{"title":"Effect of Medical Rehabilitation Services on Pain Intensity in Low Back Pain Patients","authors":"Imran Safei, Zulfahmidah Zulfahmidah, Kasmawati Kasmawati","doi":"10.33096/umj.v8i1.251","DOIUrl":"https://doi.org/10.33096/umj.v8i1.251","url":null,"abstract":"Background: Low back pain is a symptom that is not directly related to mortality but is a cause of morbidity. The incidence of LBP was reviewed based on patient visits to several hospitals in Indonesia, ranging from 3-17%. The purpose of this research is to Effect of Medical Rehabilitation Services on Pain Intensity in Low Back Pain Patients. \u0000Method: This type of research includes quantitative research with a cross sectional approach. Data collection is done through medical records. The research sample was all patients diagnosed with low back pain who were treated at the medical rehabilitation polyclinic at the Ibnu Sina Makassar Hospital within 4 years (2019-2022). Data analysis was carried out, namely univariate and bivariate analysis using the Paired t-test. \u0000Results: The research results obtained 31 samples that met the inclusion criteria and showed that there was an effect of medical rehabilitation on reducing the low back pain scale in patients with low back pain (p=0.00). \u0000Conclusion: There is an effect of medical rehabilitation on decreasing the low back pain scale in patients with low back pain. \u0000Keywords: Low; medical rehabilitation; pain intensity","PeriodicalId":347257,"journal":{"name":"UMI Medical Journal","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-08-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"125617087","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Muhammad Ammar Rusydi, Anggia Viona Farehan A, Baiq Rulia Ashlihan, Fadila Olivia, Haldy Dwi Febrian
{"title":"Penatalaksanaan Drowning: Review Article","authors":"Muhammad Ammar Rusydi, Anggia Viona Farehan A, Baiq Rulia Ashlihan, Fadila Olivia, Haldy Dwi Febrian","doi":"10.33096/umj.v8i1.202","DOIUrl":"https://doi.org/10.33096/umj.v8i1.202","url":null,"abstract":"Latar belakang: Drowning atau tenggelam didefinisikan sebagai masuknya cairan yang cukup banyak ke dalam saluran nafas atau paru-paru. Dalam kasus tenggelam, terendamnya seluruh tubuh dalam cairan tidak diperlukan. Yang diperlukan adalah adanya cukup cairan yang menutupi lubang hidung dan mulut sehingga kasus tenggelam tidak hanya terbatas pada perairan yang dalam seperti laut, sungai, danau, atau kolam renang, tetapi mungkin pula terbenam dalam kubangan atau selokan di mana hanya bagian muka yang berada di bawah permukaan air. \u0000Isi: Ketika seseorang tenggelam, air yang masuk ke mulut bisa saja tertelan atau dimuntahkan. Ketika dorongan inspirasi terlalu tinggi untuk dilawan, air dapat tertelan ke saluran udara dan batuk terjadi sebagai respons refleks. Cairan yang diaspirasi dapat menyebabkan washout dan disfungsi surfaktan, peningkatan permeabilitas kapiler, kolaps alveolar, dan ketidaksesuaian rasio ventilasi- perfusi. Hal ini dapat menyebabkan keluhan pernapasan ringan hingga hingga edema paru non- kardiogenik fulminan, dengan gambaran klinis yang mirip dengan sindrom gangguan pernapasan akut atau dewasa (ARDS). \u0000Kesimpulan: Near drowning atau keadaan hampir tenggelam merupakan suatu kondisi seseorang hampir mati karena tidak bisa bernapas atau tercekik di bawah air. Prinsip utama penatalaksanaan dalam kasus drowning adalah mempertahankan oksigenasi yang adekuat, mencegah aspirasi dari lambung, dan menstabilkan suhu tubuh. Berdasarkan hal ini, tatalaksana kegawatdaruratan yang dapat dilakukan yaitu berupa resusitasi jantung paru (RJP). Manajemen jalan napas yang baik menjadi aspek kunci dalam mendapatkan prognosis yang baik. Pasien near-drowning yang mengalami hipotermia ditatalaksana dengan prinsip rewarming baik aktif mau pun pasif. \u0000 ","PeriodicalId":347257,"journal":{"name":"UMI Medical Journal","volume":"6 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"129932359","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
