Sangaji Niken Hapsari, Mirzani Ahmad, Y. Anggraeni
{"title":"GAYA BAHASA PERBADINGAN DALAM SEPILIHAN CERPEN SEPASANG SEPATU TUA KARYA SAPARDI DJOKO DAMONO","authors":"Sangaji Niken Hapsari, Mirzani Ahmad, Y. Anggraeni","doi":"10.29407/jbsp.v6i2.19237","DOIUrl":"https://doi.org/10.29407/jbsp.v6i2.19237","url":null,"abstract":"Dalam penelitian.ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan gaya bahasa perbandingan pada cerpen Sepasang Sepatu Tua Karya Sapardi Djoko Damono. Penulis ingin mengetahui penggunaan gaya bahasa perbandingan yang terdapat dalam cerpen tersebut. Pendekatan yang terdapat pada penelitian ini berorientasi terhadap penggunaan gaya bahasa perbandingan yang terdapat dalam cerpen Sepasang Sepatu Tua Karya Sapardi Djoko Damono. Pada penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Hasil dari penelitian berdasarkan penggunaan gaya bahasa dalam sepilihan cerpen Sepasang Sepatu Tua Karya Sapard Djoko Damono, terdapat 10 gaya bahasa, yaitu gaya bahasa perbandingan perumpamaan sebanyak 14 temuan, setara dengan 17%, metafora sebanyak 8 temuan, setara dengan 10%, personifikasi sebanyak 43 temuan, setara dengan 51%, depersonifikasi sebanyak 0 temuan, setara dengan 0% alegori sebanyak 2 temuan, setara dengan 3%, antitesis sebanyak 4 temuan, setara dengan 5%, pleonasme sebanyak 4 temuan, setara dengan 5%, perifrasis sebanyak sebanyak 6 temuan, setara dengan 7%, antisipasi sebanyak 0 temuan setara dengan 0% dan koreksio sebanyak 2 temuan, setara dengan 2%. Total temuan sebanyak 83 temuan, setara dengan 100%. Penilis akhirnya dapat menyimpulkan bahwa gaya bahasa perbandingan yang lebih dominan dalam sepilihan cerpen Sepasang Sepatu Tua Karya Sapardi Djoko Damono yaitu gaya bahasa perbandingan perumpamaan dan gaya bahasa perbandingan perosnifikasi.","PeriodicalId":355409,"journal":{"name":"Wacana : Jurnal Bahasa, Seni, dan Pengajaran","volume":"238 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-21","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"121307643","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"DILEMATIKA DALAM CERPEN HIPOTENUSA KARYA SUNGING RAGA: RANAH TAK BERTUAN TEKS SASTRA","authors":"Sri Nurhidayah, M. Badrus","doi":"10.29407/jbsp.v6i2.19238","DOIUrl":"https://doi.org/10.29407/jbsp.v6i2.19238","url":null,"abstract":"Cerpen Hipotenusa karya Sunging Raga terdapat keterbukaan antara iblis dan manusia sebagai pergolakan yang memang tidak mempunyai batas-batas yang jelas. Hal ini mengafirmasikan bahwa keduanya berpotensi menjadi penanda-penanda yang tak terikat dan bebas bergerak liar sepanjang naskah cerpen. Untuk mengetahui penanda-penanda tersebut, akan digunakan teori lima kode Roland Barthes, yang telah digunakan Barthes untuk menganalisis teks. Teori ini disebut juga kode pembacaan dengan pendekatan semiotik. Kode-kode tersebut adalah kode hermeneuitik, kode semik, kode simbolik, kode proairetik dan kode budaya. Adapun lima kode tersebut akak dikaji dengan menggunakan metode Strukturasi Barthes, yang didasarkan pada sebuah metode pemotongan/ pemenggalan teks menjadi unit-unit makna terkecil. Unit-unit ini yang disebut dengan leksia. Sebuah leksi seperti yang Barthes tulis adalah sebuah unit arbiter dari pembacaan daripada sebuah kebutuhan. Penelitian ini menghasilkan makna-makna yang baru dari apa yang dibalik teks itu sendiri. Teks yang merupakan serabut tanda-tanda, ternyata sangat tidak stabil dan tidak penuh, sehingga, hal ini sangat berpotensi untuk menciptakan makan, memasuki ranah-ranah tak bertuan dari serabutan tersebut, sehingga makna selalu hadir dalam pembacaan writerly yang juga terpusat pada