant relationship between the number of TB cases of children with the number of PHBS households with a moderate correlation in both 2017 and 2018. Spatially, the coverage of ","PeriodicalId":377376,"journal":{"name":"Sel Jurnal Penelitian Kesehatan","volume":"12 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-07-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"127523405","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Simulasi Docking Senyawa Aktif Daun Binahong Sebagai Inhibitor Enzyme Aldose Reductase","authors":"Andrio Suhadi, Rizarullah Rizarullah*, Feriyani Feriyani","doi":"10.22435/sel.v6i2.1651","DOIUrl":"https://doi.org/10.22435/sel.v6i2.1651","url":null,"abstract":"The metabolic syndrome is the cause of death around the world caused by diabetic mellitus. Binahong leaf is a kind of plant that is widely used to treat various diseases. This study aims to investigate the inhibitory activity of binahong leaves compound in inhibiting the aldose reductase which has role of converting glucose into sorbitol by docking simulation. The compound of binahong leaves consists of ursolic acid, vitexin, and oleonolic acid (ligand testing). These compound were taken from PubChem site, while aldose reductase enzyme (receptor) was obtained from the world protein bank with PDB 2HV5 code. This study incorporated in silica technique by using Auto dock vina software, Discovery Studio and Ligplot as visualization. The result of grid box optimization by redocking comparative ligand was 0.7Å RMSD. The docking result showed that the free Gibbs energy (∆G) of aldose reductase was (-11.7), Vitexin (-8.3), Ursolic acid (-7.7) and Oleonolic acid (-8.6). These value suggested that there was a stable inhibition reaction from the binahong leaves compound and the comparative ligand. Based on the Lipinski Rule, the composition of binahong leaves compound meets the Lipinski Rule criteria which means this medicine can be used orally except for vitexin and comparative ligands of zopolrestate which exceed the number of the atom.","PeriodicalId":377376,"journal":{"name":"Sel Jurnal Penelitian Kesehatan","volume":"114 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-11-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"133963564","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Perilaku Minum Obat Massal Filariasis Di Desa Pihaung Dan Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara","authors":"Paisal Paisal, Nita Rahayu, Annida Annida","doi":"10.22435/sel.v6i2.2233","DOIUrl":"https://doi.org/10.22435/sel.v6i2.2233","url":null,"abstract":"Di dunia, terdapat sekitar 886 juta orang yang berisiko terkena filariasis dan membutuhkan obat pencegahan. Di Indonesia, ada lebih dari 14 ribu orang penderita filariasis kronis pada 2014. Di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), ditemukan 14 orang penderita positif filariasis pada 2004. Di Kabupaten tersebut, dilakukan pemberian obat pencegahan massal selama 5 tahun (2007-2011), tetapi transmission assessment survey (TAS) yang dilakukan pada 2012 hasilnya melewati critical cut of risk. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perilaku minum obat massal filariasis di Kabupaten Hulu Sungai Utara. Penelitian ini memiliki desain potong lintang. Waktu pengambilan sampel yaitu pada September 2017. Pengambilan sampel dilakukan di Desa Pihaung dan Desa Banjang. Rumah dipilih dengan teknik systematic random sampling. Semua orang yang ada dalam rumah, yang memenuhi kriteria sampel diwawancarai. Sebanyak 620 orang terpilih menjadi responden, terdiri dari 283 laki-laki dan 337 perempuan. Responden yang ikut pengobatan massal filariasis hanya 453 (73%) orang. Ada responden yang tidak minum obat yang didapatnya (8,8%) atau hanya minum sebagian obat saja (9,1%). Hampir seluruh responden minum obat di rumah (96,9%) dan diminum malam hari (91,8%). Alasan tidak minum obat adalah kurang berminat/sibuk (31,4%), tidak mengerti manfaat obat (25,1%), tidak tahu program yang sedang berlangsung, atau sedang tidak berada di desa (14,5%), merasa sehat, atau anggapan akan sakit jika minum obat tersebut (12,1%). Kualitas program ini perlu diperbaiki agar responden mau minum semua obat dan meminumnya di depan petugas kesehatan. Selain itu, sosialisasi manfaat obat bagi masyarakat secara keseluruhan perlu ditingkatkan.","PeriodicalId":377376,"journal":{"name":"Sel Jurnal Penelitian Kesehatan","volume":"379 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-11-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"115638614","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Status Kerentanan Aedes Aegypti (Linn.) Terhadap Insektisida Dan Kaitannya Dengan Kejadian Kasus Demam Berdarah Di Kota Banda Aceh","authors":"Isfanda Isfanda, Ade Kiki Riezky","doi":"10.22435/sel.v6i1.1727","DOIUrl":"https://doi.org/10.22435/sel.v6i1.1727","url":null,"abstract":"Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit infeksi virus akut menular. Penyakit DBD ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti yang mengandung virus dengue dalam kelenjar saliva untuk di transmisikan ke tubuh hospes melalui gigitan. Pengendalian vektor secara kimiawi dengan menggunakan insektisida merupakan cara yang paling efektif dalam memutuskan rantai penularan penyakit DBD. Penggunaan insektisida yang sama secara terus menerus akan menyebabkan resistensi terhadap serangga sasaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data status kerentanan nyamuk Ae. aegypti terhadap insektisida malation dan deltametrin. Sampel