M. Almutaali, Erza Anugrah, Fakultas Kedokteran, Jl. Urip, Sumoharjo Km, Kampus
{"title":"Avian Influenza Virus A Subtype H5N1","authors":"M. Almutaali, Erza Anugrah, Fakultas Kedokteran, Jl. Urip, Sumoharjo Km, Kampus","doi":"10.33096/umj.v8i1.246","DOIUrl":"https://doi.org/10.33096/umj.v8i1.246","url":null,"abstract":"Latar Belakang: Avian influenza adalah infeksi virus menular yang menyerang unggas, hewan, dan manusia di seluruh dunia. Sebagian besar infeksi pada manusia disebabkan oleh virus influenza tipe A dan B, sedangkan unggas hanya terinfeksi oleh influenza tipe A. \u0000Isi: Masa inkubasi umumnya 2 sampai 7 hari, tapi bisa selama 8 sampai 9 hari. Gejala klinis ditandai dengan demam tinggi, batuk, dan gejala saluran pernapasan bagian bawah. World Health Organization mengeluarkan Rapid Advice Guideliness pada tahun 2007, yang berisi rekomendasi pengobatan untuk wabah influenza H5N1. Untuk kasus yang diduga kuat atau terkonfirmasi H5N1 dapat diberikan penghambat neuraminidase (terutama oseltamivir). \u0000Kesimpulan: Infeksi avian influenza virus a subtype H5N1 lebih berbahaya dibandingkan avian influenza subtipe lain. Tingkat kematian pada avian influenza subtipe H5N1 diperkirakan mencapai 60%. Semua informasi mengatakan bahwa virus flu burung sangat berbahaya ketika menginfeksi manusia, dan umumnya prognosis pasien yang dirawat inap dengan flu burung itu buruk.","PeriodicalId":347257,"journal":{"name":"UMI Medical Journal","volume":"88 1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"130913322","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Gusti Andhika Kusuma, Haizah Nurdin, Syamsul Hilal Salam, Ari Santri Palinrungi
{"title":"Renal Replacement Therapy sebagai Intervensi Dini pada Tatalaksana Ketoasidosis Diabetik","authors":"Gusti Andhika Kusuma, Haizah Nurdin, Syamsul Hilal Salam, Ari Santri Palinrungi","doi":"10.33096/umj.v8i1.204","DOIUrl":"https://doi.org/10.33096/umj.v8i1.204","url":null,"abstract":"Ketoasidosis diabetikum (KAD) adalah gangguan metabolik akut yang secara primer ditandai dengan peningkatan badan keton dalam sirkulasi yang berlanjut menjadi ketoasidosis berat dengan hiperglikemia tidak terkontrol akibat defisiensi insulin. Ketoasidosis diabetik menyebabkan tingkat morbiditas dan mortalitas yang tinggi meskipun terapi diabetes telah berkembang. Aspek krusial dari tata laksana KAD meliputi pemberian cairan dan elektrolit, dalam jumlah adekuat, dan pemberian insulin secara terus menerus. Pasien dengan KAD sering datang dalam keadaan asidosis metabolik berat dan hiperkalemia yang disertai dengan penurunan kesadaran dan gangguan pernapasan sehingga memerlukan tindakan yang tepat dan perawatan intensif. Laporan kasus ini mengenai perempuan umur 20 tahun mengalami penurunan kesadaran. Pada pemeriksaan ditemukan kadar glukosa darah: 742 mg/dL, dan dari analisis gas darah menunjukkan asidosis metabolik berat (pH: 7,13; HCO3: 4,1 pCO2: 10,9) dan keton urine (+). Terapi KAD yang diberikan diruang ICU meliputi koreksi dehidrasi, terapi insulin untuk kontrol glukosa darah, menejemen infeksi dan koreksi ketidakseimbangan elektrolit serta terapi intervensi lain seperti ventilasi mekanik dan CRRT. Setelah perawatan hari kelima kondisi pasien mulai stabil dan dapat pindah ke perawatan ruangan. Penatalaksanaan yang tepat pada pasien KAD dapat memberikan keluaran yang baik pada pasien. \u0000 ","PeriodicalId":347257,"journal":{"name":"UMI Medical Journal","volume":"31 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"131028599","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Muhammad Saddam, Saharuddin Saharuddin, Purnamaniswaty Yunus, R. Fitriani, M. Galib