pembaca.","PeriodicalId":355409,"journal":{"name":"Wacana : Jurnal Bahasa, Seni, dan Pengajaran","volume":"112 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-21","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"128043402","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"KAJIAN SEMIOTIKA PADA POSTER TEMA PERUNDUNGAN KARYA SISWA KELAS 6 SD","authors":"Dewi Indah Susanti, Jatut Yoga Prameswari","doi":"10.29407/jbsp.v6i2.18931","DOIUrl":"https://doi.org/10.29407/jbsp.v6i2.18931","url":null,"abstract":"Pictures are unlimited works of art, including posters. Posters are part of non-commercial advertisements where the poster can contain messages through images and writing. The message or information is conveyed attractively through pictures that are complemented by an article to clarify the content of the message. At school, posters are studied in the syllabus for arts, culture and crafts at KD 3.1 and 4.1. The teacher through assignments can ask students to draw a poster about a theme that is often happening around them. The topic of bullying is interesting for research writers because this happens a lot in schools and is directly felt by students. This study wants to reveal and describe the contents of the posters by 6th grade elementary school students with the theme of bullying through semiotic studies. The research method in this research is descriptive qualitative research using semiotic analysis. It was found that there was a relationship between the signifier and the signified in a sign, thus clearly explaining a denotative level. There is an interaction between the sign and the reader's feelings or emotions as well as cultural and human values in the poster, thus leading to a connotation level that gives its own meaning and has an influence on the reader's frame of mind.","PeriodicalId":355409,"journal":{"name":"Wacana : Jurnal Bahasa, Seni, dan Pengajaran","volume":"70 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-16","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"125884248","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"ANALISIS ASPEK STRUKTURAL DALAM NOVEL AYAH KARYA ANDREA HIRATA","authors":"Ayu Nurul Aini, Encil Puspitoningrum, Sujarwoko, Sardjono","doi":"10.29407/jbsp.v6i2.19198","DOIUrl":"https://doi.org/10.29407/jbsp.v6i2.19198","url":null,"abstract":"Karya sastra merupakan sebuah kreatifitas berupa pemikiran, ide, imajinasi, dan pengalaman pribadi dari seorang pengarang. Suatu karya sastra tentu memiliki unsur-unsur pembangun, salah satunya adalah unsur ekstrinsik. Unsur ekstrinsik merupakan unsur yang berada di luar karya sastra tetapi secara tidak langsung mempengaruhi bangunan atau sistem organisme karya sastra itu.Penelitian ini membahas mengenai unsur unsur ekstrinsik yang berupa nilai sosial dan nilai budaya. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif dengan pendekatan struktural. Penelitian deskriptif kualitatif merupakan penelitian yang berusaha memberikan gambaran dan penjelasan yang detail. Sedangkan pendekatan struktural merupakan pendekatan yang menekankan pada analisis unsur intrinsik dan ekstrinsik dari karya sastra. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah novel Ayah karya Andrea Hirata yang diterbitkan oleh Bentang Pustaka tahun 2015. Hasil penelian ini menemukan unsur unsur ekstrinsik yang terdapat dalam novel Ayah karya Andrea Hirata adalah nilai sosial dalam bentuk tindakan membantu teman dan peduli terhadap apa yang sedang menimpa temannya. Sedangkan nilai budaya yang terdapat dalam novel Ayah karya Andrea Hirata adalah suatu kebiasaan masyarakat kampung Nira.","PeriodicalId":355409,"journal":{"name":"Wacana : Jurnal Bahasa, Seni, dan Pengajaran","volume":"85 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-16","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"133547936","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Aspek Filsafat, Pada Novel, DI Tegar, Atas Cahaya, Karangan Moch, Nur Arifin, Firman Syah Putra, Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Kata Kunci