telur nyamuk dari empat Kecamatan yang dipilih lokasinya sesuai dengan banyaknya kasus selama lima tahun terakhir. Telur Ae. aegypti yang dikumpulkan dari masing-masing lokasi ditetaskan secara terpisah. Insektisida yang digunakan untuk pengujian menggunakan kertas berinsektisida (impregnated paper) malation 0,8% dan deltametrin 0,05% dengan menggunakan WHO test kit. Hasil analisis menunjukkan lima dari delapan lokasi yang di uji telah resisten terhadap malation 0,8%, dan tujuh dari delapan Gampong telah resisten terhadap deltametrin 0,05%. Adapun dua Gampong yang masih rentan terhadap malation yaitu Gampng Ateuk Pahlawan, dan Jeulingke. Gampong yang masih toleran terhadap malation yaitu Punge Blang Cut. Sedangkan Gampong yang masih toleran terhadap deltametrin yaitu Ateuk Pahlawan. Desa Sukaramai merupakan daerah yang paling resisten terhadap malation yang merupakan daerah yang paling tinggi angka kasus DBD di Kota Banda Aceh selama lima tahun terakhir.","PeriodicalId":377376,"journal":{"name":"Sel Jurnal Penelitian Kesehatan","volume":"89 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-09-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"126221691","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Pengaruh Riwayat Pemberian Asi Dan Mp-ASI Terhadap Pertumbuhan Dan Perkembangan Anak (Usia 12-24 Bulan) Di Kota Banda Aceh","authors":"Suryana Suryana, Yulia Fitri","doi":"10.22435/sel.v6i1.1723","DOIUrl":"https://doi.org/10.22435/sel.v6i1.1723","url":null,"abstract":"Proses penting dalam pemenuhan gizi balita untuk pertumbuhan dan perkembangan adalah pemberian ASI dan MP-ASI. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh riwayat ASI dan MP-ASI terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak usia 12-24 bulan. Penelitian ini menggunakan desain Cross Secsional Study. Penelitian dilakukan di Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh. Sampel adalah baduta usia 12-24 bulan yang berjumlah 77 orang yang diambil dengan tehnik pengambilan stratified random sampling. Penelitian menggunakan data primer yang terdiri dari data riwayat pemberian ASI, MP-ASI, pertumbuhan dengan indeks PB/U dan perkembangan baduta usia 12-24 bulan. Pertumbuhan dinilai melalui Z-skor tinggi badan (PB) menurut umur standar WHO. Perkembangan diukur menggunakan test Denver II. Analisis data menggunakan program SPSS versi 16.0 dengan chi-square test. Proporsi sampel pada riwayat ASI kurang baik, pemberian MP-ASI kurang tepat, stunting, dan perkembangan yang meragukan/menyimpang berturut-turut adalah 37,7%, 44.1%, 57.1%, 42.9%. Terdapat pengaruh antara riwayat pemberian ASI terhadap pertumbuhan (P=0.000), (OR = 6.7, 95% CI:2.1- 20.6), perkembangan (p=0.000), (OR 20.8, 95% CI:6.2-69.4). Terdapat pengaruh antara pemberian MP-ASI terhadap pertumbuhan (P=0.000), (OR=4.887, 95% CI:1.7-13.6), perkembangan (p=0.000), (OR = 16.5, 95% CI:5.3-51.3). Kesimpulannya terdapat pengaruh antara riwayat pemberian ASI dan pemberian MP-ASi terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak usia 12-24 bulan. Perlu ditingkatkan pemberian ASI yang baik serta pemberian MP-ASI yang tepat untuk mencapai pertumbuhan dan perkembangan anak yang optimal.","PeriodicalId":377376,"journal":{"name":"Sel Jurnal Penelitian Kesehatan","volume":"8 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-09-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"131540652","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Faktor Determinan Perilaku Pencegahan Primer Kanker Serviks Pada Remaja Putri","authors":"Novita Rina Antarsih, A. Kusumastuti","doi":"10.22435/sel.v6i1.1502","DOIUrl":"https://doi.org/10.22435/sel.v6i1.1502","url":null,"abstract":"Latar belakang: Penyakit kanker merupakan salah satu penyebab kematian utama di seluruh dunia. Penyakit kanker serviks dan payudara merupakan penyakit kanker dengan prevalensi tertinggi di Indonesia tahun 2013, yaitu kanker serviks sebesar 0,8‰ dan kanker payudara sebesar 0,5‰. Faktor risiko terkena kanker 90-95 % berhubungan dengan perilaku dan lingkungan, yang dapat ditekan melalui gerakan bersama, menyeluruh dan berkesinambungan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kanker serviks. \u0000Tujuan: mengembangkan upaya pencegahan primer kanker serviks pada remaja putri dan memberikan masukan bagi sekolah \u0000Metode: menggunakan studi kuantitatif dengan data primer yang diambil melalui survei yang dilakukan pada lokasi penelitian dengan menggunakan desain studi potong lintang (cross sectional). Data akan dianalisis secara multivariate Uji Regresi Logistik. \u0000Hasil: sebagian besar responden berperilaku kurang dalam pencegahan primer kanker serviks (53,3%), variabel yang berhubungan yaitu pengetahuan, sikap, riwayat cairan vagina abnormal, merokok dan antioksidan, sedangkan faktor yang dominan terhadap perilaku pencegahan primer adalah konsumsi antioksidan dengan taraf signifikan 0,000 (CI 95% 2,5 - 19). \u0000Kesimpulan: faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan primer kanker serviks adalah pengetahuan, sikap, riwayat cairan vagina abnormal, merokok dan konsumsi antioksidan. Remaja putri harus memiliki gaya hidup yang sehat, terutama mengkonsumsi nutrisi kaya antioksidan sebagai pencegahan primer terhadap kanker serviks","PeriodicalId":377376,"journal":{"name":"Sel Jurnal Penelitian Kesehatan","volume":"194 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-09-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"132640163","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}