{"title":"Analisis Korelasi antara Kecemasan dan Kejadian Preeklamsia pada Ibu Hamil","authors":"Muhammad Saddam, Saharuddin Saharuddin, Purnamaniswaty Yunus, R. Fitriani, M. Galib","doi":"10.33096/umj.v8i1.166","DOIUrl":"https://doi.org/10.33096/umj.v8i1.166","url":null,"abstract":"Latar belakang: Preeklamsia masih menjadi tiga besar penyebab kematian ibu dalam bidang obstetri. Preeklamsia menduduki peringkat dua sebagai penyebab kematian langsung pada ibu hamil dan mengalami peningkatan setiap tahunnya. Kecemasan merupakan unsur kejiwaan yang menggambarkan perasaan, keadaan emosional yang dimiliki oleh seseorang pada saat menghadapi kenyataan atau kejadian dalam hidupnya. Hal ini meningkatkan eksresi hormon vasoaktif atau neuroendokrin lainnya yang dapat meningkatkan risiko hipertensi dan juga memicu perubahan pembuluh darah sehingga menyebabkan terjadinya preeklamsia. \u0000Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analitik korelatif, dengan pendekatan cross sectional sebanyak 93 responden (1:2) yang dikumpulkan secara purposive sampling. \u0000Hasil: Hasil uji statistik diperoleh P-value ≤ 0,05 dan PR = 4,646 (95% CI 1,824-7,288). \u0000Kesimpulan: Pada penelitian ini terdapat hubungan yang signifikan antara kecemasan dengan kejadian preeklamsia di Rumah Sakit Khusus Daerah Ibu dan Anak Pertiwi Makassar.","PeriodicalId":347257,"journal":{"name":"UMI Medical Journal","volume":"29 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"131858121","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Mutiara Amalia, Prema Hapsari Hidayati, Andi Kartini Eka Yanti, Sri Vitayani, Sri Wahyuni Gayatri
{"title":"Karakteristik Pasien Sirosis Hepatis","authors":"Mutiara Amalia, Prema Hapsari Hidayati, Andi Kartini Eka Yanti, Sri Vitayani, Sri Wahyuni Gayatri","doi":"10.33096/umj.v8i1.244","DOIUrl":"https://doi.org/10.33096/umj.v8i1.244","url":null,"abstract":"Latar belakang:. Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO) pada tahun 2016 sekitar 51,1% laki laki dan 27,1% perempuan dari 100.000 populasi meninggal akibat sirosis hepatis. Di Indonesia data mengenai sirosis hepatis masih kurang oleh karena itu diperlukan penelitian mengenai karakteristik sirosis hepatis. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien sirosis hepatis di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar Tahun 2018-2021. \u0000 Metode: Desain penelitian yang digunakan yaitu deksriptif observasional. dengan menggunakan data sekunder dari rekam medik pasien sirosis hepatis di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar tahun 2018-2021. Hasil: Pada penelitian ini didapatkan usia terbanyak pada kelompok 51-60 tahun (45,5%) dan sebanyak 36 pasien (65,5%) berjenis kelamin laki laki. Dengan tingkat Pendidikan terakhir setara SMP/Sederajat (36,4%), dan berstatus tidak bekerja (41,8%). Penyebab sirosis terbanyak adalah hepatitis B (54,5%), dengan komplikasi terbanyak adalah asites (38,2%). Sekitar 29 pasien (52,7%) memiliki klasifikasi child pugh B dan sebagian besar sirosis hepatis dekompensata (46%). \u0000Kesimpulan:. Pasien sirosis hepatis di RS. Ibnu Sina Makassar paling banyak ditemukan pada kelompok usia 51-60 tahun, laki laki, pendidikan terakhir SMP/Sederajat, dan tidak bekerja. Penyebab tersering hepatitis B dengan komplikasi asites, klasifikasi child pugh B, dan merupakan sirosis hepatis dekompensata.","PeriodicalId":347257,"journal":{"name":"UMI Medical Journal","volume":"96 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"120937561","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Tamsil Bachrun, Faisal Muchtar, Syamsul Hilal Salam, A. Palinrungi