{"title":"ASPEK FILSAFAT PADA NOVEL TEGAR DI ATAS CAHAYA KARANGAN MOCH. NUR ARIFIN","authors":"Aspek Filsafat, Pada Novel, DI Tegar, Atas Cahaya, Karangan Moch, Nur Arifin, Firman Syah Putra, Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Kata Kunci","doi":"10.29407/jbsp.v6i2.19191","DOIUrl":"https://doi.org/10.29407/jbsp.v6i2.19191","url":null,"abstract":"Penelitian tentang pemikiran filsafat dalam novel Tegar Di atas Cahaya karya Mochamad Nur Arifin. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran secara lengkap mengenai aspek struktural dan analisis pemikiran filsafat dalam novel “Tegar Di Atas Cahaya” karya Mochamad Nur Arifin. Pemikiran Filsafat berkonsentrasi pada filsafat agama yang meliputi pemikiran kebenaran, pemikiran kejujuran, pemikiran keikhlasan. Pemikiran filsafat agama meliputi aspek religius, dakwah dan kewajiban yang harus dipatuhi dan dilaksanakan oleh pemeluk agama tersebut. Analisis yang akan dibahas yaitu hubungan dengan sesama tokoh dalam hal berfikir kebenaran, pemikiran kejujuran, sifat keikhlasan dan kesabaran tokoh utama. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan studi dokumentasi atau kajian kepustakaan (library research), dalam hal ini kajian terhadap teks novel “Tegar Di Atas Cahaya” karya Mochamad Nur Arifin. Novel ini menjadi sumber data utama atau sumber primer dalam penelitian ini. Deskripsi struktural yang didapat meliputi Tema, penokohan, alur, setting masing masing telah di dapat dari tokoh utama novel ini. Hasil pemikiran filsafat islam meliputi selalu mengingatkan kepada para siswa maupun guru guru tentang aqidah maupun akhlak yang sesuai dengan agama Islam. Dan ini termasukkegiatan berdakwah mengingatkan sesama muslim agar tingkah dan perbuatan sesuai dengan Al-Qur’an dan Hadist. Hasil analisis cerpen yang telah di kaji menggunakan sumber data yakni Al Qur an dan Hadist.","PeriodicalId":355409,"journal":{"name":"Wacana : Jurnal Bahasa, Seni, dan Pengajaran","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-16","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"126074145","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"PENGGUNAAN TEKS TERTULIS CERITA WARA KESTHI DALAM PEMENTASAN KETOPRAK SISWO BUDOYO","authors":"Endang Waryanti, Moch. Muarifin, Encil Puspitoningrum, Lucky Audrylya Mahatan","doi":"10.29407/jbsp.v6i2.19195","DOIUrl":"https://doi.org/10.29407/jbsp.v6i2.19195","url":null,"abstract":"Indonesia merupakan negara yang memiliki kekayaan budaya melimpah dan jenis yang beragam. Masing-masing daerah memiliki budaya yang menjadi ciri khas suatu wilayah. Salah satu bentuk kekayaan budaya daerah adalah drama. Pada masyarakat Jawa, kesenian drama banyak dipentaskan yaitu dalam kesenian ketoprak. Lakon atau cerita yang dimainkan dalam pementasan ketoprak juga beragam. Salah satu lakon atau cerita yang dipentaskan dalam kesenian ketoprak adalah Wara Kesthi yang menjadi objek penelitian pada artikel ini. Masalah yang diteliti adalah penggunaan teks tertulis dalam pementasan lakon atau cerita Wara Kesthi yang dipentaskan oleh Siswo Budoyo. Tujuanya adalah untuk mengetahui unsur-unsur yang terdapat dalam teks tertulis cerita Wara Kesthi. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan melakukan observasi kemudian dicatat. Data yang diperoleh kemudian dikumpulkan dan dideskripsikan untuk dijadikan data sekunder pada penelitian ini. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah unsur intrinsik cerita Wara Kesthi yang meliputi pengertian drama, tipe drama, tema, plot, latar atau setting, penokohan dan perwatakan, dimensi percintaan, dramatisasi konflik, teknik dialog, gaya dan bahasa.","PeriodicalId":355409,"journal":{"name":"Wacana : Jurnal Bahasa, Seni, dan Pengajaran","volume":"42 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-16","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"126521955","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"PEMILIHAN KATA KONOTASI PADA KUMPULAN LAGU HIP HOP DI INDONESIA KARYA EIZY","authors":"Hendra Surya Prasetya, Sempu Dwi Sasongko, Subardi Agan","doi":"10.29407/jbsp.v6i2.19122","DOIUrl":"https://doi.org/10.29407/jbsp.v6i2.19122","url":null,"abstract":"Diksi konotasi diklasifikasikan menjadi.diksi.konotasi positif.dan diksi.konotasi.negatif. Dalam.penelitian inivterdapat dua pokok.permasalahan.yang.dibahas.pertama; bagaimanakah wujud.diksi.konotasi dalam.lagu.Hip.Hop karya.Eizy, .kedua; bagaimanakah fungsi diksi.konotasi.dalam lagu.Hip Hop karya Eizy. Penelitian ini menggunakan pendekatan dan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah lirik lagu Hip Hop karya Eizy yang mengandung diksi konotasi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh diksi kontasi baik terdapat 274 data dan konotasi tidak baik 515 data. Kedua kelompok diksi tersebut masing-masing memiliki variasi. Penggunaan jenis diksi konotasi pada karya Eizy memiliki enam fungsi. Dari keenam fungsi tersebut fungsi memperindah tuturan merupakan fungsi paling dominan dengan jumlah 297 data. diikuti fungsi meningkatkan intensitas makna 227 data. Urutan ketiganya adalah fungsi menunjukan rasa marah 65 data dan mengumpat atau reaksi emosi 53 data, sedangkan fungsi rasa tidak suka 50 data dan memperhalus tuturan 47 data relatif paling sedikit.","PeriodicalId":355409,"journal":{"name":"Wacana : Jurnal Bahasa, Seni, dan Pengajaran","volume":"16 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-16","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"127658032","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS KARYA ILMIAH MELALUI PEMBELAJARAN KORSA MURID KELAS XI MIPA 4 SMAN 5 TARUNA BRAWIJAYA JAWA TIMUR TAHUN PELAJARAN 2021/2022","authors":"Nuribi Hariyanto","doi":"10.29407/jbsp.v6i2.19194","DOIUrl":"https://doi.org/10.29407/jbsp.v6i2.19194","url":null,"abstract":"Rendahnya keterampilan menulis karya ilmiah pada murid kelas XI MIPA 4 SMAN 5 Taruna Brawijaya Jawa Timur merupakan masalah yang melatarbelakangi penelitian ini. Materi menulis karya ilmiah yang dianggap sukar, penguasaan literasi yang kurang, pembelajaran daring yang dijalani murid hampir 1,5 tahun menyebabkan para murid kesulitan menulis karya ilmiah. Dari permasalahan tersebut, penulis menggunakan pembelajaran korsa pada materi menulis karya ilmiah untuk murid kelas XI MIPA 4. Hasil belajar murid pada siklus I sebanyak 21 murid tuntas dan 11 murid tidak tuntas dengan rerata nilai 78,28. Hasil belajar murid pada siklus II sebanyak 31 murid tuntas dan 1 murid tidak tuntas dengan rerata nilai 82,92. Aktivitas murid pada siklus I sebesar 65,6 atau kategori cukup dan siklus II sebesar 81,25 atau kategori baik. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, pembelajaran korsa dapat digunakan untuk meningkatkan keterampilan menulis karya ilmiah murid kelas XI MIPA 4 SMAN 5 Taruna Brawijaya Jawa Timur.","PeriodicalId":355409,"journal":{"name":"Wacana : Jurnal Bahasa, Seni, dan Pengajaran","volume":"58 8","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-16","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"131435647","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia, F. Keguruan, Ilmu Pendidikan, Elisabet Cornilia Ayuningtyas, Marista Dwi Rahmayantis, Sempu Dwi Sasongko