{"title":"Tatalaksana Syok Sepsis Akibat Community Acquired Pneumonia dengan Penyulit Acute Kidney Injury","authors":"Tamsil Bachrun, Faisal Muchtar, Syamsul Hilal Salam, A. Palinrungi","doi":"10.33096/umj.v8i1.200","DOIUrl":"https://doi.org/10.33096/umj.v8i1.200","url":null,"abstract":"Latar Belakang: Sepsis merupakan disfungsi organ yang mengancam jiwa akibat disregulasi respons tubuh terhadap infeksi. Pneumonia merupakan penyebab utama lebih dari 50% angka kejadian sepsis pada pasien di Intensive Care Unit (ICU). \u0000Isi: Laporan kasus ini membahas pasien laki-laki usia 36 tahun dengan penurunan kesadaran dan gelisah, sesak napas disertai tidak ada produksi urin sejak 1 hari sebelumnya. Dari pemeriksaan fisis, laboratorium dan pemeriksaan penunjang pasien didiagnosis dengan syok sepsis yang disebabkan penumonia komunitas, edema paru karena paru uremik dan cedera ginjal akut pada penyakit ginjal kronik akibat nefropati diabetik.Pada pasien dilakukan pemberian ventilasi mekanik, vasopressor, pemasangan monitor invasif, sedasi dan analgetik, antibiotik empirik spektrum luas dan dilakukan continuous renal replacement therapy (CRRT) selama 4 hari. \u0000Kesimpulan: Telah dilaporkan sebuah kasus keberhasilan dan keamanan penerapan CRRT pada pasien pneumoni komunitas dengan penyulit syok sepsis dan cedera ginjal akut di ICU. Terapi ini dapat dipertimbangkan sebagai salah satu pilihan pada pasien dengan masalah yang sama.","PeriodicalId":347257,"journal":{"name":"UMI Medical Journal","volume":"66 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"126209079","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Hasta Handayani Idrus, N. Utami, R. Rahmawati, Indah Lestari Daeng Kanang, Inna Mutmainnah Musa, Rasfayanah Rasfayanah
{"title":"Analisis Penggunaan Antibiotik Pasien Demam Tifoid dengan Komplikasi dan Tanpa Komplikasi yang Dirawat di Rumah Sakit","authors":"Hasta Handayani Idrus, N. Utami, R. Rahmawati, Indah Lestari Daeng Kanang, Inna Mutmainnah Musa, Rasfayanah Rasfayanah","doi":"10.33096/umj.v8i1.242","DOIUrl":"https://doi.org/10.33096/umj.v8i1.242","url":null,"abstract":"Latar belakang: Demam tifoid disebabkan oleh bakteri Salmonella enterica reservoir typhi, juga dikenal sebagai salmonella typhi (S. typhi). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana efek penggunaan antibiotik pada pasien demam tifoid yang komplikasi dan tanpa komplikasi. \u0000Metode: Jenis Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, menggunakan pendekatan Cross Sectional Study. Desain Cross Sectional Study digunakan karena proses pengambilan data dilakukan dengan menggunakan data yang telah ada sebelumnya di RSUD I Lagaligo Luwu Timur pada tahun 2021. Kriteria inklusi semua pasien yang terdiagnosis demam tifoid dengan dan tanpa komplikasi dengan analisis data menggunakan SPSS. \u0000Hasil: Karakteristik penderita demam tifoid dengan komplikasi dan tanpa komplikasi berdasarkan terapi perawatan, diperoleh terapi perawatan paling banyak menggunakan ceftriaxon pada penderita dengan komplikasi sebanyak 21 orang (26,3%) dan tanpa komplikasi 22 orang (27,5%). \u0000Kesimpulan: Terapi kausatif yang paling banyak digunakan pada penderita demam tifoid adalah penggunaan antibiotik golongan sefalosporin yaitu ceftriaxone dengan lama perawatan 1-14 hari.","PeriodicalId":347257,"journal":{"name":"UMI Medical Journal","volume":"14 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"125215298","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Nurfachanti Fattah, Zulfah Midah, Edward Pandu Wiriansya, Rachmat Faisal Syamsu, Arni Isnaini Arfah, Ahmad Fadh Alifian