{"title":"VARIASI KATA SAPAAN DALAM AKUN TWITTER @SCHFESS","authors":"Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia, F. Keguruan, Ilmu Pendidikan, Elisabet Cornilia Ayuningtyas, Marista Dwi Rahmayantis, Sempu Dwi Sasongko","doi":"10.29407/jbsp.v6i2.19120","DOIUrl":"https://doi.org/10.29407/jbsp.v6i2.19120","url":null,"abstract":"Penelitian ini dilatarbelakangi hasil pengamatan peneliti, bahwa perkembangan teknologi dan penggunaan bahasa mempengaruhi penggunaan kata sapaan anak muda saat ini, terkhusus dalam penggunaan bahasa dalam media sosial. Perkembangan penggunaan bahasa berdampak pada munculnya variasi sapaan, terkhusus dalam media sosial twitter. Penelitian menggunakan pendekatan sosiolinguistik. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan subyek penelitian cuitan akun twitter @schfess. Terdapat tiga tahap dalam penelitian ini yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap pelaporan. Pengumpulan data menggunakan teknik simak dan catat. Hasil penelitian ini ditemukan penggunaan kata sapaan nonkekerabatan berjumlah 14 data (58%). Variasi sapaan kekerabatan berjumlah 6 data (25 %) dan sapaan kesantunan memiliki jumlah 4 data (16,7%). Variasi sapaan dalam akun twitter @schfess mayoritas digunakan untuk menumbuhkan situasi keakraban dengan memilih diksi sapaan nonkekerabatan. Variasi sapaan dalam cuitan akun twitter @schfess dilatarbelakangi oleh lima faktor, yakni: pendidikan, jenis kelamin, profesi, usia, dan lingkungan sosial.","PeriodicalId":355409,"journal":{"name":"Wacana : Jurnal Bahasa, Seni, dan Pengajaran","volume":"57 12 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-10-25","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"116211335","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA PADA TABLOID KONTAN TATARAN MORFOLOGI EDISI 19 JULI-25 JULI","authors":"Fitri Tsalasatun Nisa, Marista Dwi Rahmayantis, Sempu Dwi Sasongko","doi":"10.29407/jbsp.v6i1.18331","DOIUrl":"https://doi.org/10.29407/jbsp.v6i1.18331","url":null,"abstract":"Surat kabar dapat memberikan informasi aktual terhadap suatu kejadian dan kegiatan, baik yang mengedukasi dan memotivasi masyarakat umum. Tujuan analisis ini untuk mendeskripsikan bagaimana kesalahan berbahasa tataran morfologi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Penelitian dilaksanakan dalam beberapa tahapan, tahapan pertama pelaksanaan, tahapan kedua pelaksanaan pengambilan data, tahapan ketiga merupakan generalisasi data. Kesimpulan dari hasil analisis kesalahan berbahasa terdapat empat hasil analisis kajian morfologi. Berdasarkan penelitian kesalahan berbahasa dinyatakan dalam kajian morfologi yang pertama sufiks kata depan di-. Kedua prefiks meng-, sedangkan yang ketiga sufiks —kan. Perolehan data yang keempat prefiks pen-. Pada penulisan kata yang berada di Tabloid kontan peneliti memberikan saran bagi penulis supaya lebih memerhatikan penulisan kaidah bahasa Indonesia terutama pada kajian morfologi.","PeriodicalId":355409,"journal":{"name":"Wacana : Jurnal Bahasa, Seni, dan Pengajaran","volume":"134 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-07-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"127349610","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}