{"title":"Pengaruh Indeks Massa Tubuh (IMT) Terhadap Kapasitas Vital Paksa (KVP) pada Pasien PPOK di RS Ibnu Sina Makassar","authors":"Nurfachanti Fattah, Zulfah Midah, Edward Pandu Wiriansya, Rachmat Faisal Syamsu, Arni Isnaini Arfah, Ahmad Fadh Alifian","doi":"10.33096/umj.v7i2.212","DOIUrl":"https://doi.org/10.33096/umj.v7i2.212","url":null,"abstract":"Latar belakang: Penyakit Paru Obstruktif Akut (PPOK) merupakan penyakit kronis yang berdampak pada derajat kesehatan pasien jangka panjang, salah satunya mempengaruhi status Indeks Massa Tubuh (IMT) seseorang. Perubahan tersebut dapat terjadi pada pasien yang menderita Penyakit Paru Obstruktif Akut (PPOK). Hubungan penting antara nutrisi dan PPOK ialah melalui efek katabolisme, salah satunya dengan melihat status gizi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Indeks Massa Tubuh (IMT) Terhadap Kapasitas Vital Paksa (KVP) pada pasien PPOK. \u0000Metode: metode penelitian cross sectional dengan pendekatan retrospektif dan menggunakan data sekunder berupa rekam medik yang diambil dari Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar tahun 2021. \u0000Hasil: Berdasarkan uji chi square antara hubungan IMT terhadap KVP diperoleh bahwa, nilai p-value Pearson Chi Square sebesar 0,864 artinya lebih besar dari tingkat signifikansi 5% (0,05). \u0000Kesimpulan: Hasil penelitian didapatkan bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dan Kapasitas Vital Paksa (KVP) pasien PPOK (p=0,864).","PeriodicalId":347257,"journal":{"name":"UMI Medical Journal","volume":"52 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"130788593","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Analisa Tingkat Pengetahuan tentang Shalat pada Pasien RS Ibnu Sina Makassar","authors":"Rachmat Faisal Syamsu, Nirwana Laddo, Shulhana Mokhtar, Irna Diyana Kartika, Aryanti R. Bamahry, Hermiaty Nasruddin, Zulfitriani Murfat, Annisa Duratul Hikmah","doi":"10.33096/umj.v7i2.213","DOIUrl":"https://doi.org/10.33096/umj.v7i2.213","url":null,"abstract":"Latar belakang: Jumlah Penduduk muslim Indonesia berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri, sebanyak 237,53 juta jiwa per 31 Desember 2021. Sebagai umat muslim, beribadah sangat penting bagi kehidupan; dapat meningkatkan pikiran positif, sehingga membantu proses penyembuhan ketika sakit. Tujuan penelitian untuk mengetahui pelaksanaan shalat 5 waktu, pemahaman mengenai tata cara shalat, serta pentingnya shalat dalam keadaan sakit. \u0000Metode: Menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Teknik pengambilan data yaitu dengan pengisian kuisioner dan menggunakan analisa Univariat. \u0000Hasil: pasien RS Ibnu Sina Makassar mengenai pelaksanaan shalat 5 waktu masih tergolong buruk dengan persentase 51.9%, akan tetapi tingkat pengetahuan tentang tata cara shalat tergolong baik dengan persentase 68.9%, serta tingkat pengetahuan tentang hukum shalat tergolong baik dengan persentase 80.0%. \u0000Kesimpulan: Pasien RS Ibnu Sina Makassar dari segi kesadaran masih kurang, khususnya pada pelaksanaaan ibadah shalat 5 waktu dalam keadaan sakit. Akan tetapi, dari segi pengetahuan sudah sangat paham akan tata serta hukum-hukum shalat dalam keadaan sakit.","PeriodicalId":347257,"journal":{"name":"UMI Medical Journal","volume":"323 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"124566648","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}